cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,213 Documents
Pancasila Dan Perwujudannya Di Masyarakat Modern Endah Parawangsa; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2722

Abstract

AbstrakPancasila adalah dasar dari negara kesatuan republik Indonesia yang merupakan acuan dalam kehidupan bermasyarakat di negara Indonesia. Pancasila telah terbukti sebagai ideologi yang kuat hingga kini berada di masyarakat modern sehingga nilai-nilainya tetap terwujud sebagai cerminan bangsa Indonesia di masyarakat modern. Masyarakat modern Indonesia yang bijak tetaplah menjunjung tinggi pancasila dan mewujudkannya dalam sikap dan kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Ciri-ciri dan perkembangan yang hadir dijadikan alat untuk mempererat kesatuan dan persatuaan bangsa Indoensia dan memperkuat pancasila sebagai dasar negara.Kata Kunci: Pancasila, Wujud, Masyarakat  Modern. AbstractPancasila is the basis of the unitary state of the republic of Indonesia which is a reference in social life in Indonesia. Pancasila has been proven to be a strong ideology until now in modern society so that its values continue to manifest as a reflection of the Indonesian nation in modern society.  The wise modern Indonesian society still upholds Pancasila and manifests it in attitudes and daily social life.  The characteristics and developments that are present are used as tools to strengthen the unity and integrity of the Indonesian nation and strengthen Pancasila as the basis of the state.Keywords: Pancasila, Form, Modern Society.
Penguatan Nilai-Nilai Pancasila Di Tengah Era Globalisasi Sahma Nada Afifah Ekaprasetya; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2723

Abstract

AbstrakPancasila adalah dasar negara Indonesia atau merupakan dasar bangsa Indonesia karena itu Pancasila sangatlah penting dalam berkehidupan sehari-hari, dan keberadaan Pancasila dapat menjadikan bangsa Indonesia memiliki prinsip pedoman untuk mengenali dan menyelesaikan masalah sosial, politik, hukum, budaya dan lain-lain. Dan nilai-nilai yang di miliki Pancasila atau terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai yang baik, dan harus ditanamkan ke dalam jiwa setiap masyarakat di Indonesia. Maka dari itu, nilai-nilai yang dimiliki Pancasila sangatlah penting untuk dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan kita, agar nilai-nilai Pancasila tidak luntur di era globalisasi saat ini dan Indonesia tidak kehilangan jati dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan betapa pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila di era globalisasi, dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran perpustakaan atau Library ResearchKata Kunci: Indonesia, Nilai, Pancasila AbstractPancasila is the basis of the Indonesian state or is the basis of the Indonesian nation because it is very important in everyday life, and the existence of Pancasila can make the Indonesian nation have guiding principles to identify and resolve social, political, legal, cultural, and other problems. And the values that are owned by Pancasila or contained in Pancasila are good values and must be instilled into the soul of every society in Indonesia. Therefore, the values of Pancasila are very important to be understood and applied in our lives, so that the values of Pancasila do not fade in the current era of globalization and Indonesia does not lose its identity. This study aims to show how important it is to strengthen Pancasila values in the era of globalization, and the method used in this research is the library search method.Keywords: Indonesia, Values, Pancasila
Peran Penting Tentara Sukarela Pembela Tanah Air (PETA) Dalam Perjuangan Meraih Kemerdekaan Indonesia Gathut Imam Gunadi; Beny Budhi Septyanto; Unggul Satrio Yudhotomo
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2724

