cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 2,081 Documents
PENGGUNAAN SUMBER BELAJAR DENGAN PENDEKATAN MULTILITERASI SISWA KELAS IX-C SMP NEGERI 27 TEBO PADA MATA PELAJARAN PPKN Reski Wilarsih; Dona Sariani; Irwan Irwan
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1994

Abstract

AbstrakBerdasakan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 27 Tebo menunjukkan masalah pada penggunaan sumber belajar dengan pendekatan multiliterasi siswa. Masalah yang dimaksud yaitu pada penggunaan sumber belajar untuk mendukung pembelajaran khususnya pada mata pelajaran PPKn, di mana siswa masih berpedoman pada Lembar Kerja Siswa (LKS) dan buku paket yang dimiliki siswa dari sekolah, tanpa didukung dengan referensi lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan sumber belajar dengan pendekatan multiliterasi siswa kelas IX-C SMP Negeri 27 Tebo. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 27 Tebo pada 07 September s/d 07 November 2020. Informan penelitian ini adalah guru mata Pelajaran PPKn, waka bidang kurikulum, dan siswa kelas IX-C (8 orang). Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah pengumpulan data kualitatif yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan sumber belajar dengan pendekatan multiliterasi siswa kelas IX-C SMP Negeri 27 Tebo pada mata pelajaran PPKn masih berpedoman pada buku cetak dan LKS dari pemerintah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa Penggunaan sumber belajar dengan pendekatan multiliterasi siswa kelas IX-C SMP Negeri 27 Tebo pada mata pelajaran PPKn belum efektif. Sumber belajar yang digunakan masih berpedoman pada buku cetak dan LKS dari pemerintah.Kata Kunci: Sumber Belajar, Multiliterasi, Pembelajaran PPKn AbstractBased on the results of initial observations made by researchers at SMP Negeri 27 Tebo showed problems in the use of learning resources with a multiliteration approach of students. The problem in question is the use of learning resources to support learning, especially in VAT subjects, where students are still guided by Student Worksheets (LKS) and package books owned by students from school, without being supported by other references. The purpose of this study is to describe the use of learning resources with the multiliteration approach of students of class IX-C of State Junior High School 27 Tebo. This research was conducted at SMP Negeri 27 Tebo on September 07 to November 7, 2020. Informants of this study are teachers of PPKn subjects, waka curriculum field, and students of class IX-C (8 people). The method of data collection in this study is qualitative data collection, namely observation, interview, and documentation. This research data analysis technique is qualitative descriptive. The results showed that the use of learning resources with the multiliteration approach of students of class IX-C of State Junior High School 27 Tebo in VAT subjects is still guided by printed books and LKS from the government. The conclusion of this study is that the use of learning resources with the multiliteration approach of students of class IX-C of State Junior High School 27 Tebo on VAT subjects has not been effective. The learning resources used are still guided by printed books and LKS from the government. Keywords: Learning Resources, Multiliteration, VAT Learning
MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA UNTUK MEMBANGUN KARAKTER MASYARAKAT YANG BERLANDASKAN NILAI PANCASILA Kalisha Latifa Kartawijaya; Kyla Aisha Humaira; Marcellino Wijaya; Muhammad Gavin Wicaksono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2004

