cover
Contact Name
Zul Anwar
Contact Email
zulanwar17@gmail.com
Phone
+6281917130614
Journal Mail Official
mandalikaindo@gmail.com
Editorial Address
Jalan Candi Pawon No.7 Getap Barat Cakranegara Selatan Kota Mataram-NTB website: www.cahayamandalika.com e-mail: cahayamandalikaindonesia@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal Sport Science, Healt and Tourism of Mandalika (Jontak)
ISSN : -     EISSN : 27223116     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
This journal focuses on the fields of sports, health and tourism. The journal is published twice a year in Mei and November.This journal focuses on the fields of sports, health and tourism. The journal is published twice a year in Mei and November.
Articles 25 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 2 (2024)" : 25 Documents clear
Review Artikel : Aktivitas dan Pemanfaatan Bahan Alam yang Bersumber dari Tumbuhan Sebagai Laksatif Ni Luh Putu Indah Suryani
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.1882

Abstract

Abstrak: Konstipasi merupakan keadaan yang ditandai oleh perubahan konsistensi feses menjadi keras, ukuran besar, penurunan frekuensi atau kesulitan defekasi. Sementara laksatif adalah zat atau senyawa yang mampu menstimulasi gerakan peristaltik usus sebagai refleks dari rangsangan langsung terhadap dinding usus yang dapat menyebabkan atau mempermudah defekasi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengetahui tumbuhan yang mampu memberikan efek laksatif. Pencarian publikasi terkait bahan alam yang bersumber dari tumbuhan dan efeknya sebagai laksatif dilakukan melalui Google Scholar, Pubmed, NCBI, dan Science Direct. Dari hasil pencarian didapatkan 12 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yaitu jurnal yang membahas penelitian efek laksatif dari tumbuhan yang telah diterbitkan 10 tahun terakhir. Sedangkan sumber data yang tidak digunakan adalah yang tidak memuat informasi mengenai tumbuhan dengan aktivitas laksatif dan sumber data yang diterbitkan lebih dari 10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukan 12 tumbuhan diketahui memiliki aktivitas sebagai laksatif. Aktivitas laksatif tersebut diinisiasi oleh berbagai metabolit sekunder diantaranya antrakuinon, fenolik, bromelin dan tanin.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Porang (Amorphophallus muelleri B.) dengan Pelarut Ekstraksi Etanol, Etil Asetat dan N-Heksana I Putu Gede Adi Purwa Hita; I Gusti Ayu Agung Septiari
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.1936

Abstract

Radikal bebas adalah suatu molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif karena mempunyai satu atau lebih elektron tidak berpasangan. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi, dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Antioksidan dari luar dapat diperoleh dalam bentuk sintetik dan alami. Adanya dampak negatif pada antioksidan sintetik membuat penelitian antioksidan alami semakin berkembang. Salah satu tanaman yang dapat diteliti sebagai antioksidan alami adalah tanaman porang (Amorphophallus muelleri Blume) yang merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki potensial baik secara teknologi maupun komersial dalam segi medis, industri serta pangan. Pemilihan pelarut dengan polaritas yang berbeda akan mempengaruhi hasil ekstraksi sehingga pada penelitian ini digunakan pelarut ektraksi yang memiliki perbedaan polaritas pelarut dengan tujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan yang terkandung dalam ekstrak daun porang (Amorphophallus muelleri Blume) dengan pelarut etanol 96%, etil asetat dan n-heksana. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) diukur menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 516 nm. Aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol daun porang memperoleh nilai IC50 100 ppm (kategori kuat) sedangkan nilai IC50 ekstrak etil asetat 131,54 ppm (kategori sedang) dan nilai IC50 ekstrak n-heksana 215,39 ppm (kategori sangat lemah). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga ekstrak daun porang dengan pelarut yang berbeda memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori yang berbeda.
Konformitas Teman Sebaya Dengan Delinquency Pada Remaja Kelurahan Dasan Agung, Mataram NTB. Sarilah; Ani Endriani
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.4008

