Jurnal Aksioma Ad Diniyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies
Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah ini dikelola Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Lebak, Banten. Jurnal ini merupakan perubahan dari Jurnal Al-Hadloroh (ISSN 2067-5606). Sejak Volume 1 Nomor 1 Maret 2013, sebagai terbitan perdana, berkala ini berganti nama menjadi Jurnal Aksioma Ad-Diniyah. Frekuensi terbit yakni dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember. Visi Aksioma ad-diniyyah menjadi jurnal terakreditasi dalam pendidikan agama islam. Dengan tujuan : (1) Membantu penyebaran informasi pendidikan agama islam. (2) Mendukung penelitian di bidang pendidikan agama islam. Fokus utama dalam jurnal ini adalah pada bidang pengajaran agama islam; pendidikan agama islam dan akhlak tasawuf.
Articles
146 Documents
Dampak Al-Qur’an Dan Hadis Terhadap Revolusi Mental Santri: Analisis Perkembangan Mental Santri Pondok Pesantren Daarussa’adah
Aris Salman Alfarezi
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i1.914
Revolusi Mental merupakan hal yang sangat penting pada setiap perkembangan individual seseorang, mental harus dibangun pada setiap tempat kondisi agar dapat beradaptasi pada lingkungan tersebut. Manusia dilahirkan ke dunia dengan fitrah yang sama, artinya tidak membawa apapun, baik itu ilmu pengetahuan ataupun pengalaman. Oleh karenya Ilmu dan Mental seseorang harus ditempa dan dibentuk oleh situasi dan lingkungan sekitar. Mental individualis pada setiap diri manusia ataupun kelompok akan berbeda-beda tak bisa disamakan dan tak bisa disandingkan, hal itu bisa terjadi karena faktor lingkungan dan hal-hal yang dibiasakan oleh tiap-tiap orang. Al-Qur’an dan Hadis merupakan pedoman yang tidak dapat dipisahkan pada setiap perubahan-perubahan manusia baik dari segi tingkah maupun prilaku, salah satunya pada aspek mentalitas seseorang. Ayat-ayat al-qur’an dan bunyi-bunyi hadis yang sering digunakan dalam ranah ceramah dan bimbingan terkadang bisa menghipnotis mental seseorang bahkan berubah secara total, hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat Al-Qur’an dan Hadis merupakan kitab suci bagi umat Islam serta tidak dapat dipisahkan pada setiap sendi-sendi kehidupan. Pondok Pesantren Modern Daarussa’adah adalah sebuah instansi yang memiliki kapasitas dalam mengubah mental seseorang, bukan hanya mempelajari Ilmu umum namun disini juga para santri daiajarkan kajian Al mempelajari Ilmu umum namun disini juga para santri daiajarkan kajian Al-Qur’an dan Hadis. Tidak hanya itu dengan diadakannya pembinaan pada setiap malam ba’da isya melalui beberapa pelajaran yang dikaji, salah satunya pembinaan pada bidang Al-Qur’an dan Hadis. Kajian Al-Qur’an dan Hadis di Pondok Pesantren Modern Daarussa’adah tidak hanya dilakukan pada waktu pembinaan saja, namun kajian ini dijadikan sebagai program kerja dari para pengurus pondok untuk membentuk mental pada para santri. Adapun untuk pengambilan data tersebut penulis menggunakan wawancara kepada para santri dan para asatidz/ah (Interview), yang dilanjutkan dengan melakukan pengamatan secara langsung pada objek penelitian (observasi) serta dokumentasi
Peran Guru Bagi Peserta Didik Dalam Dunia Pendidikan
Dewi Wulandari
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i1.915
Guru adalah seseorang sosok yang membentuk karakter dan membentuk jiwa pada peserta didik. Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian anak didik menjadi seorang yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Guru bertugas mempersiapkan peserta didik yang beretika yang dapat diharapkan membanguun dirinya dan membangun bangsa dan Negara. Dalam Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Manfaat peran guru dalam dunia pendidikan sangat berpengaruh dengan sukses atau tidak pendidikan tersebut kedepannya. Guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar juga manfaat hubungan guru dan peserta didik yang terjalin dengan baik dengan cara: siswa merasa aman dan nyaman dalam belajar, siswa lebih termotivasi dalam belajar dan meningkatkan prestasi, siswa merasa dihargai dan diakui eksistensinya, siswa lebih leluasa dalam memberikan pendapat atau bertanya jika mengalami kesulitan saat belajar , siswa menjadi lebih kreatif dan lebih percaya diri.
