cover
Contact Name
Hendro Sutowijoyo
Contact Email
hendro.sutowijoyo@narotama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
hendro.sutowijoyo@narotama.ac.id
Editorial Address
E-Jurnal Fakultas Teknik Universitas Narotama Surabaya Jl. Arief Rachman Hakim 51, Sukolilo, Surabaya (60117) Telp. (031) 594 - 6404, 599 - 5578 Fax. (031) 593 - 1213
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Narotama Jurnal Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 24603430     DOI : -
Narotama Jurnal Teknik Sipil (NJTS) merupakan salah satu jurnal di Indonesia yang memuat hasil-hasil penelitian karya ilmiah di bidang teknik sipil/konstruksi meliputi struktur, geoteknik, transportasi, sumber daya air, manajemen konstruksi, material konstruksi dan lingkungan, bertujuan untuk memberikan informasi ilmiah perkembangan ilmu teknik sipil terkini kepada khalayak umum. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama yang terbit dua kali dalam setahun dan telah mendapatkan e-ISSN dari LIPI sejak tahun 2015.
Articles 93 Documents
PENENTUAN JENIS KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE VISUAL DAN IRI (STUDI KASUS:JALAN RAYA TROSOBO KM 22 – 36, KECAMATAN TAMAN) ANDINI RIZKI FEBRIANA; Ronny Durrotun Nasihien
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 2 (2018): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i2.705

Abstract

The availability of actual information on road damage is needed to determine the condition of a road either to monitor road conditions or to improve planning. Information that has been there will be compiled into an information system. Road damage information system created using Geographic Information System (GIS). This modeling using the Google Earth satellite imagery software, the utilization of Microsoft Office 2007, Google Map to describe and process data obtained directly from the survey of the coordinates of the road segment to be constructed as a Information systems. GIS modeling can display road information that informs the road damage condition. It is expected that with the final project of Road Damage Modeling, Based on Geographic Information System (GIS) at Balai Besar Pelaksanaan Jalan nasional VIII, this can assist / facilitate clarification, type and category of road damage.
ANALISIS KETERTARIKAN PENGGUNA MOBIL PRIBADI TERHADAP RENCANA OPERASIONAL TREM DI SURABAYA (Studi Kasus Pada Koridor Utara-Selatan Kota Surabaya) CECEP HIDAYAT; Adhi Muhtadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 2 (2018): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i2.706

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar potensi masyarakat di Kota Surabaya yang tertarik dan beralih menggunakan Angkutan Masal Cepat (AMC) Trem. Lokasi yang akan saya pakai untuk bahan penelitian adalah mengambil daerah di sepanjang kawasan rencana rute tram pada koridor utara – selatan. Banyak ruas jalan di Surabaya terlihat sangat padat, sehingga terjadi derajat kejenuhan yang tinggi pada ruas – ruas jalan utama Kota Surabaya. Hal ini pula terjadi karena faktor masyarakat yang tidak begitu berminat menggunakan angkutan umum yang dinilai kurang memenuhi kelayakan penumpangnya, maka direncanakanya operasional trem di masa yang akan datang ini untuk memberikan solusi mengatasi kemacetan di Kota Surabaya. Sehingga disusunlah penelitian ini untuk membahas variabel – variabel apa sajakah yang berpotensi untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat agar berupaya dan bersedia beralih menggunakan Angkutan Masal Cepat (AMC) Trem. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hubungan variabel – variabel untuk meningkatkan ketertarikan pengguna mobil pribadi terbilang lemah yaitu 15, 4% terlihat dari uji R2, berdasarka uji simultan secara keseluruhan semua variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu ketertarikan pengguna mobil pribadi beralih menaiki Trem dengan nilai F tabel F hitung > F tabel yaitu 2,828 > 2,34 yang artinya nilai F hitung lebih besar dari pada F tabel.
KARAKTERISTIK KOMODITAS BATU KERIKIL DAN PASIR HITAM UNTUK BAHAN BANGUNAN DI KABUPATEN SUMENEP SUBAIDILLAH FANSURI; Anita Intan Nura Diana
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 2 No 2 (2018): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2018)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v2i2.707

