cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 2,081 Documents
PERAN PANTI ASUHAN DALAM MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK ASUH Osy Afriani; M. Salam M. Salam; Heri Usmanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1929

Abstract

AbstrakHasil observasi awal menunjukan adanya beberapa karakter anak asuh yang masih belum sesuai dengan nilai religius dan nilai gotong royong yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya serta faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan pendidikan karakter pada nilai religius dan gotong royong. Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dokumentasi. Berdasarkan analisis data menggunakan reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran Panti Asuhan Taman Bina Insany dalam upaya menanamkan pendidikan karakter pada nilai religius dan gotong royong melalui program-program, aturan, metode, sanksi yang dapat mengembangkan karakter religius dan gotong royong anak asuh. Analisis serta Kesimpulan hasil penelitian ini ialah Peran panti asuhan dalam menanamkan pendidikan karakter pada nilai religius dan gotong royong anak asuh dengan memberikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif. Adapun dalam upaya penanaman pendidikan karakter dipengaruhi oleh faktor pendukung dan faktor penghambatnya.Kata Kunci: Panti asuhan, Pendidikan karakter Anak Asuh, Nilai Religius, Nilai Gotong royong. AbstractThe results of initial observations show that there are severaln characters of foster children who are stiil not in accordance with religious values and mutual cooperation values the expected. . The purpose this study is to describe the efforts as well as the supporting and inhibiting factors in instilling character education in religious values and integrity. This research design uses a qualitative method with case study approach with data collection used, namely interviews, observations, documentation. Based on data analysis using reduction, data presentation, conclusion drawing. The results showed that the role of the Taman Bina Insany Orphanage in an effort to instill character education in religious values and integrity is through programs, rules, methods, sanctions that develop the religious character and integrity. The analysis and conclusion of this research is the rolle of orphanages in instiking character education in religious values and the value of mutual cooperation by providing curative ang rehabilitative, this is also influenced by supporting factors and inhibiting factors.Keywords: Orphanage, Foster Children's Character Education, Religious Values, Integrity Values
SOSIALISASI BERMEDIA SOSIAL YANG HUMANIS BAGI GURU DAN ORANG TUA SISWA Hendri Hendri; Moh Khoiri; Herdi Wisman Jaya; Imas Masriah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1932

Abstract

AbstrakMedia social (social media) saat ini menjadi kebutuhan pokok masyarat. Hampir semua lapisan masyarakat menggunakan social media untuk mengakses segala sesuatunya. Dengan social media segala informasi dapat diakses dengan mudah cepat. Dan sinilah masyakat mulai memanfaatkan perkembangan media digital ini sebagain alat intraksi komunikasi social dengan yang lainnya: berbagi ilmu pengetahuan, lewat tulisan, gambar, video dan lainnya melalui media social berbasis digital. Media social seperti candu bagi kehidupan masyarakat, bahkan karenanya tidak segan-segang masyarakat untuk mengeluarkan biaya besar. Ini yang harus menjadi sorotan kita bersama, bahwa ketergantungan masyarakat pada media social memberikan berbagai macam dampak: positif dan juga negative. Dampak positif, artinya masyarakat dapat dengan baik menggunakan social media. Sedangkan dampak negatif adalah kecenderungan masyarakat hanya mampu menggunakan saja, tanpa memahami fungsi dari tujuan yang sebenarnya, dan hasilnya pun dapat merugikan orang lain, terlebih dirinya sendiri. Hal ini yang dirasa perlu oleh kita (tiem PkM) untuk disosialisasikan bagaimana bersosial media yang humanis bagi masyarakat, orang tua siswa termasuk guru-guru SMPN 9 Tangerang Selatan. Melalui sosialisasi ini akan ada banyak trik dan tip dalam menghadapi masalah yang sering ditemukan dilingkungan dalam komunikasi kehidupan sosial guru dan orang tua di sekolah salah satunya dengan kebijakan sekolah.Kata kunci: Media, Sosial, Humanis AbstractSocial media (social media) is currently a basic need of society. Almost all levels of society use social media to access everything. With social media all information can be accessed easily and quickly. And this is where the community begins to take advantage of the development of digital media as a means of social communication interaction with others: sharing knowledge, through writing, pictures, videos and others through digital-based social media. Social media is like an opium for people's lives, and because of that, people don't hesitate to spend big money. This should be our common spotlight, that people's dependence on social media has various impacts: positive and negative. Positive impact, meaning that people can use social media well. While the negative impact is the tendency of people to only be able to use it, without understanding the function of its true purpose, and the results can be detrimental to others, especially themselves. This is what we (the PkM team) feel is necessary to socialize on how to socialize humane media for the community, parents of students, including the teachers of SMPN 9 South Tangerang. Through this socialization, there will be many tricks and tips in dealing with problems that are often found in the environment in the communication of the social life of teachers and parents at school, one of which is school policy.Keywords: Media, Social, Humanist
UPAYA MENGATASI KRISIS IDENTITAS NASIONAL GENERASI Z DI MASA PANDEMI Shalahudin Pasha Hanugh; Muhammad Rizky Perdana; Kezia Nathania Novaleni; Damara Khairunnisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1937

