cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Editorial Address
http://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/about/editorialTeam
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
ISSN : -     EISSN : 26863812     DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1
Core Subject : Health,
Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan September
Articles 226 Documents
Analisis Konsentrasi Nanoliposom Minyak Biji Alpukat (Persea americana Mill) dan Ekstrak Saffron (Crocus sativus L) terhadap Mutu Fisik Gel Nanoliposom Wound Healing : Analysis of Avocado Seed Oil (Persea americana Mill) and Saffron Extract (Crocus sativus L) Nanoliposome Concentration on the Physical Quality of Wound Healing Nanoliposome Gel Vania, Yoshe; Aziz, Abdul; Arina Shaleha, Shinta; Naela Amalia, Berlian; Miftakhur Rohmah, Riska; Sunnah, Istianatus
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.658

Abstract

Avocado seed oil is a vegetable oil rich in fatty acids and can be used as a cosmetic, wound healing and antimicrobial. Saffron contains crocin, pirocrocetin, crocetin and safranal compounds which are useful as antioxidants so that they are widely used in the health and cosmetic fields. The application of these two ingredients will be more optimal in the form of topical nanoparticle-sized preparations. Nanoparticle preparations are considered more effective in delivering active substances of a preparation, because they can penetrate the stratum corneum layer of the skin so that the delivery of active substances is more optimal. The purpose of this study was to evaluate the physical quality of nanoliposome gels combined with avocado seed oil and saffron extract with varying concentrations of avocado seed oil nanoliposome (1% and 5%) and saffron extract (15% and 20%). The preparation of nanoliposomes used the thin-film hydration method carried out with high-energy ultraturrax. Data analysis was carried out with One-Way ANOVA in the SPSS application. The results showed that the preparation was homogeneous, thick in texture, yellow in color and had a distinctive saffron odor. The average value ± SD of the test results were pH 3.94 ± 0.25-4.19 ± 0.15; viscosity 9,912 ± 90.6-11,490 ± 567.2 cps; spreadability 4 ± 0.3-6.4 ± 0.3; adhesiveness 1.0 ± 0.1-1.12 ± 0.1 and no syneresis occurred during storage. The analysis results showed significant differences in the viscosity and spreadability tests, and no significant differences in the pH, adhesiveness and syneresis tests.   ABSTRAK Minyak biji alpukat merupakan minyak nabati yang kaya akan asam lemak dan dapat digunakan sebagai kosmetika, penyembuh luka dan antimikroba. Saffron mengandung senyawa crocin, pirocrocetin, crocetin dan safranal yang bermanfaat sebagai antioksidan sehingga banyak digunakan dalam bidang kesehatan dan kosmetik. Aplikasi kedua bahan tersebut akan lebih optimal dalam bentuk sediaan topikal ukuran nano partikel. Sediaan nano partikel dinilai lebih efektif dalam penghantaran zat aktif suatu sediaan, karena dapat menembus lapisan stratum corneum kulit sehingga penghantaran zat aktif lebih optimal. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi mutu fisik gel nanoliposom kombinasi minyak biji alpukat dengan ekstrak saffron dengan variasi konsentrasi nanoliposom minyak biji alpukat (1% dan 5%) serta ekstrak saffron (15% dan 20%). Pembuatan nanoliposom menggunakan metode thin-film hydration yang dilakukan dengan energi tinggi ultraturrax. Analisis data dilakukan dengan ANOVA One-Way pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan homogen, tekstur kental, berwarna kuning dan bau khas saffron. Nilai rata-rata±SD hasil pengujian yaitu pH 3,94±0,25-4,19±0,15;viskositas  9.912±90,6-11.490±567,2 cps; daya sebar 4±0,3-6,4±0,3 ; daya lekat 1,0±0,1-1,12±0,1 dan serta tidak terjadi sineresis selama 72 jam penyimpanan. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada uji viskositas dan daya sebar, serta tidak ada perbedaan signifikan pada uji pH, daya lekat dan sineresis.
Metode Efektivitas Intervensi Woop Self-Management dalam Menurunkan Kecanduan Media Sosial Remaja di SMA Negeri 2 Ungaran: The Effectiveness of the Woop Self-Management Intervention Method in Reducing Social Media Addiction in Adolescents at SMA Negeri 2 Ungaran Yennisa Nanda Prastiwi; Anit Savia Damayanti; Reike Kumalasari; Shinta Uqbadamayanti; Selvira Risti Pamasi; Suwanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.660

