cover
Contact Name
Yohanes Hasiholan Tampubolon
Contact Email
jotampubolon@ymail.com
Phone
+62263-2323854
Journal Mail Official
tedeum@sttsappi.ac.id
Editorial Address
Kp. Palalangon RT 02 RW 09, Desa Kertajaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat Kotak Pos 10 Ciranjang 43282 Cianjur, Jawa Barat
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan)
ISSN : 22523871     EISSN : 27467619     DOI : http://doi.org/10.51828/td
Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah dan penelitian dalam lingkup kajian: 1. Penelitian teologi dan tinjauan Alkitabiah (Theological and Biblical research) 2. Pembangunan pedesaan (rural development) 3. Pendidikan kristen (Christian education) 4. Misi holistik (holistic mission) 5. Etika Kristen (Christian ethics).
Articles 195 Documents
Integritas Seorang Pengkhotbah dan Kualitas Khotbah dalam Pemberitaan Firman Tuhan Sunarto Sunarto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v7i1.103

Abstract

Pada tataran apa pun di masyarakat ada kebutuhan yang kuat agar para pemimpin mereka memiliki hidup berintegritas. Masalah integritas dipandang sebagai tuntutan yang sangat mendasar dan mutlak bagi seorang pengkhotbah.Alkitab banyak membicarakan tentang dasar-dasar pentingnya intergritas pasca keberdosaan manusia yang pertama.Yesus adalah model pengkhotbah yang berintegritas secara sempurna.Injil kerajaan yang diberitakan oleh Yesus memanggil orang berdosa supaya bertobat di hadapan Allah.Apa yang diberitakan bukan untuk menyukakan kehendak manusia yang berdosa, tetapi supaya mereka hidup dalam pertobatan. Terpenuhinya aspek-aspek integritas bagi seorang pengkhotbah apabila dipadukan dengan kualitas khotbah akan menjadikan instrumen ini untuk menumbuhkan iman pendengar seperti yang dikendaki oleh Allah. Kebutuhan ini manjadi urgen karena antara integritas seorang pengkhotbah dengan kualitas khotbah dapat berimplikasi bagi pertumbuhan spiritual orang percaya.
Kerja dan Tujuannya dalam Perspektif Alkitab Yudha Nata Saputra
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 7 No 1 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia menghabiskan sepertiga hidupnya untuk bekerja, namun kerap manusia memaknai pekerjaannya secara tidak tepat, tidak terkecuali orang Kristen.Akibatnya produktivitas manusia dalam bekerja terhambat.Melalui penggalian terhadap Alkitab, diharapkan ditemukan sikap yang tepat bagi manusia untuk melihat pekerjaannya, sehingga manusia bisa memaknai pekerjannya secara positif dan produktif. Hasil kajian Alkitab menunjukkan bahwa bekerja adalah aktivitas yang melekat kepada manusia secara hakiki sebagai suatu ciptaan di mana Allah, sang pencipta juga digambarkan sebagai sosok yang bekerja. Sementara dalam hal tujuan bekerja terdapat tiga aspek yang muncul sebagai akibat aktivitas kerja, yaitu: aspek diri, sesama dan Tuhan yang secara inheren ada didalamnya.
Pendidikan Kristen yang Mencerahkan Aeron Frior Sihombing
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 5 No 2 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v5i2.105

