cover
Contact Name
Zul Anwar
Contact Email
zulanwar17@gmail.com
Phone
+62817259116
Journal Mail Official
mandalikaindo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Candi Pawon No. 7, Getap Barata, Kel. Cakranegara Selatan Baru, Kec. Cakranegara, Kota Mataram, NTB. 83238 Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Cahaya Mandalika
ISSN : -     EISSN : 27214796     DOI : https://doi.org/10.36312/jcm
This journal is a means of scientific publication to develop knowledge and information. This journal specifically contains the results of research carried out in all scientific fields. Apart from publishing research results, this journal also accepts manuscripts from literature reviews and other reports for publication
Articles 1,162 Documents
Rancang Bangun Sistem Pengontrolan Luas Penyinaran Kolimator Sinar-X Pada Pesawat Radiologi Menggunakan Sistem Berbasis Robotik Suwarmiyati; Soekarman
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3023

Abstract

Simulasi Pengaturan Luas Penyinaran Kolimator Sinar-X Pada Pesawat Radiologi Dengan Sistem Robotik Berbasis Microkontrolel Arduino. Kemajuan teknologi elektronik berdampak positif pada bidang kedokteran.Perpaduan kedua ilmu ini melahirkan peralatan elektromedik yang sangat berguna dalam bidang kedokteran. Dalam dunia medis kita mengenal salah satu bagian dari alat x-ray yakni Kolimartor yang berfungsi untuk mengatur luas penyinaran sinar x-ray yang akan mengenai objek. Kolimator merupakan salah satu bagian dari pesawat sinar-X yang memiliki fungsi untuk pengaturan besarnya ukuran lapangan radiasi.Setiap pesawat sinar-X dapat memiliki bentuk dan desain kolimator yang berbeda namun secara garis besar cara pengaturann luas penyinarannya masi sama kebanyakan masi manual,oleh karena itu pembuatan simulasi penyinaran luas kolimator semi-otomatis ini dapat memudahkan user dari alat ini untuk mengaturnya.
Tinjauan Sosio Kultural Terhadap Dilema Sistem Perkawinan Suku Baduy Luar Khafidhotulumah, Siti; Masykur; Iin Ratna Sumirat
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3025

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membahas Sistem Perkawinan Dalam Tinjauan Yuridis yang berada di Baduy Luar Desa Kanakes Kecamatan Leuwidamar, Penelitian dan tulisan ini dibuat dan disusun dengan metode penelitian empiris yang menggunakan analisis kualitatif yaitu dengan melakukan wawancara langsung dengan Jaro (Kepala Kampung) dan masyarakat adat Baduy. Perkawinan merupakan hukum alam yang harus terjadi dan dilakukan oleh setiap manusia tanpa terkecuali. Sistem hukum perkawinan pada masyarakat adat Baduy yaitu perkawinan Monogami yang artinya seorang laki-laki Baduy tidak boleh beristri lebih dari seorang dan perkawinan poligami merupakan suatu hal yang tabu. Selain itu juga faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat adat Baduy pada hukum adat diantaranya factor agama dan kepercayaan, faktor sosial dan budaya, faktor hukum adat dan agama.
Implementation of Environmentally Friendly Policie at Indonesian Crossing Ports: A Literature Study Setiawan, A A; Suharto, D G
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.3033

