cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Editorial Address
http://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/about/editorialTeam
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
ISSN : -     EISSN : 26863812     DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1
Core Subject : Health,
Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan September
Articles 216 Documents
Pengelolaan Ketidaknyamanan Pasca Partum pada Ibu Post Partum Spontan dengan Episiotomy: Management of Post Partum Discomfort in Spontaneous Post Partum Mothers with Episiotomy Laelatul Saadah; Siti Haryani
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.167

Abstract

Post partum is the period after childbirth or called the puerperium, this period is the period after childbirth which is needed for the recovery of the uterus which lasts 6 minutes. The action of episiotomy causes in the perineal area which will cause postpartum discomfort in the wounds form of pain at the stitches in the perineum. Postpartum discomfort is an uncomfortable feeling associated with conditions after childbirth. This writing aims to find out the describe the management of postpartum discomfort in spontaneous postpartum mothers. The writing method used in this preparation uses a descriptive method with a case study design using documentation data collection techniques. The data collection technique was carried out with a nursing methodological approach, including assessment, diagnosis, intervention, implementation and nursing evaluation. Management of post partum discomfort nursing care for 3 days. Actions taken to overcome the problem of postpartum discomfort are pain management and perineal care, by means of deep breathing relaxation and vulva hygiene. Based on the nursing actions taken, it can be concluded that postpartum discomfort can be resolved with the patient saying he no longer feels pain and is more comfortable with a pain scale of 1. Patients are expected to be able to perform perineal care and pain management in an appropriate and correct manner in accordance with what has been taught to anticipate the problem of post partum discomfort in spontaneous postpartum mothers. ABSTRAK Post partum adalah masa sesudah persalinan atau disebut masa nifas, masa ini adalah masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu. Tindakan episiotomy menyebabkan luka di daerah perineum akan menyebabkan ketidaknyamanan pasca partum berupa nyeri pada luka jahitan di perineum. Ketidaknyamanan pasca partum adalah perasaan tidak nyaman yang berhubungan dengan kondisi setelah melahirkan. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan ketidaknyamanan pasca partum pada ibu post partum spontan. Metode penulisan yang digunakan penyusunan ini menggunakan jenis metode deskriptif dengan rancangan studi kasus menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pendekatan metodologi keperawatan, meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi keperawatan. Pengelolaan asuhan keperawatan ketidaknyamanan pasca partum selama 3 hari. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah katidaknyamanan pasca partum adalah manjemen nyeri dan perawatan perineum, dengan cara relaksasi nafas dalam dan vulva hygiene. Berdasarkan tindakan keperawatan yang dilakukan, maka dapat disimpulkan ketidaknyamanan pasca partum dapat teratasi dengan pasien mengatakan sudah tidak merasakan nyeri dan lebih nyaman skala nyeri 1. Pasien diharapkan dapat melakukan tindakan perawatan perineum dan manajemen nyeri dengan cara yang tepat dan benar sesuai dengan apa yang telah diajarkan untuk mengantisipasi permasalah Ketidaknyamana pasca partum pada ibu post partum spontan.
Pengaruh Pijat Bayi terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 3-6 Bulan di Wilayah Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen Jawa Tengah Tahun 2022: Influence of Infant Massage on The Growth (Weight) of Infants Aged 3-6 Months in The Region of kedawung District, Sragen Regency, Central Java, in 2022 Putri Darwati; Ninik Christiani
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.168

