cover
Contact Name
Oriza Candra
Contact Email
jtein@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281364999013
Journal Mail Official
jtein@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Dr. Hamka Air Tawar Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27230589     DOI : https://doi.org/10.24036/jtein.v1i1.8
JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia dikelola oleh Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang, dalam membantu para akademisi, peneliti dan praktisi untuk menyebarkan hasil penelitiannya. Fokus pada bidang yang terkait dengan Teknik Elektro.
Articles 329 Documents
Rancang Bangun Sistem Keamanan Pintu Menggunakan Fingerprint Berbasis Internet Of Things (IoT) Habli Fauziman; Riki Mukhaiyar
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.438

Abstract

Pada saat sekarang ini, tindak kejahatan tidak dapat dipisahkan dari lingkungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Tindak kejahatan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja, ketika pelaku memiliki kesempatan untuk melakukan aksinya tersebut. Adapun kasus tindak kejahatan yang banyak terjadi dilingkungan masyarakat, yakni kasus pencurian. Biasanya kasus pencurian ini melakukan aksinya dengan cara merusak atau membobol kunci pada pintu. Oleh karena itu dibuatkan sebuah sistem keamanan pada pintu menggunakan sensor fingerprint berbasis internet of things. Metode sistem keamanan pada pintu menggunakan sensor fingerprint berbasis internet of things diaktifkan dengan menggunakan inputan sidik jari yang diletakkan pada sensor fingerprint dan juga menu keypad yang ada pada LCD TFT. Ketika sistem keamanan ini diinputkan benar maka akan mengaktifkan buzzer dan relay sehingga solenoid doorlock akan membuka kunci pintu dan data pengguna akan dikirimkan menuju website agar dapat dimonitoring siapa yang mengakses pintu. Setelah melakukan pengujian dan analisa terhadap sistem keamanan menggunakan sensor fingerprint berbasis internet of things, maka dapat diambil kesimpulan bahwa sistem keamanan pada pintu telah dapat bekerja dengan baik sesuai dengan rancangan prinsip kerja dan hasil yang dicapai sesuai fungsi serta kerja alat.
Rancang Bangun Sistem Penanganan Dini Kebakaran Pada Ruangan Menggunakan Jaringan Internet Muhammad Raihan; Elfizon Elfizon
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.443

Abstract

Semakin tingginya pertumbuhan manusia membuat lahan semakin sedikit, akibatnya semakin banyak gedung-gedung pencakar langit. Pendeteksian kebakaran sebelum menjadi besar di gedung tinggi sangatlah sulit, selain sulit terlihat dari luar gedung, banyaknya lantai dan kurangnya penjagaan bisa berakibat fatal, yang seharusnya api bisa ditangani sebelum besar sehingga dapat membakar seluruh isi gedung Metode sistem kerja alat yang terdiri dari sensor flame, modul GPS, Mikrokontroller Arduino mega2560, ESP8266-01,motor servo, Buzzer, Driver relay dan pompa air serta adanya Aplikasi bot Whatsapp, dimana alat bekerja ketika sensor flame mendeteksi api dengan bergerak nya motor servo dan berhenti pada posisi api. Setelah itu aktifnya driver relay untuk menyalakan pompa air untuk memadamkan api hingga mengirimkan titik koordinat lokasi maps menuju bot whatsapp ketika selesai pemadaman api. Setelah melakukan pengujian dan analisa terhadap sistem penanganan dini kebakaran pada ruangan berbasis IoT dapat diambil kesimpulan bahwa sistem penanganan dini kebakaran telah dapat bekerja dengan baik sesuai dengna rancangan prinsip kerja dan hasil yang dicapai sesuai fungsi serta kerja alat.
Pemodelan Dan Simulasi Pengaruh Posisi Dan Ketinggian Nodal Sensor Terhadap Quality of Services (QoS) Jaringan Sensor Nirkabel Menggunakan Protokol Zigbee Inocentius Reynaldo Bhoka Tola; Samy Y. Doo; Don E. D. G. Pollo
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.445