Abstract

This research describes sustainable environmentally friendly policies of all operations that are able to adapt to world changes. This paper aims to analyze stakeholder policies in realizing an environmentally friendly port from all operations, both on crossing ships, ports, and from a management perspective. The research method is qualitative with literature review and systematic literature review, the data used is secondary data. The data search was carried out based on national journals and international journals. The results is the study show that stakeholders through the ministry of transportation have taken a number of steps to create a better environment.
HUBUNGAN STATUS PEMBERLAKUAN KONSEKUENSI DENGAN CAPAIAN INDIKATOR KAPITASI BERBASIS KINERJA PADA PUSKESMAS DALAM PROGRAM JAMINAN KESEHATAN Anindita, Rahma; Nadjib, Mardiati
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) merupakan pengembangan dari sistem pembayaran kapitasi berdasarkan capaian penilaian kinerja FKTP yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di FKTP. FKTP dengan capaian indikator kinerja sesuai target akan mendapatkan pembayaran kapitasi maksimal, sedangkan FKTP yang tidak mencapai target akan berdampak pada konsekuensi pembayaran kapitasi. Hasil evaluasi FKTP yang melaksanakan KBK, terjadi peningkatan capaian kinerja setiap tahunnya, namun serta hanya 15% FKTP yang dapat mencapai kinerja sesuai target. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan analisis apakah pemberlakuan konsekuensi melalui KBK berdampak pada capaian indikator kinerja di FKTP. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah pemberlakuan konsekuensi berdampak pada capaian kinerja Puskesmas, serta memberikan masukan untuk perbaikan kebijakan pelaksanaan KBK di FKTP. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 1.111 FKTP sesuai dengan kriteria inklusi yang melaksanakan KBK baik dengan konsekuensi dan tanpa konsekuensi menggunakan random sampling. Analisis data akan dilakuan secara univariat dan bivariat untuk membandingkan capaian indikator KBK pada Puskesmas berdasarkan jenis pemberlakuan konsekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai capaian indikator Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialitik dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali pada Puskesmas yang diberlakukan KBK dengan konsekuensi dengan yang tidak diberlakukan konsekuensi, yang dilihat dari nilai p-value < 0,05. Nilai capaian indikator Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali Puskesmas yang diberlakukan konsekuensi lebih baik dibandingkan dengan yang tidak diberlakukan konsekuensi.
Manajemen Sumber Daya Lingkungan Sekolah dalam Meningkatkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Peserta Didik Rogo, Inviolata; Yani T, Ahmad
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran berdasarkan temuan empirik dalam manajemen sumber daya lingkungan sekolah, khususnya dalam meningkatkan PHBS peserta didik. Penelitian ini menggunakan studi kasus dimana proses pencarian informasi melalui fenomena yang terjadi. Penelitian ini juga menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara serta studi dokumentasi. Adapun hasi yang didapatkan bahwa perencanaan sumber daya lingkungan tercermin dalam visi dan misi sekolah, pengorganisasian tergambarkan dalam struktur organisasi sekolah, pelaksanaan manajemen sumber daya lingkungan diantaranya dalam penerapan visi, misi dan tujuan sekolah dilaksanakan oleh bidang pengembang beserta warga sekolah, pengembangan sumber daya melalui keikutsertaan kegiatan pelatihan dan program yang berhubungan dengan kebersihan serta evaluasi dan tindak lanjut yang dilakukan dengan supervisi langsung dari kepala sekolah berupa sidak terhadap tenaga pendidikan sekolah dilaksanakan secara kondisional dan pemeliharaan lingkungan warga sekolah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya lingkungan sekolah sudah dilaksanakan sesuai dengan fungsinya, namun perlu dibuatkan program kegiatan pengelolaan sumber daya lingkungan yang berkaitan dengan PHBS yang terencana sehingga tercipata lingkungan sekolah yang mendukung kenyamanan dan kesehatan peserta didik.
KEABSAHAN PERKAWINAN ADAT DUAN LOLAT DI TANIMBAR DALAM PERSPEKTIF HUKUM PERKAWINAN NASIONAL (Suatu Kajian Yuridis Tentang Keabsahan Perkawinan Adat Duan Lolat Berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 Tentang Perkawinan) Yonas Fenanlampir; Fransiskus Kandunmas
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3044

