cover
Contact Name
Hendro Sutowijoyo
Contact Email
hendro.sutowijoyo@narotama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hendro.sutowijoyo@narotama.ac.id
Editorial Address
E-Jurnal Fakultas Teknik Universitas Narotama Surabaya Jl. Arief Rachman Hakim 51, Sukolilo, Surabaya (60117) Telp. (031) 594 - 6404, 599 - 5578 Fax. (031) 593 - 1213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Narotama Jurnal Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 24603430     DOI : -
Narotama Jurnal Teknik Sipil (NJTS) merupakan salah satu jurnal di Indonesia yang memuat hasil-hasil penelitian karya ilmiah di bidang teknik sipil/konstruksi meliputi struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, manajemen konstruksi, material konstruksi dan lingkungan, bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah perkembangan ilmu teknik sipil terkini kepada khalayak umum. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama yang terbit dua kali dalam setahun dan telah mendapatkan e-ISSN dari LIPI sejak tahun 2015.
Articles 93 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN AGREGAT KASAR DARI MERAK DAN AGREGAT KASAR DARI BATU GADUR TERHADAP KUAT TEKAN BETON MUTU NORMAL Lilis Indriani
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 2 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya memenuhi ketersediaan dan menyiasati mahalnya material sebagai bahan campuran beton, diperlukan alternatif sebagai pengganti atau penambah agregrat kasar yang berasal dari Pulau Jawa tersebut. Di Kecamatan Seruyan Raya, Desa Batu Gadur terdapat batuan-batuan yang mungkin memiliki potensi digunakan sebagai bahan campuran beton. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui spesifikasi agregat kasar dari Batu Gadur. Untuk mengetahui perbandingan kekuatan beton yang dihasilkan agregat kasar di Batu Gadur dengan beton yang beragregat kasar dari Pulau Jawa (Merak). Untuk mengetahui pengaruh penggunaan agregat Batu Gadur pada beton normal ditinjau dari kuat tekan beton. Dalam pengujian ini difokuskan hanya untuk menguji kuat tekan. Total semua benda uji yakni terdiri dari 3 variasi campuran yaitu beton dengan agregat kasar dari merak (BN) 0% (BN0), beton dengan agregat kasar batu gadur 50% (BNBG 50), beton dengan agregat kasar batu gadur 100% (BNBG 100), masing-masing variasi campuran terdiri dari 3 sample. Faktor Air Semen (FAS) yang dipakai dalam penelitian ini disamakan pada semua variasi campuran. Hasil pengujian di Laboratorium menunjukkan Beton normal (dengan menggunakan batu merak) umur 7 hari memiliki kuat tekan rata-rata 397,5 kg/cm2 sama dengan 33,57 MPa dan umur 28 hari 550 Kg/cm2 sama dengan 48 MPa. Beton dengan menggunakan campuran batu gadur 50% dan batu merak 50% umur 7 dan 28 hari memiliki kuat tekan rata-rata yang sama yaitu tidak ada perubahan dengan kuat tekan rata - rata 470 kg/cm2 sama dengan 40,38 MPa. Beton dengan menggunakan batu gadur 100% umur 7 hari memiliki kuat tekan rata-rata 680 kg/cm2 sama dengan 60,61MPa dan umur 28 hari 330 kg/cm2 sama dengan 27,34 MPa. Berdasarkan hasil perhitungan yang menggunakan metode analisis regresi polynomial pangkat dua diketahui perkembangan kuat tekan beton pada umur 7 hari meningkat. Dari hasil persamaannya didapat Y = 397,5 + 0,0750 . X + 0,0275 . X2.
APLIKASI VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG (Studi Kasus Hotel Grand Banjarmasin) Vicky Bertolini; Wisnumurti Wisnumurti; Achfas Zacoeb
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 1 No 2 (2015): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2015)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan sehingga pembangunan di segala bidang berjalan dengan segala dinamika tersendiri. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi memerlukan sarana dan prasarana untuk mengakomodasi berlangsungnya usaha usaha tersebut. Permintaan yang cukup tinggi maka akan timbul masalah masalah pula dalam bidang konstruksi yaitu masalah ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan tenggat waktu penyelesaian proyek, ketersediaan bahan akan konstruksi tersebut, ketersediaan akan energi yang dibutuhkan untuk merealisasikan proyek tersebut dan ketersediaan akan ruang kerja dalam proyek tersebut.Tantangan kedepan dalam dunia usaha adalah di wajibkan setiap produk atau pelayanan jasa dapat mencapai standar yang baik dengan dicapai melalui pemenuhan waktu yang cepat dan biaya yang rendah. Karena dasar tersebut maka studi dengan mengunakan value engineering (VE) atau yang sering disebut rekayasa nilai adalah solusi yang baik karena dalam rekayasa nilai bertujuan sebagai upaya pemecahan masalah secara terstruktur dan kreatif. Pembangunan gedung berlantai 4 yang akan digunakan sebagai hotel dengan luas bangunan mencapai 2840m2 dengan beberapa fungsi tambahan seperti ruang rapat, ruang serba guna dan restoran yang terintergrasi dalam 1 bangunan maka memerlukan perencanaan yang matang agar setiap fungsi yang disyaratkan dapat terpenuhi. Rencana Angaran Biaya sebesar Rp. 16.005.296.755,00 untuk pembangunan gedung pada tahap perencanaan akan dilakukan studi peningkatan nilai dengan Value Engineering Method. Tahap yang dilakukan pada studi VE seperti tahap pra studi, tahap informasi, tahap analisis fungsi, tahap kreatif, tahap evaluasi, tahap pengembangan, tahap presentasi, tahap implementasi maka diperoleh bahwa faktor paling tinggi yang dapat dilakukan efisiensi adalah pekerjaan mekanikal dan elektrikal serta pekerjaan aristektur. Pekerjaan M/E melalui studi VE didapat penghematan sebesar 10,8% dari total nilai pekerjaan tersebut pada nilai pembangunan bangunan tersebut dengan asumsi 10 tahun pemakaian.
DESAIN ULANG BENDUNG UNTUK PENINGKATAN DEBIT AIR IRIGASI DI WAEKOKAK KEC LELAK KAB MANGGARAI NTT GREGORIUS MAYUS ANGI; Adi Prawito
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 1 (2016): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i1.179

