cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
ISSN : 08534217     EISSN : 24433462     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil penelitian, analisis kebijakan, dan opini-opini yang berhubungan dengan pertanian dalam arti luas, seperti agronomi, ilmu tanah, hama dan penyakit tanamam, ilmu kehewanan, kedokteran veteriner, keteknikan pertanian, teknologi industri, teknologi pangan, ilmu gizi, keluarga dan konsumen, biometri, biologi, klimatologi, peternakan perikanan, kelautan, kehutanan, dan sosial-ekonomi pertanian yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Editor. Keterangan mengenai peralatan, pengamatan, dan teknik percobaan akan diterima sebagai artikel CATATAN. Pedoman Penulisan dicantumkan pada setiap terbitan tercetak. Indeks Penulisan dan subjek serta daftar penelaan (mitra bestari) dicantumkan di tiap nomor terakhir pada setiap volume.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 0 No. 00 (2025): inpress" : 21 Documents clear
Analisis Keberlanjutan Diversifikasi Kelapa Sawit dan Aren di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Risda Lenita Sari
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu sektor utama yang menjadi komoditas unggulan dan memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan masyarakat. Potensi lahan yang sangat luas menjadi peluang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui diversifikasi dengan tanaman aren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberlanjutan diversifikasi kelapa sawit dan aren di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, dengan menggunakan metode Multidimensional Scaling (MDS) melalui perangkat lunak Rap-Arenga. Analisis dilakukan terhadap tiga dimensi keberlanjutan yaitu ekonomi, ekologi dan sosial, dengan menggunakan data primer hasil wawancara terhadap 25 orang pekebun yang diambil dengan menggunakan metode snowball sampling. Hasil analisis menunjukkan indeks keberlanjutan sebesar 73,91 pada dimensi ekonomi (cukup berkelanjutan), dimensi ekologi 50,70 (cukup berkelanjutan), dan dimensi sosial 56,94 (cukup berkelanjutan). Atribut utama lever-sensitive yang berpengaruh signifikan meliputi akses terhadap lembaga permodalan pada dimensi ekonomi, tingkat serangan hama dan penyakit pada dimensi ekologi, dan pandangan pekebun terhadap diversifikasi pada dimensi sosial.
INNOVATIVE DIGITAL MAPPING OF SOIL ORGANIC MATTER CONTENT IN OIL PALM USING IMAGE ANALYSIS nila, idaratna; Rahmawati; Muhammad Ari Fahril; Sabrian Tri Anda; Rachmad Almi Putra; Fajriani; Afrahun Naziah
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to develop a method of mapping soil organic matter content in oil palm land using image processing technology. The data includes oil palm and bare land images and field measurements in pH, humidity, temperature, TDS, and EC. Correlation analysis showed a significant relationship between image spectral components (especially in the blue channel with r=0.3640) and soil organic matter content. The distribution of organic matter content showed concentrations in the 4.5-5.5% range with an average value of about 5%. The image processing-based predictive model successfully mapped the spatial variation of organic matter content with sufficient accuracy. The mapping results show spatial heterogeneity that can be used as a basis for implementing precision agriculture in oil palm lands. This research proves the potential of image processing technology as a non-destructive method for characterising and monitoring soil quality in oil palm plantations.
Application of Maggot-based Chitosan for Edible Coating on Cut Papaya (Carica papaya L.) Wahyuni, Sri
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minimally processed papaya fruits are prone to postharvest losses due to Colletotrichum sp. infection during storage, requiring further postharvest treatments to prevent its loss, such as applying a layer of edible coating on its surface to prevent microbial growth and its weight loss. Exuviae of Hermetia illucens maggots that are rarely used contains chitin which can be synthesized into chitosan. It also has antimicrobial activity which makes it a possible candidate as edible coating on papaya fruits. There are several methods to apply edible coating technique. Two of which, are spray and immersion method. In this study, synthesized chitosan’s antifungal activity was tested against Colletotrichum sp. and used as edible coating, applied on cut papaya fruit by spray and immersion method. Effectiveness of the two methods were compared. Results showed that black soldier fly-based chitosan in various concentration (25 to 100 ppm) has an antifungal activity against Colletotrichum sp. and could be applied as edible coating on cut papaya fruit. Chitosan coating with concentration of 100 ppm is highly effective in preventing Colletotrichum sp. growth and fruit’s weight loss when applied by spray method and kept at 10°C, prolonging its shelf-life by over 20 days.
