cover
Contact Name
Theodorus Miraji
Contact Email
jojo.luvjesus@gmail.com
Phone
+6282134184629
Journal Mail Official
jurnalberea@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cemara No.72 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta
ISSN : 27164322     EISSN : 27162834     DOI : https://doi.org/10.37731/log.v2i1.47
LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta adalah jurnal nasional yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Berea dan berfokus pada isu-isu kebaruan Teologi Pentakosta. Sebagai wadah publikasi, LOGIA menerima hasil penelitian ilmiah para akademisi dan praktisi. Semua artikel yang masuk akan di-review oleh reviewer yang ahli di bidangnya dengan menerapkan proses double blind review. Jurnal yang terbit 2 kali setahun ini (Juni dan Desember) memiliki scope: Teologi Biblika Teologi Sistematika Teologi Praktika Pendidikan Kristen yang semuanya memiliki ciri khas Pentakosta
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 89 Documents
KETELADANGAN SEMANGAT MISI JEMAAT ANTIOKHIA DALAM KISAH PARA RASUL BAGI GENERASI Z DI ERA SOCIETY 5.0 widiarto, eko
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 5, No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v5i2.189

Abstract

Pemberitaan Injil yang dilakukan Jemaat Antiokhia saat itu dengan mengutus Paulus dan Barnabas untuk memberitakan berita sukacita dari Allah dalam Kisah Para Rasul merupakan pengantar dari penelitian tentang, “Keteladanan Semangat Misi Jemaat Antiokhia dalam Kisah Para Rasul bagi Generasi Z di Era Society 5.0” melalui studi kepustakaan yang  menelaah berbagai sumber penting berupakan jurnal dan buku, serta penelaahan Alkitab dengan kesimpulan akhir bahwa Gen Z di Era Society melaksanakan misi dengan strategi misi dari misi off line menuju misi on line melalui media sosial yang mereka jalankan, melakukan kelas pemuridan hybrid, serta mempedulikan sesamanya di tengah pergaulannya dengan berbagi kepada orang lain yang membutuhkan bantuan mereka. Kata-kata kunci: Misi; Jemaat Antiokhia; Kisah Para Rasul.
Prinsip-Prinsip Pemberdayaan Tim Kepemimpinan Rasul Paulus dan Aplikasinya Bagi Gereja Mawar Sharon Regional Jateng & DIY di Era Digitalisasi Samuel, Bernard; Christina, Endah
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Logia
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v5i1.155

Abstract

Abstrak Kemampuan pemimpin untuk melakukan pendelegasian kepemimpinan sangat penting bagi kelangsungan dan perkembangan Gereja Mawar Sharon (GMS) Regional Jawa Tengah dan DIY.  Namun perkembangan teknologi digital sejak pandemi covid menjadi tantangan bagi pelaksanaan pendelegasian kepemimpinan ini.  Sangat banyak tulisan yang mengulas berbagai aktivitas digital sejak pandemi, termasuk didalamnya pendidikan dan ibadah.  Tetapi belum ada tulisan yang secara khusus berbicara tentang pendelegasian kepemimpinan di GMS Regional Jawa Tengah dan DIY.  Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip pemberdayaan tim kepemimpinan Rasul Paulus dan penerapannya bagi GMS Regional Jawa Tengah dan DIY dengan memanfaatkan teknologi digital.  Dengan menggunakan rancangan penelitian kualitatif bukan eksperimental dengan jenis riset teologi biblika, tulisan ini menyimpulkan bahwa prinsip kepemimpinan Rasul Paulus dapat diaplikasikan untuk memberdayakan team leader dengan melakukan pemberdayaan individu seperti partisipasi, kontrol dan kesadaran kritis.  Proses pemberdayaan ini dilakukan dengan menggunakan teknologi digital.  Untuk mencapai kesimpulan itu tulisan ini disusun sebagai berikut: eksegesis 1 Timotius 1:3-7, 3:2-13 dan 5:7-12, dari penelitian tersebut ditemukan prinsip tentang pengambilan keputusan, penyebaran tanggung jawab dan kepemimpinan.  Prinsip tersebut kemudian diaplikasikan pada pemberdayaan team leader pada tingkat organisasi dan komunitas.Kata kunci: 
Membingkai Teodisi dari Kisah Pencobaan Yesus Dalam Matius 4:1-11 dan Relevansinya bagi Kaum Pentakostal Widayanti, Widayanti; Manurung, Kosma
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 4, No 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v4i2.148

