cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 3,213 Documents
Pengaruh Lokasi Dan Fasilitas Transportasi Terhadap Minat Pengguna Jasa Layanan Bandar Udara Internasional Yogyakarta Nurul Rahman; Arif Fakhrudin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2692

Abstract

AbstrakBandar Udara Internasional Yogyakarta adalah bandara baru di Yogyakarta, menggantikan Bandar Udara Internasional Adisutjipto. Bandara ini berlokasi di Kulon Progo, Kapanewon Temon, sekitar 42 km dari pusat kota Yogyakarta, yang mana Bandar Udara Internasional Yogyakarta memiliki arsitektur modern dan desain futuristik yang berada di lahan seluas 600 hektar. Hal ini tentu mempengaruhi kualitas pelayanan Bandar Udara Internasional Yogyakarta yang dimana Bandar udara internasional Yogyakarta berlokasi di kulon progo jauh dari pusat kota Yogyakarta yang mengharuskan penumpang untuk melanjutkan lagi perjalanan ke pusat Yogyakarta. Transportasi darat yang bisa digunakan penumpang untuk sampai ke pusat kota meliputi transposrtasi Damri, Travel, Satelqu, kereta api bandara YIA, taxi bandara dan yang lainnya. Hal ini lah yang menjadikan pelayanan yang kurang baik ke penumpang. Dimana letak lokasi Bandar udara yang jauh dari pusat kota Yogyakarta, meskipun transportasi darat cukup mendukung di Bandar udara tersebut. Berdasarkan uraian diatas dan merujuk pada kasus lokasi Bandar udara terhadap minat pengguna jasa layanan Bandar udara maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait “PENGARUH LOKASI DAN FASILITAS TRANSPORTASI TERHADAP MINAT PENGGUNA JASA LAYANAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL YOGYAKARTA”. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, sumber data yang dipakai salah satunya adalah data primer, data yang di dapat dari penumpang yang menggunakan jasa layanan Bandar Udara Internasional Yogyakarta yang dimintai tanggapan melalui kuesioner yang diberikan, tentang variabel penelitian yang meliputi variabel lokasi, variabel fasilitas transportasi dan variabel minat pengguna jasa. Berdasrkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa Variabel lokasi (X1) mempunyai pengaruh terhadap Minat Pengguna Jasa Layanan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, variabel Fasilitas Transportasi (X2) mempunyai pengaruh terhadap Minat Pengguna Jasa Layanan Bandar Udara Internasional Yogyakarta, dan variabel Lokasi (X1) dan Fasilitas Transportasi (X2) mempunyai pengaruh secara simultan terhadap Minat Pengguna Jasa Layanan Bandar Udara Internasional Yogyakarta.Kata kunci : Lokasi, Fasilitas Transportasi, Minat pengguna jasa  AbstractYogyakarta International Airport is a new airport in Yogyakarta, replacing Adisutjipto International Airport. The airport is located in Kulon Progo, Kapanewon Temon, about 42 km from downtown Yogyakarta, where Yogyakarta International Airport has modern architecture and futuristic design that stands on an area of 600 hectares. This certainly affects the service quality of Yogyakarta International Airport, where Yogyakarta International Airport is located in Kulon Progo, far from the center of Yogyakarta, which requires passengers to continue their journey to the center of Yogyakarta. Land transportation that can be used by passengers to get to the city center includes Damri transportation, Travel, Satelqu, YIA airport trains, airport taxis and others. This is what makes the service less good for passengers. Where is the location of the airport which is far from the city center of Yogyakarta, although land transportation is quite supportive at the airport. Based on the description above and referring to the case of airport location on the interest of airport service users, the authors are interested in conducting further research related to "INFLUENCE OF LOCATION AND TRANSPORTATION FACILITIES ON THE INTEREST OF YOGYAKARTA INTERNATIONAL AIRPORT SERVICE USERS". This research uses quantitative methods, one of the data sources used is primary data, data obtained from passengers who use the services of Yogyakarta International Airport who were asked for responses through a questionnaire given, about research variables which include location variables, transportation facilities variables and service user interest variables. Based on the data analysis carried out, it was concluded that the location variable (X1) has an influence on the Interest of Yogyakarta International Airport Service Users, the Transportation Facility variable (X2) has an influence on the Interest of Yogyakarta International Airport Service Users, and the Location variable (X1) and Transportation Facilities (X2) have a simultaneous influence on the Interest of Yogyakarta International Airport Service Users.Keywords: Location, Transportation Facilities, Interests of service users
Analisis Strategi Komunikasi Air Traffic Control (ATC) di AirNav Indonesia Cabang Denpasar Ni Luh Candra Ulandari; Dhiani Dyahjatmayanti; Yune Andryani Pinem
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2693