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang semakin bertambah, berbanding lurus dengan pertambahan kebutuhan penduduk terhadap sandang, pangan dan papan. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka semakin meningkat jumlah kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup yang layak misalnya pembangunan infrastruktur jalan, bangunan gedung dsb. Pembangunan infrastruktur pasti membutuhkan material yang bermacam-macam seperti bahan campuran beton, membutuhkan pasir, kerikil, semen dan air. Karakteristik sifat beton memiliki kuat tekan tinggi namun lemah dalam kuat tarik maka dari itu dalam proses pembuatan beton dibutuhkan bahan yang bermutu untuk menjaga kualitas beton. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Dalam hal ini peneliti melakukan uji laboratorium yaitu percobaan kadar air pasir; percobaan berat jenis pasir; percobaan berat voleme pasir; test kebersihan pasir terhadap lumpur (endapan); test kebersihan pasir terhadap lumpur (pencucian); percobaan kadar air batu pecah; percobaan berat jenis batu pecah; percobaan berat voleme batu pecah; test kebersihan batu pecah terhadap lumpur (pencucian); Test Keausan Agregat Kasar. Teknik analisis data akan dilakukan dengan langkah-langkah berikut : 1) Survey lokasi; 2) Pengambilan sampel; 3) Uji laboratorium. Hasil percobaan kadar air agregat kasar untuk Desa Batuan 5,02%; Desa Batu Putih 1,83%; Desa Dasuk 2,08%; Desa Rubaru 1,93%; Desa Lenteng 2,04%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat kasar untuk Desa Batuan 2,42 gr; Desa Batu Putih 2,39 gr; Desa Dasuk 2,45 gr; Desa Rubaru 2,53 gr; Desa Lenteng 2,32 gr. Hasil percobaan berat volume agregat kasar untuk Desa Batuan 1814,5 Kg/m3; Desa Batu Putih 2230,5 Kg/m3; Desa Dasuk 1977,5 Kg/m3; Desa Rubaru 2075,5 Kg/m3; Desa Lenteng 1852,5 Kg/m3. Hasil percobaan kebersihan agregat terhadap kadar lumpur agregat kasar untuk Desa Batuan 1 %; Desa Batu Putih 0,5 % ; Desa Dasuk 0,5 %; Desa Rubaru 0,5 %; Desa Lenteng 0,7 %. Hasil percobaan keausan agregat kasar untuk Desa Batuan 19,8 %; Desa Batu Putih 29,6 % ; Desa Dasuk 26,2 %; Desa Rubaru 24,8 %; Desa Lenteng 25,6 %. Hasil percobaan kadar air agregat halus untuk pasir pasuruan 14,15%; dan pasir pasirian 8,93%. Hasil percobaan berat jenis kering agregat halus untuk pasir pasuruan 2,27gr ; dan pasir pasirian 2,8 gr. Hasil percobaan berat volume agregat halus untuk pasir pasuruan 1459,3Kg/m3 ; dan pasir pasirian 1749,3 Kg/m3. Hasil percobaan kadar lumpur (pengendapan) agregat halus untuk pasir pasuruan 5,26 %; dan pasir pasirian 9 %. Hasil percobaan kadar lumpur (pencucian) agregat halus untuk pasir pasuruan 6,26 %; dan pasir pasirian 7,9 %.
PENGARUH MUTU MATERIAL BETON TERHADAP EFISIENSI BIAYA PEMBANGUANAN GEDUNG BERTINGKAT ARIE MARSELINO LIANG; Koespiadi Koespiadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2019): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v3i1.773

