cover
Contact Name
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Contact Email
jotampubolon@ymail.com
Phone
+62263-2323854
Journal Mail Official
tedeum@sttsappi.ac.id
Editorial Address
Kp. Palalangon RT 02 RW 09, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kotak Pos 10 Ciranjang 43282 Cianjur, Jawa Barat
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)
ISSN : 22523871     EISSN : 27467619     DOI : http://doi.org/10.51828/td
Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam lingkup kajian: 1. Penelitian teologi dan tinjauan Alkitabiah (Theological and Biblical research) 2. Pembangunan pedesaan (rural development) 3. Pendidikan kristen (Christian education) 4. Misi holistik (holistic mission) 5. Etika Kristen (Christian ethics).
Articles 187 Documents
Ineransi Alkitab dan Implikasinya bagi Kehidupan Orang-Orang Percaya Sunarto Sunarto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 2 No 1 (2012): Juli-Desember 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v2i1.124

Abstract

Ajaran ineransi (inerrancy) Alkitab sangat penting untuk dipahami oleh semua orang percaya. Ineransi Alkitab penting untuk dipelajari karena berkaitan dengan fondasi bagi iman Kristen. Alkitab menjadi fondasi bagi iman Kristen karena menjadi rujukan bagi orang-orang percaya dalam mengambil keputusan ketika menghadapi berbagai kesulitan kehidupan. Sebaliknya apabila fondasinya tidak kuat akan menentukan cara-cara orang-orang percaya dalam mengambil setiap keputusan. Doktrin ineransi sangat penting sebab dengan menolak dokrin ini bias berakibat pada penyangkalan doktrin-doktrin Kristen lainnya. Karena itu seperti yang dikatakan oleh Rick Cornish ajaran ineransi “berfungsi sebagai jangkar iman Kristen, dan kita tidak rela membiarakannya lenyap".
Metode Pengajaran Yesus Hadi P. Sahardjo
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 2 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v8i2.126

Abstract

Ada beberapa komponen penting dalam proses pembelajaran yang memiliki peran dalam keberhasilan suatu proses pendidikan. Di situ ada pendidik, peserta didik, materi pembelajaran, metode dan berbagai sarana penunjang lainnya. Salah satu komponen penting dalam dalam proses pendidikan adalah metode pembelajaran. Sebaik apa pun materi yang disampaikan oleh nara didik, tetapi tanpa penggunaan metode yang tepat, maka hasilnya pun pasti tidak akan optimal. Metode pengajaran Tuhan Yesus adalah sebuah metode pembelajaran klasik, yang tak pernah usang.
Merekonstruksi Konteks Sosial Komunitas Injil Matius Haposan Silalahi
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 2 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunitas Matius, merupakan Kristen Yahudi yang mendefinisikan diri mereka sebagai Pengikut Yesus, yang berbeda dari gerakan -gerakan Yudaisme. Komunitas Matius adalah hasil fragmentasi masyarakat Yahudi. Hal inilah yang menjadikan komunitas Matius terjebak dalam "konflik keluarga" yang dikaitkan dengan "klaim saingan untuk kebenaran eksklusif dalam sistem simbol agama yang sama". Matius mengungkapkan sentimennya bahwa komunitasnya terancam dan berjuang untuk bertahan hidup, tetapi dengan menaruh kepercayaan mereka kepada Yesus, mereka dapat bertahan hidup dan membangun identitas mereka sendiri. Bahwa konflik tersebut terutama berasal dari dalam-Yahudi. Dalam lingkungan Yahudi ini, komunitas Matius berjuang di dua front. Di satu sisi mereka membela diri terhadap orang-orang Yahudi non-Kristen yang menolak mereka karena menerima Yesus sebagai Mesias. Di sisi lain komunitas Matius yang mendefinisikan diri mereka sendiri melawan orang Kristen antinomian yang mengesampingkan hukum dalam doktrin dan misi mereka.
Sejarah dan Iman Kristen Leonard Hale
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 2 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini berusaha membahas hubungan antara sejarah dan iman Kristen. Banyak peristiwa mengerikan terjadi di dalam sejarah, sehingga dipertanyakan apakah Tuhan berperan di dalamnya? Iman Kristen berusaha menangkap tangan Tuhan yang terselubung di dalam sejarah, atau dengan perkataan lain History is His Story. Sejarah tidak dikendalikan oleh bencana dan kemelut tanpa ujung tetapi sejarah dikendalikan oleh Tuhan. Beriman kepada Tuhan tidak bisa dipisahkan dari beriman kepada Tuhan yang bertindak di dalam sejarah. Iman kepada Tuhan dikukuhkan oleh peristiwa sejarah.
Kritik Redaksi Deuteronomi Aeron Frior Sihombing
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 2 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v8i2.129