Abstract

AbstrakUntuk memastikan penerbangan yang lancar, aman dan nyaman adalah tanggungjawab petugas Air Traffic Control (ATC). Dalam operasionalnya, petugas ATC melakukan komunikasi secara rutin dengan pihak lain menggunakan media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan kendala komunikasi petugas ATC di AirNav cabang Denpasar. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data primer dari wawancara 3 petugas ATC dan observasi, serta data sekunder berupa dokumentasi. Uji validitas menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi oleh petugas ATC dilakukan dengan (1) pengecekan transmisi rutin, (2) penggunaan Aviation English serta (3) mengontrol faktor psikologis petugas. Beberapa kendala komunikasi disebabkan oleh (1) material error, (2) lingkungan, (3) obstacle dan (4) kondisi petugas. Temuan tersebut dapat digunakan sebagai informasi bagi perusahaan sebagai kontrol efektifitas komunikasi petugas ATC cabang Denpasar. Kata kunci: Hambatan Komunikasi, Strategi Komunikasi, Air Traffic Control Abstract Air Traffic Controllers (ATCs) are in charge of assuring smooth, safe, and comfortable traffic at the airport. To do so, ATCs communicate regularly with other officers using media. This research aim is to find communication strategies and barriers by ATCs in AirNav, Denpasar. This is qualitative research employing primary data from respondents’ interviews (n=3) and observation as well as document research as secondary data. Triangulation is applied to test the credibility of the data by source. This research shows communication strategies fostered by ATCs are (1) regular transmission checks, (2) Aviation English use, and (3) ATCs’ psychological maintenance. Some communication barriers are caused by (1) material error, (2) circumstances, (3) obstacles, and (4) officers’ conditions. The finding of this research is beneficial as input to control communication effectiveness by ATCs in Denpasar.   Keywords: Communication Barriers, Communication Strategies, Air Traffic Control
Analisis Jobdesk Unit Apron Movement Control (AMC) Guna Meningkatkan Keselamatan Air Side Di I Gusti Ngurah Rai International Airport Bali Efeta Olin; Irwina Meilani
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2694

