cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Editorial Address
http://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/about/editorialTeam
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
ISSN : -     EISSN : 26863812     DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1
Core Subject : Health,
Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan September
Articles 216 Documents
Analisis Konsentrasi Nanoliposom Minyak Biji Alpukat (Persea americana Mill) dan Ekstrak Saffron (Crocus sativus L) terhadap Mutu Fisik Gel Nanoliposom Wound Healing : Analysis of Avocado Seed Oil (Persea americana Mill) and Saffron Extract (Crocus sativus L) Nanoliposome Concentration on the Physical Quality of Wound Healing Nanoliposome Gel Vania, Yoshe; Aziz, Abdul; Arina Shaleha, Shinta; Naela Amalia, Berlian; Miftakhur Rohmah, Riska; Sunnah, Istianatus
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.658

Abstract

Avocado seed oil is a vegetable oil rich in fatty acids and can be used as a cosmetic, wound healing and antimicrobial. Saffron contains crocin, pirocrocetin, crocetin and safranal compounds which are useful as antioxidants so that they are widely used in the health and cosmetic fields. The application of these two ingredients will be more optimal in the form of topical nanoparticle-sized preparations. Nanoparticle preparations are considered more effective in delivering active substances of a preparation, because they can penetrate the stratum corneum layer of the skin so that the delivery of active substances is more optimal. The purpose of this study was to evaluate the physical quality of nanoliposome gels combined with avocado seed oil and saffron extract with varying concentrations of avocado seed oil nanoliposome (1% and 5%) and saffron extract (15% and 20%). The preparation of nanoliposomes used the thin-film hydration method carried out with high-energy ultraturrax. Data analysis was carried out with One-Way ANOVA in the SPSS application. The results showed that the preparation was homogeneous, thick in texture, yellow in color and had a distinctive saffron odor. The average value ± SD of the test results were pH 3.94 ± 0.25-4.19 ± 0.15; viscosity 9,912 ± 90.6-11,490 ± 567.2 cps; spreadability 4 ± 0.3-6.4 ± 0.3; adhesiveness 1.0 ± 0.1-1.12 ± 0.1 and no syneresis occurred during storage. The analysis results showed significant differences in the viscosity and spreadability tests, and no significant differences in the pH, adhesiveness and syneresis tests.   ABSTRAK Minyak biji alpukat merupakan minyak nabati yang kaya akan asam lemak dan dapat digunakan sebagai kosmetika, penyembuh luka dan antimikroba. Saffron mengandung senyawa crocin, pirocrocetin, crocetin dan safranal yang bermanfaat sebagai antioksidan sehingga banyak digunakan dalam bidang kesehatan dan kosmetik. Aplikasi kedua bahan tersebut akan lebih optimal dalam bentuk sediaan topikal ukuran nano partikel. Sediaan nano partikel dinilai lebih efektif dalam penghantaran zat aktif suatu sediaan, karena dapat menembus lapisan stratum corneum kulit sehingga penghantaran zat aktif lebih optimal. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik gel nanoliposom kombinasi minyak biji alpukat dengan ekstrak saffron dengan variasi konsentrasi nanoliposom minyak biji alpukat (1% dan 5%) serta ekstrak saffron (15% dan 20%). Pembuatan nanoliposom menggunakan metode thin-film hydration yang dilakukan dengan energi tinggi ultraturrax. Analisis data dilakukan dengan ANOVA One-Way pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan homogen, tekstur kental, berwarna kuning dan bau khas saffron. Nilai rata-rata±SD hasil pengujian yaitu pH 3,94±0,25-4,19±0,15;viskositas  9.912±90,6-11.490±567,2 cps; daya sebar 4±0,3-6,4±0,3 ; daya lekat 1,0±0,1-1,12±0,1 dan serta tidak terjadi sineresis selama 72 jam penyimpanan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada uji viskositas dan daya sebar, serta tidak ada perbedaan signifikan pada uji pH, daya lekat dan sineresis.
Metode Efektivitas Intervensi Woop Self-Management dalam Menurunkan Kecanduan Media Sosial Remaja di SMA Negeri 2 Ungaran: The Effectiveness of the Woop Self-Management Intervention Method in Reducing Social Media Addiction in Adolescents at SMA Negeri 2 Ungaran Yennisa Nanda Prastiwi; Anit Savia Damayanti; Reike Kumalasari; Shinta Uqbadamayanti; Selvira Risti Pamasi; Suwanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.660

