cover
Contact Name
Theodorus Miraji
Contact Email
jojo.luvjesus@gmail.com
Phone
+6282134184629
Journal Mail Official
jurnalberea@gmail.com
Editorial Address
Jalan Cemara No.72 Salatiga
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta
ISSN : 27164322     EISSN : 27162834     DOI : https://doi.org/10.37731/log.v2i1.47
LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta adalah jurnal nasional yang dikelola oleh Sekolah Tinggi Teologi Berea dan berfokus pada isu-isu kebaruan Teologi Pentakosta. Sebagai wadah publikasi, LOGIA menerima hasil penelitian ilmiah para akademisi dan praktisi. Semua artikel yang masuk akan di-review oleh reviewer yang ahli di bidangnya dengan menerapkan proses double blind review. Jurnal yang terbit 2 kali setahun ini (Juni dan Desember) memiliki scope: Teologi Biblika Teologi Sistematika Teologi Praktika Pendidikan Kristen yang semuanya memiliki ciri khas Pentakosta
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 89 Documents
KONSEP HARI TUHAN DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI SOSIAL MENURUT AMOS 5:18-20 Laia, Imran; Panjaitan, Firman
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.240

Abstract

This study aims to explain the meaning of the day of the Lord as proclaimed in Amos 5:18-20. In some views it is said that the day of the Lord is the day of preaching about God's salvation to mankind, especially his chosen people. But Amos spoke differently, he actually showed that the day of the Lord is the day of God's judgment for the social sins committed by the Israelites. This research uses descriptive qualitative method with text criticism interpretation approach. The result of this study is the affirmation of God's judgment day that occurs when God's day comes. God will act decisively by punishing every sin of the people of Israel, especially social sins. Because Israel could not force any of their religious practices and worship into social life, the Israelites fell into social sins. It was in this situation that the day of the Lord came and judged the Israelites so that they would repent of their social sins.
STUDI KOMPARATIF KONSEP SUNAT DALAM PERJANJIAN LAMA DAN PERJANJIAN BARU Paillin, Wiranto Bongga
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.225

Abstract

Artikel ini membandingkan konsep Sunat menurut teks Perjanjian Lama dan gagasan Sunat menurut teks Perjanjian Baru. Dalam hal ini akan dibandingkan konsep sunat pada kedua teks yang ada, kemudian memberikan pemahaman mengenai implikasi sunat dalam kehidupan umat Kristiani masa kini. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif serta studi literatur. Kemudian, penulis menemukan bahwa sunat mempunyai arti 2 hal, yaitu “sunat luar” dan “sunat dalam”. Dalam hal ini yang dimaksud dengan “sunat luar” adalah sunat yang menekankan praktek sunat secara harafiah, yaitu memotong kulup laki-laki. Kemudian, “Sunat Batin” adalah sunat yang menekankan pada “penyunatan hati”, yakni memotong kulup jantung. Dalam hal ini yang dimaksud dengan “sunat hati” adalah meninggalkan kehidupan lama dengan perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, dan menuju kehidupan baru dengan perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Melalui hal tersebut, sunat mempunyai makna yang sangat mendalam bagi kehidupan umat Kristiani saat ini, agar mereka dapat menatap kehidupannya ke arah pertobatan yang sejati.
IDENTIFIKASI IDENTITAS RAJA DALAM DANIEL 9:25-27 Simbolon, Andreas Kongres Pardingotan; Tampilang, Petra Harys Alfredo; S, Frendy
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.218

Abstract

Kitab Daniel adalah salah satu kitab dalam Alkitab yang terdapat di Perjanjian Lama. Kitab ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu bagian narasi dan bagian nubuat. Tanggal penting dalam kitab Daniel adalah tahun 536 SM. Tanggal ini menandai akhir dari 70 minggu dari Daniel 9:24 dan awal dari 69 minggu Daniel 9:25-26. Secara Spesifik artikel ini akan membahas dari Daniel 9:25-27. Pasal ini berbicara berkaitan dengan identitas raja yang disebut dalam nubuat. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi dan menganalisis potensi kandidat raja atau siapakah raja yang dimaksud dalam teks tersebut, serta menghubungkannya dengan konteks sejarah, dan juga amanat teks yang berkaitan dari hal tersebut. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan interpretative desain khususnya studi tematik dan mencakup analisis teks Alkitab dengan dukungan kajian sejarah dan literatur yang relevan. Dengan demikian jurnal ini bertujuan untuk menunjukkan siapakah identitas raja di dalam Daniel 9:25-27 dengan memahami konteks dari 70 minggu dari Dan 9:24 dan awal dari 69 minggu Dan 9:25-26.
MISSIO DEI AS A FOUNDATIONAL ONTOLOGICAL REALITY OF THE CHURCH Gotopo, Jean Paul
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.299