Abstract

Jaringan Sensor Nirkabel diimplementasikan pada area yang cukup luas dengan jumlah node sensor yang banyak. Sehingga lebih baik dilakukan pemodelan dan simulasi sebelum diimplementasikan pada kondisi sebenarnya. Salah satu protokol yang sesuai pada jaringan sensor nirkabel yaitu Protokol Zigbee. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi dan ketinggian nodal sensor terhadap Quality of Services. Pengujian dilakukan dengan mengubah posisi node sensor secara grid dan random dengan ketingian PAN Coordinator yang divariasikan menggunakan software Network-Simulator-2 kemudian melakukan perhitungan paremeter routing overhead, throughput, delay dan packet loss dari tracefile hasil simulasi menggunakan program AWK. Hasil pengujian menunjukan pada pengaruh posisi terhadap QoS dengan jumlah node 81 untuk semua ketinggian memiliki performa QoS lebih baik pada posisi grid. Pada posisi grid dengan ketinggian 0 meter diperoleh nilai pada routing overhead 45,84 byte, throughput 67,53 kbps, delay 35,85 ms dan packet loss 33,38 %. Sedangkan posisi random diperoleh routing overhead 53,77 byte, throughput 63,83 kbps, delay 37,36 ms dan packet loss 38,14 %. Pada pengaruh ketinggian, diperoleh hasil QoS yang bervariasi yaitu pada ketinggian 5 meter, diperoleh nilai pada routing overhead 45,82 byte, throughput 69,53 kbps, packet loss 38,53%, dan delay 42,49 ms. Pada ketinggian 10 meter, diperoleh nilai pada routing overhead 38,11 byte, throughput 68,67 kbps, packet loss 27,03%, dan delay 39,49 ms. pada ketinggian 15 meter, diperoleh nilai pada routing overhead 59,07 byte, throughput 59,78 kbps, packet loss 40,56% dan delay 36,82 ms. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa posisi node dan ketinggian PAN Coordinator dapat mempengaruhi kinerja QoS pada jaringan sensor nirkabel.
Rancang Bangun Robot Humanoid Penari Untuk Berjalan Pada Lantai Berundak Nikmatul Azizah; Bustanul Arifin; Eka Nuryanto Budisusila
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.446

Abstract

Perkembangan dunia robotika di Indonesia telah maju dengan pesat. Salah satu perkembangan robot yaitu robot humanoid, robot humanoid merupakan salah satu bentuk teknologi dalam dunia robotika yang dimana robot ini memiliki kemampuan untuk dapat menirukan beberapa kegiatan manusia contohnya yaitu jongkok, berdiri, dan berjalan. Salah satu contoh robot humanoid adalah robot penari, yang biasanya di ajang perlombaan robot humanoid yang ada di Indonesia adalah Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Jenis motor servo yang digunakan pada robot humanoid yaitu servo Dynamixel 28T. Pada penelitian ini dilakukan dengan sebuah perancangan robot humanoid dengan menggunakan kontroler OpenCM9.04 dan ekspension board 485, dengan menggunakan sofware robotis. Dari hasil pengujian dengan variasi MotionPagePlay yaitu 1800, 2200, 2500, 2800, dan 3200. MotionPagePlay yang digunakan dapat mempengaruhi perpindahan gerak robot humanoid seperti halnya pada pengujian dengan permukaan yang berundak dengan perbedaan ketinggian 4mm dengan MotionPagePlay 2200 sampai dengan 2800. Pada MotionPagePlay 2200 persentase keberhasilannya yaitu 60% sedangkan pada MotionPagePlay 2500 dan 2800 persentase keberhasilannya yaitu 90%.
Kendali Kestabilan Putaran Motor DC Robot Pemindah Barang dengan Metode Ziegler-Nichols pada Industri Dewi Permata Sari; Iskandar Lutfi; Firnan Saputra
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.448

Abstract

Robot salah satu keperluan yang dapat dikatakan sangat membantu dalam pekerjaan industri. Dalam suatu robot sistem kendali berperan penting menjaga kestabilan dari kerja yang dihasilkan oleh robot itu sendiri. Robot pemindah barang dengan sistem yang dibuat untuk memindahkan barang ke tempat yang tinggi tentu harus memiliki tanggapan yang stabil. Sehingga Tujuan dari penelitian diterapkannya kendali PID (propotional, integral, derevative) untuk mengontrol kecepatan motor dc sebagai pemutar katrol untuk mengangkat barang dengan sistem seperti lift terhadap pemindahan barang. Supaya pergerakan motor bisa mengatur kecepatan stabil dengan kondisi tertentu. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Ziegler-Nichols model sistem close loop dengan penentuan parameter PID berdasarkan osilasi, hasil parameter yang diperoleh dimasukkan kedalam sistem dan melihat respon dalam mengontrol kecepatan motor jika respon tidak sesuai, maka dilakukan tunning manual trial end error untuk mendapat respon yang diinginkan sehingga didapatlah motor yang dapat bergerak stabil dan dapat mengurangi dan memperbaiki kesalahan saat mengangkat barang. Hasil yang didapat tanggapan bisa stabil dan telah mencapai baik dengan error pembacaan rpm dari sensor rotary encoder motor dc dibawah 5%. Pengendali PID dapat diimplementasikan pada robot pemindah barang ini, motor dapat memperbaiki error yang diakibatkan beban dan tanggapan atau respon motor seimbang dalam mengangkat beban berat sekaligus.
Rancang Bangun Pemantauan Pergerakan Orang Lanjut Usia Berbasis Mikrokontroller Fahmi Idris; Doni Tri Putra Yanto; Aswardi Aswardi; Muldi Yuhendri
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.450

