cover
Contact Name
Maria Indira Aryani
Contact Email
maria_indira.hi@upnjatim.ac.id
Phone
+6231-8706369
Journal Mail Official
jgp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Global and Policy Journal of International Relations
ISSN : 23379960     EISSN : 27454274     DOI : -
Global & Policy adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan "Veteran" Jawa Timur. Global & Policy menerima artikel baik hasil pemikiran maupun hasil penelitian dalam bidang terkait kajian Hubungan Internasional kontemporer. Jurnal Global & Policy diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Juni dan Desember.
Articles 252 Documents
Peran Pemuda dalam Sustainable Development Goals Kesebelas: Studi Kasus Kampung Jodipan Malang. Adibrata, Jordan Aria; Sasmitadiharjo, Afiandi; Rahmarilla, Mawaddah Dhuha
Global and Policy Journal of International Relations Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v8i02.2416

Abstract

ABSTRACTThis paper aims to explain the role of youth in overcoming the problem of slums to realize the goals of the Sustainable Development Goals number 11 formulated by the United Nations. The slum area is a classic problem in Indonesia that hasn’t resolved yet. Various strategies implemented by the government to overcome these problems have caused anxiety and refusal to be relocated. Youth people become an important factor because they have the potential to be agents of change who have creative and innovative approaches in solving problems at the social level. Moreover, in 2030 Indonesia is predicted to experience a demographic bonus, so this makes it an opportunity for this country to jump into a developed country through the role of its youth. This paper uses descriptive-qualitative methods, using data collection techniques through interviews and documentation studies. The concept of Sustainable Development Goals and the New Social Movement is an analytical tool in explaining the problem. The results obtained through the role of youths as part of a social movement that juggling slums using Creative Villages as an idea to alleviate the problems of slum areas. Jodipan Village in Malang is in the hands of young people who inspires other slum areas to transform into areas that can empower the community.Keywords: Kampung Jodipan, Youth’s role, Slum area, Sustainable Development Goals no. 11Tulisan ini bertujuan menjelaskan peranan pemuda dalam mengatasi masalah kawasan kumuh dalam mewujudkan tujuan-tujuan Sustainable Development Goals nomor 11 yang dirumuskan PBB. Masalah kawasan kumuh menjadi problem klasik di Indonesia yang belum kunjung tuntas. Berbagai macam strategi yang diterapkan pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut justru menimbulkan keresahan serta penolakan untuk di relokasi. Pemuda menjadi aktor penting dikarenakan memiliki potensi sebagai agen perubahan yang memiliki pendekatan yang kreatif serta inovatif dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam level sosial. Terlebih lagi pada tahun 2030 Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi, sehingga ini menjadikan sebuah peluang bagi negara ini untuk melompat menjadi negara maju melalui peran para pemudanya. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi wawancara serta studi dokumentasi. Konsep Sustainable Development Goals dan Gerakan Sosial Baru merupakan alat analisa dalam menjelaskan permasalahan yang dikaji. Hasil yang didapatkan adalah melalui peran pemuda yang mengafiliasikan dirinya sebagai bagian dari gerakan sosial, berhasil mentransformasikan daerah kumuh menggunakan Kampung Kreatif sebagai ide untuk mengentaskan problem daerah pemukiman kumuh. Kampung Jodipan di Kota Malang merupakan wujud dari buah tangan para pemuda yang dapat menginspirasi daerah kumuh ain untuk bertransformasi menjadi kawasan yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar.Kata Kunci: Kampung Jodipan, Peran Pemuda, Wilayah Kumuh, Sustainable Development Goals Nomor 11 DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i02.2416
GASTRODIPLOMASI SEBAGAI SEBUAH STRATEGI INDONESIA DALAM MEMPERKENALKAN BUDAYA KULINER DI PERANCIS Ramadhan, Khusairi
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2345

