cover
Contact Name
Mukhamad Faeshol Umam
Contact Email
mukhamad.umam@esdm.go.id
Phone
+62296421888
Journal Mail Official
jurnal.ppsdmmigas@esdm.go.id
Editorial Address
Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi Jl. Sorogo No.1 Cepu Blora Jawa Tengah 58315
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas
ISSN : 20899572     EISSN : 26555859     DOI : https://doi.org/10.37525/sp
Majalah Ilmiah Swara Patra merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi Widyaiswara, Instruktur, Dosen, Peneliti dan civitas academika yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, latihan penelitian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Scope Majalah Ilmiah Swara Patra meliputi energi terbarukan, minyak dan gas bumi, konservasi energi dan ekonomi energi.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra" : 10 Documents clear
MEMBANGUN JEJARING KERJA SEBAGAI BAGIAN PENINGKATAN DIKLAT Sutrisno Sutrisno
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jejaring kerja diperlukan bagi setiap manajemen pada tingkatan apapun baik tingkat atas, menengah, maupun supervisor. Hal ini penting dan harus dilakukan oleh karena program-program organisasi tidak mungkin dapat diselesaikan hanya oleh sebuah institusi tetapi harus diselesaikan dengan berkolaborasi untuk mencapai hasil yang sinergis. Suatu institusi akan dapat eksis dan berkembang jika berdiri di atas networking yang kokoh dan dinamis. Keterlambatan dalam mengembangkan jaringan kerja dapat menyebabkan stagnasi perkembangan institusi yang bersangkutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu dan daya saing peserta diklat tersebut adalah dengan mengembangkan jejaring kerjasama dengan stakeholder. Melalui jejaring kerjasama ini akan terjadi penguatan posisi tawar terhadap stakeholder dalam mengembangkan pendidikan. Manfaat langsung yang diperoleh lembaga diklat lewat jejaring kerjasama di antaranya adalah program-program diklat yang diselenggarakan akan dapat dimantapkan secara substansial. Di samping itu juga akan diperoleh manfaat ekonomis akibat pemanfaatan bersama berbagai sumber daya dan fasilitas yang ada. Setidak-tidaknya penggunaan sumber daya akan lebih efektif daripada tidak hanya dimanfaatkan oleh lembaga diklat masing-masing secara individual.
PENGARUH KEBIJAKAN PENURUNAN HARGA GAS BUMI UNTUK INDUSTRI SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN INDUSTRI NASIONAL PADA ERA GLOBALISASI Sulistyono Sulistyono
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Harga Gas Bumi di Indonesia saat ini masih cukup tinggi mencapai US$ 9 - 12 per MMBTU (Million Metric British Thermal Unit), merupakan harga tertinggi di lingkungan negara ASEAN. Hal ini berimplikasi sangat besar pada kemampuan daya saing industri nasional terutama industri pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet, yang banyak menggunakan gas sebagai bahan bakar. Selama ini Gas Bumi dianggap sebagai instrumen untuk pendapatan negara, sebagai sumber devisa negara pada APBN. Untuk kepentingan yang lebih luas seharusnya gas industri jangan dipandang sebagai komoditas atau sumber penerimaan negara, tetapi merupakan modal pembangunan untuk peningkatan industri nasional. Dengan pertimbangan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing industri nasional melalui Gas Bumi, telah diterbitkan Perpres Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi, dan ditindak lanjuti dengan penerbitan Permen ESDM No. 16 tahun 2016 tentang Tata Cara dan Penetapan Harga Gas Bumi Tertentu. Penurunan harga gas industri diharapkan membuat industri nasional dapat berkembang dan bersaing di pasar internasional sehingga akan menimbulkan efek berkelanjutan pada perekonomian nasional. Apabila harga gas industri rendah maka industri nasional diharapkan bisa bersaing dengan industri negara lain. Selain itu penurunan gas industri akan memacu investasi di dalam negeri, sebab selama ini harga gas industri yang tinggi menjadi salah satu penyebab investor enggan menanam modalnya di Indonesia. Jika Gas Bumi dijadikan modal pembangunan, benefit yang diperoleh Indonesia jauh lebih tinggi jika dibandingkan apabila Gas Bumi dilihat sebagai komoditas. Lebih dari itu, akan tercipta efek berganda (multiflier effect) yang besar dalam penerimaan pajak dari sektor industri dan kenaikan produk domestic bruto.
