cover
Contact Name
Akhmad Dakhlan
Contact Email
jrip@fp.unila.ac.id
Phone
+628127935826
Journal Mail Official
jrip@fp.unila.ac.id
Editorial Address
Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro no.1 Bandar Lampung 35145 Email: jrip@fp.unila.ac.id; jrippeternakan@gmail.com
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 25983067     DOI : https://doi.org/10.23960/jrip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (JRIP) is a scientific journal covering various aspects of animal husbandry science published since 2017. JRIP is published three times a year in April, August and December by the Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung. JRIP received numerous research articles spanning the sciences, namely livestock nutrition science, food science, food technology, breeding and genetics, physiology and reproduction, biotechnology, processed products, behavior, health, livestock farming systems, socio-economic, and policy.
Articles 361 Documents
Pengaruh Lama Penyimpanan Yoghurt Susu Sapi pada Suhu Refrigerator Terhadap Keasaman, Total Asam, dan Viskositas Ilhamsyah, Alifudin; Husni, Ali; Ermawati, Ratna; Wanniatie, Veronica
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.233-242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kombinasi starter bakteri terhadap lama penyimpanan yoghurt susu sapi terhadap pH, total asam, dan viskositas. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, dan pengujian sampel yoghurt meliputi uji pH, total asam, dan viskositas, dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Politeknik Negeri Lampung. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Metode Eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Legkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yaitu : P1 (lama penyimpanan 7 hari), P2 (lama penyimpanan 14 hari), P3 (lama penyimpanan 21 hari), P4 (lama penyimpanan 28 hari), dan P5 (lama penyimpanan 35 hari). Peubah yang diamati meliputi uji pH, total asam dan viskositas. Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf nyata 5% (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan lama penyimpanan yang berbeda pada suhu refrigerator berpengaruh nyata terhadap total asam, pH, dan viskositas yoghurt susu sapi, serta perlakuan lama penyimpanan 7 hari sampai dengan 28 hari tidak menunjukkan perbedaan pada pH dan viskositas sedangkan pada total asam terjadi penurunan pada lama simpan 21 hari dengan nilai 1,22%
Uji Organoleptik Yoghurt Dengan Lama Simpan Yang Berbeda Budiyanto, Ferly Rahmat; Husni, Ali; Ermawati, Ratna; Wanniatie, Veronica
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.327-336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama simpan dan lama simpan terbaik terhadap warna, aroma, rasa, tekstur, serta tingkat kesukaan yoghurt susu sapi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Metode Eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan yaitu : P1: Lama penyimpanan yoghurt 7 hari; P2: Lama penyimpanan yoghurt 14 hari; P3: Lama penyimpanan yoghurt 21 hari; P4: Lama penyimpanan yoghurt 28 hari; dan P5: Lama penyimpanan yoghurt 35 hari. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan pembuatan starter indukan dengan menggunakan starter komersil yang mengandung bakteri Streptococcus thermophilus, Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium dan Lactobacillus casei ke dalam susu UHT yang sudah dipasteurisasi, lalu membuat yoghurt serta diberi perlakuan untuk selanjutnya dilakukan Uji Organoleptik pada Warna, Aroma, Rasa, Tekstur, dan Daya suka. Data dianalisis menggunakan Kruskal Wallis dan apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Post Hoc menggunakan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan yang berbeda pada suhu refrigerator berpengaruh nyata (Asymp. Sig.<0,05) terhadap tekstur, rasa, dan daya suka yoghurt susu sapi sehingga dilanjutkan dengan uji Post Hoc, sedangkan pada warna dan aroma tidak berpengaruh nyata (Asymp. Sig.>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh lama simpan pada suhu refrigerator terhadap yoghurt susu sapi didapatkan lama simpan terbaik pada 21 hari.
