cover
Contact Name
Syapril Janizar
Contact Email
jurnaltekniksipilcendekia@gmail.com
Phone
+6289602817819
Journal Mail Official
jurnaltekniksipilcendekia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pahlawan No.69, Sukaluyu, Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 64987
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil Cendekia (JTSC)
Core Subject : Engineering,
JTSC: Jurnal Teknik Sipil Cendekia is published by Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Planning and Architecture, University Winaya Mukti. This peer-reviewed journal is designated to publish articles that report the results of research in civil engineering science. JTSC: Jurnal Teknik Sipil Cendekia invites particularly manuscripts or research-based articles in the diverse topics include functional areas of Transportation Engineering, Structure, Design road and Bridge, Geotechnic, Management Project, Contruction Management, Hydrology and Water Resources, Information Civil Technology (ICT), Entrepreneurship Civil Engineering and Engineering Economics. The manuscripts or research-based articles that will be accepted are qualitative, quantitative research and mixed method written either in Bahasa or English. We are the editorial team, welcoming the papers submissions from various audiences or professions such as researchers, academicians, students, practitioners, regulators and others who interested in Civil Engineering studies.
Articles 171 Documents
ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN FLYOVER BERDASARKAN KINERJA LALU LINTAS PADA SIMPANG BERSINYAL KEBON ROEK, KOTA MATARAM Yesi Nanda Radita; Nusa Sebayang; Sriliani Surbakti
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.418

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kota Mataram yang diproyeksikan melebihi 560 ribu unit pada tahun 2025 berdampak langsung terhadap meningkatnya kepadatan lalu lintas, terutama pada Simpang Bersinyal Kebon Roek yang merupakan pertemuan Jalan Saleh Sungkar dan Jalan Adi Sucipto. Kondisi lalu lintas eksisting pada simpang tersebut menunjukkan tingkat kejenuhan yang relatif tinggi, dengan nilai derajat kejenuhan yang pada periode tertentu mendekati bahkan melampaui batas kritis (DJ ? 0,85). Selain itu, berdasarkan data Rencana Pembangunan Infrastruktur Wilayah (RPIW) tahun 2022, kinerja lalu lintas pada masing-masing lengan simpang masih berada pada kondisi kurang optimal, yaitu tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) kategori D pada lengan Jalan Adi Sucipto, kategori D pada lengan Jalan Saleh Sungkar I, serta kategori E pada lengan Jalan Saleh Sungkar II, sehingga belum memenuhi standar pelayanan minimal jalan arteri primer. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan pembangunan flyover sebagai alternatif solusi jangka panjang dalam upaya pemisahan arus lalu lintas. Analisis kinerja lalu lintas dilakukan dengan menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, simpang mengalami tundaan maksimum sebesar 157,9 detik/smp dengan tingkat pelayanan LOS F yang mengindikasikan kondisi sangat buruk. Setelah penerapan flyover, kinerja simpang mengalami perbaikan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan tingkat pelayanan dari LOS F menjadi LOS B. Peningkatan tersebut sejalan dengan standar pelayanan minimal jalan arteri primer yang mensyaratkan arus lalu lintas yang stabil serta pergerakan kendaraan yang relatif lancar.
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN SIMPANG TAK BERSINYAL PADA KAWASAN PASAR ORO-ORO DOWO DENGAN PENDEKATAN PKJI 2023 DAN PTV VISSIM: Joao Farrel Rizky Permana; Nusa Sebayang; Annur Ma’ruf
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.419

