cover
Contact Name
M. Marizal
Contact Email
psikobuletin@uin-suska.ac.id
Phone
+6285271563331
Journal Mail Official
psikobuletin@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. H.R. Soebrantas Km. 15.5 No. 155 Gedung Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kel. Tuahmadani Kec. Tampan Pekanbaru - Riau 28293.
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
ISSN : -     EISSN : 27208958     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/pib.v1i1.8174
Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi merupakan buletin ilmiah online yang mempublikasikan naskah empirik dan non empirik. Naskah emprik meliputi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat berbasis riset dalam bidang psikologi. Sedangkan naskah non empirik meliputi review teoritis dan pemikiran ilmiah dalam bidang psikologi. Naskah yang diterbitkan pada psikobuletin meliputi hasil karya di bidang Psikologi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Islam dan Psikometri
Articles 152 Documents
Bagaimana Hardiness mempengaruhi Career Adaptability Karyawan Generasi Millenial Prahara, Sowanya Ardi; Wijaya, Eko Gandhi
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 5, No 1 (2024): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v5i1.26124

Abstract

Saat ini kelompok generasi milenial atau gen Y menjadi penyumbang terbanyak sebagai karyawan di perusahaan, artinya dari berbagai sektor industri telah di dominasi oleh karyawan generasi milenial. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap kesiapan dalam menghadapi perkembangan karier dan salah satu faktor yang dapat meningkatkannya adalah kemampuan hardiness karyawan generasi milenial. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara hardiness dengan career adaptability. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode uji korelasional. Adapun responden dalam penelitian ini adalah karyawan generasi milenial yang berusia 22-41 tahun dan sudah bekerja minimal 1 tahun (n = 80) yang diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel hardiness adalah Skala Hardiness yang disusun oleh peneliti dengan mengacu pada Occupational Hardiness Questionaire (OHQ), sedangkan untuk mengukur variabel career adaptability menggunakan Skala Career Adaptability yang disusun peneliti dengan mengacu Career Adapt-Abilities Scale (CAAS). Adapun hasil dari analisis dengan menggunakan metode uji korelasi product moment antara hardiness dengan career adaptability pada karyawan generasi milenial di dapatkan nilai koefisien korelasi sebesar (r) = 0,792 dengan signifikansi 0,001 (p < 0,050). Berdasarkan hasil tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara hardiness dengan career adaptability pada karyawan generasi milenial.
Hubungan Konformitas dan Kontrol Diri dengan Perilaku Konsumtif Produk Fashion di Online Shop Mailina, Ririn Ayu; Aryani, Linda
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.36691

Abstract

Perilaku konsumtif produk fashion di online shop merupakan tindakan individu dalam membeli produk fashion melalui online shop yang tidak didasari oleh kebutuhan melainkan hanya untuk mencapai rasa senang, bahagia atau puas yang dirasakan setelah membeli atau memiliki produk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konformitas dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif produk fashion di online shop pada mahasiswa UIN Suska Riau. Subjek berjumlah 112 mahasiswa UIN Suska Riau, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala perilaku konsumtif (α=0,879), skala konformitas (α=0,894), dan skala kontrol diri (α=0,892). Analisis data menggunakan teknik analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan nilai p=0,000 yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara konformitas dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif produk fashion di online shop pada mahasiswa UIN SuskaRiau. Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan positif (r=0,399) yang signifikan antara konformitas dengan perilaku konsumtif produk fashion di online shop pada mahasiswa UIN Suska Riau, dan hubungan negatif (r=-0,616) yang signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif produk fashion di online shop pada mahasiswa UIN Suska Riau. Konformitas dan kontrol diri secara bersama-sama memberikan sumbangan sebesar 40,9% terhadap perilaku konsumtif. Temuan ini mengimplikasikan bahwa intervensi untuk menurunkan perilaku konsumtif pada mahasiswa perlu berfokus tidak hanya pada peningkatan kemampuan control diri, tetapi juga pada pengelolaan tekanan dan kecenderungan konformitas dalam lingkungan pergaulan mereka.
Peran Moral Disengagement dan Parental Attachment terhadap Perilaku Cyberbullying Hanifah, Nor
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.29888

