cover
Contact Name
Akhmad Dakhlan
Contact Email
jrip@fp.unila.ac.id
Phone
+628127935826
Journal Mail Official
jrip@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro no.1 Bandar Lampung 35145 Email: jrip@fp.unila.ac.id; jrippeternakan@gmail.com
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25983067     DOI : https://doi.org/10.23960/jrip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (JRIP) is a scientific journal covering various aspects of animal husbandry science published since 2017. JRIP is published three times a year in April, August and December by the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. JRIP received numerous research articles spanning the sciences, namely livestock nutrition science, food science, food technology, breeding and genetics, physiology and reproduction, biotechnology, processed products, behavior, health, livestock farming systems, socio-economic, and policy.
Articles 361 Documents
Pengaruh Lama Penyimpanan Telur Ayam Ras dan Telur Ras Herbal pada Suhu Ruang terhadap Penurunan Berat Telur, Diameter Rongga Udara, dan Indeks Kuning Telur Februreswari, Fani; Nova, Khaira; Riyanti, Rr; Septinova, Dian
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.1.54-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis telur, lama simpan, serta jenis telur dan lama simpan terbaik terhadap penurunan berat telur, diameter rongga udara, dan indeks kuning telur ayam ras. Penelitian ini dilaksanakan pada 26 Januari--21 Februari 2024, di Kampung Baru, Kedaton, Bandar Lampung dan Laboratorium Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang dengan jenis telur (telur ayam ras dan telur ayam ras herbal) sebagai faktor utama dan lama simpan (0, 9, 18, dan 27 hari) sebagai faktor tersarang, perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Setiap ulangan terdiri atas 2 butir telur, sehingga jumlah telur yang digunakan sebanyak 80 butir (40 butir telur ayam ras dan 40 butir telur ayam ras herbal). Peubah yang diamati meliputi penurunan berat telur, diameter rongga udara, dan indeks kuning telur. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis telur ayam ras dan telur ayam ras herbal tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap penurunan berat telur dan rongga udara, namun berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap indeks kuning telur. Lama simpan pada telur ayam ras dan telur ayam ras herbal berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan berat telur, diameter rongga udara, dan indeks kuning telur. Jenis telur ayam ras herbal pada lama penyimpanan 18 hari pada suhu ruang lebih baik dari pada telur ayam ras meliputi nilai indeks kuning telur menunjukkan nilai 0,309 lebih tinggi dibandingkan dengan telur ayam ras menunjukkan nilai 0,287.
Pengaruh Substitusi Tepung Daun Kelor (Moringa oleifera) Pada Ransum terhadap Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Kambing Peranakan Boer Wicaksono, Owen Arif; Siswanto, Siswanto; Suharyati, Sri; Santosa, Purnama Edy
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.213-232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung daun kelor terhadap total leukosit dan diferensial leukosit kambing peranakan boer. Penelitian ini dilaksanakan pada Desember 2023-Januari 2024 yang berlokasi di Peternakan Perkasa, Desa Simpang Agung, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Pemeriksaan total leukosit dan diferensial leukosit dilaksanakan di Balai Veteriner Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berdasarkan bobot badan terdiri dari tiga perlakuan dan lima ulangan sehingga terdapat 15 sampel kambing. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: Ransum basal (silase daun singkong 60 % BK + konsentrat 40 % BK); P1: Ransum basal 95% + 5% tepung daun kelor; P2: Ransum basal 90% + 10% tepung daun kelor. Data gambaran masing-masing perlakuan dan kontrol disusun dalam bentuk tabulasi dan histogram sehingga akan tersedia data untuk diolah dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini rata-rata total leukosit berkisar antara 17,73--17,84 x10/ µL3. rata-rata neutrofil darah berkisar antara 39,4--59%, rata-rata eosinofil pada darah berkisar antara 0--2,6%, rata-rata basofil pada darah berkisar antara 0,6--2,6%, rata-rata limfosit sel darah putih berkisar antara 4,4--21.8%, rata-rata monosit pada darah berkisar antara 21--49,8%. Kesimpulan dari penelitian ini tidak memberikan pengaruh terhadap total leukosit dan diferensial leukosit kambing peranakan Boer.