Abstract

AbstrakTujuan dilakukan penelitian dibuat mengetahui Jobdesk Unit Apron Movement Control (AMC) guna meningkatkan keselamatan di Air Side I gusti Ngurah Rai International Airport Bali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang dipergunakan pada penelitian ini adalah data primer serta data sekunder. Akibat penelitian ini membuktikan bahwa unit AMC memiliki peran primer pada melakukan pengawasan,pengaturan, dan pelayanan pada area Airside menjamin keselamatan pergerakan di apron dan mencegah / mengurangi kecelakaan agar tercipta Safety. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa kinerja yang dihasilkan oleh unit AMC sudah baik, telah memenuhi tugas dan fungsinya dalam SOP (Standard Operasi Prosedur) guna meningkatkan keselamatan di Air Side dalam menjalankan tugas dan fungsinya pembagian jabatan dan posisi setiap divisi, dan Hal ini membuktikan tidak memiliki kendala, terdapat total keseluruhan tujuh puluh lima (75) unit Apron Movemnet Control (AMC), Jumlah personil unit (AMC) dalam sehari saat bertugas enam (6) Unit. Dan memiliki Strategi dengan melakukan kegiatan Rutin Operasional seperti Formulir Daily Movement Aircraft, Formulir Aviobridge Utilization Services, Safety Alert Checklist Aircraft Respsitioning, dan Parking Stand Double Nose In Form oleh Unit Apron Movement Control (AMC).Kata Kunci : Jobdeks, Apron Movemnet Control (AMC), Keselamatan AbstractThe purpose of this research is to find out about the Jobdesk Unit Apron Movement Control (AMC) in order to improve safety on Air Side I Gusti Ngurah Rai International Airport Bali. This research uses descriptive qualitative method. The data used in this study are primary data and secondary data. As a result of this research, it proves that the AMC unit has a primary  role in supervising, regulating, and providing services in the Airside area, ensuring the safety of movement on the apron and preventing / reducing accidents in order to create safety. The results of this study also prove that the performance produced by the AMC unit is good, has fulfilled its duties and functions in the SOP (Standard Operating Procedure) to improve safety on the Air Side in carrying out its duties and functions in the division of positions and positions of each division, and this proves not have problems, there are a total of seventy five (75) Apron Movemnet Control (AMC) units, the number of unit personnel (AMC) in  a day while on duty is six (6) units. And have a Strategy by carrying out Routine Operational activities such as the Aircraft Daily Movement Form, Aviobridge Utilization Services Form, Safety Alert Checklist Aircraft Response, and Parking Stand Double Nose In Form by the Apron Movement Control Unit (AMC).Keywords: Jobdeks, Apron Movemnet Control (AMC), Safety.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Ruang Tunggu Dan Fasilitas Terminal Keberangkatan Terhadap Kepuasan Penumpang Di Yogyakarta International Airport R.A Nafameryl Saragih; Dhiani Dyahjatmayanti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2695

Abstract

AbstrakDengan seiring berjalanya perkembangan yang terjadi terhadap lalu lintas udara, maka perlu diimbangi dengan fasilitas yang tersedia harus mampu memadai agar dapat memproses pergerakan penumpang. Tujuan penelitian untuk menganalisis apakah ada pengaruh kualitas pelayanan dan fasilitas ruang tunggu secara simultan terhadap kepuasan penumpang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Dimana data yang dikumpulkan berupa hasil dari data kuesioner, dengan responden yaitu penguna jasa bandara dan analisis data yang di gunakan seperti uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinieritas dan heteroskedasitas, analisis regresi linear berganda , uji-T, uji-F, koefisien determinasi(R2), pengujian terhadap hipotesis, hasil dan jugak kesimpulan H_0 dapat di terima atau di tolak.Dari pembahasan X1 dan X2 terhadap Y dapat dilihat ke-2 variabel kualitas penumpang dan fasilitas tersebut sama sama dapat mempengaruhi variable Y atau kepuasan penumpang. Berdasarkan output di atas dapat diketahui R Square sebesar 0,781, hal ini menggandung arti bahwa pengaruh variable X1 dan X2 secara simultan terhadap variable Y adalah sebesar 78,1% sedangkan 21,9% lagi dipengaruhi oleh variable lainnya yang tidak tercantum dalam penelitian ini.Kata Kunci: kualitas pelayanan, fasilitas, kepuasan penumpang. AbstractAlong with the developments that occur in air traffic, it is necessary to balance it with the available facilities that must be adequate in order to be able to process passenger movements. The purpose of this study is to analyze whether there is an effect of service quality and waiting room facilities simultaneously on passenger satisfaction. The research method used in this research is to use a quantitative approach. Where the data collected is the result of questionnaire data, with respondents, namely airport service users and data analysis used such as validity, reliability, classical assumptions which include normality, multicollinearity and heteroscedasticity tests, multiple linear regression analysis, T-test, test- F, coefficient of determination (R2), testing of hypotheses, results and conclusions H_0 can be accepted or rejected. From the discussion of X1 and X2 against Y, it can be seen that the 2 passenger quality variables and these facilities can equally affect the Y variable or satisfaction passenger. Based on the output above, it can be seen that R Square is 0.781, this implies that the influence of variables X1 and X2 simultaneously on variable Y is 78.1% while 21.9% is influenced by other variables not listed in this study.Keywords: service quality, facilities, passenger satisfaction.
Strategi Menjaga Kedaulatan Bangsa Demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Di Era Society 5.0 Dalam Perspektif Ilmu Pertahanan Dan Bela Negara Winka Wino Yunanda; Fiorentina Nulhakim; Nadia Aurora Soraya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2696

