cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,219 Documents
Leadership Challenges In The Vuca (Volatility, Uncertainly, Complexity, Ambiguity) Environment Rima Pertiwi; Mochammad Ferdion Firdaus; Aris Sarjito
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3046

Abstract

AbstractTechnological advances on various fronts led to a resource-hungry civilization. The need for considerable resources has an impact on the environmental or ecological crisis. This research uses a descriptive qualitative research method where researchers try to describe existing problems from the results of observations. VUCA is not a new concept in the face of change and the ability to adapt in a wide variety of conditions. This concept comes alive and becomes an abbreviation that every leader of the organization must instill when they want to survive and thrive.Keyword: Challenges, VUCA AbstrakKemajuan teknologi di berbagai bidang menyebabkan peradaban yang haus sumber daya. Kebutuhan akan sumber daya yang cukup besar berdampak pada krisis lingkungan atau ekologis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dimana peneliti mencoba mendeskripsikan permasalahan yang ada dari hasil pengamatan. VUCA bukanlah konsep baru dalam menghadapi perubahan dan kemampuan untuk beradaptasi dalam berbagai kondisi. Konsep ini menjadi hidup dan menjadi singkatan yang harus ditanamkan oleh setiap pemimpin organisasi ketika mereka ingin bertahan dan berkembang.Kata Kunci: Tantangan, VUCA
Implementasi Peperangan Ranjau Dalam Keamanan Maritim Guna Mendukung Pembangunan Nasional Ferry Kurniawan; Sulistiyanto Sulistiyanto; Luthfi Adin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3047

Abstract

AbstrakWilayah laut Indonesia memiliki makna yang sangat penting  dalam pembangunan nasional, dengan konfigurasi wilayah dua pertiga wilayah lautan dan sepertiga daratan. Sehingga laut dengan segala aspek kehidupannya memegang peranan penting dalam pembangunan nasional. Konsep Indonesia sebagai poros maritim dunia yang ditopang 5 pilar kebijakan utama berupa integritas wilayah yurisdiksi; menjaga pertahanan dan keamanan; memastikan keselamatan; pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab; serta memproyeksikan kepentingan nasional dengan menerapkan Good Goverment disetiap aspek dan institusi terkait dalam pembangunan sektor maritim di Indonesia, dihadapkan dengan keamanan nasional. Oleh karena itu peneliti melihat korelasi pembangunan maritim dalam mendukung poros maritim dunia dengan latar belakang sejarah dan kondisi geografi yang dimiliki bangsa Indonesia, beberapa perairan diwilayah Indonesia sebagian besar masih merupakan wilayah pertahanan maritim berupa area medan ranjau di wilayah perairan dengan potensi bahaya ranjau ex perang dunia II. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan jaminan keamanan dan keselamatan pengembangan pembangunan maritim dari bahaya ranjau laut ex perang dunia II dan implementasi peperangan Ranjau yang telah dilaksanakan dalam mendukung pembangunan maritim di Indonesia.Kata Kunci: Keamanan Maritim, Pembangunan Maritiman, Peperangan Ranjau. AbstractIndonesia’s maritime territory has a very important meaning in terms of national development, with a configuration of two-thirds of the ocean and one-third of the land area. Thus, the sea with all aspects of its life plays an important role in national development. The concept of Indonesia as the world's maritime axis supported by 5 main policy pillars in the form of territorial integrity of jurisdiction; maintain defense and security; ensure safety; responsible management of resources; as well as projecting the national interest by implementing Good Governance in every aspect and related institution in the development of the maritime sector in Indonesia, is now facing national security. Therefore, the researcher looks at the correlation of maritime development in supporting the world's maritime axis with the historical background and geographical conditions maritime territory of Indonesia, some of the waters in the territory of the country are still largely maritime defense areas in the form of minefield areas with the potential danger due to ex-war mines during World War II. The purpose of this study is to determine the implementation of security and safety guarantees, the maritime development from the dangers of sea mines ex World War II and the implementation of Mine Warfare (Mine Counter Measures) that have been implemented to support maritime development in Indonesia.Keywords: Maritime Security, Maritime Development, Mine Counter Measure.
Teknologi Energi Terbarukan Ocean Power Technologies Mochamad Tauffauzan Catur Junihartomo; Zakky Al Mubaroq; Sri Sundari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3050

