cover
Contact Name
Linda Aliffia Yoshi
Contact Email
lindaaliffiay@gmail.com
Phone
+6285649122563
Journal Mail Official
prpm@iti.ac.id
Editorial Address
Pusat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Gedung A, Institut Teknologi Indonesia Jalan Raya Puspiptek Serpong Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
ISSN : -     EISSN : 28286243     DOI : https://doi.org/10.31543/jii.v4i2
Jurnal IPTEK merupakan jurnal Ilmu Pengetahun dan Teknologi sebagai media publikasi hasil penelitian dosen baik di lingkungan Institut Teknologi (ITI) Indonesia maupun diluar ITI. Pada dasarnya jika merujuk visi ITI yaitu Technology based Entrepreneur, jurnal ini sebagai salah satu upaya mendukung keberhasilan visi tersebut. Oleh karena itu, jurnal ini menaungi atau mengakomodasi seluruh bidang teknik dan manajemen. Bidang teknik yang dapat mempublikasikan di jurnal IPTEK adalah Teknik Kimia, Teknik Sipil, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Industri, Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Teknik Otomotif, Informatika, dan Teknologi Industri Pertanian. Dimana dari 11 bidang tersebut dapat dikerucutkan menjadi 3 bidang fokus penelitian yaitu Energi Baru dan Terbarukan, Material dan Manufaktur, serta Infrastruktur dan Permukiman.
Articles 131 Documents
KAJIAN PENATAAN KAMPUNG TERJEPIT (ENCLAVE) SEBAGAI KAMPUNG LAYAK HUNI Medtry MEDTRY
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v1i2.123

Abstract

Abstract Wilayah Kabupaten Tangerang yang berbatasan dengan Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan merupakan kawasan dengan pertumbuhan tinggi. Pengaruh kota Inti Jakarta yang begitu kuat akan kebutuhan lahan untuk perumahan skala besar mengakibatkan banyak kampung-kampung yang tergusur. Kini para pengembang (developer) perumahan real estate “mengepung” wilayah tersebut. Tidak jarang terdapat permukiman padat perkotaan atau kampung kota di wilayah perbatasan khususnya yang tinggal di DAS atau sempadan sungai Cisadane terjepit dan menjadi kantong-kantong (enclave), berpotensi menjadi kampung yang tidak layak huni serta menjadi halaman belakang perumahan/permukiman real estate skala besar. Kampung Lengkong Ulama adalah salah satu kampung yang rawan tergusur akibat pengembangan perumahan elite di sekitar DAS Cisadane. Padahal kawasan ini memiliki situs sejarah dan budaya, banyak ulama dan santri yang belajar di kawasan ini. Cikal bakal perkampungan sudah ada sejak tahun 1628 terdapat perkampungan tua dan makam Raden Aria Wangsakara. Metode yang dilakukan dalam kajian ini dengan analisis aspek fisik, ekonomi dan sosial budaya. Melakukan social mapping untuk menjaring keinginan dari berbagai kelompok masyarakat. Dalam kajian ini berupaya agar kampung tua bersejarah tidak tergusur dan menjadi kampung yang layak huni tetap eksis dengan usaha mencegah timbulnya permukiman kumuh di sempadan Sungai Cisadane sekaligus terpenuhinya air bersih, menciptakan lingkungan yang layak, adanya ruang komunitas untuk bersosial dan berbudaya, berpeluang pengembangan ekonomi bagi warga kampung yang dapat berselaras dengan permukiman skala besar.Kata kunci : kampung terjepit (enclave), layak huni, eksistensi, ruang komunitas 
Pengaruh Beberapa Bahan Penguat clay Terhadap Daya Serap Air SAPC Sri Yat Yatmani
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v1i2.126