Abstract

The aim of this research was to determine the relationship between peer conformity and delinquency in adolescents in the Dasan Agung neighborhood, Selaparang sub-district, Mataram. The data collection method used in this research is a questionnaire as the main method, while interview and documentation methods are complementary methods. The number of samples taken from this research were 30 teenagers from the Head of Dasan Agung Village, Selaparang District, Mataram. whose ages are between 16-22 years. The results of this research show that the results of the t test with a significant value of 0.001, the significant value of variable teenagers in Dasan Agung Village, Selaparang subdistrict, Mataram were rejected, while the alternative hypothesis (Ha) which reads: there is a relationship between peer conformity and juvenile delinquency in Dasan Agung Village Head, subdistrict Selaparang, Mataram was accepted. So there is a relationship between conformity and delinquency in teenagers from the Head of Dasan Agung Village, Selaparang District, Mataram
Kompres hangat dengan Botol Kaca sebagai Alternatif menurunkan Nyeri Punggung bawah pada Ibu hamil Trimester III Sumantri; Satiyem
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.4034

Abstract

Back pain during the third trimester generally occurs because the back of pregnant women has to support a heavier body. This pain can also be caused by the relaxin hormone which relaxes the joints between the bones in the pelvic area. Looseness of these joints can affect body posture and trigger back pain. The prevalence of low back pain in pregnant women reaches 49% and 80-90% of pregnant women who experience back pain say they do not do anything, and 10-20% seek medical treatment. One way to treat back pain with non-pharmacological therapy is a warm compress using a glass bottle, because a warm compress using a glass bottle can provide a feeling of comfort, warmth and the reaction lasts longer. To find out the effect of a warm compress using a glass bottle on reducing lower back pain in pregnant women III trimester in the work area of ​​the South Klaten Community Health Center. This type of quantitative research is a quasi-experimental design with a one group pretest and serial posttest design. Total sampling data collection technique was obtained. Data analysis used parametric statistics because the data was normally distributed using Paired t-Test with a significance level of p<0.05. The reduction in low back pain levels carried out by the first intervention (post test 1) was an average of 5.514, after the second intervention was carried out (post test 2 ) an average of 4.511, and after the third intervention (post test 3) an average of 3.425. And the most significant reduction was in the second intervention with a t value of 29.979. There was a significant influence on reducing lower back pain for third trimester pregnant women in both the first, second and third interventions with a p value of 0.000 (p <0.005). However, the most significant effect was in the second intervention with a t value of 29.979
Problema Hukum Praktik Keperawatan Terhadap Pelayanan Kesehatan Berbasis Telekesehatan Sahing, Abram; Sugianto, Sugianto; Sutrisno, Sutrisno
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.4057

Abstract

Problema hukum praktik keperawatan terhadap pelayanan kesehatan berbasis telekesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan perlu ditinjau lebih dalam berdasarkan regulasi peraturan perundang-undangan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana problema hukum praktik keperawatan terhadap pelayanan kesehatan berbasis telekesehatan? dan 2) Bagaimana perlindungan hukum praktik keperawatan terhadap pelayanan kesehatan berbasis telekesehatan?. Metode yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan Undang-Undang dan konseptual serta di analisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat problema hukum diantaranya adalah kompetensi perawat, ketersediaan pelatihan dan peningkatan kompetensi terkait pelayanan telekesehatan, integrasi sistem pelayanan telekesehatan, rekam medik elektronik dan rahasia kesehatan probadi pasien, regulasi peraturan perundang-undangan teknis pelayanan telekesehatan, sarana dan prasarana pelayanan telekesehatan. Perlindungan hukum pada praktik keperawatan berbasis telekesehatan berdasarkan kompetensi dan kewenangan perawat serta peraturan teknis pelayanan kesehatan berbasis telekesehatan.
ANALISIS DOMAIN KOMPETENSI KONDISI FISIK MENGGUNAKAN TES KEBUGARAN PELAJAR NUSANTARA (TKPN) PADA SISWA SMP NEGERI 14 MATARAM Anjani, Ranika; Dadang Warta Chanra WK.; Kurnia Taufik
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6417