Abstract

This study examines the concept of the Missio Dei as an important ontological element underlying the identity and existence of the Church. Using a qualitative methodology that combines theological analysis, biblical interpretation, and a comprehensive literature review, this research highlights how God's mission is not merely an additional activity but constitutes the very essence of the Church's existence. From a Protestant and Pentecostal perspective, this study highlights that the integration of Missio Dei into ecclesiastical structures fosters a dynamic and transformative approach to liturgical expression and social engagement. The findings suggest that as the Church internalizes its mission as an existential mandate, it becomes more innovative and responsive to contemporary cultural and social challenges, while simultaneously preserving its underlying theological principles. By internalizing its mission as an existential mandate, the Church becomes more innovative and responsive to contemporary cultural and social challenges while preserving its foundational theological principles. Consequently, this study provides significant insights for pastoral strategy development, offering practical recommendations to enhance the Church’s role as an agent of transformation in contemporary society.
Integrasi Misi Dan Teologi Pentakosta Dalam Pendidikan Agama Kristen: Pendekatan Teologis Dan Pedagogis Nduru, Yohanes; Evimalinda, Rita
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi misi dan teologi Pentakosta dalam Pendidikan Agama Kristen dengan pendekatan teologis dan pedagogis. Gereja Pentakosta memiliki karakteristik misi yang kuat, yang menekankan pengalaman Roh Kudus sebagai landasan pelayanan dan pendidikan. Pendidikan Agama Kristen dalam tradisi Pentakosta tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan teologis, tetapi juga pada transformasi spiritual dan praktik iman. Dengan menggunakan metode kualitatif-deskriptif, penelitian ini mengkaji bagaimana prinsip-prinsip misi Pentakosta dapat diintegrasikan dalam pendidikan agama kristen guna membentuk peserta didik yang memiliki pemahaman teologi yang kuat serta komitmen misioner yang nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan teologis dan pedagogis yang berbasis misi Pentakosta dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran pendidikan agama kristen, khususnya dalam membangun karakter dan spiritualitas siswa.
KARAKTERISTIK IBADAH PENTAKOSTA: INTEGRASI PELUANG DAN ANTISIPASI TANTANGANNYA DI DUNIA METAVERSE Girawan, Yosia Donny; Bobo, Kornelis Ruben
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.308

Abstract

This study is entitled “Characteristics of Pentecostal Worship: Integration of Opportunities and Anticipation of Challenges in the Metaverse World.”  This study aims to explain the characteristics of Pentecostal worship that can be integrated in the Metaverse world.  The author wants to show that there are opportunities and challenges if the characteristics of Pentecostal worship can be integrated in the Metaverse world.  The author will take a descriptive literature study approach using accurate and related sources.  First, the author will explain the main characteristics of the Metaverse.  Then, the author will analyze the characteristics of Pentecostal Worship contained in Acts 2: 1-13; 42-47. The results of this study suggest that the characteristics of Pentecostal worship based on Acts 2: 1-13; 42-47 can be integrated in the Metaverse world.  The conclusion of this study confirms that there are opportunities and can anticipate challenges in integrating the characteristics of Pentecostal Worship in the Metaverse world. Penelitian ini berjudul “Karakteristik Ibadah Pentakosta: Integrasi Peluang dan Antisipasi Tantangannya di Dunia Metaverse.”  Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang karakteristik ibadah Pentakosta yang dapat diintegrasikan di dunia Metaverse.  Penulis ingin menunjukkan adanya peluang sekaligus tantangan jika karakteristik ibadah Pentakosta dapat diintegrasikan di dunia Metaverse.  Penulis akan melakukan pendekatan studi pustaka deskriptif dengan menggunakan sumber-sumber akurat dan terkait.  Pertama-tama penulis akan memaparkan karakteristik utama Metaverse.  Kemudian, penulis akan menganalisa karakteristik Ibadah Pentakosta yang terkandung dalam Kisah Para Rasul 2:1-13; 42-47. Hasil penelitian ini mengemukan bahwa karakteristik ibadah Pentakosta berdasarkan Kisah Para Rasul 2:1-13; 42-47 dapat diintegrasikan di dunia Metaverse.  Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ada peluang sekaligus bisa antisipasi tantangannya dalam mengintegrasikan karakteristik Ibadah Pentakosta di dunia Metaverse.   
Strategi Penginjilan Kepada Wanita PSK Berdasarkan Yohanes 4:1-26 Sari, Sinta Kumala; Panjaitan, Bhestiana Kristiani
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6, No 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v6i2.298