Abstract

Pengaruh Kapasitas Daya Serap Air SAPC dengan berbagai bahan clay. Berbagai macam penguat dari berbagai tanah liat (clay) dipakai untuk membuat Superabsorban polimer komposit(SAPC) untuk melihat pengaruh daya serap air SAPC. Superabsorbent Polymers Composites (SAPC) yang dibuat dengan reaksi kopolimerisasi menggunakan polimer akrilat dengan filler bentonit , zeolit, montmorillonit( Ksf dan K10), filedsfar, kaolin ,pirofillit, , batu apung, abu terbang ,SiO2,amylum dan tepung maezena. Dalam penelitian ini , semua bahan clay yang digunakan untuk memastikan terbentuknya SAPC dengan tekstur yang stabil dan punya daya serap air yang optimum. Hasil sintesis SAPC di identidikasi dan ditentukan struktur mikronya dengan spektroskopi FTIR dan SEM dan dilakukan uji daya serap air semua polimer komposit yang disintesis. Hasil pengukuran daya serap air SAPC menunjukkan dengan filler bentonit  0.164,  zeolit 0,205, pirofilit 1.078, , montmorillonite Ksf 0.636, feldsfar 1,171,  kaolin 0.727, batu apung  0,410, abu terbang 1,081. Dari bahan clay yang digunakan maka SAPC pirofilit SAPC fildsfar dan SAPC abu terbang menunjukkan daya serap air optimum. Spektra FTIR untuk SAPC ditunjukkan adanya gugus fungsi dari  penguat clay yang digunakan.  Pengamatan SEM dari SAPC menunjukan  struktur mikro yang merata dan isotropik serta  homogenisasi bahan. Kata kunci : SAPC, Penguat bahan clay ,daya serap air
Karakteristik Keju Lunak Saga (Adenanthera pavonina, Linn.) dengan berbagai Kemasan dan Waktu Simpan yang berbeda abu amar; Marwati Marwati; Syahril Makosim Damang
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v1i2.128

Abstract

Keju lunak umumnya mempunyai daya simpan yang singkat dan dijual dengan menggunakan kemasan plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengemas dan waktu simpan pada keju lunak saga. Penelitian ini dibagi  menjadi dua tahap yaitu  penelitian  pendahuluan  dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan memiliki tujuan untuk menentukan hasil proses pembuatan keju lunak yang optimal dengan menggunakan metode penelitian yang ada dan akan digunakan pada penelitian utama. Penelitian utama adalah penentuan karakteristik keju lunak saga pada berbagai bahan pengemas yaitu daun pisang, botol gelas dan plastik polipropilen yang disimpan selama 8 minggu. Karakteristik keju lunak saga diamati dengan interval waktu 2 minggu sekali. Analisis yang dilakukan adalah analisis nilai pH, asam lemak bebas, kadar berat kering, total Bakteri Asam Laktat dan uji organoleptik. Berdasarkan hasil penelitian ini keju lunak saga yang paling disukai berdasarkan respon kesukaan panelis yaitu keju yang dikemas menggunakan botol gelas yang disimpan selama empat minggu, dengan persentase penerimaan sebesar 87.8% atau sebanyak 26 orang dari 30 orang panelis menyukai produk tersebut, sehingga produk mendapat predikat sangat diterima oleh panelis dengan sedikit perbaikan sifat organoleptik. Produk tersebut memiliki kriteria dengan nilai pH 4.42, total BAL 11.4 x102 cfu/ml, berat kering 52.5% dan kadar asam lemak bebas yang analog dengan volume titrasi NaOH 0.1 N sebanyak 2.1 ml, persentase protein terlarut sebesar 6.03% . Semua  parameter proses antara lain protein terlarut, jumlah Bakteri Asam Laktat (BAL),  Berat kering dan Total Asam lemak bebas meningkat selama proses penyimpanan pada semua bahan kemasan, namun tidak pada nilai pH produk Kata kunci : keju lunak, daun pisang, botol gelas, daun pisang
DAYA TERIMA PANELIS PADA SIRUP DAN DODOL BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) Syahril Makosim Damang; Muhami Muhami
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v2i1.130

