cover
Contact Name
Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi
Contact Email
sherkia@unimus.ac.id
Phone
+6285640808050
Journal Mail Official
jpkkebidanan@unimus.ac.id
Editorial Address
Midwifery Program (Program Studi Kebidanan) Universitas Muhammadiyah Semarang NRC Building, 2nd FLoor Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang Tlp. +6224-76740288, Fax. +6224-76740287
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
ISSN : 26547996     EISSN : 27758605     DOI : 10.26714 /jpmk
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan is an electronic journal published by the Midwifery Study Program at the Muhammadiyah University of Semarang. Articles submitted to this journal will be reviewed by 3 (three) editors and 4 (four) reviewers. Every submitted article will be checked for originality using Turnitin. Accepted articles will be presented online. Readers who need articles on community service in the fields of midwifery, maternal and child health can download articles on this website. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan is published twice a year, namely in January and July. Accepted articles will be published with an In-Press number before issuing regular numbers. Authors must comply with the writing guidelines at Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan if they want to submit articles. Every writer must register before submitting an article. And for those who already have an account at Journal of Community Service for Midwifery, the author can log in directly.
Articles 102 Documents
CONTINUING NURSING EDUCATION : PENTINGNYA PERAN PERAWAT DALAM DISCHARGE PLANNING DI RSIA ‘AISYIYAH KLATEN Arlina Dhian Sulistyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i1.8904

Abstract

Discharge planning merupakan proses berkisnambungan yang dilakukan seorang perawat untuk mempersiapkan perawatan mandiri pasien pasca rawat inap. Pada kenyataanya pelaksanaan disharge planning belum dapat dilaksanakan optimal oleh perawat. Tujuan utama dari discharge planning yaitu menurunkan perawatan kembali di Rumah Sakit. Discharge Planning dilaksanakan dengan menitikberatkan pada keinginan dan kebutuhan pasien. Perawat memiliki andil yang cukup besar dalam keberhasilan discharge planning diantaranya sebagai edukator, collaborator, post-discharge care coordinator dan family conselor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan perawat dalam melaksanakan discharge planning di Rumah Sakit. Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu pengkajian, implementasi dan evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta. Hasil dari kegiatan ini peserta antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, dengan rata-rata pengetahuan perawat meningkat dari 72,85 menjadi 84,73. Keberhasilan discharge planning tidak terlepas dari peran seorang perawat dalam melaksanakan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan di Rumah Sakit. Kegiatan berjalan dengan lacar, seluruh peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Berdasarkan hasil pretest dan postest maka diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan pengetahuan perawat terhadap pelaksanaan discharge planning.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI POSYANDU TANGGUL ASRI I KELURAHAN BANJARSARI, KECAMATAN BANJARSARI, SURAKARTA Ajeng Maharani Pratiwi; Erinda Nur Pratiwi; Aris Prastyoningsih; Iis Sopiah Suryani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v3i2.7857

Abstract

Menurut World Health Organization setiap  tahunnya  sekitar  2,2  juta  orang  di  negara-negara berkembang terutama anak-anak meninggal dunia akibat berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya air minum yang aman, sanitasi dan hygienis yang buruk.  Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu strategi  yang  dicanangkan  oleh Kemeskes untuk mencapai tujuan  pembangunan   Millenium  2020  melalui  rumusan  visi  dan  misi Indonesia Sehat, sebagaimana yang dicita-citakan oleh seluruh masyarakat Indonesia dalam menyongsong Milenium Development Goals (MDG’s). Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah setelah mendapatkan penyuluhan  diharapkan semua ibu  anggota  Posyandu   Balita Tanggul  Asri  I  Kelurahan  Banjarsari  Surakarta  dapat  memahami  dan menerapkan pola Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat dalam lingkup tatananRumah Tangga. Target kegiatan penyuluhan tentang PHBS adalah semua ibu anggota Posyandu Tanggul Asri I Kelurahan Surakarta. Luaran yang diharapkan dari kegiatan penyuluhan PHBS kepada anggota Posyandu Tanggul Asri I Kelurahan Banjarsari Surakarta adalah peningkatan pengetahuan semua ibu anggota Posyandu tentang PHBS pada tatanan rumah tangga. Pengetahuan semua ibu anggota Posyandu meliputi pengertian PHBS, tujuan PHBS,  macam- macam PHBS dan manfaat PHBS. Dari  hasil  pelaksanaan  didapatkan  70% ibu balita belum mengetahui tentang arti perilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah 95% ibu- ibu mengerti dan dapat mengulang kembali beberapa materi tentang PHBS setelah diberikan penyuluhan tentang PHBS.
EDUKASI PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA DISERTAI CARA BENAR KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH (TTD) Zaiyidah Fathony; Rizki Amalia; Pratiwi Puji Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9967