Abstract

The percentage of low birth weight babies (LBW) in Central Java in 2020 was 10.45 percent, while for the Sragen district itself in 2020 it was 9.2 percent. increased when compared to the percentage in 2019. Effortscan be made to optimize the baby's weight in addition to the nutrition providedby the mother and one way is the need for stimulation or commonly known as baby massage. Based on a preliminary study conducted in the Kedawung District, Sragen Regency, Central Java, there were several babies who experienced weight loss. To determine the effect of baby massage on the growth (weight) of infants aged 3-6 months in Sragen Regency, Central Java in 2022. This study aims to determine the effect of baby massage on the growth (weight) of infants aged 3-6 months in Sragen Regency, Central Javain 2022.The research method used for this proposal is a quasi-quantitative experiment (quasi-experimental) with a non-equivalent control groupdesign.This experiment was carried out on infants aged 3-6 months in the Kedawungsub- district, Sragen district, Central Java. The sample was divided into two groups, namely the intervention group 20 and the control group 20. From the results of research, demographic data of respondents, the average body weight of respondents before and after massage, namely before massage in the intervention group was 6.882 g and experiencedweight gain after massage with an average of 7.378 g, while in the control group the average weight before massage was was 6.602 g and after a massage experienced an average weight gain of 6.914 g. The results of the paired-t testobtained p value = 0.000, statistically p value = 0.000 < or 0.05 then Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that there is an effect of baby massage on increasing infant weight in the ah district of Kedawung district, Seragen district. ABSTRAKPersentase bayi berat lahir rendah (BBLR) di Jawa Tengah pada tahun 2020 sebesar 10,45 persen, sedangkan untuk Kabupaten Sragen sendiri pada tahun 2020 sebesar 9,2 persen. meningkat bila dibandingkan dengan persentase tahun 2019. Upaya yang dapat dilakukan dalammengoptimalkan berat badan pada bayi di samping nutrisi yang diberikan oleh ibu, ada cara lain yaitu adanya rangsangan stimulus pada bayi yang biasa dikenal dengan pijat bayi. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah Kecamatan Kedawung Kabupaten Sragen Jawa Tengah terdapat beberapa bayi yang mengalami penurunan berat badan pada 1 bulan pertama kelahirannya dengan berbagai faktor penyebab.Untuk mengatasi hal tersubut diperlukan adanya rangsangan pijat bayi untuk bayi dalam meningkatkan berat badannya. Untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap peingkatan berat badan bayi usia 3-6 bulan di wilayah Kabupaten Sragen Jawa Tengah tahun 2022.Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen kuantitatif (eksperimen semu) dengan rancangan non equivalen kontrol group. Eksperimen ini dilakukan pada bayi usia 3-6 bulan yang berada di wilayah kecamatan kedawung kabupaten sragen jawa tengah. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok intervensi 20 dan kelompok kontrol 20. Dari hasil penelitian data demografi responden didapat rata-rata beratbadan responden sebelum dan sesudah dipijat yaitu sebelum dipijat pada kelompok intervensi adalah 6.882 gr dan mengalami kenaikan berat badan setelah dipijat dengan rata-rata 7.378 gr sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata berat badan sebelum dipijat adalah 6.602 gr dan setelah dipijat mengalami kenaikan berat badan rata-rata 6.914 gr. Hasil uji paired-t test diperoleh nilai p=0,000, secara statistik nilai p=0,000 < atau 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi di wilayahah kecamatan kedawung kabupaten Sragen.
Gambaran Pengetahuan ASI Eksklusif pada Ibu Hamil di Desa Bahari Makmur: Overview of Exclusive Breastfeeding Knowledge on Pregnant Women in Makmur Bahari Village Siti Adhoat Aristiani; Yulia Nur Khayati
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.169