Abstract

 Kisah pencobaan yang dialami oleh Yesus Kristus di Padang Gurun, seperti yang tercatat dalam Injil Matius 4:1-11, telah menjadi bahan pemikiran yang dalam ajaran Kristen. Artikel ini bertujuan untuk memahami kisah ini dari perspektif Pentakostal, membingkai teodisi dari kisah pencobaan tersebut dan bagaimana peristiwa ini relevan dalam kehidupan dan iman Pentakostal. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis teks dan kajian literatur. Pembahasan artikel ini mencakup pemahaman konsep pencobaan sebagai penderitaan dan Allah dalam pribadi Roh Kudus menyertai proses pencobaan itu.  Teodisi dari perspektif Pentakostal merangkainya dengan konsep teodisi pencobaan sebagai ujian kehidupan, penyertaan Roh Kudus dalam pencobaan, dan peran Allah dalam mengizinkan pencobaan.Kata Kunci: pencobaan, Allah, teodisi, matius 4:1-11, pentakostal.AbstractThe story of the temptation experienced by Jesus Christ in the Wilderness, as recorded in the Gospel of Matthew 4:1-11, has been a subject of deep contemplation in Christian teachings. This article aims to understand this story from a Pentecostal perspective, framing the theodicy of the temptation narrative and how this event is relevant in the life and faith of Pentecostals. The research method employed includes textual analysis and literature review. The article discusses the understanding of the concept of temptation as a trial in life and God's presence through the Holy Spirit accompanying the process of temptation. The theodicy from the Pentecostal perspective interlaces it with the concept of theodicy of temptation as a test of life, the involvement of the Holy Spirit in temptation, and the role of God in permitting temptation.Keywords: temptation, God, theodicy, matthew 4:1-11, pentecostal.
Peranan Perempuan di dalam Gereja Berdasarkan Kajian Lukas 8:1-3 Lawolo, Aprianus; Angelina, Claudia
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 1 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i1.201

Abstract

Kepemimpinan perempuan sejak dahulu tetap menjadi pembahasan yang tidak pernah selesai. Hal ini disebabkan karena masih adanya sistem patriaki di beberapa daerah dan juga institusi. Bahkan tidak heran juga gereja yang seharusnya menjadi tempat untuk menunjukkan bentuk kesetaraan tersebut malah terjebak dengan tradisi dan tafsiran yang keliru. Tujuan dari penelitian ini menawarkan sebuah gagasan bahwa kepemimpinan perempuan bukanlah hal yang berbahaya bahkan perempuan dapat memimpin semua orang bahkan di gereja sendiri. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dapat memimpin diatas mimbar, karena mereka setara, sehingga mereka dapat memimpin semua orang. 
MEMPERKUAT PENGGEMBALAAN PENTAKOSTA BAGI PENDIDIKAN KRISTEN DI INDONESIA Bobo, Kornelis Ruben
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 1 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i1.238

Abstract

Artikel ini berjudul Memperkuat Pengembalaan Pentakosta untuk Peserta Didik Kristen di Indonesia berdasarkan Matius 9:35-38.  Tujuan penulisan artikel ini adalah agar setiap pendidik Kristen di Indonesia dapat memperkuat pengembalaan Pentakosta bagi Peserta Didiknya.  Setiap peserta didik Kristen dapat digembalakan secara misional dan holistik. Artikel ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber-sumber yang kompatibel dan berbagai literatur yang mendukung. Penulis menemui bahwa Matius 9:35-38 tidak hanya dipahami sebagai strategi penginjilan dan pelayanan yang terintegrasi, tetapi juga dipahami sebagai suatu teks yang menekankan pengembalaan Pentakosta untuk Peserta Didik Kristen di Indonesia.  Frase, “karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (aya 36) memberikan petunjuk bahwa dalam realita dan dinamika hidup Peserta Didik Kristen di Indonesia, kerapkali mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Oleh karena itu, mereka perlu digembalakan.  Mereka adalah jemaat yang menggereja di sekolah.  Sekolah harusnya dipandang sebagai gereja.  Dengan demikian, setiap  pendidik Kristen pun perlu semakin diperkuat untuk menggembalakan setiap peserta didik Kristen di sekolah.  Mereka tidak hanya mengemban jabatan struktural, tetapi juga peran fungsional yang dimainkan di mana setiap Pendidik Kristen perlu menggembalakan peserta didiknya.
Bangkit dari Kegagalan: Studi Kasus Daud Memindahkan Tabut Perjanjian Tuhan dalam 1 Tawarikh 13:1-14 Setiawan, Tjutjun; Adi, Didit Yuliantono
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 1 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i1.228