Pengaruh Metode Problem Based Learning Dan Diskusi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Berdasarkan Efikasi Diri Siswa
Dr., Samudi
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i1.910
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis perbedaan kemampuan pemecahan masalah siswa yang diajarkan dengan Metode Problem Based Learning dan Metode Diskusi secara luring berdasarkan efikasi diri siswa. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu: terdapat pengaruh penerapan pembelajaran Problem Based Learning dan Diskusi terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa, Terdapat pengaruh efikasi diri siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa dan Tidak terdapat interaksi antara penerapan pembelajaran Problem Based Learning, Diskusi dan pembelajaran konvensional secara luring dengan efikasi diri siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Hal ini dikarenakan sesuatu yang telah dimiliki oleh masing-masing siswa di dalam dirinya sebelum diberikan perlakuan dan metode pembelajaran oleh guru tidak ada interaksi terhadap kemampuan pemecahan masalah Pendidikan Agama Islam siswa.
Konsep Iman, Islam, Kufr, Dan Ahli Kitab Dalam Qur’an, Liberation & Pluralism
Nurul Huda
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i1.916
Banyak istilah dalam al-Quran yang maknanya terus berkembang. Pengkaji al-Quran yang baru, akan menemukan dan memaknai ayat-ayatnya secara berbeda dengan pengkaji al-Quran sebelumnya. Ibarat mutiara, cahaya al-Quran bisa dilihat secara berbeda oleh orang yang berbeda latar belakangnya dan dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda pula. Demikian juga terma iman, islam, kufr dan ahli kitab, bisa dimaknai secara dinamis dari zaman ke zaman, sesuai konteks situasinya. Adalah Farid Esack, aktivis-penafsir dari Afrika Selatan yang memaknainya secara lebih baru dan modern, sehingga tidak lagi terjadi pembakuan dan pembekuan pemaknaan, melalui karyanya Qur’an, Liberation Pluralism. Tentu saja, siapapun boleh bersepakat dengannya dan atau boleh juga tidak bersepakat dengannya. Tapi itulah realitas al-Quran, yang selalu shalih li kulli zaman wa makan; sejalan dengan perkembangan situasi dan kondisi.
Peran Pondok Pesantren Salafi Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Masa Pandemi Covid-19
Didi Maksudi
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i1.911
Kondisi pandemi Covid-19 yang mencekam sejak Tahun 2020 lalu, membuat sektor pendidikan merasakan dampak yang menghambat proses pembelajaran. Warga sekolah harus dihadapkan dengan sulitnya pembelajaran daring karena sistemnya berubah dari offline menjadi online. Banyaknya kasus kekurangan dalam problematika pembelajaran daring ini, karena akses yang digunakan cukup menyulitkan sehingga. menurunnya kualitas belajar pada anak, terkhusus pada anak usia sekolah dasar yang masih membutuhkan bimbingan. Keberadaan pondok pesantren salafi di tengah-tengah masyarakat ternyata menjadi solusi bagi orangtua untuk memasukkan anak kedalamnya, karena dirasa lebih efektif untuk menambah keilmuan bagi anak ketimbang anak tidak belajar di rumah. Hal ini terjadi karena di pondok pesantren anak lebih banyak waktu belajar, dan aktivitasnya terjamin. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang bersumber dari data primer dan skunder. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini berupa observasi, wawancara, pustaka, dan dokumentasi. Dengan bentuk analisis data yang berbasis studi kasus. Adapun hasil penelitian yang penulis dapatkan, yaitu bahwasanya pondok pesantren salafi memiliki peran langsung dalam proses pembelajaran Agama Islam pada anak usia sekolah dasar. Dimana peranannya meliputi pesantren sebagai lembaga pendidikan, pesantren sebagai lembaga keagamaan yang melakukan kontrol-sosial, dan pesantren sebagai lembaga keagamaan yang melakukan kontrol-rekayasa. Dalam proses pembelajarannya pondok pesantren menggunakan metode sorogan wetonan dan bandongan serta hafalan. Yang membedakan adalah pondok pesantren salafi menggunakan pendekatan kajian kitab kuning. Untuk anak usia sekolah dasar hanya berfokus pada pendidikan Al-Qur’an, selebihnya akan dikembalikan pada kemampuan pada individu masing-masing
Penerapan Metode Sorogan Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Di Lembaga Kursus Dan Pelatihan (Lkp) Arsy Education Rangkasbitung Lebak-Banten
Pupu Mahpudin
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i1.912
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Penerapan Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa di LKP Arsy. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui Mengapa Metode Sorogan digunakan di LKP Arsy Education Rangkasbitung Lebak-Banten 2) untuk mengetahui Pelaksanaan Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Quran siswa di LKP Arsy Education Rangkasbitung Lebak-Banten 3) untuk mengetahui faktor penghambat Penerapan Metode Sorogan dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Quran siswa di LKP Arsy Education Rangkasbitung Lebak-Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Kesimpulan dari penelitian adalah Alasan metode sorogan digunakan di LKP Arsy Education karena metode sorogan ini efektif dan tepat digunakan metode sorogan memudahkan anak untuk mampu membaca Al-Qur’an dengan cepat, baik dan benar, bisa membaca Al-Qur’an sesuai dengan hukum-hukum tajwidnya, makhorijul hurufnya dan kefasihannya.