Abstract

Exclusive breastfeeding is very important for the growth and intelligence of baby’s brain. Data on Exclusive breastfeeding in Central Sulawesi Province is still below the nasional Exclusive breastfeeding coverage, which is 61.9%. Based on information obtained at the village midwife Bahari Makmur, Lamala District, Banggai Regency, in 2021 from January to September there were 90% of babies who did not get exclusive breastfeeding, and it was known that babies were given formula milk to replace breast milk and were given additional food in the form of solid food for their babies. before the predetermined time, namely the age of the baby is less than 6 months. The purpose of the study was to describe the knowledge of exclusive breastfeeding in pregnant women in the Bahari Makmur Village. Methods this type of research uses descriptive quantitative with a cross sectional approach. The population in this study were all pregnant women for the September 2021 period with a total of 33 people in Bahari Makmur Village, Lamala District, Banggai Regency, Central Sulawesi Province, using a total sampling technique. The research instrument used a questionnaire and the data analysis used was univariate analysis. Results mothers who have good knowledge are 2 respondents (6.1%) and those who have less knowledge are 21 respondents (63.6%). Conclusion most pregnant women have less knowledge as many as 21 respondents (63.6%). Suggestions for health workers are that health services, especially midwives, are more active in improving health promotion by using media counseling or health education about exclusive breastfeeding such as leaflets or videos so that mothers are more interested and more active in exclusive breastfeeding ABSTRAKASI Eksklusif sangat penting bagi pertumbuhan dan kecerdasan otak bayi. Data pemberian ASI eksklusif di Provinsi Sulawesi tengah masih berada dibawah cakupan ASI Eksklusif nasional yaitu 61,9%. Berdasarkan informasi yang diperoleh di bidan desa Bahari Makmur, Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai tahun 2021 bulan Januari sampai September terdapat 90% bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif, dan diketahui bayi diberikan susu formula untuk menggantikan ASI serta diberikan makanan tambahan berupa makanan makanan padat pada bayinya sebelum waktu yang telah ditentukan yaitu usia bayi kurang dari 6 bulan. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan ASI eksklusif pada ibu hamil di Desa Bahari Makmur. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil periode September tahun 2021 sejumlah 33 orang di Desa Bahari Makmur Kecamatan Lamala Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah dengan menggunakan teknik total sampling. Intrumen penelitian menggunakan kuisioner dan analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian bahwa ibu yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 2 responden (6,1%) dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 21 responden (63,6%). Simpulan penelitian ini sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan kurang sebanyak 21 responden (63,6%). Saran bagi tenaga kesehatan diharapkan pelayanan kesehatan khususnya bidan lebih giat lagi dalam meningkatkan promosi kesehatan dengan menggunakan media penyuluhan atau pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif seperti lefleat atau video agar ibu lebih tertarik dan semakin giat lagi dalam memberikan ASI eksklusif
Penjangkauan Pekerja Seks Perempuan (Psp) Sebagai Upaya Pencegahan dan Penanggulangan HIV dan AIDS (Studi Kasus di LSM Sokoguru): Outreach to Women Sex Workers (PSP) as an Effort for the Prevention and Control of HIV and Aids (Case Study at the NGO Sokoguru) Karisma Indah Lestari; Sigit Ambar Widyawati; M. Yusuf
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.170

Abstract

In efforts to control HIV transmission, it is very important to achieve outreach targets. In the female sex worker population in Indonesia, there is a need for alternative HIV testing to increase the number of female sex worker who know their status. Sokoguru Fondation is one of the implementing units for the Global Fund New Funding Model project for HIV & AIDS prevention and control. Sokoguru Fondation is one of the sub-recipients and the Kalandara Foundation for the Global Fund project through PR (principal recipient) and IAC (Indonesia AIDS Coalition) for HIV/AIDS prevention and control efforts in key populations in the districts of Semarang, Pati, Grobogan, Rembang, and Blora. The first quarter outreach achievements at Sokoguru Foundation in February, March, and April were 55.6%, 95.4%, and 77%. This achievement has not yet reached the outreach target of 304 Female Sex Workers. In the first quarter HIV test results at the Sokoguru Foundation in February, March, and April were 14.5%, 28.4% and 4.7%. This achievement has not yet reached the outreach target of 359. In 2022, PSP outreach reached 5, namely in February 4 and April 1 person was detected with HIV+ and is still being sought for follow-up assistance. ABSTRAKDalam upaya penanggulangan penularan HIV, sangat penting untuk mencapai target penjangkauan. Pada populasi pekerja seks perempuan (PSP) di Indonesia, ada kebutuhan alternatif tes HIV untuk meningkatkan jumlah PSP yang mengetahui statusnya. LSM Sokoguru merupakan salah satu implementing unit untuk proyek Global Fund New Funding Model untuk upaya pencegahan dan penanggulangan HIV & AIDS. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sokoguru merupakan salah satu sub-sub recipient dan Yayasan Kalandara untuk proyek Global Fund melalui PR (principal recipient) dan IAC (Indonesia Aids Coalition) untuk upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS pada populasi kunci di wilayah Kabupaten Semarang, Pati, Grobogan, Rembang, dan Blora. Capaian penjangkauan kuartal 1 di Yayasan Sokoguru pada bulan Februari, Maret, dan April sejumlah 55,6%, 95,4%, dan 77%. Capaian tersebut belum mencapai target penjangkauan yaitu sejumlah 304 PSP. Pada capaian test HIV kuartal 1 di Yayasan Sokoguru pada bulan Februari, Maret, dan April sejumlah 14,5%, 28,4% dan 4,7%. Capaian tersebut belum mencapai target penjangkauan yaitu sejumlah 359. Pada tahun 2022, penjangkauan PSP didapatkan 5, yaitu pada bulan februari 4 dan April 1 orang yang terdeteksi HIV+ dan masih diupayakan untuk tindak lanjut pendampingan.
Evaluasi Waktu Tunggu Pelayanan Resep BPJS dan Non BPJS di Instalasi Farmasi Rumah Sakit: Evaluation of Waiting Time For BPJS and Non BPJS Prescription Services in Hospital Pharmaceutical Installation Sikni Retno Karminingtyas; Rawandi; Meina Istiharyani
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.176