Abstract

AbstrakDidalam Perjalanan sejarah pergerakan bangsa Indonesia untuk dapat mencapai kemerdekaan negara Indonesia dapat kita ketahui bahwa serangkaian peristiwa tersebut awalnya terjadi sejak terlaksananya Kebangkitan Nasional yang terjadi pada tanggal 20 Mei 1908, seteleh itu disusul oleh peristiwa yang tak kalah pentingnya yaitu lahirnya Sumpah Pemuda yang pelaksanaannya terjadi pada tanggal 28 Oktober 1928. Tidak sampai disitu saja, terdapat juga kegiatan perjuangan politik yang dilakukan oleh para tokoh-tokoh Nasionalis melalui pengembangan organisasi atau partai politik. Selama terjadinya pergerakan kebangsaan tersebut yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Indonesia masih belum mampu untuk membentuk sebuah kekuatan militer bangsa Indonesia yang kedepannya diperlukan untuk dapat mendukung perjuangan mewujudkan cita-cita politik Indonesia Merdeka. Sejarah perjuangan kemerdekaan indonesia tidak bisa dipisahkan dari peran keberadaan tentara Pembela Tanah Air (PETA). Tentara PETA merupakan pasukan pembela tanah air yang berupa tentara sukarelawan yang diisi oleh pemuda-pemuda Indonesia. Pada awalnya pembentukan pasukan PETA dari bantuan Jepang ini bertujuan untuk mempertahankan wilayahnya dari serangan tentara Sekutu, namun bangsa Indonesia melihat pembentukan Tentara PETA itu sebagai persiapan menuju Indonesia Merdeka. Bisa dikatakan bahwa tentara Pembela Tanah Air (PETA) merupakan modal utama kekuatan Tentara Keamanan Rakyat yang akhirnya dikemudian hari bertransformasi menjadi Tentara Nasional Indonesia.Kata kunci: Perjuangan Kemerdekaan, Gerakan Kebangsaan, PETA. AbstractWe can learn from the historical journey of the Indonesian nation's movement to achieve independence of the Indonesian state that this series of events began with the implementation of the National Awakening on May 20, 1908, and was followed by an equally important event, namely the birth of the Youth Pledge on October 28, 1928. It didn't stop there; Nationalist figures were also involved in political warfare through the formation of political organizations or parties. During the national movement led by Indonesian personalities, they were unable to build a military force for the Indonesian country, which would be required in the future to support the struggle to achieve Indonesia's democratic goals. The participation of the Pembela Tanah Air (PETA) army in the war for Indonesian independence cannot be separated from the history of the struggle. The PETA army is a volunteer army made up of Indonesian youngsters that serves as a homeland defense force. The construction of the PETA forces with Japanese support was initially intended to defend their area against Allied attacks, but the Indonesians envisioned the PETA Army as a precursor to an independent Indonesia. The Pembela Tanah Air (PETA) army might be considered the major capital of the People's Security Army, which later became the Indonesian National Army.Keywords: Struggle for Independence, National movement, PETA.
Analisis Hukuman Kebiri Kimia Terhadap Pelaku Kejahatan Seksual Ditinjau Dari Sudut Pandang Hak Asasi Manusia (Studi Kasus Pelecehan Seksual 14 Santriwati Di Kabupaten Bandung) Dinar Sugiana Fitrayadi; Alya Oktaviani; Mamay Maesaroh; Mia Rhodia; Nabilah Alda Adawiya; Neng Neng; Novia Dwi Styowati; Oki Purwanti; Umiyah Umiyah; Yunita Dwi Rifani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2728

