cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Analisis Peran Petugas AVSEC Dalam Menjamin Keamanan Penerbangan di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid Lombok Anissaturrifat Istiha; Suprapti Suprapti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3095

Abstract

AbstrakDalam menunjang keamanan serta keselamatan penerbangan suatu Bandar udara terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengelola Bandar udara. Yaitu, sumber daya manusia yang handal dari segi keamanan maupun kenyamanan. Seperti petugas Aviation Security. Avsec adalah personil keamanan bandara yang memiliki tanggung jawab untuk menjamin keamanan penerbangan yang wajib memiliki lisensi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah petugas avsec dalam melaksanakan tanggung jawabnya terhadap keamanan penerbangan sesuai SOP, serta mengetahui apakah petugas avsec dalam melaksanakan pemeriksaan telah dilengkapi dengan fasilitas peralatan yang memadai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan pada penelitian ini yaitu Reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Petugas avsec sudah menjalankan tugasnya sesuai dengan SOP yang berlaku dan selalu mengedepankn 3S+1C untuk kenyamanan penumpang pada saat di lakukan pemeriksaan, juga telah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup memadai.Kata Kunci : Peran Petugas Avsec, Keamanan Penerbangan AbstractIn supporting the security and safety of an airport flight, there are several requirements that must be met by the airport manager. Namely, reliable human resources in terms of security and comfort. Like Aviation Security officers. Avsec is a security personnel who has the responsibility to ensure flight security which is required to have a license. This research aims to find out whether avsec officers carry out their supervisory duties on flight security according to SOPs, and find out whether avsec officers carry out with adequate facilities. This study uses a qualitative descriptive research method. Data collection techniques in this study were interviews, observation, and documentation. The technique used in this research is data reduction, data presentation and conclusion/verification. The results showed that avsec officers had carried out in accordance with the applicable SOP and always prioritized 3S + 1C for passenger comfort when carrying out inspections, and had also been equipped with adequate facilities.Keywords: Role of Avsec Officer, Aviation Security
Sumber Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia di Sekolah Dasar Luh Putu Candri Dewi; I Putu Aris Pramartha; Ni Putu Venny Fatma Dewi; Anak Agung Istri Rahayu Indirayani; I Nengah Suastika
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3096

Abstract

AbstrakSalah satu hal terpenting dalam dunia pendidikan adalah tersedianya sumber belajar yang memadai. Sumber belajar adalah suatu acuan atau refrensi yang digunakan dalam suatu pembelajaran guna mempermudah siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran atau kompetensi tertentu. Sesuai dengan pembelajaran diterapkan dalam pelajaran PPKn, dimana dalam pelajaran PPKn siswa mempelajari banyak hal yang berkaitan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian ini yaitu (1) Memberbanyak sumber belajar mengenai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang di kemas dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaarn (PPKn), (2) Mengetahui pengertian dari NKRI, (3) Mengetahui tujuan dari NKRI, (4) Fungsi dari NKRI, dan (5) Upaya menjaga keutuhan NKRI.Kata Kunci: Sumber Belajar, PPKn, NKRI AbstractOne of the most important things in education is the availability of adequate learning resources. Learning resource is a reference or reference used in a lesson to facilitate students in achieving certain learning objectives or competencies. In accordance with the learning applied in Civics lessons, where in Civics lessons students learn many things related to the Unitary State of the Republic of Indonesia. This is in accordance with the objectives of this study, namely (1) to increase learning resources about the Unitary State of the Republic of Indonesia which are packaged in Citizenship Education Learning (PPKn), (2) Knowing the meaning of the Unitary State of the Republic of Indonesia, (3) Knowing the purpose of the Unitary State of the Republic of Indonesia, (4) Functioning from the Unitary State of the Republic of Indonesia, and (5) Efforts to maintain the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia.Keywords: Learning Resources, PPKn, NKRI
Hubungan Motivasi Belajar Dengan Kesiapan Belajar Siswa Kelas IV SDN 4 Palangka Tahun Pelajaran 2021/2022 Ina Hawini; Roso Sugiyanto; Ichyatul Afrom
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3098