Abstract

One of the clinical pharmacy services is assessment and prescription services. Reviewing and servicing prescriptions is a series of activities in the preparation of drugs (dispensing) which includes acceptance, review of prescriptions, inspection of product availability, preparation of pharmaceutical preparations, drug review, and delivery accompanied by the provision of information. The purpose of this study was to determine the suitability of waiting times for BPJS and Non BPJS prescription services for outpatients at the pharmacy installation of dr.Murjani Hospital and Pratama Parenggean Hospital. This study used an observational research research design with descriptive analysis in the form of recording prescriptions and waiting times for prescription services. The sample of this study is part of the outpatient prescriptions for BPJS and non BPJS patients who meet the inclusion and exclusion criteria with a total of 100 prescriptions each. The data were analyzed descriptively and statistical test t-test to determine the difference in waiting time for prescription services. The results of this study show that the average waiting time for concoction and non-concoction prescription services, both BPJS and non-BPJS, is 33.29 minutes for concoction recipes and 15.38 minutes for non-concoctions. This is in accordance with the minimum service standards based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 129/Menkes/SK/II/2008. There is a significant difference in the waiting time for concoction and non-concoction recipes with a significance value of 0.000. It can be concluded that the waiting time for BPJS and Non BPJS prescription services for outpatients at the pharmacy installation of dr.Murjani Hospital and Parenggean Pratama Hospital is up to standard. ABSTRAKPelayanan farmasi klinik salah satunya adalah adalah pengkajian dan pelayanan resep. Pengkajian dan pelayanan resep merupakan suatu rangkaian kegiatan dalam penyiapan obat (dispensing) yang meliputi penerimaan, pengkajian resep, pemeriksaan ketersediaan produk, penyiapan sediaan farmasi, telaah obat, dan penyerahan disertai pemberian informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep BPJS dan Non BPJS pada pasien rawat jalan di instalasi farmasi RSUD dr.Murjani dan Rumah Sakit Pratama Parenggean. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian penelitian observasional dengan analisis deskriptif yaitu berupa pencatatan resep dan waktu tunggu pelayanan resep. Sampel penelitian ini yaitu sebagian dari resep rawat jalan pasien BPJS maupun non BPJS yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan jumlah masing-masing 100 resep. Data dianalisa secara deskriptif dan uji statistik t-test untuk mengetahui perbedaan waktu tunggu pelayanan resep. Hasil penelitian di instalasi farmasi RSUD dr.Murjani dan Rumah Sakit Pratama Parenggean bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep racikan dan non racikan baik itu BPJS maupun non BPJS yaitu resep racikan 33,29 menit dan non racikan 15,38 menit. Hal ini telah sesuai standar pelayanan minimal berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2008. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal waktu tunggu resep racikan dan non racikan dengan nilai signifikansi 0,000. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep BPJS dan Non BPJS pada pasien rawat jalan di instalasi farmasi RSUD dr.Murjani dan Rumah Sakit Pratama Parenggean sudah sesuai standar.
Pengelolaan Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran Dengan Severe Depressive Episode With Psychotic Symptoms : Management of Sensory Perception Disorders: Auditory Hallucinations With Severe Depressive Episode With Psychotic Symptoms ANNISA AZIZAH; Ana Puji Astuti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.183