Abstract

AbstrakKehidupan manusia tidak terlepas dari penggunaan energi. Berbagai hal seperti memasak, berpergian, hingga bekerja, semua membutuhkan energi. Saat ini energi yang paling besar dibutuhkan adalah energi listrik. Untuk menghasilkan energi listrik dibutuhkan pembangkit listrik baik berbahan bakar tak terbarukan maupun terbarukan. Perkembangan teknologi energi terbarukan saat ini sudah berkembang sangat pesat. Pemanfaatan energi terbarukan ini bertujuan untuk menanggulangi perubahan iklim global, dan kebergantungan kepada penggunaan energi fosil. Begitu banyak sumber daya alam yang dapat digunakan dan dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan, diantaranya adalah Ocean Power Technologies. Teknologi tenaga laut merupakan teknologi pembangkit energi listrik yang bekerja dengan memanfaatkan berbagai macam sifat dan gerakan laut. Teknologi laut dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya teknologi arus laut, teknologi gelombang laut, dan Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Dengan banyaknya tipe teknologi ini akan memudahkan penyesuaian dengan karakteristik laut yang akan dimanfaatkan.Kata Kunci: Ocean Power Technologies, Energi Arus, Energi ombak, Ocean Thermal Energy Conversion, Energi Terbarukan AbstractHuman life is inseparable from the use of energy. Various things such as cooking, traveling, to work, all require energy. Currently, the most needed energy is electrical energy. To produce electrical energy, power plants are needed, both non-renewable and renewable fuels. The development of renewable energy technology is currently developing very rapidly. The use of renewable energy aims to tackle global climate change, and dependence on the use of fossil energy. So many natural resources that can be used and utilized as renewable energy sources, including Ocean Power Technologies. Marine power technology is an electrical energy generation technology that works by utilizing various properties and movements of the sea. Marine technology is divided into several types, including ocean current technology, ocean wave technology, and Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). With so many types of technology, it will make it easier to adjust to the characteristics of the sea to be utilized. Keywords: Ocean Power Technologies, Current Energy, Wave energy, Ocean Thermal Energy Conversion, Renewable Energy
Empat Pilar Kebangsaan Sebagai Dasar Perumusan Naskah Politik Dan Strategi Nasional Vania Amelia Annava; Bayu Asih Yulianto; Panji Suwarno; Pujo Widodo; Herlina Juni Risma Saragih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3051

Abstract

AbstrakNegara Kesatuan Republik Indonesia memerlukan perencanaan pembangunan nasional untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Tujuan dan cita-cita negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 ditujukan guna mengembangkan tujuan pembangunan nasional; maka Indonesia perlu memahami visi, misi dan strategi dengan jelas. Keunggulan sosial budaya tersebut mengkristal dalam bentuk nilai-nilai filosofis kehidupan berbangsa, antara lain jati diri bangsa, jiwa bangsa, landasan spiritual kebangsaan, cita-cita bangsa, identitas dan keutuhan bangsa yang terikat dalam satu kesatuan pilar-pilar kebangsaan bangsa Indonesia. Penulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran besar empat pilar kebangsaan Indonesia dalam menentukan arah strategis politik dan strategi nasional bangsa Indonesia; dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif.Kata kunci: Empat Pilar Kebangsaan, Dasar Perumusan, Politik dan Strategi Nasional AbstractThe Republic of Indonesia requires a national development plan to support sustainable development. The goals and ideals of the state as stated in the preamble to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia are aimed at developing national development goals; then Indonesia needs to understand the vision, mission and strategy clearly. These socio-cultural advantages are crystallized in the form of philosophical values of national life, including national identity, national spirit, national spiritual foundation, national ideals, national identity and integrity that are bound in one unified pillar of the Indonesian nation's nationality. This writing aims to identify the major roles of the four pillars of Indonesian nationality in determining the political strategic direction and national strategy of the Indonesian nation; by using descriptive qualitative method.Keywords: Four National Pillars, Fundamentak Formulation, National Politics and Strategy
Analisis Pengaruh Lingkungan Kerja Dan Fasilitas Kerja Di Gedung Terminal Baru terhadap Kinerja Pegawai Di Unit Aviation Security (Avsec) Pada Bandar Udara Trunojoyo Sumenep Ramadhannisa Kinanti; Nur Makkie Perdana Kusuma
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3052