Abstract

Penelitian ini membahas strategi penginjilan kepada wanita pekerja seks komersial berdasarkan kitab Yohanes 4:1-26. Wanita PSK, merupakan salah satu pekerjaan yang dipandang rendah dan termaginalkan di dalam masyarakat luas. Hal ini karena pekerjaan tersebut merupakan tindakan amoral yang merugikan masyarakat. Namun, Kabar baik harus tetap disampaikan kepada mereka.  Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian bukan ekperimental, dengan pendekatan penelitian riset teologi biblikal. Penelitian ini menemukan 4 strategi penginjilan kepada wanita PSK yaitu 1) bertemu di tempat dan waktu yang tepat, 2) membangun jembatan komunikasi, 3) mengetahu kondisi dan kebutuhan individu yang akan dilayani,  4) menjelaskan tentang Yesus. Injil Yohanes 4:1-26 memberikan contoh strategi penginjilan yang tepat pagi wanita PSK.  Tujuan akhir dari penelitian ini yaitu supaya semua orang percaya dapat memberitakan Injil kepada wanita PSK dengan strategi yang tepat. Kata-kata kunci: Strategi Penginjilan, Wanita PSK, Kabar Baik, Injil Yohanes 
Dari Eden ke Pembaruan: Ekoteologi, Narasi Biblika, dan Aktivisme Lingkungan Anak Muda Juanta, Elkria
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 7, No 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i1.321

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji narasi besar Alkitab dan from mandat penatalayanan di Taman Eden hingga visi eskatologis langit dan bumi baru sebagai kerangka teologis yang kokoh bagi aktivisme lingkungan generasi muda Kristen di tengah krisis ekologis global dan ancaman kepunahan massal. Dengan metode analisis naratif teologis dan hermeneutik ekologis, penelitian mengintegrasikan eksegesis mendalam Kejadian 1–3, Roma 8, dan Wahyu 21–22 dengan realitas gerakan pemuda kontemporer. Ini menunjukkan bahwa narasi biblika mampu mengubah eco-anxiety dan religiusitas implisit menjadi iman eksplisit yang tahan banting, serta melahirkan paradigma aktivisme baru bernama “Eden-Eskaton Aktivisme” (EEA) yang menggerakkan civil disobedience berbasis penatalayanan, liturgi duka ekologis, dan restorasi regeneratif. Hasil yang didapat dari penelitian ini menyimpulkan bahwa hanya narasi Kristen yang eskatologis-penatalayanan yang mampu memberikan harapan apokaliptik yang memberdayakan, menjadikan gereja dan pemuda Kristen sebagai agen profetik utama dalam perlawanan terhadap kepunahan ekologis abad ke-21.Kata Kunci: Aktivisme Pemuda Kristen, Ekoteologi, Eden-Eskaton Aktivisme, Pembaruan Kosmis  
Strategi Gereja Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemuda Untuk Mengikuti Komunitas Pemuridan Alvin, Alvin; Prihanto, Joko; Hermanto, Yanto Paulus
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 7, No 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v7i1.323

Abstract

The participation of young people in discipleship communities has become a crucial challenge for today’s church, as many youths only attend Sunday services without deeper involvement. This study employs a qualitative literature review approach, drawing data from books, journals, online sources, and the Bible, to analyze strategies for increasing youth engagement in discipleship. The findings show that warm relational bridges such as connections areas are important entry points, but strong and healthy discipleship groups are essential for sustaining growth. Small groups of 8–12 members, supported by intentional mentoring and leadership regeneration, create a setting where youths can grow spiritually, experience meaningful fellowship, and be equipped for future service. The study concludes that building relational culture, acceptance, and consistent leadership development are key strategies for churches to form committed young disciples and ensure the continuity of faith across generations. Keywords:  Youth participation, Discipleship, Church strategy