cover
Contact Name
Obing Katubi
Contact Email
jurnalmasyarakati@gmail.com
Phone
+6281319021904
Journal Mail Official
jurnalmasyarakati@gmail.com
Editorial Address
Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)-LIPI Gedung Widya Graha Lantai 9, Jalan Gatot Subroto Nomor 10 Jakarta Selatan.
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Masyarakat Indonesia
ISSN : 01259989     EISSN : 25025694     DOI : https://doi.org/10.14203/jmi.v44i2
Artikel yang dimuat dalam Jurnal Masyarakat Indonesia dapat berbasis hasil penelitian maupun pemikiran, dengan fokus bahasan yang berkaitan dengan perihal masyarakat Indonesia. Tiap terbitan memiliki tema yang berbeda-beda dan dapat ditelaah dari berbagai disiplin ilmu berdasar sudut pandang keahlian penulis. Jurnal Masyarakat Indonesia mengutamakan tulisan tentang isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat Indonesia yang dikaji dari berbagai sudut pandang ilmu-ilmu sosial kemanusiaan. Artikel yang dikirim ke Jurnal Masyarakat Indonesia, dapat ditulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris. Isi Jurnal Masyarakat Indonesia meliputi artikel ilmiah, ringkasan disertasi, dan review buku-buku terbaru dalam bentuk artikel.
Articles 268 Documents
CHINESE INDONESIANS AND CHINA-INDONESIA RELATIONS: A JUXTAPOSITION OF IDENTITY AND POLITICS Thung Ju Lan
Masyarakat Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v43i2.738

Abstract

In this paper, I would like to discuss various possibilities of Chinese Indonesian positions within the socio-political and cultural framework of Indonesian nationalism and contemporary globalism. As history has shown, the position of Chinese Indonesians is often determined by the interaction between China and Indonesia in the global context, and vice versa. The impact of 1965 tragic event -which is known as the Indonesian Communist Party’s failed coup d'etat- on Chinese Indonesians is the clearest example of such a loose position. Today we face the growing power of China globally which is followed by the strengthened bilateral relations between China and Indonesia in various fields. China’s “new diplomacy” has changed the way its neighbors view Beijing and Chinese diaspora communities which are previously known as “overseas Chinese”. As part of a diasporic community, Chinese Indonesians might have to deal with what Nira Yuval Davies calls “multiscalar citizenship of transnational, national and local”, signifying a critical juncture between homeland, citizenship and residency. Keywords: Chinese Indonesians, China-Indonesia Relations, identity and politicsABSTRAKTulisan ini membahas berbagai kemungkinan posisi etnik Tionghoa dalam kerangka sosial-politik dan kultural nasionalisme Indonesia dan globalisme kontemporer. Sebagaimana ditunjukkan oleh sejarah, posisi etnik Tionghoa di Indonesia seringkali ditentukan oleh interaksi antara Tiongkok dan Indonesia dalam konteks global. Dampak dari peristiwa tragis 1965, yang dikenal sebagai kudeta yang gagal dari Partai Komunis Indonesia, terhadap etnik Tionghoa merupakan contoh yang paling jelas dari posisi mereka yang tidak pasti tersebut. Hari ini kita menghadapi meningkatnya pengaruh Tiongkok secara global yang diikuti dengan menguatnya hubungan bilateral antara Tiongkok dan Indonesia di berbagai bidang. ‘Diplomasi baru’ Tiongkok telah mengubah cara negara-negara tetangganya memandang Beijing (Peking) dan komunitas-komunitas diaspora Cina yang sebelumnya dikenal sebagai ‘orang Cina yang tinggal di luar negeri’. Sebagai bagian dari komunitas diaspora, etnik Tionghoa di Indonesia harus berurusan dengan apa yang disebut Nira Yuval Davis sebagai “kewarganegaraan berbagai skala: transnasional, nasional, dan lokal”, yang menandakan suatu titik temu yang kritis antara tanah air, kewarganegaraan, dan tempat tinggal.Kata Kunci: Etnis Tionghoa, Hubungan Tiongkok-Indonesia, Identitas dan Politik.
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA PASCAORDE BARU: REFLEKSI TENTANG PENGUATAN PARTISIPASI MASYARAKAT Helmy Fuady
Masyarakat Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v38i2.655

Abstract

The development planning during the New Order period has been criticized becauseit was centralistic, technocratic and lack of public participation. In the reformationera, many important changes have influenced the development planning system inIndonesia. The changes include changing role of the Bappenas (National DevelopmentPlanning Agency), decentralization, direct presidential and local head elections, aswell as the strengthening roles of the parliament. This paper analyses whether ornot these changes open a wider space for public participation in the developmentpolicy-making. The discussion shows that public participation has not yet as expectedby theory. The mechanism for public participation inthe development planning did notchangemuch compared to the situation during the New Order era. Public participationhas only fairly achieved and political elites are dominating the policy-making arena.Keywords: development planning, democracy, participation.
ETHNIC IDENTITY AND LAND UTILIZATION: A CASE STUDY IN RIAU, INDONESIA Joan Hardjono
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i2.620