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana pengaruh lingkungan kerja & fasilitas kerja di Gedung terminal baru terhadap kinerja petugas aviation security di Bandar Udara Trunojoyo Sumenep. Dalam hal ini petugas Aviation Security (AVSEC) di Bandar Udara Udara Trunojoyo Sumenep sebagai personil keamanan penerbangan kinerjanya berpengaruh menempati gedung terminal baru. Untuk meningkatkan kinerja petugas Aviation Security salah satunya adalah dengan memperhatikan faktor lingkungan dan fasilitas kerja. Penelitian ini menerapkan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner yang disebarkan kepada petugas Aviation Security. Pengambilan sampel menggunakan teknik Sampling Jenuh yang menggunakan semua anggota populasi sebagai sampel. Data primer tersebut diolah menggunakan SPSS 19 untuk mengetahui karakteristik responden, uji instrument data dan uji regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan fasilitas kerja terhadap kualitas kinerja petugas Aviation Security. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa adanya pengaruh yang signifikan variabel bebas (X1) lingkungan kerja dan (X2) fasilitas kerja terhadap variabel terikat (Y) kualitas kinerja petugas Aviation Security atau hipotesis di terima (H0).Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Fasilitas Kerja, Kinerja Karyawan, Aviation Security AbstractThis study aims to examine how the influence of the work environment & work facilities in the new terminal building on the performance of aviation security officers at Trunojoyo Airport Sumenep. In this case, Aviation Security (AVSEC) officers at Trunojoyo Airport Sumenep as flight security personnel have an influential. One of the ways to improve the performance of Aviation Security officers is to pay attention to work environment and work facilities factors. This study applies quantitative research using primary and secondary data. The data collection method used a questionnaire distributed to Aviation Security officers. Sampling using the Saturated Sampling technique which uses all members of the population as a sample. The primary data was processed using SPSS 19 to determine the characteristics of the respondents, test instrument data and simple linear regression test to determine the effect of the work environment and work facilities on the performance quality of Aviation Security officers. The results of data processing indicate that the independent variable (X) has a significant effect and (x2) work facilities on the dependent variable (Y) the performance quality of Aviation Security officers or the hypothesis is accepted (H0).Keywords: Work Environment, Work Facilities, Employee Performance, Aviation Security
Hubungan Pendidikan Karakter Mandiri Dengan Motivasi Belajar Mahasiswa Di Masa Pandemi Covid-19 Mahasiswa Prodi PPKn Universitas Darma Agung Medan Elvi Maya Sari Lubis; Tuti Justiani Zai; Sorta Uli Banjar Nahor; Wina Safitri; Cici Fitri Bety
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3055