Abstract

AbstrakBelimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)  merupakan salah satu komotidi yang tidak mempunyai nilai komersil, walaupun banyak manfaatnya bagi kesehatan.   Dalam rangka pemberdayaan potensi komoditas nasional, maka perlu ditunjukkan mafaat dari belimbing wuluh agar mempunyai nilai ekonomi tinggi. Salah satu cara untuk memanfaatkan belimbing wuluh adalah dengan cara mengolah belimbing wuluh menjadi beberapa produk pangan.  Produk yang diuji cobakankan yaitu sirup dan dodol.  Bahan baku sirup adalah ektrak belimbing wuluh, sedangkan dodol berasal dari  ampas belimbing wuluh yang merupakan limbah produksi sirup.Perlakuan sirup belimbing wuluh adalah persentase antara gula pasir (G1.50%; G2. 75% ; G3. 100%) dan bunga belimbing wuluh (B1. 0,5 % ; B2. 0,75% ; B3. 1%).  Perlakuan dodol belimbing wuluh adalah pesentase tepung beras ketan (K1. 15% ; K2. 25% ; K3. 35%) dan persentase gula pasir (P1.100% ; P2. 75% ; P3. 50%), persentase tersebut berdasarkan berat ampas belimbing wuluh. Analisis yang dilakukan pada produk belimbing wuluh adalah uji  kesukaan hedonik  dan uji kimia serta uji mikrobiologi untuk produk hasil perlakuan terbaik.  Sirup belimbing wuluh yang mendapat nilai terbaik hasil dari perlakuan100 % gula pasir dan bunga belimbing wuluh 0,75%.  Dodol belimbing wuluh yang mendapat nilai terbaik hasil dari penambahan   tepung beras ketan  35 % dan gula pasir 75%.  Sirup belimbing wuluh mengandung vitamin C 13,2 mg, pH 3,2 , total asam 1,71%, gula total 69,5% dan total mikroba 4,3 x 101.  Dodol belimbing wuluh memiliki kadar air 17,3%, kadar abu 0,21%,  kadar serat kasar 14,83%, kadar sakarosa 33,96%, kadar vitamin C 0,0189 mg/g, dan total mikroba 6,0 × 101.Keyword : belimbing wuluh, sirup, dodol
Bahan Bakar Padat dari Sisa Kempa Biji Bintaro (Cerbera Manghas L) kudrat sunandar
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v3i1.131

Abstract

Pada saat ini tanaman bintaro(Cerbera manghas L.)  dipergunakan sebagai tanaman hias dan peneduh jalan. Dengan kadar minyak berkisar antara 40 sampai 60%, tanaman bintaro merupakan salah satu tanaman potensial penghasil minyak nabati yang dapat dijadikan sebagai bahan bakar. Pengambilan dan pengempaan minyak ini menghasilkan bungkil biji yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif bahan bakar padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi pemanfaatan limbah produksi minyak bintaro dengan metode densifikasi sebagai bahan bakar yang memiliki nilai mutu sesuai dengan SNI No. 1/6235/2000 dan mempelajari pengaruh komposisi campuran: cake bintaro, serbuk kayu dan perekat terhadap kualitas briket. Briket bungkil bintaro yang di hasilkan menunjukkan nilai kalor berkisar antara 4365,408 kCal/kg – 5253,276 kCal/kg dengan fixed carbon berkiar antara 10,41% - 17,42%. Briket dengan kadar perekat 5% dengan komposisi bahan 80 gram cake bintaro dan 20 gram serbuk kayu memberikan hasil yang terbaik dilihat dari nilai kalor yang dihasilkan adalah 5253,276 kCal/kg dan fixed carbon yang di hasilkan adalah 17,42 %. Dari uji pembakaran briket yang dihasilkan warna nyala api kuning- jingga, asap yang banyak dan menyengat
Aktivitas Antibakteri Isolat Bakteri Endofit dari Tumbuhan Nyawai (Ficus variegata Blume) Shinta Leonita; Maria Bintang; Fachriyan Hasmi Pasaribu
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v2i1.133

