cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,213 Documents
Implementasi Nilai Gotong Royong Dalam Upaya Meningkatkan Rasa Nasionalisme Di Industri Pertahanan Salsa Ayuning Tyas; Virgin Kristina Ayu; Winka Wino Yunanda
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2702

Abstract

AbstrakNegara Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki banyak keberagaman, yaitu suku, agama, bahasa, kebudayaan, dan lain sebagainya. Dari segi historis, keberagaman masyarakat Indonesia ini melatar belakangi keberagaman suku-suku bangsa yang ada di Indonesia, yang mana hal ini dapat menciptakan iklim kebudayaan yang berbeda. Tetapi hal tersebut bisa disatukan di bawah sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia yang mana perwujudan dari sila tersebut adalah nilai gotong royong. Nilai gotong royong itu sendiri sudah mencerminkan bahwa Negara Indonesia memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap negaranya. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengimplementasian nilai gotong royong dalam upaya meningkatkan rasa nasionalisme di industri pertahanan. Dengan menggunakan metode kualitatif serta studi literatur yang didapat dari buku, jurnal, berita elektronik dan lainnya, diharapkan bisa menjelaskan tentang bagaimana pengimplementasian tersebut. Maka dari itu, pengimplementasian nilai gotong royong yang membuat meningkatnya rasa nasionalisme di industri pertahanan Indonesia haruslah melibatkan keseluruhan aspek-aspek yang ikut serta dalam upaya kemandirian dan kemajuan industry pertahanan Indonesia. Seperti contohnya yaitu terwujudnya pembentukan holding BUMN industri pertahanan Indonesia yang diberi nama Defend ID.Kata Kunci: Gotong Royong, Nasionalisme, Industri Pertahanan AbstractIndonesia is a country that has a lot of diversity, namely ethnicity, religion, language, culture, and etc. From a historical point of view, the diversity of Indonesian society is the background for the diversity of ethnic groups in Indonesia, which can create a different cultural climate. However, this can be united under the third principle of Pancasila, namely the Unity of Indonesia, where the embodiment of these precepts is the value of mutual cooperation. The value of mutual cooperation itself has reflected that the Indonesian state has a high sense of nationalism towards its country. This article aims to find out how to implement the value of gotong royong in an effort to increase the sense of nationalism in the defense industry. By using qualitative methods and literature studies obtained from books, journals, electronic news and others, it is hoped that it can explain how to implement it. Therefore, the implementation of the value of mutual cooperation that increases the sense of nationalism in the Indonesian defense industry must involve all aspects that participate in efforts to become independent and advance the Indonesian defense industry. For example, the establishment of a BUMN holding for the Indonesian defense industry, which was named Defend ID.Keywords: Mutual Cooperation, Nationalism, Defense Industry
Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Harga Terhadap Kepuasan Pengguna Jasa Kargo Maskapai Citilink Bandar Udara Hasan Sampit Rahmat Rinaldy; Zenita Kurniasari
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2703

