cover
Contact Name
Secretariat of Jurnal Gizi dan Pangan
Contact Email
jgizipangan@gmail.com
Phone
+62251-8621363
Journal Mail Official
jgizipangan@gmail.com
Editorial Address
Department of Community Nutrition, Faculty of Human Ecology, IPB University, Bogor 16680, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Gizi dan Pangan
ISSN : 19781059     EISSN : 24070920     DOI : 10.25182/jgp
Core Subject : Health,
Jurnal Gizi dan Pangan (Journal of Nutrition and Food) merupakan jurnal ilmiah yang memuat berbagai artikel hasil penelitian dan review (atas undangan) tentang gizi dan pangan, yang terkait dengan aspek biokimia, gizi klinik, gizi masyarakat, pangan fungsional, dan sosial ekonomi serta regulasi dan informasi gizi dan pangan. Jurnal ini merupakan publikasi resmi dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia yang telah terbit sejak tahun 2006. Penerbitan jurnal ini dilakukan secara teratur setahun 3 kali (bulan Maret, Juli, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2015)" : 10 Documents clear
EFEK PEMBERIAN SUSU SAPI BUBUK TERHADAP KADAR SERUM HDL (HIGH DENSITY LIPOPROTEIN) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR WISTAR MODEL DIABETES MELITUS TIPE 2 Umami, Zakia; Nurdiana, Nurdiana; Nugroho, Fajar Ari
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.01 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the cow’s milk powder to increased serum levels of High Density Lipoprotein (HDL) of white male rat model with diabetes mellitus type 2. The design of this study was a post-test control group study conducted in 30 male rats which randomly divided into five groups. Negative control group was the group of rats which fed normally, the positive control group was induced by streptozotocin (STZ) without given cow’s milk, group P1, P2, P3 were given a normal diet and cow’s milk 0.9; 1.8, and 2.7 g orally every day. The results of this study were the levels of HDL in K(-)=44.22 mg/dl, K(+)=47.45 mg/dl, P1=56.56 mg/dl, P2=51.82 mg/dl, and P3=59.45 mg/dl. The conclusion was the milk powder was not significantly increase levels of HDL (p>0.05). More longer intervention was suggested for further research to get more significant of HDL level on type 2 diabetes mellitus.Keywords: HDL serum level, high fat diet, milk powder, streptozotocinABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian susu sapi bubuk terhadap peningkatan kadar serum High Density Lipoprotein (HDL) tikus putih (Rattus norvegicus) berjenis kelamin jantan model diabetes melitus (DM) tipe 2. Penelitian ini menggunakan desain penelitian post test control group dengan 30 ekor tikus dibagi secara acak menjadi lima kelompok. Kelompok K(-) adalah tikus yang diberi pakan normal, kelompok K(+) diinduksi dengan streptozotocin (STZ) tanpa diberi susu, kelompok P1 sampai P3 diberi diet normal dan susu 0,9; 1,8, dan 2,7 g secara oral setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan kadar HDL pada K(-)=44,22 mg/dl, K(+)=47,45 mg/dl, P1=56,56 mg/dl, P2=51,82 mg/dl, dan P3=59,45 mg/dl. Susu sapi bubuk mampu meningkatkan kadar HDL tikus model DM tipe 2 akan tetapi tidak signifikan (p>0,05). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan waktu lama penelitian yang berbeda sehingga bisa berdampak yang lebih signifikan untuk kadar HDL pada DM tipe 2.Kata kunci: diet tinggi lemak, kadar HDL serum, streptozotocin, susu sapi bubuk
PEMBERIAN KITOSAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP BERAT BADAN DAN KADAR TRIGLISERIDA DARAH TIKUS SPRAGUE-DAWLEY YANG DIBERI PAKAN ASAM LEMAK TRANS Ali, Abdurrahman; Amalia, Leily; Suptijah, Pipih
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.844 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThis study was aimed to analyze the effects of chitosan intake on body weight and plasma triglyceride level in Sprague-dawley rats fed by trans fatty acid. This study was an experimental on animal using factorial randomized with post-test only control group design. The samples were 28 male Sprague-dawley rats aged two months old. The samples were divided into one control (K) and three treatment groups which received chitosan as much as 0.035 g (P1), 0.045 g (P2), and 0.055 g (P3). The feed was high-fat diet, namely added by melted margarine