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan nilai-nilai pancasila dalam penggunaan media sosial. Seiring berjalannya waktu, manusia terus menghasilkan perkembangan demi meningkatkan kemudahan dan kualitas hidup pada masyarakat. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu perkembangan dunia yang tidak dapat dihindari. Sebagai salah satu aspek paling esensial dalam masyarakat; teknologi komunikasi menjadi salah satu teknologi yang perkembangannya paling berdampak secara keseluruhan pada gaya hidup masyarakat. Media sosial merupakan sarana komunikasi dari hasil perkembangan IPTEK yang memiliki pengaruh sangat besar terhadap kebudayaan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui serta menganalisis bagaimana sosial media dapat menjadi sarana penyaluran dan pengembangan karakter masyarakat berbudaya sesuai dengan nilai pancasila. Dengan mengetahui pengaruh penggunaan sosial media yang dirasakan oleh masyarakat, kami dapat menentukan kesesuaian pengembangan sosial media yang ada dengan nilai pancasila. Hasil penelitian ini merupakan rumusan dari data yang diperoleh dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi masyarakat bangsa Indonesia untuk menggunakan media sosial berlandaskan nilai - nilai  Pancasila.Kata kunci: Media sosial, Pancasila, IPTEK, Budaya, Masyarakat AbstractThis research aims to develop the values of Pancasila in the use of social media. Over time, humans continue to produce developments to improve the ease and quality of life in society. The development of science and technology becomes one of the world's developments that cannot be avoided. As one of the most essential aspects of society; Communication technology becomes one of the technologies whose development has the most overall impact on people's lifestyles. Social media is a means of communication from the results of the development of science and technology that has a very large influence on human culture. The purpose of this research is to know and analyze how social media can be a means of channeling and developing the character of cultured communities in accordance with the values of Pancasila. By knowing the influence of social media use felt by the community, we can determine the suitability of existing social media development with the value of Pancasila. The results of this study are a formulation of the data obtained and are expected to be a reference for the people of the Indonesian nation to use social media based on pancasila values.Keywords: Social media, Pancasila, Science and Technology, Culture, Society
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DAN FALSAFAH BANGSA DI KEHIDUPAN SUKU ADAT TOBELO DALAM Adriansyah Aria Kusumah; Alya Zahra Camila Muthmainnah; Salsazahra Rofilah; Wiennetou Joel Hermesha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2013

Abstract

AbstrakMasyarakat Suku Tobelo Dalam adalah salah satu 300 kelompok etnik atau suku bangsa, atau tepatnya 1.340 suku bangsa di Indonesia yang masih terisolasi dari dunia luar. Dalam kehidupan kesehariannya suku Tobelo Dalam menganut nilai adat istiadat setempat yang sudah diwariskan secara turun temurun. Keberadaan Suku Tobelo Dalam yang diakui sebagai bagian dari masyarakat Negara Republik Indonesia, tentunya perlu menganut dan menanamkan nilai praksis Pancasila di kehidupan mereka karena Pancasila sebagai dasar negara berarti setiap tindakan Masyarakat dan Negara Indonesia harus sesuai dengan nilai- nilai Pancasila. Untuk mengetahui kehidupan, nilai-nilai kebudayaan, adat istiadat masyarakat, dan pengimplementasian nilai-nilai praksis Pancasila oleh Suku Tobelo Dalam maka dilakukan penelitian ini melalui metode studi pustaka dengan memperoleh berbagai data dan referensi literatur dari buku, jurnal ilmiah dan artikel media massa yang berkaitan dengan masalah untuk menguji hipotesis awal. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai dari adat istiadat Suku Tobelo Dalam sudah hampir sesuai dengan pengamalan nilai praksis pancasila, khususnya di bidang kemasyarakatan dan sitem kepemimpinan guna menciptakan kesejahteraan bersama Masyarakat Suku Tobelo Dalam. Akan tetapi dalam hal kepercayaan, sebagian besar dari mereka masih menganut kepercayaan leluhur dan masih sedikit yang menganut agama resmi sesuai dengan yang tercantum pada penjelasan pasal 1 UU Penodaan Agama. Namun pada Pasal 28E ayat (1) Undang- Undang Dasar Tahun 1945 tentang menjamin kebebasan beragama di Indonesia, bahwa kebebasan beragama dan kepercayaan tertentu yang dianut masyarakat di Indonesia termasuk salah satu hak asasi manusia yang sudah selayaknya dilindungi oleh negara dengan memastikan setiap masyarakatnya memeluk agama dan peribadatan dengan aman dan berjalan baik tanpa adanya interfensi dari luar.Kata kunci: Adat Istiadat, Suku Tobelo Dalam, Nilai-nilai Praksis Pancasila. AbstractThe Tobelo Dalam people are one of 300 ethnic groups or ethnic groups, or precisely 1,340 ethnic groups in Indonesia that are still isolated from the outside world. In their daily lives the Tobelo tribe in embracing the value of local customs that have been passed down through generations. The existence of the Tobelo Dalam tribe which is recognized as part of the society of the Republic of Indonesia, of course, needs to embrace and instill the praxis value of Pancasila in their lives because Pancasila as the basis of the state means that every action of the People and the State of Indonesia must be in accordance with the values of Pancasila. To find out the life, cultural values, customs of society, and the implementation of the praxis values of Pancasila by the Tobelo Tribe in this research through the method of literature studies by obtaining various data and reference literature from books, scientific journals and mass media articles related to the problem to test the initial hypothesis. The results showed that the value of the customs of the Tobelo Dalam tribe was almost in accordance with the practice of pancasila praxis values, especially in the field of community and leadership system to create prosperity with the Tobelo Dalam People. But in terms of beliefs, most of them still adhere to ancestral beliefs and there are still few who adhere to official religion in accordance with the explanation of article 1 of the Blasphemy Law. But in Article 28E paragraph (1) of the 1945 Constitution on guaranteeing freedom of religion in Indonesia, that certain religious freedoms and beliefs embraced by the people in Indonesia include one of the human rights that should be protected by the state by ensuring that each of its people embraces religion and worship safely and runs well without any interference from outside.Keywords: Customs, Tobelo Tribe In, Praxis Values of Pancasila.
PERANAN TEKNOLOGI TERHADAP PERJUANGAN HAK JUAL- BELI MASYARAKAT JAWA BARAT PADA MASA PANDEMI Gaudia Sweta Kumara; Muhammad Ilman Karimurrahman; Ramadhyan Priyo Sembodo; Silvano Leonard Winata
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2016