Abstract

AbstrakIdentitas nasional adalah kepribadian atau jati diri nasional yang melekat pada suatu negara atau kelompok masyarakat yang ada di dalamnya dan hal tersebut tidak dimiliki oleh bangsa lain. Identitas nasional terdiri dari kumpulan nilai budaya yang berkembang dan tumbuh dalam berbagai aspek pada kehidupan masyarakat. Akan tetapi di masa pandemi ini interaksi pada tiap individu berkurang karena terkena imbas dari penanggulangan pandemi itu sendiri. Dalam penanggulangan wabah ini, masyarakat indonesia terbagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan bias yang bersumber dari pola pikir mereka. Pola pikir itu sendiri terbentuk dari hasil dogma-dogma yang sudah ditanamkan jauh sebelum pandemi ini terjadi yang tentunya tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana dampak pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap pemahaman masyarakat indonesia mengenai identitas bangsa. Dengan jurnal in,i kami berharap dapat menumbuhkan kembali kesadaran kita terhadap Identitas Nasional serta dapat menjadi pedoman bagi penelitian lain untuk mengembangkan topik ini.Kata kunci: Identitas nasional, persatuan, budaya, Covid-19 AbstractNational identity is a national personality or identity attached to a country or community groups in it and it is not owned by other nations. National identity consists set of cultural values that develop and grow in various aspects of community lives. Bbut during this pandemic, interaction each individual is reduced due to the impact of overcoming the pandemic itself. In dealing with this epidemic, the Indonesian people are divided into several groups according to the dogmas that comes from their mindset. The mindset itself is formed from the results of dogmas that have been instilled long before this pandemic occurred which of course is not in accordance with the identity of the Indonesian nation. This study aims to examine how the impact of the Covid-19 pandemic affects Indonesian people’s understanding regarding national identity. With this journal, we hope to regenerate our awareness of National Identity and can be a guide for other research to develop this topic.Keywords: National identity, unity, culture, Covid-19
KORELASI ANTARA BUDAYA SUSAH ANTRE TERHADAP PENYEBARAN COVID-19 DI INDONESIA Elisabeth Filandow; Kezia Kanaya Clairine; Hasim Asyari; Fikra Asyrafi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1939