Abstract

This article looks at the economic and social position of first- and second- generationtransmigrants of Javanese origin in the northwestern part of the Province of Riau,Sumatra, in the aftermath of the 1997/98 monetary crisis. The article is based on thefindings of a study undertaken by the author in 2001 in the context of the InternationalLabour Organization's InFocus Programme on Socio-Economic Security calledIndonesia: Improving Security After the Crises. Data were collected in two villagesin a transmigration settlement near Pasir Pangarayan, Riau, where several thousandtransmigrant families had been resettled during the 1980s.Keywords: Ethnic identity, Transmigrants, Land use, Labour, Palm oil, Riau
Islamisme dan Politik Kewargaan di Indonesia Fachri Aidulsyah
Masyarakat Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v44i1.799

Abstract

Buku ini merupakan salah satu jawaban penting terhadap merebaknya fenomena “kegalauan kewargaan” yang kian menghantui masyarakat Indonesia selama dua dekade terakhir ini. Fenomena “kegalauan kewargaan” tersebut terbukti dari sebuah realitas dimana Indonesia yang selama ini dikenal sebagai negara kesatuan yang mampu menyatukan lebih dari sekitar 400 etnis lebih, dan sistem demokrasi yang diterapkan olehnya mampu memberikan hak dan kewajiban antara masyarakat Islam yang mencapai 87.2% dari total populasi penduduk dengan 9.90% masyarakat Protestan dan Katolik, 1.69% masyarakat Hindu, 0,72% masyarakat Budhis, hingga 0, 05% masyarakat Confusian secara equal, penuh dengan kebebasan, bebas diskriminasi, serta menghormati aktualisasi ruang privat dan kolektif setiap masyarakat etnis dan agama, kini kian berubah drastis dimana keberagaman kian terancam, intoleransi kian menjadi panglima, diskriminasi kian menjadi senjata bagi sebagian kelompok untuk merampas hak ekonomi dan sosial budaya bagi kelompok lain, dan konflik etnis serta agama kian menjadi parasit terhadap keutuhan berbangsa dan bernegara hari-hari ini
BUDAYA POLITIK KHAS MINANGKABAU SEBAGAI ALTERNATIF BUDAYA POLITIK DI INDONESIA Nursyirwan Effendi
Masyarakat Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v40i1.107

Abstract

Tulisan ini mengkaji pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Padang tahun 2013. Tujuan tulisan ini untuk menawarkan salah satu alternatif budaya politik di Indonesia yang bebas konflik. Pertentangan politik yang diakibatkan oleh pelaksanaan Pilkada dapat dihindari melalui gagasan persaudaraan dari para peserta pemilihan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling dan data diperoleh dengan cara pengamatan melalui keterlibatan setengah aktif dan wawancara mendalam. Temuan menunjukkan bahwa masyarakat kota Padang sangat memahami kondisi politik Pilkada yang kondusif yang tidak membangun suasana konflik oleh karena para calon peserta Pilkada membangun rasa persaudaraan (badunsanak). Berdasarkan ikrar yang dibangun oleh para calon peserta Pilkada, Pilkada Badunsanak dapat dikatakan sebagai suatu budaya politik yang khas Minangkabau.Kata Kunci: Pilkada, Badunsanak, Kekuasaan, Konflik, Budaya Politik
MENEROPONG NUSA TENGGARA TIMUR MENAKAR MASALAH, MENAWAR SOLUSI Selsus Terselly Djese
Masyarakat Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v42i2.675

Abstract

PENGAWASAN DPR DAN POLITIK KARTEL ERA REFORMASI: STUDI KASUS INTERPELASI DANANGKET TAHUN 1999?2011 Wawan Ichwanuddin
Masyarakat Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v38i2.646

Abstract

Using Katz and Mairs perspective on the political cartel, this paper describes thereality of legislative oversight in the reformation era. This perspective explains thatpolitical parties are increasingly dependent on the state resources. Consequently, therelationship between political parties in the legislature and the voters they represent isweakened. The quantity of oversight conducted by the parliamentduring the reformation era does not necessarily indicate the quality of the representation. The process andoutcome of the inquiries and interpellations proposed in the parliamentrepresent theinterests of the parties rather than that of the people. The competition in the parliamentis merelya political bargaining mechanism among political parties, particularly to getaccess to the public resources. With costlycampaigns, all parties arehighly dependenton the state finances. There are various corruption cases involving politicians fromdifferent parties, which are evidenced of the phenomenon of political cartel.Keywords: legislative oversight, DPR, Era Reformasi, eartelization
THE INCOMPLETE PROCESS OF INDONESIAS DEMOCRATIZATION Paskal Kleden
Masyarakat Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v37i1.611