Abstract

AbstrakEra society 5.0 merupakan zaman dimana manusia dan teknologi menjadi bagian satu sama lain. Dalam menjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan NKRI di era society 5.0, masyarakat harus dipupuk dengan kesadaran tentang ilmu pertahanan dan bela negara agar memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi dan kebijakan yang dapat digunakan untuk menjaga kedaulatan bangsa demi keutuhan NKRI di era society 5.0 dalam perspektif ilmu pertahanan dan bela negara. Dengan pendekatan kualitatif didapat data dari internet, jurnal, buku, serta artikel ilmiah yang memiliki korelasi. Unsur utama strategi yaitu ends, means, ways yang meliputi cara, tujuan dan sarana dalam pembentukan strategi. Dalam strategi pemerintahan, ends yaitu menjaga kedaulatan bangsa demi keutuhan NKRI, means yaitu kebijakan pemerintah dan kebijakan strategi dalam menghadapi ancaman dan mempertahankan stabilitas negara, ways yaitu membentuk dewan keamanan nasional dan menerapkan one gate policy. Dalam strategi masyarakat, ends yaitu menjaga kedaulatan bangsa demi keutuhan NKRI, means yaitu kebijakan dan strategi yang dibentuk, dan ways yaitu menerapkan poin strategi perorangan dalam kehidupan. Dengan diterapkannya strategi ini, pemerintah dan masyarakat akan bekerja sama dalam menjaga kedaulatan bangsa demi keutuhan negara serta memiliki sikap nasionalisme dan patriotisme.Kata Kunci: Society 5.0, Kedaulatan Bangsa, Keutuhan NKRI, Strategi AbstractThe era of society 5.0 is an era where humans and technology are part of each other. In maintaining the nation's sovereignty and the integrity of NKRI in the era of society 5.0, the public must be nurtured with awareness about the science of defense and state defense in order to have an attitude of nationalism and patriotism. This article aims to find out the strategies and policies that can be used to maintain the nation's sovereignty for the sake of the integrity of the Republic of Indonesia in the era of society 5.0 in the perspective of defense science and state defense. With a qualitative approach, data is obtained from the internet, journals, books, and scientific articles that have correlations. The main elements of strategy are ends, means, ways which include means, goals and means in strategy formation. In the government strategy, ends are maintaining the sovereignty of the nation for the sake of the integrity of the Republic of Indonesia, means are government policies and strategic policies in dealing with threats and maintaining state stability, ways, namely forming a national security council and implementing a one gate policy. In the community strategy, ends are maintaining national sovereignty for the sake of the integrity of the Republic of Indonesia, means are policies and strategies that are formed, and ways are implementing individual strategic points in life. With the implementation of this strategy, the government and society will work together in maintaining the sovereignty of the nation for the sake of the integrity of the country and have an attitude of nationalism and patriotism.Keywords: Society 5.0, National Sovereignty, Integrity Of NKRI, Strategy
Persepsi Penumpang Terhadap Kualitas Layanan Pemeriksaan Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Bandar Udara Internasional Adi Sutjipto Yogyakarta Yulia Yekti Prihananti; Gallis Nawang Ginusti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2697