Efektivitas Metode Talaqqi Untuk Meningkatkan Hafalan Siswa Pada Muatan Lokal Tahfidz Kelas III Mis Assalamiyah Kabupaten Serang
Wulandari, Dewi
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i2.999
MIS Assalamiyah merupakan salah satu sekolah yang menerapkan pendidikan Al-Qur’an bagi siswanya. Banyak siswa kelas III MIS Assalamiyah belum lancar dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an (Juz ‘Amma) sesuai dengan kaidah ilmu tajwid. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana efektivitas metode talaqqi dalam menghafal Al-Qur’an (Juz ‘Amma) dan apakah metode talaqqi dapat memperbaiki hasil belajar siswa dalam menghafal Al-Qur’an (Juz ‘Amma) di kelas III MIS Assalamiyah. Analisis data ini dilakukan dengan cara Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penerapan metode talaqqi di kelas III MIS Assalamiyah dapat meningkatkan kemampuan aktivitas guru dalam pembelajaran dan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Teacher activities in cycle I were categorized as "good", namely 85.41 and in cycle II were categorized as "excellent" with an average score of 89.58. As for student activity in cycle I was categorized as "good", namely 75. While in cycle II student activity there has been an increase with an average value of 87.5. The improvement in the ability to memorize the Qur'an (Juz 'Amma) with the talaqqi method at MIS Assalamiyah has increased between before and after the action, namely the pre-cycle score which was previously 65.87 increased to 76.10 in cycle 1 and 85.58 in cycle II. Students' ability to memorize the Qur'an (Juz 'Amma) using the talaqqi method applied at MIS Assalamiyah is very effective and can improve student learning outcomes. aktivitas siswa pada siklus I dikategorikan “baik” yaitu 75. Sedangkan pada siklus II aktivitas siswa sudah ada peningkatan dengan nilai rata-rata 87,5. Peningkatan kemampuan menghafal Al-Qur’an (Juz ‘Amma) dengan metode talaqqi di MIS Assalamiyah mengalami peningkatan antara sebelum dan sesudah tindakan, yaitu nilai pra siklus yang sebelumnya 65,87 meningkat menjadi 76,10 pada siklus 1 daj 85,58 pada siklus II. Kemampuan siswa dalam menghafal Al-Qur’an (Juz ‘Amma) dengan menggunakan metode talaqqi yang diterapkan di MIS Assalamiyah sangat efektif serta dapat memperbaiki hasil belajar siswa.