Abstract

The phenomenon of social media addiction in adolescents, especially TikTok and YouTube Shorts, is increasingly worrying. This study aims to assess the effectiveness of the WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan) Self-Management intervention in reducing social media addiction levels. The study design used a quasi-experiment with a pre-post control group. Respondents were 40 grade X students of SMA Negeri 2 Ungaran (20 treatment, 20 control). The instrument used was the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), with Cronbach’s alpha values ranging from 0.79 to 0.88, indicating good internal consistency, while previous studies reported test–retest reliability values between r = 0.75 and ICC = 0.96. In the initial stage, students received  WOOP Self-management website coaching, followed by a 14-day self-management intervention. Data analysis used the Shapiro–Wilk normality test and the Mann–Whitney U test. The results showed that the treatment group experienced a decrease in the average social media addiction score from 44.85 to 38.15, while the control group showed no significant change (32.35 to 33.40). The Mann–Whitney U test resulted in p = 0.007 (<0.05), indicating a significant difference between groups. These findings prove that WOOP Self-Management is effective in reducing social media addiction in adolescents.   ABSTRAK Kecanduan media sosial pada remaja, terutama melalui platform TikTok dan YouTube Shorts, menjadi masalah serius yang berdampak pada kesehatan mental dan perilaku. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan) Self-Management dalam menurunkan tingkat kecanduan media sosial. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan kelompok perlakuan dan kontrol. Sampel sebanyak 40 siswa kelas X SMA Negeri 2 Ungaran dibagi menjadi dua kelompok (20  perlakuan, 20 kontrol). Instrumen penelitian adalah kuesioner Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) nilai Cronbach’s alpha BSMAS berada pada rentang 0,79–0,88, yang menunjukkan tingkat konsistensi internal yang baik. Penelitian lain melaporkan nilai test–retest reliability berkisar antara r = 0,75 hingga ICC = 0,96. Tahap pertama siswa diberikan edukasi cara penggunaan web WOOP self-Management dan tahap kedua diberikan intervensi mandiri selama 14 hari, Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Mann–Whitney U. Hasil menunjukkan kelompok perlakuan mengalami penurunan skor rata-rata kecanduan media sosial dari 44,85 menjadi 38,15, sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (32,35 menjadi 33,40). Uji Mann–Whitney U menghasilkan p = 0,007 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antar kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WOOP Self-Management efektif dalam mengurangi kecanduan media sosial pada remaja.
Gambaran Manajemen Diare Melalui Pemberian Asupan Oral pada Anak Toddler dengan Gastroenteritis di RSUD Pandan Arang Boyolali: Overview of Diarrhea Management Through Oral Intake in Toddlers with Gastroenteritis at Pandan Arang Regional Hospital, Boyolali Galang Chandra Saputra; Siti Haryani
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.596

Abstract

Gastroenteritis ranks second as a leading cause of death in children. Diarrhea, its main manifestation, often leads to severe dehydration if not promptly addressed, especially in areas distant from health facilities. This study aims to describe the nursing management of toddlers with gastroenteritis through the provision of oral intake, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, evaluation, and nursing documentation. The research method uses a descriptive case study approach. Results show that regular oral fluid administration, nutritional education, and monitoring of fluid balance effectively accelerate recovery. The fluid balance shifted from negative to normal, accompanied by a decrease in the frequency of stool passage. Recommendations for healthcare providers are to enhance parental education on diarrhea prevention and the importance of fluid intake during the acute phase.   ABSTRAK Gastroenteritis menempati peringkat kedua sebagai penyebab utama kematian pada anak-anak. Diare sebagai manifestasi utamanya sering kali menyebabkan dehidrasi berat jika tidak segera ditangani, terutama di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan keperawatan pada anak usia toddler dengan gastroenteritis melalui pemberian asupan oral, termasuk pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, evaluasi dan dokumentasi keperawatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif tudi kasus. Hasil menunjukkan bahwa pemberian cairan oral secara teratur, edukasi gizi, serta pemantauan keseimbangan cairan efektif mempercepat pemulihan. Balance cairan berubah dari negatif menjadi normal, disertai penurunan frekuensi BAB. Saran bagi tenaga kesehatan adalah untuk meningkatkan edukasi orang tua mengenai pencegahan diare dan pentingnya pemberian cairan selama fase akut.
Analisis Kadar Natrium Benzoat pada Produk Manisan Carica Secara Spektrofotometri UV-Vis di Kawasan Wisata Dieng Wonosobo, Jawa Tengah: Analysis of Sodium Benzoate Levels in Carica Sweets Using UV-Vis Spectrophotometry in the Dieng Wonosobo Tourist Area, Central Java Mardiyanti, Devi; Timur , Willi Wahyu
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.614