Abstract

AbstrakSejak tahun 2019 akhir, dunia pertama kalinya mencatat virus varian baru  yaitu coronavirus disease (Covid-19) yang menjadi pandemi di berbagai penjuru negara. Sesuai Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri pada masa pandemi Covid-19 bahwa pelaku perjalanan transportasi udara dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan dan wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksin dosis pertama). Hal ini merupakan tantangan baru bagi pihak bandar udara untuk menerapkan layanan yang berbeda dan fasilitas tambahan untuk memenuhi kebutuhan penumpang serta agar dapat meminimalkan penyebaran virus Covid-19 di bandar udara.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi penumpang terhadap kualitas layanan pemeriksaan selama masa pandemi covid-19. Layanan pemeriksaan yang menjadi fokus utama pada penelitian adalah fasilitas penambahan baru yang menjadi persyaratan baru bagi penumpang pesawat udara seperti ketersediaan hand sanitizer, petugas yang mengenakan APD lengkap dan fasilitas lain yang menjadi persyaratan tambahan di Bandar Udara Adisutjipto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui nilai variabel secara mandiri tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penumpang memberikan penilaian yang baik terhadap kualitas layanan pemeriksaan yaitu dimensi bukti fisik sebesar 3,56, dimensi kehandalan sebesar 3,50, dimensi daya tanggap sebesar 3,67 ,dimensi jaminan sebesar 3,54 dan dimensi empati sebesar 3,63 .Kata kunci: Persepsi, Penumpang, Kualitas Layanan, Covid-19, Adisutjipto AbstractSince late 2019, the world has recorded for the first time a new variant of the virus, namely coronavirus disease (Covid-19) which has become a pandemic in various countries. In accordance with Circular Letter Number 16 of 2021 concerning the provisions for travel for domestic people during the Covid-19 pandemic, air transportation travel agents from and to the island of Java and Bali are required to show a negative PCR test result whose sample is taken within a maximum period of 2 x 24 hours before departure and must show a vaccine card (at least the first dose of vaccine). This is a new challenge for the airport to implement different services and additional facilities to meet the needs of passengers and in order to minimize the spread of the Covid-19 virus at the airport. -19. The inspection service that is the main focus of the research is the new addition of facilities which are new requirements for aircraft passengers, such as the availability of hand sanitizers, officers wearing complete PPE and other facilities that are additional requirements at Adisutjipto Airport. This study uses a quantitative method with a descriptive approach to determine the value of a variable independently without making comparisons or connecting with other variables. The results showed that passengers gave a good assessment of the quality of inspection services, namely the physical evidence dimension of 3.56, the reliability dimension of 3.50, the responsiveness dimension of 3.67, the assurance dimension of 3.54 and the empathy dimension of 3.63.Keywords: Perception, Passengers, Service Quality, Covid-19, Adisutjipto Airport
Radikalisme Agama Dan Tantangan Identitas Nasional Di Indonesia Jeanie Annissa; Ricky Widyananda Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2698