Abstract

This study aimed to analyze the physical fitness domain of students at SMP Negeri 14 Mataram using the Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). A quantitative descriptive design was used with 44 students consisting of 22 boys and 22 girls. The analysis focused on four TKPN performance components available in the dataset, namely the PACER test, squat thrust, sit and reach, and sit up. Data were analyzed using descriptive statistics and percentage distributions based on fitness categories. The findings showed that boys consistently demonstrated a better fitness profile across all test components. In the PACER test, 50.0% of boys were classified as good and 9.1% as very good, while 81.82% of girls were classified as poor. Similar patterns were found in squat thrust, sit and reach, and sit up, where the proportion of girls in the poor category ranged from 72.73% to 81.82%. These findings indicate a clear descriptive gap in physical fitness profiles between boys and girls. TKPN can serve as a practical school-based tool for monitoring student fitness and for designing more targeted physical education interventions. Keywords: TKPN, student fitness test, physical fitness, junior high school students, gender differences Penelitian ini bertujuan menganalisis domain kebugaran jasmani siswa SMP Negeri 14 Mataram menggunakan Tes Kebugaran Pelajar Nusantara (TKPN). Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan subjek 44 siswa yang terdiri atas 22 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Analisis difokuskan pada empat komponen performa TKPN yang tersedia dalam data, yaitu PACER test, squat thrust, sit and reach, dan sit up. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan distribusi persentase berdasarkan kategori kebugaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa laki-laki secara konsisten memiliki profil kebugaran yang lebih baik pada seluruh komponen tes. Pada PACER test, 50,0% siswa laki-laki berada pada kategori baik dan 9,1% pada kategori sangat baik, sedangkan 81,82% siswa perempuan berada pada kategori kurang. Pola serupa juga tampak pada squat thrust, sit and reach, dan sit up, dengan proporsi siswa perempuan pada kategori kurang berkisar antara 72,73% sampai 81,82%. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan deskriptif profil kebugaran antara siswa laki-laki dan perempuan. TKPN dapat dimanfaatkan sebagai alat pemantauan kebugaran berbasis sekolah untuk mendukung penyusunan intervensi PJOK yang lebih terarah.
PENGARUH LATIHAN IMAGERY INTERNAL DAN EKSTERNAL ERHADAP KETEPATAN PASSING LAMBUNG PEMAIN SEPAK BOLA DI SSB PUTRA BUANA Zulkarnain; Mujriah; Rindawan
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6418

Abstract

This study examined the effect of internal and external imagery training on the accuracy of lofted passes among football players at SSB Putra Buana. The study used a two-group pretest-posttest experimental design. From a population of 48 players, 20 players aged 13-14 years who met the attendance and training-history criteria were selected and assigned to two treatment groups. Passing accuracy was measured before and after a six-week intervention using a lofted-passing accuracy test. Data were analyzed descriptively and supported by assumption tests and t-tests. The assumption tests indicated acceptable normality and homogeneity, with all reported p-values above 0.05. Both groups improved after the intervention, but the external imagery group showed a larger increase from 62% to 80% (+18%; p = 0.01) than the internal imagery group, which improved from 60% to 70% (+10%; p = 0.05). These findings suggest that, in this sample, external imagery was more effective for improving lofted-passing accuracy. Structured imagery training can therefore be considered as a complementary method in youth football technical training. Keywords: internal imagery, external imagery, lofted passing accuracy, football, mental training Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan imagery internal dan imagery eksternal terhadap ketepatan passing lambung pemain sepak bola di SSB Putra Buana. Penelitian menggunakan desain eksperimen two-group pretest-posttest. Dari populasi 48 pemain, dipilih 20 pemain usia 13-14 tahun yang memenuhi kriteria kehadiran dan lama mengikuti latihan, kemudian dibagi ke dalam dua kelompok perlakuan. Ketepatan passing lambung diukur sebelum dan sesudah intervensi selama enam minggu menggunakan tes ketepatan passing lambung. Data dianalisis secara deskriptif dan didukung oleh uji asumsi serta uji t. Hasil uji asumsi menunjukkan seluruh nilai p yang dilaporkan berada di atas 0,05 sehingga data dinilai memenuhi syarat analisis. Kedua kelompok mengalami peningkatan, namun kelompok imagery eksternal menunjukkan kenaikan yang lebih besar, yaitu dari 62% menjadi 80% (+18%; p = 0,01), dibandingkan kelompok imagery internal yang meningkat dari 60% menjadi 70% (+10%; p = 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pada sampel penelitian ini, imagery eksternal lebih efektif untuk meningkatkan ketepatan passing lambung. Dengan demikian, latihan imagery yang terstruktur dapat dipertimbangkan sebagai metode pelengkap dalam pembinaan teknik sepak bola usia muda.
PERKEMBANGAN CABANG OLAHRAGA SURFING SEBAGAI SALAH SATU SPORT TOURISM DI KAWASAN PANTAI SENGGIGI KABUPATEN LOMBOK BARAT Jaelani, Ahmad; Elya Wibawa Syarifoeddin; Fitri Anggraeni
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6419