Abstract

AbstrakAntre bukan merupakan hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Namun, antre sebagai suatu kebiasaan baik tampak asing penerapannya dalam kegiatan sehari-hari dan “susah antre” seperti sudah menjadi budaya di Indonesia. Penerapan kebiasaan antre dapat membawa dampak positif, terutama di masa pandemi COVID-19. Kondisi budaya antre di Indonesia selama pandemi dianalisis menggunakan metode kuantitatif melalui survei, sedangkan keterkaitan budaya antre dalam pencegahan penyebaran virus corona ditentukan melalui studi literatur. Pada kenyataannya esensi mengantre belum tercerminkan oleh masyarakat Indonesia. Padahal, penerapan budaya antre mendukung pelaksanaan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah seperti social distancing sehingga dapat membantu pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia. Untuk membentuk suatu budaya antre yang disiplin dan tertib di Indonesia, kebiasaan mengantre penting ditanamkan sejak masa kanak-kanak. Selain itu, hukuman moral seperti pemberian rasa malu kepada pihak yang tidak bersedia mengantre dapat dilakukan di lingkungan masyarakat.Kata kunci: Antre, COVID-19, Protokol Kesehatan AbstractA queue is not an uncommon event for Indonesian. However, queue as a good habit is still a foreign practice in everyday life.  "Hard to queue" seems to have become Indonesian culture. Queuing brings positive impacts, especially in the COVIDovid-19 pandemic. Queuing habits in Indonesia during the pandemic are analyzed with a quantitative method through a survey. The relation between queue culture with the prevention of coronavirus spread is determined with the literature study method. In reality, the essence of queuing has not been reflected by Indonesian. In fact, the implementation queue culture supports the implementation of health protocols set by the government, such as social distancing. Thus, it can help prevent the spread of coronavirus in Indonesia. To create a disciplined queue culture in Indonesia, the implantation of queuing habits is essential from childhood. In addition, moral punishment such as giving shame to those who are unwilling to queue can be carried out in the community.Keywords: Queue, COVID-19, Health Protocols
ANALISIS PENGARUH BAHASA GAUL DI KALANGAN MAHASISWA TERHADAP BAHASA INDONESIA DI ZAMAN SEKARANG Muhammad Ridlo; Yuman Satriyadi; Anandita Husnaini Nasution; Nadhira Azzahra Arandri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1940

Abstract

AbstrakPerkembangan arus teknologi dan media yang semakin pesat, telah berdampak pada berbagai sektor di masyarakat, salah satunya penggunaan bahasa yang baik dan benar. Di masa sekarang, khususnya di kalangan mahasiswa munculnya tren baru yaitu bahasa gaul. Bahasa gaul adalah bahasa yang biasanya digunakan remaja dengan menggunakan istilah-istilah keren dalam berbicara sehari-hari. beberapa contoh kosakata bahasa gaul yaitu “mantul”, “santuy”, dan lain sebagainya. Penggunaan bahasa menimbulkan polemik di masyarakat terhadap perkembangan bahasa indonesia di kalangan mahasiswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahasa gaul terhadap bahasa indonesia, untuk mengetahui kosakata bahasa gaul, perkembangan bahasa gaul dikalangan mahasiswa, serta dampak positif dan negatif dari bahasa gaul. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan metode survei yang diberikan pada beberapa responden dan juga metode studi literatur yang didapatkan dari buku, majalah, dan internet terkait permasalahan yang sedang diteliti. Keterbaruan dalam penelitian ini adalah penggunaan bahasa gaul terhadap perkembangan bahasa indonesia di kalangan mahasiswa.Kata Kunci : bahasa, gaul, Indonesia, mahasiswa, perkembangan AbstractThe rapidness of technology and social media development has had an impact on various sectors in society, one of them is the good and correct usage of language. Nowadays, especially among college students, there is an emergence of a new trend that is slang. Slang is the language that teenagers usually use by using cool terms in everyday speech. A few examples of slang vocabulary are “mantul”, “santuy”, et cetera. The usage of language raises polemics in society regarding the level of politeness in speech. The purpose of this study was to determine the influence of slang on Bahasa Indonesia, to know the vocabulary of slang, the development of slang among college students, as well as the positive and negative impacts of slang. The method used in data collection uses a survey method given to several respondents and also literature study method obtained from books, magazines, and the internet related to the problem that is being studied. The novelty in this study is the use of slang on the development of Bahasa Indonesian among college students.Keyword : language, slang, Indonesia, student, development
MENINGKATKAN KESADARAN AKAN PENTINGNYA BERPENDAPAT DALAM KEHIDUPAN DEMOKRASI INDONESIA MELALUI MEDIA SOSIAL SEBAGAI MAHASISWA Zahrani Qolbi Khairunnisa; Nardyawan Arifi Maruf; Adrian Wafi Elhaq; Khadijah Khadijah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1942

