cover
Contact Name
Maria Indira Aryani
Contact Email
maria_indira.hi@upnjatim.ac.id
Phone
+6231-8706369
Journal Mail Official
jgp@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Rungkut Madya Gunung Anyar Surabaya 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Global and Policy Journal of International Relations
ISSN : 23379960     EISSN : 27454274     DOI : -
Global & Policy adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan "Veteran" Jawa Timur. Global & Policy menerima artikel baik hasil pemikiran maupun hasil penelitian dalam bidang terkait kajian Hubungan Internasional kontemporer. Jurnal Global & Policy diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Juni dan Desember.
Articles 252 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM COOPERATION SECURITY INITIATIVE SEBAGAI UPAYA AS DAN NIGERIA DALAM MENEKAN DISTRIBUSI NARKOBA NIGERIA MENUJU AS TAHUN 2009-2013 Bella, Elsa Nataya
Global and Policy Journal of International Relations Vol 7, No 01 (2019)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v7i01.1815

Abstract

The study aims to illustrate the cooperation undertaken by the Governments of the United States and Nigeria in the war against drugs through a non-military solution that focuses on non-military efforts. Non-military efforts have been taken by the U.S. by coordinating together until the establishment of a program applied in accordance with some scope of cooperation applied in non-military efforts applied in the case of drug trafficking in Nigeria is the establishment of the Cooperation Security Initiative program which formed and implemented several programs in the form of Fund assistance and technical assistance, Narcotics and Controlled Substances Strategy (NCS), Nigerian Epidemiological Network on Drug Use (NENDU), Police Initiative and AIRCOP, Maritime and Airport Security Assistance, joint Security coordination through Detection, Monitoring and Interdiction Operations, License Plate Rider and law enforcement training. The Program started to apply the U.S. and Nigeria in 2009- 2013. The Cooperation security Initiative Program ended in 2013 due to a decrease in drug smuggling from Nigeria to the US and agreed to an extradition treaty in the Drug Trafficking Act of 2013. Keywords: Transnational Crime, Drug Trafficking, Bilateral Cooperation, Cooperation Security Initiative DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v7i01.1815
Respon Khalayak dan Fungsi TVRI Sebagai TV Publik (Studi Kasus Program "Belajar Dari Rumah") Arviani, Heidy; Santara, Marsha Vella; Dewi, Sandra Berliana
Global and Policy Journal of International Relations Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/global & policy.v8i02.2328

Abstract

ABSTRACTAs public television, TVRI seeks to display a new identity by providing informative, educative, and positive entertainment programs for nation. The change of TVRI’s status to Public Broadcasting Institution is expected to be able to accommodate the needs of the public as a container of public space (public sphere). This is proven during the Covid-19 pandemic, TVRI become an educational television program by broadcasting the “Belajar dari Rumah” program in collaboration with Ministry of Education and Culture. This program displays subject matter for students from elementary to high school levels every Monday-Friday. “Belajar dari Rumah” program is a form of TVRI’s attention as education TV. The role of TVRI in this situation is very important, especially since internet penetration is still limited. Television has a wide reach throughout the country. This study aims to find out how the response of the audience, especially students who are the target audience of the program? Is this program effective in helping students, teachers, and parents? What are the obstacles encountered? The method used is descriptive qualitative with two data collection techniques namely online survey and in-depth interviews. The majority of respondents (61%) rated this program to be quite effective in helping them in the teaching-learning process. As many as 28.8% of respondents said it is effective. This program helps parents and teachers to follow the learning process of their children while at home. However, it is necessary to improve the interactive quality of show content, material for each level of education, and audio visual quality.Keywords: TVRI, Public TV, “Belajar dari Rumah”,Covid-19.Sebagai televisi publik, TVRI berupaya menampilkan identitas baru dengan memberi program yang informatif, edukatif, dan hiburan positif untuk bangsa. Perubahan status TVRI menjadi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan publik sebagai wadah ruang publik (publik sphere). Hal ini dibuktikan di saat masa tanggap darurat pandemi Covid-19, TVRI menjadi televisi pendidikan dengan menayangkan program “Belajar dari Rumah” yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program ini menayangkan materi pelajaran untuk jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas setiap Senin-Jumat. Program “Belajar dari Rumah” merupakan wujud perhatian TVRI sebagai TV Pendidikan. Peran TVRI dalam situasi ini sangat penting, terlebih karena penetrasi internet masih terbatas. Televisi mempunyai jangkauan yang luas ke seluruh negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana respon khalayak terutama para siswa yang menjadi target khalayak dari program “Belajar dari Rumah”? Apa program ini efektif membantu para siswa, guru, dan orang tua? Apa saja kendala yang dihadapi? Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan dua teknik pengumpulan data, yakni survei online & wawancara mendalam. Mayoritas responden (61%) menilai program “Belajar dari Rumah” cukup efektif membantu mereka dalam proses belajar-mengajar. Sebanyak 28,8% responden menyatakan efektif. Dan sisanya sebanyak 5,1% responden mengaku tidak efektif. Program ini membantu orang tua dan guru untuk mengikuti proses belajar anaknya selama di rumah. Namun, perlu ditingkatkan kualitas interaktif konten acara, materi untuk tiap jenjang pendidikan, dan kualitas audio visual.Kata-Kata Kunci : TVRI, TV Publik, “Belajar dari Rumah”, Covid-19.
Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Analisis Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya Hertati, Diana
Global and Policy Journal of International Relations Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/global & policy.v8i02.2329