Pengaruh Lama Penyimpanan Telur Herbal Ayam Ras Pada suhu Ruang terhadap Diameter Rongga Udara, Indeks Yolk, dan Warna Yolk Ambarwaty, Desrizal Tri; Nova, Khaira; Riyanti, Riyanti; Septinova, Dian
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.266-276

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui berapa lama penyimpanan telur herbal ayam ras yang dapat mempertahankan diameter rongga udara, indeks yolk , dan warna yolk dengan kualitas yang masih baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri atas 5 butir telur herbal sehingga total telur yang digunakan 100 butir dan telur disimpan di suhu ruang. Perlakuan yang diberikan adalah P0: tanpa penyimpanan; P1: Penyimpanan telur herbal 10 hari; P2: Penyimpanan telur herbal 20 hari; P3: Penyimpanan telur herbal 30 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyimpanan telur herbal memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas diameter rongga udara, indeks yolk , dan warna yolk . Lama penyimpanan telur herbal ayam ras selama 30 hari pada suhu ruang dapat mempertahankan persentase diameter rongga udara, indeks yolk , dan warna yolk. Lama penyimpanan telur herbal ayam ras selama 0, 10, 20, dan 30 hari pada suhu ruang memberikan pengaruh nyata (P<0,05) dan lama penyimpanan telur herbal ayam ras selama 20 hari pada suhu ruang dapat mempertahankan persentase peningkatan diameter rongga udara, serta penurunan nilai terhadap indeks yolk , dan warna yolk.
Kualitas Kimia Yoghurt Susu Sapi dengan Menggunakan Kombinasi Starter Yang Berbeda Sulistiawan, Dicky; Wanniatie, Veronica; Qisthon, Arif; Husni, Ali
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.403-411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia pada yoghurt susu sapi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Setiap perlakuan menggunakan kombinasi starter yang berbeda (Lactobacillus bulgaricus/LB, Streptococcus thermophilus/ST, Lactobacillus acidophilus/LA, Lactobacillus casei/LC, dan Bifidobacterium/B dengan jumlah 20 sampel. Data yang diperoleh diuji sesuai dengan analisis ragam. Data hasil penelitian di analisis menggunakan Anova dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan kombinasi starter yang berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak yoghurt, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar protein dan air. Penggunaan starter yang berbeda pada pembuatan yoghurt dapat menurunkan kadar lemak yoghurt namun tidak mempengaruhi kadar protein dan kadar air yoghurt.
Pengaruh Penambahan Milk Replacer dalam Ransum terhadap Total Protein Plasma dan Glukosa Darah Kambing Cross Boer Jantan Kusuma, Yosea Talenta; Santosa, Purnama Edy; Ermawati, Ratna; Suharyati, Sri
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.299-312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan milk replacer terhadap kadar total protein plasma dan glukosa darah kambing Cross Boer jantan. Pada bulan Maret dan April 2024, peneliti dari Kandang Kahfi Farm Kabupaten Lampung Selatan berkunjung ke Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung. Laboratorium Pramitra Biolab Indonesia di Bandar Lampung melakukan analisis kadar glukosa darah dan total protein plasma. Metode penelitian menggunakan 12 ekor kambing Cross Boer jantan yang dibagi menjadi empat perlakuan dengan tiga ulangan, yaitu: P0 (kontrol, tanpa milk replacer), P1 (2,5 kg milk replacer), P2 (5 kg milk replacer), dan P3 (7,5 kg milk replacer) yang ditambahkan pada ransum basal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan milk replacer meningkatkan kadar total protein plasma dan glukosa darah. Kadar total protein plasma masing-masing sebesar 6,87 mg/dL, 7,01 mg/dL, 7,87 mg/dL, dan 7,03 mg/dL, sedangkan kadar glukosa darah sebesar 62,33 mg/dL, 58,00 mg/dL, 66,33 mg/dL, dan 68,33 mg/dL. Pada perlakuan P0 hingga P3. Perlakuan P2 menghasilkan kadar total protein plasma tertinggi (7,87 mg/dL), sementara kadar glukosa darah tertinggi (68,33 mg/dL) diperoleh pada perlakuan P3. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa penambahan milk replacer dalam ransum dapat meningkatkan kadar total protein plasma dan glukosa darah kambing Cross Boer jantan tanpa melebihi batas normal.