Abstract

Sensory perception disorder is a condition that occurs in a person who experiences changes in the shape and number of stimuli that come from outside, resulting in a sensory perception disorder: hallucinations. One of the sensory perception disorders is auditory hallucinations, where the patient will experience changes in perception and often hear false or unreal whispers and have no form. The purpose of writing this scientific paper is to describe the management of sensory perception disorders: auditory hallucinations with severe depressive episodes with psychotic symptoms at Wisma Drupad RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. This type of research uses a descriptive method with the approach used, namely the nursing care approach including nursing diagnoses, nursing interventions, nursing implementation and nursing evaluations. The data obtained from the perception assessment that the patient said he heard a whisper, usually appeared when the patient was alone or doing activities. The patient is confused, daydreaming, pacing, the patient is disturbed and uncomfortable with whispering sounds. Whispers are not clear but real audible. Whispers were frequent and countless. So that a nursing diagnosis of Daignosis disorder was established which was enforced by sensory perception disorders: auditory hallucinations. The interventions arranged were teaching SP 1 how to rebuke hallucinations, SP 2 with 5 correctly taking medication, SP 3 controlling hallucinations by talking and SP 4 controlling hallucinations by doing favorite activities or positive activities. Furthermore, the implementation of SP1, SP2 and SP3 and an evaluation is carried out at the end of management. Based on the results of nursing management, it can be concluded that the problem of sensory perception disorders: auditory hallucinations is partially resolved by reducing the frequency of hallucinations. ABSTRAK Gangguan persepsi sensori adalah suatu keadaan yang terjadi dalam diri seseorang yang mengalami perubahan bentuk dan jumlah rangsangan yang datang dari luar sehingga mengakibatkan terjadinya gangguan persepsi sensori: halusinasi. Salah satu gangguan persepsi sensori yaitu halusinasi pendengaran, dimana pasien akan mengalami adanya perubahan pada persepsi dan sering mendengar suara bisikan palsu atau tidak nyata dan tidak ada wujudnya. Tujuan dari penulisan Karya Tulis Ilmiah ini untuk menggambarkan pengelolaan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dengan severe depressive episode with psychotic symptoms di Wisma Drupada RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan asuhan keperawatan meliputi diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Diperoleh data dari pengkajian persepsi bahwa pasien mengatakan mendengar suara bisikan, biasanya muncul saat pasien sedang sendiri atau beraktifitas. Pasien bingung, melamun, mondar-mandir, pasien terganggu dan tidak nyaman dengan suara bisikan. Suara bisikan tidak jelas tapi nyata terdengar. Suara bisikan sering muncul dan tidak terhitung. Sehingga ditegakkan diagnosis keperawatan gangguan Diagnosis yang ditegakkan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Intervensi yang disusun yaitu ajarkan SP 1 cara menghardik halusinasi, SP 2 dengan 5benar minum obat, SP 3 kontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dan SP 4 kontrol halusinasi dengan melakukan kegiatan yang disukai atau kegiatan positif. Selanjutnya implementasi dari SP1, SP2 dan SP3 dan dilakukan evaluasi di akhir pengelolaan. Berdasarkan dari hasil pengelolaan keperawatan, maka dapat disimpulkan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran teratasi sebagian dengan berkurangnya frekuensi munculnya halusinasi.
Efektifitas Terapi Kognitif Terhadap Peningkatan Harga Diri Lansia yang Mengalami Kesepian: The Effectiveness Of Cognitive Therapy To Increase Self-Esteem Of The Elderly Who Experienced Loneliness Liyanovitasari; Suwanti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.186