Abstract

Permasalahan gizi di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Masalah kekurangan gizi mikro seperti anemia adalah salah satu dari beberapa masalah yang terjadi di Indonesia. Remaja putri pada masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi. Penyebabnya adalah  banyaknya zat besi yang hilang selama proses menstruasi. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan penyuluhan kepada siswa sekolah dasar di SDN Kaarang Indah Barito Kuala berjumlah 6 orang siswi. Media yang digunakan adalah flyer, PPT dan Leaflet serta Tablet Tambah Darah (Fe dan Asam Folat). Hasil: remaja dapat memahami tentang pengertian anemia, penyebab anemia, cara mengatasi anemia, dan cara meminum tablet tambah darah dibuktikan dengan evaluasi langsung setelah penyuluhan dilakukan. Kesimpulan: Pelaksanaan edukasi tentang anemia pada remaja dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia dan cara yang benar mengkonsumsi tablet tambah darah.
PENINGKATAN KETERAMPILAN DALAM DETEKSI DINI DENGAN SKOR PUJI ROHAYATI DAN MANAJEMEN AWAL KEGAWATDARURATAN IBU HAMIL Tutik Iswanti; Nintinjri Husnida; Darti Rumiatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9962

Abstract

Angka Kematian Ibu merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Angka Kematian Ibu di kabupaten Lebak pada tahun 2016 yaitu terjadi 28 kasus kematian ibu. Adapun penyebab tingginya kasus kematian Ibu Hamil adalah keterlambatan dalam mendeteksi dini, terlambat memutuskan, terlambat sampai di pelayanan kesehatan dan terlambat dalam penanganan kegawatdaruratan ibu hamil. Masih tingginya ibu hamil resiko tinggi. Solusi yang dijalankan adalah Peningkatan pemahaman dan keterampilan bidan dalam pengisian formulir deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal dengan skor Puji Rohayati dan diberikannya Buku saku dan Formulir Skor Puji Rohayati. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini meliputi penyegaran dan pembinaaan teknis deteksi dini dengan skor puji rochayati. Materi penyuluhan terdiri dari deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal dengan skor puji rochayati. Setelah dilaksanakannya penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam deteksi dini kegawatdaruratan dengan skor puji rochayati.
UPAYA PENINGKATAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK PENDERITA DOWN SYNDROME MELALUI PEMERIKSAAN, PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI MENYIKAT GIGI DI SLB SWADAYA ABC KENDAL Risyandi Anwar; Nisma Dinastiti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9968

Abstract

Anak Down’s Syndrome/DS memiliki keterbelakangan mental dan sebagian besar memiliki kesehatan gigi dan mulut yang buruk. Keterbatasan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sering dialami pada anak berkebutuhan khusus baik laki-laki maupun perempuan, oleh karena itu mereka sangat memerlukan dukungan sosial dari lingkungannya agar dapat mencapai kemampuan fungsional setinggi mungkin. Anak-anak tersebut membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kebersihan mulut.Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah  setelah mendapatkan penyuluhan dan demonstrasi  diharapkan semua penderita down syndrome yang ada di SLB swadaya ABC dan pendampingnya dapat  memahami dan menerapkan cara menyikat gigi yang baik dan benar sehingga dapat menjaga Kesehatan gigi dan mulut anak penderita down syndrome. Target kegiatan penyuluhan dan demonstrasi adalah semua anak penderita down syndrome yang bersekolah di SLB Swadaya ABC Kendal dan pendampingnya. Luaran yang di harapkan  dari kegiatan penyuluhan dan demonstrasi ini adalah adanya peningkatan kebersihan gigi dan mulut anak penderita down syndrome yang bersekolah di SLB Swadaya ABC Kendal. Dari hasil pelaksanaan didapatkan bahwa lebih dari 50% anak penderita down syndrome keadaan gigi dan mulutnya buruk. Kesimpulan: Kesehatan gigi dan mulut penderita DS termasuk dalam kategori sedang.
DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG ANAK USIA PRA SEKOLAH Fitriana Noor Khayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9958

