cover
Contact Name
Slamet Riyadi
Contact Email
slametriyadi_pro@yahoo.com
Phone
+6282287147873
Journal Mail Official
slametriyadi_pro@yahoo.com
Editorial Address
Jl Medan - Tj. Morawa, Km 13, Gang Darmo, Desa Bangun Sari Kec Tanjung Morawa - Kab. Deli Serdang - Sumatera Utara
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Waraqat : Jurnal Ilmu_Ilmu Keislaman
ISSN : 25025856     EISSN : 26559196     DOI : https://doi.org/10.51590/waraqat.v5i2.125
Core Subject : Religion, Education,
WARAQAT: Journal of Islamic Studies is a refereed publication devoted to research articles, reports, and book reviews concerned with the Islamic Studies. This journal dedicated to enhancing and disseminating scholarly work in the field of Islamic Studies WARAQAT: Journal of Islamic Studies publishes articles in Islamic Studies, especially studies on Alquran, hadis, theology, philosophy, Islamic law, education, and history.
Articles 184 Documents
MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM Landasan Teologis-Filosofis-Historis Sopian Sinaga
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 1 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i1.78

Abstract

Pendidikan Islam merupakan bagian dari ajaran Islam yang menjadi satu-satunya agama yang dijamin oleh Allah eksistensinya sampai kiamat. Karena itu, sudah sepantasnya pendidikan Islam itu senantiasa relevan untuk dipakai kapanpun dan dimanapun ia berada. Ia harus mampu menjawab permasalahan Zaman, karena itu kita perlu menggali lagi konsep ajaran Islam dalam pendidikan yang relevan dengan perkembangan Zaman, yang demikian ini menunjukkan pentingnya dilakukan modernisasi atau pembaharuan pendidikan Islam. Selain didukung oleh landasan Filosofis, Modernisasi pendidikan Islam juga didukung oleh landasan Teologis dan fakta Historis. Diantara landasannyaadalah hadis yang menyebutkan bahwa Allah akan mengutus untuk umat ini setiap awal seratus tahun orang yang akan memperbaharui untuk mereka agama mereka.Hal ini dikuatkan denganbanyaknya ayat-ayat Alquran yang menyebutkan tentang akal dan perintah penggunaannya yaitu sekitar 49 kali. Dari semua landasan ini, bisa dikatakan bahwa modernisasi pendidikan Islam itu hukumnya wajib, namun harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah digariskan oleh para ulama
PEMETAAN PERMASALAHAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA DAN LANGKAH-LANGKAH MENGATASINYA Tiy Kusmarrabbi Karo
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 1 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i1.79