Karakterisasi Agromorfologi dan Fisikokimia Padi F8 Hasil Persilangan IR64 x Nagdong Burhanuddin, Muhammad Irfandi; Fatimah, Elvina Azaria; Ubaidillah, Mohammad
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan amilosa dalam padi menjadi hal yang mempengaruhi rasa dan tekstur nasi. Kebutuhan padi rendah amilosa didapatkan dengan mengimpor besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Fakultas Pertanian Universitas Jember telah memiliki galur pemulyaan tanaman Japonica dengan varietas padi lokal yaitu IR64 hingga keturunan stabil, namun belum memiliki beberapa analisis agromorfologi dan fisikokimianya. Karakter Agromorfologi meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah biji permalai, bobot 100 butir dan Fisikokimia melliputi kadar amilosa, swelling power, gel consistency serta suhu gelatinisasi dilakukan di Laboratorium Agroteknologi Universitas Jember. Hasil penelitian menunjukkan keseluruhan variabel pengamatan berbeda sangat nyata namun tinggi tanaman berbeda nyata dan gel consistency tidak berbeda nyata. Tinggi tanaman memiliki skala yang sama dengan tetuanya yaitu semi dwarf, jumlah anakan memiliki skala medium dan good, jumlah biji permalai 103-108 biji, bobot 100 butir sebesar 2,877-3,265 gram. Masing – masing galur memiliki kandungan amilosa rendah antara 13,87%-15,85%, swelling power di antara 6,61%-8,93%, memiliki karakter soft gel consistency, dan memiliki suhu gelatinisasi yang rendah dibawah 60oC. Kata kunci: Agromorfologi, Amilosa, Fisikokimia, IR64
THE PHYSICAL AND CHEMICAL QUALITY OF OIL PALM FRUIT BUNCHES INFLUENCED BY POTASSIUM PERMANGANATE Ramanis, Imelya
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quality of Crude Palm Oil (CPO) is influenced by Fresh Fruit Bunches (FFB) quality including physical and chemical. The damage in the oil palm fruit causes increasing hydrolysis process so free fatty acid content increase and the oil content decrease. Damage is caused by the postharvest process of the fruit, such as the time to transport to the factory and delays in collecting the fruit. The delay for processing must be appropriate so that damage of FFB should be minimized using potassium permanganate (KMnO4). This study want to know the effect of KMnO4 on physical and chemical quality of oil palm fresh fruit bunches (FFB) and the relationship between the observed variables. The FFB samples were taken from the IPB-Cargill Palm oil Education and Research, Jonggol Bogor Indonesia. This study used a randomized block design (RBD). The experiment consisted of 4 concentration levels of KMnO4 (0 ppm, 250 ppm, 500 ppm and 750 ppm). The results showed that applying KMnO4 could maintain the physical quality of oil palm fruit on weight loss, fruit loss, respiration rate, and microbial content. The chemical quality is observed by fruit moisture content and free fatty acid content. KMnO4 concentration of 750 ppm is the best concentration. Based on the results of the correlation analysis, the direction of the relationship between the observed variables is positive. Variables that had a strong relationship were weight loss and fruit loss, weight loss and a number of microbes, weight loss and number of microbes, water content and number of microbes, as well as free fatty acids and number of microbes.
RESPON FISIOLOGI DAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Merril) AKIBAT APLIKASI ASAM SALISILAT PADA KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN Salsabila; Rosyida
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drought disrupts plants physiological processes, which has a further impact on soybean production. Salicylic acid is a biostimulant that contributes as a plant stress mitigator. The purpose of the study was to investigate the physiological response and production of soybean plants as influenced by salicylic acid foliar spray in drought conditions. The study used Grobogan variety soybean as plant material. The research was carried out in August – October 2022 at the Greenhouse and Laboratory of Plant Physiology and Breeding, Faculty of Animal and Agricultural Science, Universitas Diponegoro, Semarang City. The study used a 3x3 Factorial Complete Randomized Design with 3 repetitions, so 27 experimental units were obtained. The first factor is drought stress with 3 levels (80% KL, 60% KL, and 40% KL). The second factor is the concentration of salicylic acid with 3 levels (0 mM, 0.5 mM, and 1 mM). The parameters observed were leaf chlorophyll, relative water content, stomata density, number of flowers, fresh weight of pods, dry weight of pods, and number of seeds. A 40% KL drought stress treatment decreased chlorophyll levels a, b, and the total, number of flowers, fresh weight of pods, and dry weight of pods. The application of salicylic acid with a concentration of 1 mM was able to increase the fresh weight of the pods.