Abstract

AbstrakKualitas layanan dan harga adalah ukuran tingkat layanan yang diterima dan diharapkan oleh konsumen. Penelitian ini untuk melihat apakah kualitas layanan dan harga berpengaruh terhadap kepuasan pengguna jasa kargo maskapai Citilink. Penelitian ini menguji hubungan antara dua variabel independent, kualitas layanan dan harga, dengan satu variabel dependent, kepuasan. Penelitian ini memakai metode kuantitatif. Sumber data primer yang diperoleh dengan penyebaran kuisoner offline yang didistribusikan kepada pengguna jasa kargo maskapai Citilink sebanyak 65 responden dan data sekunder berupa dukumen, buku, dan jurnal, sebagai data pendukung dan pelengkap penulisan penelitian ini dengan uji validitas dan realibilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi berganda, uji t dan ujif serta koefisien determinan. Hasil penelitian menjelaskan apabila indikator ini sifatnya valid dan reliabel. Pada uji asumsi klasik data berdistribusi normal, tidak terjadi heterokedastisitas dan multikolineritas. Pada uji hipotesis, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dengan kepuasan. Dan pengujian hipotesis penetapan harga berpengaruh besar terhadap kepuasan pengguna jasa kargo maskapai Citilink. Hasil uji determinan yaitu 0,248 yang berarti bahwa kualitas pelayanan dan harga berpengaruh 24,8% terhadap kepuasan.Kata Kunci: Kualitas pelayanan, Harga dan kepuasan AbstractQuality of service and Price is a from of consumer assessment of the level of service received and expected. This study aims to determine whether there is an effect of service quality and price on customer satisfaction with Citilink Airline Cargo Services. This study uses two independent variables, namely service quality and price with one dependent variabel, namely satisfaction. This research uses quantitative methods. Sources of primary data were obtained by distributing offline questionnaires distributed offline questionnaires distributed to users of Citilink Airline Cargo services as many as 65 respondents and secondary data in the from of documents, books, and journals, as supporting data and caompleting this research writing with validity and rea;ibility tests, classical assumption test, regression analysis multiple, t test and f test as well as the determinant coefficient. According to the findings of this research, these indicators are genuine and dependable. In the traditional assumption test, the data are normally distributed, heteroscedasticity and multicollinearity are absent, and there is no evidence of heteroscedasticity. The pricing hypothesis test has a substantial influence on customer satisfaction with Citilink Airline Cargo Service, however the service quality hypothesis test has no effect. The outcome of the determinant test is 0.248, which indicates that service quality and pricing have a 24.8% impact on satisfaction.Keywords: service quality, price and satisfaction.
Analisis Lingkungan Kerja Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Di PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Yudi Setia Nugraha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2704

Abstract

AbstrakBandar udara merupakan kawasan didarat atau perairan yang digunakan pesawat udara melakukan lepas landas dan mendarat tempat turunnya penumpang dan tempat pertukaran antar moda transportasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dan mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan kerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja di PT Gapura Angkasa Bandar Udara Internasional Ahmad Yani Semarang Jawa Tengah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif melalui kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 58 responden. Metode pengambilan sampel menggunakan pendekatan nonprobabilitas dengan teknik purposive sampling dan Uji statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS 20.0. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa berdasarkan analisis linier sederhana didapatkan nilai Sig.sebesar 0.000 hal ini menyatakan bahwa ada pengaruh antara variabel lingkungan kerja (X) terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (Y) dan untuk hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa variabel lingkungan kerja mempunyai pengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan kerja sebesar 15,8% sedangkan sisanya 84.2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) AbstractAn airport is an area on land or water that is used by aircraft to take off and land, where passengers get off and where they exchange between modes of transportation. This study aims to determine whether or not there is an influence and to find out how much influence the work environment has on occupational safety and health at PT Gapura Angkasa, Ahmad Yani International Airport, Semarang, Central Java. The approach used in this research is quantitative through a questionnaire with a total sample of 58 respondents. The sampling method used a non-probability approach with purposive sampling technique and statistical tests were carried out using SPSS 20.0. The results of this study state that based on a simple linear analysis, a Sig value of 0.000 is obtained, this means that there is an influence between the work environment variable (X) on occupational safety and health (Y) and the results of hypothesis testing indicate that the work environment variable has an influence on safety. and occupational health by 15.8% while the remaining 84.2% was influenced by other factors not disclosed in this study.Keywords: Work Environment, Occupational Safety and Health (K3)
Analisis Pengelolaan Dana Bantuan Sosial Tunai Di Kota Bandung Evi Nainah; Reza Mauldy Raharja; Siti Padia Hijriyana; Nazwarini Khairunisa; Sarah Ayu Ernawati Pasaribu; Seffi Lolita; May Delia; Ulfa Yuniar; Vivi Reviyanti; Yulistian Yulistian
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2705

