cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Analisis Rasionalisasi Ritual Adat Mappacci Pada Masyarakat Etnis Bugis di Desa Jeruju Besar Munandar Munandar; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3145

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: rasionalisasi mappacci pada masyarakat etnis Bugis di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, rasionalisasi fungsi mappacci, dan rasionalisasi makna mappacci pada masyarakat etnis Bugis di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Data diambil dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil wawancara dan observasi dengan 5 informan dibagi menjadi informan kunci dan informan pendukung. Data diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi mendalam serta menggunakan dokumen yang relevan dengan penelitian. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa rasionalisasi mappacci tradisional di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap memiliki beberapa prosesi, yaitu kedua mempelai yang duduk di atas lamming, membaca Al-barzanji dan Khatamul Qur'an, memasang pacci (daun pacar), dan membaca doa. -doa untuk ucapan selamat dan makan bersama rasionalisasi fungsi mappacci meliputi pedoman perilaku, kontrol sosial, dan identitas kelompok masyarakat Bugis di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya rasionalisasi makna mappacci tradisional meliputi aspek agama, budaya dan pendidikan.Kata Kunci: Rasionalisasi, Mappacci, Etnis Bugis AbstractThis research was conducted in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. The purpose of this research is to find out: the rationalization of the mappacci in the Bugis ethnic community in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, the rationalization of the function of the mappacci, and the rationalization of the meaning of the mappacci in the Bugis ethnic community in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District. The research approach used is qualitative research using descriptive methods. Data were taken using observation, interview, and documentation methods. The results of interviews and observations with 5 informants were divided into key informants and supporting informants. The data were obtained using interview and in-depth observation techniques and using documents relevant to the research. From the results of the study it was found that the rationalization of the traditional mappacci in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District had several processions, namely the bride and groom sitting on a lamming, reading Al-barzanji and Khatamul Qur'an, installing pacci (henna leaves), and reading prayers. -prayers for congratulations and eat together rationalization of the function of the mappacci includes behavioral guidelines, social control, and group identity of the Bugis community in Jeruju Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency rationalization of the meaning of the traditional mappacci includes aspects of religion, culture and education.Keyword: Rasionalisasi, Mappacci, Etnis Bugis
Globalisasi dan Lunturnya Budaya Gotong Royong Masyarakat DKI Jakarta Dani Dasa Permana; Endro Legowo; Panji Suwarno; Pudjo Widodo; Herlina Risma Juni Saragih; Tomi Aris
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3155