Abstract

Beton bertulang adalah suatu campuran yang terdiri dari pasir, batu pecah, atau agregat-agregat lain yang dicampur menjadi satu dengan suatu pasta yang terbuat dari semen dan air yang membentuk suatu masa mirip batuan. Sifat dari beton yaitu kuat terhadap tekan dan lemah terhadap tarik, oleh karena itu dibutuhkan tulangan baja untuk melengkapi kelemahan dari beton tersebut yang lemah terhadap tarik, yang mana sifat dari tulangan baja itu sendiri adalah kuat terhadap tarik. Beton bertulang mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap api dan air, bahkan merupakan bahan struktur yang baik untuk struktur bangunan yang banyak bersentuhan dengan air. Pada peristiwa dengan intensitas rata-rata, batang-batang struktur dengan ketebalan penutup beton yang memadai sebagai pelindung tulangan. Material beton bertulang ini bisa dibuat dari bahan-bahan lokal yang murah, seperti pasir, kerikil, dan air, dan relatif hanya membutuhkan sedikit semen dan tulangan baja Tujuan dalam penelitian ini adalah merencanakan dan menganalisa dimensi kolom, balok dan pelat terhadap gedung bertingkat tujuh lantai. Serta, menganalisa dan membandingkan bermacam-macam mutu beton terhadap biaya yang ditimbulkan, Mutu beton tersebut yang diteliti antara lain K-300, K-350, K400, K-500. Dari keempat mutu beton yang diteliti manakah yang paling murah. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan mutu beton dengan harga yang paling murah adalah mutu beton K-300.
KEPATUHAN MASYARAKAT DI KABUPATEN GRESIK DALAM MENGURUS IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN IKRIMA IFFAH SOCHIFAH; Ronny Durrotun Nasihien
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2019): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v3i1.774

Abstract

Kita ketahui bahwa peraturan IMB berlaku dan mengikat bagi semua pihak yang melakukan kegiatan pembangunan. Pemerintah Kabupaten Gresik menerapkan pemberlakuan IMB sebagai alat pengendali tata ruang wilayah yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung, yang diatur lebih lanjut dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Penanaman Modal di Kabupaten Gresik, namun di lapangan pemberlakuan peraturan ini belum optimal ditaati oleh masyarakat selaku pemilik atau pengguna bangunan.Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat dalam mengurus izin mendirikan bangunan di Kabupaten Gresik sebesar 71,32%. Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam mengurus izin sebelum mendirikan sebuah bangunan, dengan cara memberikan sanksi-sanksi terkait setelah adanya sosialisasi. Pemda harus benar-benar lebih ketat dalam pemberian sanksi, agar hal ini dapat menimbulkan efek jera terhadap masyarakat. Sehingga bangunan liar yang ada di Kabupaten Gresik tidak semakin bertambah, dan tercipta masyarakat yang patuh dengan peraturan.
ANALISA PRESTRESS METODE POST TENSION PADA BALOK PROYEK SUPERMALL PAKUWON INDAH PHASE-3 SURABAYA YOHANA PRICILIA; Koespiadi Koespiadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2019): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v3i1.775

Abstract

Proyek Supermall Pakuwon Indah Phase-3 Surabaya adalah proyek yang terdiri dari 2 tower dan 1 mall, pada atap mallnya akan dibangun area kolam renang, dengan bentangan yang cukup panjang maka pekerjaan balok menggunakan metode prestress post tension. Balok yang dianalisa adalah tipe PC-G810. Balok tersebut di analisa menggunakan SNI 7833-2012 dan SNI 2847-2013. Desain beton menggunakan fc’35 MPa fy 500 MPa untuk tulangan baja. Diameter strand 12,7 mm dengan tegangan tarik batas 1.900 MPa dan Modulus elastisitas 197.000 MPa. Perhitungan gaya-gaya dalam dihitung menggunakan Autodesk Robot Structural Analysis Professional 2012. Dan Autocad 2012 digunakan untuk gambar teknis. Hasil analisa balok PC-G810 ini menurut SNI kurang memenuhi persyaratan untuk ditinjau dari aspek kehilangan akibat gaya prategang.
ANALISIS PENGARUH KETERLAMBATAN WAKTU TERHADAP BIAYA MENGGUNAKAN EARNED VALUE CONCEPT (PADA PROYEK JETTY DI PULAU WAIBALUN, FLORES TIMUR) WISNU ABIARTO NUGROHO; Kusnul Yakin; Maulidya Octaviani Bustamin; Hendrikus Andriano Daeng Weking
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2019): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v3i1.847

