cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
fakultaskesehatanunw@gmail.com
Editorial Address
http://e-abdimas.unw.ac.id/index.php/jhhs/about/editorialTeam
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS)
ISSN : -     EISSN : 26863812     DOI : https://doi.org/10.35473/jhhs.v2i1
Core Subject : Health,
Menerima hasil penelitian dalam bidang kesehatan, keperawatan, kebidanan, dan farmasi. Jurnal ini diterbitkan pada bulan Maret dan September
Articles 216 Documents
Gambaran Karakteristik Ibu Bersalin dengan Sectio Cesarea di RSUD Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin: Description of the Characteristics of Maternity with Sectio Cesarea at Sungai Lilin Hospital, Musi Banyuasin Regency Hestin Dwi Rahayu; ariA Widyaningsih
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.202

Abstract

According to WHO (World Health Organization) the average standard of sectio cesarean (SC) operation is around 5 - 15%. Data from the WHO Global Survey on Maternal and Perinatal Health showed that 46.1% of all births were by cesarean delivery. The number of maternal deaths in South Sumatra Province in 2018 was 120 people, an increase from 2017. Even at Sungai Lilin Hospital there were the most cases that were a threat, namely in Sectio Cesarean (SC) deliveries, namely in 2018 as many as 83 (18.9%) people. , in 2019 as many as 93 (21.2%) people, in 2020 as many as 97 (22.1%) people and in 2021 (January-November) as many as 166 (37.8%) people, which has increased from 2018-2021 . To describe the characteristics of mothers giving birth with cesarean section at Sungai Lilin Hospital, Musi Banyuasin Regency in 2021. This study used a descriptive analytic survey method with a cross sectional approach. The population of this study were all mothers who gave birth at Sungai Lilin Hospital in 2021 (January-November) with a total sample of 166 respondents. Shows that there are 103 respondents (62.0%) who perform cesarean section in low education, compared to 63 respondents (38.0%) with higher education. At the age of the mother, it is more common at the age of the mother who is not at risk (>20-< 35 years) as many as 124 respondents (74.7%) of the mothers with risk age (<20->35 years) as many as 42 respondents (25.3%) and in parity mothers who gave birth a lot by cesarean section, parity multiparous mothers were 101 respondents (60.8 %), the parity of primiparous mothers was 51 respondents (30.7%) and the parity of grandemultiparous mothers was 14 respondents (8.4%). The conclusion of the research shows that the incidence of cesarean section based on education is more in low education as many as 103 respondents (62.0%), at age it is more common at the age of mothers who are not at risk (>20-<35 years) as many as 124 respondents (74.7%) and on parity multiparous mothers as many as 101 respondents (60.8%). It is hoped that it can be input and strive for the patient's mindset about not distinguishing between education and medical indications. ABSTRAK Menurut WHO (World Health Organization ) standar rata-rata operasi sectio cesarea (SC) sekitar 5 - 15%. Data WHO Global Survey on Maternal and Perinatal Health menunjukkan 46,1% dari seluruh kelahiran melalui persalinan SC. Jumlah kematian ibu maternal di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2018 sebanyak 120 orang meningkat dari tahun 2017. Bahkan di RSUD Sungai Lilin terdapat kasus terbanyak yang menjadi ancaman yaitu pada persalinan sectio Cesarea (SC) yaitu pada tahun 2018 sebanyak 83 (18,9%) orang, tahun 2019 sebanyak 93 (21,2%) orang ,tahun 2020. Sebanyak 97 (22,1%) orang dan tahun 2021 (Januari-November) sebanyak 166 (37,8%) orang, yang mengalami peningkatan dari tahun 2018-2021. Untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu bersalin dengan sectio cesarea di RSUD Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2021. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Sungai Lilin tahun 2021 (Januari-November) dengan sampel yang diambil secara total sampling berjumlah sebanyak 166 responden. Distribusi frekuensi pada pendidikan rendah sebanyak (62.0%) dari pada ibu yang pendidikan tinggi sebanyak (38.0%) , pada umur ibu lebih banyak terjadi pada usia ibu tidak beresiko (>20-<35 tahun) sebanyak (74.7%) dari pada ibu dengan usia berisiko (<20->35 tahun) sebanyak (25.3%) dan pada paritas ibu yang banyak melahirkan dengan sectio cesarea paritas ibu multipara sebanyak (60.8%), paritas ibu primipara sebanyak (30.7%) dan paritas ibu grandemultipara sebanyak (8.4%). kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian tindakan sectio cesarea berdasarkan pendidikan lebih banyak pada pendidikan rendah sebanyak (62.0%), pada umur lebih banyak terjadi pada usia ibu tidak beresiko (>20-<35 tahun) sebanyak (74.7%) dan pada paritas ibu multipara sebanyak (60.8%). Diharapkan agar dapat bisa menjadi masukan dan mengupayakan terhadap pola pikir pasien tentang tidak membedakan antara pendidikan dengan indikasi medis.
Perbedaan Saturasi Oksigen dan Denyut Jantung Bayi Sebelum dan Sesudah Diberikan Posisi Semipronasi dengan Nesting pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Kabupaten Temanggung: Differences In Oxygen Saturation And Heart Rate Of Babies Before And After Semipronation With Nesting Position In Low Birth Weight Babies At General Hospital of Temanggung Sri Witartiningsih; Umi Aniroh
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.210