Abstract

The number of elderly in 2020 will be 17,767,709 people with a percentage (7.97%) and in 2021 it will also increase to 19,936,895 people with a percentage (8.48%). Elderly who experience loneliness usually view themselves as unworthy and unlovable. The negative thoughts are feeling isolated and isolated, feeling hopeless, feeling low self-esteem. Cognitive therapy trains the elderly to realize their wrong way of thinking, then the elderly must learn to respond to the wrong way of thinking in a more adaptive way from a cognitive perspective. . The elderly who experience low self-esteem if not treated immediately can lead to despair and there are plans to end their lives. The purpose of this study was to determine the effectiveness of cognitive therapy on increasing self-esteem in the elderly who experience loneliness. The design used is Pretest-Posttest Without Control Group Design. The population in this study were all elderly who experienced low self-esteem due to loneliness totaling 86 elderly. The sampling technique in this study used purposive sampling with a total of 46 elderly. The instrument uses Coopersmith's self-esteem. Data analysis using the t-test dependent. research results show that Self-esteem before and after being given cognitive therapy increased from 1.89 (medium self-esteem) to 2.50 (high self-esteem) with a p value of 0.000 (0.05) which means that there is a significant difference in self-esteem before and after in give cognitive therapy. The elderly are expected to increase self-esteem by continuing to do cognitive therapy. ABSTRAKJumlah lansia pada tahun 2020 menjadi 17.767.709 jiwa dengan presentase (7,97%) dan pada tahun 2021 meningkat juga menjadi 19.936.895 jiwa dengan presentasi (8,48%). Lansia yang mengalami kesepian biasanya memandang diri mereka tidak layak dan tidak patut dicintai. Pikiran-pikiran negatif itu adalah merasa terasing dan terkucil, merasa tidak mempunyai harapan, merasa harga diri rendah.Terapi kognitif melatih diri lansia menyadari cara berpikirnya yang salah, kemudian lansia harus belajar merespons cara pikir yang salah tersebut dengan cara yang lebih adaptif dari perspektif kognitif. Lansia yang mengalami harga diri rendah apabila tidak segera ditangani dapat mengakibatkan putus asa serta ada rencana untuk mengakhiri hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi kognitif terhadap peningkatan harga diri lansia yang mengalami kesepian. Desain yang digunakan adalah Pretest-Posttest Without Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang mengalami harga diri rendah akibat kesepian berjumlah 86 lansia. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan sejumlah 46 lansia. Instrumen menggunakan self esteem Coopersmith. Analisis data dengan menggunakan uji t-test dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri sebelum dan sesudah diberikan terapi kognitif meningkat dari 1,89 (harga diri sedang) menjadi 2,50 (harga diri tinggi) dengan nilai p value 0,000 ≤ (0,05) yang artinya ada perbedaan yang signifikan harga diri sebelum dan sesudah di berikan terapi kognitif. Lansia diharapkan dapat meningkatkanl harga diri dengan tetap melakukan terapi kognitif.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Lansia pada Masa Pandemi Covid-19 di Desa Nyatnyono: The Relationship Between Family Support and The Quality of Life Of The Elderly During The Covid-19 Pandemic In Nyatnyono Village Dinda Fitria; Suwanti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.191