Abstract

Gastrodiplomasi merupakan bagian dari diplomasi publik yang menggunakan makanan sebagai sarana untuk meningkatkan brand awareness suatu negara. Kementerian Pariwisata Indonesia membuat sebuah program gastrodiplomasi yang berupa Co-Branding Diaspora Restaurant Indonesia pada tahun 2018. Setelah 4 bulan program tersebut berjalan, salah satu restoran diaspora di Perancis yaitu restoran Djakarta Bali menunjukkan keberhasilan sehingga menjadi sorotan utama pemerintah Indonesia. Restoran ini berhasil mendatangkan pengunjung lokal, mendapatkan ulasan positif dari warga Perancis, dan mendapatkan nominasi sebagai restoran terbaik di Paris oleh salah satu situs. Penelitian ini berusaha untuk menggambarkan bagaimana strategi gastrodiplomasi yang dilakukan Indonesia hingga bisa mencapai keberhasilan di Perancis. Untuk memahami fenomena ini, penulis menggunakan konsep gastrodiplomasi serta memakai metode kualitatif-deskriptif. Penggalian data juga dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk mengetahui keberhasilan strategi gastrodiplomasi yang dilakukan di Perancis pada tahun 2018 – 2019. Hasil temuan penulis adalah terdapat dua strategi yang diterapkan, yaitu Product Marketing Strategy dan Media Relations Strategy.  DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.2345
Quo Vadis Diplomasi Parlemen Indonesia: Kepemimpinan DPR RI Pada Forum Asean Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Tahun 2011-2012 Bagus Firdaus, Muhammad Jullyo
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2348

Abstract

ABSTRAK Aktor parlemen dalam negara seringkali kurang dilihat sebagai aktor penting dalam Hubungan Internasional. Di era kontemporer, studi diplomasi dalam Hubungan Internasional mengalami perkembangan cukup pesat. Paper ini membahas mengenai penerapan diplomasi parlemen Indonesia (DPR RI) ketika menjadi pemimpin Asean Inter-Parliamnetary Assembly tahun 2011 hingga 2012. Diikuti dengan kepemipinan Indonesia (eksekutif) di ASEAN pada rentang tahun yang sama. Adanya pelaksanaan diplomasi parlemen Indonesia merupakan manifestasi dari doktrin Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, yang massif dikampenyakan pada periode 2001 hingga 2009 akan pentingnya diplomasi total bagi politik luar negeri Indonesia dalam mencapai kepentingan nasional.  Pembahasan pada paper ini berfokus pada bagaimana posisi diplomasi parlemen Indonesia vis-à-vis dengan eksekutif dalam regional Asia Tenggara pada forum AIPA periode 2011-2012.  Penelitian ini berupaya menjabarkan akan posisi DPR RI sebagai representasi Indonesia di tingkat parlemen regional Asia Tenggara, sekaligus menafsirkan bahwa diplomasi total sebagai diplomasi multi-jalur sangat berpengaruh bagi diplomasi Indonesia dalam lingkungan internasional. Dalam penerapan diplomasi multi-jalur, penulis mengartikulasikan DPR RI sebagai diplomasi jalur 11/2. Penelitian ini, memberikan pandangan penting akan urgensi diplomasi total bagi politik luar negeri Indonesia melalui pelaksanaan diplomasi parlemen, ditemukan bahwa dalam mencapai kepentimgan nasional aktor legislatif dan eksekutif mendukung upaya pencapaian kepentingan nasional.   Kata-Kata Kunci: diplomasi parlemen, DPR RI, Asean Inter-Parliamentary Assembly, diplomasi total, diplomasi multi-jalur.   The Position of Parliament in state often not seen as important actors in international relations. In the contemporary era, diplomatic studies in International Relations have developed quite rapidly. This paper discusses the implementation of Indonesian parliamentary diplomacy (DPR RI) when it became the leader of the ASEAN Inter-Parliamentary Assembly from 2011 to 2012. It Followed by the Indonesian leadership (executive) in ASEAN in the same year. The implementation of Indonesian parliamentary diplomacy is a manifestation of Foreign Minister Hassan Wirajuda's doctrine, which was massively expressed in the period 2001 to 2009 on the importance of total diplomacy for Indonesia's foreign policy in achieving national interests. The discussion in this paper focuses on the diplomatic position of the Indonesian parliament vis-à-vis with executives in the Southeast Asia region at the AIPA forum for the period 2011-2012. This research seeks to elaborate on the position of the Indonesian Parliament as a representation of Indonesia at the regional parliamentary level in Southeast Asia, as well as interpreting that total diplomacy as multi-track diplomacy is very influential for Indonesian diplomacy in the international environment. In the application of multi-track diplomacy, the writer articulates the DPR RI as track 11/2 diplomacy. This research, providing an important view of the urgency of total diplomacy for Indonesia’s foreign policy through the implementation of parliamentary diplomacy. And also found that in achieving national interests the legislative and executive actors supported efforts to achieve national interests. Keywords: parliamentary diplomacy, The House Of Representatives Of The Republic Of Indonesia, Asean Inter-Parliamentary Assembly, total diplomacy, multi-track diplomacy.
Kekuatan Ekonomi Rakyat dan Pengaruhnya terhadap Kemajuan Indonesia. Kogoya, Rudi
Global and Policy Journal of International Relations Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v8i02.2417