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia telah berlangsung sejak masuknya Islam ke Indonesia. Sejalan dengan perkembangan zaman, timbul permasalahan-permasalahan pendidikan yang kompleks, yang membelit percepatan perkembangan dan kemajuannya. Masalah tersebut meliputi kelembagaan, kepemimpinan, keuangan, kepegawaian, kurikulum, kesiswaan, dukungan masyarakat, tingkat kepercayaan, konflik, dan sebagainya. Hingga kinimasyarakat menangkap citra lembaga pendidikan Islam sebagai lembaga pendidikan “kelas dua”. Sungguh istilah pendidikan “kelas dua” tidak hanya mencerminkan penilaian objektif-empirik, tetapi juga merupakan pelecehan. Kenyataan tersebut jelas akan melahirkan stigma negatif terhadap eksistensi lembaga pendidikan Islam. Jika stigma negatif ini masih melekat dan diyakini kebenarannya oleh masyarakat luas, maka sudah tentu juga akan berdampak negatif terhadap masa depan pendidikan Islam. Tulisan ini berusaha memetakan permasalahan-permasalahan pendidikan Islam di Indonesia dan langkah-langkah strategis untuk mengatasinya. Perlu pula dikemukakan bahwa permasalahan pendidikan yang diuraikan dalam tulisan ini terbatas pada permasalahan pendidikan formal.
PENERAPAN PRINSIP KOMUNIKASI ISLAM DALAM PROSES PEMBERDAYAAN PROGRAM PESERTA BEASISWA SAHABAT PENDIDIKAN LAZ ULIL ALBAB DI KOTA MEDAN Benny Munardi
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 1 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i1.80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan prinsip komunikasi Islam sahabat pendidikan LAZ (Lembaga Amil Zakat) UA (Ulil Albab) dalam proses pemberdayaan program peserta beasiswa untuk kaum duafa di kota Medan. Alasan yang mendasar diangkatnya permasalahan ini oleh peneliti, karena LAZ UA mampu memberikan proses pembinaan dan pemberdayaan kepada para remaja dalam usia masa sekolah yang terancam putus sekolah dikarenakan faktor kemiskinan. Peran sebagai agent of change dilakukan UA dalam proses pemberdayaan peserta beasiswa dari kalangan duafa bukan hanya memberikan bantuan materil namun juga moril melalui pembinaan karakter dengan menerapkan prinsip-prinsip komunikasi Islam.Metode penelitian dan pendekatan deskriptif kualitatif.Subjek kajian adalah pimpinan LAZ UA. Lokasi penelitian berpusat di kantor yayasan UA Jalan Brigjed. Katamso No. 11 Medan dan di pusat kegiatan pembinaan dan pemberdayaan peserta beasiswa di Mesjid Taqwa Jalan Mongonsidi Gang A No. 43 Medan. Instrumen kajian adalah peneliti utama sendiri dan dibantu beberapa anggota peneliti dari kalangan mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara analisis data dilakukan dengan reduksi (reduction) data, penyajian data (data display) dan tahapan terakhir yang dilakukan adalah konklusi data dan verifikasi atau disebut dengan penarikan kesimpulan.Hasilpenelitian ini,penerapan prinsip komunikasi Islam berjalan dengan efektif.
INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN MELALUI EPISTIMOLOGI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Syadidul Kahar
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 1 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i1.81

Abstract

Salah satu prinsip kurikulum adalah relevansi yang dimaknai dengan kerelevansian (kesesuaian) kurikulum dengan perkembangan zaman. Kurikulum pendidikan Islam juga perlu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Munculnya degradasi moral indonesia sekarang ini ditengarai karenakegagalan pendidikan Islam dalam mentransfer, menanamkan nilai, dan pentransferan ketrampilan nilai pendidikan Islam. Dari penelitian di lapangan ditemukan beberapa problematika kurikulum pendidikan Islam, antara lain; padatnya materi tetapi minim nilai, dominasi aspek kognitif, dankurang memperhatikan perkembangan peserta didik, serta dominasi pendekatan normatif dalam pengembangan isi kurikulum.Ilmu pengetahuan dewasa ini telah terkontaminasi oleh pemikiran-pemikiran dari dunia Barat yang sekuler dan bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Oleh karena itu, perlu adanya suatu upaya melalui gerakan “Islamisasi ilmu pengetahuan” dengan mengambil segi-segi positif dari perkembangan-perkembangan modern seselektif mungkin, meskipun hal itu datangnya dari Barat yang diformulasikan dalam kurikulum pendidikan islam. Kurikulum pendidikan yang diterapkan yakni berusaha mengintegrasikan ilmu pengetahuan yang bersifat fard ‘ain dan fard kifayah. Dan pada prinsipnya ini yang tertuang dalam konsep ta’dib sebagai suatu proses penanaman adab yang didalamnya telah mencakup ‘ilm dan amal
Antonim dalam Al-Quran Surat Al-Lail Ilham Tumanggor
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i2.82

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis antonimi dalam Al-Quran Surat Al-Lail. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori antonimi berdasarkan perspektif Muhammad Ali Al-Khouli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif–kualitatif. Data penelitian ini adalah kata, frasa dan kalimat yang menunjukkan adanya pertentangan makna (antonimi). Berdasarkan hasil penelitian jenis antonimi yang ditemukan dalam surat Al-Lail yaitu antonim mutlak/tadhod had dan antonimi bertingkat. Ayat-ayat Al-Quran memiliki lautan makna yang sangat dalam dengan gaya bahasanya yang khas. Oleh karena itu selalu ada mutiara pesan yang terkandung di dalamnya. Pada Surat Al-Lail Allah menggunakan 2 metode dalam memberi nasehat, yaitu memberikan janji akan adanya balasan/reward yang berlipat ganda dari amal kebaikan hambaNya (targhib/motivasi) dan metode tarhib (memberikan peringatan terhadap amal keburukan).
Figur Ayah Pendidik di Dalam Al-Quran dan Hadis Wagiman Manik
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i2.83