Abstract

AbstrakAda dua jenis kebiri yang diterapkan di berbagai negara, yaitu kebiri fisik dan kebiri kimia. Kebiri fisik, seperti yang dilakukan di Republik Ceko dan di Jerman, dilakukan dengan mengamputasi testis pelaku pedofilia, sehingga pelaku kekurangan hormon testosteron, yang mempengaruhi gairah seksnya. Sedangkan kebiri kimia, berbeda dengan kebiri fisik, tidak dilakukan dengan cara amputasi buah zakar. Eksekutornya akan mengandung bahan kimia antiandrogen yang dapat melemahkan hormon testosteron. Ini dapat dilakukan melalui pil atau suntikan. Ketika hormon testosteron melemah, kemampuan untuk membangun, menurunkan libido atau hasrat seksual seseorang atau bahkan hilang sama sekali. Belum lama  ini terjadi lagi suatu kasus pemerkosaan terhadap perempuan, yang dikenal dengan kasus pemerkosaan Herry Wirawan terhadap belasan santriwati di Bandung. Kemudian yang menjadi sorotan adalah bagaimana penyelesaian terhadap kasusnya, yakni tedakwa pada kasus tersebut sempat divonis hakim untuk hukuman kebiri dan mati, namun pada akhirnya putusan yang dikeluarkan adalah hukuman pidana penjara seumur hidup, karena beberapa pakar HAM di Indonesia menolak dan menegaskan bahwa hukuman kebiri maupuun vonis mati tersebut melanggar hak asasi manusia. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin, menganalisis dan mengetahui Bagaimana hukum kebiri kimia terhadap pelaku kejahatan seksual ditinjau dari sudut pandang hak asasi manusia, dengan menggunakan studi kasus (Pelecehan seksual 14 santriwati di Kabupaten Bandung), Meninjau bagaimana hukuman ini ini diberlakukan bagi pelaku kejahatan pelecehan seksual. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data-data serta mewawancarai langsung pihak-pihak yang terkait dengan obyek penelitian. Jenis pendekatan yang di gunakan dalam penulisan ini merupakan pendekatan kasus yang dilakukan dengan menelaah terhadap kasus-kasus yang berkaitan. Pembatasan dalam penelitian kualitatif ini lebih didasarkan pada tingkat kepentingan/urgensi dari masalah yang dihadapi dalam penelitian ini. Hasil penelitian data deskriptif diperoleh bahwa dalam sudut pandang HAM berdasarkan keterangan yang didapat dari wawancara dengan Kepala bidang HAM menerangkan bahwa Hukuman kebiri tidak bisa dianggap melanggar hak asasi karena sejak awal pelaku sendiri lah yang telah melangar HAM para korbannya. Kasus pelecehan merupakan sebuah kejahatan serius yang melanggar hak asasi manusia, menimbulkan trauma kepada para korban dan keluarga serta menggangu ketentraman di lingkungan masyarakat.Kata Kunci : HAM, Kebiri Kimia, Perempuan, Pelecehan. AbstractThere are two types of castration applied in different countries, namely physical castration and chemical castration. Physical castration, as is done in the Czech Republic and in Germany, is carried out by amputating the testicles of the pedophilia abuser, so that the offender is deficient in the hormone testosterone, which affects his sex drive. Meanwhile, chemical castration, in contrast to physical castration, is not carried out by means of amputation of testicles. The executor will contain antiandrogen chemicals that can weaken the hormone testosterone. This can be done through pills or injections. When the hormone testosterone is weakened, the ability to build up, lower one's libido or sexual desire or even disappear altogether. Not long ago there was another case of rape of women, known as the Herry Wirawan rape case against dozens of female students in Bandung. Then the highlight is how the settlement of the case, namely the tedakwa in the case was sentenced by the judge to be sentenced to castration and death, but in the end the verdict issued was a sentence of life imprisonment, because some human rights experts in Indonesia refused and emphasized that the sentence of castration maupuun death sentence violated human rights. Based on this, the researcher wants to, analyze and know how the chemical castration law against sex offenders is viewed from a human rights point of view, using a case study (Sexual harassment of 14 female students in Bandung Regency), Reviewing how this punishment is applied to perpetrators of sexual harassment crimes. This research uses the empirical juridical method, which is a research method carried out by collecting data and interviewing directly parties related to the object of study. The type of approach used in this writing is a case approach that is carried out by examining related cases. The restrictions in this qualitative research are more based on the level of importance / urgency of the problems faced in this study. The results of the descriptive data study were obtained that from a human rights point of view based on information obtained from an interview with the Head of the Human Rights sector, it was explained that the punishment of castration could not be considered a violation of human rights because from the beginning the perpetrator himself was the one who had violated the human rights of his victims. Harassment is a serious crime that violates human rights, traumatizes victims and families and disturbs peace in the community.Keywords : Human Rights, Chemical Castration, Women, Harassment.
Fenomena Yuridis Pengurangan Vonis Hukuman Terhadap Terpidana Korupsi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Analisi Putusan Nomor 14/PID.TPK/2021/PTDKI) Herli Antoni; Rama Putra Mulyana; Imanuelita H.J. Warouw
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2729