Abstract

AbstrakBantuan Sosial Tunai merupakan bantuan sosial yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial dan diserahkan kepada Dinas Sosial untuk mengalokasikan dana bantuan kepada masyarakat dilingkup daerahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengelolaan dana bantuan sosial tunai yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil kajian penelitian ini menyatakan pendapat masyarakat Kota Bandung bervariasi mulai dari masyarakat miskin di perkotaan dan yang berpenghasilan berkecukupan, rencana bantuan sosial tunai ini dilaksanakan dengan memberikan bantuan secara tunai yang disesuaikan dengan data penerima manfaat kepada masyarakat yang sudah atau belum terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), penyaluran dana bantuan sosial tunai dilakukan selama 3 tahap sebesar 500.000/tahap. Fokus dinas sosial terkait bantuan sosial tunai di kota Bandung ini ialah terhadap masyarakat yang terdata atau belum di DTKS dan Bantuan Sosial Tunai dilihat dari hasil wawancara masyarakat didapati belum merata dan kurang sosialisasi di masyarakat.Kata kunci: Pengelolaan, Bantuan Sosial Tunai, Dinas SosialAbstractCash Social Assistance is social assistance issued by the Ministry of Social Affairs and handed over to the Social Service to allocate aid funds to the community in their area. This study aims to determine and analyze the management of cash social assistance funds carried out by the Bandung City Social Service. This study uses descriptive qualitative research methods. The procedure of data collection was done by interview, observation and documentation. The results of this research study state that the opinions of the people of Bandung vary from the poor in urban areas and those with ample income, this cash social assistance plan is implemented by providing cash assistance that is adjusted to the beneficiary data to people who have or have not been registered in the DTKS, distribution cash social assistance funds are carried out in 3 stages of 500,000/phase. The focus of social services related to cash social assistance in the city of Bandung is on people who are registered or not in DTKS and Cash Social Assistance seen from the results of community interviews found that it is not evenly distributed and lacks socialization in the community.Keywords: Management, Cash Social Assistance, Social Service.
Penerapan Media Pembelajaran “Mading Pancasila” Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Dalam Pembelajaran PPKn Sukmawati Sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Miftahul Jannah; Hilwa Hilwa; Deansi Deansi; Fani Fani; Nurfaisa Nurfaisa
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2710

Abstract

AbstrakDalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, guru dituntut mampu menjalankan tugasnya secara inovatif, kreatif, dan kritis dalam proses pembelajaran. Sehingga dengan adanya media pembelajaran mading pancasila yang kreatif mampu menarik perhatian peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini guru berperan sebagai fasilitator yang menunjang keberhasilan peserta didik dalam memahami materi yang disampaikan, untuk itu guru harus mampu menyesuaikan dengan media pembelajaran yang digunakan, hal ini berrtujuan agar siswa mampu fokus terhadap materi yang diberikan.Kata Kunci: Pancasila, kreatif, Perkembangan Teknologi, Tantangan Guru AbstractIn the development of science and technology, teachers are required to be able to carry out their duties innovatively, creatively, and critically in the learning process. So that with the existence of creative mading pancasila learning media, it is able to attract the attention of students in the learning process. In this case, the teacher acts as a facilitator who supports the success of students in understanding the material presented, for this reason, the teacher must be able to adjust to the learning media used, this is intended so that students are able to focus on the material provided.Keywords: Pancasila, creative, Technological Development, Teacher Challenge
Urgensi Mata Kuliah Pendidikan Kewarganegaraan Di Kalangan Mahasiswa Pada Zaman Millenial Muh Nur Afrizal; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2713