Abstract

ABSTRACTThe Ministry of Maritime Affairs and Fisheries’ policy towards coastal and ocean regional development have been based on ecological considerations. The government has made various efforts to encourage the utilization of coastal and ocean funds, utilization patterns that are destructive and conserving coastal and marine resources are still continuing, efforts are needed to try to develop tourism that is developed to preserve the environment. The research method used is descriptive with qualitative studies. Data analysis was performed using qualitative analysis. The results of the study, agreed on the interaction between governance domains in the management of the Wonorejo mangrove ecotourism area with standard procedural requirements that have involved participation and pay attention to community needs and the consultation process, as well as dialogue involving the government and stakeholders. Accountability for managing Wonorejo Mangrove Ecotourism by applying aspects of education and the environment is still hampered by the existence of resources needed by civil society.Keywords: tourism, sustainable development, coastal, ecotourismKebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan terhadap pembangunan wilayah pesisir dan laut secara berkelanjutan didasarkan pemikiran bahwa wilayah pesisir dan laut secara ekologis dan ekonomis potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mendorong pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut secara berkelanjutan, pola pemanfaatan yang sifatnya merusak dan mengancam kelestarian sumber daya pesisir dan laut masih saja terus berlangsung, diperlukan upaya yang serius untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan untuk melestarikan lingkungan hidup. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian, transparansi dalam interaksi antar domain governance dalam pengelolaan kawasan ekowisata mangrove Wonorejo dengan telah terlaksana standard procedural requirements yakni melibatkan partisipasi dan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta consultation processes, dimana terdapat dialog antara pemerintah dengan stakeholder. Akuntabilitas pengelolaan Ekowisata Mangrove Wonorejo dengan mengaplikasikan aspek edukasi dan lingkungan masih terhambat oleh adanya keterbatasan sumberdaya yang dimiliki masyarakat sipil.Kata Kunci: pariwisata, pembangunan berkelanjutan, pesisir, ekowisata
Ruang Publik dan Kota Berkelanjutan: Strategi Pemerintah Kota Surabaya Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) Trifita, Amjad; Amaliyah, Ridha
Global and Policy Journal of International Relations Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/global & policy.v8i02.2330