as a source of trans fatty acid, as much as 1.7 g per day. Intervention was done for 14 and 28 days. Measurement of body weight was done every three days, whereas measurement of triglyceride level was done after 14 and 28 days intervention. The study revealed that feeding of melted margarine in a dose of 1.7 g per day increased body weight of control group as much as 54% after 28 day intervention. The increase was higher than P1, P2, and P3 groups which were elevated by 48.7%, 27.8%, and 38.9% respectively. In addition, after 14 day intervention, the plasma triglyceride levels of control and P1 groups were categorized as hypertriglyceridemia, namely 254.3±49.0 mg/dL and 241.7±58.5 mg/dL respectively. In the meanwhile, the plasma triglyceride levels of P2 (128.3±14.3 mg/dL) and P3 (141.3 ± 25.3) were significantly lower than the control and P1 groups. After 28 day intervention, there is no significant difference on plasma triglyceride level among groups (p>0.05), but the triglyceride level of each group was significantly lower than the levels after 14 day intervention (p<0.05).Keywords: body weight, chitosan, trans fatty acids, triglycerideABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian kitosan terhadap berat badan dan kadar trigliserida plasma tikus Sprague-dawley yang diberi pakan asam lemak trans. Penelitian ini merupakan experimental study pada hewan percobaan, menggunakan rancangan kelompok faktorial dengan post test only control group. Sampel penelitian adalah 28 ekor tikus Sprague-dawley jantan berusia dua bulan, dikelompokkan menjadi satu kelompok kontrol (K) dan tiga kelompok perlakuan (P) dengan penambahan kitosan 0,035 g (P1), 0,045 g (P2), dan 0,055 g (P3) dalam diet yang diberikan. Pakan merupakan diet tinggi asam lemak trans, yaitu dengan penambahan margarin yang dipanaskan sebanyak 1,7 g per hari. Intervensi dilakukan selama 14 dan 28 hari. Berat badan ditimbang setiap tiga hari sementara pengukuran kadar trigliserida dilakukan setelah 14 dan 28 hari perlakuan. Penambahan margarin 1,7 g per hari menjadikan berat badan tikus kelompok kontrol (tanpa kitosan) meningkat 54% setelah 28 hari intervensi, lebih tinggi dibandingkan kelompok P1, P2, dan P3 yang masing-masing mengalami kenaikan berat badan 48,7%, 27,8%, dan 38,9%. Setelah 14 hari intervensi, kadar trigliserida plasma tikus kelompok kontrol dan P1 mengalami hipertrigliseridemia, yaitu masing-masing 254,3±49,0 mg/dL dan 241,7±58,5 mg/dL. Sementara itu, kadar trigliserida plasma tikus kelompok P2 (128,3±14,3 mg/dL) dan P3 (141,3 ± 25,3) lebih rendah dan berbeda signifikan dibandingkan kelompok kontrol dan P1. Setelah 28 hari intervensi, kadar trigliserida plasma tikus tidak menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p>0,05), tetapi menunjukkan hasil yang lebih rendah dan berbeda signifikan dibandingkan kadar trigliserida setelah 14 hari (p<0,05).Kata kunci: asam lemak trans, berat badan, kitosan, trigliserida
TINGKAT KECUKUPAN ZAT GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN KEBUGARAN KARDIORESPIRATORI PEGAWAI PT. INDOCEMENT BOGOR Tamimi, Kharisma; Rimbawan, Rimbawan
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.482 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThe general objective of this study was to analyse nutritional adequacy, physical activity, and cardiorespiratory fitness among Indocement’s workers at Bogor. The cross-sectional study was applied with purposive sampling, involving 32 office workers and 32 plant workers. Most of subjects (59.4% and 78.2%) had a normal Body Mass Index (BMI). The mean VO2 max of plant workers (24.4±7.6 mL/kg/mnt) was higher than office workers (22.9±7.5 mL/kg/mnt). There were no differences of macrocutrients adequacy (energy, protein, fat, and carbohydrate) between two workers (p>0.05). Physical activity level of plant workers was higher than the office workers, and it was categorized as moderately active (59.4%), whereas the office workers categorized as sedentary (75.0%). The office workers had better exercise (160.3±118.0 minutes) than the plant workers (89.1±167.6 minutes). Moreover, there were differences on physical activity and habitual exercise between the two groups (p<0.05). The significant correlations between age, physical activity, and habitual exercise with VO2 max were found on plant workers (p<0.05), but not on office workers (p>0.05).Keywords: cardiorespiratory fitness, nutritional adequacy, physical activityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kecukupan gizi, aktivitas fisik, dan tingkat kebugaran kardiorespiratori pegawai PT. Indocement di Bogor. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan purposive sampling, melibatkan 32 pegawai kantor dan 32 pegawai lapang PT. Indocement. Sebanyak 59,4% pegawai kantor dan 78,2% pegawai lapang memiliki IMT yang normal. Rata-rata VO2 max kelompok lapang (24,4±7,6 mL/kg/menit) lebih tinggi dibandingkan kelompok kantor (22,9±7,5 mL/kg/menit). Tingkat kecukupan zat gizi kedua kelompok tidak berbeda (p>0,05). Sebagian besar (59,4%) pegawai kelompok lapang mempunyai kategori aktivitas sedang dan sebanyak 75,0% kelompok kantor mempunyai kategori aktivitas fisik ringan. Kebiasaan olahraga kelompok kantor lebih baik (160,3±118,0 menit) dibandingkan kelompok lapang (89,1±167,6 menit). Terdapat perbedaan aktivitas fisik dan kebiasaan olahraga antara kelompok kantor dan lapang (p<0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, kebiasaan olahraga, dan aktivitas fisik dengan VO2 max pada kelompok lapang (p<0,05), dan tidak terdapat hubungan pada kelompok kantor (p>0,05).Kata kunci: aktivitas fisik, kebugaran kardiorespiratori, tingkat kecukupan zat gizi
KONSUMSI SUPLEMEN ATLET REMAJA DI SMA RAGUNAN JAKARTA Wijaya, Muhammad Q Aliyyan; Riyadi, Hadi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.731 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to investigate consumption of supplement among Ragunan High School Jakarta athletes. The cross sectional study was done with total subjects were 79 students of Ragunan high school who were willing to join the study and they were at school when the study was conducted. There was 92.4% athletes consumed supplement in last one year. All athletes from light and heavy sport category were found consumed supplement. The most popular supplement were vitamin, mineral, and phytonutrition in tablet form. There was 89.0% athletes consumed supplement everyday. Moreover, the main reason for supplementation was to meet a nutrition requirement. The source of information about food supplement was mostly from coach advisor. More than half of athletes got supplement for free from any sources. There was a significant correlation between category of sport and number of supplement used (p<0.05).Keywords: adolescent, athlete, high school, supplementABSTRAKTujuan penelitian adalah menggambarkan konsumsi suplemen pada atlet remaja di SMA Ragunan Jakarta. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan total subjek sebanyak 79 siswa SMA Ragunan yang bersedia mengikuti penelitian dan berada di sekolah saat penelitian dilakukan. Sebanyak 92,4% atlet mengaku mengonsumsi suplemen dalam satu tahun terakhir. Atlet dari kategori olahraga ringan dan berat sekali semuanya mengonsumsi suplemen. Suplemen vitamin, mineral, dan fitonutrisi dalam bentuk tablet merupakan jenis dan bentuk suplemen yang paling banyak dikonsumsi. Sebanyak 89,0% dari atlet mengonsumsi suplemen setiap hari. Alasan utama atlet mengonsumsi suplemen adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi. Pelatih merupakan sumber infomasi tentang suplemen yang paling banyak dipilih oleh atlet. Lebih dari 50,0% atlet mendapatkan suplemen dengan cara diberi. Kategori olahraga dan jumlah suplemen yang dikonsumsi menunjukkan hubungan positif signifikan (p<0,05).Kata kunci: atlet, remaja, sekolah, suplemen
KECUKUPAN VITAMIN A DAN PRAKTEK PEMBERIAN AIR SUSU IBU SERTA KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR DAN MORBIDITAS BAYI Mastin, Masruroh; Roosita, Katrin
