Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi
PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi is a peer-reviewed journal which is published by Mulawarman University, East Kalimantan publishes biannually in March, June, September and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi published regularly quarterly in March, June, September, and December. The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, particularly Psychology Studies, Faculty of Social and Political Sciences at Mulawarman University, which can be applied in society. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi contains a variety of activities carried out both internally by the Social Sciences Mulawarman University or from externally in handling and overcoming various problems that occur in society by applying science and technology which can then be beneficial to improve the welfare of the society.
Articles
933 Documents
Subjective Well-Being dan Komitmen Organisasi Pada Karyawan yang Menjalani Work From Office (WFO) di Masa Pandemi
Lidia Kastanya;
Stevina Cuangganatha
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7915
This studi aims to learn the correlation between subjective wellbeing and organization commitment of employees work from office (WFO) during the pandemic covid-19. This research uses quantitative approach. The subjexts of this atudy were 82 employees who worked in Jakarta area. Data collection methods usea are the scale of Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) and scale subjective wellbeing Satisfaction with Life (SWLS) and Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Data analysis techniques used Pearson’s Correlation Product Moment. The results of the study using the pearson product moment the showed that the correlation test value formed was 0,318 and sig 0.004, where this number indicated a positive and significant correlation between the organizational commitment vaviable with subjective wellbeing meaning the highers subjective wellbeing, the higher commitment to organizational. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan subjectve wellbeing dengan komitmen organisasi pada karyawan yang menjalani work from office (WFO) di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian 82 karyawan yang bekerja di area jakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala komitmen organisasi Organizational Commitment Questionnaire (OCQ) dan skala subjective wellbeing Satisfaction with Life (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Teknik analisa data menggunakan Pearson’s Correlation Product Moment. Hasil penelitian menggunakan uji korelasi preason product momen menunjukan bahwa nilai uji korelasi yang terbentuk adalah sebesar 0,318 dan sig 0.004, dimana angka ini menunjukan korelasi yang positif dan signifikan antara variabel komitmen organisasi dengan subjective wellbeing, artinya semakin tinggi subjectivewell being yang dimiliki, maka semakin tinggi juga komitmen kepada organisasi yang dimiliki karyawan.
Hubungan Strategi Coping Dengan Kecemasan Pada Wabah Virus Corona di Kalangan Masyarakat yang Berada di Zona Merah
Muhammad Iqbar;
Muhammad Ali Adriansyah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7535
The COVID-19 pandemic has caused people to be afraid of the corona virus. People in the red zone tend to experience anxiety. Anxiety is related to the application of coping strategies used, so that these problems can be studied by research on the relationship between coping strategies and anxiety. The purpose of this study was to determine the relationship between coping strategies and anxiety about the corona virus among the red zone community, especially the Samarinda Ulu District. This research method is quantitative with 100 participants as research subjects with incidental sampling technique. Collecting data using a scale of coping strategies and an anxiety scale. The data collected was analyzed with the help of the Statistical Package for Social Science (SPSS) 21.0 for windows program. The results showed that there was a significant relationship between coping strategies and anxiety with p value = 0.020 (p <0.05), correlation value r = -0.537. This means that the strength of the relationship between the two variables is in the medium category and the direction of the correlation is negative, the less management of coping strategies, the anxiety about the corona virus outbreak will increase, and vice versa.Pandemi covid-19 mengakibatkan masyarakat menjadi ketakutan akan virus corona. Masyarakat di kalangan zona merah cenderung mengalami kecemasan. kecemasan tersebut berkaitan dengan penerapan strategi coping yang digunakan, sehingga permasalahan tersebut dapat dikaji penelitian mengenai keterkaitan strategi coping dengan kecemasan.Tujuan peneitian ini untuk mengetahui hubungan strategi coping dengan kecemasan terhadap virus corona di kalangan masyarakat zona merah khususnya wilayah Kecamatan Samarinda Ulu. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 100 partisipan dengan teknik incidental sampling. Pengumpulan data menggunakan skala strategi coping dan skala kecemasan. Data yang terkumpul dianalisis dengan bantuan program Statistical Package for Social Science (SPSS) 21.0 for windows.Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang siginifikan antara strategi coping dan kecemasan dengan nilai p=0.020 (p<0.05), nilai korelasi r = -0.537. Artinya kekuatan hubungan dua variabel tersebut masuk kategori sedang dan arah korelasinya negatif, semakin kurang pengelolaan strategi coping, kecemasan terhadap wabah virus corona akan semakin meningkat, begitupun sebaliknya.