Abstract

Abstrak Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara memiliki cita-cita luhur yang diwujudkan dengan budaya gotong royong. Arus Globalisasi telah merasuk ke seluruh sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang dampaknya sangat besar dan tidak dapat terhindarkan. Kebiasaan bergotong royong yang mampu membangun semangat kekeluargaan masyarakat Jakarta yang dulu pernah ada sekarang berganti dengan rasa individualisme. Lunturnya rasa kebersamaan dan kekeluargaan di lingkungan masyarakat dapat memicu mudahnya terjadi perpecahan dan hilangnya persatuan dan kesatuan diantara masyarakat DI Jakarta, oleh karenanya budaya Gotong Royong yang menjadi ciri bangsa Indonesia perlu ditumbuhkan kembali. Perpecahan di masyarakat dan berbagai potensi konflik akan mengancam Ketahanan Nasional hal ini yang menjadikan pentingnya Budaya Gotong royong dalam menangkal arus Globalisasi yang berdampak negative di Masyarakat. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama penelitian dan desain pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-eksplanatif. Temuan dalam penelitian ini didapatkan bahwa di Era globalisasi pada saat ini sangat berpengaruh besar terhadap budaya gotong royong mulai menghilang, luntur bersama perkembangan jaman. Hadirnya pengaruh globalisasi yang membawa pada lunturnya budaya Gotong royong pada Masyarakat DKI Jakarta, mengharuskan kita berupaya untuk membangun kembali budaya gotong-royong. Karena pada kenyataannya Budaya gotong royong adalah cerminan perilaku yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia sejak zaman dahulu. Dengan mempertahankan budaya gotong royong berarti mempertahankan persatuan, solidaritas serta kebersamaan sebagai identitas bangsa Indonesia. Kata Kunci: Globalisasi, Gotong Royong, Jakarta Abstract Indonesian people in the life of society, nation and state have lofty ideals that are realized by the culture of gotong royong. The current of globalization has penetrated into all aspects of social, national and state life whose impact is enormous and unavoidable. The habit of working together that was able to build the family spirit of the Jakarta community that once existed is now replaced with a sense of individualism. The fading of the sense of togetherness and kinship in the community can easily trigger divisions and the loss of unity and integrity among the people of DI Jakarta, therefore the culture of Gotong Royong that characterizes the Indonesian nation needs to be re-grown. Divisions in society and various potential conflicts will threaten National Resilience, this makes the importance of the Culture of Mutual Cooperation in countering the flow of Globalization which has a negative impact on society. The research method used in this research is qualitative with the researcher as the main research instrument and the design approach used is descriptive-explanative. The findings in this study found that in the current era of globalization, it is very influential on the culture of gotong royong starting to disappear, fading along with the times. The presence of the influence of globalization which has led to the disappearance of the culture of gotong royong in the people of DKI Jakarta, requires us to try to rebuild the culture of gotong royong. Because in reality the culture of gotong royong is a reflection of behavior that has been the hallmark of the Indonesian nation since ancient times. Maintaining the culture of gotong royong means maintaining unity, solidarity and togetherness as the identity of the Indonesian nation. Keywords: Globalization, Gotong Royong, Jakarta
Peduli Lingkungan Berbasis Green Constitution pada Masyarakat Nalu Sukmawati; Nasran; Imran
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3156

Abstract

Abstrak Dalam penerapan konsep “Green Constitution” terhadap masyarakat, kami melakukan observasi awal terhadap salah satu lingkungan pesisir. Di lingkungan ini memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk peningkatan taraf lingkungan hidup sehat dan bahkan peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat setempat. Potensi tersebut berupa pantai yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun saat ini, lingkungan di daerah tersebut belum terjaga dengan baik dikarenakan masyarakat membuang sampah rumah tangga di sembarang tempat sehingga berdampak pada pencemaran di daerah pesisir. Secara umum tujuan penelitian ini adalah dengan menerapkan konsep “Green constitution” untuk pembetukan karakter terhadap masyarakat pesisir di Kelurahan Nalu sebagai upaya menjaga lingkugan dari berbagai pencemaran lingkungan terutama limbah rumah tangga. Kata Kunci: Karakter, masyarakat Nalu, Green Constitution Abstract In applying the concept of "Green Constitution" to the community, we made initial observations on one of the coastal environments. This environment has various potentials that can be developed to increase the level of a healthy living environment and even increase the economic income of the local community. The potential is in the form of a beach which is an attraction for local and foreign tourists. However, at this time, the environment in the area has not been properly maintained because people throw household waste in any place so that it has an impact on pollution in coastal areas. In general, the purpose of this study is to apply the concept of "Green constitution" for character building for coastal communities in Nalu Village as an effort to protect the environment from various environmental pollutions, especially household waste. Keywords: Character, Society of Nalu, Green Constitution
Analisis Kinerja Persiapan Kedatangan Pesawat Lion Air oleh Petugas Ramp Handling di Ramp Side Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak Kalimantan Barat Hariani Batubara; Desiana Rachmawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3157