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.625 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThe study was aimed to analyze correlation of maternal vitamin A sufficiency, exclusive breastfeeding practices and basic immunization with infant morbidity. The cross sectional study was conducted in four village at Gurah Subdistrict, Kediri District and 31 subjects were included. The data of maternal’s food consumption, exclusive breastfeeding practices, basic immunization and infant morbidity were collected by interview and the infant nutritional status was collected by measuring body weight and length. Maternal vitamin A sufficiency were 58% sufficient and 42% insufficient. There was 68% of infants suffered of diseases, i.e. respiratory disease, fever, diarrhea. Higher maternal vitamin A sufficiency corellated with shorter period of infant’s illnesses. Meanwhile, exclusive breastfeeding practices associated with period and lower frequency of illnesses.Keywords: infant, infectious disease, lactating woman, morbidity, vitamin AABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan kecukupan vitamin A ibu, praktek pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan kelengkapan imunisasi dengan kejadian penyakit infeksi pada bayi usia 5-6 bulan. Penelitian cross sectional ini dilakukan di empat desa di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri dengan jumlah subjek 31 orang. Data diambil dengan pengukuran dan wawancara secara langsung. Data yang digunakan meliputi konsumsi pangan ibu, praktek pemberian ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi dan morbiditas bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecukupan vitamin A ibu termasuk dalam kategori cukup (58%) dan kurang (42%). Sebanyak 68% bayi pernah mengalami sakit selama satu bulan terakhir. Jenis penyakit yang diderita oleh bayi selama sebulan terakhir adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), demam, dan diare. Semakin baik kecukupan vitamin A ibu, maka periode lama sakit bayi cenderung semakin singkat. Sementara itu, praktek pemberian ASI eksklusif pada bayi cenderung menurunkan frekuensi sakit dan mempersingkat periode lama sakit bayi.Kata kunci: bayi, ibu menyusui, morbiditas, penyakit infeksi, vitamin A
GAYA HIDUP DAN KEJADIAN SINDROM METABOLIK PADA KARYAWAN LAKI-LAKI BERSTATUS GIZI OBES DI PT. INDOCEMENT CITEUREUP Nurjanah, Fitria; Roosita, Katrin
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.116 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThe objectives of this study were to analyze life style and incidence of metabolic syndrome among obese male employees in PT. Indocement Citeureup. The cross sectional design was applied with purposive sampling by involving 59 obese male employees met the inclusion criteria. There was 49.2% subject has metabolic syndrome whereas the highest prevalence was central obesity (96.6%), followed by hipertriglyceridemia (82.8%), low level of High Density Lipoprotein (HDL) (72.4%), fasting blood glucose (62.1%), and hypertension (55.2%). There was no significant difference prevalence of metabolic syndrome by age, history of obesity, smoking habits, excercise habits, physical activity, and eating behavior (p>0.05). High cigarettes smoking significantly correlated with lower diastole and greater abdominal circumference (p<0.05). Unhealthy eating behavior was significantly correlated with HDL cholesterol, while snacking behavior was correlated with fasting blood glucose (p<0.05).Keywords: life style, metabolic syndrome, obesityABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis gaya hidup dan kejadian sindrom metabolik pada karyawan laki-laki berstatus gizi obes di PT. Indocement Citeureup. Desain penelitian adalah cross sectional dengan purposive sampling dan melibatkan 59 karyawan laki-laki obes yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Sebanyak 49,15% subjek mengalami sindrom metabolik dengan prevalensi penanda sindrom metabolik tertinggi adalah obesitas sentral (96,55%), diikuti oleh hipertrigliseridemia (82,76%), kadar kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) rendah (72,41%), kadar glukosa darah puasa tinggi (62,07%) dan hipertensi (55,17%). Tidak terdapat perbedaan proporsi kejadian sindrom metabolik menurut umur, riwayat kegemukan, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, tingkat aktivitas fisik maupun perilaku makan (p>0,05). Semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi berkorelasi signifikan dengan tekanan darah diastol yang rendah dan ukuran lingkar perut yang besar (p<0,05). Perilaku makan yang tidak sehat berkorelasi signifikan dengan rendahnya kadar kolesterol HDL, sedangkan perilaku konsumsi cemilan berkorelasi dengan tingginya kadar glukosa darah puasa (p<0,05).Kata kunci: gaya hidup, obesitas, sindrom metabolik
