cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Peningkatan Peranan SDM Generasi Z Guna Pertahanan Nasional Maritim Menuju Indonesia Maju Hario Istiqlal Agung; Yusuf Ali; Untung Hartono
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.809 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3019

Abstract

AbstrakSumber daya manusia (SDM) adalah faktor kunci penentu keberhasilan pelaksanaan bela Tanah Air, saat ini menghadapi ancaman yang semakin meningkat. Seiring dengan perkembangan teknologi pertahanan yang semakin canggih, penguasaan teknologi sangat penting, namun harus dibarengi dengan teknologi sumber daya manusia. Keterampilan adalah persyaratan kemampuan untuk mengembangkan keterampilan bertindak, memperoleh kemandirian, dan mengurangi ketergantungan pada negara asing. Generasi keempat perang saat ini memaksa setiap negara untuk mengoordinasikan semua sumber daya nasionalnya di kekuatan pertahanan. Sumber daya manusia Indonesia yang melimpah dapat dimanfaatkan sebagai kekuatan pertahanan, tetapi harus didukung oleh industri pertahanan yang tepat untuk memiliki teknologi yang tersedia persenjataan yang efektif. Profesionalisme Personil Pertahanan juga penting bagi warga sipil dalam manajemen pertahanan masa depan. Dengan menyambut Komunitas ASEAN yang akan resmi berdiri pada akhir tahun 2015, Indonesia harus memperkuat diri dengan mengembangkan kembali potensinya kelautan, sejalan dengan politik luar negeri Indonesia terhadap pemerintah Presiden petahana Joko Widodo yang mengusung Indonesia menjadi Poros Maritim Global. Upaya pengembangan potensi bahari tidak hanya dipimpin oleh pemerintah, tetapi juga oleh gerakan rakyat, termasuk Pemuda Maritim Indonesia (GPMI). GPMI memiliki visi yang memicu semangat Maritim Indonesia. Untuk mewujudkan visi tersebut, GPMI memiliki tiga tujuan. pengembangan sumber daya alam sumber daya alam laut dan sumber daya manusia; Menyusun dan menyimpulkan perjanjian kerjasama dengan pihak-pihak terkait. Salah satu pencapaian dari quest ini adalah Program Bina Lingkungan.Untuk itu, studi ini membahas peran GPMI dalam pengembangan sumber daya manusia di Pulau dilaporkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu studi kasus, termasuk tinjauan pustaka sumber dan wawancara terkait beberapa pemangku kepentingan. Kesimpulannya, penelitian ini menunjukkan bahwa GPMI memiliki hasil positif dalam mengembangkan sumber daya manusia maritim, tetapi GPMI tidak menyertakan quest buildable lainnya Komunitas ASEAN dan Kesadaran Poros Maritim Dunia. Jadi, Studi ini merekomendasikan bahwa GPMI harus mempertimbangkan dua kategori lagi program utama dan mencerminkannya dalam program pengembangan sumber daya sumber daya manusia maritim.Kata Kunci: Gerakan Pemuda Maritim, Sumber Daya Manusia, dan Teknologi Pertahanan Maritim AbstractHuman resources (HR) are the key determining factor for the successful implementation of homeland defense, currently facing an increasing threat. Along with the development of increasingly sophisticated defense technology, mastery of technology is very important, but it must be accompanied by human resource technology. Skills are a requirement of the ability to develop the skills of action, acquire independence, and reduce dependence on a foreign country. The current fourth generation of the war forces each country to coordinate all its national resources in the defense forces. Indonesia's abundant human resources can be utilized as a defense force, but it must be supported by the right defense industry to have effective weapons available technology. The professionalism of Defense Personnel is also important for civilians in the management of future defenses. By welcoming the ASEAN Community which will be officially established at the end of 2015, Indonesia must strengthen itself by re-developing its marine potential, in line with Indonesia's foreign policy towards the government of incumbent President Joko Widodo who brought Indonesia into the Global Maritime Axis. Efforts to develop nautical potential are not only led by the government, but also by people's movements, including the Indonesian Maritime Youth (GPMI). GPMI has a vision that ignites the spirit of Maritime Indonesia. To realize this vision, GPMI has three goals. development of natural resources of marine and human resources; Drawing up and concluding cooperation agreements with related parties. One of the achievements of this quest is the Community Development Program.For this reason, this study discusses the role of GPMI in the development of human resources on the island reportedly. This research uses a qualitative approach, namely case studies, including a literature review of sources and interviews related to several stakeholders. In conclusion, this study shows that GPMI has positive results in developing maritime human resources, but IT does not include other buildable quests of the ASEAN Community and the World Maritime Axis Awareness. So, this study recommends that GPMI should consider two more categories of major programs and reflect them in maritime human resource development programs.Keywords: Maritime Youth Movement, Human Resources, and Maritime Defense Technology
Manajemen Perubahan PT. PAL Indonesia (Persero) Dalam Menghadapi Lingkungan Strategis Di Era Vuca Jihan Marha; Jefferson Benyamin; Patricia Prajogo; Nanang Hery Soebakgijo; Ferry Kurniawan; Zakaria Zakaria
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.71 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3020