Abstract

The phenomenon of social media addiction in adolescents, especially TikTok and YouTube Shorts, is increasingly worrying. This study aims to assess the effectiveness of the WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan) Self-Management intervention in reducing social media addiction levels. The study design used a quasi-experiment with a pre-post control group. Respondents were 40 grade X students of SMA Negeri 2 Ungaran (20 treatment, 20 control). The instrument used was the Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS), with Cronbach’s alpha values ranging from 0.79 to 0.88, indicating good internal consistency, while previous studies reported test–retest reliability values between r = 0.75 and ICC = 0.96. In the initial stage, students received  WOOP Self-management website coaching, followed by a 14-day self-management intervention. Data analysis used the Shapiro–Wilk normality test and the Mann–Whitney U test. The results showed that the treatment group experienced a decrease in the average social media addiction score from 44.85 to 38.15, while the control group showed no significant change (32.35 to 33.40). The Mann–Whitney U test resulted in p = 0.007 (<0.05), indicating a significant difference between groups. These findings prove that WOOP Self-Management is effective in reducing social media addiction in adolescents.   ABSTRAK Kecanduan media sosial pada remaja, terutama melalui platform TikTok dan YouTube Shorts, menjadi masalah serius yang berdampak pada kesehatan mental dan perilaku. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan) Self-Management dalam menurunkan tingkat kecanduan media sosial. Metode penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan kelompok perlakuan dan kontrol. Sampel sebanyak 40 siswa kelas X SMA Negeri 2 Ungaran dibagi menjadi dua kelompok (20  perlakuan, 20 kontrol). Instrumen penelitian adalah kuesioner Bergen Social Media Addiction Scale (BSMAS) nilai Cronbach’s alpha BSMAS berada pada rentang 0,79–0,88, yang menunjukkan tingkat konsistensi internal yang baik. Penelitian lain melaporkan nilai test–retest reliability berkisar antara r = 0,75 hingga ICC = 0,96. Tahap pertama siswa diberikan edukasi cara penggunaan web WOOP self-Management dan tahap kedua diberikan intervensi mandiri selama 14 hari, Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Mann–Whitney U. Hasil menunjukkan kelompok perlakuan mengalami penurunan skor rata-rata kecanduan media sosial dari 44,85 menjadi 38,15, sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (32,35 menjadi 33,40). Uji Mann–Whitney U menghasilkan p = 0,007 (<0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antar kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa WOOP Self-Management efektif dalam mengurangi kecanduan media sosial pada remaja.
Gambaran Manajemen Diare Melalui Pemberian Asupan Oral pada Anak Toddler dengan Gastroenteritis di RSUD Pandan Arang Boyolali: Overview of Diarrhea Management Through Oral Intake in Toddlers with Gastroenteritis at Pandan Arang Regional Hospital, Boyolali Galang Chandra Saputra; Siti Haryani
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.596