Abstract

This study analyzed the development of surfing as a sport tourism attraction in the Senggigi Beach area, West Lombok Regency. The study used a descriptive quantitative design with questionnaire-based data collection. Respondents consisted of 40 stakeholders, including local surfing athletes, surfing organization administrators, MSME actors, outdoor-equipment rental providers, and villa owners around Senggigi Beach. Data were analyzed descriptively using percentages. The findings show that accessibility to the location (80%) and the presence of local MSMEs (70%) were the strongest supporting factors for surfing-based sport tourism development. Meanwhile, tourism infrastructure management (60%) and the availability of surfing training (55%) were rated as moderate, whereas cooperation with government stakeholders (45%) emerged as the weakest aspect. These results indicate that Senggigi has promising potential to strengthen surfing as a sport tourism product, but better governance, supporting facilities, and coordinated stakeholder collaboration are still needed to support sustainable destination development. Keywords: surfing, sport tourism, Senggigi Beach, West Lombok, destination development Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan cabang olahraga surfing sebagai daya tarik sport tourism di kawasan Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner. Responden penelitian berjumlah 40 orang yang terdiri atas atlet surfing lokal, pengurus organisasi surfing, pelaku UMKM, penyedia penyewaan perlengkapan outdoor, dan pemilik vila di sekitar Pantai Senggigi. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas menuju lokasi (80%) dan keberadaan UMKM lokal (70%) merupakan faktor pendukung terkuat dalam pengembangan sport tourism berbasis surfing. Sementara itu, pengelolaan infrastruktur wisata (60%) dan ketersediaan pelatihan surfing (55%) berada pada kategori sedang, sedangkan kerja sama dengan pemerintah (45%) menjadi aspek yang paling lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa Pantai Senggigi memiliki peluang yang baik untuk memperkuat surfing sebagai produk sport tourism, tetapi masih diperlukan perbaikan tata kelola, fasilitas pendukung, dan kolaborasi antar-pemangku kepentingan agar pengembangannya lebih berkelanjutan.
PENGARUH LATIHAN RELAY DRIBBLING DAN ZIG-ZAG DRIBBLING TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA SMAN 1 LINGSAR Rizqi Wahyu Akbar; Herman Syah; Nurdin
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6420