Abstract

Absrak: Dalam konteks perkawinan adat, hubungan/relasi perkawinan tidak hanya sebatas penyatuan lahir-bathin kedua pasangan untuk membangun hidup keluarga agar diterima dan diakui dalam masyarakat (terjalinya perikatan secara keperdataan) sebagaimana disebutkan pada undang-undang perkawinan, tetapi juga merupakan ‘perikatan adat’ sekaligus ‘perikatan kekerabatan dan ketetanggaan’. Menurut Ter Haar, perkawinan adat merupakan urusan kerabat, urusan pribadi, urusan keluarga, urusan masyarakat, urusan martabat serta urusan keagamaan dalam suatu kelompok masyarakat adat. Seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia, masyarakat Kepulauan Tanimbar masih berpegang teguh pada tradisi adat-istiadatnya yang diwariskan sejak dahulu hingga saat ini. Masyarakat Tanimbar dikenal dengan istilah masyarakat Duan-Lolat karena berpegang pada sistem kekerabatan Duan-Lolat yang timbul akibat hubungan perkawinan. Duan dipahami sebagai pihak pemberi wanita, sedangkan Lolat adalah pihak penerima wanita. Duan dan Lolat disimbolkan dengan beberapa istilah antara lain: Duan sebagai ompak-ain (tanah) dan Lolat sebagai udan-ain (hujan); Lolat sebagai lere (matahari) dan Duan sebagi bulan (bulan). Istilah ini mengungkapkan filosofi masyarakat Tanimbar tentang kedudukan martabat dan keluhuran perkawinan. Perkawinan sebagai udan ain dan ompak ain mengungkapkan hubungan perkawinan sebagai persatuan lahir bathin kedua pasangan untuk melanjutkan keturunan dan membangun kekerabatan antara kedua pihak. Sedangkan lere-bulan menyimbolkan martabat perkawinan yang luhur dan mulia sehingga seperti cahaya bulan dan matahari yang harus senantiasa dijaga dan dipertahankan keluhurnya. Lere-bulan juga menyimbolkan sifat maskulin (lere) dan feminim (bulan) antara pria dan wanita yang senantiasa saling melengkapi satu sama lain Kata kunci: perkawinan adat, hukum perkawinan nasional
NARRATIVE REVIEW: TREN PEMAKAIAN OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN HAJI PERIODE HAJI 2017-2019 Hartanti, Aryani Dwi; Sjaaf, Amal Chalik
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan Ketetapan Menteri Agama (KMA) nomor 75 tahun 2017, sebanyak 221.000 jema’ah ditetapkan untuk diberangkatkan. Pada tahun 2018 berdasarkan KMA nomor 109 tahun 2018 terdapat 221.000 jema’ah haji yang diberangkatkan oleh Kementerian Agama. Pada pada tahun 2019 terdapat penambahan kuota jema’ah haji sebanyak 10.000 jema’ah melalui KMA nomor 176 tahun 2019 tentang Penetapan Kuota Haji Tambahan, sehingga jumlah jema’ah haji menjadi 231.000 jema’ah. Kementerian Kesehatan melalui Permenkes No 15 tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jema’ah haji menjalankan rangkaian kegiatan yang menjamin kesehatan jema’ah haji. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan yakni perbekalan obat pada masa haji. Pada masa Pra Armuzna (masa sebelum prosesi haji), Armuzna (prosesi haji di arafah, muzdalifah, dan mina) dan pasca Armuzna (masa setelah prosesi haji). Penelitian ini dibuat dengan menggunakan metode tinjauan literatur dimulai dengan mengumpulkan beberapa laporan Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan terkait laporan dan pemakaian obat pada ibadah haji periode 2017-2019 yang bertujuan untuk melihat tren pemakaian obat yang dikaitkan dengan tren diagnosis penyakit yang dialami jema’ah haji. Pada masa Armuzna 2017 jenis obat yang paling banyak digunakan adalah golongan obat antipiretik seperti Paracetamol 500 mg atau sejenisnya dengan jumlah pemakaian 512.448 tablet. Pada masa Armuzna 2018, Bromhexine HCL 8 mg menjadi obat paling banyak digunakan sebanyak 17.248 tablet. Sedangkan pada 2019 N-Acetyl sistein 200 mg menjadi obat yang paling banyak digunakan dengan 9.890 tablet. Ketersediaan perbekalan obat pasca Armuzna juga menjadi hal yang penting, sebab pada masa tersebut adalah masa dimana kondisi jema’ah haji menurun setelah melakukan proses ibadah haji yang panjang dan menguras energi. Hal ini bisa menjadi catatan dan evaluasi tim kesehatan haji Kementerian Kesehatan untuk mempelajari pola penyakit dan penggunaan obat yang dikonsumsi jema’ah haji selama periode 2017-2019
PENYULUHAN BAHAN BAKU TANAMAN LOKAL DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA NTONGGU KECAMATAN PALIBELO KABUPATEN BIMA Purnama, Agus Widya; Marsinah, Marsinah