Abstract

Candied carica is a typical processed product of the Dieng Plateau that is popular with tourists. To increase the product's shelf life, manufacturers often add preservatives such as sodium benzoate. The use of sodium benzoate exceeding the threshold can pose a health risk to consumers. This study aims to identify and quantify the sodium benzoate levels in five candied carica samples obtained from various businesses in the Dieng region. Quantitative analysis was conducted on five samples obtained from four vendors in the Dieng-Wonosobo region using UV-Vis spectrophotometry at a maximum wavelength of 224.6 nm, with a standard curve created as a reference for the calculations. The test results showed that sample A contained 34.63% sodium benzoate, sample B 41.80%, sample C 56.72%, sample D 62.56%, and sample E 69.80%. These levels varied but were still below the maximum limit set by the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM) (500 mg/kgBW). Based on the research conducted, it can be concluded that of the five samples of candied carica tested qualitatively and quantitatively, all samples contained sodium benzoate, but within the permitted limit set by BPOM No. 036 of 2013, namely 500 mg/kg of material weight. The highest benzoic acid content was found in sample E, at 69.8 mg/kg.   ABSTRAK Manisan carica produk olahan khas dataran tinggi Dieng yang banyak diminati wisatawan. Untuk meningkatkan daya simpan produk, produsen sering menambahkan bahan pengawet seperti natrium benzoat. Penggunaan natrium benzoat yang melebihi ambang batas dapat menimbulkan risiko penyakit jantung dan kanker serta konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur kadar natrium benzoat dalam lima sampel manisan carica yang diperoleh dari berbagai pelaku usaha di kawasan Dieng. Analisis dilakukan secara kuantitatif dari 5 sampel yang diperoleh dari empat pedagang di Kawasan Dieng Wonosobo menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 224.6 nm, dengan pembuatan kurva standar sebagai acuan perhitungan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel A mengandung natrium benzoat dengan kadar 34,63%, sampel B 41,80%, sampel C, 56,72%, sampel D 62,56%, dan sampel E 69,80%. Kadar tersebut bervariasi namun masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh BPOM (500mg/kgBB). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari 5 sampel manisan carica yang diuji secara kualitatif maupun kuantitatif semua sampel mengandung natrium benzoat tetapi masih dalam batas yang diperbolehkan oleh BPOM nomor 036 tahun 2013 yaitu 500 mg/Kg berat bahan. Adapun kadar asam benzoat paling tinggi ditemukan pada sampel E yaitu 69,8 mg/kg.
Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hipertensi : Health Education to Improve Pregnant Women's Knowledge About Hypertension Venny Thrissia Regitha Cahya; Masruroh
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.634