Abstract

AbstrakDalam mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional Bangsa Indonesia, salah satu caranya adalah mengkaderisasi  generasi penerus bangsa yang lebih baik lagi dalam segi kualitas maupun sumber dayanya. Contoh dari kaderisasi tersebut adalah adanya mata kuliah/pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bagi siswa maupun mahasiswa di tingkat perguruan tinggi sebagai bekal untuk melanjutkan roda kepemimpinan yang telah dijalankan sebelumnya. Mata kuliah ini sangat perlu diberikan dan diajarkan kepada mahasiswa di tingkat perguruan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai bentuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mahasiswa harus selalu cinta tanah air dan siap sedia untuk membela pertahanan dan keamanan negara. Dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk bersatu dalam beraneka ragam budaya dan adat-istiadat yang telah berlaku di tertulis maupun tidak tertulis, mampu hidup berdampingan dalam keanekaragaman budaya dan mampu menguatkan rasa kebersamaan dalam Negara Indonesia. Mahasiswa juga digadang-gadang menjadi agen perubahan bagi kondisi Bangsa Indonesia menjadi lebih baik lagi dimasa mendatang dan bisa menunjukkan jati dirinya di kancah internasional.Kata kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, bela negara, mahasiswa, agen perubahan. AbstractIn realizing the ideals and national goals of the Indonesian nation, one way is to regenerate the next generation of the nation that is even better in terms of quality and resources. An example of this regeneration is the existence of Citizenship Education courses for students and students at the tertiary level as a provision to continue the leadership wheel that has been carried out previously. This course really needs to be given and taught to students at the university level to educate the nation's life as a form of loving the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). Students must always love their homeland and be ready to defend the defense and security of the country. In this case, students are united in various cultures and customs that have occurred both written and unwritten, are able to live in cultural diversity and are able to strengthen the sense of togetherness in the Indonesian state. Students are also expected to be agents of change for the condition of the Indonesian nation to be better in the future and be able to show their identity in the international arena.Keywords: Citizenship Education, defending the country, students, agents of change.
Membangun Ketahanan Industri Pertahanan Indonesia Yang Mandiri Melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 Tentang Industri Pertahanan Dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Fiorentina Nulhakim; Nadia Aurora Soraya; Salsa Ayuning Tias
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2717

Abstract

AbstrakNasionaliasi industri pertahanan melalui perwujudan kemandirian industri pertahanan diidentifikasikan dengan kemampuan suatu negara untuk memproduksi alpalhankam beserta komponen-komponen utama atau pendukungnya sendiri dalam memenuhi kebutuhan kekuatan militer ataupun non-militer dalam Negeri, dengan kata lain Industri pertahanan yang kuat tercermin dalam ketersediaan pasokan kebutuhan pertahanan dan fasilitas pertahanan yang terjamin secara berkelanjutan dan memadai. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis untuk mengkaji atau menganalisis data sekunder yang berupa bahan-bahan hukum, buku dan hasil penelitian sebelumnya. Serta deskriptif analitis dengan pengumpulan data melalui studi pustaka, dokumen, dan studi arsip. Berdasarkan penelitian ini, nasionalisasi industri, pertahanan perlu dicapai melalui penerapan strategi yang komprehensif dan sporadis, yakni penguasaan terhadap pengembangan teknologi diiringi dengan kepastian hukum yang komprehensif melalui pembumian amanat UU Nomor 16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan dan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law), serta peran pemerintah yang menyeluruh terhadap setiap aspek pergerakan produksi industri pertahanan.Kata Kunci : Industri Pertahanan, Nasionalisasi Industri, Omnibus Law AbstractThe nationalization of the defense industry through the realization of the independence of the defense industry is identified by the ability of a country to produce defense and security equipment tools along with its own main or supporting components in meeting the needs of domestic military or non-military forces, in other words A strong defense industry is reflected in the availability of a supply of defense needs and defense facilities that are guaranteed in a sustainable and adequate manner. This research uses a juridical approach method to study or analyze secondary data in the form of legal materials, books and the results of previous research. As well as descriptive analytics with data collection through literature studies, documents, and archival studies. Based on this research, the nationalization of industry, defense needs to be achieved through the implementation of a comprehensive and sporadic strategy, namely mastery of technology development accompanied by comprehensive legal certainty through the grounding of the mandate of Law Number 16 of 2012 concerning the Defense Industry and Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation (Omnibus Law), as well as the overall role of the government in every aspect of the movement of defense industrial production.Keywords : Defense Industry, Nationalization of industry, Omnibus Law
Fenomena Lemahnya Supply Chain Industri Pertahanan Dalam Konteks Nasionalisme Gathut Imam Gunadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2718