Abstract

AbstrakSejak zaman dahulu, manusia telah melakukan kegiatan jual-beli untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Berkerumun dan berkumpul untuk melakukan transaksi jual-beli menjadi suatu rutinitas dan bagian dari gaya hidup. Pasar konvensional dan mal menjadi tempat yang tidak sepi akan pengunjung. Namun, pandemi COVID-19 pada akhir tahun 2019 membuat pemerintah Indonesia melakukan pembatasan kegiatan sosial. Masyarakat dilarang untuk berkegiatan sosial dalam skala besar sehingga dilarang untuk berkerumun di tempat ramai. Pusat perbelanjaan pun sebagian besar ditutup dan membatasi jumlah pengunjungnya. Kondisi pandemi membuat masyarakat secara terpaksa harus mengadaptasi gaya hidup baru yang mengurangi kontak langsung dengan orang lain. Adanya kemajuan pada teknologi berbasis internet memberikan peluang pada masyarakat untuk menghadapi pembatasan sosial tersebut. Kini pandemi COVID-19 telah berlangsung selama dua tahun dan masih belum diketahui kapan akan berkahir. Masyarakat telah menciptakan gaya hidup baru, menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi. Perlaku baru pun muncul ketika melakukan kegiatan jual-beli. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas teknologi berbasis daring terhadap kegiatan jual-beli masyarakat pada masa pandemic. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui observasi dan pembagian kuesioner secara daring. Melalui penelitian ini, diharapkan diketahuinya sikap masyarakat pada kegiatan jual-beli dalam masa pandemic yang telah berlangsung selama dua tahun dan diperolehnya data rill pada lapangan.Kata Kunci: Jual-Beli, Teknologi, Daring, Masyarakat, Perilaku AbstractSince ancient times, humans have been doing buying and selling activities to meet their needs. Crowding and gathering to make buying and selling transactions becomes a routine and part of the lifestyle. Conventional markets and malls become places that are not empty of visitors. However, the COVID-19 pandemic at the end of 2019 led the Indonesian government to restrict social activities. People are forbidden to do social activities on a large scale so it is forbidden to crowd in crowded places. Shopping malls were mostly closed and limited the number of visitors. Pandemic conditions make people forced to adapt a new lifestyle that reduces direct contact with others. Advances in internet-based technology provide opportunities for people to face these social restrictions. Now the COVID-19 pandemic has been going on for two years and it is still unknown when it will be eradicated. Society has created a new lifestyle, adjusting to pandemic conditions. New equipment also appeared when doing buying and selling activities. This research aims to measure the effectiveness of online-based technology against people's buying and selling activities during pandemics. The data collection in this study was conducted through observation and online questionnaire sharing. Through this research, it is expected that the public's attitude to buying and selling activities in the pandemic period that has lasted for two years and the acquisition of rill data in the field.Keywords: Buying and Selling, Technology, Online, Community, Behavior
TINJAUAN PELANGGARAN HAK DAN PENGINGKARAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA BERDASARKAN UUD 1945 Siti Zikrina Farahdiba; Nisrina Nur Sai'dah; Desmi Salsabila; Siti Nuraini
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2044