Abstract

Gastroenteritis ranks second as a leading cause of death in children. Diarrhea, its main manifestation, often leads to severe dehydration if not promptly addressed, especially in areas distant from health facilities. This study aims to describe the nursing management of toddlers with gastroenteritis through the provision of oral intake, including assessment, diagnosis, intervention, implementation, evaluation, and nursing documentation. The research method uses a descriptive case study approach. Results show that regular oral fluid administration, nutritional education, and monitoring of fluid balance effectively accelerate recovery. The fluid balance shifted from negative to normal, accompanied by a decrease in the frequency of stool passage. Recommendations for healthcare providers are to enhance parental education on diarrhea prevention and the importance of fluid intake during the acute phase.   ABSTRAK Gastroenteritis menempati peringkat kedua sebagai penyebab utama kematian pada anak-anak. Diare sebagai manifestasi utamanya sering kali menyebabkan dehidrasi berat jika tidak segera ditangani, terutama di wilayah yang jauh dari fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan keperawatan pada anak usia toddler dengan gastroenteritis melalui pemberian asupan oral, termasuk pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, evaluasi dan dokumentasi keperawatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif tudi kasus. Hasil menunjukkan bahwa pemberian cairan oral secara teratur, edukasi gizi, serta pemantauan keseimbangan cairan efektif mempercepat pemulihan. Balance cairan berubah dari negatif menjadi normal, disertai penurunan frekuensi BAB. Saran bagi tenaga kesehatan adalah untuk meningkatkan edukasi orang tua mengenai pencegahan diare dan pentingnya pemberian cairan selama fase akut.
Analisis Kadar Natrium Benzoat pada Produk Manisan Carica Secara Spektrofotometri UV-Vis di Kawasan Wisata Dieng Wonosobo, Jawa Tengah: Analysis of Sodium Benzoate Levels in Carica Sweets Using UV-Vis Spectrophotometry in the Dieng Wonosobo Tourist Area, Central Java Mardiyanti, Devi; Timur , Willi Wahyu
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.614

Abstract

Candied carica is a typical processed product of the Dieng Plateau that is popular with tourists. To increase the product's shelf life, manufacturers often add preservatives such as sodium benzoate. The use of sodium benzoate exceeding the threshold can pose a health risk to consumers. This study aims to identify and quantify the sodium benzoate levels in five candied carica samples obtained from various businesses in the Dieng region. Quantitative analysis was conducted on five samples obtained from four vendors in the Dieng-Wonosobo region using UV-Vis spectrophotometry at a maximum wavelength of 224.6 nm, with a standard curve created as a reference for the calculations. The test results showed that sample A contained 34.63% sodium benzoate, sample B 41.80%, sample C 56.72%, sample D 62.56%, and sample E 69.80%. These levels varied but were still below the maximum limit set by the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM) (500 mg/kgBW). Based on the research conducted, it can be concluded that of the five samples of candied carica tested qualitatively and quantitatively, all samples contained sodium benzoate, but within the permitted limit set by BPOM No. 036 of 2013, namely 500 mg/kg of material weight. The highest benzoic acid content was found in sample E, at 69.8 mg/kg.   ABSTRAK Manisan carica produk olahan khas dataran tinggi Dieng yang banyak diminati wisatawan. Untuk meningkatkan daya simpan produk, produsen sering menambahkan bahan pengawet seperti natrium benzoat. Penggunaan natrium benzoat yang melebihi ambang batas dapat menimbulkan risiko penyakit jantung dan kanker serta konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur kadar natrium benzoat dalam lima sampel manisan carica yang diperoleh dari berbagai pelaku usaha di kawasan Dieng. Analisis dilakukan secara kuantitatif dari 5 sampel yang diperoleh dari empat pedagang di Kawasan Dieng Wonosobo menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 224.6 nm, dengan pembuatan kurva standar sebagai acuan perhitungan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel A mengandung natrium benzoat dengan kadar 34,63%, sampel B 41,80%, sampel C, 56,72%, sampel D 62,56%, dan sampel E 69,80%. Kadar tersebut bervariasi namun masih berada di bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh BPOM (500mg/kgBB). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari 5 sampel manisan carica yang diuji secara kualitatif maupun kuantitatif semua sampel mengandung natrium benzoat tetapi masih dalam batas yang diperbolehkan oleh BPOM nomor 036 tahun 2013 yaitu 500 mg/Kg berat bahan. Adapun kadar asam benzoat paling tinggi ditemukan pada sampel E yaitu 69,8 mg/kg.
Pendidikan Kesehatan Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Hipertensi : Health Education to Improve Pregnant Women's Knowledge About Hypertension Venny Thrissia Regitha Cahya; Masruroh
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.634