Analysis of Potato Industry Cultivation Location Selection in Indonesia using the Weighted Product (WP) Elia, Rio Reyno Elia
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ABCD, the world’s largest producer of potato chips, depends on industrial-grade potatoes cultivated through partnerships with Indonesian farmers. This study addresses the challenge of determining optimal sub-district locations for industrial potato cultivation by integrating agroclimatic and non-agroclimatic factors. The objective is to identify the most suitable cultivation areas based on agroclimatic variables (e.g., temperature, rainfall, sunlight duration, cloud cover, radiation, altitude, frost risk) and non-agroclimatic variables (e.g., harvested area, production, productivity, logistics, pest and disease incidence, irrigation, production costs, competition, and farmer capability). The research applies the Weighted Product (WP) method, which assigns weights to each criterion and employs a ranking process to evaluate alternatives. Data were obtained from PT ABCD’s agroclimatic database (2010–2020) processed via ArcGIS, complemented by secondary data from the Central Bureau of Statistics (BPS) and field surveys. Results identify the ten most suitable sub-districts for industrial potato cultivation as Batur (Banjarnegara, Central Java), Tosari (Pasuruan, East Java), Pasir Wangi (Garut, West Java), Cikajang (Garut, West Java), Sirampog (Brebes, Central Java), Pejawaran (Banjarnegara, Central Java), Bawang (Batang, Central Java), Kayu Aro (Kerinci, Jambi), Pangalengan (Bandung, West Java), and Kejajar (Wonosobo, Central Java). The study demonstrates that the WP method effectively integrates agroclimatic and non-agroclimatic considerations in site selection. These findings provide a valuable basis for strategic decision-making in the potato chip industry, supporting the identification of optimal cultivation sites to ensure sustainable supply and competitiveness.
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Pengolah Kopra Di Kecamatan Wawonii Timur Laut Kabupaten Konawe Kepulauan sitti Rosmalah
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan ketahanan pangan menjadi salah satu permasalahan yang menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan. Pusat perekonomian penduduknya berada di wilayah terluar pulau yaitu Kota Kendari. Hasil kebun atau pertanian sebagian besar dipasarkan ke luar pulau, dan kebutuhan warga seperti pangan, peralatan rumah tangga dan lain sebagainya juga diperoleh dari luar pulau. Dengan kondisi seperti ini, mewujudkan ketahanan pangan merupakan hal mutlak yang harus dilakukan untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Mayoritas penduduk Kabupaten Konawe Kepulauan berprofesi sebagai petani kelapa karena kelapa merupakan komoditas unggulan di wilayah kepulauan ini. Penelitian ini akan mengkaji ketahanan pangan rumah tangga petani pengolah kopra di Kecamatan Wawonii Timur Laut, Kabupaten Konawe Kepulauan. Ketahanan pangan rumah tangga petani pengolah kopra di Pulau Wawonii menggunakan metode pengukuran Skala Akses Kerawanan Pangan Rumah Tangga (HFIAS). Keberagaman konsumsi pangan pada rumah tangga petani pengolah kopra di Pulau Wawonii dilakukan dengan menggunakan metode HDDS (Household Dietary Diversity Score). Kondisi ketahanan pangan rumah tangga petani pengolah kopra di Kecamatan Wawonii Timur Laut berada pada kategori aman pangan (80%) sedangkan konsumsi pangan rumah tangga petani pengolah kopra di Kecamatan Wawonii Timur Laut didominasi oleh beras, ikan, minyak, gula dan rempah-rempah yang sebagian besar adalah beras. diperoleh dari wilayah tersebut. tempat tinggal mereka karena sulitnya mengakses pasar di luar pulau..