Abstract

Deuteronomi merupakan suatu kitab yang memiliki redaksi yang cukup panjang, dan merupakan suatu rangkaian Deuteronomostic historis. Pengaruhnya sangat besar dalam Perjanjian Lama, dan yang memengaruhi aspek kehidupan Israel sebagai umat Allah yang terpilih dan yang hidup dalam pembuangan. Deuteronomi tidak berdiri dalam satu penulis atau redaktur, melainkan dari hasil karya beberapa redaktur dari Deuteronomistic School.
Praksis Layanan Konseling Praperkawinan dalam Penggembalaan Jemaat Jungjungan Simorangkir
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 8 No 2 (2019): Januari-Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseling praperkawinan adalah tugas gereja dalam membentuk keluarga kristiani. Salah satu caranya ialah layanan konseling praperkawinan. Setelah melakukan penelitian beberapa gereja-gereja Penulis melihat dengan empat sisi. Dari sisi fisik pasangan suami istri mengalami perkembangan usia perkawinan. Sisi mental, pasangan suami istri lebih memiliki kekhawatiran mengenai perkawinannya termasuk masalah perselingkuhan. Secara sosial terdapat dua hasil, pasangan suami istri bersedia bekerjasama dengan pasangannya dan kurang terbuka untuk bekerjasama dengan pasangannya. Itu didukung oleh faktor budaya. Secara spiritual keterlibatan pasangan suami istri kurang mau melibatkan diri dalam tugas pelayanan di gereja. Layanan konseling praperkawinan adalah usaha untuk mengenal pasangannya. Pasangan dapat mengenal pasangan secara baik dan memiliki sikap yang benar terkait dengan masalah rumah tangga. Masalah yang muncul dalam kehidupan rumah tangga adalah berhubungan dengan rumah tangga dan apa yang terjadi di luar rumah tangga. Pasangan suami istri perlu komitmen mengikuti konseling praperkawinan supaya perkawinan mereka selaras dengan rancangan Allah.
Makna Kata Petra dalam Matius 16:18 dan Hubungannya terhadap Fondasi Gereja Misael Widodo; Nenny Natalina Simamora; Aeron Frior Sihombing
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 1 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v6i1.132

Abstract

The word petra in Matthew 16:18 become the most controversial debates in interpretation of the New Testament. There is a group who interpreted petra as Peter and the others interpreted as Jesus. In addition, petra is also interpreted as Peter’s confession of faith, all believers and includes all of the exiting interpretation. But the most incisived debate is whether petra means Peter or Jesus. This involves the interpretation of Roman Catholic and Protestant, as this will have an impact on the understanding of who was the first foundation of the Church. The main problem, who is meant by the word petra in Matthew and how his relationship to the foundation of the Church. Subject matter is examined in depth by using descriptive method of grammatical historical approach.. Based on the study, petra means Peter was the first stone as the foundation selected and placed by Jesus to build His Church.
Pengaruh Pemahaman Aspek Keselamatan Terhadap Tidak Merokok dan Implikasinya Bagi Peraturan Pemerintah Berkaitan dengan Rokok Wiwit Didik Setiaji; Ratna Katharina; Aeron Frior Sihombing
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 1 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v6i1.133

Abstract

Smoking cigarette has been practicing by people for a long time ago and it already become one of people lifestyles. Currently, smoking cigarette has been a big issue in the world. Many publications have reported the negative impacts of the cigarette to the human health, social and nature enviroments. As a result, many countries, including Indonesia, have made regulations due to cigarette impacts, such as not smoking in the public areas and also no cigarette advertisement in social media and public areas. Governments have given informations to people the reason why they need to stop smoking. Nevertheless, still many people keep smoking even disobey the relugations, likewise many Christians. This study aims to know the response of many Christians due to those regulations. The study proved that respondents have a well understanding of salvation aspects and it influences them in decision not to smoke cigarette.
Isu-Isu Perkawinan Sejenis Menurut Perspektif Alkitab dan Sikap Gereja (Orang Percaya) Masa Kini Padirman Zai; Nenny Natalina Simamora; Hadi P. Sahardjo
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 1 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v6i1.134

Abstract

Perkawinan sejenis merupakan perkawinan yang menyimpang dari kebenaran Allah, karena perkawinan sejenis bertentangan dengan maksud penciptaan Allah dan penetapan perkawinan yang dikehendaki Allah. Perkawinan yang benar yang sesuai dengan kehendak Allah adalah perkawinan yang terjadi di antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, tidak ada yang lain. Meskipun pada kenyataannya sudah sejak dahulu kala kita kenal adanya kaum gay dan lesbian, yang keduanya disebut homoseksual. Bagaimanapun ini merupakan bentuk penyimpangan dan perlawanan terhadap perintah Allah. Gereja Tuhan harus berani bersikap tegas dan tidak boleh kompromi dengan perkawinan sejenis, meskipun di banyak negara hal ini sudah mendapat pengesahan berdasarkan undang-undang masing-masing negara.
Strategi Pelayanan Rasul Paulus Dalam Mengatasi Pengajaran Sesat Menurut 1 & 2 Timotius Sunarto Sunarto; Delyana Lepong Parura
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 6 No 1 (2016): Juli-Desember 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v6i1.135

Abstract

Munculnya ajaran sesat merupakan suatu tantangan yang membahayakan bagi orang percaya. Ajaran sesat selalu muncul dari masa ke masa dengan pengajaran-pengajaran yang semakin baru dan mencoba mencocokkan dengan dunia tetapi dengan memutarbalikkan firman Allah, agar orang percaya terjerat untuk meragukan hakikat firman Allah. orang percaya tidak boleh berdiam diri terhadap masalah pengajaran sesat ini, karena pada umumnya ajaran sesat selalu menyerang inti kekristenan. Pengajaran sesat selalu dikemas dengan baik oleh orang-orang yang ingin menyebarkan ajarannya, yaitu dengan menyesuaikan keadaan zaman bahkan logika manusia.

Page 11 of 19 | Total Record : 187