Abstract

Kawasan Pasar Oro-Oro Dowo di Kota Malang menghadapi permasalahan kemacetan serius akibat volume kendaraan yang melampaui kapasitas jalan dan tingginya hambatan samping, dengan nilai Derajat Kejenuhan (DJ) pada Jalan Brigjen Slamet Riyadi mencapai lebih dari 0,8. Sebagai solusi, Pemerintah Kota Malang menerapkan kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) untuk menurunkan rasio volume terhadap kapasitas dan mendukung program Car Free Day (CFD). Namun, kebijakan ini berdampak pada penurunan jumlah pengunjung pasar hingga 30% akibat rute memutar yang tidak efisien dan peningkatan waktu tempuh. Berdasarkan hasil analisis pada empat titik tinjauan, yaitu Simpang Guntur, Simpang B.S. Riyadi, Simpang Buring, dan Simpang Merbabu, ditemukan bahwa titik kritis kemacetan terpusat pada Simpang B.S. Riyadi. Hasil analisis menggunakan metode PKJI 2023 menunjukkan bahwa pada jam puncak sore, simpang tersebut mengalami tundaan tertinggi mencapai lebih dari 200 detik/smp, yang mengindikasikan Tingkat Pelayanan (Level of Service) berada pada kategori F atau arus jenuh. Kondisi serupa juga divalidasi melalui pemodelan mikrosimulasi PTV Vissim yang menunjukkan nilai tundaan di atas 100 detik dengan identifikasi tingkat pelayanan F. Perbedaan signifikan tersebut terjadi karena PKJI 2023 menggunakan perhitungan statis berbasis rumus empiris rata-rata, sedangkan PTV Vissim menggunakan simulasi mikroskopis yang memodelkan interaksi antar kendaraan secara dinamis.
SPATIO-TEMPORAL ANALYSIS OF LAND COVER CHANGE (1990–2021) AND ITS IMPLICATIONS ON HYDROLOGICAL RISK IN THE CENTRAL CILIWUNG WATERSHED (DEPOK–SOUTH JAKARTA) : Dinamika Perubahan Tata Guna Lahan di DAS Ciliwung Bagian Tengah dan Implikasinya terhadap Lingkungan Perkotaan Belicka Yan Oktaria; Atie Tri Juniati; I Nyoman Teguh Prasidha
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.425

Abstract

The Central Ciliwung Watershed represents a strategic hydrological transition zone between upstream and downstream Jakarta that has experienced rapid urban transformation over the past three decades. This study analyzes spatio-temporal land cover change from 1990 to 2021 and evaluates its implications for hydrological risk. Multi-temporal Landsat Collection 2 Level-2 imagery (30 m spatial resolution) for 1990, 2000, and 2011 and Sentinel-2 Level-2A imagery (10 m spatial resolution) for 2021 were processed. Sentinel-2 imagery was resampled to 30 m to ensure spatial consistency. Atmospheric correction and cloud masking were applied using QA bands and Scene Classification Layer (SCL). Supervised classification with the Random Forest algorithm produced an overall accuracy of 87.6% and a Kappa coefficient of 0.84. Built-up land expanded from 8,240.24 ha (23.9%) in 1990 to 29,258.90 ha (86.3%) in 2021, while agricultural and vegetated areas declined substantially. Increasing impervious surfaces reduce infiltration capacity and elevate runoff coefficients, potentially intensifying peak discharge. These findings highlight the importance of integrated watershed-scale planning and infiltration-based urban drainage strategies.
LAND USE CHANGE, WATERSHED DEGRADATION, AND THE ROLE OF NATURE-BASED SOLUTIONS IN FLOOD RISK REDUCTION IN THE CIMANDIRI WATERSHED, WEST JAVA, INDONESIA Sandy Lesmana; Atie Trijuniati; I Nyoman Teguh Prasidha
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.429

Abstract

Flood occurrence in tropical watershed systems is increasingly linked to structural landscape transformation and declining ecological regulation capacity. In the Cimandiri Watershed of West Java, rapid land conversion over the past three decades has altered hydrological processes and intensified downstream vulnerability. This research investigates long-term land use transitions (1990–2024), evaluates watershed degradation using weighted biophysical indicators, and identifies strategic zones for ecosystem-based flood mitigation. Spatial analysis integrating land use, slope gradient, and critical land status reveals that 42.44% of the watershed area is categorized as moderately to highly degraded. Built-up land expanded almost fourfold during the study period, while forest cover declined substantially, indicating a shift from infiltration-dominated to runoff-dominated hydrological behavior. Areas with elevated degradation levels spatially correspond to zones of recurrent flood exposure in downstream and coastal sectors. The study proposes targeted implementation of Nature-Based Solutions (NbS), including upstream reforestation, riparian buffer restoration, and downstream retention enhancement, as a complementary strategy to conventional infrastructure. The findings emphasize that flood risk in Cimandiri is a systemic watershed issue shaped by cumulative upstream–downstream interactions rather than isolated local factors
KAJIAN LITERATUR KOMPARATIF EFEKTIVITAS INHIBITOR HIJAU BERBASIS EKSTRAK TANAMAN DALAM PENGENDALIAN KOROSI BAJA KARBON Endah Murtiana Sari; Rahmat Rahmat; Rifo Nur Laksana; Probokusumo Probokusumo
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.431

