Psikoborneo : Jurnal Ilmiah Psikologi
PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi is a peer-reviewed journal which is published by Mulawarman University, East Kalimantan publishes biannually in March, June, September and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi published regularly quarterly in March, June, September, and December. The purpose of this journal is to disseminate ideas and results of research conducted by universities, particularly Psychology Studies, Faculty of Social and Political Sciences at Mulawarman University, which can be applied in society. PSIKOBORNEO : Jurnal Ilmiah Psikologi contains a variety of activities carried out both internally by the Social Sciences Mulawarman University or from externally in handling and overcoming various problems that occur in society by applying science and technology which can then be beneficial to improve the welfare of the society.
Articles
933 Documents
Bagaimanakah Peranan Orang Tua dan Gambaran Diri Individu Dalam Memilih Program Studi, Efektifkah?
Achmad Fahriannur;
Muhammad Ali Adriansyah;
Dian Dwi Nur Rahmah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8554
This study aims to determine the effect of self-concept and the role of parents on the decision to choose a major in the students. This study uses a quantitative approach. The subjects of this study were 88 students, who were selected using probability sampling with simple random sampling technique. The data collection method used is the scale of likert. The data analysis technique used is multiple liniear regression. The results showed that: (1) there was a significant effect of self-concept and the role of parents on the decision to choose a majors with a value Fcount = 11.854 > F table =3.10 and p value= 0.000 and had an influence contribution (R2) of 51.3 %; (2) there is a significant effect of self-concept on the decision to choose a majors with beta coefficient = 0.534, t count = 5.802 > t table = 1.984, and p = 0.000 (p<0.05); (3) there is a significant effect of the role of parents on the decision to choose a majors with beta coefficient = 0.250, t count = 2.721 > t table = 1.984, and p = 0.008 (p<0.05).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsep diri dan peran orang tua terhadap keputusan memilih programstudi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 88 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh yang dengan nilai F hitung = 11.854 > F tabel = 3.10 dan nilai p = 0.000 serta memiliki konstribusi pengaruh (R2) sebesar 51.3%; (2) terdapat pengaruh yang signifikan konsep diri terhadap keputusan memilih program studi dengan nilai koefisien beta (β) = 0.534, t hitung = 5.802 > t tabel = 1.988, dan p = 0.000 (p < 0.05); (3) terdapat pengaruh yang signifikan peran orang tua terhadap keputusan memilih program studi dengan nilai koefisien beta (β) = 0.250, t hitung = 2.721 > t tabel = 1.988, dan p = 0.008 (p < 0.05).
Kecemasan Dengan Perilaku Pembelian Impulsif Pengguna E-Commerce Selama Pandemi Covid-19
Cindy Martauli Saragih;
Putri Pusvitasari
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8538
In 2020, the world was shocked by a virus called Covid-19. The presence of the Covid-19 virus has a significant impact on aspects of people's lives. Consumptive behavior makes people as consumers will make impulsive purchases during the pandemic. This study aims to determine the relationship between anxiety and the impulsive buying behavior of e-commerce users during the Covid-19 pandemic. The subjects of the study consisted of 126 e-commerce users aged 20-40 years using purposive sampling techniques. The data collection methods used were the anxiety scale and the impulsive purchase scale and then analyzed using the Spearman Rank test. The results of the analysis showed that anxiety variables were positively and significantly correlated with impulsive buying behaviors (r = 0.528, p = 0.000). This means that the higher anxiety, the higher impulsive buying behavior. Pada tahun 2020, dunia dihebohkan dengan virus yang bernama Covid-19. Kehadiran virus Covid-19 memberikan dampak yang signifikan terhadap aspek kehidupan masyarakat. Perilaku konsumtif membuat masyarakat sebagai konsumen akan melakukan pembelian secara impulsif selama masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan perilaku pembelian impulsif pengguna e-commerce di masa pandemi Covid-19. Subjek penelitian terdiri dari 126 pengguna e-commerce yang berusia 20-40 tahun dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala kecemasan dan skala pembelian impulsif kemudian dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel kecemasan berkorelasi positif dan signifikan dengan perilaku pembelian impulsif (r = 0,528, p = 0,000). Artinya semakin tinggi kecemasan maka semakin tinggi pula perilaku pembelian impulsif.