Abstract

AbstrakTujuan dari literatur ini adalah supaya masyarakat mengerti tetang hak dan kewajiban dalam bewarga negara di Indonesia. Serta mengerti tentag fakto-faktor apa saja yang menybabkan pelanggaran hal dan pengingkaran kewajiban warga negara. Metode penulisan yang dilakukan   menggunakan metode penulisan kepustakaan (library research). Pemahaman hak dan kewajiban ini harus dimiliki oleh setiap warga negara. Tujuannya adalah untuk memastikan semua warga negara bisa menghargai hak diri sendiri dan orang lain serta melakukan kewajibannya. Pelanggaran hak warga negara terjadi ketika warga negara tidak dapat menikmati atau memperoleh haknya sebagaimana mestinya yang ditetapkan oleh undang-undang. Pelanggaran hak warga negara merupakan akibat dari adanya pelalaian atau pengingkaran terhadap kewajiban, baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh warga negara sendiri.Kata kunci: kewajiban warga negara, Hak warga negara, UUD 1945 AbstractThe purpose of this study is for people to understand the meaning of the civic right and civic duties in Indonesia as well as to make them understand the factors that cause violation of the rights and obligations of citizens. This study used Literary methods (library research). All citizens must understand these rights and obligations so that they can respect the rights of themselves and others and fulfill them. Abuse of citizens’ rights occurs when they can't enjoy and get their rights. Even though the rights of citizens are already regulated in the Constitution of Indonesia. Violation of the citizen's right is the result of negligence or denial of obligations, whether carried out by the government or by citizens.keyword: civic duties, civic right, constitution of indonesia.
BUDAYA MENGGUNAKAN AIR KOBOKAN PADA RUMAH MAKAN PADANG TERKAIT PENYEBARAN COVID-19 Galuh Mawarni M; Dhafin Iedfaza; Reyhan Ranggadhita; Kallista Adelia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2047

Abstract

AbstrakPandemi COVID-19 membuat manusia semakin sadar akan pentingnya kebersihan. Salah satu budaya minang yang masih sering dilakukan dalam hal kebersihan adalah membersihkan tangan dengan air kobokan yang sering ditemukan di rumah makan padang. Tujuan penelitian studi literatur ini adalah untuk mengkaji potensi penyebaran COVID-19 melalui penggunaan air kobokan sebagai alternatif metode cuci tangan pada wastafel. Pada penelitian ini, metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Penelitian ini dibuat agar masyarakat lebih mengerti mengenai air kobokan yang mempunyai peluang dalam penyebaran COVID-19, sehingga masyarakat dapat mencari alternatif lain dari air kobokan atau tidak lagi menggunakan air kobokan. Hal ini didukung dengan banyaknya pendapat dokter yang menyatakan air kobokan tidak dapat membersihkan tangan secara efektif, tetapi justru menambah populasi kuman ataupun virus di tangan. Center for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan untuk mencuci tangan di bawah air mengalir agar kuman-kuman ini dapat tersapu bersih. Air kobokan yang tergenang pada mangkok merupakan media yang tepat untuk kuman berkembang, sehingga cuci tangan lebih baik dilakukan pada air mengalir dengan menggunakan sabun.Kata kunci: air kobokan, rumah makan padang, COVID-19, virus. AbtractThe COVID-19 pandemic has made people more aware of the importance of hygiene. Finger bowl, one of Minang’s cultures that are still alive today and commonly found in Padang restaurants, is a small bowl of water for washing hands before dining. The purpose of this literature study is to examine the potential of the spread of COVID-19 through the use of finger bowl water as an alternative method of washing hands at the sink. In this study, the research method used is a literature study. This research was made so that people could have a better understanding about finger bowl water, which has the opportunity to spread COVID-19, so that people can look for other alternatives to and stop the use of finger bowl during the pandemic. This finding is supported by the opinions of numerous doctors and scientists alike who state that finger bowl water does not clean hands effectively, but instead increases the population of germs or viruses on hands. The Center for Disease Control and Prevention (CDC) recommends washing your hands under running water so that these germs can be washed away. This is because finger bowl water is essentially stagnant water in a bowl and is the right medium for germs to grow, so it is better to wash hands in running water using soap.Keywords: Finger bowl, padang restaurants, COVID-19, virus.
PERAN BUDAYA HUTAN LARANGAN ADAT RIAU SEBAGAI CONTOH SOLUSI PELESTARIAN EKOSISTEM DI INDONESIA Christian Jefferson Setiawan; Derrick Anthony; Mutiara Zukhrufiati Asyifa; Wafa Aulia Izzati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2058