Kontrol Diri dengan Gaya Hidup Hedonis Pada Wanita Dewasa Awal di SamarindaKontrol Diri Dengan Gaya Hidup Hedonis Pada Wanita Dewasa Awal di Samarinda
Desita Sari;
Rina Rifayanti;
Elda Trialisa Putri
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7355
Every human being tends to choose a different lifestyle and one of the most adoptable lifestyles in this modern time is the hedonistic lifestyle. This research was aimed to determine the correlation between self-control with hedonistic lifestyle in the early adult women in Samarinda. Quantitative approach is being used in this research. This research used 100 early adult women who have hedonic characteristics as subjects and were selected by purposive sampling technique. This research used a self-control scale and hedonic lifestyle scale to collect data. The collected data was analyzed using Pearson product moment test. The result of this research which used the Pearson product moment correlation analysis showed the value of r count = -0.479 > r table = 0.197,.and p = 0.000. And -0.479 is the value of r count > r table, which this number indicates moderate correlation between self-control with hedonistic lifestyle. The correlation between self-control with hedonistic lifestyle is a negative correlation. Setiap manusia cenderung memilih gaya hidup yang berbeda-beda dan salah satu yang banyak dianut oleh individu di masa modern ini adalah gaya hidup hedonis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada hubungan antara kontrol diri dengan gaya hidup hedonis pada wanita dewasa awal di Samarinda. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif. Subjek penelitiannya adalah 100 wanita dewasa awal yang memiliki karakteristik hedonis yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kontrol diri dan skala gaya hidup hedonis. Data yang telah didapat lalu diuji melalui analisis Pearson product moment. Hasil penelitian yang menggunakan analisis korelasi Pearson product moment menunjukkan nilai r hitung = -0.479 > r tabel = 0.197 dan nilai P = 0.000. Nilai -0.479 merupakan nilai r hitung, > r tabel dan angka ini menunjukkan korelasi yang sedang antara kontrol diri dengan gaya hidup hedonis. Hubungan antara kontrol diri dengan gaya hidup hedonis adalah hubungan negatif
Interaksi Sosial Dengan Kesepian Pada Remaja Panti Asuhan
Selly Sagita
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7173
This study relates social interaction to loneliness. This study aims to determine the relationship between social interaction and the loneliness of the orphanage in Samarinda. This research uses a quantitative approach. The subjects of this research were 100 orphanage teenagers using total sampling technique. The data collection method used is the scale of loneliness and social interaction. Assumption test using correlation analysis method. The collected data was analyzed by Pearson R Correlation analysis test with the help of SPSS (Statistical Packages for Social Science) version 25.0 for Windows program. The results of the study of social interaction with the loneliness of orphanage adolescents have a correlation of -0.311 and sig = 0.002 (p < 0.05),So, there is a negative relationship between social interaction and loneliness in orphanage adolescents.Penelitian ini berkaitan antara interaksi sosial dengan kesepian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dengan kesepian remaja Panti Asuhan di Samarinda. Penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 100 anak remaja panti asuhan dengan menggunakan teknik total sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kesepian dan interaksi sosial. Uji asumsi menggunakan metode analisis korelasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji analisis Pearson R Correlation dengan bantuan program SPSS (Statistical Packages for Social Science) versi 25.0 for Windows. Hasil dari penelitian interaksi sosial dengan kesepian remaja panti asuhan memiliki korelasi -0.311 dan sig = 0.002 (p < 0.05), yang artinya semakin rendah interaksi sosial maka semakin tinggi kesepian pada remaja di panti asuhan di samarinda. Jadi, ada hubungan negatif antara interaksi sosial dengan kesepian pada remaja panti asuhan