Abstract

Korosi merupakan proses degradasi logam yang menimbulkan kerugian ekonomi, teknis, dan lingkungan dalam berbagai sektor industri. Penggunaan inhibitor korosi sintetis yang bersifat toksik mendorong berkembangnya penelitian mengenai inhibitor ramah lingkungan atau green inhibitor yang berasal dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berbagai ekstrak tanaman sebagai inhibitor korosi pada baja melalui pendekatan kajian literatur komparatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review dengan menelaah artikel ilmiah yang diperoleh dari basis data jurnal internasional seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sebanyak 30 artikel yang dipublikasikan pada periode 2015–2024 dianalisis berdasarkan kriteria relevansi terhadap penggunaan bahan alami sebagai inhibitor korosi pada baja. Parameter yang dibandingkan meliputi jenis bahan alami, kandungan senyawa aktif, mekanisme adsorpsi, efisiensi inhibisi, konsentrasi optimum, serta stabilitas termal. Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana), kulit pepaya (Carica papaya), dan kulit pisang (Musa paradisiaca) memiliki potensi sebagai inhibitor korosi yang efektif dengan efisiensi inhibisi berturut-turut mencapai 93–95%, 78–83%, dan 65–72% pada media asam. Senyawa aktif seperti tanin, flavonoid, pektin, dan alkaloid berperan dalam proses adsorpsi pada permukaan baja sehingga membentuk lapisan pelindung yang mampu menurunkan laju korosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan alami memiliki potensi besar sebagai alternatif inhibitor korosi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan penelitian lanjutan mengenai pemanfaatan biomaterial sebagai inhibitor korosi pada sistem industri.
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH DENGAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI PEKON PAGAR DALAM KECAMATAN LEMONG KABUPATEN PESISIR BARAT Heri Budianto; Nur Syahidah Aini; Farid Nanda Syanur
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebaran, kedalaman, dan ketebalan akuifer air tanah di Pekon Pagar Dalam menggunakan metode geofisika geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger. Metode ini efektif untuk mengidentifikasi sifat aliran listrik batuan bawah permukaan guna mengetahui karakteristik lapisan pembawa air. Data lapangan diolah menggunakan perangkat keras dan lunak yaitu Res2Dinv dan Surfer 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur bawah permukaan terdiri dari Formasi Gunungapi Kuarter Tua dengan nilai resistivitas 36 – 61 Ohm m pada kedalaman 0 – 30 m. Akuifer dangkal yang menjadi sumber air sumur gali ditemukan pada kedalaman 3 – 7 m, sementara akuifer dengan potensi lebih tinggi berada pada kedalaman 20 – 30 m. Berdasarkan korelasi data di Pekon Sukajadi yang memiliki lapisan berpasir, muka air tanah ditemukan mulai kedalaman 35 m dengan debit 1,5 liter/detik. Analisis formasi di lereng Bukit Barisan ini menunjukkan bahwa air baku di lokasi penelitian layak konsumsi. Estimasi nilai Total Dissolved Solids (TDS) berkisar antara 100 – 200 mg/L, yang memenuhi syarat kualitas air baku (maksimal 250 mg/L).
PENGARUH BAHAN PIPA TERHADAP PELURUHAN KONSENTRASI KLORIN DALAM SISTEM DISTRIBUSI AIR MINUM Sumardi Sumardi
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.439