Abstract

AbstrakIndonesia adalah salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbanyak di dunia. Indonesia juga menjadi salah satu penyumbang oksigen alami terbesar di dunia. Akan tetapi, Indonesia terus kehilangan daerah-daerah hijaunya akibat ulah manusia seperti penebangan liar, kebakaran hutan, dan lainnya. Setiap tahun, Indonesia kehilangan ratusan ribu hektar kawasan hutannya akibat kepentingan pihak yang tidak bertanggung jawab. Setiap tahun, kebakaran hutan dan lahan masif selalu terjadi Indonesia, terutama di daerah Sumatra dan Kalimantan. Kebutuhan akan tindakan harus segera ditingkatkan. Disinilah salah satu peran budaya-budaya seperti budaya hutan larangan adat di Riau. Budaya hutan larangan adat di Riau selain menjaga ekosistem flora maupun fauna hutan di Riau, juga dapat menjadi harapan untuk melestarikan ekosistem alami di Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan korelasi antara budaya-budaya seperti budaya hutan larangan adat terhadap ancaman masif deforestasi di Riau melalui analisis data. Dengan menciptakan analisis data, penelitian ini diharapkan mampu memberikan data faktual berdasarkan hasil observasi dan pendapat subjektif masyarakat agar nantinya dapat mengedukasi dan memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa budaya hutan larangan adat tersebut bisa menjadi alasan untuk menghormati dan memahami peran budaya-budaya asli yang ada di seluruh Indonesia. Kata kunci:  Deforestasi, Budaya, Pelestarian, Hutan Larangan Adat AbstractIndonesia is one of the countries that have the most biodiversity in the world. Thus, Indonesia is also one of the most natural oxygen contributors in the world.  However, Indonesia continuously lost its green areas because of human activity such as illegal logging, forest burning, etc. Each year, Indonesia loses about thousands of hectares of forest area because of parties’ interests that are not responsible. Each year, massive forest and field fires happen in Indonesia, especially in Sumatra and Kalimantan. The needs of action must be raised as soon as possible. This is one of the cultural roles, such as the customary prohibited forest of Riau. Customary prohibited forest of Riau besides protecting the flora and fauna ecosystem in Riau, it has also become hopes to conserve the natural ecosystem in Riau. This research’s aim is to find out the correlation of cultures like Customary prohibited forest with massive threat of deforestation in Riau by using data analytics. By making data analysis, this research is expected to give factual data consisting of observational results and subjective opinion in the society so that it can educate and give awareness to society that customary prohibited forest can be a reason to respect and understand countries' original cultures.Key word: Deforestation, Culture, preservation, Customary Prohibited Forest
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DARING (GOOGLE CLASSROOM) MELALUI IN HOUSE TRAINING Sareh Joko Pitoyo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2072

