cover
Contact Name
Hendro Sutowijoyo
Contact Email
hendro.sutowijoyo@narotama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hendro.sutowijoyo@narotama.ac.id
Editorial Address
E-Jurnal Fakultas Teknik Universitas Narotama Surabaya Jl. Arief Rachman Hakim 51, Sukolilo, Surabaya (60117) Telp. (031) 594 - 6404, 599 - 5578 Fax. (031) 593 - 1213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Narotama Jurnal Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 24603430     DOI : -
Narotama Jurnal Teknik Sipil (NJTS) merupakan salah satu jurnal di Indonesia yang memuat hasil-hasil penelitian karya ilmiah di bidang teknik sipil/konstruksi meliputi struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, manajemen konstruksi, material konstruksi dan lingkungan, bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah perkembangan ilmu teknik sipil terkini kepada khalayak umum. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama yang terbit dua kali dalam setahun dan telah mendapatkan e-ISSN dari LIPI sejak tahun 2015.
Articles 93 Documents
MODEL PERILAKU PENGGUNA SEPEDA MOTOR DALAM MEMILIH LOKASI PARKIR (STUDI KASUS: KOTA SURABAYA - INDONESIA) Sri Wiwoho
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya semakin hari semakin mengalami permasalahan transportasi, salah satunya adalah masalah parkir. Permasalahan parkir yang ada diantaranya jumlah kendaraan parkir di badan jalan lebih dominan dibandingkan di luar badan jalan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model perilaku parkir sepeda motor dalam memilih lokasi yang dibutuhkan. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi logistik dengan menggunakan data hasil kuesioner yang dilakukan pada 348 orang responden di Surabaya. Hasil analisis menunjukkan responden terbesar laki-laki (58,6%), usia terbanyak lebih dari 40 tahun (42,4%), pendidikan terbanyak SMA (42,4%), pekerjaan terbanyak Swasta (35,2%), pendapatan terbesar 1 – 2 juta (26,7%), kegiatan parkir terbesar pada siang hari (50%), durasi parkir terbanyak kurang dari 1 Jam (44,8%), frekuensi parkir kurang dari 1 kali (71%) dan lokasi parkir yang sering dipilih adalah on street (38,1%). Disimpulkan bahwa pengguna sepeda motor akan beralih dari pelataran ke lokasi lainnya (gedung dan Onstreet) saat waktu parkir di siang hari, pengguna sepeda motor akan memilih lokasi gedung dibandingkan pelataran dan on street, saat tingkat pendapatannya semakin tinggi dan ketersediaan parkir on street dan parkir pelataran akan membantu pengguna sepeda motor melakukan pemilihan pada lokasi tersebut, sehingga bila lokasi parkir tersebut tidak ada, pengguna sepeda motor akan memilih lokasi parkir gedung. Kata kunci: peluang pilihan lokasi parkir, sepeda motor, multinomial logit model.
ANALISIS PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP SKENARIO PENGEMBANGAN SISTEM ANGKUTAN UMUM DI KOTA PALANGKA RAYA Sutan Parasian
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep sistem transportasi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan menekankan kepada penggunaan angkutan umum secara luas, akan tetapi realita sangat bertentangan dengan perkembangan era trend motorisasi di negara Asia, khususnya penggunaan kendaraan pribadi jenis sepeda motor. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi utilitas angkutan umum yang rendah sehingga tidak “menguntungkan” untuk digunakan. Kesuksesan di dalam penerapan kebijakan transportasi “yang berkelanjutan” di suatu kota bergantung dari situasi dan kondisi suatu kota tersebut serta pendekatan dan pemahaman karaktersitik prilaku masyarakat sehingga di dalam pengembangan sistem angkutan umum yang ada selain pertimbangan teknis dan ekonomis, mempertimbangkan preferensi dari masyarakat (sosial) merupakan bagian penting yang tidak boleh diabaikan. Penelitian ini secara khusus bertujuan untuk merespon preferensi masyarakat mengunakan model multinomial logit terhadap beberapa skenario pengembangan sistim angkutan umum di Palangka Raya berdasarkan skenario yang mempertimbangan pola jaringan jalan, karakteristik arus pergerakan lalulintas dan jenis tataguna lahan. Skenario tersebut akan dianalisis terlebih dahulu sebelumnya menggunakan AHP berdasarkan parameter kunci antara lain biaya, waktu perencanaan dan konstruksi, kapasitas penumpang, fleksibelitas, kecepatan, pengaruh terhadap perkembangan kota dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan analisis AHP dan analisis regresi terhadap respon masyarakat, pengembangan skenario sistem angkutan umum model Bus Rapid Transit menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan oleh pemerintah kota Palangka Raya. Salah satu faktor utama yang menjadi pertimbangan di dalam pelaksanaannya adalah kemampuan finansial kota. Kata kunci : AHP, Skenario , angkutan umum, BRT