FREKUENSI SENAM AEROBIK INTENSITAS SEDANG BERPENGARUH TERHADAP LEMAK TUBUH PADA MAHASISWI IPB Kuswari, Mury; Setiawan, Budi; Rimbawan, Rimbawan
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.787 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the effect of the frequency of moderate-intensity aerobic exercise on body fat of female university students. A quasi experimental design was applied by involving 21 undergraduate students who were divided into three groups of treatments moderate-intensity aerobic exercise intervention for eight weeks. The first group was two times a week, the second group was three times a week, and third group was four times a week. Primary data collected was included subcutaneous fat (triceps, abdomen, and thigh). The results showed that the third group has significantly difference in reducing body fats, namely 6.6 cm triceps, 5.4 cm abdomen, and 9.4 cm thigh (p<0.05).Keywords: aerobic exercise, body fat, moderate-intensityABSTRAKTujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh frekuensi senam aerobik intensitas sedang (low impact) terhadap lemak tubuh mahasiswi. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan subjek berjumlah 21 mahasiswi, kemudian dibagi kedalam tiga kelompok perlakuan dengan melakukan senam aerobik intensitas sedang selama delapan minggu. Kelompok pertama diberikan perlakuan dua kali dalam seminggu, kelompok kedua tiga kali dalam seminggu dan kelompok ketiga diberikan perlakuan empat kali seminggu. Data primer terdiri atas lemak tubuh (trisep, abdomen, dan paha depan). Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok tiga terdapat penurunan yang nyata (p<0,05) sebelum dan setelah perlakuan sebesar 6,6 cm trisep, 5,4 cm abdomen dan 9,4 cm paha depan.Kata kunci: aerobik, intensitas sedang, lemak tubuh
PERAN PENGETAHUAN GIZI DALAM MENENTUKAN KEBIASAAN SARAPAN ANAK-ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI DI PONDOK LABU, JAKARTA SELATAN Sofianita, Nur Intania; Arini, Firlia Ayu; Meiyetriani, Eflita
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.25 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThis study aimed to analyze the determinant factors that influence the breakfast habits in children in public primary schools in Pondok Labu, South Jakarta. The cross-sectional study was applied. The subject was selected in random sampling. Subjects were 300 students in grade 3,4, and 5 in SDN 03, 04, 09, and 10 Pondok Labu, South Jakarta. The analysis performed using chi-square analysis and multivariate logistic regression. The results showed that the breakfast habits of primary school children by 71.7% with a median energy of 246 kcal. The results showed a significant correlation between breakfast habits of the sexes, the availability of breakfast and breakfast nutrition knowledge (p<0.05). The school children breakfast was significantly affected by nutritional knowledge (p<0.05).Keywords: breakfast, children, knowledgeABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor dominan yang memengaruhi kebiasaan sarapan pada anak-anak sekolah dasar negeri di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan penarikan subjek secara random sampling. Subjek berjumlah 300 siswa kelas 3, 4, dan 5 di SDN 03, 04, 09, dan 10 Pondok Labu, Jakarta Selatan. Analisis yang digunakan adalah chi-square dan multivariat regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sarapan pada anak sekolah dasar sebesar 71,7% dengan median energi sarapan sebesar 246 kkal. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, ketersediaan sarapan, dan pengetahuan gizi dengan kebiasaan sarapan (p<0,05). Kebiasaan sarapan pada anak sekolah dasar sangat dipengaruhi oleh pengetahuan gizi.Kata kunci: anak sekolah, pengetahuan, sarapan
ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN SERAT MENURUT STATUS GIZI ANAK USIA 6-12 TAHUN DI PULAU SULAWESI Agustina, Wulan; Jus’at, Idrus; Mulyani, Erry Yudhya; Kuswari, Mury