Abstract

Klorin merupakan desinfektan utama yang digunakan dalam sistem distribusi air minum untuk menjaga kualitas mikrobiologis. Namun, konsentrasi klorin cenderung mengalami peluruhan seiring waktu, yang dipengaruhi oleh reaksi kimia dalam air (bulk decay) maupun interaksi dengan dinding pipa (wall decay). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis laju peluruhan klorin pada kondisi batch, pipa PVC, dan pipa besi dengan memanfaatkan model matematis peluruhan orde satu. Metode penelitian dilakukan melalui uji laboratorium dengan konsentrasi awal klorin sebesar 1,80 mg/L yang diamati selama 7 hari. Data hasil pengukuran dibandingkan dengan hasil prediksi model matematis C(t) = C0e-kbt. Analisis kesesuaian model menggunakan nilai Root Mean Square Error (RMSE) dan koefisien determinasi (R2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji batch konsentrasi klorin menurun menjadi 0,46 mg/L dengan konstanta k= 0.12 hari-1, pada pipa PVC menurun menjadi 0,30 mg/L dengan k= 0.17 hari-1 , dan pada pipa besi menurun hingga 0,15 mg/L dengan k= 0.25 hari-1. Tingkat akurasi model paling tinggi diperoleh pada uji batch dengan RMSE = 0,06 dan R2= 0.98, sedangkan pada PVC dan besi akurasi lebih rendah dengan RMSE masing- masing 0,08 dan 0,10, serta R2 =0,96 dan 0,95. Penelitian menyimpulkan bahwa material pipa memiliki pengaruh signifikan terhadap laju peluruhan klorin, dengan besi menghasilkan peluruhan tertinggi akibat interaksi permukaan yang kompleks. Penelitian ini menyediakan basis data dan model peluruhan klorin yang terkalibrasi untuk interaksi air–material (PVC vs besi) di bawah kondisi uji yang terkontrol, sehingga dapat digunakan sebagai evidence-based decision support untuk desain dan operasi distribusi air minum.
AWARENESS STAKEHOLDER PROYEK TERHADAP TRANSFER PENGETAHUAN DALAM TIM PROYEK KONSTRUKSI Catur Ayu Almaidia; Christiono Utomo
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.452

Abstract

Transfer pengetahuan merupakan faktor penting dalam keberhasilan proyek konstruksi mengingat karakteristik proyek yang bersifat sementara, kompleks, dan melibatkan berbagai stakeholder. Project Manager dan tim proyek memiliki peran strategis dalam mendorong proses berbagi pengetahuan di dalam tim proyek, namun pada praktiknya transfer pengetahuan di proyek konstruksi masih belum berjalan optimal, yang mengindikasikan rendahnya awareness stakeholder terhadap pentingnya proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat awareness stakeholder proyek terhadap transfer pengetahuan dalam tim proyek. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengambilan sampel purposive sampling terhadap 100 responden yang terdiri dari Project Manager dan anggota tim proyek konstruksi di Surabaya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan tingkat awareness dan kecenderungan penerapan transfer pengetahuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat awareness antara Project Manager dan tim proyek, serta adanya gap antara kesadaran terhadap pentingnya transfer pengetahuan dengan penerapannya dalam praktik proyek. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun stakeholder proyek telah memahami pentingnya transfer pengetahuan, implementasinya masih belum konsisten. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelolaan proyek konstruksi, khususnya dalam meningkatkan peran stakeholder proyek dalam membangun budaya berbagi pengetahuan guna mendukung keberhasilan proyek.
PENGEMBANGAN MODEL STRATEGI INTEGRATIF LIMA REGULASI TEKNIS DALAM PERENCANAAN TRANSPORTASI PERKOTAAN UNTUK MEWUJUDKAN KESEIMBANGAN DAYA DUKUNG–DAYA TAMPUNG Tony Kristiawan; Leksmono Suryo Putranto; Haris Muhammadun
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.453