Maskulinitas Beracun dan Kecenderungan Melakukan Perundungan Pada Santri Senior Laki-Laki di Pesantren X
Fergie Fernando Hesfi;
Lisda Sofia
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8466
Bullying that occurs in the boarding school environment can occur due to the seniority culture that occurs in that environment. This seniority can occur because there is a misunderstanding about the concept of masculinity that is understood by senior students. So that from this wrong concept, bullying acts carried out by seniors with excuses to make junior students become more disciplined. This study aims to determine the correlation between toxic masculinity and the tendency to bully male senior students in Islamic boarding school X. This study uses a quantitative approach, this study using likert scale that is bullying scale and toxic masculinity scale. The population in this study amounted to 160 students and the sample of this study was 104 male senior students selected using purposive sampling technique. The data collection method used is the scale of bullying and toxic masculinity. The result showed that the value of r count = 0.617 and p = 0.000 < 0.05. The results of these calculations show that there is a relationship between toxic masculinity and bullying tendencies in male senior students at Islamic boarding school X. Perundungan yang terjadi di lingkungan pesantren dapat terjadi dikarenakan adanya budaya senioritas yang terjadi dilingkungan tersebut. Senioritas tersebut dapat terjadi dikarenakan terjadi kesalahpahaman mengenai konsep maskulinitas yang dipahami oleh para santri senior. Sehingga dari konsep yang salah tersebut munculnya tindakan-tindakan perundungan yang dilakukan oleh senior dengan beralasan untuk membuat para santri junior menjadi lebih disiplin. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara maskulinitas beracun dengan kecenderungan melakukan perundungan pada santri senior laki-laki di pesantren X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menggunakan skala likert yaitu skala perundungan dan skala maskulinitas beracun. Populasi pada penilitian ini berjumlah 160 santri dan sample penelitian ini adalah sebanyak 104 santri senior laki-laki dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala perundungan dan maskulinitas beracun. Hasil penelitian didapatkan nilai r hitung = 0.617 dan p = 0.000 < 0.05. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan adanya hubungan antara maskulinitas beracun dengan kecenderungan perundungan pada santri senior laki-laki di pesantren X.
Peran Efikasi Diri Terhadap Stres Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Dita Arsandi Mirna Sari;
Diah Rahayu
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8722
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir. metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 380 mahasiswa angkatan 2016-2017 yang dipilih dengan menggunakan teknik probability sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala efikasi diri (28 butir α = 0.803) dan stres akademik (28 butir α = 0.812). Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat pengaruh efikasi diri terhadap stres akademik pada mahasiswa tingkat akhir. Artinya bahwa mahasiswa yang memiliki efikasi diri yang baik akan memiliki stres akademik yang rendah, hal ini juga ditunjukkan dari sumbangan efektif efikasi diri sebesar 67.3%.
