Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

HUBUNGAN KECEMASAN DAN AGRESIVITAS Muarifah, Alif
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia) Vol 2, No 2 (2005): Vol 2 No 2 Agustus 2005
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.641 KB)

Abstract

AbstrakPerilaku agresif  yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang memprihatinkan,telah terjadi loncatan yang begitu tajam baik secara kualitas maupun kuantitas. Agresivitasyang dilakukan tidak sekedar  insidental atau musiman, melainkan sudah menjadi kebiasaan,bahkan terencana. Bentuk perilakunya amatlah beragam, mulai dari perkelahian, pengrusakan,perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan tindak kriminal lainnya. Untuk menjelaskanfactor dasar yang menjdi penyebab munculnya perilaku agresif dapat ditinjau dari beberapapendekatan, yakni: pendekatan biologis, pendekatan eksternal dan belajar.Perilaku agresf juga berkaitan dengan kecemasan. Adapun faktor yang memunculkankecemasan adalah biologis, psikoanalisis, kepribadian, perilaku, belajar, kognitif danhumanistik.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara kecemasan denganagresivitas dengan angka korelasi 0, 459, r2 adalah 0, 21067 dengan P (0,05) artinya bahwasumbangan kecemasan terhadap agresivitas pada mahasiswa sebesar 21,06,  % dan 78, 94disebabkan oleh faktor lain.Kata kunci: kecemasan, agresivitas
HUBUNGAN KECEMASAN DAN AGRESIVITAS Muarifah, Alif
HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia) Vol 2, No 2: Agustus 2005
Publisher : HUMANITAS (Jurnal Psikologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.459 KB)

Abstract

AbstrakPerilaku agresif  yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang memprihatinkan,telah terjadi loncatan yang begitu tajam baik secara kualitas maupun kuantitas. Agresivitasyang dilakukan tidak sekedar  insidental atau musiman, melainkan sudah menjadi kebiasaan,bahkan terencana. Bentuk perilakunya amatlah beragam, mulai dari perkelahian, pengrusakan,perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan tindak kriminal lainnya. Untuk menjelaskanfactor dasar yang menjdi penyebab munculnya perilaku agresif dapat ditinjau dari beberapapendekatan, yakni: pendekatan biologis, pendekatan eksternal dan belajar.Perilaku agresf juga berkaitan dengan kecemasan. Adapun faktor yang memunculkankecemasan adalah biologis, psikoanalisis, kepribadian, perilaku, belajar, kognitif danhumanistik.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara kecemasan denganagresivitas dengan angka korelasi 0, 459, r2 adalah 0, 21067 dengan P (0,05) artinya bahwasumbangan kecemasan terhadap agresivitas pada mahasiswa sebesar 21,06,  % dan 78, 94disebabkan oleh faktor lain.Kata kunci: kecemasan, agresivitas
Identifikasi Keterampilan Motorik Halus Anak Muarifah, Alif; Nurkhasanah, Nurkhasanah
JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.011 KB) | DOI: 10.26555/jecce.v2i1.564