Abstract

AbstrakDewasa ini tindak pidana korupsi selalu mendapatkan perhatian lebih dibandingkan dengan tindak pidana lainnya mengingat dampak negatif yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tindak pidana korupsi termasuk dalam kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) sebab kerugian yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi tidak hanya berdampak pada keuangan negara namun juga merugikan bagi pembangunan nasional. Salah satu kasus tindak pidana korupsi yang cukup menarik perhatian publik adalah kasus korupsi yang dilakukan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra. Putusan banding Pengadilan Tinggi Jakarta Nomor 14/Pid.Sus-TPK/2021/PT.DKI yang mengurangi vonis pada tingkat pertama menjadi polemik dengan pertimbangan bahwa terdakwa telah menjalankan hukuman pidana berdasarkan Putusan Mahkamah Agung tanggal 20 Februari 2012 Nomor 100/PK/Pid.Sus/2009 j.o Putusan Mahkamah Agung Nomor 12 PK/Pid.Sus/2009 dan telah mengembalikan uang hasil tindak pidana korupsi tersebut. Kasus tersebut memberikan pertanyaan mengenai bagaimana terjadinya pengurangan vonis hukum terhadap terpidana korupsi tersebut dengan alasan-alasan yang meringankan sebagaimana yang terdapat dalam putusan tersebut. Dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system),  hukum pidana menempati suatu posisi sentral. Hal ini disebabkan karena keputusan di dalam pemidanaan akan mempunyai konsekuensi yang luas, baik yang menyangkut langsung pelaku tindak pidana maupun tidak menyangkut secara langsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dengan pendekatan normatif. Adapun hasil penelitian hukum ini ialah mengetahui bagaimana pertimbangan hakim yang dikaitkan dengan teori-teori hukum pidana sebagai landasan kajian penelitian ini.Kata Kunci : Korupsi, Peringanan Vonis, Putusan HakimAbstractNowadays, corruption always gets more attention compared to other crimes, considering the negative impacts caused by corruption have an impact ovarious aspect of people’s lives. Corruption is an extraordinary crime because the losses caused by corruption do not only have an impact on state finances but are also detrimental to national development. One of the corruption cases that has attracted public attention is the corruption case by the defendant Joko Soegiarto Tjandra. The appeal decision of the Jakarta High Court number 14/Pid.Sus-TPK/2021/PT.DKI which reduced the verdict at the first level became a polemic with the consideration that the defendant had served a criminal sentence based on the Supreme Court's Decision dated February 20, 2012 Number 100/PK/Pid. Sus/2009 in conjunction with the Supreme Court's Decision Number 12 PK/Pid.Sus/2009 and has returned the money from the crime of corruption. The case raises the question of how the legal verdicts against corruption convicts were reduced with mitigating reasons as contained in the decision. In the criminal justice system, criminal law occupies a central position. This is because decisions in sentencing will have broad consequences, both those involving the perpetrators of the crime directly or not. This study uses a descriptive analytical method with a normative approach. The result of this legal research is to find out how the judge's considerations are related to criminal law theories as the basis for this research study.Keywords : Corruption, Reduced Sentence, Judge’s Decision
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Norma-Norma Yang Ada Di Masyarakat Dituangkan Ke Dalam Media Surat Sukmawati Sukmawati; Jamaludin Jamaludin; Tedy Yudiansa; Rahmat Rahmat; Gersiani Appang Allo; Anjeli Ayu Ranteallo; Riskina Saputri; Tri Nurfallah; Lilla Amalia
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2730