Abstract

A person's title and position do not always automatically make that someone successful in every plan he does, this was experienced by David, a king who had good intentions and was supported by his soldiers and the elders of the nation and all the people of Israel in moving the ark of the covenant, but experienced failure. In this study, the author uses a research method with a literature study approach and do expository method to the relevant Bible verses. This article aims to explore the events in which David faced failure and rose from failure in 1 Chronicles 13: 1-14. This research’s question is how could David rise from failure? From this study, the exemplary facts of David were found, where he sought the cause of failure by seeking God's help, and he rose and did it again in a way that was in accordance to God's word, he also dared to pay the price for God and did his best, as a form of totality in service. This is very relevant for today's leaders in their duties and responsibilities as Christian leaders to rise from the failures faced in their duties and services by always asking for God's help. AbstrakJabatan dan kedudukan seseorang tidak secara otomatis membuat seseorang itu akan selalu berhasil dalam setiap rencana yang dilakukannya, hal tersebut dialami oleh Daud, sebagai seorang raja yang mempunyai niat yang baik dan didukung oleh tentaranya dan para tua-tua bangsa serta seluruh rakyat Israel dalam hal memindahkan tabut perjanjian ternyata mengalami kegagalan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian dengan pendekatan studi Pustaka dan melakukan eksposisi terhadap ayat-ayat Alkitab yang relevan. Tujuan artikel ini adalah mengeksplorasi peristiwa di mana Daud dalam menghadapi kegagalan dan bangkit dari kegagalan dalam 1 Tawarikh 13:1-14. Pertanyaan penelitiannya adalah bagaimana Daud bisa bangkit dari kegagalan? Dari penelitian ini ditemukan fakta teladan Daud, di mana ia mencari penyebab kegagalan dengan mencari pertolongan Tuhan, dan ia bangkit dan melakukannya lagi dengan cara yang sesuai dengan firman Tuhan, ia juga berani membayar harga untuk Tuhan dan sekuat tenaga melakukan yang terbaik, sebagai bentuk totalitas dalam pelayanan. Ini sangat relevan bagi pemimpin masa kini dalam tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemimpin Kristen untuk bangkit dari kegagalan yang dialami dalam tugas dan pelayanannya dengan selalu meminta pertolongan Tuhan. Kata Kunci: Bangkit Dari Kegagalan, Daud, Tabut Perjanjian, 1 Tawarikh 13:1-14 
Pelayanan Pastoral Gereja dalam Mengatasi Tantangan Kesehatan Mental pada Lansia Melalui Pendekatan Kasih, Dukungan Rohani, dan Pendidikan Agama Kristen Trifosa, Florence; Herman, Samuel
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 1 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i1.190

Abstract

Penelitian ini membahas peran Pendidikan agama Kristen dalam mengatasi tantangan Kesehatan mental pada lansia. Tujuan dari penelitian ini adalah Kesehatan mental pada lansia dapat ditingkatkan melalui pendeketan Pendidikan agama Kristen sebagai fondasi yang kokoh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Perhatian terhadap lansia perlu dilakukan agar terjadi peningkatan kualitas hidup para lansia, mengingat pada usia lansia banyak terjadi persoalan yang dapat menyebabkan lansia menjadi depresi, hingga mengalami keputusasaan karena jarang mendapat perhatian khusus. Kesehatan mental perlu menjadi perhatian dalam keluarga agar para lansia dapat mengalami kualitas hidup yang bahagia diakhir hidupnya. Pada usia lansia, pemikiran setelah usia pensiun memiliki dampak yang signifikan dari usia produktif yang biasa disibukkan dengan pekerjaan dan aktivitas yang relatif banyak berubah menjadi saat berkurangnya jenis kegiatan yang dapat dilakukan. Penurunan kegiatan ini didukung oleh berkurangnya penghasilan yang diperoleh sehingga tidak leluasa dalam melakukan hal yang diinginkan. Pendidikan Agama Kristen bagi lansia harus terus dilakukan dalam pendekatan Pembangunan karakter lansia sehingga dapat mengatasi segala gangguan kesehatan mental baik secara jasmani maupun rohani.
MISI INKLUSIF YUNUS KE NINIWE: HERMENEUTIKA YUNUS 3: 1-10 DALAM KONTEKS PLURALISME DI INDONESIA Sianipar, Magel Haens
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 1 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i1.227