Abstract

AbstrakKegiatan mengemukakan pendapat di era modern ditunjang dengan adanya media sosial. Keberadaan media sosial membuat penggunanya bisa mengemukakan pendapat tanpa batasan ruang dan waktu. Meskipun begitu, antusiasme masyarakat untuk mengemukakan pendapat cenderung mengalami penurunan. Terlebih lagi antusiasme golongan muda cenderung lebih rendah daripada golongan tua. Jika fenomena sosial ini terus berlanjut, maka kehidupan masyarakat yang demokratis akan tergerus oleh golongan muda yang pasif. Menindaklanjuti permasalahan ini, penelitian diadakan untuk menganalisis penyebab rendahnya kesadaran generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mengemukakan pendapatnya sebagai bentuk keikutsertaan dalam berdemokrasi di Indonesia melalui media sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei dan studi pustaka. Hasil analisis mengungkapkan bahwa penyebab rendahnya antusiasme mahasiswa untuk beropini antara lain maraknya berita hoax, cyber bullying dari masyarakat yang kontra, serta hukum yang problematis sehingga dapat memicu kriminalisasi dalam beropini. Hasil analisis ini digunakan untuk merumuskan solusi- solusi yang diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya berpendapat sebagai mahasiswa demi terciptanya kehidupan demokratis di Indonesia.Kata Kunci: Kebebasan Berpendapat, Beropini, Media Sosial, Mahasiswa AbstractThe activity of expressing opinions in the modern era is supported by the existence of social media. The existence of social media allows users to express opinions without the limitations of space and time. Even so, people's enthusiasm to express opinions tends to decrease. Moreover, the enthusiasm of young people tends to be lower than the old class. If this social phenomenon continues, then the life of a democratic society will be eroded by passive young people. Following up on this problem, the study was conducted to analyze the causes of low awareness of the younger generation, especially students, to express their opinions as a form of participation in democracy in Indonesia through Data collection is done using survey methods and library studies. The results of the analysis revealed that the causes of low enthusiasm of students to have opinions include the rise of hoax news, cyber bullying from the counter society, as well as problematic laws that can trigger criminalization in opinion. The results of this analysis are used to formulate solutions that are expected to foster and raise awareness of the importance of opinion as students for the creation of democratic life in Indonesia.Keywords: Freedom of Opinion, Opinion, Social Media, Students
PENGARUH PAMALI SEBAGAI KEARIFAN LOKAL DALAM MEWUJUDKAN NILAI DAN NORMA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL GENERASI Z Abu Hanif Muhammad Syarubany; Mazi Prima Karunia Azzahra; Rizky Sri Rahayu; Suhandoyo Prayoga
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1945

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara yang luas dan memiliki banyak ragam budaya. Salah satu hasil budaya yang dimiliki adalah pamali (tabu). Pamali sebagai kearifan lokal yang bersumber dari pengetahuan setempat, kini telah menjadi identitas kebudayaan Indonesia. Adanya budaya ini, mampu mendinamisasi kehidupan sosial yang penuh keadaban dan kearifan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan pamali dengan perwujudan nilai dan norma dalam kehidupan bermasyarakat dan mengetahui tingkat eksistensinya dalam masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dan kajian literatur. Metode survei akan dilakukan kepada masyarakat Indonesia guna menggali informasi mengenai pamali yang ada di daerah setempat. Hasil penelitian ini yakni masih eksisnya pamali di masyarakat dan adanya korelasi positif antara pamali dengan nilai dan norma dilihat dari segi implementasinya dalam kehidupan.Kata kunci: kebudayaan, masyarakat, nilai, pamali AbstractIndonesia is a vast country and has many cultures. One of the cultural products that is owned is pamali (taboo). Pamali as local wisdom sourced from local knowledge, has now become the identity of Indonesian culture. The existence of this culture is able to dynamize social life which is full of civility and wisdom. This study aims to determine the relationship between pamali and the embodiment of values and norms in social life and to determine the level of their existence in society. The method used in this research is a survey and literature review. The survey method will be carried out to the Indonesian people in order to obtain information about the pamali in the local area. The results of this study are the existence of pamali in society and there is a positive correlation between pamali and values and norms in terms of their implementation in life.Keywords: culture, pamali, public, score
DAMPAK PEMBELAJARAN JARAK JAUH TERHADAP KEGIATAN KEBUDAYAAN MAHASISWA DALAM LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA Muhammad Taruna; Aloysius Vincent; Nazwa Murtasya Sunandi; Tazkia Herang Paningali
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1947