Abstract

AbstrakRadikalisme agama merupakan suatu paham ekstrem yang mengharapkan perubahan dan pembaharuan sosial dan politik. Isu ini marak di perbincangkan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Akar radikalisme agama di Indonesia dimulai pada saat orde lama, mengalami pembatasan paksa di masa orde baru, dan pergerakan yang massif di era pasca reformasi. Maraknya pergerakan radikalisme agama saat ini adalah bentuk akumulatif pembatasan ruang gerak mereka secara sosial dan politik sehingga mempengaruhi identitas nasional terhadap nilai kebangsaan di Indonesia. Dengan demikian, kondisi ini menjadi tantangan Indonesia di dalam memahamkan dan menguatkan nilai identitas nasional bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan teknik analisa data deskriptif analitis dan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi kepustakaan. Teori radikalisme digunakan sebagai alat analisis permasalahan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa akar radikalisme di Indonesia terjadi dari awal pembentukan negara. Bentuk-bentuk marjinalisasi terhadap kelompok agama dalam sektor ekonomi dan politik menambah daftar kecemburuan sosial. Selain itu, pemikiran agama yang sempit dalam kondisi masayarakat pluralis menambah daftar panjang pembentukan nilai radikalisme di masyarakat. Dengan demikian, radikalisme agama menjadi sebuah tantangan terhadap nilai identitas nasional bangsa Indonesia.Kata Kunci: Radikalisme, Agama, Identitas Nasional, Indonesia AbstractReligious radicalism is an extreme understanding that hopes for social and political change and renewal. This issue has been widely discussed in the last 5 years. The roots of religious radicalism in Indonesia began during the Soekarno era, experienced forced restrictions in the Soeharto era,, and massive movements in the post-reform era. The current rise of religious radicalism movements is an accumulative form of social and political limitation of their space for movement so that it affects national identity towards national values in Indonesia. Thus, this condition becomes a challenge for Indonesia in understanding and strengthening the value of the nation's national identity. This study uses a qualitative method approach with analytical descriptive data analysis techniques and secondary data collection techniques through literature study. The theory of radicalism is used as a problem analysis tool. The results of this study indicate that the roots of radicalism in Indonesia occurred from the beginning of the formation of the state. Forms of marginalization of religious groups in the economic and political sectors add to the list of social equity. In addition, narrow religious thinking in a pluralist society adds to the long list of radicalism values formation in society. Thus, religious radicalism becomes a challenge to the value of the Indonesian nation's national identity.Keywords: Radicalism, Religion, National Identity, Indonesia
Strategi Meningkatkan Sistem Keamanan Di Daerah Perbatasan Dengan Jaringan Logistik Yang Terintegrasi Virgin Kristina Ayu; Winka Wino Yunanda; Fiorentina Nulhakim
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2699

Abstract

AbstrakKawasan perbatasan merupakan daerah yang paling ujung suatu negara yang berdekatan dengan negara lain mengakibatkan wilayah perbatasan sangat rentan untuk berinteraksi dengan negara lain dan menimbulkan kekhawatiran akan lunturnya nilai-nilai nasionalisme masyarakat perbatasan Indonesia, selain itu kekhawatiran akan keamanan masyarakat yang rentan terhadap berbagai ancaman baik dari luar ataupun dari dalam negeri. Oleh karena itu maka perlunya strategi yang tepat dalam meningkatkan keamanan di wilayah perbatasan. Dengan metode system thinking dan dianalisis dengan analisis SWOT maka perlu peranan moda jaringan logistik yang terintegrasi menggunakan konsep supply chain management yang berkolaborasi dengan berbagai pihak dan dukungan dukungan dari berbagai pihak dari pelaku hingga pengguna sehingga tercipta sistem yang tersinkronisasi dan profesional selain itu perlunya penanaman rasa nasionalisme yang perlu terus ditanamkan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa cinta terhadap tanah air.Kata Kunci : Kawasan perbatasan, jaringan logistik, system thinking AbstractThe border area is the most extreme area of a country that is adjacent to other countries resulting in the border area being very vulnerable to interacting with other countries and raising concerns about the erosion of the values of nationalism of Indonesian border communities, in addition to concerns about the security of people who are vulnerable to various threats both from outside or from within the country. Therefore, it is necessary to have the right strategy in increasing security in the border area. With the system thinking method and analyzed with SWOT analysis, it is necessary to play an integrated logistics network mode using the concept of supply chain management in collaboration with various parties and support from various parties from actors to users so as to create a synchronized and professional system in addition to the need to instill a sense of nationalism which needs to be instilled in the whole community to always love the homeland.Keywords: Border area, logistics network, system thinking
Analisis Penerapan Ganti Rugi Bagasi Hilang Menurut PM 77 Tahun 2011 Pada Perusahaan Angkutan Udara Di Indonesia Muhammad Nahdif Zuhri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2700