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kompetensi guru dalam menggunakan media pembelajaran daring google classroom melalui in house training pada guru SD Negeri 3 Baturetno. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Sekolah. Subjek penelitian berjumlah 8 orang guru. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu angket dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu triangulasi metode. Sementara tindakan yang diberikan oleh peneliti yaitu berupa pemberian tindakan in house training. Indikator keberhasilan tindakan yaitu Tindakan dinyatakan berhasil apabila 100% subjek penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan menggunakan media pembelajaran daring google classroom pada kategori tinggi. Kondisi awal/pratindakan diperoleh hasil bahwa kemampuan guru menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom pada kategori tinggi sebanyak 12,5%, kategori sedang sebanyak 37,5%, dan kategori rendah sebanyak 50%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa perlu adanya perlakuan kepada subjek penelitian. Tindakan pada siklus I menunjukkan hasil bahwa subjek berkemampuan menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom pada kategori tinggi sebanyak 50%, kategori sedang sebanyak 50%, dan kategori rendah sebanyak 0%. Tindakan siklus II menunjukkan hasil bahwa subjek berkemampuan menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom pada kategori tinggi sebanyak 87,5%, kategori sedang sebanyak 12,5%, dan kategori rendah 0%. Tindakan siklus III menunjukkan hasil bahwa 100% subjek sudah berkemampuan menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom pada kategori tinggi sehingga penelitian tindakan sekolah dinyatakan berhasil dan tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa In House Training dapat meningkatkan kemampuan guru menggunakan media pembelajaran daring Google Classroom di Sekolah Dasar Negeri 3 Baturetno.Kata kunci: In House Training, Media Pembelajaran Daring, Google Classroom AbstractThis study aims to improve teacher competence in using online learning media google classroom through in-house training for teachers at State Elementary School 3 Baturetno. The research method in this study used School Action Research. The research subjects were 8 teachers. The instruments used in this research are questionnaires and observations. The data analysis technique used is triangulation method. Meanwhile, the action given by the researcher is in the form of providing in-house training. The indicator for the success of the action is that the action is declared successful if 100% of the research subjects show an increase in the ability to use online learning media google classroom in the high category. The initial/pre-action conditions showed that the teacher's ability to use Google Classroom online learning media was in the high category as much as 12.5%, in the medium category as much as 37.5%, and in the low category as much as 50%. These results indicate that there is a need for treatment of research subjects. The action in the first cycle showed that the subject was able to use Google Classroom online learning media in the high category by 50%, in the medium category by 50%, and in the low category by 0%. The second cycle of action shows that the subject is able to use Google Classroom online learning media in the high category as much as 87.5%, the medium category as much as 12.5%, and the low category 0%. The third cycle of action showed that 100% of the subjects were able to use Google Classroom online learning media in the high category so that the school action research was declared successful and did not need to be continued in the next cycle. Based on the results of the study, it can be concluded that In House Training can improve the ability of teachers to use online learning media Google Classroom at State Elementary School 3 Baturetno.Keywords: In House Training, Online Learning Media, Google Classroom
ANALISIS KETAHANAN IDEOLOGI PANCASILA GENERASI MILENIAL DI SMAN WILAYAH KOTA KABUPATEN JEMBER Wajihuddin Wajihuddin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2080

Abstract

AbstrakKetahanan ideologi Pancasila harus dimiliki oleh setiap warga negara Indoneaia khususnya generasi milenial.  Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui dan memahami ketahanan ideologi Pancasila di SMAN wilayah kota kabupaten Jember. Agar penelitian ini tercapai tujuan yang diinginkan maka perlu dipadu dengan pendekatan dan metode yang relevan yaitu kualitatif deksriptif analitis. Pendekatan dilakukan dengan kajian terhadap aktivitas sejumlah kelompok manusia dalam hal ini siswa SMAN yang sedang berlangsung dalam proses kegiatan pendidikan. Pendekatan ini peneliti memperlakukan dirinya sebagai instrument utama yaitu bergerak dari hal-hal yang spesifik, dan dari tahapan yang satu ke tahapan berikutnya, serta memadukannya sedemikian rupa sehingga pada akhirnya dapat ditemukan kesimpulan-kesimpulan. Metode deskriptif analistis dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang didapat dari siswa SMAN wilayah kota kabupaten Jember yang kemudian akan disusul dengan analisis dengan menggambarkan data secara keseluruhan, sistematis, dan akurat. Oleh sebab itu, data yang dihasilkan atau yang dicatat adalah data yang sifatnya potret seperti apa adanya Secara umum teknik pengumpulan data dalam penelitian ini akan menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Untuk memperoleh data yang optimal tentang ketahanan ideologi Pancasila siswa milenial SMAN di wilayah kota kabupaten Jember, maka penelitian ini akan dilakukan pada waktu semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 dengan lokasi penelitian di SMAN wilayah kota kabupaten Jember.Kata kunci: Ketahanan, Ideologi, Pancasila, Generasi Milenial. AbstractThe resilience of Pancasila ideology must be owned by every Indoneaia citizen, especially the millennial generation.  The purpose of this research is to know and understand the resilience of Pancasila ideology in SMAN jember district city area. In order for this research to achieve the desired goal, it needs to be combined with relevant approaches and methods, namely qualitative analytical declutivity. The approach is carried out by studying the activities of a number of human groups in this case SMAN students who are ongoing in the process of educational activities. This approach the researcher treats himself as the main instrument that moves from the specific things, and from one stage to the next, and combines them in such a way that eventually conclusions can be found. The descriptive method of analistis is done by describing the facts obtained from SMAN students of the Jember district city area which will then be followed by analysis by describing the data as a whole, systematically, and accurately. Therefore, the data generated or recorded is data that is portrait as is in general data collection techniques in this study will use observations, documentation, and interviews. To obtain optimal data on the resilience of Pancasila ideology of SMAN millennial students in the jember district city area, this research will be conducted during the odd semester of the 2020/2021 school year with a research location in the SMAN area of Jember regency city.Keywords: Resilience, Ideology, Pancasila, Millennial Generation.
PENGARUH KEBEBASAN BERPENDAPAT DI SOSIAL MEDIA TERHADAP PERUBAHAN ETIKA DAN NORMA REMAJA INDONESIA Shelma Mayolaika; Valerie Victoria Effendy; Christian Delvin; Mohammad Aqila Hanif
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.2083