Abstract

AbstrakMotivasi merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan keberhasilan anak di dalam belajar. Sehingga motivasi dalam diri siswa sangat penting dan diperlukan dalam proses belajar mengajar. Motivasi belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah kesiapan belajar siswa. Kesiapan belajar yang baik akan membuat siswa lebih mudah dalam mengikuti proses pembelajaran. Kesiapan belajar merupakan salah satu kondisi yang harus dimiliki siswa. Kesiapan belajar perlu diperhatikan dalam proses belajar, karena proses belajar yang disertai dengan adanya kesiapan akan memudahkan siswa untuk menerima dan memahami materi yang disampaikan oleh guru serta dapat mendorong siswa untuk memberikan respon yang positif dimana keadaan tersebut akan mempengaruhi prestasi belajar yang diperoleh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar dengan kesiapan belajar siswa kelas IV SDN 4 Palangka tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 4 Palangka Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 24 orang. Untuk memperoleh data menggunakan angket. Teknik analisis data yang digunakan, yaitu uji korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Motivasi belajar siswa kelas IV SDN 4 Palangka tahun pelajaran 2021/2022 dari jumlah sampel 24 siswa, siswa yang memiliki kategori tinggi sebanyak 5 siswa (21%), motivasi belajar kategori sedang 13 siswa (54%), dan motivasi belajar kategori kurang sebanyak 6 siswa (25%). Jadi dapat disimpulkan bahwa, kecenderungan variabel motivasi belajar siswa berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 13 siswa (54%). 2)Kesiapan belajar siswa kelas IV SDN 4 Palangka tahun pelajaran 2021/2022 dari jumlah sampel 24 siswa, siswa yang memiliki kategori tinggi sebanyak 4 siswa (17%), kesiapan belajar kategori sedang 17 siswa (71%), dan kesiapan belajar kategori kurang sebanyak 3 siswa (13%). Jadi dapat disimpulkan bahwa, kecenderungan variabel kesiapan belajar siswa berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 17 siswa (71%). 3)Ada hubungan motivasi belajar dengan kesiapan belajar siswa kelas IV SDN 4 Palangka tahun pelajaran 2021/2022, dengan diperoleh hasil uji korelasi sederhana, yaitu motivasi belajar dengan kesiapan belajar memiliki hubungan korelasi yang kuat dengan nilai rhitung 0,757 > nilai rtabel 0,404, sehingga hipotesis alternatif yang menyatakan Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan kesiapan belajar siswa kelas IV SDN 4 Palangka tahun pelajaran 2021/2022 diterima. Hal tersebut berarti semakin tinggi motivasi belajar maka akan mempengaruhi kesiapan belajar siswa.Kata Kunci: Motivasi Belajar, Kesiapan Belajar AbstractMotivation is one of the factors that determine children's success in learning. So that motivation in students is very important and necessary in the teaching and learning process. Learning motivation is influenced by many factors, one of which is the readiness of students to learn. Good learning readiness will make it easier for students to follow the learning process. Readiness to learn is one of the conditions that students must have. Learning readiness needs to be considered in the learning process, because the learning process accompanied by readiness will make it easier for students to accept and understand the material presented by the teacher and can encourage students to give a positive response where the situation will affect the learning achievement obtained. This study was conducted to determine the relationship between learning motivation and learning readiness of grade IV students of SDN 4 Palangka for the 2021/2022 academic year. This research is a correlation research with a quantitative approach. The sample used in this study was grade IV students of SDN 4 Palangka for the 2021/2022 Academic Year, totaling 24 people. To obtain data using a questionnaire. The data analysis technique used, namely the Product Moment correlation test. The results showed that: 1) The learning motivation of grade IV students of SDN 4 Palangka for the 2021/2022 academic year from a total sample of 24 students, students who have a high category of 5 students (21%), motivation to learn in the medium category of 13 students (54%), and motivation to learn in the less category as many as 6 students (25%). So it can be concluded that, the tendency of student learning motivation variables is in the moderate category, which is as many as 13 students (54%). 2) Learning readiness of grade IV students of SDN 4 Palangka for the 2021/2022 academic year from a total sample of 24 students, students who have a high category of 4 students (17%), medium category learning readiness of 17 students (71%), and readiness to learn less category as many as 3 students (13%). So it can be concluded that, the tendency of student learning readiness variables is in the moderate category, which is as many as 17 students (71%). 3) There is a relationship between learning motivation and learning readiness of grade IV students of SDN 4 Palangka for the 2021/2022 academic year, with the results of a simple correlation test, namely learning motivation with learning readiness has a strong correlation relationship with a rhitung value of 0.757 > a rtabel value of 0.404, so that an alternative hypothesis that states There is a significant relationship between learning motivation and learning readiness of grade IV students of SDN 4 Palangka for the 2021/2022 academic year is accepted. This means that the higher the motivation to learn, it will affect the readiness of students to learn.Keywords: Learning Motivation, Learning Readiness
Dampak Perceraian Terhadap Perilaku Sosial Anak Almaida Kusuma Wardani; Fendi Suhariadi; Rini Sugiarti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3101