Abstract

Hypertension in pregnancy is one of the leading causes of maternal mortality in both Indonesia and globally. In the working area of UPTD Sekatak Public Health Center, the number of hypertensive cases among pregnant women has increased over the past three years, with one recorded maternal death due to eclampsia. Preliminary studies showed that most pregnant women did not understand the signs, risks, and prevention of pregnancy-induced hypertension. This low level of knowledge indicates the need for structured educational interventions. This study aimed to determine the effect of health education on increasing pregnant women's knowledge about hypertension in the working area of UPTD Sekatak Health Center. Methods: This was a quantitative study using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 pregnant women selected by purposive sampling. The intervention was conducted through individual counseling using a leaflet as the educational medium. Knowledge was measured before and after the intervention using a validated questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test due to non-normal data distribution. Results: The results of the study showed a value of Z = -3.945 with p < 0.001 (p < 0.05), which means that there is a significant influence of health education on increasing pregnant women's knowledge about hypertension in the UPTD area of the Sekatak Community Health Center. Conclusion Individual health education using leaflets has been proven to be effective in increasing knowledge, so it is recommended to be implemented routinely in antenatal care as an effort to prevent pregnancy complications.   ABSTRAK Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan dunia. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sekatak, kasus hipertensi pada ibu hamil mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir, bahkan tercatat satu kasus kematian akibat eklamsia. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil belum memahami tanda, risiko, dan cara pencegahan hipertensi dalam kehamilan. Rendahnya tingkat pengetahuan ini menunjukkan perlunya upaya edukatif yang terstruktur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang hipertensi di Wilayah UPTD Puskesmas Sekatak. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 ibu hamil yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan melalui konseling individu menggunakan leaflet sebagai media edukasi. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z = -3,945 dengan p < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang hipertensi di wilayah UPTD Puskesmas Sekatak. Pendidikan kesehatan individual dengan media leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin dalam layanan antenatal sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan.
Efektivitas Terapi Relaksasi dalam Menurunkan Kadar Gula Darah dan Tingkat Kecemasan pada Pasien Diabetes : Tinjauan Sistematis: The Effectiveness of Relaxation Therapy in Reducing Blood Glucose Levels and Anxiety in Patients with Diabetes: A Systematic Review Yasin, Nanang Munif; Ambarsari M., Paulina; Hastha Yoga, Bambang; Abdul Arief, Thendi
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.663

Abstract

Individuals with diabetes mellitus were particularly vulnerable to psychological issues such as stress and anxiety, which could further exacerbate their condition. This systematic review aimed to identify the most effective relaxation therapies for reducing anxiety and blood glucose levels in patients with diabetes mellitus. Following PRISMA guidelines, a literature search was conducted across ScienceDirect, Google Scholar, and Cochrane databases between December 2024 and Desember 2025, resulting in the selection of ten articles based on predefined inclusion and exclusion criteria. The findings revealed that Murrotal Audio Therapy (P value 0,000), Classical Music Therapy (P value 0,000), and Yoga (P Value <0,001) had the most notable effects on lowering blood glucose levels. The underlying mechanisms varied, involving endorphin release, increased immunoglobulin A levels, and enhanced coping strategies that promoted physiological relaxation. Overall, the reviewed studies demonstrated that relaxation therapies had a beneficial impact on stress, anxiety, and glycemic control in diabetes patients. Although the use of relaxation therapy in diabetes care remained an evolving field, current evidence supported its potential and highlighted the need for future research involving combined interventions, extended durations, and larger populations.   ABSTRAK Penderita diabetes melitus sangat rentan terhadap masalah psikologis seperti stres dan kecemasan, yang dapat memperburuk kondisi penyakit. Studi tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi terapi relaksasi yang paling efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Proses pencarian literatur dilakukan sesuai pedoman PRISMA melalui basis data Science Direct, Google Scholar, dan Cochrane selama bulan Desember 2024 hingga Desember 2025, dengan sepuluh artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil menunjukkan bahwa terapi audio Murrotal (P Value = 0,000), terapi musik klasik (P value 0,000), dan Yoga (P Value <0,001) memberikan penurunan kadar glukosa darah signifikan. Mekanisme yang mendasari penurunan glukosa dan kecemasan melalui terapi relaksasi bervariasi, termasuk pelepasan endorfin, peningkatan kadar imunoglobulin A, serta penguatan mekanisme koping yang secara keseluruhan mendukung relaksasi tubuh. Secara umum, studi-studi yang ditinjau menunjukkan bahwa intervensi terapi relaksasi memberikan dampak positif terhadap penurunan stres, kecemasan, dan kontrol glikemik pada pasien diabetes. Meskipun pemanfaatan terapi relaksasi dalam penatalaksanaan diabetes masih berkembang, temuan yang ada mendukung potensi penggunaannya serta mendorong perlunya penelitian lanjutan dengan kombinasi terapi, durasi yang lebih panjang, dan jumlah sampel yang lebih besar.