Abstract

Bakteri endofit menjadi salah satu alternatif penghasil senyawa antibakteri. Keberadaannya pada tumbuhan berkhasiat obat salah satunya tumbuhan nyawai (Ficus variegata Blume) memungkinkan memproduksi senyawa bioaktif seperti yang terkandung oleh tumbuhan inangnya. Ekstraksi senyawa bioaktif dari tanaman dinilai tidak efisien sebab memerlukan biomassa yang besar, sehingga  cara yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan bakteri endofit. Penelitian ini bertujuan mengisolasi dan menguji aktivitas antibakteri isolat bakteri endofit dari tumbuhan nyawai terhadap Eschericia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Pseudomonas aureus. Sebanyak 29 isolat bakteri endofit berhasil diisolasi dari tumbuhan nyawai. Berdasarkan uji antibakteri sebanyak 5 isolat bakteri endofit mampu menghambat pertumbuhan E. Coli, 6 isolat mampu menghambat S. aureus, 4 isolat mampu menghambat B. subtilis dan 4 isolat mampu menghambat P. aeruginosa. Kata Kunci : antibakteri, bakteri endofit, Ficus variegata Blume
Pemanfaatan Gabungan Teknologi Bangunan Tropis Pasif dan Aktif pada Bangunan di Daerah Tropis Basah (Studi Kasus Wisma PUSSARPEDAL) Tjandra Kania
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v2i1.135

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis lembap, memiliki keunggulan dengan melimpahnya sinar matahari di hampir sepanjang tahun, namun juga memiliki kelemahan dengan melimpahnya pula radiasi panas yang dibawa serta oleh sinar matahari yang bersinar di hampir sepanjang tahun. Cahaya alami yang dibawa oleh sinar matahari merupakan cahaya gratis yang seyogyanya dapat dimanfaatkan untuk menerangi ruangan, terutama siang hari. Namun cahaya ini harus dipisahkan dari radiasi panasnya dengan melindungi bidang transparan dari paparan sinar matahari langsung. Untuk keperluan ini telah dilakukan penelitian terhadap bangunan yang memanfaatkan cahaya matahari yang ada secara maksimal, namun menerima radiasi panas yang minim. Selain itu dalam penelitian ini juga ditemukan cara agar bangunan tetap dapat mempertahankan  kenyamanan termal dan penghematan energi juga tetap dapat  dilakukan di daerah tropis lembap, yang memiliki kecepatan angin yang rendah. Di bangunan Wisma Pussarpedal yang di desain oleh JICA (Japanese International Corporation Agency) ini, pencahayaan alam untuk siang hari digunakan, baik di ruang tidur maupun di ruang kantor dan ruang rapat, sementara penghawaan alam digunakan di ruang lobby utama dan ruang tunggu. Dengan meneliti penggabungan teknologi bangunan tropis pasif dan teknologi bangunan tropis aktif yang digunakan, kita dapat mengetahui kenyamanan  seperti apa yang sesungguhnya terjadi di bangunan ini. Melalui pelaksanaan pengukuran parameter yang diperlukan sepanjang tahun, akhirnya dapat diketahui bahwa kuat pencahayaan yang terjadi di ruang meeting pada titik ukur utama pada siang hari adalah 975,8 lux, sementara pergantian udara yang terjadi di lobby adalah di atas yang disyaratkan (besar pergantian udara yang disyaratkan adalah  8,207 m3/min, sementara yang terjadi ketika ada angin di luar sebesar 0,1 m/s adalah 12,15 m3/min – 24,3 m3/min)  Kata Kunci : kenyamanan visual, kenyamanan termal, teknologi bangunan tropis pasif , teknologi bangunan tropis aktif
Studi Komparasi Pengukuran Efisiensi pada Dual Banking Systems di Indonesia Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis Mutiara Eka Puspita
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v3i1.136

