cover
Contact Name
M. Marizal
Contact Email
psikobuletin@uin-suska.ac.id
Phone
+6285271563331
Journal Mail Official
psikobuletin@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. H.R. Soebrantas Km. 15.5 No. 155 Gedung Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kel. Tuahmadani Kec. Tampan Pekanbaru - Riau 28293.
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
ISSN : -     EISSN : 27208958     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/pib.v1i1.8174
Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi merupakan buletin ilmiah online yang mempublikasikan naskah empirik dan non empirik. Naskah emprik meliputi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis riset dalam bidang psikologi. Sedangkan naskah non empirik meliputi review teoritis dan pemikiran ilmiah dalam bidang psikologi. Naskah yang diterbitkan pada psikobuletin meliputi hasil karya di bidang Psikologi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Islam dan Psikometri
Articles 141 Documents
Penguatan Karakter Islami Melalui Pelatihan Efikasi Diri Pada Siswa MTs N Di Pekanbaru Yulita Kurniawati; Khairunnas Rajab; Tohirin Tohirin
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 2, No 1 (2021): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v2i1.11751

Abstract

AbstrakSalah satu bentuk keyakinan akan kemampuan dan keberhasilan diri sendiri disebut dengan efikasi diri yang dapat digali dari sumber yaitu pengalaman performansi, persuasi verbal, penguatan vicarius dan pembangkitan emosi. Perilaku siswa MTs N menunjukkan masih adanya keraguan untuk menunjukkan karakter Islami yang dimiliki. Karakter Islami yang dimaksud adalah Karakter siswa sesuai dengan nilai Rukun Islam yakni Karakter Syahadatain, Karakter Mushalli, Karakter Shaim, karakter Muzaki dan Karakter haji. Penelitian ini bertujuan untuk mengtahaui apakah  pelatihan efikasi diri dapat memperkuat karakter islami. Metode Penelitian adalah penelitian eksperimen dengan desain true eksperimen terhadap 24 subjek. Pelatihan efikasi diri berlangsung selama 5 kali pertemuan, 21 sesi dengan total waktu pelaksanaan pelatihan selama 660 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan karakter islami pada kelompok eksperimen sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan efikasi diri efektif dalam memperkuat karakter islami dengan hasil significant (z= -3,396, p < 0,05).Kata Kunci: Efiaksi Diri, Karakter islami 
Studi Komparatif Tingkat Employee Engagement Berdasarkan Masa Kerja Pada Guru Rakhmi Mashita; Tuty Irawaty; Nur Alfizar
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 2, No 1 (2021): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v2i1.11832

Abstract

Pesatnya persaingan bisnis di dunia pendidikan menuntut sekolah swasta bersaing untuk bertahan. Tidak semua sekolah swasta berhasil mencapai target pendaftaran murid baru. Sekolah yang memiliki guru atau karyawan dengan tingkat employee engagement yang kurang baik tidak akan dapat bertahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar perbedaan tingkat employee engagement berdasarkan masa kerja pada guru Yayasan An-Namiroh di Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan uji anova sebagai teknik analisis data. Penelitian ini dilakukan pada 155 guru di Yayasan An-Namiroh Pekanbaru, dengan menyebarkan skala employee engagement melalui google form. Dari penelitian ini diperoleh hasil tidak ada perbedaan signifikan tingkat employee engagement, ditinjau dari masa kerja guru di Yayasan An-Namiroh Pekanbaru. Namun dari hasil kategorisasi diketahui rata-rata karyawan memiliki tingkat employee engagement yang tinggi.
Salah Kaprah Memahami Kedisiplinan: Tinjau Ulang Konsep Disiplin Pada Anak Melalui Kacamata Psikologi Pengasuhan Islami Inas Zahra
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 1, No 1 (2020): Psikobuletin : Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v1i1.8403