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana misi inklusif dalam konteks Perjanjian Lama secara khusus dalam misi inklusif Yunus ke Niniwe dalam Yun.3:1-10. Misi ini merujuk pada tugas atau tujuan yang melibatkan semua orang atau kelompok, tanpa memandang latar belakang, status sosial, atau ras. Dalam teks ini, gagasan misi mencakup hubungan antara manusia dan Allah, serta peran dan tugas yang diemban oleh nabi atau kelompok dalam rencana Allah. Selanjutnya, tulisan ini membahas gagasan sentral tentang misi, termasuk ketetapan Allah, pembebasan, perjanjian, pertobatan dan keselamatan, serta menyampaikan pesan Allah. Ditekankan bahwa misi tidak hanya bersifat eksklusif ke Yahudi saja dalam Perjanjian Lama, tetapi juga inklusif terhadap semua orang dan budaya. Penelitian ini dilakukan dengan metode hermeneutika historis kritis. Penulis pertama-tama  mengkaji misi inklusif dalam konteks berbagai kisah dalam Perjanjian Lama, termasuk kisah Yunus yang merupakan penolakan dan kemudian penerimaan misi Allah yang inklusif terhadap bangsa Niniwe. Selanjutnya penulis menganalisa dengan memperhatikan teks  dan konteks secara mendalam sehingga menemukan muatan teologis secara jelas dari teks Yun.3:1-10 yang diteliti. Dalam teks dilihat perlunya pendekatan baru dalam misi dalam era modern yang ditandai oleh pluralisme. Terakhir, penulis membahas tugas-tugas missiologis yang mungkin dilakukan, termasuk penelitian budaya dan agama, pengembangan strategi misi, pelatihan dan pendidikan, serta pembinaan dan pendampingan secara khusus dalam keragaman di Indonesia.
PEREMPUAN DALAM TEOLOGI: PERSPEKTIF BARU UNTUK PEMIMPIN GEREJA Simatupang, Jhonnedy Kolang Nauli
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.234

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran perempuan dalam teologi dan kepemimpinan gereja, yang semakin mendapat perhatian dalam konteks keadilan gender dan inklusivitas. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi kontribusi teologis perempuan serta tantangan yang mereka hadapi dalam kepemimpinan gereja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, dengan menganalisis literatur terkait teologi feminis, interpretasi Alkitab, dan model kepemimpinan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teolog perempuan menawarkan interpretasi alternatif terhadap teks-teks suci dan menyoroti potensi kepemimpinan perempuan. Meskipun ada kemajuan, stereotip gender dan keterbatasan akses pendidikan masih menjadi hambatan signifikan. Model kepemimpinan servant dan kolaboratif diusulkan sebagai solusi untuk menciptakan lingkungan yang lebih adil dan setara. Diskusi mengindikasikan bahwa penerapan perspektif perempuan dalam teologi dapat memperkaya pemahaman iman serta menciptakan gereja yang lebih responsif terhadap tantangan sosial. Ini juga dapat menarik generasi muda yang menghargai nilai-nilai keadilan dan inklusivitas. Kesimpulannya, mengintegrasikan suara perempuan dalam kepemimpinan gereja adalah langkah strategis untuk menciptakan gereja yang berkomitmen pada keadilan sosial dan mampu berfungsi sebagai agen perubahan positif dalam masyarakat.
“HOMILI BERBASIS KEBUTUHAN ANAK: PENGGUNAAN PRAKTIS UNTUK MEMPERKENALKAN FIRMAN TUHAN KEPADA ANAK SEBAGAI TIANG GEREJA Marpaung, Andre Fernando; Adipati, Yustus; Monika Limbong, Erlin Agnes
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.219

Abstract

Abstract:Sunday School is an important place for children to know and understand God's word. Understanding God's Word in Mingu School children is very important because it is the basis of children's faith development. In the discussion of this journal that uses library research methods found that in an effort to convey God's Word to children, the need for Sunday School teachers is very prominent. So Sunday School teachers must also be more creative and have a way of conveying God's word to children. From understanding children's needs and challenges in teaching children continued how homilies can utilize their role to be able to dominate to teach children. The principles of homilies are applied as children's, and varied and informative techniques are widely discussed. This journal provides an understanding of the importance of teaching Sunday School in the formation of children's faith in God's Word to shape the faith of Sunday School children from an early age and as a basis for knowledge of the Bible for faith growth.