Abstract

Hypertension in pregnancy is one of the leading causes of maternal mortality in both Indonesia and globally. In the working area of UPTD Sekatak Public Health Center, the number of hypertensive cases among pregnant women has increased over the past three years, with one recorded maternal death due to eclampsia. Preliminary studies showed that most pregnant women did not understand the signs, risks, and prevention of pregnancy-induced hypertension. This low level of knowledge indicates the need for structured educational interventions. This study aimed to determine the effect of health education on increasing pregnant women's knowledge about hypertension in the working area of UPTD Sekatak Health Center. Methods: This was a quantitative study using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 pregnant women selected by purposive sampling. The intervention was conducted through individual counseling using a leaflet as the educational medium. Knowledge was measured before and after the intervention using a validated questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test due to non-normal data distribution. Results: The results of the study showed a value of Z = -3.945 with p < 0.001 (p < 0.05), which means that there is a significant influence of health education on increasing pregnant women's knowledge about hypertension in the UPTD area of the Sekatak Community Health Center. Conclusion Individual health education using leaflets has been proven to be effective in increasing knowledge, so it is recommended to be implemented routinely in antenatal care as an effort to prevent pregnancy complications.   ABSTRAK Hipertensi dalam kehamilan merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan dunia. Di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sekatak, kasus hipertensi pada ibu hamil mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir, bahkan tercatat satu kasus kematian akibat eklamsia. Studi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil belum memahami tanda, risiko, dan cara pencegahan hipertensi dalam kehamilan. Rendahnya tingkat pengetahuan ini menunjukkan perlunya upaya edukatif yang terstruktur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang hipertensi di Wilayah UPTD Puskesmas Sekatak. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 20 ibu hamil yang dipilih secara purposive. Intervensi dilakukan melalui konseling individu menggunakan leaflet sebagai media edukasi. Pengukuran pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan nilai Z = -3,945 dengan p < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang hipertensi di wilayah UPTD Puskesmas Sekatak. Pendidikan kesehatan individual dengan media leaflet terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, sehingga direkomendasikan untuk diterapkan secara rutin dalam layanan antenatal sebagai upaya pencegahan komplikasi kehamilan.
Efektivitas Terapi Relaksasi dalam Menurunkan Kadar Gula Darah dan Tingkat Kecemasan pada Pasien Diabetes : Tinjauan Sistematis: The Effectiveness of Relaxation Therapy in Reducing Blood Glucose Levels and Anxiety in Patients with Diabetes: A Systematic Review Yasin, Nanang Munif; Ambarsari M., Paulina; Hastha Yoga, Bambang; Abdul Arief, Thendi
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 7 No. 2 (2025): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v7i2.663

Abstract

Individuals with diabetes mellitus were particularly vulnerable to psychological issues such as stress and anxiety, which could further exacerbate their condition. This systematic review aimed to identify the most effective relaxation therapies for reducing anxiety and blood glucose levels in patients with diabetes mellitus. Following PRISMA guidelines, a literature search was conducted across ScienceDirect, Google Scholar, and Cochrane databases between December 2024 and Desember 2025, resulting in the selection of ten articles based on predefined inclusion and exclusion criteria. The findings revealed that Murrotal Audio Therapy (P value 0,000), Classical Music Therapy (P value 0,000), and Yoga (P Value <0,001) had the most notable effects on lowering blood glucose levels. The underlying mechanisms varied, involving endorphin release, increased immunoglobulin A levels, and enhanced coping strategies that promoted physiological relaxation. Overall, the reviewed studies demonstrated that relaxation therapies had a beneficial impact on stress, anxiety, and glycemic control in diabetes patients. Although the use of relaxation therapy in diabetes care remained an evolving field, current evidence supported its potential and highlighted the need for future research involving combined interventions, extended durations, and larger populations.   ABSTRAK Penderita diabetes melitus sangat rentan terhadap masalah psikologis seperti stres dan kecemasan, yang dapat memperburuk kondisi penyakit. Studi tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi terapi relaksasi yang paling efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan dan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus. Proses pencarian literatur dilakukan sesuai pedoman PRISMA melalui basis data Science Direct, Google Scholar, dan Cochrane selama bulan Desember 2024 hingga Desember 2025, dengan sepuluh artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil menunjukkan bahwa terapi audio Murrotal (P Value = 0,000), terapi musik klasik (P value 0,000), dan Yoga (P Value <0,001) memberikan penurunan kadar glukosa darah signifikan. Mekanisme yang mendasari penurunan glukosa dan kecemasan melalui terapi relaksasi bervariasi, termasuk pelepasan endorfin, peningkatan kadar imunoglobulin A, serta penguatan mekanisme koping yang secara keseluruhan mendukung relaksasi tubuh. Secara umum, studi-studi yang ditinjau menunjukkan bahwa intervensi terapi relaksasi memberikan dampak positif terhadap penurunan stres, kecemasan, dan kontrol glikemik pada pasien diabetes. Meskipun pemanfaatan terapi relaksasi dalam penatalaksanaan diabetes masih berkembang, temuan yang ada mendukung potensi penggunaannya serta mendorong perlunya penelitian lanjutan dengan kombinasi terapi, durasi yang lebih panjang, dan jumlah sampel yang lebih besar.
Dampak Pola Asuh Orang Tua pada Kualitas Hidup Anak Stunting: Studi pada Balita Usia 2-5 Tahun di Kota Kediri: The Impact of Parenting Patterns on the Quality of Life of Stunted Children: A Study of Toddlers Aged 2-5 Years in Kediri City Dian Rahmawati; Lia Agustin; Santi Arista Bijae
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.654