Abstract

ABSTRACTIn this paper, we will discuss the importance of the people's economic power, especially rural areas in order to strengthen Indonesia‘s economic power. In a global system full of conflicts of interests each country will try to put forward capabilities in a complex relationship, including the desire to fulfill economic and political needs. One of the key indicators for a country to be classified as a developed or prosperous country, can be observed from how high its per capita income or how far a country manages to solve its poverty’s problem. This welfare’ measurement should not only be observed only in urban areas, but should also reach much wider areas, including the rural sectors. Ideally, it is not only observed by looking at urban areas, but should also cover all areas including the rural area. As an archipelago state, inequality in development has been the main problem in Indonesia, since it can be found that there are several regions which are more advanced in terms of development compared to the others. The government's willingness to introduce people’s economy in less developed areas is needed, by increasing economic cooperation with foreign investment or international markets. Besides, the government had to encourage regional stakeholders to increase their qualifications and capabilities. Since there are a lot of imported goods circulated in local market share, such as imported garlic, to prevent a food crisis in the midst of COVID-19 outbreak. Whether this condition is classified as a sign of deterioration in economic productivity and how far it affects people's economy, it will be discussed comprehensively in this paper.Key Words: People’s economic power, State Economic Power, Regions.Dalam tulisan ini, kita akan membahas pentingnya kekuatan ekonomi rakyat, terutama di daerah, dalam rangka memajukan ekonomi nasional. Dalam sistem global yang begitu penuh dengan konflik kepentingan, suatu negara akan berusaha menunjukkan kemampuan masing-masing dalam suatu hubungan. menantang, kepentingan-kepentingan ini tidak dapat dipisahkan dari keinginan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan politik. Salah satu faktor bagi suatu negara untuk maju atau makmur adalah ketika pendapatan masyarakat tinggi atau bebas dari kemiskinan. Kesejahteraan ini tidak hanya diukur dengan melihat daerah perkotaan, tetapi juga harus mencakup semua wilayah yang dimaksud oleh desa. Hanya saja pembangunan di wilayah Indonesia masih mengalami ketimpangan, ada daerah yang lebih maju sementara daerah lain masih jauh tertinggal. Di sini kita membutuhkan upaya maksimal dari pemerintah untuk membantu memperkenalkan ekonomi rakyat di kawasan itu ke negara-negara asing dan pasar internasional. Dan juga perlu mendorong semua sektor ekonomi di daerah agar lebih berkualitas. Karena apa yang ditemukan banyak barang atau produk dari luar negeri yang masuk (impor) ke Indonesia, misalnya impor bawang merah putih dengan alasan mencegah krisis pangan di tengah wabah korona ini merupakan pertanda bahwa produktivitas dan ekonomi rakyat melemah. Dalam makalah ini kita akan membahas semua hal itu.Kata-Kata Kunci: Kekuatan ekonomi masyarakat, Kekuatan Ekonomi Negara, Daerah. DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i02.2417
Collaborative Governance dalam Program Sarana Air Bersih “Berkah Air Dondang”. Radityorini, Kris; Wahyuni, Luluk Murni; Azwar, Lalu Muhammad; Amartina, Rahma Yudi
Global and Policy Journal of International Relations Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v8i02.2418