Abstract

Babies with low birth weight (LBW) are a problem that needs attention, because they have a high risk of morbidity and mortality, so special care is needed such as by providing the right position. Position of semi-pronation with nesting is an important intervention for optimizing the function of the organ systems in low birth weight babies. Based on data at the General Hospital of Temanggung in 2019, from 1083 births of babies, 257 were born with low birth weight or 23.73%. The objective of this study was to determine the differences in oxygen saturation and heart rate of babies before and after being given a semi-pronation position with nesting in low birth weight babies at the General Hospital of Temanggung. The research used a quantitative approach, the method used in this study was pre-experiment. The design used in this study was One Group pretest-posttest design. The population was all LBW in General Hospital of Temanggung with accidental sampling technique with a sample size of 20 respondents. The research measurement tool used a checklist. The data analysis used was the Wilcoxon-test. The average oxygen saturation is 94.40% and the heart rate is 127.20 x/minute before giving the semipronation position with nesting, while the average oxygen saturation is 98.15% and the heart rate is 143.50 after giving the semipronation position with nesting. There is a difference in oxygen saturation (p-value 0,000 and Z- score 4,308) and heart rate (p- value 0,001) of babies before and after being given a semipronation position with nesting in Low Birth Weight Babies at the General Hospital of Temanggung. Giving a semipronation position with nesting can be used as an intervention to improve the physiological response of babies, especially on oxygen saturation and heart rate in low birth weight babies. ABSTRAK Bayi dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian, karena memiliki resiko morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sehingga perlu dilakukan perawatan khusus seperti dengan memberikan posisi yang tepat. Pemberian posisi semipronasi dengan nesting merupakan intervensi yang penting bagi optimalisasi fungsi sistem organ pada bayi berat lahir rendah. Berdasarkan data di RSUD Temanggung pada tahun 2019 dari 1083 kelahiran bayi, 257 kelahiran dengan BBLR atau sebesar 23,73%. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan saturasi oksigen dan denyut jantung bayi sebelum dan sesudah diberikan posisi semipronasi dengan nesting pada bayi berat lahir rendah di RSUD Kabupaten Temanggung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-experiment. Desain yang digunakan dalam penelitian ini One Group pretest-posttest design. Populasi adalah semua BBLR di RSUD Temanggung dengan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel yaitu 20 responden. Alat ukur penelitian menggunakan checklist. Analisa data yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Rata-rata saturasi oksigen 94,40% dan frekuensi denyut jantung 127,20 x/menit sebelum dilakukan pemberian posisi semipronasi dengan nesting, sedangkan rata-rata saturasi oksigen 98,15% dan frekuensi denyut jantung 143,50 sesudah dilakukan pemberian posisi semipronasi dengan nesting . Ada perbedaan saturasi oksigen (p value 0,000 dan Z- Score 4,308) dan denyut jantung (p- value 0,001) bayi sebelum dan sesudah diberikan posisi semipronasi dengan nesting pada Bayi Berat Lahir Rendah di RSUD Kabupaten Temanggung. Pemberian posisi semipronasi dengan nesting dapat dijadikan sebagai intervensi untuk meningkatkan respon fisiologi bayi terutama pada saturasi oksigen dan frekuensi denyut jantung pada bayi berat lahir rendah.
Perbandingan Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Labu Kuning dengan Variasi Pelarut: Comparison of Total Flavonoid Levels and Antioxidant Activity of Pumpkin Extract with Solvent Variations Anasthasia Pujiastuti; Agitya Resti Erwiyani; Istianatus Sunnah
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.215