Abstract

AbstrakIndonesia adalah negara yang kaya akan kebudayaan tradisional, namun pada era modern ini, kebudayaan-kebudayaan tersebut tergeser oleh jenis kebudayaan yang lebih modern. Sebagai respon dari permasalahan tersebut, mahasiswa Indonesia bergerak dengan melakukan kegiatan kebudayaan pada lingkungan perguruan tinggi Indonesia. Namun, adanya pandemi COVID-19 menyebabkan sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh, sehingga menghambat kegiatan kebudayaan mahasiswa dalam lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini meliputi pagelaran, pembelajaran kebudayaan, dan pementasan budaya yang ditujukan kepada massa kampus, masyarakat umum, hingga tingkat international. Dengan demikian, peneliti ingin mempelajari pengaruh pembelajaran jarak jauh terhadap kegiatan kebudayaan mahasiswa dalam lingkungan perguruan tinggi di Indonesia dengan sampel UKM kebudayaan Indonesia di ITB. Untuk mendapatkan data, peneliti menggunakan metode angket dan studi literatur. Dari hasil angket didapatkan data dari UKM MUSI ITB, KPA, UKM-ITB, dan UKMR. Didapatkan hasil bahwa pembelajaran jarak jauh membuat kegiatan - kegiatan kebudayaan yang biasa dilakukan UKM - UKM tersebut menjadi terhambat dan tidak efektif. Dalam situasi pembelajaran jarak jauh ini UKM-ITB dan UKMR beradaptasi dengan melakukan penampilan secara daring. KPA pun beradaptasi dengan melakukan penampilan dengan iAngklung secara daring.Kata kunci: COVID-19, Kegiatan UKM, pembelajaran jarak jauh, Budaya. AbstractIndonesia is a country that has rich traditional culture. But in this era, those traditional cultures have been ruled out by more modern cultures. As a response to this problem, college students from all across Indonesia established many organisations to conserve the traditional culture of Indonesia in the university environment in Indonesia. However, COVID-19 pandemic causes most universities in Indonesia to use long distance learning, which hinder cultural activities in the university environment in Indonesia. These cultural activities include cultural performance, learning, and show for university students, general public, or international audience. Therefore, researchers want to study the effects of long distance learning on student cultural activities in higher education environments in Indonesia. The sample for this research is student’s cultural organisation in Bandung Institute of Technology, called UKM ITB. In this research, data is collected with questionnaires and literature study. The questionnaire collects data from UKM MUSI ITB, KPA ITB, UKM-ITB, and UKMR ITB. The data states that long distance learning causes cultural activities by these UKMs to be ineffective. In this long distance learning situation, UKM-ITB and UKMR adapted by doing online performance. KPA adapted by using iAngklung in doing online performance..Keywords: COVID-19, UKM activities, Online Learning, culture.
PENGARUH BUDAYA ASING DALAM KEPEMIMPINAN NASIONAL DI MASA MENDATANG Gerend Christopher; Muhammad Izzatul Fauzan Hasibuan; Verdhian Nahwa Saputra; Violeta Valencia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1949