Abstract

Perkembangan sektor perbankan dunia menunjukkan bahwa pengukuran efisiensi dengan rasio keuangan dan indikator profitabilitas seperti Return on Assets (ROA) atau  Return on Equity (ROE) tidak cukup untuk menunjukkan performansi bank. Saat mengukur  profitabilitas, harus dianalisis juga risiko yang terkait dengan indikator profitabilitas. Menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA) maka risiko dapat dimasukan kedalam pengukuran efisiensi dengan tetap mempertimbangkan profitabilitas. Selain itu DEA memungkinkan benchmark efisiensi pada Dual Banking Systems seperti yang diterapkan di Indonesia. DEA juga memungkinkan pengukuran efisiensi dengan multiple input dan output sehingga banyak faktor yang dapat dipertimbangkan dalam pengukuran. Dengan DEA, dilakukan pengukuran efisiensi dengan 4 model yang berbeda. Model pertama adalah NIM dengan input DEA berupa risiko likuiditas dan risiko pembiayaan dengan output berupa NIM. Model kedua adalah model ROA dengan input berupa risiko operasional dan output ROA, model ketiga adalah model ROE dengan input berupa risiko leverage dengan output ROE, model terakhir adalah model ALL dengan input semua risiko pada ketiga model dan output semua indikator profitabilitas pada ketiga model.  Setelah diukur efisiensi ketiga model dilakukan uji beda Mann Whitney untuk melihat apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada keempat model tersebut.Hasil pengukuran membuktikan bahwa antara bank syariah dan konvensional tidak terdapat perbedaan  signifikan  pada model NIM, terdapat perbedaan signifikan pada model ROA yang disebabkan oleh perbedaan total aset, terdapat perbedaan pada model ROE yang disebabkan oleh perbedaan total ekuitas, dan tidak terdapat perbedaan pada model ALL. Kata Kunci: Efisiensi, Risiko, Profitabilitas, Data Envelopment Analysis (DEA)
Optimalisasi Penghawaan Alami melalui Tata Ruang di Rumah Susun Bertingkat Rendah Fuad Rizal
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v2i1.141

Abstract

ABSTRACT Quality of natural ventilation in low rise public housing in Jakarta tends to be low. Situation mentioned above presumably caused by several case, among other form and unadequate opening placement, unadequate furniture placement, form and orientation of public housing mass and minimum building protection from sun radiation. Whereas natural ventilation have an importent role in increasing indoor air quality, increasing occupant healthy and help increasing electricity consumption eficiency. The objective of this research is attempt solving natural ventilation problems in low rise public housing architecturally through designs that could used for occupant activity precisely and presenting good natural ventilation simultaneously so it can support occupant activity in public housing as efficiently, comfortable, healthy and secure. Research begins with conduct an observation towards existing public housing in Jakarta through interview, documentation of existing public housing condition and studying public housing designs through working documents and related standards. Collecting climate data especially wind velocity conducted to get illustration of condition that take place in definite period. Those data then analyzed to produce a model formula of public housing building that tested later with computer. The result of research show that the problems of natural ventilation in low rise public housing can be solved by accurately building design that can adapt with surrounding nature. Quite significant positive change occurs after modification does to the existing unit. Hopefully government through certain official can produce public housing design which more optimal, especially in natural ventilation. People also could knowing the caused of natural ventilation problems inside the room also could solving it by simply, efficiently and accurately through the result of this research. Some advantages occupant could gained are good and prevalent airflow inside the room, reducing air conditioning equipment utilization frequency, less maintenance cost and can it can works all the time.  Keywords: natural ventilation, sun radiation, electricity consumption efficiency, indoor air quality, low rise public housing, wind velocity
Dampak Perilaku Oportunistik Manajerial dan CorporateGovernance Terhadap Kebijakan Dividen Fredric Mangatur Haulian Marpaung
JURNAL ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI (IPTEK) Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)
Publisher : Institut Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31543/jii.v3i1.143

Abstract

PT. Krakatau Steel, Tbk., perusahaan terbesar di Asia Tenggara, dan salah satu kontributor pendapatan untuk Indonesia dari 80% keuntungan penjualan mereka. Tapi dari tahun 2012 sampai 2014 penjualan mereka akan menurun disebabkan banyak faktor. Dan akan membuat pendapatan perusahaan juga turun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perilaku manajerial oportunistik dan corporategovernance terhadap kebijakan dividen pada PT. Krakatau Steel, Tbk. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda. dampak kepemilikan institusional, dewan komisaris independen, jumlah komisaris, dan perilaku manajerial oportunistik berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen PT. Krakatau Steel, Tbk. sebesar 72,4%. Kata kunci: kepemilikan institusional, dewan direksi independen, jumlah komisaris, perilaku manajerial oportunistik, nilai perusahaan.

Page 5 of 14 | Total Record : 131