Abstract

AbstrakTujuan dari praktek ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya nilai-nilai pancasila dan norma dalam pembelajaran PPKN , karena di zaman modernisasi seperti saat ini tidak selalu membawa perubahan yang lebih baik, contohnya yaitu terjadinya degradasi moral yang tampak pada perilaku generasi muda sekarang dengan maraknya pemberitaan tawuran pelajar yang berujung kematian. Hal ini menjadi tanggung jawab orang tua dan guru karena kurangnya perhatian yang cukup untuk anak melalui edukasi nilai, norma, dan moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, lalu instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Hasil dari penelitian dinyatakan bahwa guru harus membimbing peserta didik agar dapat menemukan dan mengembangkan konsep, nilai, moral dan norma ke dalam ruang lingkup pembelajaran PPKN . Melalui seorang guru ini kemudian yang harus dilihat bagaimana dalam mengambangkan nilai dan moral sebagai karakterisrik pembelajaran PPKN d dan ketika hal itu mempu dilaksanakan disitulah akan terlihat bahwa dalam pembelajaran PPKN hadir untuk menanamkan nilai dan moral bagi generasi bangsa. Mengapa penanaman nilai dalam rangka pembentukan sikap warga Negara perlu diterapkan dalam kehidupan sehari – hari karena kecerdasan yang tinggi tanpa dibarengi moralitas yang baik, mungkin akan berbahaya bagi diri dan umat manusia. Bagaimana manusia bersikap, dan melakukan perbuatan lahir dan batin sebagai dorongan kehendak yang didasarkan atas putusan akal, rasa, dan kehendak sikap, perkataan dan perbuatan tersebut senantiasa diarahkan kepada kebenarandan kebaikan. Pada diri manusia harus selalu ada kemampuan untuk menyelenggarakan kerjasama akal, rasa, dan kehendak itu dalam hubungan kesatuan, akal ialah yang memberikan pengetahuan tentang perbuatan bagaimana yang harus dilakukan, rasa yang mengujinya dengan berpedoman kepada hasratnya sendiri, sedangkan kehendaklah yang menentukan sikap akan dilakukan atau tidaknya.Kata kunci : pacasila, norma, pembelajaran generasi milenialAbstractThe purpose of this study is to find out how important concepts, values, morals and norms are in teaching pancasila and civic education, because in modern times such as today do not always bring better changes, for example the occurrence of moral degradation that appears in the behavior of the younger generation now with the prevalence of reporting student brawls that lead to death. This is the responsibility of parents and teachers due to the lack of sufficient attention for children through the education of values, norms and morals. This study uses a qualitative approach, then the instruments used are observation, interviews, documentation, and questionnaires. The results of the study stated that teachers must guide students to be able to discover and develop concepts, values, morals and norms into the scope of elementary pancasila and civic education learning. Through a teacher, then what should be seen in developing values and morals as a characteristic of pancasila and civic education learning in elementary schools and when it is implemented, it will be seen that in learning pancasila and civic education is present to instill values and morals for the nation's generation, especially in the scope. Why is it necessary to inculcate values in the context of forming citizen attitudes?applied in everyday life because of high intelligence without being accompanied good morality, may be harmful to self and mankind. How Humans behave, and do physical and spiritual actions as an impulse of will which is based on the decisions of reason, taste, and will, attitudes, words and deeds is always directed to truth and goodness. In humans must there is always the ability to organize the cooperation of reason, taste, and will In a unitary relationship, reason is what gives knowledge about actions how to do it, the feeling that tested it by referring to his own desires, while it is the will that determines the attitude to be carried out or whether or not.Keywords: pancasila, norm, millennial generation learning
Meningkatkan Kesadaran Bela Negara Pada Setiap Individu Dengan Nilai-Nilai Pancasila Pada Era Globalisasi Saat ini Muflih Ihsan Pratama; Fatma Ulfatun Najicha
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2733