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Harapannya, hasil penelitian ini bisa dijadikan dasar dalam memberikan intervensi yang sesuai kepada peserta didik. Penelitian ini melibatkan 21 subjek pada sebuah Taman Kanak-Kanak. Identifikasi dilakukan dengan metode observasi selama 3 hari dan wawancara kepada guru, sehingga dapat dilakukan triangulasi sumber. Identifikasi keterampilan motorik dalam penelitian ini berfokus pada kegiatan berikut: menganyam, mewarnai gambar sederhana, menggambar kolase, menggunting, meniru lipatan kertas sederhana, melukis dengan jari, dan garis meniru. Kemudian, hasilnya dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dengan 4 kategorisasi. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa dari 21 anak dapat dikategorikan sebagai berikut: rata-rata 67,5% anak berada pada kategori Belum Berkembang (BB), rata-rata 28,5% anak masuk dalam kategori Mulai Berkembang (MB), kategori 4% Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 0% anak berada dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Dengan demikian, lebih dari 75% peserta didik di kelompok ini memerlukan intervensi berupa stimulasi motorik halus dengan strategi dan media yang menarik.
Sibling Rivalry: Bagaimana Pola Asuh dan Kecerdasan Emosi Menjelaskan Fenomena Persaingan Antar Saudara? Muarifah, Alif; Fitriana, Yeni Familia Fasca
JECCE (Journal of Early Childhood Care and Education) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.731 KB) | DOI: 10.26555/jecce.v1i2.600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokrasi, pola asuh permisif, pola asuh otoriter, dan kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry pada anak. Subjek penelitian ini adalah orangtua anak dengan kriteria mempunyai anak usia 7-8 tahun yang memiliki saudara kandung. Subjek penelitian sebanyak 116 orangtua. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini antara lain skala pola asuh demokrasi, pola asuh permisif, pola asuh otoriter, kecerdasan emosi, dan sibling rivalry. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda, yang diolah dengan menggunakan SPSS for Windows 17.0.Hasil analisis menunjukkan: 1) Ada hubungan negatif antara pola asuh demokrasi dengan sibling rivalry, rxy= -0.196, p=0,017 (p< 0,05). 2) Ada hubungan positif antara pola asuh permisif dengan sibling rivalry, rxy= 0,240, p=0,005 (p< 0,05). 3) Ada hubungan negatif antara kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry rxy= -0,293, p=0,001 (p< 0,05). 4) Ada hubungan antara pola asuh dan kecerdasan emosi terhadap sibling rivalry, dengan nilai koefisien korelasi F=3,051, p= 0,02 (p< 0,05) yang berarti signifikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pola asuh demokrasi dan kecerdasan emosi, maka akan semakin rendah sibling rivalry pada anak.
The Effect of Religiosity on Poor Adult Woman’s Meaningfulness of Life Muarifah, Alif; Muyana, Siti; Hidayah, Hudzaimah Nur
Islamic Guidance and Counseling Journal Vol 3 No 2 (2020): Islamic Guidance and Counseling Journal
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung in collaboration with Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.457 KB) | DOI: 10.25217/igcj.v3i2.569

Abstract

Having a meaningful life is a part of a happy, vigorous, anxiety-free life. Various factors, such as poverty and religiosity, may affect an individual's meaningfulness of life. Grounded from the phenomenon, the present study aims to find out the effect of poor adult women’s religiosity on the meaningfulness of life. The samples of the study were 123 women who were selected using cluster random sampling. The selected samples were women who met the criteria of “poor” according to the National Family Planning Coordination Board of the Republic of Indonesia (BKKBN RI), which is categorized as prosperous family 1. This study used meaningfulness of life scale and religiosity scale authors had developed. The data were analyzed using simple linear regression. The result showed that religiosity significantly affects the meaningfulness of life (F=55.659, p<0.005), meaning that the higher the religiosity, the higher the meaningfulness of life. The result of the study may provide a depiction of the effect of poor adult woman’s religiosity on the meaningfulness of life, which can be used as a reference for the government or community observer on how to make a meaningful life by strengthening the religiosity.
Construct validity and reliability of an Adolescent's Coping Strategy instrument Alif Muarifah; Zhooriyati Zhooriyati; Dian Ari Widyastuti
PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2: December 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v10i2.20206

Abstract

The study aims to determine the validity and reliability of the Coping Strategy instrument so that it can be used to explore how adolescents cope with stress in their lives. A total of 100 students of class XI participated in this study. Subjects came from SMA Muhammadiyah 4, SMA Muhammadiyah 5, and SMA Muhammadiyah 6 in the city of Yogyakarta, Indonesia. The sampling technique used to obtain research subjects is stratified sampling. The Coping Strategy instrument proposed in this study is in the form of a scale with a Likert model consisting of 9 items with seven alternative answers. The item arrangement refers to the Coping Strategy aspect, which consists of problem-focused coping and emotion-focused coping. The empirical data that has been collected is then analyzed using the Smart PLS 3.28 program using the Second Order Confirmatory Factor Analysis approach. Based on the results of the analysis, it is known that the aspects and indicators that make up the Coping Strategy construct in this study are declared valid and reliable. The most dominant aspect in reflecting on Coping Strategy is problem-focused coping. The results of the study indicate that the development of the Coping Strategy instrument in adolescents in this study is acceptable because the theory that describes Coping Strategy is in accordance with empirical data obtained from the subject. The results of this study can be used by guidance and counseling teachers or counselors to explore strategies / ways for adolescents to deal with stress using the Coping Strategy instrument.
Internal and External Predictors of Vocational High School Students’ Employability: The Role and Functions of School Counselors Dira Inavatin; Alif Muarifah; Nurul Hidayah
PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 2: December 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v9i2.19280