Abstract

ABSTRACTThe research aims to analyze the strategy of the government of Surabaya as one of Indonesia’s metropolitan cities in manifesting sustainable city as mandated by United Nations on Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Vision. The SDGs commitement of sustainable city and society becomes a strong encouragement for local goverments around the world to play its role in realizing the agenda. The research is conducted using descriptive quantitative method and supported by various literatures as well as interviews of stakeholders. By focusing the strategy implemented in 2016-2019, the local government of Surabaya and United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) initiates Global Public Space Programme. This research found that the public space project is carried out through 3 (three) strategies: (1) partnerships in the field of urban planning; (2) the use of Minecraft games in public space design; and implementation of the Global Public Space Program pilot project in three locations, which are Ketandan, Keputih and Tanah Kali Kedinding.Key Words: public space, sustainable city, Surabaya, Sustainable Development GoalsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah kota Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia mewujudkan kota berkelanjutan sebagaimana diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Vision. Komitmen SDGs menjadi dorongan kuat bagi pemerintah daerah di seluruh dunia untuk memainkan perannya dalam mewujudkan agenda dimaksud. Tulisan ini berfokus pada metode kualitatif deskriptif yang disertai dukungan data literatur dan wawancara para pemangku kepentingan. Dengan menekankan pada pelaksanaan strategi di tahun 2016-2019, pemerintah kota Surabaya bekerjasama dengan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) menginisiasi pelaksanaan Global Public Space Programme. Strategi yang telah ditempuh pemerintah kota Surabaya adalah dengan (1) pembentukan kemitraan di bidang tata kelola kota, (2) penggunaan permainan Minecraft untuk desain tata kota, dan (3) menjalankan proyek nyata ruang publik di tiga titik strategis, yakni kampung Ketandan, Keputih, dan Tanah Kali Kedinding.Kata-Kata Kunci: ruang publik, kota berkelanjutan, Surabaya, Sustainable Development Goals
Pengembangan Ekonomi Desa melalui Program Minapolitan (Studi kasus budidaya rumput laut di Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep) Alfiyah, Nur Inna; Syafriyani, Ida
Global and Policy Journal of International Relations Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/global & policy.v8i02.2331

Abstract

ABSTRACTPoverty is an endless problem to be analyzed. Various policy formulas have been issued to reduce and alleviate poverty. One of the policies issued by Indonesian government is the minapolitan program that aims to develop economic zones to be more productive, so that the community is able to be independent. Sumenep Regency as one of the areas included in the development of the Minapolitan area provides benefits for the government and the community, especially those living in coastal areas. This is based on the still large number of poor people in coastal areas who only rely on income from the sea without making innovations related to the use of natural resources that exist around the coast. The development of the minapolitan area will be able to provide education to the community related to the production and utilization of marine products, especially seaweed cultivation in the village of Tanjung. This will ,then, have an impact on people's economic independence and reduce the amount of poverty in the coastal areas. Thus, the impacts that are in line with the success of seaweed cultivation through the minapolitan program will be able to assist regional economic development, especially if the cultivation program can be traded on the international market. This study uses a descriptive-qualitative research method with the aim of this study to determine the implementation and impact of the minapolitan program in Tanjung Village, Saronggi District.Keywords: Economic Development, Implementation, Minapolitan ProgramKemiskinan merupakan masalah yang tidak pernah habis untuk diteliti. Berbagai formula kebijakan telah dikeluarkan untuk mengurangi dan megentaskan kemiskinan. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah adalah program minapolitan yang bertujuan untuk mengembangkan kawasan ekonomi menjadi lebih produktif dengan tujuan agar masyarakat mampu mandiri. Kabupaten Sumenep sebagai salah satu wilayah yang masuk dalam pengembangan wilayah minapolitan tentu memberikan keuntungan bagi pemerintah dan masyarakat terutama yang tinggal di daerah pesisir. Hal ini didasarkan pada masih banyaknya masyarakat miskin didaerah pesisir yang hanya mengandalkan pendapatan dari laut tanpa melakukan inovasi terkait pemanfaatan SDA yang ada disekitar pantai. Adanya pengembagan wilayah minapolitan akan mampu memberikan edukasi pada masyarakat terkait produksi dan pemanfaatan hasil laut terutama budidaya rumput laut yang ada di Desa Tanjung. Hal ini kemudian akan berdampak pada kemandirian ekonomi masyarakat dan pengurangan jumlah kemiskinan di daerah pesisir. Diharapkan, dampak yang dirasakan secara garis beras atas kesuksesan dari budidaya rumput laut melalui program minapolitan ini akan dapat membantu pembangunan ekonomi daerah, terutama jika program budidaya tersebut dapat diperdagangkan di pasar internasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desktiptif-kualitatif dengan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi serta dampak program minapolitan di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi.Kata-Kata Kunci : Pengembangan Ekonomi, Implementasi, Program Minapolita
Peran Pemuda dalam Sustainable Development Goals Kesebelas: Studi Kasus Kampung Jodipan Malang Adibrata, Jordan Aria; Sasmitadiharjo, Afiandi; Rahmarilla, Mawaddah Dhuha
Global and Policy Journal of International Relations Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/global & policy.v8i02.2333