Abstract

AbstrakGlobalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia yang dapat dilihat oleh penjuru dunia mana pun tanpa harus melihatnya secara langsung. Globalisasi ini bisa menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dihadapioleh  semua orang yang ada di penjuru dunia mana pun, termasuk Indonesia itu sendiri. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang lebih maju dari sebelumnya akan memberikan dampak dari globalisasi yang positif mau pun negatif bagi kehidupan manusia di dunia. Pancasila terbentuk dari nilai-nilai luhur bangsa Indoensia yang menjadi dasar pedoman hidup masyarakat Indonesia sehari-hari dan menjadi keyakinan dalam mencapai tujuan dan cita-cita dari bangsa Indonesia. Pancasila yang dijadikan pedoman hidup bagi masyarakat bangsa Indonesia yang artinya pedoman bagi masyarakat Indonesia dalam kegiatan sehari-hari dalam berperilaku baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat Indonesia. Bela negara yaitu sikap, tekad, dan perilaku warga negara dalam menunjukkan kecintaannya kepada sebuah negara yang dihuninya mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Sikap bela negara ini yang akan membantu memperkuat keadaan Bangsa Indonesia untuk bertahan dalam arus kemajuan global yang sangat pesat sekaligus mencakup semua dimensi kehidupan manusia. Saat ini dan seterusnya, Indonesia akan terus hidup dengan keberagaman, kemajuan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan, dan kuatnya Indonesia di mata dunia. Hal ini menjadi suatu tindakan bagaimana masyrakat Indonesia menghadapi globalisasi ini agar tetap menjadi Indonesia yang seutuhnya. Hal ini juga yang akan dipererat dan dikuatkan dengan  nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup masyarakat Indonesia, pedoman hidup dalam berperilaku di kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat, berbangsa, dan bernegara.Kata Kunci: Globalisasi, Nilai-Nilai Pancasila, Bela Negara AbstractGlobalization is the process of entering into the scope of the world that can be seen by any corner of the world without having to see it directly. This globalization can be an opportunity as well as a challenge that must be faced by everyone in any corner of the world, including Indonesia itself. The development of information and communication technology that is more advanced than before will have a positive or negative impact on human life in the world. Pancasila was formed from the noble values of the Indonesian nation which became the basis for the daily life of the Indonesian people and became a belief in achieving the goals and ideals of the Indonesian nation. Pancasila is used as a way of life for the Indonesian people, which means guidelines for the Indonesian people in their daily activities in behaving both as individuals and as members of Indonesian society. Defending the country is the attitude, determination, and behavior of citizens in showing their love for a country they inhabit from children to adults. This state defense attitude will help strengthen the condition of the Indonesian nation to survive in the very rapid current of global progress while covering all dimensions of human life. Today and in the future, Indonesia will continue to live with diversity, progress in realizing the ideals of independence, and the strength of Indonesia in the eyes of the world. This is an act of how the Indonesian people face this globalization in order to remain a complete Indonesia. This will also be strengthened and strengthened by the values of Pancasila as the way of life of the Indonesian people, guidelines for life in behaving in everyday life in the community, nation and stateKeywords: Globalization, Pancasila Values, Defending The Country
Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia Guna Mendukung Kerja Operasional Petugas Aviation Security Di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap Alna Arliana Priyono Saputri; Raden Fatchul Hilal
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2740