Self Esteem dan Citra Tubuh Pada Wanita Dewasa Pasca Melahirkan
Ajeng Yunita Kumalasari;
Maria Nugraheni Mardi Rahayu
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.9099
Postpartum is a period of childbirth, this causes women to experience physical changes after giving birth. Changes in body image can result in positive or negative attitudes. The development of body image is influenced by several factors, one of which is the personality factor where self-esteem is important in the development of body image. This study aimed to determine the relationship between self-esteem and body image in women after childbirth. 110 postpartum women in Salatiga are selected by accidental sampling technique. The measuring instrument in measuring self-esteem uses the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) developed by Rosenberg and adapted by Azwar (2012) consists of 10 items, while the body image scale used is the Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale. (MBSRQ-AS) adapted by Adiningsih (2016) this scale is a modification of the Cash scale which of 15 items. The results showed that there was a positive relationship between self-esteem and body image in postpartum adult women in Salatiga City with a value of r = 0.420, a significance value of 0.000, where the value is <0.05, which means the higher the level of self-esteem, the more positive the body image, or vice versa. So it can be concluded that to have a positive body image, postpartum adult women need to have high self-esteem.Postpartum merupakan periode setelah melahirkan, hal ini menyebabkan wanita mengalami perubahan fisik setelah melahirkan. Adanya perubahan citra tubuh dapat menghasilkan sikap yang positif maupun negatif. Perkembangan citra tubuh dipengaruhi oleh berberapa faktor, salah satunya faktor kepribadian dimana self-esteem merupakan hal yang penting pada perkembangan citra tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan citra tubuh pada wanita dewasa pasca melahirkan. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik insidental sampling sebanyak 110 subjek. Alat ukur dalam mengukur self-esteem menggunakan skala Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) yang dikembangkan oleh Rosenberg dan diadaptasi oleh Azwar (2012) terdiri dari 10 item, sedangkan skala citra tubuh yang digunakan adalah skala Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire-Appearance Scale (MBSRQ-AS) diadaptasi oleh Adiningsih (2016) skala ini merupakan modifikasi dari skala Cash terdiri dari 15 item. Hasil penelitian menunjukan bahwa teradapat hubungan positif antara self esteem dengan citra tubuh pada wanita dewasa pasca melahirkan di Kota Salatiga dengan nilai r= 0,420 nilai signifikansi sebesar 0, 000 dimana nilai tersebut < 0,05, yang berarti semakin semakin tinggi tingkat harga diri yang dimiliki maka semakin positif citra tubuh, atau sebaliknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk memiliki citra tubuh yang positif maka wanita dewasa pasca melahirkan perlu memiliki self esteem yang tinggi.
Blended learning dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Universitas Nasional Karangturi Pada Masa Pandemi Covid-19
Astrid Rizqa Widyastika;
Menik Tetha Agustina
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8585
This study aims to determine the effect of blended learning on the learning motivation of Karangturi National University students during the Covid 19 Pandemic. The data collection method in this study was the saturated sample method. The sampling technique used non-probability sampling with the sampling method of all members of the population as a sample of 30 students. The results of observations and interviews showed that there was a significant negative relationship between blended learning style and student learning motivation during the pandemic, indicating that the better the blended learning style of the students, the lower the student's learning motivation. Vice versa, if the blended learning style is low, the students' learning motivation will be higher. The analysis technique in this study uses correlation analysis. Based on the results of hypothesis testing, it shows that there is a relationship between blended learning and learning motivation, where the correlation coefficient value is Rxy = -0.379 with p = 0.019 (p <0.05). These results indicate that there is a relationship between blended learning and student motivation at the National University of Karangturi Semarang during the Covid 19 Pandemic, showing an R square result of 0.144 so that the effect of blended learning on student learning motivation is 14.4% in this study and 85.6 % influenced by other factors outside this research. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh blended learning dengan motivasi belajar mahasiswa Universitas Nasional Karangturi di masa Pandemi Covid 19. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode sampel jenuh. Teknik pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan metode penarikan sampel semua anggota populasi dijadikan sebagai sampel sebanyak 30 mahasiswa. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan gaya blended learning dengan motivasi belajar mahasiswa di masa pandemi sehingga menunjukkan bahwa semakin baik gaya blended learning mahasiswa maka semakin rendah motivasi belajar mahasiswa. Begitu juga sebaliknya, bila gaya blended learning rendah maka motivasi belajar mahasiswa akan semakin tinggi. Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis korelasi. Berdasarkan hasil uji hipotesis, menunjukkan ada hubungan antara blended learning dengan motivasi belajar, dimana nilai koefisien korelasi Rxy = -0,379 dengan p= 0,019 (p< 0,05). Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan antara blended learning dengan motivasi belajar mahasiswa Universitas Nasional Karangturi Semarang pada masa Pandemi Covid 19, menunjukkan hasil R square sebesar 0,144 sehingga pengaruh blended learning dengan motivasi belajar mahasiswa sebesar 14,4 % dalam penelitian ini dan 85,6% dipengaruhi faktor-faktor lain di luar penelitian ini.