Abstract

Lansia rentan akan jatuh karena faktor usia dan tubuh yang tidak lagi kuat dan apabila terjatuh maka lansia akan sulit untuk berdiri sendiri. Dengan menggunakan sistem monitoring terjatuhnya lansia dapat mengurangi resiko kematian. Tujuan dari penelitian ini yaitu merancang dan membangun sebuah alat yang dapat mendeteksi jatuhnya lansia sehingga bisa meminimalisir dampak yang terjadi. Untuk koneksi jaringan internetnya alat ini menggunakan mikrokontroler Wemos ESP8266, dimana Wemos ESP8266 ini akan terhubung ke jaringan Wi-Fi sehingga bisa mendapatkan akses internet agar bisa mengirimkan data dari sensor tersebut ke server blynk. Sensor Accelerometer berfungsi membaca nilai kemirigan lansia dimana pada alat yang dibuat ada 2 parameter kemiringan yang dibuat yaitu sudut Pitch dan sudut Roll. Setelah melakukan pengujian terhadap alat yang dibuat, dapat dianalisa bahwa alat yang telah dibuat tersebut berkerja normal sebagaimana mestinya Jika sudut Pitch atau sudut Roll bernilai besar dari sudut 45 derajat ( >45° ) atau kecil dari sudut -45 derajat ( <-45° ) maka lansia akan terdeteksi dalam keadaan jatuh, sehingga alat akan mengeluarkan bunyi alarm dan mengirim notifikasi "Lansia Terindikasi Terjatuh Segera Cek ke Lokasi".Notiikasi akan dikirim ke perangkat pengguna yang telah di pasang aplikasi blynk.
Prototipe Sistem Generator Termoelektrik Sebagai Pembangkit Listrik Memanfaatkan Limbah Panas Pabrik Semen Satria Syah Putra; Habibullah Habibullah
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.451

Abstract

Energi listrik merupakan elemen penting bagi manusia dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari. Salah satu sektor utama yang bergantung pada energi listrik adalah industri semen. Rotary Kiln adalah alat produksi di industri semen yang membutuhkan energi listrik yang paling tinggi. Rotary kiln digunakan untuk proses pembakaran hingga temperature 1400℃. Efesiensi energi panas pada rotary kiln yang tidak optimal sehingga menaikkan emisi udara dan efek rumah kaca pada pemanasan global. Oleh karena itu dibuatlah inovasi yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah panas yang terbuang sia-sia menjadi energi listrik menggunakan generator termoelektrik (TEG) tipe SP 1848. TEG memanfaatkan efek seebeck atau perbedaan suhu dalam proses membangkitkan energi listrik. Untuk membangkitkan energi listrik TEG memanfaatkan waterblock pada sisi dingin dan panas daripada ducting suspension preheater pada sisi panas pada penelitian ini menggunakan heater. Suspension preheater merupakan alat produksi semen sebagai pemanasan awal material sebelum masuk ke pemanasan utama yaitu rotary kiln. TEG dirangkai 10 buah dengan rangkaian seri-paralel menghasilkan tegangan 8.7 V dan arus 0.08 A. dalam waktu 60 menit dapat mengisi baterai 5 V sebesar 500 mAh. Energi listrik pada baterai dapat digunakan sebagai penerangan pabrik maupun kebutuhan lainnya.
Analisis Harmonisa Pada Trainer Lab Generator Sinkron Tiga Fasa NV7017 Azmi Rizki Lubis; Adi Sutopo; Marwan Affandi
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.452