Abstract

AbstrakBandar Udara Tunggul Wulung Cilacap merupakan satu-satunya bandar udara yang terdapat di Kota Cilacap dan termasuk dalam kategori bandar udara kelas 3. Hal ini tentunya membuat bandar udara tersebut membutuhkan sumber daya yang berkompeten dan memenuhi syarat sehingga dapat mendukung kinerja dari masing-masing kegiatan operasioanal di bandar udara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas Petugas Aviation Security berdasarkan analisis manajemen sumber daya manusia serta untuk mengetahui bagaimana cara agar Petugas Aviation Security dapat mendukung kinerja operasional di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap personil dari unit Aviation Security (AVSEC) serta pada Kepala Unit terkait. Penelitian dilakukan selama 2 minggu di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap. Hasil dari penelitian ini adalah Petugas AVSEC di Bandar Udara Tunggul Wulung Cilacap dapat dikatakan cukup berkualitas dikarenakan beberapa komponen dalam MSDM sudah dijalankan. Namun dapat diketahui bahwa masih terdapat kurangnya tanggung jawab dalam proses penanganan kasus serta dalam bandara tersebut hanya 2 petugas AVSEC  yang sudah memiliki sertifikat DG (Dangerous Goods). Untuk meminimalisir resiko seperti yang telah terjadi sebelumnya maka sebagai petugas AVSEC harus lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan SOP yang berlaku. Dengan begitu kesesuaian kinerja petugas AVSEC bisa tercapai dengan baik serta aktivitas penerbangan terlaksana dengan aman.Kata Kunci: MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia), AVSEC (Aviation Security), Kinerja Operasional, Bandara Cilacap. AbstractCilacap Tunggul Wulung Airport is the only airport in Cilacap City and is included in the category 3 class airport. This of course makes the airport need competent and qualified resources so that it can support the performance of each operational activity at the airport. This study aims to determine the quality of Aviation Security Officers based on human resource management analysis and to find out how Aviation Security Officers can support operational performance at Cilacap's Tunggul Wulung Airport. This study uses a qualitative method, namely through observation, documentation, and interviews with personnel from the Aviation Security (AVSEC) unit as well as the Head of the related Unit.  The study was conducted for 2 weeks at the Tunggul Wulung Airport, Cilacap. The results of this study are that AVSEC officers at Cilacap's Tunggul Wulung Airport can be said to be of sufficient quality because several components in HRM have been implemented.  However, it can be seen that there is still a lack of responsibility in the case handling process and at the airport, only 2 AVSEC officers already have a DG (Dangerous Goods) certificate.  To minimize the risk as has happened before, as an AVSEC officer, he must be more responsible in carrying out his duties by the applicable SOP.  In this way, the performance of AVSEC officers can be achieved properly and flight activities can be carried out safely.Keywords: HRM (Human Resource Management), AVSEC (Aviation Security), Operational Performance, Cilacap Airport
Analisis Implementasi Digitalisasi Layanan Angkasa Pura Kargo (TERKA) Terhadap Mobilitas Pengiriman Kargo Udara Selama Pandemi Covid-19 Di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Puteri Meidya Qatrunada; Dhiani Dyahjatmayanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2744

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat digitalisasi layanan kargo udara Bandar Udara Soekarno Hatta. Selain itu juga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengoptimalisasian fungsi dari sistem digitalisasi layanan kargo udara bagi para pengguna jasa, serta memahami langkah-langkah pengembangan teknologi digitalisasi layanan kargo di Bandar Udara Soekarno-Hatta Tangerang. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui bagaimana digitalisasi layanan dapat mempengaruhi mobilitas pengirirman kargo udara selama pandemic Covid-19 di Bandar Udara Soekarno Hatta Tangerang. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi masyarakat sehingga mereka dapat melakukan efisiensi waktu dan efektivitas tenaga terutama bagi penyedia jasa dan pengguna jasa. Dalam hal ini  para penyedia jasa transportasi tentunya harus menyediakan pra sarana bagi para pengguna jasa untuk mempermudah para stakeholder baik dari pihak consignee maupun shipper. Dikarenakan hal ini penulis melakukan penelitian yang dilakukan pada tanggal 20 November 2021 sampai dengan 20 Desember 2021, di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang. Penelitian dilakukan di beberapa unit khusus seperti IT dan CSC KSO (LOD) dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Meliputi data yang diperoleh dari dokumen perusahaan dan melalui wawancara yang dilakukan pada unit IT, kantor pusat, dan CSC KSO (LOD) serta data yang juga diambil dari unit-unit terkait. Teknik analisis data yang digunakan penulis adalah dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan conclusion drawing/ verification. Angkasa Pura Kargo Bandar Udara Soekarno Hatta Tangerang juga bekerja sama dengan pesawat Garuda Indonesia untuk penanganan kargo udara dari bulan Agustus tahun 2019. Dari hasil penelitian yang didapatkan oleh penulis, dapat disimpulkan bahwa aplikasi tersebut merupakan proyek yang dikembangkan oleh user sebagai fasilitas pelayanan pandemic Covid-19 di Angkasa Pura Kargo Bandar Udara Soekarno Hatta. Aplikasi ini juga telah di implementasikan sejak tahun 2020 dan masih dalam tahap pengembangan. Pada tahun 2021 aplikasi ini telah digunakan oleh shipper dan consignee sebagai bentuk realisasi pencegahan pandemic Covid-19 di Angkasa Pura Kargo Bandar Udara Soekarno Hatta Tangerang.Kata Kunci: Digitalisasi Layanan, Mobilitas Pengiriman, Pandemi Covid-19 AbstractThe purpose of this study was to determine the benefits of digitizing air cargo services at Soekarno Hatta Airport. In addition, this study aims to analyze the optimization of the function of the air cargo service digitization system for service users, as well as to understand the steps for developing cargo service digitization technology at Soekarno-Hatta Airport, Tangerang. This study also aims to find out how digitizing services can affect the mobility of air cargo delivery during the Covid-19 pandemic at Soekarno Hatta Airport, Tangerang. This is certainly a concern for the community so that they can make time efficiency and energy effectiveness, especially for service providers and service users. In this case, the transportation service providers must of course provide pre-facilities for service users to make it easier for stakeholders, both from the consignee and the shipper. Due to this the author conducted a research conducted on November 20, 2021 to December 20, 2021, at Soekarno-Hatta International Airport, Tangerang. The research was conducted in several special units such as IT and CSC KSO (LOD) using secondary data and primary data. Includes data obtained from company documents and through interviews conducted at the IT unit, head office, and CSC KSO (LOD) as well as data also taken from related units. The data analysis technique used by the author is to perform data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. Angkasa Pura Kargo Soekarno Hatta Airport Tangerang is also working with Garuda Indonesia aircraft to handle air cargo from August 2019. From the research results obtained by the author, it can be concluded that the application is a project developed by the user as a Covid-19 pandemic service facility at Angkasa Pura Kargo Soekarno Hatta Airport. This application has also been implemented since 2020 and is still in the development stage. In 2021 this application has been used by shippers and consignees as a form of realization of the prevention of the Covid-19 pandemic at Angkasa Pura Kargo Soekarno Hatta Airport Tangerang.Keywords: Service Digitization, Delivery Mobility, Covid-19 Pandemic.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan teknologi Dapat Mempengaruhi Gaya Anak Muda Dan Etika Pancasila Pada Masyarakat Indonesia Winda Nur Azizah; Dinie Anggraenie Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2745