Abstract

AbstrakBerkembangnya internet di zaman ini telah membuka ilmu pengetahuan dan informasi di seluruh dunia kepada masyarakat secara cepat dan masif. Setiap individu dapat melihat apa yang terjadi di belahan dunia lain hanya dalam hitungan beberapa detik. Dengan adanya kemudahan akses tersebut, pertukaran informasi menjadi lebih sering terjadi. Hal tersebut membuka peluang untuk masing-masing individu menjadi tertarik dan terpengaruh dengan budaya asing tanpa adanya batas. Bila dibiarkan lebih jauh, hal tersebut akan berdampak pada banyak hal, salah satunya terhadap kepemimpinan nasional di masa yang akan datang.  Dengan adanya penyaluran gelombang informasi yang masif tersebut, secara tidak langsung sifat dari setiap individu nasional akan terpengaruh, baik secara positif maupun negatif, dan alur kepemimpinan di masa depan akan berubah. Dalam mencegah perubahan yang masif ini dibutuhkan adanya pemahaman untuk setiap individu tentang pentingnya memelihara budaya dan mengolah informasi yang diterima.Kata Kunci: Kepemimpinan nasional, Budaya asing, Informasi  AbstractThe development of the internet in this era has opened up knowledge and information around the world to the public quickly and massively. Any individual can see what is happening in the other world in just a few seconds.  With the ease of access, the exchange of information becomes more frequent. This opens up opportunities for each individual to be interested and influenced by foreign cultures without any boundaries. If allowed to go further, this will have an impact on many things, one of which will affect national leadership in the future.  With this massive wave of information, indirectly the nature of every national individual will be affected, both positively and negatively, and the path of future leadership will change. Preventing this enormous change requires understanding for each individual about the importance of maintaining culture and processing the information received Keywords: National leadership, Foreign culture, Information
BUDAYA MENGAITKAN BERBAGAI PERISTIWA DENGAN HAL MISTIS OLEH MASYARAKAT INDONESIA Felicia Justine; Karina Jodie; Muhammad Rafi Alfajri; Muhammad Syakir A.R.U. Dilo; Zidan Hidayat Al Kautsar
Jurnal Kewarganegaraan Vol 5 No 2 (2021): 1 Juli - 31 Desember 2021
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v5i2.1953

Abstract

AbstrakSudah banyak sekali kejadian-kejadian menghebohkan yang terjadi di Indonesia, mulai dari bencana alam, kecelakaan, hingga kematian figur publik. Kejadian-kejadian yang terjadi di Indonesia ini seringkali dikaitkan dengan hal-hal mistis oleh masyarakat indonesia. Dari hal ini, dilakukan penelitian dengan mengandalkan pendekatan kuantitatif berdasarkan data yang diambil menggunakan kuesioner. Penelitian ini akan menjawab pertanyaan “Apa yang menyebabkan masyarakat masih mengaitkan suatu peristiwa dengan hal-hal yang berbau mistis?”, “Apa dampak yang terlihat akibat masyarakat masih mempercayai hal-hal tersebut?”, “Apakah hal ini merupakan hal yang positif atau negatif?”. Ketika mendengar suatu hal yang mistis banyak orang-orang yang takut untuk melakukan hal-hal yang tidak senonoh seperti membuang sampah, berkata-kata yang tidak sopan, berbuat asusila dan sebagainya. Tetapi banyak masyarakat yang tidak mau mendengar hasil investigasi dari para ahli karena sudah mendengar cerita turun-temurun dari keluarga dan orang-orang disekitarnya. Maka dapat disimpulkan bahwa kebiasaan mengaitkan fenomena dengan hal mistis ini memiliki dampak baik dan dampak buruk di saat yang bersamaan.Kata kunci : Mistis, Budaya, Indonesia AbstractThere have been so many events that have occurred in Indonesia, ranging from natural disasters, accidents, to the death of public figures. The events that occur in Indonesia are often associated with mystical things by the Indonesian people. From this, research is carried out by relying on a quantitative approach based on data taken using a questionnaire. This study will answer the questions "What causes people to associate an event with mystical things?", "What is the impact of believing in mythical things?", "Is this a positive or negative trend?”. When hearing something mystical, many people are scared to do indecent things, such as littering, saying impolite words, doing immoral things and so on. But many people won’t believe the results of experts because they have heard stories passed down from generation to generation from their families and people around them. So it can be concluded that the habit of associating phenomena with mystical things has both good and bad effects at the same time.Keywords : Mystic, Culture, Indonesia