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perceraian terhadap prilaku sosial anak di Desa Lebak Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian maka terdapat beberapa perilaku sosial anak yaitu Rentan mengalami gangguan psikis, membenci kedua orang tuanya, mudah mendapat pengaruh buruk dari lingkungannya, memandang jika hidup adalah sia sia, tidak mudah bergaul dan permasalahan moral. Dari beberapa Dampak Perceraian Terhadap Perilaku Sosial Anak terdapat beberapa perilaku yang sangat menonjol yaitu mudah mendapat pengaruh buruk dari lingkungan dan kurangnya kasih sayang dari kedua orang tua. Sosok yang memberikan dukungan penuh subjek hanya sahabat. Adapun saran yang diberikan oleh peneliti yaitu supaya orang tua tetap memberikan kasih sayang utuh kepada anak, Orang tua perlu menerapkan pola asuh yang demokratis, Agar anak tidak merasa kesepian dan anak mendapatkan kasih sayang walaupun kedua orang tua bercerai, serta lingkungan sekitar tidak mendiskriminasi dan tetap menerima walau keluarga sudah tidak memiliki keluarga utuh seperti anak-anak lainya di lingkungannya.Kata Kunci: Dampak Perceraian, Perilaku Sosial, Keluarga AbstractThis study aims to determine the impact of divorce on children's social behavior in Lebak Village, Bringin District, Semarang Regency. This research was conducted using a qualitative method. Data collection techniques used in this study were in the form of observation and interviews. Based on the results of the study, there are several social behaviors of children, namely Vulnerable to psychological disorders, hating their parents, easily getting bad influences from their environment, seeing life as meaningless, not easy to get along with and moral problems. From some of the effects of divorce on children's social behavior, there are several behaviors that are very prominent, namely easy to get bad influences from the environment and lack of love from both parents. The figure who gives full support to the subject is only a friend. The suggestions given by the researcher are that parents continue to give complete love to their children, parents need to apply democratic parenting, so that children do not feel lonely and children get love even though both parents are divorced, and the surrounding environment does not discriminate and remain accept even though the family does not have a complete family like other children in their environment.Keywords: Impact of Divorce, Social Behavior, Family
Kecemasan Ibu Hamil di Masa Pandemi Covid-19 Sri Ayu B. Hamzah; Fendi Suhariadi; Rini Sugiarti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3102

Abstract

AbstrakPada masa kehamilan, ibu hamil tidak hanya mengalami perubahan fisik tetapi juga mengalami perubahan dari segi psikologis. Perubahan-perubahan yang dialami oleh ibu hamil disebabkan oleh hormon yang terjadi secaraa alami. Tetapi perubahan ini akan berkurang seiring bertambahnya usia kehamilan atau bersifat sementara. Covid-19 dapat memicu peningkatan kecemasan pada ibu hamil. Infeksi Covid-19 yang menyebakan kematian menjadi kekhawatiran dari terinfeksinya janin yang dikandung. Penelitian dari Velia Dkk menyebutkan kecemasan ibu hamil mencapai 28,7%. Factor kecemasan pada ibu hamil meliputi usia, paritas, pendidikan, dan pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kecemasan ibu hamil di masa pandemi Covid-19 dengan menggunakan metode literature review menggunakan database jurnal kesehatan melalui website resmi. Kitreria jurnal tahun 2019-2021, pencarian dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Kesimpulan literature Journal didapatkan hasil bahwa Masalah psikologis ibu hamil di masa pandemi Covid-19 berupa peningkatan kecemasan dan hal ini dipengaruhi oleh macam-macam faktor yaitu usia, pendidikan, ekonomi, pekerjaan dan paritas.Kata Kunci: Kecemasan Ibu Hamil, Covid-19             AbstractDuring pregnancy, pregnant women not only experience physical changes but also experience changes in psychological terms. The changes experienced by pregnant women are caused by hormones that occur naturally. But these changes will decrease with gestational age or be temporary. Covid-19 can trigger an increase in anxiety in pregnant women. Covid-19 infections that cause death are a concern from the infection of the conceived fetus. Research from Velia et al. stated that the anxiety of pregnant women reached 28.7%. Factors of anxiety in pregnant women include age, parity, education, and employment. The purpose of this study is to determine the anxiety of pregnant women during the Covid-19 pandemi by using the literature review method using a database of health journals through the official website. Kitreria journal of 2019-2021, search in English and Indonesian. The conclusion of the Journal literature was obtained that The conclusion of the Journal literature obtained the results that the psychological problems of pregnant women during the Covid-19 pandemi are in the form of increased anxiety and this is influenced by various factors, namely age, education, economy, occupation and parity.Keywords: Anxiety of Pregnant Women, Covid-19
Pemicu Kekerasan Seksual dari Perspektif Islam Aminaturrahma Aminaturrahma; Azizatul Inayah; Tiara Citra Anggraini; Aulia Sholichah Iman Nurchotimah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3103

