Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan is an electronic journal published by the Midwifery Study Program at the Muhammadiyah University of Semarang. Articles submitted to this journal will be reviewed by 3 (three) editors and 4 (four) reviewers. Every submitted article will be checked for originality using Turnitin. Accepted articles will be presented online. Readers who need articles on community service in the fields of midwifery, maternal and child health can download articles on this website. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan is published twice a year, namely in January and July. Accepted articles will be published with an In-Press number before issuing regular numbers. Authors must comply with the writing guidelines at Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan if they want to submit articles. Every writer must register before submitting an article. And for those who already have an account at Journal of Community Service for Midwifery, the author can log in directly.
Articles
102 Documents
Penerapan Hypnoparenting Untuk Mengatasi Permasalahan Pada Anak Usia Dini
Fitria Primi Astuti;
Ida Sofiyanti;
Heni Setyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v1i2.4915
Latar belakang: penerapan Hypnoparenting di KB dan TK Pertiwi 01 Sumurrejo Kecamatan Gunung Pati, adalah sebagian besar orangtua siswa bekerja, dan pengasuhan dilakukan oleh nenek. Permasalahan yang muncul pada siswa yaitu kurangnya kemandirian anak, tantrum, sering menangis, dan masih banyak lagi. Akhir-akhir ini muncul beberapa metode untuk mengarahkan anak berperilaku baik. Salah satu metode dalam rangka membawa anak menjadi sesuatu yang diharapkan tanpa harus memaksa apalagi dengan ancaman dan kekerasan adalah dengan metode Hypnoparenting, yaitu metode yang menggabungkan praktek pengasuhan anak dengan pengetahuan hypnosis. Hypnoparenting adalah teknik hypnotherapy yang secara khusus diterapkan oleh orangtua dalam mengasuh anak. Secara garis besar, teknik ini bermanfaat meningkatkan kualitas komunikasi dan kecerdasan spiritual orangtua dan anak. Bekerja langsung pada alam bawah sadar anak, membuat orangtua dapat menerapkan pola asuh tanpa paksaaan. Tujuan: kegiatan ini adalah menerapkan pola asuh yang baik dengan hypnoparenting. Metode: pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari 3 tahapan yaitu seminar dan worksop tentang pola asuh, bahasa cinta dan hypnoparenting, pendampingan penerapan selama satu bulan, dan evaluasi penerapan hypnoparenting oleh orang tuasiswa dan guru. Hasil: hasil awal saat diberikan kuesioner pola asuh 53% memiliki pola asuh yang kurang baik, orangtua antusias dalam workshop penerapan hypnoparenting. Pendampingan penerapan dilakukan selama satu bulan dengan hasil evaluasi yaitu terjadi perubahan sikap anak setelah dilakukan hypnoparenting. Kesimpulan: kesimpulan dari kegatan ini anak menjadi baik dan mudah diarahkan apabila orangtua menggunakan bahasa-bahasa cinta tanpa bentakan.
PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK USIA 7-9 TAHUN DI SD NEGERI GLAWAN KABUPATEN SEMARANG
Agustin Rahmawati;
Feri Khamdani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v3i1.6858
Pendidikan seksualitas komprehensif memainkan peran sentral dalam persiapan kaum muda untuk kehidupan yang aman, dan produktif di mana HIV dan AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), kehamilan yang tidak diinginkan, kekerasan berbasis gender dan ketidaksetaraan gender masih menimbulkan risiko serius bagi kesejahteraan mereka. Pendidikan seksual merupakan cara pengajaran atau pendidikan yang dapat menolong anak untuk mengatasi masalah yang bersumber pada dorongan seksual. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberi informasi terkait pendidikan seksual pada anak kelas V SD Negeri Glawan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang yang berjumlah 28 siswa laki-laki dan perempuan pada bulan Januari 2020 selama kurang lebih satu hari. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab menggunakan video edukasi dengan media laptop dan LCD. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari guru maupun siswa, terbukti dengan adanya antusias siswa dalam kegiatan pengabdian. Berdasarkan proses evaluasi diketahui bahwa adanya peningkatan pengetahuan anak tentang seksual dan kesehatan reproduksinya, dibuktikan dengan evaluasi pasca penyuluhan peserta dapat menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Diharapkan dengan adanya pendidikan ini anak-anak dapat bersiap dalam menghadapi perubahan seksual yang terjadi pada dirinya serta menjaga kesehatan tubuhnya secara baik.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DETEKESI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA PADA ORANGTUA DI POSYANDU MELATI LEDOK KOTA SALATIGA
Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi;
Agustin Rahmawati;
Siti Istiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v2i2.5948
Periode emas manusia berawal dari janin dalam kandungan hingga usia 2 tahun, periode tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi yang baik dan cukup, status kesehatan yang baik, pengasuhan yang benar, dan stimulasi yang tepat pada periode ini akan membantu anak untuk tumbuh sehat dan mampu mencapai kemampuan optimalnya. Presentase stunting di Indonesia pada tahun 2018 tercatat 30,8% kemudian pada 2019 sedikit menurun menjadi 27,67% (Riskesdas, 2019). Data dari Dinas Kesehatan Kota Salatiga menunjukan 738 anak mengalami stunting atau 6,93% di tahun 2018. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pendidikan kesehatan pada orangtua yang memiliki balita tentang mendeteksi secara dini tumbuh kembang dari balita di wilayah Posyandu Melati Ledok dalam upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Salatiga. Metode pengabdian ini menggunakan desain cross sectional, sasaran pengabdian masyarakat adalah orangtua balita di wilayah Posyandu Melati Ledok. Hasil pengabdian didapatkan adanya peningkatan pengetahuan orangtua tentang tumbuh kembang balita, yaitu kategori baik 31 orang (69%) , cukup 12 orang (27%), kurang 2 orang (4%). Diharapkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, orangtua dapat melakukan deteksi dini tumbuh kembang balita secara mandiri guna mencegah timbulnya stunting pada anak.
REFRESHING PENYULUHAN TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN MENGGUNAKAN BUKU KIA PADA KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG PULE
Catur Esty Pamungkas;
Siti Mardiyah WD;
Aulia Amini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v2i1.5367
Komplikasi kehamilan dan persalinan penyebab utama kematian wanita pada usia reproduksi. Lebih dari satu wanita meninggal setiap menit dari penyebab komplikasi, atau ini berarti 585.000 wanita meninggal setiap tahun. AKI di Indonesia secara nasional sebesar 390 per 100.000 kelahiran hidup dan merupakan angka tertinggi dibanding dengan Negara-negara ASEAN lainnya (SDKI, 2013), dengan meningkatnya pengetahuan tentang tanda bahaya pada kehamilan, maka dapat membantu menurunkan AKI, karena ibu hamil memiliki bekal informasi tempat pelayanan kesehatan sebagai upaya deteksi dini. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan penyuluhan tentang tanda-tanda bahaya pada ibu hamil. Metode Pengabdian ini menggunakan jenis observasional dengan rancangan cross sectional. Sasaran responden pengabdian yaitu ibu hamil trimester I, II dan III sejumlah 25 responden yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Pule. Teknik pengambilan sampel dengan aksidental sampling, pelaksanaan pengabdian dengan melakukan pre test dan post test tentang pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan dan setelah diberikan penyuluhan. Hasil Pengabdian ini didapatkan pengetahuan responden tentang tanda-tanda bahaya kehamilan mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata pre test sebesar 7.8 menjadi 9.2 saat post test dan keseluruhan responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 25 responden (100%). Kesimpulan dari pengabdian ini bahwa didapatkan pengaruh baik dari hasil penyuluhan tentang tanda-tanda bahaya kehamilan pada seluruh responden.
DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA DENGAN PEMERIKSAAN PAYUDARA KLINIS (SADANIS) DI KELURAHAN BANDARHARJO KOTA SEMARANG
Mulyanti, Lia;
Anggraini, Novita Nining;
Istiana, Siti;
Paradilla, Dea Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v3i2.7852
Jumlah wanita usia subur yang terdapat benjolan pada pemeriksaan Clinical Breast Examination (CBE) di kota semarang memiliki kasus tertiggi dibandingkan dengan kota dan kabupaten di Jawa Tengan yaitu sebesar 24,9%. Sedangkan penderita kanker terbanyak adalah kanker payudara dengan jumlah penderita kanker payudara di provinsi Jawa Tengah sebesar 11.511 orang. Salah satu pencegahan kanker payudara dengan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) atau Clinical Breast Examination (CBE) dan Periksa Payudara sendiri (SADARI). Jumlah wanita usia subur yang melakukan pemeriksaan untuk deteksi dini kanker payudara di tahun 2018 dilaporkan sebanyak 94.509 wanita usia subur atau 1,92% dari perempuan usia 30-50 tahun. Kegagalan penemuan secara dini kanker payudara dapat terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan atau informasi yang diperoleh masyarakat. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk mendeteksi dini kanker payudara dengan melakukan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS. Metode pengabdian ini adalah dengan metode diskriptif yaitu menggambarkan tentang proses pemeriksaan payudara dengan jumlah responden 32 orang. Hasil dari pengabdian ini bahwa semua responden tidak memiliki tanda-tanda yang menuju ke kanker payudara. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini diharapkan masyarakat terutama wanita usia subur mempunyai kesadaran untuk memeriksa payudaranya sendiri.
PEMBERDAYAAN KADER SEBAGAI KELOMPOK PENDUKUNG KELUARGA BERENCANA DI PUSKESMAS KARANG AYU SEMARANG
Qomariyah, Qomariyah;
Maharani, Kristina;
Harjanti, Agnes Isti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v3i2.7858
Keluarga berencana merupakan tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif tertentu menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu dan kelahiran dalam hubungan suami istri dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Keluarga berencana adalah suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi (Manuaba, 2016). Data yang didapatkan pada puskesmas Karang Ayu tahun 2018 yang menunjukan bahwa sebanyak 98% atau 490 pengguna kontrasepsi hormonal, sedangkan pengguna kontrasepsi non hormonal hanya 2% atau 10 ibu yang menggunakan. Berdasarkan data dari puskesmas, didapatkan pengguna kontrasepsi hormonal lebih banyak dibandingkan dengan pengguna kontrasepsi non hormonal. Berdasarkan pengamatan wanita usia subur mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi. Pengetahuan merupakan salah satu faktor dalam pemilihan kontrasepsi. Selain itu juga terbatasnya metode yang tersedia faktor lain juga diantaranya pendidikan, umur dan dukungan suami. Oleh sebab itu sehubungan dengan kondisi diatas, penulis merasa perlu diadakan pengabdian masyarakat tentang “Pemberdayaan Kader Sebagai Kelompok Pendukung Keluarga Berencana Di Puskesmas Karang Ayu Semarang”.
UPAYA PENGENDALIAN PENYEBARAN COVID-19 DENGAN 3M
Setiani, Fibrinika Tuta;
Apriyani, Widie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v3i2.7854
Semakin meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia memiliki dampak kesehatan yang cukup besar bagi masyarakat. Pertumbuhan virus COVID-19 menempel pada tangan setiap harinya melalui kontak fisik dengan lingkungan, dan diantaranya dapat menyebabkan atau menimbulkan berbagai penyakit. Untuk itu mikroorganisme ini perlu dimusnahkan atau dicegah penyebarannya, salah satu cara yang paling mudah dan tepat adalah dengan 3 M yaitu mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir, memakai masker dan menjaga jarak.Tujuan jangka panjang dari program PKM ini adalah siswa, pendidik, dan tenaga kependidikan disiplin menggunakan masker, menjaga jarak hindari kerumunan, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir (3M) untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran COVID-19. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara penyuluhan berupa ceramah dan tanya jawab, pelatihan serta simulasi dan praktek tentang cara penggunaan masker yang benar dan cara mencuci tangan yang benar. Berdasarkan wawancara, tanya jawab dan pengalaman langsung selama kegiatan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan hasil yaitu meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) meningkatkan keterampilan masyarakat dalam melakukan cuci tangan. Kesimpulan pengabdian ini tentang upaya pengendalian penyebaran COVID-19 dengan 3M telah terlaksana dengan baik dan lancar. Pengetahuan dan motivasi masyarakat dalam melakukan 3M meningkat.