HUBUNGAN PADA TRANSFORMATOR TIGA FASA Ali Supriyadi
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi-elektromagnet. Prinsip kerja transformator yaitu berdasarkan Hukum Faraday. Jenis dan bentuk transformator bermacam macam tegantung pada fungsi dan besarnya tegangan dan arus yang bekerja pada transformator tersebut. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai transformator tiga fasa, bagian bagian transformator tiga fasa, serta hubungan yang terdapat dalam transformator tiga fasa. Terdapat berbagai macam hubungan pada transformator tiga fasa yang dalam penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan rating tegangan yang akan dipikulnya. Salah satu hubungan pada transformator tiga fasa yang sering di pakai adalah Hubungan Segitiga Bintang dan Bintang Segitiga, kedua jenis hubungan ini biasanya dipakai dalam sistem tenaga listrik khususnya pada bagian transmisi listrik untuk menaikkan tegangan (Δ-Y) dan menurunkan tegangan (Y - Δ ). Untuk suatu keadaan darurat, trafo hubung delta dapat dibuat menjadi open delta namun dengan kapasitas hanya 86.6 % dari kapasitas terpasangnya.
PENGHEMATAN ENERGI PADA FAN Sonden Winarto
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan kebutuhan energi listrik selayaknya diikuti dengan penghematan penggunaan energi listrik secara menyeluruh dan terpadu. Penghematan energi semakin relevan, sehubungan rencana Pemerintah untuk menurunkan subsidi energi, sehingga akan menjadikan harga BBM dan energi listrik semakin mahal pada tahun-tahun mendatang.Potensi penghematan energi pada sebagian besar peralatan lain (FAN) berkisar antara 10 - 20 %. Sebagian besar potensi ini dapat dengan mudah diimplementasikan melalui perbaikan prosedur operasi dan pemeliharaan yang relaitif tidak memerlukan investasi atau hanya dengan sedikit investasi. Penghematan energi yang lebih besar hingga 20 % dapat diperoleh jika dilakukan modifikasi namun memerlukan investasi dengan payback kurang dari 2 tahun.
PENGGUNAAN METODE RESISTIVITY DALAM PEMANTAUAN TANAH URUGAN Wahyu Budi Kusuma
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Geofisika merupakan ilmu yang mempelajari tentang bumi dengan menggunaan pengukuran fisik pada permukaan atau bawah permukaan bumi. Metode resistivity merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi.Metode resistivity kali ini digunakan untuk memantau kondisi tanah urugan. Lokasi yang dipilih adalah tanggul lumpur sidoarjo (LUSI) untuk mengetahui kondisi kejenuhan air di dalam tanggul berdasarkan nilai tahanan jenisnya dan membuat model penampang dua dimensi dari nilai tahanan jenis tanah. Metode resitivity memudahkan proses monitoring. Kelebihan dari metode ini adalah dapat dilakukan dengan cepat dan relatif murah.Dari hasil evaluasi dapat diketahui bahwa timbunan tanggul di lokasi pengukuran memiliki zona jenuh air pada kedalaman 7 hingga 11 m (sekitar 4 m), kondisi ini harus diwaspadai sebagai zona lemah tanggul.
METODE MENGATASI KERUSAKAN PADA PERALATAN INSTRUMENTASI DI INDUSTRI MIGAS Kasturi Kasturi
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem yang terjadi pada Industri Migas lebih banyak disebabkan oleh tidak berfungsinya peralatan instrumen. Dari kondisi tersebut diatas, membutuhkan adanya keseriusan dalam mengatasi kerusakan perlatan instrumentasi. Hal ini dilatar belakangi oleh dampak yang mungkin akan terjadi berupa kecelakaan kerja, produksi tidak tercapai, kwalitas tidak memenuhi standar juga akan terjadi shutdown. Pengetahuan dan keterampilan tentang metode bagaimana mengatasi peralatan trouble, sangat dibutuhkan. Untuk menghasilkan metode troubleshooting, setiap pekerja akan melalui serangkaian pengalaman kerja dalam menganalisa permasalahan, sampai pada mengatasi masalah. Dari sini muncul adanya suatu kompetisi yang menuju ke kompetensi dalam usaha mengatasi trouble pada instrumentasi di industri migas. Kendala yang akan terjadi di selesaikan dengan kesiapan perencanaan, biaya, serta memperkecil dampak yang mungkin akan terjadi.