Abstract

Pengembangan transportasi perkotaan memerlukan keseimbangan antara kapasitas sistem transportasi dan daya tampung wilayah guna menjamin keberlanjutan pembangunan. Namun demikian, berbagai regulasi teknis yang mengatur perencanaan tata guna lahan, infrastruktur jalan, manajemen angkutan umum, pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD), serta manajemen dan rekayasa lalu lintas masih bersifat sektoral dan belum terintegrasi dalam satu kerangka perencanaan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model strategi integratif berbasis sinkronisasi lima regulasi teknis untuk mewujudkan keseimbangan daya dukung dan daya tampung transportasi perkotaan. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif eksploratif kualitatif melalui pemetaan sistematis terhadap lima regulasi nasional, yaitu SNI 03-1733-2004, Permen PUPR No. 5 Tahun 2023, Permenhub No. 96 Tahun 2015, Keputusan Dirjen Perhubungan Darat No. 687/2002, serta Permen ATR/BPN No. 16 Tahun 2017. Hasil analisis mengidentifikasi sebelas faktor strategis yang memengaruhi perencanaan transportasi terintegrasi, meliputi kepadatan penduduk, penyediaan sarana dan prasarana, kondisi lingkungan, aksesibilitas, manajemen rekayasa lalu lintas, kapasitas jalan, kesesuaian penggunaan lahan berdasarkan kemiringan, klasifikasi dan jenis angkutan, serta pengaturan headway. Temuan menunjukkan adanya fragmentasi regulasi serta tumpang tindih pengaturan, di mana tidak terdapat satu regulasi pun yang secara komprehensif mengakomodasi seluruh faktor strategis tersebut. Faktor kondisi lingkungan teridentifikasi sebagai variabel yang paling krusial namun paling sedikit terakomodasi dalam regulasi yang ada. Kontribusi ilmiah penelitian ini terletak pada pengembangan model integrasi regulatif yang terstruktur sebagai dasar perumusan kebijakan transportasi perkotaan berbasis prinsip keseimbangan daya dukung–daya tampung. Secara praktis, model ini memberikan kerangka kebijakan bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi transportasi terintegrasi yang mendukung produktivitas wilayah dan keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
AWARENESS PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP BERBAGI PENGETAHUAN PADA TAHAPAN DESAIN-KONSTRUKSI-OPERASIONAL Ni Putu Eka Utari Putri; Christiono Utomo
JURNAL TEKNIK SIPIL CENDEKIA (JTSC) Vol 7 No 1 (2026): Februari
Publisher : Departement of Civil Engineering, Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51988/jtsc.v7i1.454

Abstract

Industri konstruksi di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai tantangan terkait efisiensi, keberlanjutan, dan manajemen pengetahuan. Berbagi pengetahuan (knowledge sharing) antar pemangku kepentingan menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan proyek, memperkuat kolaborasi, meminimalkan kesalahan, mengurangi risiko, serta mendorong inovasi dan keberlanjutan operasional bangunan. Meskipun demikian, praktik berbagi pengetahuan dalam proyek konstruksi masih belum optimal, sehingga memunculkan permasalahan seperti rework dan rendahnya efisiensi.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesadaran stakeholder terhadap berbagi pengetahuan pada tahapan desain, konstruksi, dan operasional proyek properti di Surabaya dan memberikan rekomendasi strategi manajemen pengetahuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan memori proyek. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang terlibat dalam tahapan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun pemahaman konseptual mengenai berbagi pengetahuan telah cukup dikenal, implementasinya di lapangan masih belum optimal. Mayoritas responden lebih menyukai pertukaran pengetahuan secara lisan dibandingkan dengan dokumentasi tertulis. Selain itu, akses dan pemanfaatan pengetahuan eksplisit yang tersimpan dalam sistem digital dinilai masih sangat rendah. Terdapat juga pengaruh antara lama pengalaman kerja dengan tingkat pemahaman dan penerapan praktik berbagi pengetahuan. Secara umum, penelitian ini menyimpulkan bahwa kesadaran akan pentingnya berbagi pengetahuan telah ada, namun masih terdapat tantangan yang signifikan dalam penerapannya, terutama terkait dukungan sistemik, infrastruktur teknologi, dan budaya organisasi yang mendukung. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan strategi manajemen pengetahuan, pengembangan sarana teknologi pendukung, serta peningkatan kesadaran kolektif untuk menciptakan ekosistem berbagi pengetahuan yang efektif dalam proyek konstruksi.