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENYELESAIAN KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI INSTANSI PEMERINTAH PADA AKHIR TAHUN ANGGARAN BERJALAN MENGGUNAKAN ANALITICAL HIERARCHY PROCESS (EXPERT CHOICE) Parlagutan Siregar
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi masih sering terjadi pada akhir tahun anggaran berjalan meskipun sudah diberikan perpanjangan waktu, penulisan ini bertujuan untuk menangani permasalahan tersebut sehingga keputusan penanganan keterlambatan proyek pada akhir tahun anggaran tepat dan tidak merugikan kedua belah pihak, penulisan ini menganalisis kriteria dan alternatif yang tersedia menggunakan software AHP (Expert Choice), hasil dari penelitian ini adalah baiknya penyelesaian keterlambatan proyek konstruksi dilakukan percepatan pelaksanaan pekerjaan. Kata Kunci : Keputusan, Keterlambatan, Konstruksi, Pemerintah, AHP
VARIABEL YANG BERPENGARUH PADA KUALITAS TENAGA AHLI JASA KONSULTANSI UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PERUSAHAAN Koespiadi Koespiadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era ekonomi global perusahaan dituntut untuk memiliki strategis dalam memenangkan persaingan, Untuk dapat memenangkan persaingan maka perusahaan harus memiliki tenaga ahli yang profesional yang menunjang proses desain. Tenaga ahli haruslah memiliki sertifikat keahlian, sertifikat ini merupakan legalitas yang melekat pada tenaga ahli bahwa yang bersangkutan telah berkompeten dibidangnya. Permasalahan tenaga ahli terutama pada keseimbangan antara tumbuh suburnya industri jasa terutama industri jasa konstruksi di Indonesia dengan peningkatan kualitas dari industri tersebut. Untuk meningkatkan kualitas tenaga ahli maka perlu diperhatikan penguasaan ilmu dan aplikasi yang dimiliki oleh tenaga ahli dengan memperhatikan pada jenjang pendidikan, penguasaan teori, penguasaan lapangan, dan intelegensi, disisi lain dengan memperhatikan dan memberikan kompensasi berupa imbalan pendapatan, fasilitas, dan bonus kerja akan dapat meningkatkan kualitas dari tenaga ahli tersebut Kata kunci: tenaga ahli, sertifikat keahlian, penguasaan ilmu dan aplikasi, kompensasi
PENGEMBANGAN PUSAT BISNIS (CENTRAL BUSINESS DISTRICT) DENGAN POLA KERJASAMA PEMERINTAH-SWASTA (KASUS WILAYAH KAKI SURAMADU SISI SURABAYA) M. Ikhsan Setiawan
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anggaran infrastruktur mencapai Rp 290 Trilyun dalam APBN-P (Anggaran Pendapatan Belanja Negara-Perubahan) tahun 2015 menjadi peluang tersediri bagi pengembangan bisnis properti, adanya pengembangan infrastruktur akan memicu peningkatan bisnis properti di daerah. Bursa Efek Indonesia tahun 2014 mencatat nilai kapitalisasi pasar (market cap) untuk sektor properti, real estate, dan konstruksi gedung mencapai Rp 360 Trilyun (BEI, 2014). Survey Bank Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan dalam harga jual unit strata title di Jabodetabek, Banten dan Bandung segmen perkantoran, ritel, kondominium dan lahan industri, serta peningkatan tarif sewa properti komersial dan tarif hotel bintang 3, 4 dan 5 (BI, 2014). Otonomi daerah melalui Undang-undang nomor 22/1999 dan nomor 34/2004 menuntut pemerintah propinsi, kabupaten dan kota kreatif meningkatkan pendapatan daerah. APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) tahun 2013 defisit keuangan daerah mencapai Rp 54,217 Trilyun (Kemendagri, 2013). Pengembangan bisnis properti daerah dapat berupa kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan Swasta. Tujuan penelitian ini menganalisis bisnis properti melalui pola kerjasama pemerintah-swasta dalam pengembangan pusat bisnis seaport-waterfrontcity dengan mengambil studi kasus di area Jembatan Suramadu sisi Surabaya. Analisis dengan HGB 30 tahun dan biaya sewa Rp 500.000,- /m2 per tahun dengan penjualan optimis 100%, menunjukkan hasil yang layak dengan NPV Rp. 19.251.719.084.088, IRR 18,51%, PI 1,99 dan PBP 11 tahun. Kata Kunci: Bisnis Properti, Kerjasama Pemerintah-Swasta, Net Present Value
JENIS DAN PENYELESAIAN SENGKETA PADA PROYEK KONSTRUKSI DI SURABAYA Fredy Kurniawan