Pengaruh Pemberian Air Buah Kelapa Tua dengan Level yang Berbeda terhadap Pertumbuhan Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv.Thailand) Alfriani, Try Hardianti; Liman, Liman; Muhtarudin, Muhtarudin; Erwanto, Erwanto
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.412-421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian air buahkelapa tua dengan level yang berbeda terhadap tinggi tanaman, jumlahtunas, dan jumlah daun pada rumput pakchong (Pennisetumpurpureum cv. Thailand). Penelitian ini dilakukan pada bulanSeptember-Desember 2024 yang berlokasikan di Rumah KacaLaboratorium Lapangan Terpadu, Fakultas Pertanian, UniversitasLampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap(RAL) dengan perlakuan 4 dan 5 ulangan. Adapun susunan perlakuandalam penelitian ini yaitu P0 : tanpa pemberian air buah kelapa tua(kontrol), P1 : pemberian air buah kelapa tua dengan konsentrasi 25%,P2 : pemberian air buah kelapa tua dengan konsentrasi 50%, P3 :pemberian air buah kelapa tua dengan konsentrasi 75%. Data yangdiperoleh akan dibuat dalam bentuk grafik untuk dianalisis secarastatistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakonsentrasi 25% memberikan respon rata-rata tinggi rumput pakchongyang cukup baik di umur 2 minggu hingga 7 minggu, dan konsentrasi50% memberikan respon yang cukup baik di umur 9 minggu hingga 11minggu. Pada jumlah tunas rumput pakchong, konsentrasi 25%memberikan respon yang cukup baik di minggu ke-10 (1,4 tunas) danminggu ke 11 (1,6 tunas). Pada jumlah daun rumput pakchong,konsentrasi 50% memberikan respon yang cukup baik di umur 2minggu hingga 9 minggu, sementara konsentrasi 75% memberikanrespon cukup baik di umur 10 minggu dan 11 minggu. Perbedaantersebut mengindikasikan kebutuhan zat pengatur tumbuh yangberbeda saat bertambahnya umur tanaman untuk meningkatkanpertumbuhan.
Gambaran Darah (Sel Darah Merah, Hemoglobin, dan Packed Cell Volume) pada Ayam Kampung dengan Pemberian Ekstrak Daun Binahong Yunizar, Septi; Santosa, Purnama Edy; Hasiib, Etha 'Azizah; Suharyati, Sri
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.393-402

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui gambaran darah (sel darahmerah, hemoglobin, serta PCV) pada ayam kampung jantan yang diberiekstrak daun binahong. Penelitian terlaksana sejak Oktober-November2024 di kandang Laboratorium Lapang Terpadu, Fakultas Pertanian,Universitas Lampung. Penelitian ini memanfaatkan metode RAL(Rancangan Acak Lengkap) dengan 5 perlakuan serta 3 ulangan.Perlakuan yang diterapkan melalui air minum dengan P0: (kontrol), P1:150 mg/kg BB/hari ekstrak daun binahong, P2: 200 mg/kg BB/hariekstrak daun binahong, P3: 250 mg/kg BB/hari ekstrak daun binahong,serta P4: 300 mg/kg BB/hari ekstrak daun binahong. Pemeriksaansampel darah dilaksanakan di Rumah Sakit Hewan Prof. Soeparwi,Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Gadjah Mada. Hasil yangdidapat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkanbahwa ayam kampung jantan yang diberikan ekstrak daun binahongcenderung menurunkan nilai sel darah merah, hemoglobin, serta PCV,namun masih berada dalam kisaran normal.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Binahong Terhadap Titer Antibodi Avian Infulenza dan Newcastle Disease pada Ayam Kampung Widiyasari, Novalia; Santosa, Purnama Edy; Hasiib, Etha 'Azizah; Suharyati, Sri
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.422-430

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberianekstrak daun binahong terhadap titer antibodi Avian Influenza danNewcastle Disease pada ayam kampung. Penelitian ini dilaksanakanpada September-November 2024 di Kandang Ayam LaboratoriumLapang Terpadu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitianini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian yaitu P0: air minumtanpa ekstrak daun binahong, P1: air minum dengan 150 mg ekstrakdaun binahong/kg BB/hari, P2: air minum dengan 200 mg ekstrak daunbinahong/kg BB/hari, P3: air minum dengan 250 mg ekstrak daunbinahong/kg BB/hari, dan P4: air minum dengan 300 mg ekstrak daunbinahong/kg BB/hari. Pemeriksaan titer antibodi AI dan ND di lakukandi PT. Medion Farma Jaya, Bandar Lampung. Data yang diperolehdianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yaitu rata-rata titer antibodiAI paling tinggi yaitu P4 (log 602,11) dan rata-rata titer antibodi NDpaling tinggi yaitu PI (log 89,78). Kesimpulan dari penelitian ini yaitudosis yang paling efektif digunakan untuk meningkatkan titer antibodiAvian Influenza pada perlakuan P4 yaitu 300 mg ekstrak daunbinahong/kgBB/hari, sedangkan untuk penyakit Newcastle Diseasemenggunakan dosis P1 yaitu 150 mg ekstrak daun binahong/kg BB/hari.