Abstract

Stunting is a health problem that not only inhibits physical growth but also affects children’s quality of life. Beyond nutrition, parenting styles play a key role in shaping children’s well-being, especially during the golden period of development. This study aimed to analyze the relationship between parenting style and the quality of life of stunted children aged 2–5 years old in Kediri City. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted on 30 parents of stunted children selected using purposive sampling. Parenting style was measured using a questionnaire, while quality of life was measured with the WHOQOL-BREF instrument. Data were analyzed using the Chi-square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that 60% of parents applied poor parenting, and 66.7% of stunted children had a low quality of life. Cross-tabulation revealed that children with parents practicing poor parenting were more likely to have low quality of life, while most children with good parenting experienced better quality of life. Chi-square test results indicated a significant relationship (χ² = 6.412; p = 0.011). Good parenting can improve children’s quality of life even with stunting. Healthcare workers are expected to provide education on parenting style to support the quality of life for stunted children.   ABSTRAK Stunting merupakan masalah kesehatan yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik tetapi juga memengaruhi kualitas hidup anak. Selain gizi, pola asuh berperan penting dalam membentuk kesejahteraan anak, terutama pada periode emas perkembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh dan kualitas hidup anak stunting usia 2–5 tahun di Kota Kediri. Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan tehnik purposive sampling didapatkan responden 30 orang tua anak stunting. Variabel pola asuh diukur menggunakan kuesioner, sedangkan kualitas hidup diukur dengan instrumen WHOQOL-BREF. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60% orang tua menerapkan pola asuh kurang baik, dan 66,7% anak stunting memiliki kualitas hidup yang rendah. Tabulasi silang menunjukkan bahwa anak-anak dengan pola asuh kurang baik cenderung memiliki kualitas hidup yang rendah, sementara sebagian besar anak dengan pola asuh yang baik memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Hasil uji chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan (χ² = 6,412; p = 0,011). Pola asuh yang baik dapat meningkatkan kualitas hidup anak, bahkan pada anak dengan stunting. Tenaga kesehatan diharapkan memberikan edukasi tentang pola asuh untuk mendukung kualitas hidup anak stunting.
Uji Konstruk Validitas dan Reliabilitas Instrumen Pengukuran Pengunaan Media Sosial, Kesehatan Mental dan Perilaku Kesehatan Reproduksi pada Remaja: Construct Validity and Reliability Testing of Instruments Measuring Social Media Use, Mental Health, and Reproductive Health Behaviors in Adolescents Nurul Jannah; Mufidah, Lubna Nada; Pratiwi, Margaretha Maria Shinta
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.666