Abstract

Pumpkin (Cucurbita maxima D.) has many bioactive compounds, especially in the flesh. Bioactive compounds in pumpkin fruit include flavonoids. Extraction of flavonoids can be done using the maceration method. The extraction process requires a solvent that can extract the active compounds contained in a plant. Solvents that can be used for extraction include 96% ethanol, 70% ethanol, ethyl acetate, and n-hexane. This study aimed to compare the total flavonoid content and antioxidant activity of pumpkin extract from 4 types of solvents. The extraction method in this study is maceration using 4 variations of solvents. The qualitative test was carried out using the Thin Layer Chromatography (TLC) method. Quantitative test to determine the antioxidant activity of pumpkin extract using the ABTS method. The results of the qualitative test resulted in the retention factor (Rf) ranging from 0.3 to 0.82, which means that pumpkin extract contains flavonoids. Quantitative test results of total flavonoid content in pumpkin extract with 96% ethanol (93.017 mgQE/g), 70% ethanol (29.799 mgQE/g), ethyl acetate (135.546 mgQE/g), n-hexane (125.833 mgQE/g) . Antioxidant activity with parameter IC50 value on pumpkin extract with 70% ethanol (67.85 ppm), 96% ethanol (69.00 ppm), ethyl acetate (84.79 ppm), and n-hexane (99.81 ppm) as solvent included in the strong category. The highest total flavonoid content of pumpkin fruit extract was ethyl acetate solvent. The best antioxidant activity was shown by pumpkin fruit extract with 70% ethanol solvent yielding an IC50 value of 67.85 ppm. ABSTRAKLabu kuning (Cucurbita maxima D.) memiliki banyak senyawa bioaktif, terutama pada daging buahnya. Senyawa bioaktif dalam buah labu kuning antara lain flavonoid. Ekstraksi flavonoid dapat dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Proses ekstraksi memerlukan pelarut yang dapat menyari senyawa aktif yang terdapat dalam suatu tanaman. Pelarut yang dapat digunakan untuk ekstraksi antara lain etanol 96%, etanol 70%, etil asetat dan n-heksan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan ekstrak buah labu kuning dari 4 jenis pelarut. Metode ekstraksi pada penelitian ini yaitu maserasi menggunajan 4 variasi pelarut. Uji kualitatif dilakukan dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Uji kuantitatif untuk mengetahui aktivitas antioksidan ekstark labu kuning menggunakan metode ABTS. Hasil penelitian pada uji kualitatif menghasilkan retensi faktor (Rf) berkisar antara 0,3 – 0,82 yang berarti ekstrak buah labu kuning mengandung flavonoid. Hasil pengujian kuantitatif kadar flavonoid total dalam ekstrak buah labu kuning dengan pelarut etanol 96% (93,017 mgQE/g), etanol 70% (29,799 mgQE/g), etil asetat (135,546 mgQE/g), n-hexana (125,833 mgQE/g). Aktivitas antioksidan dengan parameter nilai IC50 pada ekstrak buah labu kuning dengan pelarut etanol 70% (67,85 ppm), etanol 96% (69,00 ppm), etil asetat (84,79 ppm) dan n-hexana (99,81 ppm) termasuk kategori kuat. Kadar flavonoid total ekstrak buah labu kuning tertinggi yaitu dengan pelarut etil asetat. Aktivitas antioksidan terbaik ditunjukkan oleh ekstrak buah labu kuning dengan pelarut etanol 70% menghasilkan nilai IC50 sebesar 67,85 ppm.
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di RS Cikarang Medika Tahun 2021: Factors Associated with Low Birth Weight (LBW) at Cikarang Medika Hospital in 2021 Anggun Sri Bintang; Eti Salafas
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.217