IMPLEMENTASI POSYANDU “BALITA SEHAT” DI MASA PANDEMI COVID-19
Siti Nurjanah;
Fitriani Nur Damayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v3i2.7859
Menurut data akhir 2019, terdapat 298.058 Posyandu dan baru 65,42% yang aktif. Angka ini masih jauh dari target nasional yaitu 80%. Pada 2020, cakupan diperkirakan turun karena di masa pandemi kegiatan Posyandu sebagian besar dihentikan. Pengembangan media promosi kesehatan pelayanan Posyandu Adaptasi Kebiasaan Baru pada masa Pandemi covid-19 dapat memberikan Pengetahuan kepada tenaga kesehatan maupun kader kesehatan dan masyarakat untuk membuka kembali pelayanan Posyandu dengan aman. Tujuan adalah menyelenggarakan Posyandu balita sehat dimasa covid-19 Hasil (1) Keaktifan kader dalam program Posyandu balita, (2) Peningkatan pengetahuan kader tentang protokol kesehatan (3) monitoring kesehatan bayi dan balita diwilayah RW II Dadapan Sendangmulyo Semarang. Kesimpulan dengan adanya stimulasi kader dengan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan memotivasi perilaku hidup sehat di masa pandemi ini.
ANEMIA REMAJA DAN KESEHATAN REPRODUKSI
Khobibah Khobibah;
Tri Nurhidayati;
Mimi Ruspita;
Budi Astyandini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v3i2.7855
Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang umum terjadi di dunia, terutama di negara berkembang. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017 menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada wanita umur 13-18 tahun adalah 23% sedangkankan pada pria usia 13-18 yaitu 17 %. Kekurangan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah akan menyebabkan tubuh cepat lelah, lemah, lesu dan letih yang dapat mengakibatkan dapat terjadinya penurunan prestasi belajar dan produktivitas kerja remaja. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan remaja tentang anemia dan resiko terhadap kesehatan reproduksi melalui pemberian pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kadar hemoglobin. Sasaran dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Siswi SMA N 1 Kendal sejumlah 100 orang. Kegiatan pengabdian masyarakat diawali dengan pemeriksaan kadar Hb, dilanjutkan dengan pemberian pendidikan kesehatan tentang anemia dan pengaruhnya dalam kesehatan reproduksi. Evaluasi dilakukan dalam bentuk pemeriksaan kadar Hb kedua, dengan jarak 4 minggu. Selain itu, disediakan booklet untuk memberikan keluasan pengetahuan bagi siswi. Evaluasi akhir dilaksanakan pemeriksaan Hb ulang. Hasil Pemeriksaan awal kadar Hb didapatkan 85 siswi tidak mengalami anemia (85%) dan 15 siswi mengalami anemia (15%). Pemeriksaan kadar Hb kedua menunjukkan hasil 94 siswi tidak mengalami anemia (94%) dan 6 siswi masih mengalami anemia (6%). Simpulannya bahwa pemberian informasi sangat diperlukan agar siswa mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengandung zat besi agar angka kejadian anemia pada remaja berkurang.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG VULVA HYGIENE PADA WANITA USIA SUBUR DI DUSUN TESEH KELURAHAN METESEH KECAMATAN TEMBALANG KOTA SEMARANG
Siti Istiana;
Lia Mulyanti;
Aniatul Janah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/jpmk.v3i2.7860
Masalah keputihan adalah masalah yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Keputihan adalah keluarnya sekret atau cairan dari vagina. Personal hygiene genitalia merupakan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan individu yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga terhindar dari gangguan alat reproduksi dan mendapatkan kesejahteraan fisik dan psikis serta meningkatkan derajat kesehatan. Pengetahuan dan ketrampilan vulva hygiene merupakan salah satu upaya untuk mencegah dan mengontrol infeksi, mencegah kerusakan kulit, meninggalkan kenyamanan serta mempertahankan kebersihan diri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberi informasi terkait pendidikan mengenai vulva hygiene pada WUS di dusun Teseh kelurahan meteseh kecamatan tembalang kota semarang yang berjumlah 30 orang pada bulan maret 2020. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab menggunakan media leaflet. Seluruh materi dapat disampaikan dan dapat diterima dengan baik. Setelah dilaksanakan kegiatan, pemahaman WUS mengenai vulva hygiene sudah meningkat, WUS mampu memahami teknik vulva hygiene dengan benar ditunjukkan dengan kemampuan menjawab pertanyaan setelah dilakukan evaluasi. Harapannya setelah dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat mengenai praktik vulva hygiene, WUS bisa menerapkan kegiatan praktik vulva hygiene dengan benar, sehingga akan tercapai rasa nyaman dan terhindar dari keputihan.