Abstract

Abstrak Kegiatan operasional pada suatu perusahaan memang menjadi pokok yang paling utama dalam tercapainya suatu target perusahaan. Oleh karena itu perusahaan penerbangan bekerjasama dalam penanganan operasional daratnya terhadap kepada perusahaan penyedia jasa Ground Handling. Tujuannya untuk Mengetahui kinerja petugas berdasarkan SOP dalam persiapan kedatangan pesawat di Ramp side yang dilakukan oleh petugas Ramp Handling PT Mulyo Citra Angkasa di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak, Mengetahui apa saja kendala yang dialami petugas Ramp Handling di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan metode deskriptif dengan pendekatan penelitian kualitatif karena bersifat mencari dan menggali informasi dari informasi di lapangan. Dan dari informasi-informasi tersebut dapat disimpulkan dan diketahui petunjuk dan mendapatkan informasi lainnya.. Teknik pengmpulan data ini menggunakan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun informan dalam penelitian ini merupakan perwakilan 3 orang dari petugas Ramp Handling. Kinerja petugas Ramp handling dalam persiapan kedatangan pesawat sudah baik, dibuktikan dengan temuan peneliti yang menunjukan bahwa petugas unit Ramp Handling bekerja sesuai SOP yang berlaku. Dikaji dari indikator kinerja petugas unit Ramp bahwa unit Ramp Handling sisi side sudah bekerja dengan baik dari sisi kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, efektivitas sampai sisi kemandirian dan juga untuk upaya yang diberikan oleh pihak petugas Ramp Handling yaitu petugas memberikan kemudahan bagi penumpang dalam menyusun ulang rencana perjalanan serta wajib membantu melakukan pemesanan pulang atau pemindahan ke penerbangan lainnya. Kata Kunci: Kinerja, Ramp Handling, SOP Abstract Operational activities in a company are indeed the most important point in achieving a company's target. Therefore, airline companies cooperate in handling their ground operations with ground handling service providers. The aim is to determine the performance of officers based on SOPs in preparation for the arrival of aircraft at the Ramp side carried out by PT Mulyo Citra Angkasa Ramp Handling officers at Pontianak Supadio International Airport, to find out what obstacles are experienced by Ramp Handling officers at Pontianak Supadio International Airport. This study uses a descriptive method with a qualitative research approach because it is seeking and extracting information from information in the field. And from this information, it can be concluded and known instructions and get other information. This data collection technique uses interview data, observation, and documentation. The informants in this study were representatives of 3 people from the Ramp Handling officers. The performance of the Ramp Handling officers in preparation for the arrival of the aircraft has been good, as evidenced by the findings of researchers which show that the Ramp Handling unit officers work according to the applicable SOP. It was assessed from the performance indicators of the Ramp unit officers that the Ramp Handling unit on the side had worked well in terms of quality, quantity, timeliness, effectiveness to the independence side and also for the efforts given by the Ramp Handling officers, namely the officers provided convenience for passengers in rearranging itineraries and must assist in making return bookings or transfers to other flights. Keywords: Performance, Ramp Handling, SOP
Motivasi Belajar Peserta Didik pada Masa Pandemi Covid-19 dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri 11 Pontianak Awaludin Awaludin; Sri Buwono; Hadi Wiyono; Aminuyati Aminuyati; Thomy Sastra Atmaja
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3161

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik peserta didik dalam pembelajaran IPS masa pandemi Covid-19 kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskritif dengan bentuk penelitian studi survei (survey studies). Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 219 peserta didik dan sampel 70 peserta didik. Teknik pengumpulan data berupa teknik komunikasi tidak langsung yaitu teknik angket. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan penyebaran angket melalui Google Form. Teknk analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan motivasi intrinsik peserta didik dalam pembelajaran IPS masa pandemi Covid-19 kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak  termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan motivasi ekstrinsik peserta didik kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak termasuk dalam kategori tinggi pula. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar baik motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik peserta didik masa pandemi Covid-19 kelas VIII SMP Negeri 11 Pontianak termasuk dalam kategori tinggi.Kata Kunci: Motivasi Belajar, Pembelajaran IPS, Pandemi Covid-19. AbstractThis study aims to determine the intrinsic motivation and extrinsic motivation of students in social studies learning during the Covid-19 pandemic in class VIII of SMP Negeri 11 Pontianak. The method used in this research is descriptive quantitative method in the form of survey studies. This study used a population of 219 students and a sample of 70 students. Data collection techniques in the form of indirect communication techniques, namely questionnaire techniques. The tool used to collect data by distributing questionnaires through Google Forms. Data analysis technique using descriptive statistics. The results showed that the intrinsic motivation of students in social studies learning during the Covid-19 pandemic class VIII of SMP Negeri 11 Pontianak was included in the high category. Meanwhile, the extrinsic motivation of class VIII students of SMP Negeri 11 Pontianak is included in the high category as well. Thus, it can be concluded that the learning motivation, both intrinsic motivation and extrinsic motivation of students during the Covid-19 pandemic class VIII SMP Negeri 11 Pontianak is included in the high category.Keywords: Learning Motivation, Social Science Learnng, Pandemic Covid-19
Analisis Rasionalisasi Nilai-Nilai Mitos Tradisi Bepapas Pada Masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu Kabupaten Sambas Rino Rino; Imran Imran; Iwan Ramadhan; Jagad Aditya Dewantara
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3162