Abstract

AbstrakPendidikan karakter mandiri adalah komponen yang paling penting dalam motivasi belajar. Mahasiswa yang termotivasi akan menunjukkan minatnya untuk melakukan aktivitas belajar, merasakan keberhasilan diri, mempunyai usaha-usaha untuk sukses dalam menyelesaikan tugasnya. Kemandirian adalah kebebasan individu untuk memilih dan menentukan dirinya sendiri. Pendidikan karakter sangat penting untuk diterapkan setiap mahasiswa. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: ada tidaknya hubungan Pendidikan karakter dengan motivasi mahasiswa dimasa pandemi covid-19 serta seberapa besar hubungan Pendidikan karakter dengan motivasi mahasiswa dimasa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif teknik pengumpulan data secara deskriptif. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Pendidikan karakter mandiri dengan motivasi belajar mahasiswa, dimana dapat dijelaskan perkuliahan mahasiswa akan optimal apabila karakter mandiri dan motivasi belajar mahasiswa baik. Namun, jika karakter mandirinya kurang baik maka motivasi belajarnya juga akan kurang optimal.Kata Kunci: Pendidikan, Karakter Mandiri, Motivasi Belajar. AbstractIndependent character education is the most important component in learning motivation. Motivated students will show their interest in doing learning activities, feel self-success, have efforts to be successful in completing their tasks. Independence is the freedom of the individual to choose and determine himself. Character education is very important for every student to apply. The problems studied in this study are: whether there is a relationship between character education and student motivation during the Covid-19 pandemic and how much character education has to do with student motivation during the Covid-19 pandemic. This research is a qualitative research on descriptive data collection techniques. The data analysis carried out is inductive based on the facts found in the field. From the results of the study, it shows that there is a relationship between independent character education and student learning motivation, where it can be explained that student lectures will be optimal if the independent character and student learning motivation are good. However, if the independent character is not good, the motivation for learning will also be less than optimal.Keywords: Education, Independent Character, Motivation to Learn
Pengaruh Penggunaan Media Visual Terhadap Hasil Belajar Siswa Dita Mesrawati Hulu; Karmila Pasaribu; Engrati Simamora; Setia Yarni Waruwu; Cici Fitri Bety
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3056

Abstract

AbstrakBelajar adalah suatu proses yang pasti terjadi pada setiap orang sepanjang hidupnya. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan study eksperimen. Pelaksanaan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajran visual terhadap hasil belajar saat tidak menggunakan media visual dan saat menggunakan media visual dalam proses pembelajaran. hasil penelitian yang telah dilakukan maka diketahui terdapat perbedaan hasil belajar siswa saat menggunakan media pembelajaran visual dan tanpa menggunakan media pembelajaran visual. Hasil tes= menggunakan media visual–tidak menggunakan media visual = 83%- 70% = 13%.Kata Kunci: Media, Hasil Belajar AbstractLearning is a process that inevitably occurs in every person throughout his life. The research method used in this study is a quantitative method with an experimental study. The implementation of this study is to determine the influence of the use of visual learning media on learning outcomes when not using visual media and when using visual media in the learning process. The results of the research that has been carried out, it is known that there are differences in student learning outcomes when using visual learning media and without using visual learning media. Test result= using visual media–not using visual media = 83%- 70% = 13%.Keywords: Media, Learning Outcomes
Pentingnya Pendidikan Karakter Anak Di Zaman Serba Digital Angela Sanni Maria Waruwu; Nari Rati; Derisman Buulolo; Foangeraigo Laia; Tomi Bertin Zalukhu; Cici Fitri Bety
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3057

Abstract

AbstrakPendidikan karakter adalah sebuah usaha untuk menerapkan nilai-nilai agama,moral,etika pada anak melalui ilmu pengetahuan,yang dibantu oleh orang tua,guru serta masyarakat yang sangat penting dalam pembentukan dan perkembangan karakter peserta didik.Setiap anak memiliki potensi yang baik sejak lahir,namun potensi tersebut harus terus terus diasah dan disosialisasikan dengan baik agar karakter setiap anak terbentuk dan berkembang secara maksimal. Di zaman serba digital ini juga anak dengan mudahnya menggunakan media digital. Zaman digital yang bukan hanya memiliki dampak positif,namun juga dampak negative pun menjadi tugas sendiri bagi orangtua dan masyarakat dewasa dalam membimbing dan memantau apa yang anak lakukan dengan media digitalnya tersebut,sehingga anak mampu memanfaatkan media digitalnya sebaik mungkin dan mendapatkan manfaat yang baik untuk dirinya sendiri dan hidupnya.Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini, Digital AbstractCharacter education is an effort to apply religious, moral, ethical values to children through science, which is assisted by parents, teachers and society which is very important in the formation and development of student character. Every child has good potential from birth, but this potential must continue to be honed and socialized properly so that the character of each child is formed and develops optimally. In this all-digital era, children also easily use digital media. The digital age, which not only has a positive impact, but also a negative impact, is also a task for parents and the adult community in guiding and monitoring what children do with their digital media, so that children are able to make the best use of their digital media and get good benefits for themselves and their lives.Keywords: Character Education, Early Childhood, Digital
Upaya Pemuda Banuarea Guna Membangun Objek Wisata Alam Seribu Goa Di Desa Banuarea Kecamatan Pakkat Kabupaten Humbang Hasundutan Dessy Eviana Siregar; Bentiarni Barasa; Elysa Putri Br Kembaren; Leonardo Panjaitan; Cici Fitri Bety
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3058