Abstract

ABSTRACTThis paper aims to explain the role of youth in overcoming the problem of slums to realize the goals of the Sustainable Development Goals number 11 formulated by the United Nations. The slum area is a classic problem in Indonesia that hasn’t resolved yet. Various strategies implemented by the government to overcome these problems have caused anxiety and refusal to be relocated. Youth people become an important factor because they have the potential to be agents of change who have creative and innovative approaches in solving problems at the social level. Moreover, in 2030 Indonesia is predicted to experience a demographic bonus, so this makes it an opportunity for this country to jump into a developed country through the role of its youth. This paper uses descriptive-qualitative methods, using data collection techniques through interviews and documentation studies. The concept of Sustainable Development Goals and the New Social Movement is an analytical tool in explaining the problem. The results obtained through the role of youths as part of a social movement that juggling slums using Creative Villages as an idea to alleviate the problems of slum areas. Jodipan Village in Malang is in the hands of young people who inspires other slum areas to transform into areas that can empower the community.Keywords: Kampung Jodipan, Youth’s role, Slum area, Sustainable Development Goals no. 11Tulisan ini bertujuan menjelaskan peranan pemuda dalam mengatasi masalah kawasan kumuh dalam mewujudkan tujuan-tujuan Sustainable Development Goals nomor 11 yang dirumuskan PBB. Masalah kawasan kumuh menjadi problem klasik di Indonesia yang belum kunjung tuntas. Berbagai macam strategi yang diterapkan pemerintah dalam mengatasi masalah tersebut justru menimbulkan keresahan serta penolakan untuk di relokasi. Pemuda menjadi aktor penting dikarenakan memiliki potensi sebagai agen perubahan yang memiliki pendekatan yang kreatif serta inovatif dalam menyelesaikan suatu permasalahan dalam level sosial. Terlebih lagi pada tahun 2030 Indonesia diprediksi akan mengalami bonus demografi, sehingga ini menjadikan sebuah peluang bagi negara ini untuk melompat menjadi negara maju melalui peran para pemudanya. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui studi wawancara serta studi dokumentasi. Konsep Sustainable Development Goals dan Gerakan Sosial Baru merupakan alat analisa dalam menjelaskan permasalahan yang dikaji. Hasil yang didapatkan adalah melalui peran pemuda yang mengafiliasikan dirinya sebagai bagian dari gerakan sosial, berhasil mentransformasikan daerah kumuh menggunakan Kampung Kreatif sebagai ide untuk mengentaskan problem daerah pemukiman kumuh. Kampung Jodipan di Kota Malang merupakan wujud dari buah tangan para pemuda yang dapat menginspirasi daerah kumuh ain untuk bertransformasi menjadi kawasan yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar.Kata Kunci: Kampung Jodipan, Peran Pemuda, Wilayah Kumuh, Sustainable Development Goals Nomor 11
Ruang Publik dan Kota Berkelanjutan: Strategi Pemerintah Kota Surabaya Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Trifita, Amjad; Amaliyah, Ridha
Global and Policy Journal of International Relations Vol 8, No 02 (2020)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v8i02.2413