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi, fungsi, dan makna rasionalisasi nilai-nilai mitos tradisi bepapas pada masyarakat Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu, Kabupaten Sambas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data adalah panduan observasi, panduan wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan, pengujian validitas data adalah ekstensi observasi, dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi dalam tradisi bepapa Melayu Sambas di Desa Tempapan Hulu dibagi menjadi 3, yaitu proses awal, proses inti dan proses akhir. Proses awalnya adalah menyiapkan daun tertentu, kemudian diikat dan disatukan, setelah itu dimasukkan ke dalam air tepung beras yang telah dicampur dengan kasai langgir. Proses intinya adalah daun dipukuli sampai ke bagian-bagian tertentu dari tubuh seseorang dengan mulai membaca basmalah. Proses terakhir adalah membaca doa ucapan selamat, dan akhirnya makan jamuan makan. Fungsi tradisi bepapas terdiri dari beberapa fungsi seperti memperkuat hubungan persahabatan, membiasakan diri menghormati tamu, menumbuhkan sikap murah hati, menjaga nilai-nilai tradisional, sebagai sarana dakwah dalam nilai-nilai Islam, mengajarkan tentang ungkapan syukur, dan membiasakan diri hidup bersih. Makna tradisi bepapas terdapat pada alat dan bahan yang digunakan, seperti daun njuang, daun mentibar, daun mbali, air menolak bala bantuan, tepung beras (kasai), seribu daun, dan batok kelapa. Segala sesuatu yang terkandung dalam tradisi bepapas, baik dalam prosesi, fungsi, maupun maknanya, memiliki rasionalisasi mitos yang dapat diterima dengan akal dan dianggap logis oleh masyarakat umumKata Kunci: Rasionalisasi Mitos, Tradisi Bepapas, Melayu Sambas AbstractThis research aims to determine the procession, function, and meaning of the rationalization of the mythical values of the bepapas tradition in the Sambas Malay community in Tempapan Hulu Village, Sambas Regency. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques used observation, interview, and documentation techniques. The data collection tools are observation guides, interview guides, and documentation. The data analysis techniques are data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification, data validity testing was observation extension, and triangulation. The results showed that the procession in the Sambas Malay bepapas tradition in Tempapan Hulu Village was divided into 3, which are the initial process, the core process and the final process. The initial process is to prepare certain leaves, then they are tied and put together, after that they are put in rice flour water that has been mixed with kasai langgir. The core process is that the leaves are beaten to certain parts of a person's body by starting to read basmalah. The final process is reading a congratulatory prayer, and finally eating a banquet. The function of the bepapas tradition consists of several functions such as strengthening friendship relations, getting used to respecting guests, fostering a generous attitude, maintaining traditional values, as a means of da'wah in Islamic values, teaching about expressions of gratitude, and getting used to living clean. The meaning of the bepapas tradition is contained in the tools and materials used, such as njuang leaves, mentibar leaves, mbali leaves, water rejects reinforcements, rice flour (kasai), thousand leaves, and coconut shells. Everything contained in the bepapas tradition, both in its procession, function, and meaning, has a mythical rationalization that can be accepted by reason and is considered logical by the general publicKeywords: Rationalization of Myths, Bepapas Tradition, Malay Sambas
Dampak Penumpukan Rubber Deposit di Runway Terhadap Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma Jakarta Robbi Cahyo Maulana; Susilo Adi Purwantoro; Suyono Thamrin; Abdi Manab Idris
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3164