Abstract

This study examined the effects of relay dribbling and zig-zag dribbling training on dribbling ability among participants in the football extracurricular program at SMAN 1 Lingsar. The study employed an experimental two-group pretest-posttest design involving 20 participants. Dribbling ability was measured using a field-diagram dribbling test administered before and after the intervention. Data were analyzed through normality and homogeneity testing followed by t-test analysis. The relay dribbling group improved from 60% at pretest to 75% at posttest, with an increase of 15% and a significance value of 0.05. The zig-zag dribbling group improved from 62% to 85%, with an increase of 23% and a significance value of 0.01. These findings indicate that both training methods improved dribbling ability, but zig-zag dribbling produced a greater improvement. Therefore, zig-zag dribbling can be considered the more effective method for improving dribbling ability in the context of school football extracurricular training. Keywords: relay dribbling, zig-zag dribbling, dribbling ability, football, extracurricular Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan relay dribbling dan zig-zag dribbling terhadap kemampuan menggiring bola pada peserta ekstrakurikuler sepak bola SMAN 1 Lingsar. Penelitian menggunakan desain eksperimen two-group pretest-posttest dengan melibatkan 20 peserta. Kemampuan menggiring bola diukur menggunakan tes dribbling berbasis diagram lapangan yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil menunjukkan bahwa kelompok relay dribbling meningkat dari 60% menjadi 75% atau sebesar 15% dengan nilai signifikansi 0,05. Kelompok zig-zag dribbling meningkat dari 62% menjadi 85% atau sebesar 23% dengan nilai signifikansi 0,01. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode latihan sama-sama meningkatkan kemampuan menggiring bola, tetapi zig-zag dribbling memberikan peningkatan yang lebih besar. Dengan demikian, zig-zag dribbling dapat dipertimbangkan sebagai metode yang lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan menggiring bola dalam konteks latihan ekstrakurikuler sepak bola di sekolah.
PENGARUH LATIHAN PERMAINAN TARGET ZIG-ZAG GOAL DAN BOLBAL SHOOT TERHADAP KETEPATAN SHOOTING PADA PEMAIN FUTSAL KEREMBONG FC Anan, Khaerul; Johan Irmansyah; Muhamad Ikhsan
Journal Sport Science, Health and Tourism of Mandalika (Jontak) e-ISSN 2722-3116 Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jontak.v5i2.6421

Abstract

This study examined the effect of target-game training using Zig-Zag Goal and Bolbal Shoot on shooting accuracy in Kerembong FC futsal players. A quasi-experimental two-group pretest-posttest design was used with 30 active players divided into two training groups of 15 participants each. The intervention lasted six weeks with a frequency of three sessions per week, and shooting accuracy was measured before and after the program using a goal-target shooting test. Data were analyzed through descriptive statistics, normality and homogeneity testing, and paired-samples t-tests. The results showed that both groups improved significantly. The Zig-Zag Goal group increased from 65% at pretest to 85% at posttest, while the Bolbal Shoot group increased from 60% to 78%. Assumption tests showed that the data were normally distributed and homogeneous (p > 0.05). These findings indicate that both training methods positively affected shooting accuracy, but Zig-Zag Goal produced a larger descriptive gain. Therefore, Zig-Zag Goal can be prioritized as a more effective training alternative for improving shooting accuracy in the context of club-based futsal training. Keywords: futsal, shooting accuracy, Zig-Zag Goal, Bolbal Shoot, target game training Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan permainan target Zig-Zag Goal dan Bolbal Shoot terhadap ketepatan shooting pemain futsal Kerembong FC. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen two-group pretest-posttest dengan melibatkan 30 pemain aktif yang dibagi ke dalam dua kelompok latihan, masing-masing 15 orang. Program latihan dilaksanakan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu, sedangkan ketepatan shooting diukur melalui tes shooting ke sasaran sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami peningkatan yang signifikan. Kelompok Zig-Zag Goal meningkat dari 65% menjadi 85%, sedangkan kelompok Bolbal Shoot meningkat dari 60% menjadi 78%. Uji prasyarat menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua metode latihan sama-sama memberikan pengaruh positif terhadap ketepatan shooting, tetapi Zig-Zag Goal menghasilkan peningkatan deskriptif yang lebih besar. Dengan demikian, Zig-Zag Goal dapat diprioritaskan sebagai alternatif latihan yang lebih efektif untuk meningkatkan ketepatan shooting pada konteks pembinaan futsal di klub.

Page 1 of 3 | Total Record : 25