cover
Contact Name
Theodorus Miraji
Contact Email
jojo.luvjesus@gmail.com
Phone
+6282134184629
Journal Mail Official
jurnalberea@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cemara No.72 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta
ISSN : 27164322     EISSN : 27162834     DOI : https://doi.org/10.37731/log.v2i1.47
LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta adalah jurnal nasional yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Berea dan berfokus pada isu-isu kebaruan Teologi Pentakosta. Sebagai wadah publikasi, LOGIA menerima hasil penelitian ilmiah para akademisi dan praktisi. Semua artikel yang masuk akan di-review oleh reviewer yang ahli di bidangnya dengan menerapkan proses double blind review. Jurnal yang terbit 2 kali setahun ini (Juni dan Desember) memiliki scope: Teologi Biblika Teologi Sistematika Teologi Praktika Pendidikan Kristen yang semuanya memiliki ciri khas Pentakosta
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 102 Documents
Komunikasi Etis dalam Pendidikan Kristen di Tengah Relativisme Moral di Era Digitalisasi Andreas Kurniawan; Tjutjun Setiawan; Suranto Suranto; Simon Simon
Logia Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i2.367

Abstract

This article focuses on explaining explaining how ethical communication relates to Christian Religious Education amidst the emergence of moral relativism in the digitalization era. The available discussion tends to focus more on Christian Religious Education (CRE)  in relation to spirituality, ethics, or evangelical values. Given the still-limited direction of studies that elaborate on communication in Christian Religious Education (CRE) amidst moral relativism, the researcher sees this as a gap in the discussion. The method used by the researcher in elaborating this paper is descriptive-analytical qualitative. The selection of this method is to obtain a deep and comprehensive understanding of phenomena that are conceptual in nature. The findings of this study indicate that moral relativism is becoming increasingly dominant as exposure to diverse values and norms through digital media increases. As a result, cyberbullying and hate speech in digital media have become dominant. The collaborative efforts of the church, school, and family become crucial in building ethical communication rooted in Christian values.ABSTRAKArtikel ini berfokus menguraikan bagaimana komunikasi Etis dalam kaitan Pendidikan Agama Kristen ditengah menguaknya relativisme moral dalam era digitalisasi. Kajian ini peneliti uraikan karena observasi terkait penelitian yang berkaitan topik ini masih amat minim dibahas. Kecenderungan arah pembahasan yang tersedia lebih mentik-beratkan PAK dalam kaitan spiritual, etika maupun nilai-nilai Injili. Dari masih minimnya arah kajian yang mengelaborasikan tentang komunikasi dalam PAK ditengah relativisme moral, peneliti melihat hal ini sebagai gap dalam pembahasan. Metode yang digunakan peneliti dalam menguraikan tulisan ini kualitatif deskriptif-analitis. Pemilihan metode ini untuk memperoleh pemahaman mendalam dan komprehensif terhadap fenomena yang bersifat konseptual. Temuan kajian ini mengemukakan relativisme moral menjadi semakin dominan seiring dengan meningkatnya paparan terhadap keragaman nilai dan norma melalui media digital. Akibatnya, perundungan di media seperti bullyan, ujan kebencian mendominasi. Upaya kolaborasi gereja, sekolah, dan keluarga menjadi sangat krusial dalam membangun komunikasi etis yang berakar pada nilai-nilai Kristiani. Kata Kunci: Komunikasi, Pendidikan Agama Kristen, Moral, Digitalisasi.
Pendekatan Konseling Pastoral Interkultural Di Tengah Pluralitas Agama Di Indonesia Mirnawati Sasoeng; Julio Eleazer Nendissa
Logia Vol 7, No 2 (2026): JUNI
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i2.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan konseling pastoral interkultural dalam konteks pluralitas agama di Indonesia yang ditandai oleh keberagaman keyakinan, budaya, dan latar sosial. Indonesia sebagai masyarakat multireligius menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi praktik konseling pastoral untuk berperan secara kontekstual, inklusif, dan dialogis tanpa kehilangan dasar teologisnya. Pendekatan interkultural dipahami sebagai kerangka konseling yang mengintegrasikan sensitivitas budaya, kesadaran akan perbedaan religius, serta kemampuan reflektif konselor pastoral dalam membangun relasi menolong yang etis dan bermartabat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur kritis terhadap sumber-sumber teologi pastoral, konseling lintas budaya, teologi agama-agama, serta kajian sosial-keagamaan di Indonesia. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip teologis, nilai etis, dan kompetensi interkultural yang relevan bagi konseling pastoral di tengah masyarakat plural. Hasil kajian menunjukkan bahwa konseling pastoral interkultural menuntut pergeseran paradigma dari pendekatan eksklusif menuju pendekatan yang bersifat dialogis, empatik, dan kontekstual, dengan menempatkan martabat manusia sebagai imago Dei sebagai landasan utama. Konselor pastoral dipanggil untuk memiliki kepekaan terhadap dinamika identitas religius klien, menghindari sikap hegemonik, serta mengembangkan praktik konseling yang menghargai kebebasan beragama dan keragaman budaya. Dengan demikian, pendekatan konseling pastoral interkultural tidak hanya berkontribusi pada pemulihan individu, tetapi juga berperan strategis dalam membangun harmoni sosial dan memperkuat kohesi antarumat beragama di Indonesia.

Page 11 of 11 | Total Record : 102