Abstract

Low Birth Weight (LBW) is a baby born weighing less than 2500 grams regardless of gestational age. LBW is still a major public health problem, it is estimated that 15-20% of all births worldwide are LBW which represents more than 20 million births per year. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of LBW in Cikarang Medika Hospital in 2021. This study used descriptive analytic with a cross sectional approach. The study population was all women who gave birth at Cikarang Medika Hospital with a total population of 439 respondents, using secondary data. Bivariate analysis using chi square with 5% obtained p value of maternal age = 0.000 and OR = 102.734 (95% CI 53.178 - 198.470), parity = 0.000 and OR = 61.967 (95% CI 33.999 - 112.940), gestational interval = 0.000 and OR = 169.650 (95% CI 81.656 – 352.4677), HB level = 0.000 and OR = 272.779 (95% CI 120.947 – 615.215). The conclusion is that there is a relationship between maternal age, parity, gestational distance, and HB levels with the incidence of Low Birth Weight at Cikarang Medika Hospital in 2021. It is expected that pregnant women are of healthy reproductive age, namely 20-30 years, limiting the number of children to 2 children with a minimum distance of pregnancy. 3 years. It is expected that routine ANC so that Hb levels can be monitored and Fe tablet supplements are met, thus it is hoped that babies born have normal weight ABSTRAK BBLR adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa kehamilan. BBLR sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama, diperkirakan 15-20% dari semua kelahiran di seluruh dunia adalah BBLR yang mewakili lebih dari 20 juta kelahiran per tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RS Cikarang Medika Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita yang melahirkan di RS Cikarang Medika dengan jumlah populasi sebanyak 439 responden, menggunakan data sekunder. Analisa bivariate menggunakan chi square dengan α 5% diperoleh p value hubungan usia ibu = 0,000 dan OR = 102,734 (95% CI 53,178 – 198,470), paritas = 0,000 dan OR = 61,967 (95% CI 33,999 – 112,940), jarak kehamilan = 0,000 dan OR = 169,650 (95% CI 81,656 – 352,4677), Kadar HB = 0,000 dan OR = 272,779 (95% CI 120,947 – 615,215). Kesimpulan terdapat hubungan antara usia ibu, paritas, jarak kehamilan, dan kadar HB dengan kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RS Cikarang Medika Tahun 2021. Diharapkan ibu hamil diusia reproduksi sehat yaitu 20 – 30 tahun, membatasi jumlah anak 2 anak cukup dengan jarak hamil minimal 3 tahun. Diharapkan rutin ANC sehingga kadar Hb dapat terpantau dan suplemen tablet Fe terpenuhi, dengan demikian diharapkan bayi yang dilahirkan beratnya normal.
Hubungan Kesediaan Masyarakat Mengikuti Vaksin Covid-19 Dilihat dari Aspek Tingkat Pengetahuan di Wilayah Ungaran: The Relationship of Public Willingness to Participate in the Covid-19 Vaccine Viewed from the Level of Knowledge in the Ungaran Region Niken Dyahariesti; Rachmawati Eka Putri; Hasna Mawar Halimah
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 4 No. 2 (2022): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v4i2.218