Abstract

Bendung Waekokak adalah salah satu bendung yang ada di Kabupaten Manggarai, terletak di Desa Gelong Kecamatan Lelak. Hampir sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani sawah, sehingga sangat di harapkan optimalisasi fungsi bangunan bendung.Untuk mencukupi kebutuhan air di daerah irigasi kecamatan Lelak, maka perlu adanya peningkatan pada bendung untuk memaksimalkan fungsi debit air sesuai keperluan dan juga perencanaan saluran saluran teknis dengan sistem jaringan irigasi. Perencanaan ini dilakukan guna mengetahui debit andalan bendung dalam memenuhi sistem jaringan irigasi yang ada di daerah tersebut. Penelitian ini dihitung dalam proses yaitu menghitung debit andalan, debit banjir, total kebutuhan irigasi, dan dimensi saluran, demensi tubuh bendung dan kolam olakan, dan analisa kstabilan bendung. Tubuh bendung yg di rencanakan menggunakan tipe ambang bulat .dari hasil analisa hitungan di peroleh hasil debit puncak 200 tahun (Q200): 218.697 m3/detik dimensi bendung tinggi (H) 2.1 m.lebar mercu bendung efektif (Be) : 5.9 m,tinggi muka air di atas permukaan bendung 4.393 m.
MEKANISME TRANSFER BEBAN FONDASI KONSTRUKSI SARANG LABA-LABA MELALUI UJI BEBAN STATIS VERTIKAL SKALA PENUH DAN ANALISIS NUMERIK 3D UNTUK KONDISI SMALL STRAIN HELMY DARJANTO; Masyhur Irsyam; Sri Prabandiyani Retno W
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 1 (2016): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i1.180