Pengaruh Suplementasi Alga Hijau terhadap Kecernaan Neutral Detergent Fiber dan Protein Kasar Ransum Sapi Potong Sutami, Rifqi Anwar; Muhtarudin, Muhtarudin; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.243-252

Abstract

Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui pengaruh suplementasi rumput laut Eucheuma cottonii dalam ransum terhadap kecernaan Neutral Detergent Fiber dan proutein kasar pada sapi potong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2023-Desember 2023 di KPT Maju Sejahtera Lampung Selatan dan analisis proksimat dilakukan di Laboratorium Nutrisi Lab TIAP Serpong, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan, dengan menggunakan 18 ekor sapi potong lokal. Perlakuan yang diberikan yaitu P1; rumput pakchong + konsentrat (perbandingan 70%:30% BK pakan), P2; rumput pakchong + konsentrat (perbandingan 70% : 30% BK pakan) + rumput laut eucheuma cottonii (4% BK pakan) dan P3; rumput pakchong + konsentrat (perbandingan 70% : 30% BK pakan) + rumput laut Eucheuma cottonii (4% bk pakan) + biochar (0,05% BK pakan). Peubah yang diamati yaitu Kecernaan Neutral Detergent Fiber (KcNDF) dan Protein Kasar (KcPK). Pada perlakuan P3 menunjukkan hasil tidak berbeda nyata dari P1 dan P2 terhadap nilai kecernaan Neutral Detergent Fiber (KcNDF). Pada perlakuan P3 menunjukkan hasil tidak berbeda nyata juga P1 dan P2 terhadap kecernaan Protein Kasar (KcPK). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa penambahan rumput laut dalam ransum sapi potong menghasilkan rata-rata daya cerna kecernaan Neutral Detergent Fiber tertinggi yaitu pada P3 sebesar 44,80%, P2 sebesar 43,58%, dan P1 sebesar 42,77%. Sedangkan pada protein kasar rata- rata daya cerna tertinggi yaitu P3 sebesar 64,40%, P2 sebesar 64,03%, dan P1 sebesar 61,58%.
Daya Dukung Limbah Tanaman Pangan Terhadap Pengembangan Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan Syah Khosi, Aghil; Liman, Liman; Erwanto, Erwanto; Muhtarudin, Muhtarudin
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.277-286

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui daya dukung ternak berdasarkan limbah tanaman pangan di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2024-Agustus 2024 bertempat di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan. Metode yang digunakan adalah metode survey purposiv sampling. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait diantaranya Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Peternakan dan Dinas Pertanian. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Variabel yang diamati yaitu potensi hijauan alami, potensi bahan pakan limbah tanaman pangan, kapasitas tampung, indeks daya dukung. Hasil penelitian menunjukkan Kecamatan Baradatu memiliki populasi ternak sapi potong 2321,90 ST dengan potensi pakan 24372,10 ton (BK/thn) terdiri dari pakan alami (rumput) sebesar 1179,55 ton (BK/thn) dan limbah tanaman pangan (jerami) sebesar 23192,55 ton (BK/thn). Kapasitas tampung ternak mencapai 21379,04 ST, sehingga memiliki potensi pengembangan sapi potong sebesar 19057,14 ST. Nilai IDD di Kecamatan Baradatu adalah 14,57 dengan status aman artinya sapi potong dapat memanfaatkan sumberdaya pakan dari rumput alami dan limbah pertanian.
Efektivitas Suplementasi Temu Ireng (Curcuma Aeruginosa) Dalam Konsentrat Terhadap Total Protein Plasma Dan Glukosa Darah Pada Kambing Jawarandu Jantan Wildana, Rizki; Siswanto, Siswanto; Suharyati, Sri; Santosa, Purnama Edy
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.287-298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan level terbaik suplementasi temu ireng (Curcuma aeruginosa) terhadap total protein plasma dan glukosa darah pada Kambing Jawarandu Jantan. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret--Mei 2024, bertempat di Desa Adijaya Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Pemeriksaan total protein plasma dan glukosa darah dilakukan di Pramitra Biolab Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, Perlakuan yang diberikan yaitu P0:Konsentrat P1; Konsentrat + 750 mg /ekor/hari Temu ireng (Curcuma aeruginosa) P2 : Konsentrat + 1.500 mg /ekor/hari Temu ireng (Curcuma aeruginosa) P3: Konsentrat + 2.250 mg /ekor/hari Temu ireng (Curcuma aeruginosa) sehingga jumlah kambing yang digunakan sebanyak 12 ekor. Peubah yang diamati meliputi total protein plasma dan glukosa darah. Data yang diperoleh di tabulasi dan di analisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini diperoleh rata-rata kadar total protein plasma (7,22 mg/dl--8,00 mg/dl) dan rata-rata glukosa darah (47,67 mg/dl--67,33 mg/dl). Hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil simpulan bahwa penambahan temu ireng (Curcuma aeruginosa ) dengan dosis 1.500 mg/ekor/hari dalam konsentrat menghasilkan kadar protein plasma dan glukosa darah tertinggi.