Abstract

Penggunaan internet pada remaja dapat meningkatkan risiko negatif, termasuk tindakan cyberbullying. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran moral disengagement dan parental attachment terhadap tindakan cyberbullying. Penelitian ini melibatkan 101 remaja berusia antara 13 sampai 15 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik purposive sampling. Uji analisis data menggunakan uji analisis regresi berganda melalui R studio. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa r = 0.000 (df) p < 0.01 yang menunjukkan bahwa moral disengagement dan parental attachment memiliki pengaruh terhadap tindakan cyberbullying. Hasil pada moral disengagement dan parental attachment memiliki signifikansi < 0.05 dengan R-squared 0.439 maka pengaruh moral dissengagement dan parental attachment secara simultan terhadap perilaku cyberbullying adalah sebesar 43.9%. Dengan demikian hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara moral disengagement dan parental attachment terhadap perilaku cyberbullying.
Self Esteem, Intimate Friendship, dan Self Disclosure pada Remaja Akhir Pengguna Second Account Instagram Mawaddah, Alfi Wirda; Mukhlis, Mukhlis; Munthe, Ricca Angreini
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.36986

Abstract

Second account instagram menjadi tempat untuk melakukan pengungkapan diri secara lebih bebas dalam ruang lingkup yang lebih kecil, dan aktivitas mengungkapkan diri dikenal dengan istilah self disclosure. Diantara faktor yang dapat memengaruhi terjadinya self disclosure adalah self esteem dan intimate friendship. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara self esteem dan intimate friendship dengan self disclosure pada remaja akhir pengguna second account instagram di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Subjek pada penelitian ini berjumlah 250 remaja akhir yang berusia 19-22 tahun. Pengumpulan data menggunakan skala self disclosure, skala self esteem, dan skala intimate friendship. Hasil uji hipotesis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self esteem dan intimate friendship dengan self disclosure dengan nilai signifikansi sebesar 0,000.  Hasil uji parsial menunjukkan self esteem dan intimate friendship memiliki hubungan positif yang signifikan dengan self disclosure. Temuan penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu remaja akhir pengguna second account instagram untuk memahami dan meningkatkan self esteem serta kualitas intimate friendship mereka, guna meningkatkan kemampuan melakukan self disclosure dengan cara yang benar.
Adaptasi Alat Ukur Organizational Resilience Pada Karyawan: Versi Bahasa Indonesia Widiantoro, Didik; Shahadan, Md Azman
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.37960

Abstract

Ketahanan organisasi menjadi isu penting di tengah dinamika perubahan dan ketidakpastian lingkungan kerja, namun ketersediaan alat ukur Organizational Resilience yang tervalidasi secara psikometrik dalam konteks budaya Indonesia masih terbatas. Kondisi ini menimbulkan tantangan bagi organisasi dalam melakukan asesmen ketahanan secara akurat dan berbasis bukti empiris. Penelitian ini bertujuan untuk menguji alat ukur Organizational Resilience pada karyawan dengan melibatkan dimensi Adaptive Capacity, Anticipatory Capacity, dan Situational Awareness. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex-post facto, melibatkan 235 responden yang merupakan tenaga kependidikan dan dosen di Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Organizational Resilience memiliki nilai Cronbach’s α sebesar 0.886, menandakan reliabilitas yang sangat baik. Namun, dimensi Situational Awareness memiliki nilai 0.656, yang menunjukkan perlunya perhatian lebih untuk meningkatkan akurasi dan keandalannya. Analisis butir menunjukkan mayoritas butir memiliki karakteristik yang baik, dengan rata-rata penilaian positif dari responden. Validitas konstruk yang diuji menggunakan analisis faktor konfirmatori (CFA) menunjukkan bahwa model yang digunakan memenuhi kriteria goodness of fit. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan instrumen pengukuran ketahanan organisasi, serta membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut dalam konteks budaya organisasi di Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang mendukung ketahanan, organisasi dapat meningkatkan efektivitas dalam rekrutmen dan pengembangan talenta berbakat.
Prefer Profit Alone or Profit Together? The Effect of Word of Mouth (WOM) Referral Types on Product Purchase Intention Koentary, Andi Supandi Suaid; Larissa, Larissa
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.29560