Hubungan Konformitas Teman Sebaya dan Kecenderungan Kenakalan Remaja Laki-Laki
Beatrix Agustina Ganta;
Christiana Hari Soetjiningsih
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7984
This research aims to determine the relationship of peer comformity with tendency of juvenile delinquency on male students at SMP X. Participants in this study were male students in grade 2 SMP X as many as 39 students. The data was collected using the peer conformity scale and the juvenile delinquency tendency scale. The data analysis used the Pearson product moment correlation method. The results showed that there was a significant positive relationship between peer conformity and juvenile delinquency with a value of r = 0.821 and significance = 0.000 (p <0.05). This means that the higher peer conformity, the higher the tendency for delinquency in male students, and conversely the lower peer conformity in male students, juvenile delinquency is also low. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konformitas teman sebaya dengan kecenderungan kenakalan remaja pada siswa laki-laki di SMP X. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa laki-laki kelas 2 SMP X sebanyak 39 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala konformitas teman sebaya dan skala kecenderungan kenakalan remaja. Metode yang digunakan untuk menganalisis data yaitu menggunakan metode korelasi product moment dari Pearson. Hasil studi menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara konformitas teman sebaya dan kecenderungan kenakalan remaja dengan nilai r = 0,821 dan signifikasi = 0,000 (p < 0,05). Artinya semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin tinggi kecenderungan kenakalan pada siswa laki-laki, dan sebaliknya semakin rendah konformitas teman sebaya pada siswa laki-laki maka kenakalan remaja juga rendah
Pengaruh Kerinduan akan Rumah dan Kelekatan Teman Sebaya terhadap Stres Akademik
Audry Aulya;
Hairani Lubis;
Miranti Rasyid
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7558
Academic stress is the emotional tension felt by students during their failure to deal with academic demands. This study aims to determine the effect of homesickness and peer attachment on academic stress of X boarding school students in Samarinda.This study uses a quantitative approach. The subjects of this study were 170 students with moderate to very high levels of academic stress chosen by usingpurposive sampling technique. Data was collected using scales of academic stress, homesickness, and peer attachment. The data collected were analyzed by using multiple linear regression test. The result of this study indicates that there is a significant effect between homesickness and peer attachment on academic stress wit the F value > F table = (17.989 3.05), p = 0.034 (p < 0.05), and the contribution of influence (R2) = 0.312 between homesickness and peer attachment on academic stress of X boarding school students in Samarinda. Stres akademik merupakan ketegangan emosional yang dirasakan oleh siswa selama kegagalannya dalam menghadapi tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kerinduan akan rumah dan kelekatan teman sebaya terhadap stres akademik pada siswa sekolah berasrama X di kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 170 orang siswa dengan tingkat stres akademik sedang sampai hingga sangat tinggi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan dilakukan dengan menggunakan skala stres akademik, kerinduan akan rumah, dan kelekatan teman sebaya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan uji analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara kerinduan akan rumah dan kelekatan teman sebaya terhadap stres akademik dengan nilai f hitung > f tabel (17.989 > 3.05) dan nilai p = 0.034 (p < 0.05), serta kontribusi pengaruh (R2) kerinduan akan rumah dan kelekatan teman sebaya terhadap stres akademik sebesar 0.312.