Abstract

Vaccines are biological products that contain antigens which if given to humans will actively develop special immunity against certain diseases. Covid-19 is a disease caused by SARS-CoV-2 and is now an epidemic throughout the world, one of the ways to prevent transmission and increase the outbreak is to carry out a Covid-19 vaccine. The public's willingness to vaccinate is needed to support these efforts. This willingness is strongly influenced by the level of knowledge possessed by the community, especially in Ungaran. Therefore, this study aims to determine the relationship between people's willingness to participate in the covid-19 vaccine, seen from the aspect of the level of knowledge in the Ungaran area. This study uses a cross sectional research design, data collection by purposive sampling using a questionnaire on 200 respondents. Data analysis used the Kolmogorov-Smirnov Non-Parametric Test with a 95% confidence level. The results showed that the level of knowledge was 83% good, 15.5% enough and 1.5% less. And 94% of respondents who are willing to be vaccinated, 6% are not willing to be vaccinated, the results of data analysis are the asymp sig value of 0.00 <0.05. So there is a relationship between the level of knowledge and the willingness to participate in the covid-19 vaccine. ABSTRAKVaksin merupakan produk biologi yang mengandung antigen yang jika diberikan kepada manusia akan secara aktif mengembangkan kekebalan khusus terhadap penyakit tertentu. Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 dan sekarang menjadi wabah diseluruh dunia, salah satu pencegahannya penularan dan bertambahnya wabah tersebut yaitu dengan melakukan vaksin Covid-19. Kesediaan masyarakat untuk melakukan vasksinasi sangat diperlukan untuk mendukung upaya tersebut. Kesediaan ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan yang dimiliki masyarakat terutama di Ungaran. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kesediaan masyarakat dalam mengikuti vaksin covid-19 dilihat dari aspek tingkat pengetahuan di wilayah Ungaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, pengambilan data secara purposive sampling dengan menggunakan kuesioner pada 200 responden. Analisis data menggunakan Uji Non Parametrik Kolmogorov-Smirnov dengan tingkat kepercayaan 95 %. Diperoleh hasil bahwa tingkat pengetahuan baik 83%, cukup 15,5 % dan kurang 1,5 %. Dan responden yang bersedia divaksin 94 %, tidak bersedia divaksin 6 %, hasil analisa data nilai asymp sig 0,00<0,05. Jadi terdapat hubungan tingkat pengetahuan dengan kesediaan mengikuti vaksin covid-19 .
Analisis Persepsi Ibu Menyusui tentang Keamanan Obat di Desa Karangmulyo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal: Analysis of Perceptions of Breastfeeding Mothers about Drug Safety in Karangmulyo Village, Pegandon District, Kendal Regency safna; Andrey Wahyudi
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.251

Abstract

During breastfeeding, a woman may experience various health problems that require the use of drugs. Therefore, many women who are breastfeeding use drugs whose effects are not expected and are felt by the baby who is breastfeeding. Some medications can be excreted through breast milk. The level of knowledge of breastfeeding mothers about drug safety is an important factor in maintaining baby safety. This research is an analytical observational study with a cross-sectional design of 52 respondents in Karangmulyo Village, Pegandon District, Kendal Regency. Respondent samples were selected using a purposive sampling technique. The instrument used was a questionnaire on perceptions of breastfeeding mothers about drug safety based on education level, type of work, duration of breastfeeding. The results of this study obtained the p value of the job 0.861, the p value of the duration of breastfeeding was 0.548, the p value of the job was 0.438. The conclusion in this study showed that there was no relationship between the perceptions of breastfeeding mothers and the level of education, type of work, age, duration of breastfeeding.   ABSTRAK Pada masa menyusui, seorang wanita mungkin mengalami berbagai gangguan kesehatan yang mengharuskan penggunaan obat-obatan, oleh karena itu banyak wanita yang sedang menyusui menggunakan obat-obatan yang efeknya tidak diharapkan dan dirasakan oleh bayi yang sedang menyusui, beberapa pengobatan dapat diekskresi melalui ASI. Tingkat pengetahuan ibu menyusui akan keamanan obat adalah faktor penting untuk menjaga keselamatan bayi. Penelitian ini merupakan penelitian Analityc Observasional dengan desain cross sectional terhadap 52 orang responden di Desa Karangmulyo Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Sampel responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Kuesioner persepsi ibu menyusui tentang keamanan obat berdasarkan tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, lama menyusui. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai p value dari Pekerjaan 0,861, nilai p value dari lama menyusui 0,548, nilai p value dari pekerjan 0,438. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara persepsi ibu menyusui dengan tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, usia, lama menyusui.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Perilaku Pengelolaan Sampah di Dusun Bungkah: Correlation between Knowledge Level and Community Atittude with Waste Management Behavior in Dusun Bungkah Zulfa Falana Prihandari; Sri Wahyuni
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i2.252