Abstract

The use of social media among adolescents has surged rapidly in the digital era and has the potential to impact their mental health and reproductive health behaviors. Therefore, valid and reliable instruments are needed to assess these relationships. This study aims to examine the construct validity and reliability of five instruments: the Youth Social Media Engagement Scale (YSMES), Adolescent Anxiety Screening Inventory (AASI), Youth Self-Concept Assessment Scale (YSCAS), Adolescent Sleep Quality Index (ASQI), and Adolescent Reproductive Health Behavior Scale (ARHBS) in measuring social media engagement, anxiety, self-concept, sleep quality, and reproductive health behaviors among adolescents. A cross-sectional design with a stratified cluster sampling technique was employed, involving 208 adolescents aged 13–18 years. Construct validity was analyzed using confirmatory factor analysis (CFA), while internal reliability was assessed using Cronbach’s alpha. CFA results showed χ²/df values between 1.72 and 1.90, CFI between 0.94 and 0.96, TLI between 0.93 and 0.95, and RMSEA between 0.052 and 0.058, indicating that all instruments have good validity. Cronbach’s alpha values for YSMES = 0.89, AASI = 0.87, YSCAS = 0.88, ASQI = 0.86, and ARHBS = 0.90 confirm high internal reliability. Thus, all instruments are valid and reliable for measuring social media use, mental health, and reproductive health behaviors among adolescents. Abstrak Penggunaan media sosial pada remaja meningkat pesat di era digital dan berpotensi memengaruhi kesehatan mental serta perilaku kesehatan reproduksi mereka. Oleh karena itu, diperlukan instrumen yang valid dan reliabel untuk menilai hubungan tersebut. Penelitian ini bertujuan menguji validitas konstruk dan reliabilitas lima instrumen: : Youth Social Media Engagement Scale (YSMES), Adolescent Anxiety Screening Inventory (AASI), Youth Self-Concept Assessment Scale (YSCAS), Adolescent Sleep Quality Index (ASQI), dan Adolescent Reproductive Health Behavior Scale (ARHBS) dalam mengukur keterlibatan media sosial, kecemasan, konsep diri, kualitas tidur, dan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja. Desian Penelitian cross-sectional dengan tehnik sampling stratified cluster ini melibatkan 208 remaja berusia 13–18 tahun. Validitas konstruk dianalisis menggunakan confirmatory factor analysis (CFA), sedangkan reliabilitas internal dievaluasi dengan Cronbach’s alpha. Hasil CFA menunjukkan nilai χ²/df 1,72–1,90, CFI 0,94–0,96, TLI 0,93–0,95, dan RMSEA 0,052–0,058, mengindikasikan seluruh instrumen memiliki validitas yang baik. Cronbach’s alpha untuk YSMES = 0,89, AASI = 0,87, YSCAS = 0,88, ASQI = 0,86, dan ARHBS = 0,90, menegaskan reliabilitas internal yang tinggi. Dengan demikian, seluruh instrumen dinyatakan valid dan reliabel untuk mengukur penggunaan media sosial, kesehatan mental, dan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja.
Hipertensi sebagai Determinan Kerentanan Fungsional pada Populasi Lanjut Usia: A Cross-sectional Study: Hypertension as a Determinant of Functional Vulnerability in the Older Population: A Cross-Sectional Study Irfan; Rijal
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.693