Abstract

Trainer Lab Generator Sinkron satu dari beberapa peralatan praktikum mesin listrik di laboratorium konversi energi listrik Universitas Negeri Medan. Mesin listrik merupakan peralatan kelistrikan yang sangat banyak penggunaannya dalam kehidupan. Untuk menghasilkan energi listrik maka perlu dilakukan konversi energi yaitu mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Konversi energi mekanik menjadi energi listrik dilakukan oleh generator. Setelah dilakukan penelitian diperoleh THD arus yang muncul sebesar 82,1% pada tegangan sebesar 225 volt, arus 6,2 amp, daya aktif 600 watt, daya semu sebesar 1490 VA, daya reaktif 460 var, cosφ sebesar 0,83, dan frekuensi 50 Hz. Setelah disaring menggunakan single tuned passive filter THD yang muncul berhasil dikurangi menjadi 80,92%.
Analisis Kinerja Lightning Arrester Akibat Sambaran Petir Sebagai Proteksi Transformator Di PT. PLN (Persero) Distribusi Lamongan Dicky Satya Prawira; Tri Wrahatnolo; Joko Joko; Tri Rijanto
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.454

Abstract

Pada jaringan distribusi tenaga listrik sering mengalami gangguan yang dapat menyebabkan kerugian , salah satu penyebab gangguan yang terjadi pada jaringan distribusi tenaga listrik adalah sambaran petir yang mengakibatkan tegangan lebih dan dapat merusak peralatan jaringan distribusi, seperti yang terjadi pada Penyulang Glagah PT. PLN (Persero) Distribusi Lamongan. Komponen yang digunakan pada saluran udara sebagai proteksi transformator dari tegangan lebih akibat sambaran petir adalah lightning arrester. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data pengukuran peralatan serta data gangguan. Software ATP Draw digunakan sebagai aplikasi simulasi sambaran petir. Kinerja lightning arrester dapat dilihat melalui simulasi sambaran petir yaitu pada section 7 dengan besar asus sambaran 10 kA dan waktu sambaran 0,5 ms yang menyebabkan tegangan lebih hingga 742,47 kV pada fasa R, 702,16 kV pada fasa S, dan 682,18 kV pada fasa T, dengan pemotongan oleh arrester pada waktu yang sama, tegangan menjadi sebesar 20,12 kV pada fasa R, 19,65 kV pada fasa S , dan 4,62 kV pada fasa T. Pada section 6 dengan besar arus sambaran 40 kA dan waktu sambaran 0,6 ms menyebabkan tegangan lebih hingga 2768,20 kV pada fasa R, 2566,60 kV pada fasa S, dan 2546,60 kV pada fasa T, dengan pemotongan oleh arrester pada waktu yang sama, tegangan menjadi sebesar 21,29 kV pada fasa R, 19,09 kV pada fasa S , dan 4,87 kV pada fasa T. Sebagai pencegahan gangguan akibat sambaran petir pada jaringan distribusi tenaga listrik, maka lightning arrester yang terpasang harus dalam kondisi baik tanpa kerusakan.
Analisis Perencanaan Plts On Grid Menggunakan Helioscope (Studi Kasus Plts On Grid 40 Kwp Di Gedung Asrama Putri Universitas Airlangga) Fakhriza Anwar; Tri Rijanto
Jurnal Teknik Elektro Indonesia Vol 4 No 2 (2023): JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia
Publisher : Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtein.v4i2.455

Abstract

Sistelm distribusi telnaga listrik adalah bagian dari sistelm telnaga listrik yang Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) merupakan langkah penting dalam transisi energi Indonesia menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan. Perusahaan-perusahaan pembangkit listrik (EPC) memiliki peran krusial dalam merancang dan menawarkan solusi PLTS yang efisien. Dalam penawaran proyek PLTS, perangkat lunak HelioScope digunakan sebagai alat bantu untuk menghitung potensi energi surya. Namun, kredibilitas HelioScope dalam pengembangan PLTS di Indonesia perlu diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi dan memverifikasi hasil HelioScope, sehingga EPC dapat menggunakan perangkat lunak tersebut dengan percaya diri. Penelitian ini juga membandingkan kinerja PLTS dengan hasil simulasi HelioScope untuk mengevaluasi keandalannya. Penelitian dilakukan pada PLTS 40 Kwp di Asrama Putri Universitas Airlangga. Proses perencanaan melibatkan pengumpulan data dan survei lapangan sebagai dasar perhitungan dan simulasi menggunakan HelioScope. Hasil perbandingan menunjukkan akurasi tinggi hingga 90%, menunjukkan keandalan HelioScope dalam merencanakan PLTS. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami kredibilitas HelioScope dalam pengembangan PLTS di Indonesia. Hasilnya menjadi acuan bagi EPC dalam menggunakan HelioScope sebagai alat bantu yang dapat diandalkan. Perbandingan kinerja PLTS dengan simulasi HelioScope juga penting untuk mengevaluasi efektivitas dan akurasi perangkat lunak tersebut