Abstract

Figur ayah terhadap keluarga sangatlah penting. Karena ayah adalah kepala keluarga. Ayah juga sangat memiliki andil besar dalam mendidik anak-anaknya, karena dengan dirinya anak dapat belajar bagaimana bisa menjadi orang yang berkompeten dalam bekerja dan mencari rezeki bagi keluarganya.Di dalam Alquran terdapat banyak ayat yang menjelaskan bagaimana dialog seorang ayah dengan anaknya , dari pada ayat yang menjelaskan dialog seorang ibu berdialog dengan anaknya.dari situ sudah tampak jelas bagaimana peran ayah bagi seorang anak. Seorang anak sangat membutuhkan kehadiran ayah, sebagaimana pula dia begitu ingin dekat dan dicintai oleh ibunya. Seorang ayah yang super sibuk dan menyerahkan segala tanggung jawab pendidikan anaknya kepada istrinya tanpa ada upaya untuk terlibat di dalam membimbing anaknya, ia bukanlah figur orang tua yang baik. Memang urusan domestik rumah tangga termasuk bagaimana mendampingi mereka belajar, mengembangkan kreativitas, membentuk kepribadian dan karakter, curhat dan juga segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan fisik, materi, emosional, sosial, bahkan pembiasaan-pembiasaan yang berhubungan dengan keimanan, akhlak atau ibadah biasanya ditangani seorang istri. Ibaratnya wanita sebagai manager RT.
Pers dan Pemerintah Dasa Syawal Syahputra
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i2.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan Pers dan Pemerintah diantaranya adalah, Pertama: Apa pengertian dari Pers itu sendiri. Kedua: Apa sajakah fungsi dari pers. Ketiga: Apa saja pilar penyangga pers itu. Keempat: Bagaimana sistem pers yang berlaku. Kelima: Penelitian ini juga membahas tentang pengaruh pers Internasional terhadap pers dalam negeri. Keenam: Ulasan tentang sistem berita. Ketujuh: Bagaimana arus berita internasional. Kedelapan: tentang kebebasan pers, sejauh mana dan apakah ada aturan dan persyaratan yang berlaku untuk kebebasan ini. Kesembilan: Rambu-rambu kebebasan pers dan pengawasan pemerintah terhadap pers itu sendiri. Kesepuluh: Kami juga akan menyampaikan sedikit tentang Undang-Undang Pers. Dalam penelitian ini akan disimpulkan tentang kesepuluh hal tersebut untuk kemudian menjadi pedoman bagi setiap insan pers dalam menjalankan profesi dan tugasnya. Karena dengan mengetahui kesepuluh hal ini, sangat cukup bagi kita untuk mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan Pers dan pemerintah.
Metode Talaqqi Ulama Hadis Fakhrurrozi Fakhrurrozi
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i2.85

Abstract

Hadis nabi saw., berfungsi sebagai penjelas tentang kandungan-kandungan Alquran. Banyak permasalahan di dalam Alquran yang bersifat umum, kemudian dirinci dan diperjelas oleh hadis-hadis Nabi saw., seperti salat, zakat, puasa, haji dan lain sebagainya. Keutamaan hadis Nabi ini pula lah yang kemudian mendorong para sahabat dan ulama-ulama setelah mereka untuk berantusias mempelajari, mendalami hingga mengajarkannya kepada umat setelah mereka. Salah satu kisah menarik dalam hal ini adalah kisah Umar bin Khattab bersama salah satu tetangganya. Di mana mereka berdua saling bertukar hadis, bergantian pergi belajar dan menuntut ilmu kepada nabi saw. Hadis-hadis nabi saw., sampai ke tangan umat belakangan melalui tangan-tangan para ulama. Hadis-hadis nabi tersebut berpindah-pindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Para sahabat adalah umat yang adil. Hadis-hadis nabi di zaman mereka betul-betul murni dan terjaga. Hingga datang pertengahan abad kedua hijriah. Ketika itu, mulailah bermunculan perawi-perawi yang suka berbohong dan mengatasnamakan hadis nabi saw. Seiringan dengan keadaan itu, tumbuh pula ilmu jarh dan ta`dil. Jadi, berita yang dibawa seseorang tidak langsung diterima sehingga diperiksa hafalan dan keadilannya terlebih dahulu, riwayatnya dibanding-bandingkan dengan riwayat yang siqah bahkan mereka melakukan rihlah untuk sekedar memastikan sebuah hadis itu berasal dari sanad aslinya.
Sejarah Dinasti Bani Umaiyyah dan Pendidikan Islam Muhammad Sapii Harahap
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i2.86