Abstract

ABSTRACTPT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) initiated the program of clean water facility “The Blessings of Dondang Water” in Dondang Village, Muara Jawa District, Kutai Kartanegara Regency, with the purpose of providing community-based access to clean water and encouraging the implementation of clean and healthy living behavior that would enhance the community’s quality of life. This program was run in collaboration of the stakeholders: PHM, Tovi Rindang Sejahtera, the community and government of Dondang. This research was aimed to identify the collaborative governance process of the program, in descriptive and qualitative method. The success of collaborative governance in the program “The Blessings of Dondang Water” in overcoming clean water crisis was reflected in the fulfillment of indicators of collaboration success. Administrative entity was settled by approving Tovi Rindang Sejahtera to manage and provide the facility. Monitoring and evaluation system to PHM and the government of Dondang has also been going well.Keywords: collaborative governance, community-based clean water facility,CSRPT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melalui aktivitas Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) menginisiasi program Sarana Air Bersih ”Berkah Air Dondang” di Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, bertujuan memberikan akses air bersih berbasis masyarakat dan mendorong penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Program ini diselenggarakan atas kerjasama para pemangku kepentingan, yaitu PHM, LSM Tovi Rindang Sejahtera, masyarakat dan Pemerintah Kelurahan Dondang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya proses collaborative governance dalam program tersebut. Metode penelitian berupa penelitian deskriptif kualitatif. Keberhasilan collaborative governance SAB “Berkah Air Dondang” dalam mengatasi krisis air bersih di Kelurahan Dondang tercermin dalam pemenuhan indikator keberhasilan kolaborasi. Entitas administratif menyepakati LSM Tovi Rindang Sejahtera sebagai pengelola dan penyedia layanan Sarana Air Bersih. Sistem monitoring dan evaluasi kepada PHM dan Pemerintah Kelurahan Dondang juga telah berjalan dengan baik.Kata-Kata Kunci : collaborative governance, sarana air bersih berbasis masyarakat, TJS DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i02.2418
Kegagalan Implementasi CEDAW di Brunei Darussalam Tahun 2014: Penerapan Sharia Penal Code ISLAMIYAH, ANNISA NUR
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2410

Abstract

Peraturan yang terdapat pada norma internasional dapat mempengaruhi perilaku negara. namun dalam praktiknya, hal terbesar yang mempengaruhi perilaku negara dalam dunia internasional adalah ideologi negara sebagai identitas yang ingin dibentuk. Kiprah Brunei Darussalam didalam dunia internasional dibuktikan dengan upaya-upaya Brunei untuk ikut serta dalam konvensi atau dalam organisasi internasional. Brunei Darussalam merupakan salah satu negara yang mengaksesi konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan pada tahun 2006. Dengan status Brunei sebagai negara pihak pada konvensi CEDAW seharusnya membuat Brunei dapat mengadopsi pasal-pasal CEDAW didalam kebijakannya. Namun, pada kasus sharia penal code ini dianggap bertolak belakang dengan nilai-nilai hak asasi manusia, yang dalam penelitian ini akan fokus pada hak-hak wanita. Penelitian ini akan mengidentifikasi kegagalan implementasi CEDAW di Brunei Darussalam dengan mengkaji perbedaan pasal yang terdapat pada sharia penal code dengan konvensi penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan (CEDAW). Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sekunder dan menggunakan teori domestic salience yang diusung oleh Andrew P. Cortell dan James W. Davis untuk menjawab faktor yang mempengaruhi kegagalan implementasi CEDAW di Brunei Darussalam. Hasil dari penelitian ini adalah MIB merupakan faktor utama yang mempengaruhi kondisi domestic Brunei yang berdampak pada gagalnya implementasi CEDAW karena menempati posisi Low Domestic Salience.  DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.2410
Diplomasi Budaya melalui Nation Branding Wonderful Indonesia di Era New Normal Tourism Yulliana, Engga Ayu
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2409

Abstract

ABSTRACT Tourism is the leading sector in the largest foreign exchange earner after the palm oil industry. The prospects for growth in Indonesian tourism are strongly supported by cultural diversity and local wisdom that characterizes the nation. The achievement of tourism must be dashed due to the impact of the Covid-19 pandemic which caused a decrease in tourist visits in the January-June 2020 period by 59.86 percent. This study aims to examine the cultural diplomacy strategy through the nation branding wonderful Indonesia in order to restore national tourism in the new normal era. The method used in this research is literature study using secondary data support. The results of the discussion show that efforts to promote the nation's culture and local wisdom have long been reflected in the Wonderful Indonesia logo brand which was then officially designated as the master tourism brand in 2016. Wonderful Indonesia reflects the nation's commitment to the quality of tourist destinations in Indonesia. The cultural diplomacy approach in the nation branding wonderful Indonesia was then adapted to a new pattern through the digitalization of tourism which involved public diplomacy and digital diplomacy. The transformation of the logo brand has also changed with a new slogan in the form of toughtful Indonesia which is in line with the call to carry out activities from home only. The digitalization of tourism encourages the existence of new normal tourism which then creates a new tourism activity transformation in the form of solo travel activities, virtual reality tourism, and staycation. Keywords : Cultural diplomacy, Wonderful Indonesia, New Normal Tourism  DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.2409
Komparasi Kebijakan Luar Negeri Presiden Joko Widodo dengan Presiden Xi Jinping Dalam Merespons Sengketa Laut Cina Selatan Menggunakan Pendekatan Small Theory Sesa, Zalwa Apriliana
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2473