Abstract

AbstrakLandasan pacu atau Runway merupakan infrastruktur inti dalam suatu Aerodrome yang berfungsi sebagai tempat tinggal landas (Takeoff) dan mendarat (Landing) suatu pesawat, oleh karena itu Landasan harus dalam keadaan prima sepanjang waktu, akibat dari aktivitas Takeoff dan Landing maka akan timbul tumpukan sisa karet ban dari Landing gear pesawat yang mana tumpukan ini disebut dengan Rubber Deposite, bila terdapat tumpukan yang tebal maka pada saat proses Landing pesawat akan mengalami slip yang dikarenakan kurangnya gaya gesek antara ban pesawat dengan permukaan landasan yang dapat mengakibatkan pesawat Overrun. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh apa penanganan penumpukan Rubber deposite di landasan pacu Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, dan kajian pustaka. Data yang diperoleh kemudian akan diolah dengan Data reduction, Data display, dan Conclusion drawing untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dan membuang data yang tidak diperlukan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terkait dengan penumpukan Rubber Deposite di landasan yang terjadi di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma sudah dilakukan penanggulangan-penanggulangan yang sesuai dengan apa yang sudah diatur Dirjen Perhubungan udara yang tertulis dalam SKEP/77/VI/2005, yakni berdasarkan frekuensi penerbangan dalam suatu Aerodrome dalam hal ini Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma sebanyak 154 pergerakan setiap hari dan di dalam aturan SKEP/77/VI/2005, angka 154 memiliki jadwal pembersihan Rubber deposite selama 3 bulan sekali dan hasil ini sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan dengan dibuktikan hasil wawancara dengan teknik Landasan Bandar Udara internasional Halim Perdanakusuma. sehingga hal tersebut menjamin keamanan penerbangan yang berlangsung di lokasi peneliti melakukan penelitianKata Kunci: Runway, Rubber Deposite, Undang-Undang AbstractRunway or Runway is the core infrastructure in an Aerodrome that functions as a place to take off (Takeoff) and land (Landing) an aircraft, therefore the runway must be in prime condition all the time, as a result of Takeoff and Landing activities there will be a pile of residual rubber tires from the landing gear of the aircraft which this pile is called the Rubber Deposite,  if there is a thick pile, during the landing process the aircraft will experience a slip due to the lack of friction force between the tires of the aircraft and the runway surface which can cause the aircraft to overrun. This study is intended to find out the extent of handling the accumulation of Rubber deposits on the runway of Halim Perdanakusuma International Airport. This research uses qualitative methods using data collection techniques, interviews, and literature reviews. The data obtained will then be processed with Data reduction, Data display, and Conclusion drawing to obtain the data needed and discard data that is not needed in this study. The results of this study show that related to the accumulation of Rubber Deposits on the runway that occurred at Halim Perdanakusuma International Airport, countermeasures have been carried out in accordance with what has been regulated by the Director General of Civil Aviation written in SKEP/77/VI/2005, , namely based on the frequency of flights in an Aerodrome in this case Halim Perdanakusuma International Airport as many as 154 movements every day and in the skep/77/VI/2005 rules, the number 154 has a rubber deposit cleaning schedule for 3 months and this result is in accordance with what happens in the field with evidenced by the results of interviews with the engineering of halim Perdanakusuma International Airport. so that this ensures the safety of flights that take place at the location where the researcher conducts the research.Keywords: Runway, Rubber Deposit, Act
Analisis Potensi Ancaman Asimetris Berdasarkan Kerentanan Keamanan Siber Sektor Industri Energi Baru Terbarukan (EBT) Joko Yulianto; Suyono Thamrin; Yusuf Ali; Abdi Manab Idris
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3165