Abstract

The purpose of this study was to depict the vocational high school students’ employability. Family support and self-confidence were examined as predictors that can enhance students’ readiness to enter the working world. Ninety-two students of Class XII of a vocational high school participated in this correlational study. They were recruited using cluster random sampling technique. In collecting the data, employability, self-confidence, and family support scales were administered. The collected data were analyzed using multiple regression technique. The result of the study showed that self-confidence and family support are positively correlated with employability, either partially or simultaneously. This study found that self-confidence, as the internal factor, give greater contribution to students’ employability.  The result of this study could be used as a reference for school counselors to provide guidance and counseling services to enhance students’ employability.
Model of Coping Strategy, Social Interaction, and Self-Adjustment Alif Muarifah; Muya Barida
PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 7, No 2: December 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v7i2.12935

Abstract

The purpose of the present study was to examine the model between coping strategy, social interaction, and self-adjustment. The respondents of the present study were 660 17-18 years old students of junior high schools in the Special Region of Yogyakarta, both state and private school. The respondents were selected by using proportional sampling from a population of 128,288 students. The present study employed quantitative correlational research design. The data were analyzed using SEM. The result of the study showed that 1) social interaction was intervening variable (mediation) between coping strategy and self-adjustment. Coping strategy holds significant effect on social interaction, social interaction significantly affects self-adjustment, and 2) Coping strategy also possessed a direct correlation with self-adjustment. The result of the study can be used as consideration of the use of a coping strategy in improving an individual's self-adjustment.
HUBUNGAN KECEMASAN DAN AGRESIVITAS Alif Muarifah
HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal Vol 2, No 2: Agustus 2005
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v2i2.319

Abstract

AbstrakPerilaku agresif  yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan gejala yang memprihatinkan,telah terjadi loncatan yang begitu tajam baik secara kualitas maupun kuantitas. Agresivitasyang dilakukan tidak sekedar  insidental atau musiman, melainkan sudah menjadi kebiasaan,bahkan terencana. Bentuk perilakunya amatlah beragam, mulai dari perkelahian, pengrusakan,perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan tindak kriminal lainnya. Untuk menjelaskanfactor dasar yang menjdi penyebab munculnya perilaku agresif dapat ditinjau dari beberapapendekatan, yakni: pendekatan biologis, pendekatan eksternal dan belajar.Perilaku agresf juga berkaitan dengan kecemasan. Adapun faktor yang memunculkankecemasan adalah biologis, psikoanalisis, kepribadian, perilaku, belajar, kognitif danhumanistik.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif antara kecemasan denganagresivitas dengan angka korelasi 0, 459, r2 adalah 0, 21067 dengan P (0,05) artinya bahwasumbangan kecemasan terhadap agresivitas pada mahasiswa sebesar 21,06,  % dan 78, 94disebabkan oleh faktor lain.Kata kunci: kecemasan, agresivitas
PENGARUH KEGIATAN KOLASE TERHADAP KETERAMPILAN MOTORIK HALUS ANAK Alif Muarifah; Prima Suci Rohmadheny
Jurnal CARE (Children Advisory Research and Education) Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.172 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi pengaruh kegiatan kolase terhadap keterampilanmotorik halus anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini melibatkan 14 anak yang ditemukan memiliki capaianperkembangan motorik halus yang rendah dengan metode eksperimen. Teknik pengumpulan datamenggunakan observasi dan dianalisis menggunakan menggunakan Uji-t melalui program SPSS. Hasilanalisis menunjukkan bahwa kegiatan kolase berpengaruh sangat signifikan terhadap perkembanganketerampilan motorik halus anak (t-hitung = -12, 916 dengan p=0,000). Korelasi motorik halus anaksebelum dan sesudah dilakukan treatment menggunakan kegiatan kolase sangat kuat dengan nilai r=0,992atau mendekati nilai 1 dan signifikan pada taraf kepercayaan 95% karena p<0,05. Berdasarkan hasilanalisis dapat disimpulkan bahwa pemberian kegiatan kolase berpengaruh sangat signifikan terhadapperkembangan keterampilan motorik halus anak usia 5-6 tahun, sehingga kegiatan kolase dapatdirekomendasikan sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan keterampilan motorik halus anak.