Abstract

ABSTRACTThe research aims to analyze the strategy of the government of Surabaya as one of Indonesia’s metropolitan cities in manifesting sustainable city as mandated by United Nations on Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Vision. The SDGs commitement of sustainable city and society becomes a strong encouragement for local goverments around the world to play its role in realizing the agenda. The research is conducted using descriptive quantitative method and supported by various literatures as well as interviews of stakeholders. By focusing the strategy implemented in 2016-2019, the local government of Surabaya and United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) initiates Global Public Space Programme. This research found that the public space project is carried out through 3 (three) strategies: (1) partnerships in the field of urban planning; (2) the use of Minecraft games in public space design; and implementation of the Global Public Space Program pilot project in three locations, which are Ketandan, Keputih and Tanah Kali Kedinding.Key Words: public space, sustainable city, Surabaya, Sustainable Development GoalsPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah kota Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia mewujudkan kota berkelanjutan sebagaimana diamanatkan oleh Perserikatan Bangsa-bangsa dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 Vision. Komitmen SDGs menjadi dorongan kuat bagi pemerintah daerah di seluruh dunia untuk memainkan perannya dalam mewujudkan agenda dimaksud. Tulisan ini berfokus pada metode kualitatif deskriptif yang disertai dukungan data literatur dan wawancara para pemangku kepentingan. Dengan menekankan pada pelaksanaan strategi di tahun 2016-2019, pemerintah kota Surabaya bekerjasama dengan United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) menginisiasi pelaksanaan Global Public Space Programme. Strategi yang telah ditempuh pemerintah kota Surabaya adalah dengan (1) pembentukan kemitraan di bidang tata kelola kota, (2) penggunaan permainan Minecraft untuk desain tata kota, dan (3) menjalankan proyek nyata ruang publik di tiga titik strategis, yakni kampung Ketandan, Keputih, dan Tanah Kali Kedinding.Kata-Kata Kunci: ruang publik, kota berkelanjutan, Surabaya, Sustainable Development Goals DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v8i02.2413
Peran Foundation for Education and Development Terhadap Pekerja Migran Myanmar di Thailand Selatan 2015-2018 Melalui Participation, Empowerment dan Mediator (PEM) Arisanto, Puguh Toko; Andini Lelemboto, Mega Christy
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2509

Abstract

Abstract Thailand is the largest destination country for migrant workers from Myanmar. Migration is carried out because of the necessities of living, work and natural disasters. However, the life of Myanmar migrant workers in Thailand is vulnerable and does not rid of problems as exploitation, violence, discrimination, HIV AIDS, abortion. Moreover, they commonly also work in unskilled sector due to the low level of education and the quality of human resources. FED, an NGO, as a non-state actor comes to assist in solving these problems. FED seeks to support the needs of migrant workers, especially in improving education and human resources. This paper will explain the role of the FED towards Myanmar migrant workers in Thailand in 2015-2018. To analyze it, the writer used the role of NGO theory which consists of participation, empowerment and mediator. The results in the study show that the FED has met three roles as an NGO. The role of participation is manifested in activities that require the activeness of migrant workers through educational programs, especially for children. Second, the concept of empowerment is realized through training programs in an effort to develop the capacity of migrant workers. Lastly is the role as a mediator, namely FED's efforts to bridge the migrant worker with the global community through its programs both through digital and non-digital mediation. Keywords : Migran workers, FED’s roles, Participation, Empowerment, Mediator Abstrak Thailand menjadi negara destinasi terbesar pekerja migran asal Myanmar. Migrasi dilakukan karena faktor kebutuhan hidup, pekerjaan dan bencana alam. Namun kehidupan pekerja migran Myanmar di Thailand rentan dan tidak luput dari permasalahan-permasalahan seperti eksploitasi, kekerasan, diskriminasi, penyakit HIV AIDS, aborsi. Selain itu, mereka umumnya juga bekerja di sektor yang masuk kualifikasi unskilled. Hal ini dikarenakan rendahnya pendidikan dan kualitas sumber daya manusia. FED, sebuah NGO, sebagai aktor non negara hadir untuk membantu dalam penyelesaian masalah tersebut. FED berusaha untuk menyokong kebutuhan pekerja migran khususnya dalam peningkatan pendidikan dan sumber daya manusia. Tulisan ini akan menjelaskan peran FED terhadap pekerja migran Myanmar di Thailand tahun 2015-2018. Untuk menganalisisnya, penulis menggunakan teori peran NGO yang terdiri dari participation, empowerment dan mediator. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa FED telah menjadi tiga peran sebagai NGO. Peran participation diwujudkan dengan kegiatan-kegiatan yang menuntut keaktifan pekerja migran melalui program-program pendidikan khususnya untuk anak-anak. Kedua, konsep peran empowerment diwujudkan melalui program- program pelatihan dalam upaya pengembangan kemampuan para pekerja migran. Terakhir adalah peran sebagai mediator yaitu upaya FED menjembatani pekerja migran Thailand dengan masyarakat global melalui program-programnya baik melalui mediasi digital maupun non digital. Kata Kunci : Pekerja Migran, Peran FED, Participation, Empowerment, Mediator
KEPENTINGAN PRANCIS DALAM INTERVENSI KEMANUSIAAN NATO DI LIBYA da ajauro, gaizcha hermano; Da Ajauro, Gaizcha Hermano
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2369