MERANCANG PENGAMAN (SECURITY) JARINGAN KOMPUTER Dwi Heri Sudaryanto
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaman (security) atau yang sering disebut dengan Firewall merupakan suatu perangkat keamanan jaringan computer yang memperkenankan berbagai bagian ruas jaringan untuk melaksanakan komunikasi antara satu dengan yang lainnya sesuai dengan definisi kebijakan keamanan (security policy) yang telah ditetapkan sebelumnya. Firewalls peka terhadap kesalahan konfigurasi dan kegagalan untuk menerapkan kebijakan yang ditetapkan, sehingga diperlukan tambahan atau peningkatan keamanan lain. Oleh karena itu, konfigurasi dan administrasi firewall harus dilakukan secara hati-hati, sehingga jaringan seharusnya dapat bertahan dengan mengurangi kelemahan dan gangguan baru. Firewall merupakan garis pertahanan yang terdepan dari suatu jaringan komputer, sehingga dalam merancang pengaman jaringan seharusnya menerapkan strategi keamanan jaringan dengan sungguh-sungguh, terkait dengan di lapisan-lapisan mana saja firewall dan sistem keamanan lainnya digunakan diseluruh jaringan. Yang paling penting, administrasi jaringan perlu bekerja keras untuk memelihara semua sistem dan untuk menghentikan ancaman keamanan tidak semata-mata mengandalkan hanya pada firewall. OLeh karena itu sistem keamanan jaringan memerlukan perencanaan backup untuk mengatasi kasus kegagalan firewall sehingga sistem tidak terganggu dengan adanya penyusup (hacker) yang akan merusaknya.
MAGNETIC PARTICLE INSPECTION (MPI) SEBAGAI SALAH SATU METODE INSPEKSI MENARA PENGEBORAN Agus Alexandri; Tunjung Sugandika
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan usaha minyak dan gas bumi adalah kegiatan yang berbiaya tinggi dan beresiko tinggi, maka dari itu perlu dilakukan perhitungan dengan seksama terkait semua aspek yang ada. Direktorat Jenderal Migas c.q. Direktorat Teknik dan Lingkungan Migas memiliki tugas untuk menjamin kelayakan penggunaan suatu peralatan sehingga dapat menciptakan suatu instalasi yang aman dan layak untuk digunakan dalam operasi kegiatan minyak dan gas bumi.Menara pemboran adalah salah satu komponen utama dalam kegiatan pemboran minyak dan gas bumi. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan untuk menjamin kualitas dari menara yang dihasilkan sehingga sesuai dengan standar yang ada dan aman untuk digunakan. Magnetic Particle Inspection (MPI) adalah salah satu metode Non Destructive Test (NDT) untuk melakukan pemeriksaan dalam memastikan bahwa suatu peralatan khususnya menara dalam kondisi aman dan layak untuk digunakan.Dengan dipastikan keamanan dan kelayakan menara sebagai komponen pendukung suatu instalasi pemboran, maka dapat disimpulkan keamanan dan kelayakannya.
PERENCANAAN INSTALASI PENERANGAN PADA BANGUNAN TEMPAT TINGGAL YANG AMAN DAN EFISIEN Ahmad Nawawi
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi penerangan merupakan suatu hal yang sangat mendasar dari suatu bangunan tempat tinggal maupun bangunan lainnya, agar bangunan tersebut dapat menjadi bangunan yang memiliki fungsi seperti yang kita inginkan. pemasangan instalasi peneranganyapun juga harus diperhatikan agar dalam penggunaanya nanti tidak membahayakan penggunanya. Oleh karana itu pemasangan instalasi penerangan harus benar – benar diperhatikan dan harus sesuai dengan standar yang ada. Di Indonesia sendiri untuk perancangan instalasi penerangan/listrik sudah diatur dalam Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) tahun 2011. Pada penulisan ini akan membuat rancangan instalasi penerangan untuk sebuah bangunan tempat tinggal, dengan merancang kebutuhan pengaman pada instalasi, diameter penghantar yang ideal, serta instalasi listrik yang benar, sesuai dengan standard yang berlaku, sehingg akan efektive dan efisien. Dalam melakukan perancangan ini juga memperhatikan spesifikasi komponen – komponen yang digunakan, dan memastikan bahwa komponen yang digunakan sesuai dengan standard. Dalam perancangan ini, juga dihitung rencana beban dalam rumah tinggal tersebut, sehingga dapat ditentukan berapa besar kebutuhan daya terpasang yang ideal. Penghantar yang digunakan pada instalasi ini seluruhnya menggunakan kabel dengan jenis NYM, Pengaman yang digunakan pada instalasi ini terdiri dari 2 jenis, yaitu MCB & Fuse, selain itu sistem instalasi tempat tinggal ini juga diberi kotak PHB untuk untuk memudahkan dalam maintenance dan perbaikan apabila terjadi kerusakan.