Abstract

AbstrakPemuda identik dengan sebutan generasi penerus bangsa dan menjadi sosok tumpuan bagi negara. Pemuda merupakan manusia yang pola pikirnya kritis dan kreatif akan suatu ide, dinamis, intelektual-terdidik serta memiliki semangat guna mengisi dan mempertahankan kedamaian serta kerukunan akan kemerdekaan yang sudah Indonesia dapatkan. Pemuda sebagai generasi penerus yang baik adalah pemuda yang tumbuh serta berkembang menuju pribadi yang unggul, berkarakter serta mandiri dalam melaksanakan setiap tugas yang diemban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait tentang upaya yang dilakukan Pemuda Banuarea setempat bersama dengan para masyarakat guna membangun objek Wisata Alam Seribu Goa di Desa Banuarea, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan. Subyek dari penelitian ini adalah Penasehat objek Wisata Alam Seribu Goa, masyarakat Desa Banuarea, yaitu pemuda dan penjaga yang sekaligus sebagai pemandu objek Wisata Alam Seribu Goa Desa Banuarea, sedang obyek penelitian adalah objek Wisata Alam Seribu Goa Banuarea. Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan secara kualitatif bersifat deskriptif, dengan teknik observasi (meninjau langsung), wawancara yang diikuti dengan dokumentasi. Hasil pengumpulan berupa data dan keterangan yang didapat yang mendukung penelitian dianalisis dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Banuarea, terutama para pemuda setempat dalam upaya membangun objek Wisata Alam Seribu Goa masih kurang optimal sebab belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten. Kata Kunci: Pemuda, Wisata Alam, Seribu Goa AbstractYouth is synonymous with the name of the next generation of the nation and becomes a fulcrum figure for the country. Youth are human beings whose mindset is critical and creative about an idea, dynamic, intellectual-educated and has the spirit to fill and maintain peace and harmony with the independence that Indonesia has obtained. Youth as a good next generation is a young man who grows and develops towards a person who is superior, has character and is independent in carrying out every task carried out. This study aims to analyze related to the efforts made by the local Banuarea Youth together with the community to build a Thousand Goa Nature Tourism object in Banuarea Village, Pakkat District, Humbang Hasundutan Regency. The subjects of this study are advisors to the Thousand Goa Nature Tourism objects, the people of Banuarea Village, namely young men and guards who are also guides for the Thousand Goa Nature Tourism object of Banuarea Village, while the object of research is the Object of Natural Tourism Thousand Goa Banuarea. Research conducted using a qualitative approach is descriptive, with observation techniques (direct review), interviews followed by documentation. The results of the collection in the form of data and information obtained that support the research are analyzed and ended with drawing conclusions. From the results of the study, it shows that the people of Banuarea Village, especially local youths in an effort to build the Thousand Goa Nature Tourism object are still not optimal because they have not received attention from the District Government. Keywords: Youth, Nature Tourism, A Thousand Caves
Skema Penyelesaian Sengketa Melalui Proses Mediasi Berdasarkan Perma No. 1 Tahun 2016 Ni Kadek Candra Nanda Devi; Kadek Julia Mahadewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3059