Abstract

The effect of waste on environmental pollution is reviewed through three aspects, namely physical, chemical, and biological. There is a need for public awareness of the importance of waste management to create a clean and healthy environment and to be responsible for the waste produced so that the waste problem can be handled properly and correctly. The problem in Sepakung Village is waste management, where waste is disposed of carelessly without prior separation. According to the results of interviews with the head of the hamlet, the community's knowledge is quite good, but in practice it is still not optimal, so the community is reluctant to carry out waste management. as well as the availability of inadequate waste disposal facilities and infrastructure, such as TPA, TPS, and waste officers, who are not yet available. Dusun Bungkah is the first hamlet in Sepakung to have a waste bank, a waste bank team, and socialization related to waste management. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of knowledge and attitudes of the community and the behavior of waste management in Dusun Bungkah. This type of research is descriptive analytic cross sectional approach with random sampling technique. The sample in this study was the head of the family, totaling 110 respondents using the Slovin formula. The instruments used in this study were interviews and observations as well as data analysis using the chi square test.The instruments used in this study were questionnaires, observation, and data analysis using the chi-square test. The results showed that in Dusun Bungkah, the level of knowledge (p value = 0.002) and attitude (p value = 0.011) were related to waste management behavior. The conclusion from the chi square test shows that there is a relationship between knowledge level (p = 0.002) and community attitudes (p = 0.011) with waste management behavior in Dusun Bungkah. ABSTRAK Pengaruh sampah terhadap pencemaran lingkungan ditinjau melalui tiga aspek yaitu fisik, kimia dan biologi. Perlunya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan sehingga permasalahan sampah dapat diatasi dengan baik dan benar. Permasalahan yang ada di Desa Sepakung ialah pengelolaan sampah yang mana sampah dibuang secara sembarangan tanpa adanya pemisahan terlebih dahulu. Menurut hasil wawancara kepada Kepala Dusun, pengetahuan masyarakat sudah cukup baik namun dalam prakteknya masih belum optimal sehingga membuat masyarakat enggan melakukan pengelolaan sampah. Serta ketersediaan sarana dan prasarana pembuangan sampah belum memadai seperti TPA, TPS dan petugas sampah yang belum tersedia. Dusun Bungkah adalah dusun pertama di Sepakung yang memiliki bank sampah, tim bank sampah dan sosialisasi terkait pengelolaan sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan perilaku pengelolaan sampah di Dusun Bungkah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik  metode cross sectional dengan menggunakan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga yang bertempat tinggal di Dusun Bungkah Desa Sepakung berjumlah 110 responden dengan menggunakan rumus Slovin. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan observasi serta analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Dusun Bungkah tingkat pengetahuan (p value = 0,002) dan sikap (p value = 0,011) berhubungan dengan perilaku pengelolaan sampah. Kesimpulan uji chi square menunjukan bahwa yang ada hubungan tingkat pengetahuan sebesar p = 0,002 dan sikap masyarakat sebesar p 0,011 dengan perilaku pengelolaan sampah di Dusun Bungkah
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Akupresur di Puskesmas Margodadi: Knowledge of Pregnant Women About Acupressure at Margodadi Health Center Neni Setianingsih; Widayati
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 3 No. 2 (2021): Journal of Holistics and Health Science (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v3i2.103