Abstract

The two editors of the book, Edward Aspinall and Marcus Mietzner havebeen actively researching Indonesian politics since their adolescence.Aspinall lived previously for several years in Malang and Mietznerconducted his initial research on Indonesia in Ambon. The two editors,now scholars at the Australian National University in Canberra, belongto the new generation of Indonesian experts.The two Australia based scholars represent a shift from the dominanceof the American based experts from the earlier generation such asGeorge McTurnan Kahin (Cornell University), Benedict Anderson(Cornell University), and Daniel S. Lev (Washington University), whoresearched Indonesia during the Cold War period. At that time Indonesiawas considered as a country threatened by the domino effects ofcommunism that already swept China, North Korea, Vietnam, Laos,and Cambodia, leading to increased funds for Indonesian studies in theUS, and therefore contributing to in depth political analysis producedamong others by the Cornell Modern Indonesia Project (CMIP).However, the importance of Indonesia in particular and Asian studiesin general (Ellings & Hathaway 2010: 2) abated in the post Cold Warperiod as attention is drawn further to more severe con?ict areas.Therefore, with this book the two editors aim at bringing Indonesiaback to the international political discourse. They argue that most ofthe comparativists, for instance like the Washington DC based Freedomhouse, have treated Indonesia only as one country among many others212 | Masyarakat Indonesiain their quantitative analyses. A number of important work on Indonesiahave also been published by junior scholars, unfortunately they lackin?uence for triggering a larger international debate on Indonesia.
DARURAT LITERASI MEMBACA DI KELAS AWAL: Lukman Solihin
Masyarakat Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v46i1.914

Abstract

Dalam upaya membangun SDM yang berkualitas, Indonesia menghadapi masalah rendahnya mutu pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan, khususnya kemampuan literasi membaca di kelas awal sekolah dasar. Padahal siswa yang tidak mampu membaca akan mengalami “efek Mathhew” berupa menurunnya motivasi belajar, rendahnya kemampuan menangkap informasi, berpotensi mengulang kelas, bahkan tidak melanjutkan pendidikan (drop out). Artikel ini berusaha mengkaji persoalan tersebut dan mendiskusikan solusinya. Kami menggunakan data lapangan dari beberapa daerah yang merupakan mitra program INOVASI, antara lain Kabupaten Bulungan, Lombok Utara, serta Sumba Barat Daya dan Sumba Timur. Data dikumpulkan pada medio 2019 melalui wawancara dan diskusi dengan guru, kepala sekolah, pengawas, serta fasilitator daerah pada program INOVASI. Analisis yang kami lakukan menunjukkan terdapat tiga persoalan utama, yaitu rendahnya kompetensi guru, kurikulum yang mengabaikan pelajaran membaca permulaan, serta minimnya sumber daya bacaan. Tiga persoalan ini perlu dipecahkan apabila kita berharap masa depan SDM Indonesia akan lebih berkualitas dan berdaya saing.
MATHEMATICAL MODELING ANALYSIS FOR INVESTIGATING THE FUTURE EXPANSION OF THE ELECTRIC POWER SYSTEM IN INDONESIA Maxensius Tri Sambodo
Masyarakat Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmi.v39i1.303

Abstract

Tulisan berikut berisikan ringkasan disertasi doktoral yang berjudul Mathematical Modeling Analyses for Investigating the Future Expansion of the Electric Power System in Indonesia. Studi ini memiliki lima tujuan yaitu (i) menginvestigasi sektor ketenagalistrikan sebelum dan setelah program percepatan 10.000 MW tahap I dan II; (ii) menganalisis hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan konsumsi listrik; (iii) menyusun model ekspansi tenaga listrik dalam mencapai tujuan minimisasi biaya pembangkit dan minimisasi emisi CO2; (iv) mengaplikasikan model optimasi sistem pembangkit untuk sistem Jawa-Bali; (v) mengusulkan kebijakan guna mencapai sistem pembangkit listrik yang rendah emisi CO2. Studi ini mengkombinasikan dua pendekatan, yaitu ekonometrik dan program linier untuk menjawab kelima tujuan penelitian tersebut.Kata Kunci: Listrik, Pertumbuhan Ekonomi, Emisi CO2, Pembangkit Tenaga Listrik.

Filter by Year

2010 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 49, No 2 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 49, No 1 (2023): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 2 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 48, No 1 (2022): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 2 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 47, No 1 (2021): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 2 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 46, No 1 (2020): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 2 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 2 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 44, No 1 (2018): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 2 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 43, No 1 (2017): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 2 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 42, No 1 (2016): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 2 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 41, No 1 (2015): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 2 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 40, No 1 (2014): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 2 (2013): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 39, No 1 (2013): Majalah Ilmu-ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 2 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 38, No 1 (2012): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 2 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 37, No 1 (2011): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 2 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia Vol 36, No 1 (2010): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia More Issue