Abstract

WOM referral merupakan suatu bentuk komunikasi mengenai produk atau merek, yang ditujukan untuk membagikan informasi mengenai pengalaman konsumsi kepada orang lain yang dikenal. Pengalaman konsumsi yang dibagikan oleh sumber terpercaya dalam WOM referral ini mengarahkan individu pada intensi membeli produk. Adapun intensi membeli tidak terlepas dari faktor kepribadian, seperti trait keterbukaan atau openness to experience yang mengarahkan individu pada kesenangan mencoba hal baru, termasuk produk. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh tipe WOM referral terhadap intensi membeli, dengan mengontrol trait openness to experience secara statistik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental between-subject design, yang dilakukan pada 135 partisipan berusia dewasa muda (20-38 tahun) yang berdomisili di Indonesia. Partisipan terbagi secara acak ke dalam dua kelompok (economic vs. public welfare WOM referral), kemudian diberikan ulasan/rekomendasi yang mencerminkan masing-masing tipe WOM referral, dalam bentuk narasi. Data partisipan dianalisis menggunakan ANCOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh tipe WOM referral terhadap intensi membeli dengan mengontrol trait openness to experience secara statistik. Selain itu, penelitian ini juga memberikan gambaran mengenai alasan-alasan yang mendasari pertimbangan intensi membeli, khususnya yang terkait dengan WOM referral. Berdasarkan hasil penelitian, pelaku usaha dapat mempertimbangkan penggunaan WOM referral sebagai strategi untuk mengembangkan usahanya, baik dengan mode pemasaran diskon ataupun donasi.
Apakah Mahasiswa Yang Memiliki Ketaatan Beragama Akan Merasa Bahagia? Nabilla, Nisa Hubani; Khairi, Zuriatul; Julianto, Very
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.38818

Abstract

Kondisi ketidakbahagiaan akan berdampak pada kehidupan manusia khususnya mahasiswa. Kehidupan mahasiswa yang sering kali diwarnai oleh tekanan akademik dan sosial terdapat kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kebahagiaan mereka, salah satunya ketaatan beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketaatan beragama dengan kebahagiaan pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan melibatkan 291 mahasiswa dari berbagai jurusan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Kebahagiaan diukur dengan menggunakan skala kebahagiaan yang mencakup aspek afektif dan kognitif. Sedangkan ketaatan beragama diukur menggunakan skala ketaatan beragama yang mencakup aspek shalat dan puasa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis uji korelasi Product Moment oleh Pearson. Hasil penelitian diperoleh nilai korelasi sebesar (r) 0,390 dengan p-value 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara ketaatan beragama dengan kebahagiaan. Dengan demikian, ketaatan beragama khususnya shalat dan puasa mempunyai hubungan dengan kebahagiaan pada mahasiswa. Penelitian ini menjelaskan bahwa menjalankan ibadah dengan konsisten bukan hanya tentang kewajiban, tetapi juga bisa membantu mahasiswa merasa lebih tenang dan bahagia terutama saat menghadapi tekanan kuliah dan kehidupan sehari-hari. Temuan penelitian ini juga bisa menjadi alasan bagi universitas untuk menyediakan lebih banyak ruang dan waktu bagi mahasiswa untuk beribadah.
Kebermaknaan Hidup Para Penyintas Bunuh Diri Hamdaniati, Aliyatil; Wijaya, Kurnia Fitriamalia; Mawarni, Syifa’ Aulia; Hanniyah, Butsaina Iqlima; Faruq, Faruq
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.30189

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya pemahaman mengenai kebermaknaan hidup pada penyintas bunuh diri, yang merupakan elemen penting dalam menjaga kesejahteraan mental mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi makna hidup para penyintas bunuh diri, memahami pengalaman awal mereka sebelum memutuskan bunuh diri, serta pengalaman yang membuat mereka memutuskan untuk melanjutkan hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana wawancara mendalam dilakukan terhadap empat partisipan yang merupakan penyintas bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing partisipan menemukan makna hidup melalui pengalaman unik mereka. Partisipan 1 menemukan makna hidup melalui refleksi terhadap ajaran agama setelah percobaan bunuh diri yang gagal. Partisipan 2 menemukan makna hidup dalam kegiatan sehari-hari seperti merawat kucing dan membantu keluarga. Partisipan 3 menyadari pentingnya hidup setelah melihat dampak negatif bunuh diri terhadap orang lain. Partisipan 4 menemukan inspirasi dan kekuatan dari orang lain yang dianggap lebih kuat. Kesimpulannya, kebermaknaan hidup sangat bervariasi antar individu dan merupakan faktor penting dalam pencegahan bunuh diri serta pengembangan intervensi psikologis yang efektif untuk mendukung kesejahteraan mental dan emosional. Penelitian ini menekankan pentingnya dukungan dan pemahaman yang lebih dalam tentang makna hidup dalam upaya pencegahan bunuh diri dan peningkatan kualitas hidup penyintas bunuh diri.
Antara Emosi dan Keterlibatan dalam Prestasi Akademik Siswa Husni, Desma; Husin, Wan Nurul Izza Binti Husin Binti
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.38060