Bagaimana Kesejahteraan Psikologis Tenaga Kesehatan di Indonesia Selama Pandemi?
Alia Rizki Fauziah
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 3 (2022): Volume 10, Issue 3, September 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i3.8470
This study aims to explain psychological well-being of healthcare workers during the COVID-19 pandemic based on dimensions, gender, age, profession and length of work. This study uses descriptive quantitative research methods. There are 112 participants in this study. Data analysis in this study used descriptive statistics. Based on the results of the study, it is known that the health workers who are reviewed based on male and female sex have moderate psychological well-being, health workers aged 23-35 and 36-50 years are in the moderate category. In addition, health workers who work as midwives have higher psychological well-being than other professions. Based on the length of work, health workers with 1-5 years of work have higher psychological well-being. So, it can be concluded that the psychological well-being of health workers during the COVID-19 period is moderate, especially in the dimensions of positive relationships with others, autonomy and environmental mastery. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kesejahteraan psikologis pada tenaga kesehatan di masa pandemi covid-19 berdasarkan dimensi, jenis kelamin, usia, profesi dan lama bekerja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 112 tenaga kesehatan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada tenaga kesehatan yang ditinjau berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan perempuan memiliki kesejahteraan psikologis sedang, tenaga kesehatan dengan usia 23-35 dan 36-50 tahun berada dalam kategori sedang. Selain itu, tenaga kesehatan yang berprofesi sebagai sebagai bidan memiliki kesejejahteraan psikologis lebih tinggi dibanding profesi lainnya. Berdasarkan lama bekerja, tenaga kesehatan dengan lama bekerja 1-5 tahun memiliki kesejahteraan psikologis lebih tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan psikologis pada tenaga kesehatan di masa covid-19 adalah sedang terutama pada dimensi hubungan positif dengan orang lain, otonomi dan penguasaan lingkungan
Gambaran Psychological Well-Being Anak Didik Pemasyarakatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak
Joarvy March Pattipeiluhu;
Sri Aryanti Kristianingsih
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8805
Children's ability to cope, the existence of social support both from family and friends contribute to the emergence of positive development in children including metal health even though children are faced with various problems and stressful situations in the LPKA environment. The purpose of the study was to determine the description of psychological well-being in LPKA students. By using qualitative research methods with a phenomenological approach. Data collection methods used are observation and interviews (interviews). The data analysis technique uses 3 data analysis according to Miles and Huberman in Sugiyono, namely reduction, presentation and conclusion drawing. Subjects in this study amounted to 3 people. The results showed that there was a good Psychology Well-being phenomenon from the three subjects in LPKA students. In the Autonomy dimension, there is the ability of the three subjects to regulate their lives and actions such as diligent worship and respect for parents. Environmental control can also be seen from the three subjects in the act of adjusting to socializing, discussing and participating in coaching activities. The implication in this study is one of the most important things that must be considered, namely, how the positive impact of parents on their children.Kemampuan anak dalam melakukan koping, adanya dukungan sosial baik yang bersumber dari keluarga maupun teman memberikan kontribusi terhadap munculnya perkembangan positif pada diri anak termasuk kesehatan metal meskipun anak dihadapkan pada berbagai masalah dan situasi menekan di lingkungan LPKA. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada anak didik LPKA. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan interview (wawancara). Teknik analisis data menggunakan 3 analisis data reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa adanya fenomena Gambaran Psychological Well-Being Anak Didik Pemasyarakatan Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak baik dari ketiga subjek pada anak didik LPKA. Pada dimensi Otonomi (Autonomy), adanya kemampuan dari ketiga subjek dalam mengatur hidup dan tindakannya seperti rajin ibadah dan hormat terhadap orang tua. Penguasan lingkungan juga tampak dari ketiga subjek dalam tindakan penyesuaian diri dengan bergaul, berdiskusi dan mengikuti kegiatan pembinaan. Impilaksi dalam penelitian ini adalah salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan yaitu, bagaimana dampak positif dari orang tua terhadap anaknya.