Abstract

AbstrakPada dasarnya, Indonesia telah menerapkan metode Supply Chain dalam Industri pertahanan negara. Namun, masih ada kendala dalam implementasi rantai pasokan tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa supply chain industri pertahanan nasional untuk memperkuat Industri Pertahanan Nasional. Metode SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) merupakan analisa yang digunakan dalam penulisan ini. Kajian ini diharapkan dapat memberikan analisis terhadap optimalisasi implementasi supply chain industri pertahanan. Hasil analisis faktor internal diperoleh 4 aspek kekuatan dan 4 aspek kelemahan. Analisis hasil faktor eksternal diperoleh 4 aspek peluang dan 4 aspek ancaman. Analisis hasil matriks ditemukan bahwa strategi yang sesuai dengan kebijakan pelaksanaan supply chain industri pertahanan adalah strategi ST. Strategi ST terdiri dari penyesuaian kualitas produk, sinergitas dengan kualitas produk supplier dengan kualitas produk bahan baku yang baik, manajemen supply chain yang sesuai dengan kebutuhan, peningkatan kualitas dan produktivitas secara terus-menerus.Kata kunci: Supply Chain, Industri Pertahanan, SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) AbstractBasically, Indonesia has applied the Supply Chain method in the national defense industry. However, there are still obstacles in implementing the supply chain. This paper aims to analyze the supply chain of the national defense industry to strengthen the National Defense Industry. The SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) method is the analysis used in this paper. This research is designed to give an examination of supply chain optimization in the defense industry The investigation of internal components yielded four areas of strength and four areas of weakness. The results of the external factors analysis yielded four aspects of opportunities and four elements of threats.. The ST approach, according to the matrix results, is the one that is in line with the policy of implementing the defense industry supply chain. Adjusting product quality, synergy with supplier product quality with good quality raw material goods, supply chain management based on needs, and ongoing quality and productivity development are all part of the ST approach.Keywords: Supply Chain, Defense Industry, SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
Penanaman Karakter Kebangsaan Terhadap Mahasiswa (Studi Deskriptif Pada Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Pendidikan Indonesia) Ria Yuni Lestari; Susilawati Susilawati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2719

Abstract

AbstrakPendidikan karakter adalah pendidikan yang berupaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang di dalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, serta tindakan untuk melakukan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter sangat erat hubungannya dengan pendidikan moral dimana tujuannya adalah untuk membentuk dan melatih kemampuan individu secara terus-menerus guna penyempurnaan diri kearah hidup yang lebih baik. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa, yang mana mereka akan menjadi pelaku perubahan dan kemajuan suatu bangsa. Diharapkan agar perilaku warga negara baik dalam aspek politik, ekonomi, maupun sosial budaya mengacu pada konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila.Sikap dan tingkah laku yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dengan mendudukan hak asasi manusia secara proporsional sesuai dengan konsep dan prinsip yang terkandung dalam Pancasila. Semangat kebangsaan yang tinggi, sehingga selalu menjunjung tinggi existensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan maraknya kasus penyelewengan perilaku dan karakter anak bangsa, perlu ditumbuhkan kesadaran bagi tidak hanya tenaga pendidik dan pemerintah, melainkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk menerapkan perilaku yang baik dan menanamkan karakter yang baik bagi anak Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan karakter kebangsaan dalam diri mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa sangat penting dilakukan, salah satunya adalah melalui proses pendidikan.Kata kunci: Penanaman Karakter, Pendidikan Karakter, Generasi Muda AbstractCharacter education is education that seeks to in still certain character values to students in which there are components of knowledge, awareness or willingness, as well as actions to carry out these values. Character education is closely related to moral education where the goal is to shape and train individual abilities continuously for self-improvement to wards a better life. The young generation is the next generation of the nation, where they will be the agents of change and progress of a nation. It is hoped that the behavior of citizens in terms of politics, economy, and socio-culture refers to the concepts, principles and values contained in Pancasila. Attitudes and behaviors that up hold human dignity as creatures created by God Almighty, by placing human rights proportionally in accordance with the concepts and principles contained in Pancasila. High national spirit, so that it always up holds the existence of the Unitary State ofthe Republic of Indonesia. With the rise of cases of misappropriation of the behavior and character of the nation’s children, it is necessary to raise awareness not only for educators and the government, butals of or the awareness of the Indonesian people to apply good behavior and in still good character in Indonesian children. Therefore, the development of national character in students as the next generation of young people is very important, one of which is through the education process.Keywords: Character Planting, Character Education, Young Generation
Analisa Penanganan Pelanggaran Disiplin Kerja GSE Di Apron Bandar Udara Yogyakarta International Airport Tomy Fajar Fitriatmoko
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2720