Abstract

 AbstrakKekerasan seksual sampai saat ini belum juga mengalami penurunan, bahkan semakin marak terjadi di Indonesia. Pelaku dan korban kekerasan seksual itu sendiri meliputi orang dewasa, remaja bahkan anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kajian studi literatur, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemicu utama kekerasan seksual dalam perspektif islam. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pelaku kurang mengimplementasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, tidak menjaga pandangan dan tidak menahan hawa nafsu dengan baik. Solusi dari masalah tersebut dari pandangan islam adalah bagaimana mengkontrol nafsu supaya tidak melebihi batas kadarnya manusia. Pengendalian hawa nafsu bisa dilakukan dengan berpuasa, menikah, berdzikir, mengisi waktu dengan kegiatan positif.Kata Kunci: Kekerasan Seksual, Perspektif Islam, Pengendalian Hawa Nafsu AbstractSexual violence has not decreased until now, and is even increasingly prevalent in Indonesia. The perpetrators and victims of sexual violence themselves include adults, adolescents and even children. The method used in this study is to use a literature study study, this study aims to find out the main triggers of sexual violence in an Islamic perspective. The results of this study show that the perpetrators do not implement Islamic values in their daily lives, do not keep their eyes and do not restrain their passions properly. The solution to this problem from the islamic view is how to control the passions so as not to exceed the limit of human levels. Control of passions can be done by fasting, getting married, thinking, filling time with positive activities.Keywords: Sexual Violence, Islamic Perspective, Control of Lust
Efektivitas Pendidikan Anti Korupsi Untuk Meminimalisir Tindak Pelanggaran Hak Asasi Manusia Jagad Aditya Dewantara; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Nida Sausan; Iga Fiolita Sari; Deviana Ariska; Annisa Tri Wulandari; Mitha Fransiska
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3107

Abstract

AbstrakSejak era reformasi, telah dibentuk berbagai lembaga antikorupsi yang berperan besar pada pencegahan serta pemberantasan korupsi di Indonesia. Selain itu, kejahatan korupsi merupakan jenis kejahatan dengan dampak yang luar biasa melakukan praktik kejahatan korupsi sama artinya dengan melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Untuk mengoptimalkan upaya pemberantasan korupsi diperlukan adanya regenerasi hukum serta pendekatan budaya yakni melalui pendidikan anti korupsi yang berguna sebagai wadah pembentuk moral generasi muda. Metode pada riset ini menerapkan pendekatan hukum normatif dengan proses pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Program pendidikan anti korupsi yang telah di tetapkan ini memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang sama yang terpadu serta terbimbimbing guna menghentikan kerugian negara akibat tidakan korupsi. Disisi lain, pendidikan anti korupsi juga efektif untuk diimplementasikan dalam rangka membentuk moralitas anak bangsa serta menjadi langkah pencegahan dini bagi tindak kejahatan lanjut dari korupsi yakni pelanggan hak asasi manusia.Kata Kunci : Korupsi, pendidikan anti korupsi, pelanggaran HAM AbstractSince the reform era, anti-corruption institutions have been established that have a major role in preventing and eradicating corruption in Indonesia. In addition, the crime of corruption is a type of crime with an extraordinary impact, committing a crime of corruption is tantamount to committing a violation of human rights. To optimize efforts to eradicate corruption, it is necessary to have legal regeneration and a cultural approach, namely through anti-corruption education which is useful as a forum for forming the morale of the younger generation. The method in this study uses a normative legal approach with the data collection process using a literature study. This anti-corruption education program that has been established has the aim of providing the same knowledge and understanding that is integrated and guided in order to reduce state losses due to acts of corruption. On the other hand, anti-corruption education is also effective to be implemented in order to shape the morality of the nation's children as well as an early prevention step for further crimes of corruption, namely human rights customers.Keywords: Corruption, anti-corruption education, human rights violations
Mengedepankan Karakter Budaya Untuk Membangun Warga Negara yang Nasionalis Jagad Aditya Dewantara; Syamsuri Syamsuri; Efriani Efriani; Aldian Tomia; Jopani Novia; Ocha Ardania; Victorianus Marterik Arjon; Wilhelmina Tasya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3108