Abstract

AbstrakBerbagai perubahan terjadi karena globalisasi. Pada saat ini terjadi perubahan yang disebabkan oleh pengaruh dari luar maupun dari dalam negeri (Taufiqurrahman, 2018). Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat sini sedang mengalami perkembangan yang begitu luar biasa, khususnya teknologi yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Hal tersebut memberikan dampak yang begitu besar terutama generasi muda yang tak lepas dari teknologi. Terkikisnya kebudayaan dan etika Pancasila memunculkan permasalahan-permasalahan baru bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, artikel ini dibuat untuk memberikan informasi terkait perkembangan IPTEK yang mempengaruhi gaya masyarakat Indonesia khususnya anak muda serta dapat juga mempengaruhi etika Pancasila. Pengambilan data  pada artikel ini  menggunakan kajian  literatur  yang  bersumber  dari  jurnal,  artikel,  dan  buku  cetak.  Diharapkan masyarakat Indonesia lebih pintar dalam memilah informasi dan menyikapi perkembangan yang terjadi, baik itu dari luar negeri maupun dalam negeri.Kata kunci : Teknologi, Masyarakat Indonesia, Perkembangan, Pancasila.AbstractVarious changes occur because of globalization. At this time there are changes caused by influences from outside and from within the country (Taufiqurrahman, 2018). Science and Technology (IPTEK) is currently experiencing extraordinary developments, especially technology that can affect the lives of Indonesian people. This has a huge impact, especially the younger generation who cannot be separated from technology. The erosion of Pancasila culture and ethics raises new problems for the Indonesian people. Therefore, this article was created to provide information related to the development of science and technology that affects the style of Indonesian society, especially young people and can also affect the ethics of Pancasila. Data collection in this article uses a literature review sourced from journals, articles, and printed books. It is hoped that the Indonesian people will be smarter in sorting information and responding to developments that occur, both from abroad and within the country.Keywords : Technology, Indonesian Society, Development, Pancasila.