Abstract

The rapid growth of the elderly population in Indonesia has increased the burden of chronic diseases, including hypertension. In addition to being a major risk factor for cardiovascular diseases, hypertension is also believed to be associated with functional decline, which may negatively impact quality of life among older adults. This study aimed to assess the relationship between hypertension and functional impairment among older adults in Indonesia using a cross-sectional design and secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI 2023). This study used a descriptive cross-sectional design. A total of 97,339 individuals aged 60 years and older were included in the analysis. Hypertension status was determined based on a history of medical diagnosis by a physician, while functional status was assessed using the Barthel Index. Data were analyzed using Spearman’s correlation test. The prevalence of hypertension among older adults was 21.9%, with higher rates observed in the 75–89 years age group (24.8%) and among females (26.2%). Most participants were functionally independent (80.0%), while the remainder exhibited varying levels of dependency. Statistical analysis revealed a significant correlation (p < 0.001) between the level of hypertension and functional impairment among older adults; however, the strength of the correlation was weak (r = 0.102). These findings indicate that hypertension is associated with an increased risk of functional limitations among older adults.   ABSTRAK Pertumbuhan populasi lansia di Indonesia yang sangat pesat telah meningkatkan beban penyakit kronis, termasuk hipertensi. Selain menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular, hipertensi juga diyakini berhubungan dengan penurunan fungsi, yang dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup pada kelompok usia lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara hipertensi dan gangguan fungsional pada lansia di Indonesia dengan menggunakan desain potong lintang dan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study. Jumlah sampel yang terlibat  sebanyak 97.339 individu berusia 60 tahun ke atas. Instrumen yang digunakan untuk status hipertensi yaitu berdasarkan riwayat diagnosis medis (dokter), sedangkan status fungsional dinilai menggunakan Indeks Barthel. Analisis data menggunakan korelasi Spearman. Prevalensi hipertensi pada lansia adalah 21,9%, dengan angka lebih tinggi pada kelompok usia 75–89 tahun (24,8%) dan pada perempuan (26,2%). Sebagian besar peserta berada pada kategori mandiri secara fungsional (80,0%), sementara sisanya menunjukkan tingkat ketergantungan yang bervariasi. Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi yang signifikan (p<0.001) atara tingkat hipertensi dan gangguan fungsional pada lansia, namun dengan koefisien korelasi yang lemah (r = 0,102). Temuan ini mengindikasikan bahwa hipertensi terkait dengan peningkatan risiko keterbatasan fungsi pada lansia. 
Stres Akademik sebagai Faktor Risiko Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa Preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah : Academic Stress as a Risk Factor for Functional Dyspepsia among Preclinical Medical Students at Hang Tuah University Naufal Waly Anas; M. Fathi Ilmawan; Peppy Nawangsasi; I Ketut Tirka Nandaka
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i1.696

Abstract

Medical education is widely recognized for its high academic demands, intensive schedules, and frequent examinations, all of which may contribute to academic stress among students. Unmanaged stress can affect the autonomic nervous system and increase gastric acid secretion through interactions within the brain–gut axis, manifesting as gastrointestinal disturbances, particularly functional dyspepsia. This study aimed to examine the relationship between academic stress and the occurrence of functional dyspepsia among preclinical medical students of the Faculty of Medicine, Hang Tuah University, class of 2022. This study employed an descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling, involving 72 students selected from the 2022 cohort population. Data were collected using PSS-10 to assess stress levels and R4-FDDQ to diagnose functional dyspepsia. Data analysis was conducted using the Chi-square statistical test. The results demonstrated a statistically significant association between academic stress and functional dyspepsia, as indicated by the Chi-square test with a p-value of 0,014. This study concludes that there is a significant relationship between academic stress and the occurrence of functional dyspepsia among preclinical medical students of the Faculty of Medicine, Hang Tuah University, class of 2022. Higher levels of academic stress are associated with an increased likelihood of developing functional dyspepsia.   ABSTRAK Pendidikan kedokteran dikenal memiliki tuntutan akademik yang tinggi, padatnya jadwal, dan ujian yang sering, yang berpotensi memicu stres akademik pada mahasiswa. Stres yang tidak tertangani dapat memengaruhi sistem saraf otonom dan meningkatkan sekresi asam lambung melalui interaksi brain-gut axis, yang bermanifestasi sebagai gangguan pencernaan, khususnya dispepsia fungsional. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah angkatan 2022. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 72 mahasiswa dari populasi angkatan 2022. Pengumpulan data dilakukan menggunakan PSS-10 untuk mengukur tingkat stres dan R4-FDDQ untuk diagnosis dispepsia fungsional. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara stres akademik dengan dispepsia fungsional dari hasil uji Chi-Square dengan nilai p-value sebesar 0,014. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara stres akademik dan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah angkatan 2022. Semakin tinggi tingkat stres akademik, semakin besar peluang terjadinya dispepsia fungsional.

Filter by Year

2019 2026