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilaksanakan mempunyai tujuan guna menjelaskan bagaimana skema lengkap didalam menyelesaikan persengketaan dengan mempergunakan prosedur mediasi. Berdasarkan Perma No.1 Tahun 2016 mengenai Prosedur Mediasi dipengadilan negeri. Dalam Perma No.1 Tahun 2016 mengenai Prosedur Mediasi dipengadilan ialah hasil revisi berdasarkan Perma No.1 Tahun 2008 serta Perma No.2 Tahun 2003, dijelaskan mengenai arti mediasi ialah “langkah menyelesaikan sebuah persengketaan dengan mempergunakan tahapan musyawarah agar mendapatkan kesepakatan seluruh pihak yang mempergunakan bantuan seorang mediator”. Mediator tidak mempunyai sebuah wewenang memutuskan seperti hakim, tapi mempunyai kewenangan agar membuat perdamaian seluruh pihak yang dilibatkan dengan tidak terdapat pihak yang mempunyai perasaan di rugikan berdasarkan kesepakatan yang sudah disepakati. Takdir Rahmadi, mengemukakan bahwasanya seorang tokoh ataupun ahli hukum di Indonesia memberikan pernyataan bahwasanya mediasi ialah sebuah prosedur menyelesaikan sengketa diantara dua ataupun lebih pihak dengan mempergunakan musyawarah ataupun mufakat yang berbantuan pihak yang tidak mempunyai wewenang memutuskan serta bersifat netral. Lembaga pengadilan dipergunakan sebagai sarana guna mewujudkan tujuan peradilan yang pembiayaannya terjangkau, cepat serta sederhana dengan efisien serta efektif, yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung selaku peradilan paling tinggi di Indonesia memulai memberikan gagasan berbagai metode guna mempercepat didalam langkah menyelesaikan sengketa di Pengadilan. Sebuah gagasan yang lumayan progresif diantaranya ialah mengintegrasikan mediasi dipengadilan. Proses mediasi sendiri tersusun dari 3 tahap, yakni tahap pramediasi, tahap proses mediasi serta tahap berakhirnya mediasi. Tahap pramediasi ialah tahap awal yangmana mediatornya membuat susunan beberapa tahapan serta menyiapkannya ketika mediasi belum dilaksanakan. Tahap pelaksanaan mediasi ialah tahap yangmana seluruh pihak yang terlibat sengketa dipertemukan serta bermusyawarah didalam sebuah forum. Serta tahapan akhir yakni implementasi mediasi ialah tahap yangmana seluruh pihak melaksanakan berbagai kesepakatan yang sudah mereka sepakati bersama didalam sebuah perjanjian secara tertulis. Kata Kunci: Sengketa, Penyelesaian Masalah, Prosedur Mediasi, Mediator Pengadilan Abstract The research carried out has the aim of explaining how the complete scheme is in resolving disputes using mediation procedures. Based on Perma No.1 of 2016 concerning Mediation Procedures in district courts. In Perma No.1 of 2016 concerning Mediation Procedures in court, which is the result of a revision based on Perma No. 1 of 2008 and Perma No. 2 of 2003, it is explained about the meaning of mediation as "a step to resolve a dispute by using the stages of deliberation in order to get an agreement from all parties who use it. the help of a mediator". The mediator does not have the authority to decide like a judge, but has the authority to make peace for all parties involved with no party feeling disadvantaged based on the agreed agreement. Takdir Rahmadi, stated that a figure or legal expert in Indonesia stated that mediation is a procedure for resolving disputes between two or more parties by using deliberation or consensus assisted by parties who do not have the authority to decide and are neutral. Court institutions are used as a means to realize the objectives of a judiciary whose financing is affordable, fast and simple, efficiently and effectively, organized by the Supreme Court as the highest judiciary in Indonesia, starting to provide ideas for various methods to speed up the steps to resolve disputes in court. A fairly progressive idea is to integrate mediation in court. The mediation process itself is composed of 3 stages, namely the premediation stage, the mediation process stage and the mediation ending stage. The premediation stage is the initial stage in which the mediator makes arrangements for several stages and prepares them when mediation has not been carried out. The implementation stage of mediation is the stage where all parties involved in the dispute are met and discussed in a forum. And the final stage, namely the implementation of mediation, is the stage where all parties carry out various agreements that they have mutually agreed upon in a written agreement. Keywords: Dispute, Problem Solving, Mediation Procedure, Court Mediator