APLIKASI METODE GEOLISTRIK TAHANAN JENIS UNTUK IDENTIFIKASI BIDANG GELINCIR DI DAERAH NGLAJO, KECAMATAN CEPU KABUPATEN BLORA, JAWA TENGAH FX YUDI TRYONO
Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra
Publisher : Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan tanah (landslide) didefinisikan secara sederhana sebagai pergerakan masa batuan, debris atau tanah menuju bagian bawah lereng (Cruden, 1991, dalam Yunara Dasa Triana, dkk, 2010). Di dalam SNI 13-6982.2 tentang pemeriksaan lokasi bencana gerakan tanah, gerakan tanah didefinisikan sebagai perpindahan material pembentuk lereng, berupa batuan, bahan timbunan, tanah, atau material campuran yang bergerak ke arah bawah dan keluar lereng. Sedangkan perayapan tanah (Soil Creeping) merupakan suatu proses perpindahan masa batuan atau tanah akibat gaya berat (Varnes, 1978, dalam http://www.efbumi.net/2016/08/landslide-gerakan-tanah.html). Tanah longsor merupakan salah satu bencana alam yang umumnya terjadi di wilayah Kabupaten Blora khususnya di Kecamatan Cepu. Penggunaan metode geolistrik diharapkan mampu memberikan informasi tentang dimensi bidang lonsor yang ada dilokasi gerakan tanah sehingga mampu memberikan rekomendasi bagi para pemegang kepentingan untuk memitigasi bencana gerakan tanah tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol 15 No 2 (2025): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 15 No 1 (2025): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 14 No 2 (2024): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 14 No 1 (2024): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 13 No 2 (2023): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 13 No 1 (2023): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 12 No 2 (2022): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 12 No 1 (2022): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 11 No 2 (2021): Swara Patra : Majalah Ilmiah PPSDM Migas Vol 11 No 1 (2021): Perbaikan Berkelanjutan untuk Konservasi Energi Vol 10 No 2 (2020): Pendekatan Baru untuk Konservasi Energi Vol 10 No 1 (2020): Kebangkitan Energi Terbarukan Vol 9 No 2 (2019): Inovasi untuk Nilai Tambah Energi Vol 9 No 1 (2019): Konservasi Energi Tak Sekedar Hemat Energi Vol 8 No 4 (2018): Swara Patra Vol 8 No 3 (2018): Swara Patra Vol 8 No 2 (2018): Swara Patra Vol 8 No 1 (2018): Swara Patra Vol 7 No 1 (2017): Swara Patra Vol 6 No 4 (2016): Swara Patra Vol 6 No 3 (2016): Swara Patra Vol 6 No 2 (2016): Swara Patra Vol 6 No 1 (2016): Swara Patra Vol 5 No 4 (2015): Swara Patra Vol 5 No 3 (2015): Swara Patra Vol 5 No 2 (2015): Swara Patra Vol 5 No 1 (2015): Swara Patra Vol 4 No 4 (2014): Swara Patra Vol 4 No 3 (2014): Swara Patra Vol 4 No 2 (2014): Swara Patra Vol 3 No 4 (2013): Swara Patra Vol 3 No 3 (2013): Swara Patra Vol 3 No 1 (2013): Swara Patra Vol 2 No 3 (2012): Swara Patra Vol 2 No 2 (2012): Swara Patra Vol 2 No 1 (2012): Swara Patra Vol 1 No 2 (2011): Swara Patra More Issue