Abstract

Masa awal kehidupan, terutama masa sejak dalam kandungan ibu sampai anak berusia 2 tahun, merupakan masa yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Deteksi dini kesenjangan perkembangan sangat penting untuk deteksi dini kesenjangan perkembangan pada balita, termasuk memantau setiap keluhan dari orang tua tentang masalah tumbuh kembang anak. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat mendeteksi dini tumbuh kembang anak usia pra sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Senin-Selasa, 15-16 November 2021 di KBTKIT Buah Hati Kita Danguran, Klaten Selatan, Klaten. Instrumen yang digunakan berupa timbangan digital dan pengukur tinggi badan serta form Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dari Kemenkes RI. Peserta mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 58 siswa dari 70 siswa (82,9%). Siswa yang tidak hadir dikarenakan sedang sakit. Hasil pengukuran status gizi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tergolong status gizi normal. Gambaran perkembangan anak di KBTKIT Buah Hati Kita seluruhnya sesuai (100%). Kesimpulannya adalah pertumbuhan siswa di KBTKIT Buah Hati Kita sebagian besar normal dan perkembangan siswa di KBTKIT Buah Hati Kita seluruhnya sesuai.
SAFARI KB AKBK PADA PUS KERJASAMA DENGAN P2KP-KR KOTA SEMARANG Erna Kusumawati; Riris Dwi Anjani; Nur Laila Ulfa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9963

Abstract

Implant adalah metode kontrasepsi hormonal yang efektif, tidak permanen dan dapat mencegah terjadinya kehamilan antara tiga sampai lima tahun. Kontrasepsi implant termasuk kontrasepsi yang menggunakan hormon yang disebut dengan AKBK (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit). Salah satu peranan penting Bidan adalah meningkatkan jumlah penerimaan dan kualitas metode Keluarga Berencana (KB) kepada masyarakat, sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan bidan. Dalam melakukan pemilihan metode kontrasepsi perlu diperhatikan ketetapan bahwa makin rendah pendidikan masyarakat, semakin efektif metode KB yang dianjurkan yaitu susuk KB atau AKBK (Alat Kontrasepsi Bawah Kulit)Program Pengabdian Masyarakat ini melalui penerapan Ipteks bagi masyarakat (IbM) bertujuan tercapainya cakupan akseptor kb implant yang akan dipakai dalam program pengabdian masyarakat ini adalah pemberian penyuluhan tentang MetodeAKBK dilanjutkan dengan pemasangan implant. Kegiatan pemberian pendidikan kesehatan ini dilakukan dalam waktu 1 hari berlokasi di diklat BKK Jl Supriyadi Kota Semarang.Luaran yang dicapai dalam pengabdian masyarakat melalui penerapan Ipteks bagi masyarakat (IbM) akseptor AKBK bisa naik cakupannya.
PENYULUHAN DARING KB DAN KONTRASEPSI PADA DAWIS 01, RT/RW: 04/01, KRAJAN, NGAWEN, CLUWAK, PATI Indri Astuti Purwanti; Septyana Dyah Puji Hastuti; Shofia Ulviyana; Fatimatuz Zahro
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9959