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mewujudkan penurunan stunting di NTB pemerintah perlu melakukan kerjasama dengan banyak lembaga untuk menjangkau daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Dalam Penanggulangan Stunting di desa ntonggu kecamatan palibelo kabupaten bima dengan menfaatkan hasil pangan lokal dan mengolah bahan baku pangan local yang memiliki nilai gizi yang tinggi, pemanfaatan bahan baku panganan lokan gunana perwujutan penanggulangan stunting. Ketersedian bahan baku pangan lokal yang memungkinkan masyarakat dapat menuhi asupan gizi yang cukup. Program pengabdian masyarakat (PKM) ini berorientasi meningkatkan pemahaman masyarakan terkait penanggulangan stunting, sertan asupan gizi yang cukup. Selama tahap perencanaan program, kegiatan inti dilakukan kordibnasi tim pelaksana dangan para piahak terkait didesa lokasi program tersebut. Pada tahap pelaksanan dilakukan dengan penyuluhan tentang stunting dan gizi pada peserta sosialisasi yang hadir, penjelasan mengenai kandugan gizi yang dibutuhkan dijelaskan guna menambah pengetahuan dan meningkatkan kesadaran mengenai gizi. Penguatan intervensi dalam pencegahan stunting dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan dan gizi.
Ocular Manifestations in HIV Patients at Balung Regional Hospital, Jember Mawardi, Reyhana Khansa; Wijayanti, Heni
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Human Immunodeficiency Virus (HIV) infection predisposes individuals to various ocular complications, ranging from benign conditions like dry eye syndrome to severe, vision-threatening diseases such as CMV retinitis and HIV-associated retinopathy. These manifestations are significant markers of disease progression and correlate with viral load. Early identification and management of ocular conditions are crucial for preserving vision and improving the quality of life in HIV-positive patients. Aim: This study aimed to determine the ocular manifestations of HIV patients. Methods: This study was an observational study with a cross-sectional design and random sampling, involving a total of 20 samples, conducted in January 2024 at Eye Clinic at Balung Regional Hospital, Jember. Data were collected through history taking and ocular examinations, which included the variables of gender, age, antiretroviral (ARV) management, viral load, visus, and ocular manifestation. Data analysis was performed with statistical software. Results: A total of 20 samples were involved in this study. There were 8 women (40%) and 12 men (60%) with an average age of 41.7 years. The maximum duration of ARV treatment is 1-5 years. The viral load test showed that there were 13 respondents (65%) with suppressed viral loads. There were 16 respondents (80%) with visual acuity ≥ 6/12. Fundus examination showed that 8 respondents (40%) experienced ocular manifestations and 12 respondents (60%) did not experience ocular manifestations. The most frequent ocular manifestation identified was posterior uveitis (3 respondents). Conclusion: The most common ocular manifestation in HIV patients at Eye Clinic at Balung Regional Hospital, Jember was uveitis posterior. Routine screening is needed for HIV patients to assess the condition of the patient's eyes.
COMMUNITY-BASED DISASTER COMMUNICATION IN THE EMERGENCY RESPONSE PHASE OF THE ERUPTION OF MOUNT LEWOTOBI MEN, EAST FLORES Hidayat, Muhamad; Ananto Akbar
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3054

Abstract

East Flores is an area in Indonesia that is prone to various types of natural disasters, one of which is the volcanic eruption disaster. The Center for Volcanology and Geological Disaster Mitigation (PVMBG) released data on the status of the Male Lewotobi Volcano in Wulanggitang District, East Flores Regency, East Nusa Tenggara (NTT) upgraded from Level III or Alert to Level IV or Alert since January 9, 2024 at 23.00 WITA. Disaster management in the emergency phase requires the active role of the community or community in disaster communication efforts. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sikka Regency is one of the community organizations that plays an active role in helping to handle the disaster of the eruption of Lewotobi Laki Volcano. This study aims to analyze and describe the communicationmanagement during emergency response carried out by MDMC Sikka Regency. Data collection is carried out by qualitative methods such as: interviews, observations, documentation and Focus Group Discussion (FGD). The results ofthe study found that in the disaster emergency phase, the importance of the role of the community in assisting the disaster management process as carried out byMDMC Sikka Regency during the emergency disaster of the eruption of Mount Lewotobi Laki in East Flores.

Page 88 of 117 | Total Record : 1162