Abstract

Pendidikan yang mencerahkan bukanlah pendidikan yang bersifat dogmatis, sehingga memenjarakan peserta didik di dalam ideologi dan sistem yang tertutup. Pendidikan juga bukan sebatas untuk menjadikan seseorang terampil dalam bekerja, sehingga ia menjadi budak sistem. Akan tetapi, pendidikan seharusnya memanusiakan manusia menjadi manusia, membebaskan dan melepaskan peserta didik dari penindasan, kemiskinan, penjajahan, ideologi/sistem tertutup. Inilah yang disebut sebagai pendidikan mencerahkan.
Tinjauan Dasar Pendidikan Kristen Ashiong Parhehean Munthe
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 5 No 2 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meninjau dasar pendidikan Kristen merupakan sebuah upaya untuk menyegarkan kembali pemahaman mengenai tujuan pendidikan. Pendidikan harus memiliki keterpaduan dan intergrasi antara iman, fakta dan ilmu. Hal tersebut tidak bisa dipisahkan, jika dilakukan pemisahan maka pendidikan itu akan mengalami ketimpangan atau “kebutaan”. Pendidikan harus mampu menyadarkan bahwa manusia pada hakikatnya adalah gambar dan rupa Allah. Dasar pendidikan Kristen harus mengacu pada wahyu umum dan wahyu khusus. Alkitab menjadi sumber dan rujukan utama untuk mengajar kebenaran.
Belajar Mengajar dari Pengajaran Yesus Hadi P. Sahardjo
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 5 No 2 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v5i2.107

Abstract

Mengajar bukan sekedar melaksanakan tugas.Mengajar perlu bekal yang memadai.Mengajar bukan asal menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didiknya.Bukan sekedar menyampaikan bahan pengajaran dan menransfer ilmu.Mengajar juga bukan sekedar kemampuan serta penguasaan materi pembelajaran, namun perlu keterampilan dan penguasaan metode pengajaran yang baik dan tepat guna.Bukan sekadar menonjolkan kemampuan otak, tetapi berkaitan dengan sentuhan hati dan nurani. Pembelajaran seperti ini akan menjadikan setiap individu pebelajar bisa mengalami transformasi kehidupan secara utuh. Itulah sebabnya seorang pendidik perlu belajar dari Tuhan Yesus sebagai model pembelajar dan pengajar yang sesungguhnya.
Pendidikan Perdamaian dalam Konteks Indonesia Robi Prianto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 5 No 2 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v5i2.108

Abstract

Pendidikan formal di Indonesia dewasa ini banyak terkotak-kotak oleh label suatu agama tertentu. Sehingga, di dalam pengajaran kepada para peserta didiknya lebih banyak menekankan pendidikan agama dari pada pendidikan umum. Jika masing-masing agama menerapkan pola seperti itu, maka akan terjadi sikap eksklusif dari para peserta didiknya terhadap penganut agama lain. Hal itu dapat berkembang menjadi benih-benih yang menyebabkan konflik. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pendidikan perdamaian yang harus terus-menerus diajarkan kepada semua peserta didik, sehingga mereka dapat mengerti dan menghargai mengenai keberagaman yang ada disekitarnya. Begitu pula dengan pendidikan perdamaian Kristen dalam konteks Indonesia, sangatlah dibutuhkan dalam kurikulum pendidikan Kristen untuk menanamkan kepada setiap peserta didik mengenai pentingnya memiliki relasi yang baik dengan Tuhan dan sesama. Banyak metode yang bisa dipakai untuk membangun sikap saling menghargai dan mengormati tersebut, salah satunya dengan cara berdialog dan gotong royong.
Pengkhotbah dan Peranan Roh Kudus Dalam Berkhotbah Sunarto Sunarto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 5 No 2 (2016): Januari-Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51828/td.v5i2.109