Abstract

During the Covid-19 pandemic, the elderly are a group with a high risk of contracting Covid-19.The biggest number in Indonesia was in elderly above 60 age about 50% from all the cases(CNN,2021) The elderly need family support to get health standards and good quality of life. The support provided by the family can help the elderly in preventing and minimizing the risk of health problems. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and the quality of life of the elderly during the Covid-19 pandemic in Nyatnyono Village, West Ungaran District. This research is a quantitative research with descriptive correlational method using non-probability sampling technique purposive sampling with a population of 950 people and a sample of 91 respondents. The instruments used were family support questionnaires and quality of life questionnaires. Bivariate analysis using Spearman's Rank Correlation Test. Research shows that the elderly have 35.2% very good family support, 33.0% good family support, 20.9% moderate family support, and 11.0% poor family support. Elderly who have very good quality of life 27.5%, good quality of life 51.6%, and moderate quality of life 20.9%. The Spearman Rank Correlation Test obtained a value (p value = 0.000) < (α = 0.05), thus indicating a significant relationship between family support and the quality of life of the elderly with a correlation coefficient of (r = 0.709) which indicates a strong type of relationship. There is a significant relationship between family support and the quality of life of the elderly. It is expected that families can pay more attention, care for, and provide positive support to the elderly in order to improve the quality of life of the elderly. ABSTRAKDi masa pandemi Covid-19, lansia merupakan kelompok dengan resiko terkena Covid-19. Kasus kematian terbesar di Indonesia yaitu pada lansia dengan usia 60 tahun lebih, sebanyak 50% dari seluruh kasus (CNN,2021) Lansia membutuhkan dukungan keluarga untuk memenuhi standar kesehatan dan kualitas hidup yang baik. Dukungan yang diberikan keluarga dapat membantu lansia dalam mencegah dan meminimalisir masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia pada masa pandemi Covid-19 di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional menggunakan teknik Non-Probability Sampling jenis Purposive sampling dengan populasi 950 orang dan sampel 91 responden. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kualitas hidup. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank-Spearman. Penelitian menunjukkan lansia yang memiliki dukungan keluarga sangat baik 35.2%, dukungan keluarga baik 33.0%, dukungan keluarga sedang 20.9%, dan dukungan keluarga buruk 11.0%. Lansia yang memiliki kualitas hidup sangat baik 27.5%, kualitas hidup baik 51.6%, dan kualitas hidup sedang 20.9%. Uji korelasi Rank-Spearman diperoleh nilai (p value=0.000)< (α=0.05), sehingga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia dengan koefisien korelasi sebesar (r=0.709) yang menunjukkan jenis hubungan yang kuat. Ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia Diharapkan keluarga dapat lebih memperhatikan, merawat, dan memberikan dukungan yang positif kepada lansia guna meningkatkan kualitas hidup lansia.
Analisis Faktor Risiko Personal Hygiene terhadap Pediculosis capitis pada Santriwati Ponpes Miftahul Huda: Personal Hygiene Risk Factor Analysis of Pediculosis capitis in Miftahul Huda Islamic Boarding School Students Nur Aini Hidayah Khasanah Khasanah; Nilasari Indah Yuniati; Fajar Husen; Ulfa Fadilla Rudatiningtyas
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.197

Abstract

Pediculosis capitis (P. cap) is still a health problem for children who live in residential areas, one of which is in Islamic boarding schools. Personal hygiene is one of the main factors causing P. cap transmission. The purpose of this study was to analyze the personal hygiene risk factors that affect P. cap in female students at Miftahul Huda Islamic Boarding School, Banyumas Regency. This analytic observational study was conducted through a cross-sectional approach with a purposive random sampling technique. The study population was 203 female students with a total sample of 33. The results of Fisher’s exact test showed that there was a significant relationship between personal hygiene and P.cap (p value= 0.005). Personal hygiene risk factors associated with P. cap were frequency of hair washing (p-value = 0.049; OR = 5.4), scalp massage when shampooing (p value = 0.000; OR = 26.7), exchanging tools. personal (p value= 0.002; OR=15.3), nail hygiene (p value=0.009; OR=14.4). Close drying, washing frequency, bathing, and hand washing frequency was not related to P. cap (p value >0.05). Concluded that the level of personal hygiene was related to P.cap. Washing hair, massaging the scalp when shampooing, exchanging personal tools and nail hygiene are personal hygiene risk factors associated with P. cap. ABTSRAK. Pediculosis capitis (P. cap) masih menjadi masalah kesehatan pada anak-anak yang tinggal di lingkungan padat penghuni, salah satunya di pondok pesantren. Personal hygiene merupakan salah satu faktor utama penyebab penularan P. cap. Studi ini bertujuan mengetahui korelasi tingkat personal hygiene dengan P.cap dan menganalisis faktor risiko personal hygiene yang berhubungan dengan P. cap pada santriwati pondok pesantren Miftahul Huda Kabupaten Banyumas. Studi observasional analitik ini dilakukan melalui metose cross sectional menggunakan teknik purposive random sampling. Populasi penelitian adalah 203 santriwati dengan jumlah sampel 33. Hasil uji Fisher’s Exact menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara personal hygiene dengan P.cap (p value=0.000). Faktor risiko personal hygiene yang berhubungan dengan P. cap adalah frekuensi mencuci rambut (p value= 0.049; OR=5.4), memijat kulit kepala saat keramas (p value= 0.000; OR=26.7), saling bertukar alat pribadi (p value= 0.002; OR=15.3), kebersihan kuku (p value=0.009; OR=14.4). Menjemur handuk berdekatan, frekuensi mencuci handuk, frekuensi mandi dan kebiasaan mencuci tangan tidak berhubungan dengan P. cap (p value >0.05). Disimpulkan bahwa tingkat personal hygiene berhubungan dengan P.cap. Frekuensi mencuci rambut, memijat kulit kepala saat keramas, saling bertukar alat pribadi dan kebersihan kuku merupakan faktor risiko personal hygiene yang berhubungan dengan P. cap
Efektifitas Terapi Bermain English Fun untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Prasekolah Dimasa Pandemi Covid-19: The Effectiveness of English Fun Play Therapy to Improve Cognitive Ability of Preschool Children During the Covid-19 Pandemic Eka Adimayanti; Dewi Siyamti; Endang Susilowati; Deya Purnamasari
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.201