Abstract

Prestasi mencerminkan efektivitas dari pendidikan yang berkualitas, namun masih banyak ruang untuk pengembangan prestasi akademik, hususnya dalam matematika. Diduga emosi dan keterlibatan secara langsung memengaruhi prestasi matematika. Emosi, keterlibatan, dan prestasi akademik telah banyak diteliti, hingga tahun 2000-an terjadi peningkatan yang signifikan dalam hubungan ini. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi karya-karya terkini tentang emosi, keterlibatan, dan prestasi. Penulis melakukan pendekatan pencarian literatur yang mencakup periode 2019–2024 menggunakan Scopus, Springerlink, ScienceDirect, Sage Journals, dan Google Scholar. Pencarian metodis dilakukan di kelima platform tersebut dari Mei 2024 hingga Juni 2024. Dengan mengikuti kata kunci engagement AND emotion AND performance OR achievement AND student, hasil pencarian literatur menghasilkan 2.642.935 item yang difilter, di mana penulis memilih delapan item yang sesuai dengan kriteria seleksi. Studi yang disertakan mengungkapkan bahwa ketika kita menggabungkan pengukuran emosi dan keterlibatan dengan keberhasilan, efektifitas emosi terhadap keberhasilan berkurang. Aspek kecemasan menurunkan keterlibatan dan mempengaruhi prestasi secara negatif. Sementara perasaan positif lebih mempengaruhi keterlibatan dibandingkan dengan emosi negatif. Dari segi pengaruh, emosi negatif dan keterlibatan emosional lebih penting daripada keterlibatan kognitif dan perilaku. Sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa partisipasi di dalam kelas membantu memoderasi hubungan antara prestasi akademis dan emosi. Pada intinya, baik emosi positif maupun negatif memainkan peran yang berbeda dalam memfasilitasi pencapaian seseorang. Emosi positif memang dapat memberikan efek yang diinginkan, dan sebaliknya. Hal ini tampaknya bersinggungan dengan budaya. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan hal ini.
A Bibliometric Analysis of Self-Regulated Learning Research Among Students: Trends, Themes, and Future Directions Dalimunthe, Hanifa Laura; Nuari, Assyifaa Herbi; Damra, Hanny Rufaidah
Psikobuletin:Buletin Ilmiah Psikologi Vol 7, No 1 (2026): Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/pib.v7i1.38378

Abstract

Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik untuk menganalisis penelitian self-regulated learning. Penelitian ini menganalisis 458 artikel berbahasa Inggris yang terindeks dalam basis data Scopus dan tergolong dalam bidang psikologi, dengan memanfaatkan Biblioshiny dari paket Bibliometrix dalam R, untuk menjalankan analisis bibliometrik yang komprehensif. Pemanfaatan program ini membantu peneliti untuk melakukan pemetaan literatur, analisis kutipan, dan pelacakan tren penelitian. Hasilnya menunjukkan tren penurunan yang signifikan dari tahun 2015 hingga tahun2025 dengan puncaknya di tahun 2021. Studi-studi ini sebagaian besar diterbitkan dan dipublikasikan di German,China, USA, Netherlands dan Spain. Selanjutnya jurnal atau publikasi yang paling sering menerbitkan artikel terkait topik self-regulated learning yakni di Frontiers In Psychology, Education Sciences, Learning and Individual Differences, Computers In Human Behavior dan Contemporary Educational Psychology. Kata kunci yang paling sering digunakan terkait penelitian ini adalah self-regulated learning, motivation, human, learning dan higher education. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menyajikan Gambaran secara menyeluruh mengenai tren terkini dalam penelitian mengenai self-regulated learning. Hasil studi ini berkontribusi dalam memberikan wawasan baru bagi peneliti, praktisi, serta pembuat kebijakan terkait tren dan arah perkembangan riset pendidikan, khususnya pada kajian self-regulated learning.