Psychological Features of Urbanicity
Maria Bramanwidyantari
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7903
Rural residents find that moving out of the rural area into a city is compelling and considered as a lifetime achievement. As urbanization became popular to Indonesia as a developing country, the urbanicity effect is inevitable. This narrative review explains the psychological issues arose in urban society and the possible strategies arranged to prevent the urbanicity effect and promotes a healthy city. Human activity and the environment are two entities that affect one another simultaneously. By looking up to basic human needs from Abraham Maslow, the urban environment should meet the acceptable safety and security standards as perceived by the community. Second, the individuals’ tendency to behave in accordance with their identity is also considered in order to develop the urban identity. This article contributes to consider comprehensive countermeasure of urbanicity. Realization of the impact, benefits of being in nature, use of green spaces and social cohesion are some ways to improve a healthy urban city. Penduduk pedesaan menemukan bahwa pindah dari daerah pedesaan ke kota sangat menarik dan dianggap sebagai pencapaian seumur hidup. Ketika urbanisasi menjadi populer di Indonesia sebagai negara berkembang, efek urbanisasi tidak bisa dihindari. Tinjauan naratif ini menjelaskan masalah psikologis yang muncul dalam masyarakat perkotaan dan kemungkinan strategi yang diatur untuk mencegah efek urbanisitas dan mempromosikan kota yang sehat. Aktivitas manusia dan lingkungan adalah dua entitas yang saling mempengaruhi secara bersamaan. Dengan memperhatikan kebutuhan dasar manusia dari Abraham Maslow, lingkungan perkotaan harus memenuhi standar keselamatan dan keamanan yang dapat diterima seperti yang dirasakan oleh masyarakat. Kedua, kecenderungan individu untuk berperilaku sesuai dengan identitasnya juga dipertimbangkan untuk mengembangkan identitas urban. Artikel ini berkontribusi untuk mempertimbangkan penanggulangan urbanisasi yang komprehensif. Realisasi dampak, manfaat berada di alam, penggunaan ruang hijau dan kohesi sosial adalah beberapa cara untuk meningkatkan kota perkotaan yang sehat.
Hubungan Empati Dengan Forgiveness Anak Korban Perceraian Pada Masa Dewasa Awal
Novi Rizky Ramadhani D;
Rina Rifayanti
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7304
The impact of divorce is very important to pay attention to and one way to overcome it is to forgive which is influenced by several emotions, namely empathy. This study aims to determine the relationship of empathy with the forgiveness of children victims of divorce in early adulthood. The subjects of this study were 100 children of divorce victims in early adulthood selected through purposive sampling techniques. The measuring instruments in this study used a forgiveness scale and an empathy scale. The results of the validity test of the forgiveness scale and the empathy scale are obtained from the calculated r value of > 0.300, that is, there are 35 valid items each, then the results of the reability test calculation produce an alpha value of >0,600 which means that both scales are declared reliable. The data analysis technique using pearson product moment correlation analysis yields a calculated r value > r table (0.447 > 0.197) and p = 0.000. The results of these calculations show a significant positive relationship between empathy and the forgiveness of children victims of divorce in early adulthood. Dampak perceraian menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan memaafkan yang dipengaruhi oleh sejumlah emosi yaitu empati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan empati dengan forgiveness anak korban perceraian pada masa dewasa awal. Subjek penelitian ini adalah 100 orang anak korban perceraian pada masa dewasa awal yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala forgiveness dan skala empati. Hasil uji validitas skala forgiveness dan skala empati didapatkan dari nilai r hitung > 0.300 yaitu masing-masing terdapat 35 butir yang valid, kemudian hasil perhitungan uji reabilitas menghasilkan nilai alpha >0.600 yang berarti kedua skala dinyatakan reliabel. Teknik analisa data menggunakan analisis korelasi pearson product moment menghasilkan nilai r hitung > r tabel (0.447 > 0.197) dan p = 0.000. Hasil perhitungan tersebut menujukkan adanya hubungan positif signifikan antara empati dengan forgiveness anak korban perceraian pada masa dewasa awal.