Abstract

Changes during pregnancy often cause discomfort in pregnant women, discomfort that is often experienced in the form of nausea, vomiting, migraines, difficulty sleeping and back pain. Acupressure in pregnancy is a non-pharmacological therapy that can be used to treat the discomfort of pregnant women. Descriptive quantitative research. The method used cross sectional approach. The population of this study were all pregnant women at Margodadi Health Center in November 2020 with total of 63 mothers. The sampling technique was total sampling and used Univariate analysis. Describe the knowledge of pregnant women about acupressure, the definition of acupressure, the benefits of acupressure, acupressure contraindications, how to do acupressure, and acupressure points that can be used in pregnancy. The results of the univariate analysis, most of the respondents had less knowledge about the understanding of 51 respondents (51.0%), less knowledgeable about the benefits of 49 respondents (77.8%), less knowledgeable about contraindications 52 (82.5%), less knowledgeable about how to do 40 (63.5%), less knowledge about acupressure points that can be done in pregnancy 35 (55.6%), and less knowledge about acupressure knowledge 51 (81.0%). Most of the pregnant women lacked knowledge of acupressure knowledge 51 (81.0%). Most of the pregnant women lacked knowledge of acupressure knowledge 51 (81.0%). It is expected that pregnant women seek information about acupressure in pregnancy from the midwife. And hope for midwives, should be able to attend seminars and training on acupressure in pregnancy. ABSTRAK Perubahan selama kehamilan seringkali menyebabkan ketidaknyaman pada ibu hamil seperti mual muntah, migrain, sulit tidur dan nyeri punggung. Akupresur pada kehamilan merupakan terapi non farmakologi yang digunakan untuk mengatasi ketidaknyaman ibu hamil. Penelitian deskriptif kuantitatif, metode pendekatan cross sectional. Populasi dari penelitin ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Margodadi bulan November 2020 dengan jumlah 63 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dan analisis yang digunakan analisis univariat Mendeskripsikan pengetahuan ibu hamil tentang akupresur, pengertian akupresur, manfaat akupresur, kontraindikasi akupresur, cara melakukan akupresur, dan titik-titik akupresur yang dapat dilakukan pada kehamilan. sebagian besar responden berpengetahuan kurang bepengetahuan kurang tentang pengetahuan akupresur 51 (81,0%), berpengetahuan kurang tentang pengertian 51 responden (51,0%), berpengetahuan kurang tentang manfaat 49 responden (77,8%), berpengetahuan kurang tentang kontraindikasi 52 (82,5%), berpengetahuan kurang tentang cara melakukan 40 (63,5%), dan bepengetahuan kurang tentang titik-titik akupresur yang dapat dilakukan pada kehamilan 35 (55,6%). Sebagian besar ibu hamil dalam pengetahuan kurang tentang pengetahuan akupresur 51 (81,0%). Diharapkan ibu hamil mencari informasi tentang akupresur pada kehamilan dari Bidan. Dan harapan untuk Bidan, hendaknya dapat mengikuti seminar dan pelatihan tentang akupresur pada kehamilan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap Perawat dalam Keselamatan Pasien: Systematic Review: Factors Influencing Nurse Attitudes in Patient Safety: Systematic Review Annisa Rahmi Galleryzki; Rr. Tutik Sri Haryati; Dadan Bardah; Kartika Mawar Sari Sugianto; Endang Sudjiati; Elisabet Herlyani Bota Koten
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i1.151