Abstract

AbstrakAwal Dekade ini merupakan tonggak awal transisi dari masa industri 4.0 menjadi Society 5.0. Perubahan era ini menyebabkan seluruh lapisan masyarakat harus dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Dalam Society 5.0 dimana komponen utamanya adalah manusia yang mampu menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi dapat meminimalisir adanya kesenjangan pada manusia dan masalah ekonomi dikemudian hari. akan tetapi dengan berkembangnya teknologi menyebabkan dampak pada Perkembangan konflik dan peperangan yang saat ini telah masuk ke babak baru. Ancaman yang dapat timbul beragam, tidak terlihat secara real dan tidak menentu. Ancaman tersebut adalah ancaman siber yang berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi suatu negara. Salah satu dampak besar yang dapat terjadi di masa depan adalah serangan siber terhadap objek vital nasional atau infrastruktur kritis negara seperti pembangkit listrik. Pembangkit listrik energi terbarukan memanfaatkan teknologi tinggi yang terhubung ke jaringan distribusi besar yang menyebabkan jika tidak memperkuat pengamanan jaringan maka dapat menimbulkan black out listrik hingga pemadaman secara keseluruhan yang disebabkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab/non-state actors. Oleh sebab itu semua negara harus dapat mempersiapkan pembinaan, membentuk satuan baru dan memperkuat masing-masing pertahanan negara mereka.Kata Kunci: Keamanan Siber, Ancaman Siber, Sektor Energi Terbarukan, Peperangan Asimetris AbstractThe beginning of this decade was the initial milestone of the transition from the industrial period 4.0 to Society 5.0. The changes in this era have caused all walks of life to be able to adjust to technological developments. In Society 5.0 where the main component is humans who are able to create new value through technological developments, it can minimize gaps in humans and economic problems in the future. however, with the development of technology, it has an impact on the development of conflicts and wars that have now entered a new chapter. The threats that can arise are diverse, invisible in real terms and erratic. Such threats are cyber threats that have the potential to cause huge losses to a country. One of the major impacts that could occur in the future is cyberattacks against national vital objects or critical infrastructure of the country such as power plants. Renewable energy power plants utilize high technology connected to large distribution networks which causes if it does not strengthen network security, it can cause power blackouts to overall outages caused by irresponsible parties / non-state actors. Therefore, all countries must be able to prepare for development, form new units and strengthen each of their country's defenses.Keywords: Cybersecurity, Cyber Threats, Renewable Energy Sector, Asymmetric Warfare
Perancangan Sistem Pemanas Ruangan dengan Memanfaatkan Energi Panas dari Brine di Lapangan Panas Bumi Wayang Windu Fhandy Pandey; Yanif Dwi Kuntjoro; Arifuddin Uksan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3166