Abstract

KSLL karya anak bangsa yang dikategorikan sebagai fondasi dangkal dan terdiri dari dua bagian struktur yaitu pelat dan rib sebagai pengaku, Djajaputra et al (2009) dan Pane (2011-2012), namun dari penelitian-penelitian tersebut bahwa mekanisme pengalihan beban hingga ke tanah dasar belum diteliti secara menyeluruh. Dilakukan uji beban statis/Static Load Test (SLT) skala penuh hingga failure (60 ton) terhadap prototipe KSLL dengan dimensi 2,6m x 2,6m. Prosedur SLT (axial compressive load) mengikuti standar ASTM D 1143-81 (Reapproved 1987) dengan sistem "Quick Maintained Load Test" dan cyclic loading. Akurasi pengamatan penurunan juga menggunakan alat LVDT (Linear Variable Displacement Transducer) selain dengan 8 buah dial gauge dengan ketelitian 0,01 mm dan akurasi pembebanan menggunakan alat load cell dengan kapasitas 500 ton. Pemasangan strain gauge pada tulangan rib dan pelat, juga pada permukaan beton sisi rib dilakukan untuk mengamati regangan yang terjadi pada tulangan dan beton KSLL selama uji beban dilaksanakan. Dari hasil penyelidikan tanah di area uji merupakan tanah lempung kelanauan dengan nilai NSPT = 3 hingga kedalaman 3,0 m sedangkan pada kedalaman 3,0 m - 7,0 m nilai NSPT = 6 dan pada kedalaman 8,0 m - 11,0 m, nilai NSPT = 2 - 3. Hasil penelitian pada saat beban kerja berada di bagian rib atau berada di titik 4, maka mekanisme transfer beban yang terjadi sepenuhnya dipikul oleh rib dan diteruskan ke tanah di bawahnya melalui ujung tip. Pemetaan MTB menggunakan rasio daya dukung tanah ultimit KSLL (Rib dan Pelat) terhadap beban uji yang selanjutnya disebut Load Ratio Factor (L-URF). Kondisi ini terjadi ketika beban diberikan sebesar 8 ton maka seluruh beban dipikul oleh kuat dukung RSisi dengan L-URF=3,75. Sedangkan saat beban diberikan sebesar 30 ton maka seluruh beban dipikul oleh rib, pelat, dan tanah pengisi dengan L-URF=3,4 kemudian shear strain maksimal yang terjadi adalah sebesar 0,744 di sekitar sisi luar dari rib settlement dan di bawah ujung rib tersebut tersebar ke tanah di bawahnya dan relative shear stress yang terjadi adalah sebesar 0,93. Hasil penelitian terhadap uji beban statis menunjukkan bahwa kondisi small displacement terjadi pada beban 8 ton dan 15 ton. Kinerja KSLL terhadap hasil penurunan masing-masing pembebanan pada zona small displacement (beban; penurunan-load; penurunan-unload) adalah (8 ton; 0,87 mm; 0,32mm) dan (15 ton; 1,19 mm; 0,21 mm). Kemudian hasil pengamatan strain gauge yang terjadi pada: Rib Konstruksi masih < 250, Pelat < 800, dan Permukaan Beton < 1000 atau semua regangan yang terjadi masih dalam batas small strain. Hubungan kekakuan perkerasan KSLL untuk beban 8 ton dibandingkan dengan kekakuan ekivalen perkerasan kaku terhadap deformasi yang terjadi adalah identik dimensi pelat setebal 20 cm. Mekanisme transfer beban dapat diungkapkan dengan baik secara numerik dengan terkalibrasi dari hasil uji lapangan. Secara praktis, dengan penggunaan pemodelan baik skala prototipe dan numerik dapat dikembangkan sistem KSLL untuk perkerasan jalan.
SURVEI KESIAPAN MANAJEMEN PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL KAMPOENG KIDZ KOTA BATU BERDASARKAN STANDART ISO 9001:2015 JULISTYANA TISTOGONDO; Wendi Kurniawan
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 1 (2016): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i1.181

Abstract

Perusahaan konstruksi harus menerapkan sistem manajemen mutu, sistem manajemen mutu adalah sistem manajemen untuk mengendalikan organisasi dalam hal mutu, sistem manajemen yang digunakan adalah sistem manajemen mutu ISO 9001:2015. Dalam upaya mengetahui wujud aplikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 maka dilaksanakan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 pada pekerjaan Hotel Kampoeng Kidz Batu, yang dikerjakan oleh PT.MURINDA. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan memakai instrument skala likert 1-7. Variabel yang dianalisis meliputi : (1) Konteks Organisasi (A1), (2) Kepemimpinan (A2), (3) Perencanaan (A3), (4) Pendukung (A4), (5) Operasi (A5), (6) Evaluasi Kinerja (A6), (7) Peningkatan (A7). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 adalah sangat baik dengan nilai persentase 84,24% dan faktor yang menjadi kendala adalah perencanaan penanganan resiko dan peluang untuk mencapai sasaran pekerjaan. Disarankan agar penerapan sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 tetap dipertahankan atau ditingkatkan.
STUDI PENGARUH RENCANA FASILITAS TRANSIT TERHADAP NIAT MENGGUNAKAN ANGKUTAN MASSAL CEPAT DI SURABAYA M. SYAIKHU ANWARI; Adhi Muhtadi; Sapto Budi Wasono
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 1 (2016): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i1.182