Abstract

Kekerasan pendisiplinan (violent discipline) di rumah adalah bentuk kekerasan yang paling umum dialami oleh anak-anak usia 1 hingga 14 tahun. Dalam ranah penelitian, literatur anak usia dini dari beberapa negara maju telah menunjukkan hubungan negatif antara praktik pengasuhan yang keras dengan kemampuan bahasa serta keterampilan sosial dan berbagai perkembangan anak. Salah satu penyebab pengasuhan yang negatif adalah anggapan bahwa hukuman fisik adalah cara terbaik untuk menegakkan disiplin. Padahal pengasuhan yang menggandeng kekerasan bukanlah solusi dalam mengatasi perilaku anak yang buruk, tidak pula menjadi jaminan anak dapat disiplin ketika dewasa kelak, dewasa ini ada konsep segar yang cukup menjanjikan yang bernama disiplin positif. Beberapa orang tua cukup skeptis dengan konsep disiplin positif yang ada dalam ilmu psikologi dikarenakan mereka merasa konsep tersebut bersebrangan dengan apa yang disampaikan Islam, dimana Islam memperbolehkan memukul anak ketika anak tersebut tidak melaksanakan perintah agama. Padahal dalam Islam, terdapat cukup banyak pertimbangan dan tahapan sebelum akhirnya dikatakan “boleh” memukul. Islam juga dengan tegas dan jelas menggarisbawahi bahwa kekerasan pada anak merupakan perbuatan yang tidak diperbolehkan. Artikel ini akan membahas mengenai konsep disiplin positif dari perspektif psikologi pengasuhan islami dalam rangka menghapus miskonsepsi orang tua muslim dalam memaknai kata disiplin.
Menyelisik Penampilan Pendidik Dari Kaca Mata Siswa Dalam Pemberian Layanan Psikologis Dengan Konseling Sumarni Sumarni; Elni Yakub
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 1, No 2 (2020): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v1i2.9504

Abstract

Kehadiran guru Bimbingan dan Konseling disekolah diharapkan mampu menjadi solusi dalam upaya pencegahan dan pengentasan dari permasalahan siswa. Melalui berbagai layanan yang diberikan diharapkan dapat menjembatani berbagai keadaan dan hubungan  yang kurang harmonis antara siswa dan guru BK. Keadaan yang dimaksud adalah tidak terungkapnya apa yang menjadi kebutuhan dan  harapan siswa terhadap layanan BK, serta permasalahan yang dihadapi oleh  siswa, baik yang terkait dengan bidang pribadi, sosial, belajar dan karir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang hal-hal yang menjadi perhatian siswa dan yang paling berkesan bagi siswa dari penampilan guru BK dalam memberikan layanan psikologis dengan konseling.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi dan sampel dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMP N 45 Pekanbaru dan seluruh siswa SMP N 21 Pekanbaru sebanyak 1120 siswa. Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Dan data yang diperoleh akan dianalisa dengan cara mencari prosentase dari setiap jawaban responden terhadap setiap butir soal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keseluruhan responden di SMP N 45 Pekanbaru dan di SMP N 21 Pekanbaru secara umum memiliki perhatian dan kesan yang sama tinggi terhadap aspek bahasa konselor, sikap penerimaan konselor dan manfaat materi layanan
Kompetensi Multikultural pada Konseling Lesbian Gay Biseksual dan Transgender dalam Perspektif Islam Nike Wahyuni; Amirah Diniaty; Asti Meiza
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 1, No 2 (2020): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v1i2.9488