Abstract

AbstrakBanyaknya permaslahan-permasalahan yang terjadi pada bangsa indonesia, hal itu hampir semuanya bersumber dari rendahnya moral dan ahlak masyarakat hingga pemimpin negara, banyak sekali jenis pendidikan pada bangsa indonesia namun kebanyakan pendidikan tersebut hanyalah mengajarkan intelektual saja, namun pendidikan yang paling penting untuk mengatasi semua permasalahan yang terdapat dalam bangsa kita ini adalah pendidikan karakter, disini pendidikan karakter lah yang menjadi peran utama untuk membangun karakter bangsa yang mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih maju karena salah satu tujuan dari pendidikan karakter ialah membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong rotong. Keteladanan dan kedisiplinan adalah beberapa contoh hal yang sangat penting untuk di tekankan dalam pendidikan karakter.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Kdisiplinan, Keteladanan AbstractThe many problems that occur in the Indonesian nation are almost all sourced from low morals and morals of the community to state leaders, there are many types of education in the Indonesian nation but most of this education only teaches intellectuals, but education is the most important to overcome all problems contained in our nation is character education, here character education is the main role to build national character that is able to bring Indonesia to a more advanced direction because one of the goals of character education is to form a nation that is strong, noble, moral, tolerant. , cooperate or work together. Exemplary and discipline are some examples of things that are very important to emphasize in character education.Keywords: Character Education, Discipline, Exemplary
Implementasi Pelayanan Publik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten dalam Perspektif Peningkatan Literasi Masyarakat Siti Vinna Fadillah; Qotrun Nida; Ronni Juwandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3116

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rendahnya tingkat masyarakat provinsi Banten khususnya masyakat kabupaten Lebak. Penelitian ini dilakukan di lima lokasi yaitu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Banten, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Banten, Perpustakaan Umum Saidja Adinda Kabupaten Lebak, Perpustakaan Desa Sajira Mekar, dan TBM Kedai Proses. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat literasi di provinsi Banten khususnya di kabupaten Lebak ini dengan mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung literasi, serta peran pemerintah dalam menumbuhkan literasi masyarakat. Yang dimana faktor penghambat gerakan literasi yaitu kebiasaan membaca yang belum dimulai dari rumah, perkembangan teknologi yang makin canggih, sarana dan prasarana, dan ketersediaan dana. Untuk pendukung gerakan literasi yaitu sarana prasarana dan bahan bacaan. Untuk peran pemerintah sendiri yaitu orang tua mengambil peran utama, perpustakaan lebih inovatif menyediakan bahan bacaan, kerjasama pemerintah, penulis, dan publisher, mengadakan lomba literas, memebentuk komunitas literasi, dan mengadakan pelatihan. Kesimpulan dalam penelitian ini peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk meningkatkan literasi.Kata Kunci: Faktor Penghambat, Faktor Pendukung, Peran Pemerintah AbstractThe purpose of this study is to determine the low level of society in the province of Banten, especially the people of Lebak district. This research was conducted in five locations, namely the Banten Provincial Library and Archives Service, Banten Province Education and Culture Office, Saidja Adinda Public Library, Lebak Regency, Sajira Mekar Village Library, and TBM Kedai Process. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques in this study used interview, observation and documentation techniques. The results showed that the literacy level in Banten province, especially in Lebak district, was to know the inhibiting and supporting factors of literacy, as well as the role of the government in growing community literacy. Where the inhibiting factors for the literacy movement are reading habits that have not been started from home, increasingly sophisticated technological developments, facilities and infrastructure, and the availability of funds. To support the literacy movement, namely infrastructure and reading materials. For the role of the government itself, namely parents take the main role, libraries are more innovative in providing reading materials, cooperation with the government, writers, and publishers, holding literacy competitions, forming literacy communities, and conducting training. The conclusion in this study is that the role of parents, society, and government is very important to improve literacy. Keywords: Inhibiting Factors, Supporting Factors, Government Role
Ahmad Yani: Kesuksesan Strategi dan Pengabdian untuk Pertahanan Negara Ronald Sianipar; M. S. Boedoyo; M. Ikhwan Syahtaria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3120