Dating Violence Ditinjau dari Kontrol Diri dan Insecure Attacment Pada Remaja
Arizal Yoseawan Fristian;
Roro Dwi Astuti;
Latifah Nur Ahyani
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.8086
Dating violence is a form of violence against partners in a relationship that includes physical, sexual, and emotional abuse and controlling behavior by one partner. This study aims to determine empirically the relationship between self-control and insecure attachment with dating violence in adolescents. The population in this study were high school youth in Kudus Regency, while the sampling technique used was purposive sampling technique. The data analysis method used is regression of two predictors (multiple regression). This shows that there is a very significant negative relationship between the self-control variable and dating violence, with an effective contribution of 13.7%. While the second minor hypothesis obtained rx2y of 0.491 with a significance level of p of 0.000 (p <0.01). This shows that there is a very significant positive relationship between the insecure attachment variable and dating violence, with an effective contribution of 24.1%. Dating violence adalah salah satu bentuk kekerasan terhadap pasangan dalam hubungan yang mencakup fisik, seksual, dan pelecehan emosional dan perilaku pengendalian oleh salah satu sangan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris hubungan antara kontrol diri dan insecure attachment dengan pelaku dating violence pada remaja. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Kabupaten Kudus sedangkan teknik pengambilan sample yang digunakan yaitu teknik teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi dua predictors (regresi berganda). Hal ini menunjukan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara variabel kontrol diri dengan pelaku dating violence, dengan sumbangan efektif sebesar 13,7%. Sedangkan hipotesis minor kedua diperoleh rx2y sebesar 0,491 dengan tingkat signifikansi p sebesar 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara variabel insecure attachment dengan pelaku dating violence, dengan sumbangan efektif sebesar 24,1%.
Regulasi Emosi Pasangan Pernikahan Dini Akibat Kehamilan yang Tidak Diinginkan (KTD) di Kecamatan Banguntapan, Bantul, Yogyakarta
Azzahra Hanurita Elfani;
Alif Muarifah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 2 (2022): Volume 10, Issue 2, Juni 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i2.7561
Marriage is the right of every Indonesian citizen to form a family and continue offspring. Marriage requires careful preparation of the couple so that the family that is built is of quality and eternal. Unwanted pregnancy (KTD) in adolescents causes early marriage. Early marriage occurs because of the demand for responsibility, so that there is no proper preparation in the couple to build a household. This makes the couple prone to conflict which leads to avoidance. This condition made the researchers conduct a study that aims to describe the emotional regulation of early marriage couples due to unwanted pregnancy (KTD). This research is a qualitative research with descriptive method. The subjects of this study were five couples who married early due to unwanted pregnancy (KTD) in Banguntapan District, Bantul. The research instrument used interview guidelines regarding emotion regulation. Testing the validity of the data using source triangulation. The data analysis technique used the Milles and Huberman model. The result of the research is that the subject's emotional regulation is not good because when in conflict the subject feels more negative emotions than positive emotions. The negative emotions that are felt are not able to be managed properly, causing avoidance by the four subjects.Pernikahan merupakan hak setiap warga negara Indonesia untuk membentuk keluarga dan meneruskan keturunan. Pernikahan membutuhkan persiapan yang matang pada pasangan agar keluarga yang dibangun berkualitas dan kekal. Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menyebabkan terjadi pernikahan dini. Pernikahan dini terjadi karena adanya tuntutan untuk bertanggung jawab, sehingga tidak ada persiapan yang matang dalam diri pasangan untuk membina rumah tangga. Hal tersebut menjadikan pasangan rawan konflik yang mengarah pada penghindaran. Kondisi tersebut membuat peneliti melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi pasangan pernikahan dini akibat kehamilan yang tidak diingikan (KTD). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu lima pasangan pernikahan dini akibat kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) di Kecamatan Banguntapan Bantul. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara mengenai regulasi emosi. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan model Milles and Huberman. Hasil penelitian yaitu regulasi emosi subjek tidak baik karena saat berkonflik subjek lebih sering merasakan emosi negatif daripada emosi positif. Emosi negatif yang dirasakan tidak mampu dikelola dengan baik sehingga menimbulkan penghindaran oleh keempat subjek.