Pengaruh Ekstrak Bawang Putih dan Daun Kelor Tehadap Jumlahl Sel Darah Merah, Kadar Hemoglobin, dan Nilai Hematokrit Ayam Kampung Betina Hidayat, Rahmat; Santosa, Purnama Edy; Suharyati, Sri; Siswanto, Siswanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.253-265

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih (Allium sativum) dan daun kelor (Moringa oliefera) terhadap total sel darah merah, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit ayam kampung betina. Penelitian ini dilaksanakan pada September-Oktober 2023 di kandang open house, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Pemeriksaan sampel darah dilakukan di Petcare, Kinkou, Bandar Lampung. Penelitian eksperimental menggunakan 5 perlakuan 3 pengulangan. Perlakuan yang diberikan melalui air minum dengan P0; (kontrol), P1; 2,5 mg/kg berat badan (BB) bawang putih, 5 mg/kg berat badan (BB) daun kelor, P2; 5 mg/kg berat badan (BB) bawang putih, 10 mg/kg berat badan (BB) daun kelor, P3; 7,5 mg/kg berat badan (BB) bawang putih, 15 mg/kg berat badan (BB) daun kelor, P4; 10 mg/kg berat badan (BB) bawang putih, 20 mg/kg berat badan (BB) daun kelor. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian menunjukan jumlah sel darah merah, kadar hemoglobin dan hematokrit pada P1 pemberian ekstrak bawang putih 2,5 mg/kg/BB dan daun kelor 5 mg/kg/BB nilai paling tinggi dibandingkan dengan P0, P2, P3 dan P4.
Infestasi Cacing Saluran Pencernaan pada Kambing Rambon di Maryono Farm Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung Putra, Alvin Permana; Husni, Ali; Santosa, Purnama Edy; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.313-326

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat infestasi cacing saluran pencernaan pada kambing Rambon yang terkait dengan usia dan jenis kelamin di Maryono Farm, Kecamatan Kemiling, di Kota Bandar Lampung. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2024, berlokasi di Maryono Farm, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Pengujian sampel feses yang dikumpulkan dalam penelitian ini dilakukan di Laboratorium Parasitologi Balai Veteriner di Kota Bandar Lampung. Dalam penelitian ini, metode purposive sampling diterapkan, dan analisis sampel feses dilakukan di Laboratorium Parasitologi Balai Veteriner Lampung menggunakan Metode uji Mc.Master, jumlah sampel yaitu sebanyak 60 sampel dan dikelompokkan berdasarkan umur <1 tahun dan >1 tahun. Hasil analisis yang diperoleh kemudian disajikan dalam bentuk tabel, serta menghitung tingkat infestasi cacing saluran pencernaan pada kambing Rambon, dengan data yang disampaikan secara deskriptif. Ditemukan kesimpulan bahwa tingkat infestasi cacing saluran pencernaan mencapai 48,33%, dengan 29 sampel positif, dari 60 total sampel. di mana infestasi cacing saluran pencernaan terbanyak terdiri dari infestasi tunggal cacing saluran pencernaan sebesar 25% dibandingkan infestasi campuran 23,33%; jenis cacing yang teridentifikasi yaitu Strongyloides sp., Oesophagostomum sp., Trichostrongylus sp., Moniezia sp., dan Haemonchus sp.; tingkat infestasi cacing saluran pencernaan berdasarkan jenis kelamin menunjukkan kambing Rambon jantan sebesar 37,93% dan betina sebesar 62,07%; sementara itu, tingkat infestasi berdasarkan usia kambing Rambon yang berusia kurang dari 1 tahun sebesar 24,14% dan yang berusia lebih dari 1 tahun sebesar 75,86%.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2018 Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2017 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2017 More Issue