Abstract

Surabaya menjadi pusat perdagangan, pendidikan, maritim, pariwisata terus mengalami perkembangan pesat. Transportasi di surabaya mengalami perkembangan yang pesat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, meningkatnya kesempatan kerja, dan meningkatnya pendapatan masyarakat, Pertumbuhan sepeda dan mobil pribadi yang naik tidak mampu diimbangi oleh pertumbuhan jaringan ataupun kapasitas jalan dan juga Kurangnya masyarakat akan sadarnya dalam menggunakan fasilitas transit sehingga memperihatinkan khususnya dalam memecahkan masalah angkutan umum yang hubunganya dengan kemacetan lalu lintas. Salah satu cara pemerintah dalam mengatasi kemacetan dengan cara membangun AMC yang akan rencananya di realisasikan pada tahun 2017, AMC kota surabaya kedepan mengusung pergerakan berbasis transit, akan tetapi fasilitas-fasilitas transit yang ada sekarang belum mampu menunjang operasional AMC. Untuk itu diperlukan sebuah penilitian terhadap fasilitas-fasilitas transit , indikasi fasilitas transit dalam penilitian ini yaitu fasilitas halte (X1), shelter (X2), jembatan penyebrangan (X3) dan fasilitas parkir (X4), setelah di lakukan berbagai uji dengan 100 responden, menyatakan hasil uji Validitas & Reliabilitas masing masing indikator dari fasilitas Transit adalah seluruh indikator dalam kuisioner layak ditanyakan oleh responden. Sedangkan nilai untuk fasilitas halte adalah β = 0.130, fasilitas shelter sebesar β = 0.039 dan yang sangat berpengaruh besar dalam niat mengggunakan AMC(Y) adalah fasilitas Parkir yang mempunyai nilai β = 0.543. dari uji koefisien determinasi yang didapatkan sebesar 0.387 yang berarti 38.7% niat menggunakan AMC dijelaskan oleh variabel fasilitas halte, shelter, jembatan penyebrangan dan fasilitas parkir. Sedangkan sisanya (100 % - 38,7 % = 61,3 %) dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Dengan adanya AMC dan fasilitas Transit yang baik, Prasarana yang aman & menyenangkan dapat merubah sistem transportasi di kota surabaya, sehingga masyarakat lebih memilih untuk AMC dari pada kendaraan pribadi dengan perhitungan biaya, waktu dan kenyaman yang efisien.
PROSENTASE DEVIASI BIAYA PADA PERENCANAAN KONSTRUKSI BALOK BETON KONVENSIONAL TERHADAP BALOK BETON PRATEGANG PADA PROYEK TUNJUNGAN PLAZA 5 SURABAYA SHUFIYAH RAKHMAWATI; Koespiadi Koespiadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 1 (2016): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i1.183

Abstract

Proyek Tunjungan Plaza adalah proyek yang memiliki 50 lantai yang beberapa struktur baloknya menggunakan struktur balok prategang. Dihitung ulang dengan menggunakan struktur balok konvensional pada balok prategang lantai 1 - 5. Tedapat 43 balok. yang digunakan dalam perhitungan ini adalah gambar rencana dan harga satuan material dan upah kerja Surabaya tahun 2014. Desain beton bertulang menggunakan fc' 30 Mpa dan fy 400 MPa untuk tulangan baja. Perhitungan struktur mengacu pada SNI 2847-2012. perhitungan gaya-gaya dalam dihitung dengan program analisa struktur. Hasil analisis adalah dimensi dan jumlah tulangan lentur dan geser lebih besar dan banyak dibandingkan dengan menggunakan struktur balok prategang. Biaya yang dibutuhkan jika menggunakan balok konvensional adalah Rp 4.968.950.000,00 dan balok prategang adalah Rp 2.212.800.000,00 prosentase deviasi antara balok prategang dan konvensional adalah 54,93 %.
KAJIAN KORELASI DIMENSI DAN STANDAR KENYAMANAN BUS RAPID TRANSIT TRANS SIDOARJO TERHADAP LOAD FACTOR DWI MURYANTO; Maulidya Octaviani Bustamin
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 2 (2018): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i2.666