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak pihak yang terlibat di dalam suatu proyek konstruksi memiliki kepentingan dan tujuan yang berbeda, sehingga perselisihan sering timbul akibat perbedaan pendapat pada saat perencanaan dan pembangunan proyek. Hal ini akan berdampak buruk apabila dalam proses penyelesaian sengketa dilakukan dengan jalur yang kurang sesuai. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah menganalisis jenis sengketa yang sering terjadi dan jalur penyelesaian sengketa yang sering digunakan di Surabaya. Metode yang digunakan adalah survei kuesioner untuk memperoleh data dari responden. Secara keseluruhan responden terdiri dari, 20 kontraktor, 10 owner dan 10 pihak netral di Surabaya yang ikut berpartisipasi dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil survey, jenis sengketa yang sering terjadi pada proyek konstruksi di Surabaya menurut para praktisi konstruksi dan pihak netral secara keseluruhan adalah sengketa segi teknis dengan karena “kegagalan terjadi akibat kekhilafan (slips) atau kesalahan (mistakes) atau kecerobohan (ignorance)”. Sedangkan jalur penyelesaian sengketa di luar jalur hukum yang sering digunakan adalah jalur negosiasi menurut kontraktor dan owner, sedangkan menurut pihak netral adalah jalur arbitrase. Kata kunci: Sengketa, Penyelesaian sengketa, Konstruksi, Surabaya.
PERBANDINGAN RUAS JALAN EKSISTING DAN RENCANA SIMPANG TAK SEBIDANG DI KAWASAN PASAR BLEGA BANGKALAN Adhi Muhtadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 1 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Pasar Blega Bangkalan merupakan kawasan padat penduduk dan salah satu pusat kegiatan perekonomian di Kabupaten Bangkalan. Pada kondisi puncak, panjang antrian mencapai 7 km di sisi timur dan barat Pasar Blega. Waktu perjalanan dalam kondisi normal hanya berkisar 5 menit saja. Akan tetapi pada kondisi puncak bisa mencapai 4 jam untuk melewati kawasan tersebut. Oleh karena itu, wacana pembangunan simpang tak sebidang mengemuka di kalangan instansi yang berwenang. Apabila dibangun simpang tak sebidang di kawasan tersebut nantinya diharapkan arus lalulintas akan semakin lancar. Menurut hemat kami, BOK (Biaya Operasional Kendaraan) merupakan salah satu faktor yang penting untuk mengkaji rencana pembangunan simpang tak sebidang tersebut. Melalui analisis selama 20 tahun (2017-2037), BOK kendaraan apabila melewati jalan eksisting mencapai Rp. 2.514.365.152.052,-. Sedangkan BOK kendaraan apabila diasumsikan 80% melewati simpang tak sebidang dan 20% melewati ruas jalan eksisting mencapai Rp. 1.434.436.778.702,-. Sehingga selama 20 tahun terdapat pengehematan BOK sebesar Rp. 1.079.928.373.350,-. Kata kunci: simpang tak sebidang, ruas jalan eksisting, BOK, Bangkalan
KASUS KEGAGALAN KONSTRUKSI DINDING PENAHAN TANAH RUMAH MEWAH DI ATAS TANAH LUNAK Idrus Muhammad; Helmy Darjanto
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 2 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus kegagalan konstruksi Dinding Penahan Tanah (DPT) suatu rumah mewah di atas tanah lunak diduga terjadinya dikarenakan lemahnya informasi penyelidikan tanah. Keruntuhan ter-jadi saat DPT setinggi 2,5 m selang 2 tahun ditinggikan menjadi 5 m. Dari hasil penyelidikan tanah setelah mengalami kegagalan konstruksi bahwa di lokasi proyek hasil stratigrafi lapisan tanah menggambarkan adanya lapisan tanah lempung lunak (NSPT = 2 - 5) setebal 6 meter yang terbentuk di atas lapisan cemented sand dengan nilai NSPT > 60. Kemudian selain stratigrafi lapisan tanah tersebut juga ada perbedaan muka air tanah dari hasil penyelidikan dan gambar desain sebesar 1,7 meter (muka air tanah berada 5 m - 6,7 m dari permukaan tanah). Diduga perbedaan ini terjadi akibat adanya fluktuasi muka air tanah (m-a-t) pada da-nau di sekitar proyek. Dampak adanya fluktuasi ini bisa menurunkan kuat geser tanah. Oleh karena lemahnya informasi penyelidikan tanah maka penggunaan soldier strauss yang ujung strauss diduga berdiri di atas lapisan tanah cemented sand atau pada tanah lunak. Kondisi ini memungkinkan ujung strauss tergelincir saat terjadi pergerakan tanah akibat penambahan tinggi DPT sehingga terganggu stabilitasnya. Struktur DPT terdiri dari pasangan batu yang berdiri di atas pilecap soldier strauss. Menurut Nowak (2012) kegagalan konstruksi dipicu oleh: 1). Struktur geologi tanah, 2). Adanya zona permeabilitas yang berbeda kontras antara lapisan pasir tersementasi dan lempung (inter-bedded cemented sand and clays), 3). Adanya rekahan alami- slip surface, 4). Adanya perubahan kadar air tanah akibat fluktuasi m-a-t maupun akibat musim hujan.