Abstract

Preschool-aged children enter the pre-operational stage of development where children have prominent characteristics that combine and transform information. Preschool age is the optimal period for children to start showing interest in health, children experience language development and interact with the social environment. Cognitive abilities that can be developed through play activities include the ability to recognize, remember, think convergently, diverge, and give judgments. This study aims to determine the effectiveness of English Fun play therapy on the cognitive abilities of preschool age children. This research is a Quasi Experimental Design with Pretest-Posttest Non Equivalent Design. Respondents of this study were preschoolers aged 66 months-72 months as 60 students who were observed using the Developmental Pre Screening Questionnaire (KPSP) instrument according to their development when nurses did therapy playing English fun. Based on the results of the study, there was a significant difference between the initial cognitive ability score and the final cognitive ability score of 3.33. It can be concluded that the results of monitoring cognitive abilities in preschool age children increased after playing therapy with the English fun game method. It is hoped that the play therapy method in English can be continued to be included in the additional curriculum or extra curriculum so that it can improve children's cognitive abilities and children's creativity. ABSTRAKAnak Usia prasekolah memasuki tahap perkembangan pra operasional dimana mempunyai karakteristik menonjol anak telah mengkombinasi dan mentransformasi informasi. Usia prasekolah merupakan periode yang optimal bagi anak untuk mulai menunjukkan minat dalam kesehatan, anak mengalami perkembangan bahasa dan berinteraksi terhadap lingkungan sosial. Kemampuan kognitif yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain antara lain adalah kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konvergen, divergen, memberi penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas terapi bermain english Fun terhadap kemampuan kognitif anak usia prasekolan. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan Pretest-Posttest Non Equivalent Design. Responden penelitian ini adalah usia prasekolah usia 66 bulan-72 bulan sebanyak 60 siswa yang diobservasi menggunakan instrument Kuesioner Pra Scrining Perkembangan (KPSP) sesuai dengan userkembanganya ketika perawat melakukan terapi bermain english fun. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang bermakna antara skor kemampuan kognitif awal terhadap skor kemampuan kognitif akhir sebanyak 3.33. Dapat disimpulkan bahwa hasil pemantauan kemampuan kognitif pada anak usia prasekolah meningkat setelah dilakukan terapi bermain dengan metode permainan english fun. Diharapkan metode terapi bermain dalam bahasa inggris dapat dilanjutkan untuk di masukkan ke kurikulum tambahan atau kurikulum ekstra sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak dan kreatifitas anak.

Page 7 of 22 | Total Record : 216