Potensi Limbah Rumen Sapi dari Rumah Potong Hewan sebagai Pupuk Organik untuk Tanaman: Review Pamungkas, Azhizah Cahya; Okta, Atika Nur; Mubarok, Ahmad Fadil; Kusuma, Arya Adi; Wicaksono, Fauzan Fajar
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2025.9.2.431-443

Abstract

Peningkatan kebutuhan pangan akibat pertumbuhan penduduk seringkali diatasi melalui intensifikasi pertanian menggunakan pupuk kimia. Namun, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesuburan tanah. Sebagai alternatif, pupuk organik dari limbah organik, khususnya cairan rumen sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH), memiliki potensi besar. Cairan rumen mengandung mikroorganisme dan enzim yang berperan dalam proses dekomposisi bahan organik serta kaya akan unsur hara penting. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi pemanfaatan limbah rumen sapi sebagai bahan dasar pupuk organik. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan menelaah artikel dan jurnal terkait melalui basis data Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumen sapi mengandung mikroba seperti bakteri, fungi, dan protozoa yang efektif dalam mempercepat proses pengomposan serta meningkatkan kandungan hara pupuk organik. Parameter fisik dan kimia rumen, seperti pH, kadar air, C-organik, dan rasio C/N mendukung kelayakannya sebagai pupuk. Aplikasi pupuk organik rumen pada berbagai tanaman menunjukkan peningkatan pertumbuhan dan berat tanaman dibandingkan tanpa perlakuan. Kesimpulannya, limbah cairan rumen sapi merupakan sumber potensial bahan organik dan mikroorganisme untuk pengembangan pupuk organik ramah lingkungan dan dapat meningkatkan kesuburan serta produktivitas tanah secara berkelanjutan.
STATUS MIKROBIOLOGIS YOGHURT SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber Officinale var. Rubrum) Widiawati, Arlintia; Husni, Ali; Wanniatie, Veronica; Septinova, Dian
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2022.6.3.293-299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian ekstrak jahe merah terhadap status mikrobiologis yoghurt susu kambing. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2021 di Laboratorium Produksi Ternak Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung untuk pembuatan yoghurt, dan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Politeknik Negeri Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan ekstrak jahe merah 0% (P0), penambahan ekstrak jahe merah 1% (P1) penambahan ekstrak jahe merah 2% (P2), penambahan ekstrak jahe merah 3% (P3), dan penambahan ekstrak jahe merah 4%. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak jahe merah berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap total BAL dan mikroba total yoghurt susu kambing. Dosis ekstrak jahe meraht optimum pada total BALyaitu 3% dan mikroba total adalah 4%.
RESPONS FISIOLOGIS DAN DAYA TAHAN SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN SAPI BRAHMAN CROSS TERHADAP CEKAMAN PANAS DI KPT MAJU SEJAHTERA TANJUNG SARI LAMPUNG SELATAN Adhitia, Fabian; Qisthon, Arif; Husni, Ali; Hartono, Madi
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2022.6.3.300-304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons fisiologis dan daya tahan ternak sapi Peranakan Ongole (PO) dan sapi Brahman Cross (BX) terhadap cekaman panas di lokasi penelitian. Penelitian ini dilaksanakan di KPT Maju Sejahtera, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, yang terdiri dari 6 kelompok yaitu Bumi Asih Sejahtera, Karya Makmur, Sudi Makmur 3, Fajar Jaya, Barokah Jaya, dan Jaya Abadi. Penelitian ini berlangsung dari Bulan September - Oktober 2021. Data penelitian menggunakan data primer dan data sekunder. Sampel yang digunakan sebanyak 66 ekor sapi betina BX dan PO yang ditentukan dengan purposive sampling. Peubah yang diamati ialah respons fisiologis ternak meliputi suhu rektal, frekuensi pernafasan, frekuensi denyut jantung, dan indeks daya tahan panas, serta iklim mikro kandang yang meliputi, suhu udara, kelembaban relatif (RH), dan Temperature Humidity Index (THI). Hasil penelitian ini menunjukkan rataan THI di lokasi penelitian sebesar 83,58. Rataan frekuensi respirasi siang hari ternak sapi PO dan BX berturut-turut yaitu 33,50 ± 3,84 kali/menit dan 34,47 ± 5,20 kali/menit. Rataan frekuensi denyut jantung siang hari ternak sapi PO dan BX berturut-turut yaitu 70,65 ± 10,57 kali/menit dan 76,19 ± 10,30 kali/menit. Rataan suhu rektal siang hari sapi PO dan BX berturut-turut yaitu 38,58 ± 0,23 oC dan 38,92 ± 0,37 oC. Rataan daya tahan panas sapi betina PO dan BX berturut-turut adalah sebagai berikut 2,36 ± 0,25 dan 2,67 ± 0,24. Dari penelitian ini dapat disimpulkan sapi PO memiliki daya tahan panas yang lebih baik dari sapi BX.