Abstract

Dawis 01, RT/RW:04/01 Dusun Krajan, Desa Ngawen, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, memiliki posyandu yang rutin berkegiatan setiap bulan dalam masa pandemic Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Sayangnya, kegiatan penyuluhan kesehatan tidak dilakukan dalam posyandu tersebut. Kurangnya penyuluhan kesehatan berdampak pada rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan ibu dan anak, termasuk KB dan kontrasepsi. Hasil survei dalam Praktik Kebidanan Komunitas menunjukkan bahwa masyarakat hanya mengetahui suntik hormonal sebagai metode kontrasepsi. Bahkan, 3 dari 10 Pasangan Usia Subur (PUS) menyatakan tidak menggunakan kontrasepsi meski belum ingin punya anak lagi. Hal ini menunjukkan bahwa unmet need KB melebihi standar nasional (5%). Oleh karena itu, pelaksana pengabdian masyarakat melakukan penyuluhan daring tentang KB dan kontrasepsi. Target luaran penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan minimal 20%. Media yang digunakan adalah Whatsapp Group (WAG). Pelaksana pengabdian masyarakat melakukan pretest, pemberian materi, kemudian posttest. Hasilnya, rerata nilai pretest peserta adalah 60, rerata nilai posttest adalah 75,71, peningkatan rerata nilai adalah 15,71. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 26,19%. Dengan demikian, target luaran kegiatan ini telah tercapai.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PENGETAHUAN POLA HIDUP SEHAT PADA WANITA MENOPAUSE Nuke Devi Indrawati; Dian Nintyasari Mustika; Maria Ulfa Kurnia Dewi; Dewi Puspitaningrum; Azizatus Sabila; Sukma Rifina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9964

Abstract

Wanita menopause memilliki ketergantungan tinggi pada orang lain. Perilaku gelisah terlihat dari gerakan yang lamban, sering mondar-mandir, mengeluh, menangis. Tujuan  Penyuluhan tentang Penatalaksanaan Pola Hidup Sehat Wanita Menopause di Bumi Wanamukti, Semarang adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengubah perilaku kesehatan wanita menopause mengenai pola hidup sehat pada masa menopause. Berdasarkan analisa situasi pola hidup sehat wanita menopause di Bumi Wanamukti, Semarang diperlukan peningkatan pengetahuan  tentang penatalaksanaan pola hidup sehat wanita menopause. Pendidikan kesehatan pola hidup sehat wanita menopause dilaksanakan dengan metode transfer IPTEKS yang dilakukan pada tiap tahapan dengan menggunakan prinsip bahwa setiap informasi yang diterima sebaiknya melalui proses, mendengar, mengetahui, mencoba, mengevaluasi, menerima, meyakini, dan melaksanakan. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya pengetahuan penatalaksanaan pola hidup sehat wanita menopause di Bumi Wanamukti, Semarang. Bukti pengabdian masyarakat mengungkapkan bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan.
PENERAPAN PROKES COVID-19 PADA IBU HAMIL, BERSALIN, DAN NIFAS Irna Trisnawati; Ari Antini; Herry Sugiri; Nevy Nevy; Astri Astri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v4i2.9960

Abstract

WHO menempatkan Indonesia sebagai peringkat ke 18 dengan kasus covid terbanyak di dunia. Kabupaten Karawang masih ditetapkan sebagai zona merah dengan kasus terkonfirmasi positif per desember 2020 sebanyak 2.973. Kelompok rentan yang memiliki resiko tinggi dibanding populasi umum adalah  kelompok ibu hamil terutama yang memiliki komorbid. Beberapa hasil penelitian mengatakan bahwa temuan klinis ibu hamil positif covid sama dengan yang tidak hamil hanya saja berpotensi besar mengalami  kelahiran prematur. Tujuan PKM meliputi meningkatnya pengetahuan ibu kader mengenai protocol kesehatan covid 19 dan Kader memiliki kemampuan untuk mengedukasi kelompok ibu hamil, bersalin, dan nifas tentang prokes covid-19 melalui leafleat serta tersedianya tempat cuci tangan di setiap posyandu. Mitra PKM adalah kader Posyandu. Jadwal kegiatan mulai Pebruari sd November 2021. Metoda Pelaksanaan melalui pelatihan dengan model ceramah tanya jawab, praktikum dan pendampingan. Hasil kegiatan PKM rata-rata peningkatan pengetahuan kader Mitra 1: 15 poin dan Mitra 2: 14 poin, keterampilan kader dalam kategori baik dan tersedianya tempat cuci tangan di posyandu. Kesimpulannya bahwa pengetahuan dan keterampilan kader mengenai Prokes Covid-19 meningkat dan kader mampu mengedukasi kelompok rentan melalui media leafleat.

Page 6 of 11 | Total Record : 102