PENGARUH SUHU: PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS BUBUK CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) nursayuti, nursayuti
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan lama pengeringan terhadap kualitas bubuk cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium MIPA Universitas Almuslim Peusangan-Bireuen pada tanggal 06 sampai dengan 21 Desember 2023. Penelitian ini menggunakan RAL faktorial. Ada dua faktor yang diteliti, yaitu Faktor Suhu yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu : S1 = 500C, S2 = 600C dan S3 = 700C. Faktor Lama pengeringan yang terdiri 3 taraf perlakuan yaitu : P1 = 5 jam, P2 = 6 jam, dan P3 = 7 jam. Pengamatan dalam penelitian ini meliputi uji organoleptik, kadar air dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu 70 0C berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air bubuk cabai merah, Kadar air bubuk cabai merah yang didapatkan maksimal sesuai SNI, hasil analisis paling rendah yang didapat 7,91% dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air cabai merah, rendemen dan uji organoleptik. Perlakuan lama pengeringan berpengaruh tidak nyata terhadap, kadar air cabai merah, kadar air bubuk cabai merah, rendemen dan uji organoleptik, akan tetapi persentase nilai kadar air cabai merah, bubuk cabai merah dan rendemen bubuk cabai merah terendah terdapat pada perlakuan lama pengeringan 7 jam. Uji organopleptik pada bubuk cabai merah perlakuan suhu 500C memiliki skor tertinggi untuk warna yaitu 3,68 (cukup suka) dan pada perlakuan suhu 600C memiliki skor tertinggi untuk aroma yaitu 3,54 (cukup suka), sedangkan lama pengeringan 7 jam memiliki skor tertinggi untuk warna yaitu 3,55 (cukup suka) dan pada perlakuan lama pengeringan 6 jam memiliki skor tertinggi untuk aroma yaitu 3,58 (cukup suka).
Optimasi Blansing Berbantu Gelombang Mikro Pada Buah Tomat Segar (Solanum lycopersicum L.) Sigit Arya Putra; Andi Eko Wiyono; Miftahul Choiron; Muhammad Luthfi Nashiruddin
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk menentukan kondisi optimum microwave blanching yang dapat menghasilkan tomat dengan kualitas terbaik. Percobaan menggunakan RSM dengan BBD yang terdiri atas 17 perlakuan; setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Variabel independen yang digunakan berupa daya (watt) (X1), waktu (detik) (X2), dan air blansing (ml) (X3). Data hasil percobaan dilakukan analisis ANOVA, kemudian dilakukan proses optimasi dan diverifikasi. Hasil perlakuan optimum didapatkan dengan kombinasi daya 200 watt, waktu 120 detik dan air blansing 450 ml. Nilai optimum setelah proses validasi respon rendemen 100,01%, nilai respon TPT 3,6obrix, respon vitamin C 154 mg/100 g, dan nilai respon total karoten tomat 3,3 mg/100 g. Keseluruhan hasil tersebut berada pada kisaran 95% CI low 95% CI high.

Page 1 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 31 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 0 No. 00 (2025): inpress Vol. 29 No. 4 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 4 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 4 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 27 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 26 No. 4 (2021): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 26 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 26 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 26 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 25 No. 4 (2020): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 25 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 25 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 25 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 24 No. 4 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 24 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 24 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 24 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 23 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 23 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 23 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 22 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 22 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 22 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 21 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 21 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 21 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 20 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 20 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 20 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 19 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 19 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 19 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 18 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 18 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 18 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 17 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 17 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 17 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 16 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 16 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 16 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 15 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 15 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 15 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 14 No. 3 (2009): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 14 No. 2 (2009): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 14 No. 1 (2009): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 13 No. 3 (2008): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 13 No. 2 (2008): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 13 No. 1 (2008): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 12 No. 3 (2007): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 12 No. 2 (2007): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 12 No. 1 (2007): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 11 No. 3 (2006): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 11 No. 2 (2006): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 11 No. 1 (2006): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 1 No. 2 (1991): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 1 No. 1 (1991): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia More Issue