Abstract

Selama fase konstruksi, produktivitas yang tidak akurat karena manajemen proyek yang tidak tepat sering terjadi.Biaya yang tidak dapat diprediksi, periode konstruksi yang lama serta kualitas konstruksi yang buruk menjadi masalah manajemen proyek.Hal ini perlu guna mengidentifikasi penyimpangan terkait biaya dan jadwal yang berorientasi pada kinerja.Penelitian ini mengkuantifikasi kinerja proyek dengan metode Earned Value Concept. Untuk Pengembangan Proyek jembatan Jetty di pulau Waibalun menggunakan Anggaran Biaya Jadwal Kerja (BCWS), Anggaran Biaya Kerja Dilaksanakan (BCWP) dan Aktual Biaya Kerja Dilakukan (ACWP) sebagai indikator untuk menganalisis nilai-hasil dari Varians Biaya (CV), Jadwal Varians (SV), Indeks Kinerja Biaya (CPI), Jadwal Kinerja Indeks (SPI) di samping perkiraan Estimasi Jadwal (EAS) dan Perkiraan Biaya Perkiraan proyek (EAC) menggunakan Microsoft Excel.Pada penelitian menunjukkan bahwa hingga minggu ke-16 Kinerja proyek di tinjau berdasarkan schedule performance index (SPI) sebesar 0,870, kinerja proyek terhadap biaya, cost performance index (CPI) sebesar 0,893 (CPI<1) dan (SPI<1) menunjukan bahwa kinerja biaya yang buruk .Hal ini disebabkan karena biaya yang dikeluarkan ACWP lebih besar dibandingkan nilai yang di dapat dari penyelesaian pekerjaan selama periode waktu tertentu.,maka dengan kondisi tersebut proyek mengalami keterlambatan -5,625% dan penambahan waktu proyek atau Extension Of Time (EOT) sebesar ( 16 minggu) . BCWP sampai minggu ke-16 = Rp 433.000.000,00 BCWS sampai minggu ke-16 =Rp 499.957.901,00 ACWP sampai minggu ke-16=Rp484.617.468,00 penyimpangan terhadap jadwal Rp.66.957.901,00 dan terhadap waktu sebesar Rp.51.617,468,00.
PEMANFAATAN LIMBAH STRAPPING BAND dan STYROFOAM dengan MENGGUNAKAN PASIR MOJOKERTO untuk BATA RINGAN SAFRIN ZURAIDAH; Bambang Sujatmiko; Jeremias Gualdin F
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2019): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v3i1.848

Abstract

Limbah strapping band dan styrofoam dari bekas kemasan untuk makanan dan pengikat kemasan elektronik saat ini banyak digunakan di pusat pembelanjaan, hal ini akan berdampak terhadap pencemaran lingkungan , karena limbah strapping band dan styrofoam yang berbahan dasar plastik dan sulit diurai oleh tanah. Dalam rangka mengurangi limbah yang berbahan plastic untuk menjaga pelestarian lingkungan dengan upaya memanfaatkan limbah tersebut sebagai bahan penyusun dalam campuran bata ringan. Penelitian ini bertujuan untuk pemamfaatan limbah fiber strapping band dan styrofoam untuk campuran penyusun bata ringan dengan menguji terhadap Kuattekan dan berat volume bata ringan. Dalam penelitian ini penambahan fiber Strapping Band dengan panjang 40 mm dan 50 mm dan komposisi0%, 3%, 6%, 9% terhadap berat semen, styrofoam 20 % dan foam agent 0,6 l/m3. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yang dilaksanakan di Laboratorium material beton. Benda uji Berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan jumlah benda uji 72 untuk pengujian kuat tekan, kuat tarikbelah dan Berat Volume pada umur 21 dan 28 hari. Dari hasil penelitian ,terjadi peningkatan terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah , sedangkan berat volume mengalami penurunan yang signifikan setelah penambahan serat fiber strapping band, Kuat tekan maksimum terjadi pada komposisi serat fiber strapping band 9% sebesar 7,445 Mpa (meningkat139,4%) dan kuat tarik belah sebesar 0,94 Mpa (meningkat54,1%), sedangkan berat volume hasilnya 1421 kg/m3 (lebihringan2,34%), bila dibandingkan dengan bata ringan tanpa serat. Berat volume standart beton ringan antara 600 - 1600 kg/m3
PENGARUH PERILAKU TENAGA KERJA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KESELAMATAN KERJA KONSTRUKSI DI SUMENEP ACH. DESMANTRI RAHMANTO; Ahmad Suwandi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 1 (2019): Narotama Jurnal Teknik Sipil (JUNI, 2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v3i1.852