Abstract

AbstrakApron Movement Control melakukan pengawasan yang bertujuan untuk menciptakan kedisiplinan dari karyawan GSE terhadap aktivitas di sisi udara (Apron). Di dunia penerbangan keselamatan sangat diutamakan, terlebih pada area apron. Kedisiplinan di area apron yang dilaksanakan oleh unit GSE sangatlah penting dalam mengontrol pergerakan pesawat, kendaraan, penumpang, dan barang. Kedisplinan dan keselamatan sangat erat kaitannya dalam hal melaksanakan tugas dan menjamin keselamatan diri sendiri maupun penumpang pesawat, dengan tidak melanggar pelanggaran diatas maka akan menjamin keselamatan dengan baik di bandar udara YIA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penggunaan pendekatan kualitatif ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran tentang penanganan pelanggaran area apron terhadap kedisiplinan kerja oleh unit amc di bandar udara YIA. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, untuk triangulasi yang digunakan yaitu triangulasi metode, adapun analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah Tindakan AMC melakukan teguran pemantauan lebih lanjut dan arahan untuk segera melakukan pembaharuan armada sesuai SOP yang berlaku, untuk kendala yang dihadapi dari pihak AMC dalam melakukan teguran dilapangan tidak ditemukan karena semua sudah mengetahui apa tugas dan peran AMC di wilayah apron. Hasil peningkatan disiplin kerja GSE setelah pemberian sanksi pelanggaran yang dilakukan oleh pihak AMC di wilayah apron. Semakin lebih sadar bahwa keselamatan penerbangan sangatlah penting untuk diri sendiri maupun orang lain dan berkurangnya jenis pelanggaran yang sama setiap hari dari data hasil pantauan inspeksi rutin maupun random inspection.Kata kunci: Ground Support Equipment, Apron, AMC, Disiplin Kerja, Yogyakarta Internasional Airport AbstractApron Movement Control conducts supervision aimed at creating discipline from GSE employees towards activities on the air side (Apron). In the world of aviation safety is very important, especially in the apron area. Discipline in the apron area carried out by the GSE unit is very important in controlling the movement of aircraft, vehicles, passengers and goods. Discipline and safety are closely related in terms of carrying out their duties and ensuring the safety of themselves and the passengers of the aircraft, by not violating the above violations, it will ensure good safety at YIA airport. The type of research used in this research is qualitative research. The use of this qualitative approach is intended to obtain an overview of the handling of violations in the apron area against work discipline by the amc unit at YIA airport. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation, for the triangulation used is the method triangulation, while the data analysis used is data reduction, data presentation and conclusion drawing.The results obtained from this study are AMC's actions to carry out further monitoring warnings and directives to immediately renew the fleet according to the applicable SOP, for the obstacles faced by the AMC in carrying out warnings in the field were not found because all of them already knew what AMC's duties and roles were in the field. apron area. The results of the increase in GSE work discipline after the provision of sanctions for violations committed by the AMC in the apron area. More and more aware that flight safety is very important for oneself and for others and the reduction in the same types of violations every day from data from routine inspections and random inspections.Keywords: Ground Support Equipment, Apron, AMC, Work Discipline, Yogyakarta International Airport