Self-Control dan Impulsive Buying Wanita Dewasa Awal Pada Masa Pandemi
Yobella Yiska Pravu Charan;
Maria Nugraheni Mardi Rahayu
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.9100
This study is a quantitative study that aims to determine the relationship between self-control and impulsive buying of early adult women in Kudus Regency during the pandemic. The participants in this study were 111 early adult women in Kudus Regency aged 20-30 years. The sampling technique used is incidental sampling technique. The scale used in this study is the Full Self Control Scale and the Impulsive Buying Scale, and the questionnaire was distributed online. The results of the study using the Pearson Product Moment technique showed that there was a weak correlation with the direction of a negative relationship between self-control and impulsive buying, with a value of r = -0.235 with a significance value of 0.007 (p<0.05), which means the more individuals have good or high self-control, the individual's impulsive buying behavior is lower, and vice versa. So, it can be concluded that to have low impulsive buying behavior, early adult women need to have high self-control.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-control dengan impulsive buying wanita dewasa awal di Kabupaten Kudus pada masa pandemi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 111 wanita dewasa awal di Kabupaten Kudus yang berusia 20-30 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik insidental sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Full Self Control Scale dan Impulsive Buying Scale, dan kuisioner disebarkan secara online. Hasil penelitian dengan teknik Product Moment Pearson menunjukkan adanya hubungan korelasi yang lemah dengan arah hubungan negatif antara self-control dengan impulsive buying, dengan nilai r = -0,235 dengan nilai signifikansi 0,007 (p<0,05), yang berarti semakin individu memiliki self-control yang baik/tinggi, maka semakin rendah perilaku impulsive buying, atau sebaliknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa untuk memiliki perilaku impulsive buying yang rendah, wanita dewasa awal perlu memiliki self-control yang tinggi.
Keseimbangan Kehidupan Kerja: Relevansi Dukungan Sosial
Linda Aprida;
Netty Dyan Prastika
Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 10, No 4 (2022): Volume 10, Issue 4, Desember 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30872/psikoborneo.v10i4.8436
Individual needs as workers in order to improve their performance are influenced by the conditions in which they feel balanced in the demands of work and outside of work. There are many things that affect the balance, one of which is social support. This study aims to determine the effect of social support on worklife balance in employees of PT. C. This study uses a quantitative approach. The sample in this study were employees of PT. C, a total of 110 people were taken using a saturated sampling technique. The data collection methods used are scale of worklife balance and scale of social support. The data analysis technique used is simple linear regression. The results showed that there was a significant effect of social support on worklife balance in employees of PT. C with a value of t count = 7.397 > t table = 1.982 and p value = 0.000 and had an influence contribution value (R²) of 33.6%.Kebutuhan individu sebagai pekerja dalam rangka meningkatkan kinerjanya dipengaruhi oleh adanya kondisi dimana ia merasa seimbang dalam tuntutan maupun diluar pekerjaan. Ada banyak hal yang mempergaruhi keseimbangan tersebut salah satunya adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap keseimbangan kehidupan kerja pada karyawan PT. C. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT. C sejumlah 110 orang yang diambil dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala keseimbangan kehidupan kerja dan dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial terhadap keseimbangan kehidupan kerja pada karyawan PT. C dengan nilai t hitung = 7.397 > t tabel = 1.982 dan nilai p = 0.000 yang memiliki nilai kontribusi pengaruh (R2) sebesar 33.6%.