Abstract

AbstrakFluida yang diproduksikan dari sumur-sumur lapangan panas bumi bisa berwujud satu fasa air, satu fasa uap ataupun dalam bentuk dua fasa (air dan uap). Pada lapangan-lapangan panas bumi yang memproduksikan dua fasa fluida, fasa uap dan air dipisah dengan menggunakan separator. Uap digunakan untuk menggerakan turbin. Fluida hasil pemisahan (brine) diinjeksikan kembali ke dalam reservoir. Injeksi kembali fluida ke dalam reservoir melalui sumur reinjeksi. Brine hasil pemisahan masih memiliki energi panas dan dapat dimanfaatkan kembali. Temperatur brine yang dimanfaatkan untuk pemanasan ruangan akan berkurang. Jika temperatur brine berkurang hingga melewati nilai tertentu, maka akan menimbulkan terbentuknya endapan (scaling) pada pipa brine tersebut. Nilai minimum temperatur brine perlu diketahui. Nilai minimum berguna untuk mempertimbangkan besar heat loss dari brine yang digunakan untuk pemanasan ruangan. Tujuan kajian ini yaitu merancang alat penukar panas untuk sistem pemanas ruangan menggunakan brine panas bumi. Sistem pemanas ruangan untuk 64 kamar. Hasil perhitungan didapatkan besar area perpindahan panas HE yaitu 113.9 m2 dan Panjang Pipa HE yaitu 57,11 m. Luas penampang ducting untuk setiap ruangan yaitu 0.05 m2. Nilai SSI < 1 menunjukan bahwa brine keluaran dari heat exchanger menuju sumur injeksi tidak terjadi pengendapan silika.Kata Kunci: energi terbarukan, panas bumi, geotermal, penukar panas, pemanas ruangan AbstractThe fluid produced from geothermal field wells can be in the form of one air phase, one vapor phase, or two phases (water and steam). In geothermal fields that produce two fluid phases, the vapor and water phases are separated using a separator. The steam is used to drive the turbine. The brine is reinjected into the reservoir. Re-injection brine into the reservoir through reinjection wells. Brine still has heat energy and can be reused. Reuse of brine for agriculture, agro-industry, fisheries, tourism, greenhouses, heating, and others. The temperature of the brine used for heating the room will be reduced. If the temperature of the brine is reduced beyond a certain value, it will cause the formation of deposits (scaling) in the brine pipe. The minimum brine temperature value needs to be known. The minimum value is useful for considering the amount of heat loss from the salt water used for heating the room. The purpose of this research is to design a heat exchanger for a space heating system using geothermal brine. The results of the calculation of the HE heat transfer area are 113.9 m2 and the HE pipe length is 57.11 m. The cross-sectional area of ducting for each room is 0.05 m2. SSI value < 1 indicates that the brine output from the heat exchanger to the injection well does not contain silica.Keywords: Renewable Energy, Brine, Geothermal, Heat Exchanger, Space Heating
Pendidikan Ilmu Pertahanan Sebagai Mata Kuliah Wajib Perguruan Tinggi Untuk Meningkatkan Kemampuan Bela Negara Mahasiswa Samuel Yohenson Yoce Matthews; Yanif Dwi Kuntjoro; Mohamad Ikhwan Syahtaria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3167

Abstract

AbstrakBela Negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Mahasiswa sebagai bagian dari warga negara merupakan komponen pendukung untuk meningkatkan kekuatan komponen cadangan dan komponen utama pertahanan negara. Mahasiswa juga merupakan sumber daya yang potensial untuk menjadi bagian dari komponen cadangan maupun komponen utama. Peran ini menuntut mahasiswa sebagai kader intelektual bela negara dan komponen pendukung untuk memiliki kompetensi keilmuan di bidang ilmu pertahanan, guna meningkatkan kemampuan bela negara mahasiswa. Pendidikan ini bukanlah upaya militerisasi, namun upaya pengembangan kompetensi ilmu pertahanan. Penelitian ini berisi gagasan konseptual terkait pemberlakuan pendidikan ilmu pertahanan sebagai mata kuliah wajib  perguruan tinggi sebagai upaya meningkatkan kemampuan bela negara mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan melalui tinjauan pustaka dan studi literatur. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah pendidikan ilmu pertahanan sesungguhnya diperlukan dan memiliki peluang untuk dijadikan mata kuliah wajib di perguruan tinggi untuk meningkatan kemampuan bela negara mahasiswa dalam mewujudkan penerapan doktrin strategi sistem pertahanan keamanan rakyat semesta.Kata Kunci: Bela Negara, Ilmu Pertahanan, Pendidikan, SISHANKAMRATA AbstractState Defense is the right and obligation of every citizen. Students as part of the citizenry are a supporting component to increase the strength of the reserve component and the main component of the country's defense. Students are also a potential resource to be part of the reserve component as well as the main component. This role requires students as intellectual cadres of state defense and supporting components to have scientific competence in the field of defense science, in order to improve the student's state defense ability. This education is not an effort to militarize, but an effort to develop defense science competencies. This research contains conceptual ideas related to the implementation of defense science education as a compulsory university course as an effort to improve the student's state defense ability. This research is a descriptive qualitative research conducted through literature review and literature studies. The result obtained from this research is that defense science education is actually needed and has the opportunity to be used as a compulsory course in universities to improve the ability to defend the student state in realizing the application of the doctrine of the universal people's security defense system strategy.Keywords: Defending the Country, Defense Sciences, Education, SISHANKAMRATA