ANALISA PERBANDINGAN ASPEK DESAIN STRUKTUR DAN BIAYA PADA KOMPLEKS PERGUDANGAN DI SIDOARJO Julistyana Tistogondo; Hardi Antariksa
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 2 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat bermacam-macam tipe dengan ukuran bentang berbeda-beda pada suatu kompleks pergudangan di Sidoarjo. Penelitian ini membandingkan aspek desain struktur dan biaya antara masing-masing tipe gudang dengan bentang yang berbeda tetapi dengan total luasan yang sama. Dari analisa perbandingan biaya pada proyek PT. Gudang Multi Indonesia ini didapatkan hasil perhitungan biaya sebesar Rp. 898.682.023,00 pada gudang dengan bentang 10 meter, bentang 20 meter sebesar Rp. 950.895.615,50, dan gudang dengan bentang 30 meter sebesar Rp. 1.145.691.463,00. Hal ini menunjukkan bahwa bentang 30 meter lebih mahal 17% dari pada bentang 20 meter dan bentang 20 meter lebih mahal 5.81% dari bentang 10 meter.Dari analisa tersebut dapat diketahui bahwa gudang dengan bentang 10 meter lebih ekonomis dan efisien dari segi biaya.
PENINGKATAN KUALITAS KELULUSAN PENDIDIKAN TINGGI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN PASAR JASA KONSTRUKSI DI INDONESIA Koespiadi Koespiadi; Sri Wiwoho Mudjanarko; Fredy Kurniawan
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 2 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas kelulusan pendidikan tinggi yang masih belum memenuhi harapan dan standar kompetensi kerja, dampak globalisasi yang akan menciptakan persaingan ketat perlu disikapi dengan mempersiapkan kualitas kelulusan pendidikan tinggi yang mampu bersaing. Pertumbuhan pemenuhan tenaga kerja yang terlibat dibidang jasa konstruksi terus meningkat seiring dengan tumbuhnya sektor konstruksi di Indonesia, untuk memenuhi hal tersebut maka dibutuhkan lulusan pendidikan tinggi yang memiliki kompetensi ini. Dengan diterbitkan Peraturan Presiden Republik Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (Perpres 8/2012 tentang KKNI) dan ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (Permendikbud 49/2014 tentang SN Dikti), maka perlu ada pemahaman yang memadai dan arah yang benar untuk menerapkan kebijakan tersebut. Dengan rencana diterapkannya peraturan baru maka muncul pertanyaan mendasar yaitu, apakah model sistem manajemen yang berbeda-beda di masing-masing Perguruan Tinggi dapat mempengaruhi capaian pemenuhan (target dan waktu) standar mutu minimal, Hal ini memerlukan evaluasi internal oleh Perguruan Tinggi itu sendiri dan juga evaluasi eksternal oleh kementerian. Adanya persyaratan untuk tenaga ahli konstruksi harus memiliki pengalaman antara 2 sampai dengan 4 tahun dari tahun kelulusan, hal ini akan mengurangi kesempatan kerja bagi lulusan Perguruan Tinggi dan secara tidak langsung belum mengakui kualitas dari lulusan Perguruan Tinggi siap untuk bekerja di sektor konstruksi. Untuk menjembatani antara kesenjangan antara kompetensi lulusan suatu program pendidikan tinggi dengan kompetensi keahlian maka harus ada sistem akreditasi yang saling menunjang antara sistem akreditasi pendidikan dan sistem akreditasi profesi dan memasukan pendidikan profesi kedalam kurikulum pembelajaran. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan tinggi adalah dosen, kurikulum, mahasiswa, proses pembelajaran, dan sarana/prasarana. Strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi adalah memperhatikan peraturan yang mengatur tentang pendidikan tinggi, dengan melihat potret kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan tinggi dengan kompetensi tenaga ahli konstruksi, untuk meningkatkan kualitas dosen, kurikulum, mahasiswa, proses pembelajaran dan sarana/prasarana.

Page 1 of 10 | Total Record : 93