Abstract

AbstrakDalam pengangkutan udara di Indonesia sering terjadi permasalahan antara pengangkut dengan penumpang atau pengguna jasa, salah satu permasalahan yang sering dialami penumpang adalah terjadinya kehilangan atau kerusakan bagasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan ganti rugi bagasi hilang menurut PM 77 tahun 2011 pada perusahaan angkutan udara di Indonesia.Untuk penelitian yang dilakukan ini, pendekatan yang digunakan ialah berupa pendekatan kualitatif dengan memanfaatkan teknik studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder karena data diperoleh secara tidak langsung. Untuk penelitian yang dilakukan ini, sumber data yang digunakan ialah berupa sumber data sekunder, hal ini dikarenakan bahwa data penelitian yang didapatkan peneliti ini sifatnya tidak langsung. Data penelitian yang didapatkan ini berasal dari data yang relevan terhadap masalah yang sedang dilakukan penelitian, di antaranya bersumber dari penelitian terdahulu, artikel, jurnal, buku dan lain sebagainya. Untuk penelitian yang dilakukan ini, teknik analisis yang digunakan ialah berbentuk dengan analisis isi (content analysis). Dari hasil penelitian terdapat beberapa maskapai penerbangan yang belum menerapkan peraturan menteri PM 77 Tahun 2011 dalam menangani kehilangan bagasi maupun bagasi rusak, dimana terdapat ada beberapa kasus yang ditangani dengan waktu yang cukup lama melebihi 14 hari kerja.Kata Kunci: Ganti Rugi, Bagasi Hilang, PM 77 Tahun 2011, Pengangkutan Udara AbstractIn air transportation in Indonesia, there are often problems between carriers and passengers or service users, one of the problems that passengers often experience is the loss or damage to baggage. The purpose of this study is to analyze the application of lost baggage compensation according to PM 77 of 2011 to air transportation companies in Indonesia.For this research, the approach used is in the form of a qualitative approach by utilizing literature study techniques. This study used secondary data because the data was obtained indirectly. For this research, the data source used is in the form of a secondary data source, this is because the research data obtained by this researcher is indirect. The research data obtained comes from data that is relevant to the problems being carried out by the research, including those sourced from previous research, articles, journals, books and so on. For this research, the analysis technique used is in the form of content analysis. From the results of the study, there are several airlines that have not implemented the ministerial regulation PM 77 of 2011 in handling lost baggage and damaged baggage, where there are several cases that are handled for a long time exceeding 14 working days. Keywords: Compensation, Lost Baggage, PM 77 of 2011, Air Transportation
Nasionalisme Bangsa Di Era VUCA (Volality, Uncertainty, Complexity Dan Ambiguity) Nadia Aurora Soraya; Salsa Ayuning Tyas; Virgin Kristina Ayu
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2701

Abstract

AbstrakDi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity) banyak perubahan terjadi diiringi dengan ketidak pastian, tingkat kompleksitas yang tidak menentu, serta ambiguitas yang tidak mudah dijabarkan. Berangkat elemen di era VUCA ini, perkembangan teknologi pun turut menjadi pengaruh utama akan perubahan-perubahan tersebut. Hal ini menjadi tantangan serta ancaman baru dalam perkembangan zaman yang dihadapi sekarang. Bukan lagi ancaman nyata dengan senjata, namun potensi serangan terhadap ideologi dan paham yang dianutlah yang menjadi tantangan. Masyarakat sebagai penggerak utama akan nasionalisme sudah pasti turut terimbas akan perubahan ini. Menyikapi hal tersebut, pembinaan serta pemberdayaan teknologi sebagai media pembekalan, penanaman dan pendidikan nilai-nilai kebangsaan perlu dilakukan sebagai bentuk respon akan tantangan ini.Kata Kunci: nasionalisme, VUCA, perubahan AbstractIn the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity) era, many changes occur accompanied by uncertainty, an uncertain level of complexity, and ambiguity that is not easily explained. Departing from elements in the VUCA era, technological developments have also become the main influence of these changes. This has become a challenge and a new threat in the development of the times that are faced now. It is no longer a real threat with weapons, but the potential for attacks on the ideology and understanding that is being embraced is the challenge. Society as the main driver of nationalism will certainly be affected by this change. In response to this, the development and empowerment of technology as a medium for debriefing, inculcating as well as educating national values need to be carried out as a form of response to this challenge.Keywords: nationalism, VUCA, change