Abstract

Di proyek konstruksi setiap kegiatan mempunyai tingkat resiko keselamatan kerja. Perilaku tenaga kerja dan tingkat pendidikan mempunyai potensi mempengaruhi keselamatan kerja.Tujuannya yaitu untuk mengetahui tingkat pendidikan (X2) yang berpengaruh pada perilaku tenaga kerja (X1), dengan keselamatan kerja (Y). Kesehatan tenaga kerja perlu diperhatikan. Perlindungan kesehatan tenaga kerja ini akan meningkatkan produktifitas dan efisiensi kerja. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini meliputi dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder, baik bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Analisis yang digunakan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Responden yang dijadikan pengukuran adalah para tukang, pekerja,kepala tukang dan mandor. Penyebaran kuisioner di 5 lokasi proyek. Berdasarkan hasil analisa, perilaku tenaga kerja berpengaruh secara signifikan terhadap keselamatan kerja (R = 0,668). Sedangkan pada tingkat pendidikan tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap keselamatan kerja (R=0,062). Upaya mencegah kecelakaan pada pekerjaankonstruksi dimulai dengan rencana kerja yangaman dan pikiran yang sehat untuk pedoman setiap kegiatan yang akan dikerjaan. Oleh sebab itu para pekerja pakailah perlengkapan yangpemerintah telah mengeluarkan suatu peraturan tentang keselamatan kerja khusus untuk sektor konstruksi.
PENGEMBANGAN PERKERASAN LENTUR PADA RUNWAY BANDAR UDARA NOTOHADINEGORO JEMBER EVA WAHYU TRILIAH; Koespiadi Koespiadi
NAROTAMA JURNAL TEKNIK SIPIL Vol 3 No 2 (2019): Narotama Jurnal Teknik Sipil (NOPEMBER, 2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Narotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31090/njts.v3i2.925

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki sebanyak 237 bandara sebagai salah satu akses penghubung dari kota ke kota. Di Kabupaten Jember sendiri memiliki bandara perintis yang hanya mempunyai panjang landasan pacu (runway) sepanjang 1.645 m dan hanya mampu didarati oleh pesawat kecil berjenis ATR 72 sehingga kurang memadai untuk akses dari kota menuju Kabupaten Jember. Oleh sebab itu Bandar Udara Notohadinegoro Jember perlu dilakukan perpanjangan pada landasan pacu (runway) agar mampu didarati pesawat berbadan besar sesuai pesawat rencana Boeing 747 – 400ER. Berdasarkan hasil analisa perhitungan menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration)di dapatkan hasil dimensi perkerasan lentur untuk pesawat rencana Boeing 747 – 400 ER untuk 20 tahun yang akan datang panjang runway 3.300 m dan lebar 45m dimana sebelumnya landasan pacu (runway) eksisting hanya 1.645m dan lebar 30m. Dan total tebal perkerasan adalah 99 cm, dengan subbase 56cm, base course 30cm dan surface 13cm.

Page 3 of 10 | Total Record : 93