Abstract

Angka kasus LGBT yang meningkat setiap tahunnya menjadi kekhawatiran dan isu yang harus disikapi bijak dan kompeten oleh konselor dalam praktik konseling. Tulisan ini membahas secara teoritis hasil-hasil penelitian tentang kompetensi multikultural yang harus dimiliki konselor dalam praktik konseling terhadap kasus LGBT dalam perspektif Islam. Gagasan enam kontinum dalam praktik  konseling terhadap kasus LGBT yang harus dikuasai konselor meliputi Self, Relationship, Differential of feeling,Identify, Spiritual Intervention dan Acceptane of environmental. Kode Etik American Counseling Association (ACA)  mensyaratkan penegasan identitas LGBT, termasuk memvalidasi individu LGBT sebagai bagian dari kompetensi yang harus dikuasai konselor. Selain itu konselor sendiri harus mengenali dirinya sendiri, melakukan penilaian biopsikososial menyeluruh terhadap klien LGBT, tidak menyalahkan, dan menjunjung standar etika. Sebagai konselor muslim, pandangan konselor tentang ajaran Islam yang melarang keras LGBT menjadi norma yang dapat disampaikan pada klien sehingga pembingkaian informasinya menjadi tepat
Dukungan Sosial Dan Skizofrenia Made Amalia Kristanti Dewi; Luh Made Karisma Sukmayanti
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 1, No 3 (2020): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v1i3.9919

Abstract

Gangguan jiwa merupakan gangguan kesehatan mental yang dapat mempengaruhi cara berpikir, emosi, hingga perilaku pada manusia. Gangguan jiwa juga dapat mempengaruhi efektifitas dalam beraktivitas. Prevalensi orang dengan gangguan jiwa di Indonesia terus bertambah. Gangguan jiwa berat seperti skizofrenia memiliki angka penderita yang tinggi di Indonesia khususnya di Bali. Banyak artikel yang menyebutkan bahwa Bali menjadi provinsi dengan peringkat pertama yang memiliki pasien penderita skizofrenia di Indonesia. Berdasarkan data yang ada, jumlah penderita skizofrenia menglamai peningkatan. Maka dari itu, penting untuk mengedukasi masyarakat mengenai peranan faktor penting yang dapat meningkatkan taraf kesembuhan bagi penderita skizofrenia atau Orang Dengan Skizofrenia (ODS). Artikel ini ditujukan untuk menjelaskan faktor-faktor penting tersebut berdasarkan kajian literatur mengenai penyakit skizofrenia itu sendiri dan peranan dukungan sosial. Dukungan sosial merupakan dukungan yang dapat diterima oleh individu sehingga individu merasa tenang, diperhatikan, timbul rasa percaya diri dan sebagainya. Bentuk dukungan sosial bisa didapatkan dari lingkungan informal seperti keluarga. Bentuk dari dukungan sosial khususnya dari keluarga yang dapat membantu proses pemulihan ODS antara lain: dukungan pendampingan, dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan kelompok, dan dukungan informasi
Pelecehan Seksual, Seksisme dan Bystander Putri Miftahul Jannah
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 2, No 1 (2021): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v2i1.12023

Abstract

Pelecehan seksual kini menjadi perhatian publik dalam beberapa dekade terakhir dan menjadi salah satu bentuk kekerasan seksual yang angka kejadiannya terus meningkat. Pelecehan seksual dapat memberikan dampak psikologis yang buruk khususnya pada perempuan. Sebab, pelaku pelecehan seksual diketahui banyak didominasi oleh laki-laki. Meskipun banyak terjadi, kasus-kasus pelecehan seksual masih belum ditanggapi serius oleh masyarakat ataupun pihak yang berwenang. Sebab pelecehan seksual biasanya tidak meninggalkan bekas fisik pada korban. Untuk itu, perlu mengetahui akar masalahnya. Secara singkat, uraian ini bertujuan untuk menunjukkan upaya dalam memahami dan memperkuat bahwa seksisme merupakan satu akar masalah dari kekerasan/pelecehan seksual yang terjadi terhadap perempuan oleh laki-laki, serta melihat potensi peran bystander sebagai salah satu jalan untuk mencegah angka pelecehan seksual meningkat.
Gambaran Psikologis Remaja Selama Sekolah Dari Rumah Akibat Pandemi Covid-19 Paramita Estikasari; Sri Redatin Retno Pudjiati
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 2, No 1 (2021): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v2i1.11750