KUALITAS KIMIA YOGHURT SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) Apriky, Panca; Wanniatie, Veronica; Qisthon, Arif; Septinova, Dian
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2022.6.3.305-310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan persentase terbaik penambahan ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap kualitas kimia yoghurt susu kambing. Penelitian ini dilaksanakan pada September 2021 di Laboratorium Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, dan Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Politeknik Negeri Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu kontrol (yoghurt susu kambing tanpa penambahan ekstrak jahe merah) (P0), yoghurt susu kambing dengan penambahan ekstrak jahe merah 1% (P1), yoghurt susu kambing dengan penambahan ekstrak jahe merah 2% (P2), yoghurt susu kambing dengan penambahan ekstrak jahe merah 3% (P3), dan yoghurt susu kambing dengan penambahan ekstrak jahe merah 4% (P4). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak jahe merah berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein dan kadar lemak yoghurt susu kambing, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar air yoghurt susu kambing. Persentase terbaik penambahan ekstrak jahe merah terhadap kadar protein dan kadar lemak berturut-turut adalah 1% dan 2%.
PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (BSF) DALAM RANSUM TERHADAP ERITROSIT, HEMOGLOBIN, DAN HEMATOKRIT DARAH AYAM JOPER BETINA Kristanti, Nuke; Hartono, Madi; Liman, Liman; Sutrisna, Rudy
Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan (Journal of Research and Innovation of Animals) Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022
Publisher : Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jrip.2022.6.3.311-320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian tepung maggot terhadap eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit darah ayam joper betina. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari – Maret 2022 dan berlokasi di Peternakan Ayam Joper Daffa, Labuhan Dalem, Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung. Pemeriksaan eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit dilakukan di Balai Veteriner Lampung, Bandar Lampung. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu ransum tanpa suplementasi tepung maggot (P0), ransum dengan suplementasi 5% tepung maggot (P1), ransum dengan suplementasi 10% tepung maggot (P2), dan ransum dengan suplementasi 15% tepung maggot (P3). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dengan taraf nyata 5% dan dilanjutkan dengan uji polinomial ortogonal. Hasil uji lanjut polinomial ortogonal menunjukkan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit pada ayam joper betina. Hasil uji lanjut polinomial ortogonal berpola kubik dengan persamaan pada eritrosit yaitu y = 2,692 – 0,1184x + 0,0359x2 – 0,002x3, pada hemoglobin y = 7,6 - 0,0493x+ 0,0256x2-0,0015x3, dan pada hematokrit y = 27,4- 0,58x+ 0,196x2-0,0112x3. Dosis suplementasi tepung maggot optimum pada eritrost, hemoglobin, dan hematokrit berturut-turut adalah 9,99%, 15,62%, dan 10,14%.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2025 Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2025 Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2025 Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: November 2024 Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2024 Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2024 Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2024 Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2023 Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2023 Vol 6 No 3 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2022 Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Mei 2022 Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Februari 2022 Vol 5 No 3 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2021 Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2021 Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2021 Vol 4 No 3 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2020 Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2020 Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2020 Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Desember 2019 Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: Agustus 2019 Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan: April 2019 Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2018 Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2018 Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2018 Vol 1 No 3 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Desember 2017 Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : Agustus 2017 Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan : April 2017 More Issue