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.381 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThe aimed of this study was to determine the differences intake of macro-nutrients (protein, fat, carbohydrates) and fiber with respect to their nutritional status of children aged 6-12 years. This study was used secondary data Riskesdas 2010. The number of subjects was 2,987 children aged 6-12 years in Sulawesi Island. Body Mass Index for Age (BMI/U) was used to measure the nutritional status. Independent sample t-test and analysis of variance were applied to answer the research questions. The result showed that most of subjects were male (58.7%), living in rural areas (50.2%), and with low economic status (54.1%). In regard to protein intake, most of the children age 6 years was about 80-99% Recommended Dietary Intake (RDA). On the contrary, most of children 7-9 years and 10-12 years were below 70% RDA. There were no differences intake of macro-nutrients (protein, fat, carbohydrates) and fiber to the nutritional status of children aged 6-12 years (p>0.05). This study found that most of the children were suffering macro-nutrients intake regardless their nutritional status. Therefore, we need to have a good program to monitor nutritional status of school children.Keywords: nutrient intake, nutritional status, school age children 6-12 yearABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan asupan zat gizi makro (protein, lemak, karbohidrat) dan serat terhadap status gizi pada anak usia 6-12 tahun. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2010 dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah anak usia 6-12 tahun dengan status gizi kurus, normal, dan gemuk menurut IMT/U di Pulau Sulawesi tahun 2010 berjumlah 2.087 orang. Pengujian statistik menggunakan independent sample t-test dan Anova. Sebagian besar subjek berjenis kelamin laki-laki (58,7%), tinggal di perdesaan (50,2%), dan berstatus ekonomi rendah (54,1%). Rata-rata asupan protein pada kelompok umur 6 tahun termasuk kategori sedang (80-99% AKG) namun pada usia 7-9 tahun dan usia 10-12 tahun termasuk kategori defisit (<70% AKG). Tidak terdapat perbedaan asupan zat gizi makro dan serat terhadap status gizi (IMT/U) di Pulau Sulawesi (p>0,05). Penelitian ini menemukan adanya keberagaman asupan dan status gizi anak usia sekolah. Oleh karenanya, diperlukan program pemantauan status gizi secara rutin di sekolah.Kata kunci: anak usia 6-12 tahun, asupan zat gizi, status gizi
KONSUMSI BUAH DAN SAYUR ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI BOGOR Mohammad, Andika; Madanijah, Siti
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 10 No. 1 (2015)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.696 KB) | DOI: 10.25182/jgp.2015.10.1.%p

Abstract

ABSTRACTThe aim of this study was to analyze factors related to fruits and vegetables consumption of elementary school children in Bogor. The design of this study was cross-sectional with purposive sampling. A total of 108 children in SDN Cibanteng 01 in rural area and SDN Papandayan in urban area. Children consumption of fruits and vegetables in SDN Papandayan was higher than SDN Cibanteng. There were significant differences between children consumption of fruits based on ethnic and mother`s job (p<0.05). Children knowledge of nutrition and education of father and mother significantly positive associated with children consumption of fruits and vegetables, as well as pocket money, availability of fruits in house, and family income positive significantly associated with children consumption of fruits (p<0.05).Keywords: children, consumption, fruits and vegetables, socio-economicABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur pada anak usia sekolah dasar di Bogor. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik penarikan subjek secara purposive sebanyak 108 subjek di dua sekolah dasar di Bogor yaitu SDN Cibanteng 01 Kabupaten Bogor dan SDN Papandayan Kota Bogor. Konsumsi buah dan sayur di SDN Papandayan lebih besar dibandingkan dengan SDN Cibanteng. Terdapat perbedaan yang nyata konsumsi buah anak berdasarkan suku dan pekerjaan ibu (p<0,05). Pengetahuan gizi anak dan pendidikan ayah dan ibu berhubungan signifikan positif dengan konsumsi buah dan sayur anak, demikian pula uang saku, ketersediaan buah, dan pendapatan keluarga berhubungan signifikan positif dengan konsumsi buah anak (p<0,05).Kata kunci: anak, buah dan sayur, konsumsi, sosial-ekonomi

Page 1 of 1 | Total Record : 10