Abstract

Bus Rapid Transit (BRT) Trans Sidoarjo merupakan transportasi massal di Kabupaten Sidoarjo yang menerapkan sistem transportasi bis cepat, murah dan ber-AC. Trans Sidoarjo merupakan salah satu bagian dari program penerapan Bus Rapid Transit di Indonesia yang resmi beroperasi pada tanggal 21 September 2015. Dalam pelaksanaan operasionalnya, kinerja pelayanan BRT Trans Sidoarjo kondisi eksisting kurang baik. Salah satu diantaranya nilai load factor tertinggi rata-rata 25% kurang dari standar Indikator Pelayanan Angkutan Umum yang telah ditetapkan Dirjend. Perhubungan Darat sebesar 70% sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap penyebab rendahnya nilai load factor. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dimensi BRT Trans Sidoarjo terhadap nilai load factor sehingga diketahui penyebab rendahnya nilai load factor terhadap efektifitas kinerja BRT. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur untuk data sekunder dan observasi armada BRT untuk data primer. Hasil penelitian ini didapatkan luas netto penumpang duduk sebesar 10,915 M2 dan penumpang berdiri sebesar 9,06 M2, tingkat kenyamanan penumpang duduk sebesar 0,3638 M2 dan penumpang berdiri sebesar 0,1812 M2. Hal ini menunjukkan bahwa kapasitas penumpang dan dimensi kendaraan kurang ideal dengan load factor.
STUDI KASUS KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI DI PROVINSI JAWA TIMUR BERDASARKAN KONTRAK KERJA FREDY KURNIAWAN; Diah Ayu Restuti Wulandari; Lilian Arlista Ayu
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 2 (2018): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i2.698

Abstract

The development of increasing infrastructure development gave birth to the rapid development of service companies engaged in construction. Delay is one of the obstacles to development because the completion time does not match the one specified in the employment contract document. The delay in the construction project means the increase in the timing of the completion of the planned project and is contained in the contract documents agreed by both parties, namely the first and second parties. This study is to look for factors that affect the delays of construction projects, identify the role of legislation, and identify contracts. This research method is qualitative that is by observation and interview with resource person from Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang that is PPK and staff. Also speakers from private contractors are supervisors, structural estimators, and some staff. On the scope of Government projects, the three dominant factors that affect the construction project's delays are weather, labor, and design. On the scope of Private projects, the three dominant factors that affect construction project delays are weather, material, and finance. The laws governing the delay are Law No.2 / 2017 article 54 paragraph (1) and (2), Perpres No.54 / 2010 Jo Perpres No.35 / 2011 Jo Perpres No.70 / 2012 and LKPP No.14 / 2012. The clause on the delay in the government work contract is in the SSUK, namely the critical contract, the term SSKK, and the bank's guarantee. Clauses on Private contracts namely the breach of wanprestasi and sanctions, and bank guarantees.
ANALISIS POLA RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) PADA PROYEK PEMBANGUNAN PERGUDANGAN BERDASARKAN HSPK KOTA MOJOKERTO ANDRE RIANTAMA; koespiadi koespiadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 2 (2018): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i2.704

Abstract

The develop industrial sector, the government and private companies don’t stop to build fulfillment facilities and infrastructure for the people’s lives, among these facilities is the warehouse building, which is the one of the needed society as a job, The role of experienced construction experts is needed to support the development process, especially against the Bill of Quantity. Bill of Quantity put the standard cost of basic unit activity (HSPK) in Mojokerto city for five (5) years back from 2013 to 2017, the intention is for comparison to predict changes in the coming year. The purpose of this paper to produce a pattern of alteration stell building prices based on HSPK Mojokerto city, and get what the factors are the most dominant cause changes in the price of the building. This research method using linear regression analysis were prepared from the Bill of Quantity on warehouse building, according to HSPK of Mojokerto city from 2013 to 2017. From processing the data that has been collected, it has obtained a regression equation trend of building cost /m2 is Y=1.499.963,89+120.780,56*X. The most dominant factor causing price changes buliding is the Portland Cement (PC), Red brick and Wood 5/7, 4/6 for formwork.

Page 2 of 10 | Total Record : 93