Abstract

Gelombang Musim Semi Arab di Libya terjadi pada tahun 2011 yang dimulai dengan demonstrasi karena penangkapan aktivis hak asasi manusia oleh pemerintah Libya. Banyak pihak yang terlibat dalam konflik internal di Libya, salah duanya NATO dan Perancis, untuk menggulingkan Pemerintah Moammar Ghadaffy yang sudah berkuasa lebih dari 41 tahun. Perancis memiliki keterlibatan yang besar dalam intervensi kemanusiaan di Libya. Intervensi kemanusiaan yang dilakukan oleh NATO dengan alasan kemanusiaan justru berbanding terbalik dengan kenyataannya. Intervensi kemanusiaan yang berbanding terbalik dengan kenyataan ini menunjukan bahwa Perancis memiliki kepentingan dibalik Intervensi di Libya. Penulisan ini dalam pembuatannya menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber literatur dan data-data yang sudah ada. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui alasan dibalik keterlibatan Perancis serta kepentingannya. Kerangka berpikir yang digunakan untuk mengalanisis masalah ini adalah konsep kebijakan luar negeri dan kepentingan nasional. Dengan sumber data yang sudah dikumpulkan seperti buku, jurnal, dokumen elektronik dan lainnya, data ini akan dianalisis untuk menjelaskan tentang kepentingan Perancis dalam intervensi kemanusiaan di Libya.  DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.2369
Saudi Vision 2030 dan Kebijakan Reformasi Pada Kerajaan Arab Saudi Derajat, Anna Zakiah; Kurniawan, Toni
Global and Policy Journal of International Relations Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jgp.v9i1.2465

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap problematika terkait Saudi Vision 2030 yang berkaitan dengan paham Wahhabi yang ada di Arab Saudi. Penelitian ini dinilai penitng karena dari beberapa kajian tentang visi 2030 Arab Saudi sendiri masih terlalu berfokus pada problem-problem dengan skala mikro, sehingga belum adanya kajian terkait bagaimana penerapan visi Arab Saudi dan paham Wahhabi yang saling bertentangan karena ideologi yang dibawa Wahhabi sendiri begitu terlalu konservatif. Dalam visi 2030 Arab Saudi juga akan menerapkan paham Islam moderat, bagi peneliti hal itu akan merugikan kelompok Wahhabi, karena paham yang sejak dulu sudah mengakar dalam diri Arab Saudi, perlahan akan tergantikan dengan paham baru berlandaskan kebijakan reformasi dalam Saudi Vision 2030. Peneliti menggunakan teori fungsional struktural yang digagas oleh Talcott Parsons dengan pendekatan decision making process. Pendekatan ini digunakan untuk menyuguhkan fokus kajian dalam pembacaan bagaimana pengaruh sebuah kelompok dalam suatu perpolitikan negara. Karena dalam memutuskan kebijakan, pemerintahan Arab Saudi tidak dapat berdiri sendiri karena ada sekelompok yang memiliki peran dan pengaruh di dalamnya.   Kata kunci: Saudi vision 2030, reformasi, Muhammad bin Salman, Wahhabi.  DOI : https://doi.org/10.33005/jgp.v9i1.2465