Abstract

Penyebaran COVID-19 di Indonesia berdampak pada penutupan sementara sekolah-sekolah di berbagai jenjang pendidikan termasuk Sekolah Menengah Pertama (SMP).  Sekolah dari rumah secara daring menjadi alternatif pilihan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan risiko penyebaran COVID-19 yang minim pada remaja. Akan tetapi, beberapa penelitian menemukan bahwa kegiatan sekolah dari rumah membawa dampak negatif bagi remaja, khususnya remaja awal mengingat kebutuhan remaja untuk terlibat dalam aktivitas sosial sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologis remaja SMP selama melaksanakan kegiatan sekolah dari rumah secara daring akibat pandemi COVID-19. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei online menggunakan media internet (internet surveys). Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 143 partisipan (Mage=14; 57% perempuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah dari rumah membuat remaja SMP mengalami perasaan negatif seperti bosan (45,26%), sedih (20,53%), lelah (9,47%), takut (1,58%), khawatir (1,58%), dan kecewa (2,63%). Disisi lain, beberapa remaja menunjukkan perasaan positif seperti senang (16,32%) dan nyaman (0,53%). Perasaan negatif yang muncul terutama disebabkan oleh terbatasnya interaksi dengan teman dan banyaknya tuntutan tugas yang diberikan dari sekolah
What We Talk About When We Talk About: “Digital Parenting” Arindya Yulia Fitri Rodhiya
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 1, No 1 (2020): Psikobuletin : Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v1i1.8408

Abstract

Digital  parenting  atau  pengasuhan  digital  merupakan pengasuhan yang memberikan  batasan  jelas  kepada  anak tentang hal-hal yang boleh maupun yang tidak boleh dilakukan pada saat menggunakan perangkat digital. Adapun yang harus dilakukan orangtua terhadap anak adalah controlling. Orangtua merasa tertantang terutama karena anak-anak mereka menggunakan perangkat seluler yang sulit diawasi, dan ketidakpahaman mereka tentang  layanan pada perangkat seluluer  yang secara teknologi rumit. Oragtua juga dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang waktu, kecanduan internet, bahaya orang asing dan sebagainya. Dalam ranah penelitian menunjukan dimensi pola asuh orang tua atau peran orang tua yang secara positif mempengaruhi anak-anak. peran orang tua yang diterapkan dalam dunia digital anak-anak, sebagai berikut: Hubungan antara orangtua-anak, kontrol perilaku digital anak, menghormati akses digital anak terhadap individualitas, pemodelan perilaku yang sesuai dari orangtua, perlindungan terhadap digital. Memahami apa yang dilakukan anak-anak online sangat penting untuk kesejahteraan mereka dan untuk kesejahteraan keluarga di era digital. Artikel ini menyediakan pengantar singkat mengenai pengasuhan digital.
Memahami Pandemi Covid-19 Dalam Perspektif Psikologi Sosial Ivan Muhammad Agung
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 1, No 2 (2020): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v1i2.9616

Abstract

Pandemi COVID-19 menjadi fokus perhatian dunia saat ini. Penyebaran  COVID-19 terus terjadi secara cepat dan luas, yang berdampak pada kehidupan sosial manusia, salah satunya adalah psikologi dan perilaku manusia. Tulisan ini mencoba membahas pandemic COVID-19 dalam perspektif psikologi sosial, yang terdiri dari beberapa bagian. Pertama, membahas tentang pandemi psikologi, karakteirisk dan dampaknya, kedua, dampak pandemi COVID-19 pada proses kognisi, emosi dan perubahan perilaku di masyarakat. Ketiga, dinamika pengaruh sosial dan konformitas dan terakhir apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi COVID-19. Pandemi COVID-19 telah menyebabkan terjadi banyak bias kognisi sosial yang berpotensi mempengarusi emosi dan perubahan perilaku individu. Peran pemerintah dan perilaku kooperatif masyarakt sangat membantu dalam mengurangi penyebaran dan mitigasi  COVID-19. Implikasi dan rekomendasi akan dibahas dalam artikel ini dalam perspektif Psikologi sosial.

Page 2 of 15 | Total Record : 141