Riba Dan Kontroversi Hukum Bunga Bank
Huda, Nurul;
Hadziq, Achmad Faisal
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i2.1000
Semua ulama, baik ulama klasik maupun kontemporer, tidak ada yang menyatakan kehalalan riba, karena keterangan pengharamannya telah termaktub nyata dalam al-Qur’an (misalnya Qs. al-Baqarah [2]: 275) maupun Hadis Rasulullah Saw. Apapun yang telah jelas ketentuannya dalam dua nash itu, tentu saja tidak akan diselesihi para ulama. Keharaman riba, itu karena illah al-hukm-nya jelas, yakni eksploitasi seseorang pada orang lain yang secara ekonomi mengalami kondisi kesulitan. Kezaliman (al-dhulm) berupa eksploitasi ini akan merusak hubungan sosial kemasyarakatan, yang karenanya patut dilarang. Islam menggariskan, hubungan sosial-kemasyarakatan haruslah didasarkan pada “tolong-menolong pada kebaikan dan takwa” (Qs. al-Maidah [5]: 2). Kezaliman atau perilaku batil, dengan alasan apapun, menabrak dan tidak berdasarkan norma al-Qur’an (misalnya Qs. al-Nisa [4] 29 dan Qs. al-Baqarah [2] 168) maupun Hadis Nabi. Namun, lain riba (usury) lain pula bunga bank (interest). Usury terjadi jika tambahan itu sama atau lebih besar dari jumlah pinjamannya. Sedang interest (bunga) tambahan lebih kurang dari pokoknya. Jika riba disepakati keharamannya oleh para ulama, bunga bank tidak. Ketidaksepakatan ini tersebab perbedaan mereka dalam memandang posisi bunga bank: riba atau bukan?
Implementasi Active Learning Dalam Pembelajaran Pai Di Sdit Al Mumtaz Jayanti Tangerang
Solihin, Solihin
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i2.1001
Penelitian ini bertujuan untuk mengali lebih mendalam tentang active learning di SDIT Al Mumtaz baik dari perencanaan, pelaksanaan didalam kelas untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya dapat akan mengembangkan kreatifitasnya dalam belajar sehingga akan membawa dampak pada motivasi berdampak pada belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, fokus penelitian di SDIT Al Mumtaz. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan datanya. Teknik analisis data dilakukan melalui penyajian data-data berkaitan dengan objek penelitian yang selanjutnya ditarik suatu kesimpulan. Hasil dan pembahasan dalam penelitian ini Perencanaan active learning siswa pada pembelajaran PAI yaitu Guru PAI melakukan analisis kurikulum dan mengidentifikasi kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa. selain itu, Guru merancang rencana pembelajaran yang berorientasi pada siswa, dengan mempertimbangkan tujuan pembelajaran, metode, materi, dan sumber belajar yang relevan. Selanjutnya, Guru merencanakan aktivitas dan strategi pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif, seperti diskusi, proyek, presentasi, atau simulasi. Sedangkan Pelaksanaan active learning dengan menekankan pada pembelajaran yang memfokuskan terhadap keaktifan siswa dengan tujuan supaya siswa dapat mengembangkan bakat yang terdapat pada diri siswa tersebut
Budaya Patriarki Dalam Rumah Tangga: Pemahaman Teks Al-Qur’an Dan Kesetaraan Gender
Alfarisi, Aris Salman
E-Jurnal Aksioma Ad Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55171/jad.v11i2.1002
Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagimana problematika seputar bias gender yang kerap terjadi pada lingkungan keluarga dan diduga terjadi akibat doktrinitasi dari Al-Qur’an. Dalam hal ini penijauan dilakukan melalui pemahaman ayat Al-Qur’an, tepatnya pada QS. An-Nisa [4]: 34. Tentu jika dilihat secara tekstual ayat itu akan menunjukkan maskulinitas kepada laki-laki, dimana laki-lakilah yang lebih kuat dari wanita dan harus melindunginya. Di samping itu, sumber data yang dilampirkan pada tulisan ini berupa sumber primer yang didasarkan pada kitab tafsir klasik dan kontemporer yang nantinya akan dikomparasikan, serta didukung dengan data sekunder yang dihasilkan dari buku atau jurnal yang bersangkutan dengan melalui kajian kepustakaan. Metode penelitian pada tulisan ini menggunakan kualitatif yang berbentuk sebuah pernyataan. Kemudian, untuk menganalisis, penulis menggunakan analisis deskriptif dimana mengumpulkan data-data sesuai dengan yang sebenarnya, yang kemudian diolah dan dianalisis untuk mendapatkan kesimpulan inti pembahasana Sehingga hasil akhir dari penelitian ini tidak menunjukkan sikap maskulinitas atau mengagungkan satu pihak, hal ini disebabkan karena kesalahpahaman dalam memahami ayat Al-Qur’an. Justru ternyata Al-Qur’an ingin meninggikan derajat dan martabat perempuan. Dengan demikian nash al-Qur’an dapat dijadikan solusi sebagai penyelesaian dalam kausus bias gender yang terjadi dalam rumah tangga.