Abstract

Dinamika konflik di Laut Cina Selatan memiliki dampak yang besar dalam proses penyelesaian konflik dengan melibatkan berbagai negara. Salah satunya berimplikasi pada ketegangan antara Indonesia dan Cina dengan adanya klaim sepihak yang dilakukan Cina akan blok Natuna walaupun Indonesia tidak secara langsung terlibat dalam konflik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa komparasi langkah kebijakan antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Xi Jinping dalam merespons konflik Laut Cina Selatan. Penelitian ini dianalisa menggunakan teori analisis kebijakan luar negeri Small Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara kedua tokoh dari segi pandangan dan karakteristik dalam menentukan langkah kebijakan luar negeri yang diambil. Berbagai faktor yang melatarbelakangi perbedaan tersebut akan berpengaruh terhadap setiap langkah kebijakan luar negeri yang diterapkan oleh kedua tokoh tersebut.Kata kunci : Komparasi, Kebijakan Luar Negeri, Laut Cina Selatan.  DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.2473
Cool Japan Initiative Sebagai Multitrack Diplomacy Jepang Dalam Menyebarkan Budayanya di Indonesia 2011-2019 Praditya, Herpinando Trisnu; Arisanto, Puguh Toko
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana penggunaan diplomasi multi jalur Jepang dengan menggunakan nation branding “Cool Japan Initiative” di Indonesia pada tahun 2011-2019. Melalui upaya tersebut, Jepang memanfaatkan kekayaan budayanya yang diminati masyarakat untuk dijadikan sebagai kekuatan dalam menarik minat masyarakat serta meningkatkan citra dan perekonomian Jepang. Penelitian ini menjelaskan bagaimana Jepang menciptakan Cool Japan Initiative sebagai nation branding serta peran pemerintah Jepang dan aktor non-negara dalam mensukseskan Cool Japan Initiative di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Jepang menggunakan diplomasi multijalur third track melalui bisnis melalui Cool Japan Initiative sebagai nation branding Jepang ke Indonesia dengan memberikan investasi kepada beberapa perusahaan Jepang maupun Indonesia yang mendukung Cool Japan Initiative. Selain itu, aktor non-negara juga berperan dengan menggunakan jalur diplomasi multijalur fourth track melalui masyarakat sipil, kelompok kepentingan, dan media massa dalam memperkenalkan kebudayaan dan produk Jepang di Indonesia. Kata Kunci : Jepang, Cool Japan Initiative, Indonesia, Budaya, Nation Branding  DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.2505
Diplomasi Stadion Cina Dengan Qatar Tahun 2014 Untuk Ajang Piala Dunia FIFA Ananda, Titan Yusti; Aryani, Maria Indira
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2684

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis mekanisme berjalannya diplomasi stadion yang dilakukan Cina yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping yang mempunyai antusiasme tinggi terhadap sektor olahraga di bidang sepakbola dan mendekati Qatar untuk membahas mengenai diplomasi stadion, dengan menggunakan rumusan masalah bagaimana Cina dapat menggandeng Qatar dalam konsep diplomasi stadion untuk ajang Piala Dunia, yang di dorong dengan satu faktor yakni foreign aid yang bertujuan untuk memberi konsep diplomasi stadion jalan untuk kesuksesan dalam berdiplomasi dengan negara yang dituju, serta mengetahui apa saja keuntungan yang didapat kedua negara tersebut yakni Cina dengan Qatar dalam membuat suatu semangat tersendiri untuk meraih idealis masing-masing suatu negara dalam ajang Piala Dunia FIFA di tahun 2022. Jangkauan penelitian dalam artikel ini adalah tahun 2014 yang merupakan tahun awal Cina dengan Qatar berdiplomasi untuk pembangunan stadium di kota Lusail, Qatar. Serta berisikan kesimpulan yang menjelaskan tentang hasil pembahasan artikel peneliti yang merelevansikan dengan konsep foreign aid.  DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.2684