Abstract

Nurses have a critical role in ensuring care delivery focuses on patient safety and injury prevention during treatment. Positive attitudes toward injury prevention can improve patient safety; however, several factors such as age and work experience are believed to have influenced nurses’ safety attitudes. A systematic review searched data through online databases such as Scopus, ScienceDirect, Wiley Online Library, and EBSCO for articles published between 2010 and 2020. The keywords used were "patient safety attitude AND" nurse "and" patient safety "AND "Nurse attitude" OR "factor analysis." The article selection process used the PRISMA method. The total number of articles obtained was 727, and then only 19 were used in this review after screening. Factors affecting patient safety attitudes are identified into four categories, namely (1) demographic characteristics such as age, genders, educational level, position, work experience, and working unit, (2) physical and psychological exhaustion, (3) obtainable education, and (4) organizational influence. Several factors can cause the nurses negative attitudes towards patient safety, such as burnout and fatigue. Moreover, other factors can make the nurses positive attitudes, such as education, training, and support from the organization. Therefore, efforts are needed to increase knowledge and the organizational influence as well as the management of nurse fatigue and burnout as part of improving nurses' safety attitudes. ABSTRAK Keselamatan pasien digambarkan sebagai upaya untuk mencegah kesalahan medis atau cedera yang dapat dihindari untuk melindungi pasien. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang selalu berinteraksi dengan pasien dan tenaga kesehatan lainnya memiliki peran penting dalam memastikan pemberian asuhan berfokus pada keselamatan pasien dan pencegahan cedera selama perawatan pada perawatan jangka pendek maupun jangka panjang. Telaah literature ini mencari data melalui system Scopus, Science Direct, Wiley Online Libarary, dan Ebschoohost untuk artikel yang diterbitkan antara tahun 2010 sampai 2020. Kata kunci yang digunakan adalah “patient safety attitude” OR “patient safety” AND “nurse” OR “nurse attitude”. Total artikel yang didapat adalah 727 kemudian hanya 18 artikel yang digunakan dalam telaah literature ini setelah dilakukan screening. Artikel yang dianalisis terkait dengan factor-faktor yang berhubungan dengan sikap perawat dalam keselamatan pasien. Factor yang mempengaruhi sikap keselamatan pasien teridentifikasi menjadi 4 kategori, yaitu berdasarkan karakteristik perawat, kelelahan fisik dan psikologis, pengetahuan yang didapat, dan organisasi. Beberapa faktor dapat menyebabkan sikap perawat dalam keselamatan pasien menjadi negatif, seperti adanya kelelahan dan burnout. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan peran organisasi serta pengelolaan kelelahan dan burnout perawat sebagai bagian peningkatan sikap keselamatan perawat.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Farmasi: The Relationship between Stress Level and Sleep Quality in Students of Applied Pharmacy Undergraduate Study Program Nur Khalifah Rahmadhani; Ismail Ibrahim; Ida Adhayanti
Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS) Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v5i1.158

Abstract

A person's sleep quality is said to be good if he does not show various symptoms of sleep deprivation and does not experience problems in his sleep. Sleep deprivation conditions are also common among students. Students have demands to do presentation assignments, test preparation. Final year students are required to complete their final project, namely a thesis as a condition for obtaining a bachelor's degree. Students can experience stress when working on a thesis caused by several factors such as difficulty in expressing thoughts in written form, pressure from parents to graduate quickly and being lazy in doing thesis. So that students are a group at risk of having poor sleep quality. This type of research is a quantitative descriptive study, with a cross-sectional research design where this research was conducted using an online questionnaire that aims to determine the relationship between stress levels and sleep quality in undergraduate students of the Applied Pharmacy Study Program. The number of samples in this study were 84 people. Based on the results of the study, it was obtained that the average value of sleep quality for Pharmacy students from the Health Polytechnic of the Ministry of Health Makassar was 14.35 which was in the bad interval and the stress level was in the moderate interval range with an average value of 20.11. Based on the Chi-Square test, the value is 0.002 and the Correlation Coefficient is 0.295, which means that there is a relationship between sleep quality and stress levels.   ABSTRAK Kualitas tidur seseorang dikatakan baik jika tidak menunjukkan berbagai gejala kekurangan tidur dan tidak mengalami masalah dalam tidurnya. Kondisi kurang tidur pun biasa ditemui pada kalangan mahasiswa. Mahasiswa memiliki tuntutan untuk mengerjakan tugas presentasi, dan  persiapan ujian. Mahasiswa tingkat akhir dituntut untuk menyelesaikan tugas akhirnya yaitu skripsi sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana. Mahasiswa dapat mengalami stres ketika mengerjakan skripsi disebabkan oleh beberapa faktor seperti, kesulitan menuang pikiran dalam bentuk tulisan, tekanan dari orang tua agar cepat lulus dan malas dalam mengerjakan skripsi. Oleh karena itu mahasiswa merupakan kelompok yang berisiko memiliki kualitas tidur yang buruk. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional dimana penelitian ini dilakukan dengan kuesioner online yang bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Stres dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 84 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata kualitas tidur pada mahasiswa Farmasi Poltekkes Kemenkes Makassar yaitu 14,35 yang bearada pada interval buruk dan tingkat stres berada pada range interval sedang dengan nilai rata-rata 20,11. Berdasarkan uji Chi-Square  didapatkan nilai 0,002 dan Correlation Coefficient didapatkan nilai 0,295 yang berarti terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan tingkat stres.

Page 8 of 22 | Total Record : 216