Abstract

Sejarah adalah sejumlah perubahan, kejadian dan pristiwa dalam kenyataan sekitar kita. Bani Umayyah/Dinasti Umayyah atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin Radhiallahu Anhum yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya (Ibu Kota di Damaskus); serta dari 756 sampai 1031 di Cordoba, Spanyol sebagai Kekhalifahan Cordoba. Nama dinasti ini dirujuk kepada Umayyah bin 'Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah bin Abu Sufyan Radhiallahu Anhu atau kadangkala disebut juga dengan Muawiyah Radhiallahu Anhu. Ketika berbicara tentang pendidikan Islam maka wajib membicarakan dan mengambil semua ajaran Islam secara menyuluruh bukan sebagian saja. Pendidikan dalam Islam itu mengajarkan secara global dan detail kepada seluruh mahkluk terkhusus manusia. Pendidikan yang diajarkan Islam kepada manusia adalah mulai dari lahir kedunia sampai kembali ke akhirat dan dikabarkan kepada manusia tentang kehidupan setelah dunia dan syarat-syarat mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat. Pendidikan Islam juga mengajarkan bagaimana menghadapi musuh di medan perang dan apa saja syarat musuh yang wajib diperangi. Ajaran Islam adalah ajaran yang rahmatan lil ‘alamin bukan ajaran yang radikal seperti yang disebarkan segelintir manusia pada zaman sekarang ini.
Sekularitas dan Spritualitas: Mencari Format Integrasi Ilmu Untuk Konstruksi Kurikulum Pendidikan Islam Sopian Sinaga
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 4 No. 2 (2019): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v4i2.88

Abstract

Pendidikan Islam merupakan bagian dari ajaran Islam yang menjadi satu-satunya agama yang dijamin oleh Allah eksistensinya sampai kiamat. Karena itu, maka pendidikan Islam akan senantiasa relevan untuk dipakai kapanpun dan dimanapun ia berada. Ajaran Islam cakupannya sangat luas, pembahasannya mencakup semua lini kehidupan di masyarakat, karena itu Islam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Jika dalam masyarakat Barat adanya pemisahan agama dari kehidupan dunia, agama hanya ada di greja, maka hal itu tidak terjadi di umat Islam.Ada aliran dan pemahaman sebagian manusia yang memisahkan antara agama dan kehidupan sosial di masyarakat yaitu ajaran sekuler sehingga muncul istilah sekularitas dan spritualitas. Orang-orang sekuler adalah orang yang meyakini keharusan adanya pemisahan antara urusan agama dan urusan keduniaan mencakup masalah politik, ekonomi, hukum, sosial-budaya serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara spritualitas adalah hal-hal yang berkaitan dengan kerohanian dan agama serta ketuhanan dan kehidupan akhirat. Adapun pandangan Islam terhadap sekularitas, maka dapat dikatakan bahwa ia bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan ilmu secara menyeluruh dan konprehensif. Sekularitas tidak sejalan dengan ajaran Islam bisa dilihat dari kenyataan, nash dan sejarah. Melihat kondisi umat Islam terutama di Indonesia pada khususnya, maka perlu kiranya dilakukan rekonstruksi kurikulum pendidikan Islam agar tujuan penciptaan manusia menjadi hamba Allah dengan misi menjadi khalifah di atas bumi bisa tercapai insya Allah.

Page 6 of 19 | Total Record : 184