Abstract

Gagasan berkhotbah pertama kali muncul bukan dimulai dari manusia, tetapi dimulai dari hati Allah sendiri. Sejak manusia yang pertama diciptakan oleh Allah, hakikat berkhotbah sudah dikerjakan oleh Allah, demikian juga ketika manusia jatuh ke dalam dosa, Allah langsung menyampaikan berita firman-Nya kepada manusia. Mandat berkhotbah akhirnya diteruskan kepada para nabi, rasul dan semua orang percaya dipanggil untuk menyampaikan kebenaran dari Allah. Dunia yang gelap oleh dosa memerlukan terang kebenaran supaya mengerti akan kehendak Allah. Berkhotbah salah satu instrumen yang dapat dipakai oleh Allah untuk menyatakan kehendak-Nya bagi manusia yang berdosa. Dalam berkhotbah ada dua aspek yang terlibat, yaitu: unsur ilahi dan insani. Ada peranan Roh Kudus dalam berkhotbah dan ada peranan manusia yang dipakai oleh Allah dalam menyampaikan kehendak-Nya.
Peran Konseling Pastoral Dalam Era HIV/AIDS Totok S. Wiryasaputra
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 5 No 1 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak awal 1980-an kita mengalami perubahan supercepat yang terjadi secara diam-diam: quiet revolution. Salah satu gejala utama quiet revolution adalah HIV/AIDS. Karena dunia medis belum menemukan obat yang menyembuhkan, jutaan orang meninggal dunia. Mereka meninggal bukan karena virus HIV melainkan karena penyakit oportunistiknya (ikutannya). Dunia medis telah menemukan alat tes untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak, namun kita tetap mengalami kesulitan menentukan jumlah orang yang terinfeksi HIV secara tepat dan jumlah ODHA terus melambung tak terbendungkan. HIV/AIDS tidak hanya terkait dengan persoalan fisik-biologis-medis tetapi juga psikologis, sosial, dan spiritual. Konseling pastoral yang lahir pada awal Abad XX merupakan layanan profesional yang mengintegrasikan teologi terapan (cura animarum, pastoral care) dengan psikologi terapan (konseling psikologi). Sebagaimana kelahiran konseling pastoral merupakan tanggapan terhadap krisis multidimensional yang dialami oleh masyarakat Amerika Serikat pada awal Abad XX, konseling pastoral dapat menjadi salah satu pilar utama penanganan HIV/AIDS melalui upaya prevention.
Melestarikan Kearifan Lokal sebagai Upaya untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya di Era Globalisasi Jamson Siallagan
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 5 No 1 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk menyelidiki pentingnya pelestarian kearifan lokal untuk mengembangkan kesadaran budaya di tengah-tengah pengaruh budaya global yang masuk tanpa bisa ditolak ke Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis kritis terhadap budaya, maka ditemukan bahwa pelestarian kearifan lokal akan mampu mengembangkan keasadaran budaya bagi bangsa Indonesia. Kearifan lokal dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran dan juga sebagai materi untuk pengembangan karakter, sehingga bangsa Indonesia akan terus menghidupi filosofi hidup yang telah mentradisi di nusantara. Filosofi hidup itu adalah etika yang merupakan kebenaran universal yang diberikan Tuhan melalui kemampuan akal budi manusia.
Menyoroti Eskatologi Politis Pembangunan Bait Allah Ketiga Anton Siswanto
TE DEUM (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) Vol 5 No 1 (2015): Juli-Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi SAPPI Ciranjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggambarkan tentang fenomena akhir zaman dari pemahaman kaum dispensasional mengani pembangunan Bait Allah ketiga dari perspektif Refomed. Banyak seminar tentang akhir zaman dikemukakan masa kini Allah perlu penjelasan alternatif untuk orang Kristen tersebut. Metode yang dipakai riset literatur untuk mengambil informasi, menganalisis dan menafsirkannya, khususnya dari pandangan dispensasionalis. Dari pembacaan literatur dispensasional didapat bahwa isi politik bait Bait Allah ketiga: seperti: kembalinya Zionisme, munculnya Antikristus, pencarian situs keramat, sebagai tempat asali, prediksi Kristen-Judaistik masa kini terhadap Bait ketiga. Kemudian dikritisi oleh pemikiran Reformed dan didapati bahwa tidak adanya dasar Alkitab mengenai pembangunan Bait Allah ketiga dan ayat-ayat yang dipakai menunjuk pada: penglihatan Yehezkiel, peraturan Tuhan, pengharapan dalam nubuatan, peringatan Tuhan Yesus, kedatangan pada penyesat dan gereja di akhir zaman yang semuanya hanya menunjukkan kondisi akhir zaman.

Page 9 of 20 | Total Record : 195