Abstract

AbstrakPada zaman serba teknologi kini, media sosial tidak dapat lagi dilepaskan dari rutinitas hidup manusia. Media sosial berperan penting dalam globalisasi dan masuknya budaya luar ke Indonesia karena melalui platform ini, manusia terhubung satu sama lain dalam konteks apapun tanpa terbatas waktu, tempat, dan subjek. Budaya luar masuk ke Indonesia dengan adanya kebebasan berpendapat mengenai topik apapun, baik maupun buruk, di media sosial. Dengan inilah kami melakukan penelitian untuk mengidentifikasi pengaruh kebebasan berpendapat mengenai budaya luar di media sosial terhadap perubahan etika dan norma masyarakat Indonesia, khususnya pada remaja karena anak mudalah yang paling aktif menggunakan sosial media. Metode yang digunakan dalam jurnal ini adalah dengan menganalisis data yang didapatkan dari studi literatur dan penyebaran angket. Dengan melakukan penelitian pada penulisan jurnal ini, didapatkan bahwa remaja di Indonesia mayoritas berpikiran terbuka dengan masuknya budaya luar (yang cukup menyimpang dari budaya Indonesia). Mayoritas remaja juga setuju bahwa kebebasan berpendapat di Indonesia sudah baik, tetapi seringkali tidak kenal batas. Berpendapat secara relevan tanpa mencampuri urusan hidup orang lain disetujui sebagai tindakan yang tidak apatis (terhadap budaya yang menyimpang). Pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa kebebasan berpendapat di media sosial dapat mengubah norma dan prinsip Indonesia dan negara ini harus siap menghadapi perubahan akibat globalisasi.Kata Kunci: etika, globalisasi, kebebasan berpendapat, media sosial, remaja AbstractIn this digital era, social media can no longer be separated from our daily life. Social media plays an important role in globalization and the exchange of foreign cultural values to Indonesia because through this platform, humans are connected to each other without being limited by time, place, and subject. Through the freedom of speech allowed on social media, any foreign cultural values, either good or bad, can spread and influence Indonesian users.  This is why we conduct this research to identify the influence of freedom of expression on social media regarding foreign culture on change in ethics and norms of Indonesian society, especially on teenagers because young people use social media the most. The method used in this journal is by analyzing the data obtained from the study of literature and the distribution of questionnaires. By conducting research on the writing of this journal, it was found that the majority of teenagers in Indonesia are open-minded with the inclusion of foreign cultures (which are quite deviant from Indonesian culture). The majority of teenagers also agree that freedom of expression in Indonesia is already guaranteed, but often knows no boundaries. Giving opinion without interfering with other people's lives is approved as an act of not being apathetic (towards a deviant culture). It can be concluded that freedom of expression on social media can and has changed the norms and principles in Indonesia and this country must be prepared to face changes due to globalization.Keywords: ethics, freedom of speech, globalization, social media, youth