Abstract

AbstrakAhmad Yani (1922-1965) dikenal juga dengan Yani, adalah Komandan Tentara Nasional Indonesia yang dibentuk menjadi tentara Hindia Belanda (KNIL) pada tahun 1940 dan bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) pada tahun 1943. Yani mendaftar di PETA sebagai Juru Bahasa (dalam Bahasa jepang disebut Cuyaku), namun karena memiliki bakat strategi militer dan kepemimpinan, Jepang mengusulkan dia untuk menjadi seorang tentara militer penuh dengan mengikuti Pendidikan militer Heiho di Magelang dan Pendidikan Militer Syodanco di Bogor. Pada tahun 1945, Yani bergabung dengan tentara Republik Indonesia dengan membentuk battalion (battalion 4 Resimen XIV Magelang) untuk melawan penjajahan negara Inggris di Magelang. Karena prestasi yang sangat bagus dengan bakat stategi kepemimpinan yang baik, pada tahun 1948, Ahmad Yani dipromosikan menjadi Letnan Kolonel dan memimpin Brigade Diponegoro membawahi Batalyon Suryosumpeno, Batalyon Daryatmo dan Batalyon Panuju. Puncak karir Yani adalah pada tahun 1963-1965 sebagai Kepala Staf Angkatan Darat dengan pangkat Letnan Jenderal. Pada tahun 1965 terjadi konflik ideologi politik yang menjadikan terjadinya gesekan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno antara Istana Presiden dengan Angkatan Darat Indonesia. Ahmad Yani dituduh mencampuri kebijakan Presiden Soekarno. Dimana pada akhirnya Yani ditembak dan dibuang ke dalam sumur air di Lubang Buaya Jakarta. Peristiwa ini dikenal dengan Gerakan 30 September 1965 oleh PKI (G30S/PKI).Kata Kunci: Strategi Militer, PETA, Revolusi, Pertahanan, Kepemimpinan Strategis AbstractAhmad Yani (1922-1965), also known as Yani, was the Commander of the Indonesian National Army which was formed into the Dutch East Indies army (KNIL) in 1940 and joined PETA (Defenders of the Fatherland) in 1943. Yani enrolled in PETA as an Interpreter (in Japanese it is called Cuyaku), but because he had a talent for military strategy and leadership, the Japanese proposed him to become a full-fledged military soldier by attending Heiho military education in Magelang and Syodanco Military Education in Bogor. In 1945, Yani joined the army of the Republic of Indonesia by forming a battalion (battalion 4 regiment XIV Magelang) to resist the British colonization of Magelang. Due to his excellent achievements with good leadership strategy talents, in 1948, Ahmad Yani was promoted to Lieutenant Colonel and led the Diponegoro Brigade in charge of the Suryosumpeno Battalion, Daryatmo Battalion and Panuju Battalion. The highlight of Yani's career was in 1963-1965 as Chief of Army Staff with the rank of Lieutenant General. In 1965 there was a conflict of political ideologies that caused friction during the reign of President Soekarno between the Presidential Palace and the Indonesian Army. Ahmad Yani was accused of interfering in President Sukarno's policies. In the end, Yani was shot and thrown into a water well in Lubang Buaya Jakarta. This event was known as the September 30, 1965 Movement by the PKI (G30S/PKI). Keywords: Military Strategy, PETA, Revolution, Defense, Strategic Leadership