Abstract

AbstrakPerubahan yang terjadi sangat cepat dan dinamis di Era VUCA ini mendorong perlu adanya sistem manajemen yang efektif guna mencapai tujuan perusahaan dan menyelesaikan seluruh tantangan baik internal maupun eksternal. PT PAL Indonesia (Persero) merupakah industri strategis yang memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia khususnya untuk matra laut juga perlu memiliki strategi-strategi dalam menghadapi lingkungan strategis di Era VUCA. Tujuan penelitian untuk menganalisis bagaimana manajemen perubahan yang dilakukan PT PAL Indonesia (Persero) dalam menghadapi Lingkungan Strategis di Era VUCA. Metode penulisan artikel ilmiah yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data yang berupa Studi Literatur dan Library Research. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Transformasi Industri Maritim 4.0 adalah upaya PT PAL Indonesia dalam merespon tantangan VUCA untuk meningkatkan persaingan bisnis perusahaan. Manajemen SDM PT PAL Indonesia melalui peningkatan core capability dan people competency adalah modal penting dalam mewujudkan Transformasi Industri Maritim 4.0.Kata kunci: Manajemen perubahan, Manajemen SDM, Lingkungan strategis Era VUCA, PT PAL Indonesia. AbstractChanges that occur very quickly and dynamically in the VUCA encourage the need for an effective management system to achieve company goals and solve all challenges that arise internally and externally. PT PAL Indonesia (Persero) as one of the strategic industries that produces the main tools of the Indonesian defense system, especially for the marine dimension, also needs to have strategies in dealing with the strategic environment in the VUCA. This study aims to analyze how change management is conducted by PT PAL Indonesia (Persero) in dealing with the Strategic Environment in the VUCA. This study used qualitative research methods and data collection techniques in the form of Literature Studies and Library Research. The results of the study revealed that the Maritime Industry Transformation 4.0 is a measure taken by PT PAL Indonesia to respond VUCA's challenges in order to increase the company's business competition. Further discovery highlighted that PT PAL Indonesia's HR management in increasing core capability and people competency is an important capital to objectify Maritime Industry Transformation 4.0.Keywords: Change management, HR management, VUCA’s Strategic environment, PT PAL Indonesia.
Pengelolaan Sumber Daya Air Dan Food Estate Sebagai Faktor Pendukung Penyediaan Logistik Wilayah Untuk Pertahanan Negara Selfira Salsabilla; George Royke Deksino; Dyah Tribuwana Tungga Dewi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.541 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3021

Abstract

AbstrakSumber Daya Alam dan Buatan merupakan bagian dari Sumber Daya Nasional yang ditransformasikan menjadi logistik wilayah dan cadangan materiil strategis untuk disiapkan menjadi Komponen Pendukung Pertahanan Negara yang secara langsung maupun tidak langsung dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuan Komponen Utama maupun Komponen Cadangan dalam menghadapi ancaman militer yang harus disiapkan secara dini dalam rangka Pembangunan Sistem Pertahanan Negara, khususnya pertahanan militer. Sungai dan sarana pengairan merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung penyediaan logistik wilayah khususnya bidang pertanian berupa food estate untuk pemenuhan pangan. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kepustakaan dimana sumber data yang digunakan adalah jurnal, artikel, buku dan sumber lain yang relevan.Kata Kunci: Pertanian, Food Estate, Logistik Wilayah AbstractNatural and Artificial Resources are part of National Resources which are transformed into regional logistics and strategic material reserves to be prepared as National Defense Supporting Components which can directly or indirectly be used to increase the strength and capabilities of Main Components and Reserve Components in the face of military threats that must be prepared early in the framework of the Development of the National Defense System, especially military defense. Rivers and irrigation facilities are one of the important elements in supporting the provision of regional logistics, especially in the agricultural sector in the form of food estates for food fulfillment. This paper is a qualitative research using a literature study approach where the data sources used are journals, articles, books and other relevant sources.Keywords: Agriculture, Food Estate, Regional Logistics
Pengaruh Kurikulum Diklat, Rekruitmen Widyaiswara Dan Sarpras E-Learning Terhadap Sumber Daya Manusia Di Badan Pendidikan Kementerian Pertahanan Dalam Membantu Pertahanan Negara Muzizah Muzizah; Siswantoro Siswantoro; Agung Raharjanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.185 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3022

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kurikulum diklat, rekruitmen widyaiswara dan sarpras e-learning terhadap sumber daya manusia sehingga sulit untuk mencapai efesiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pendidikan dan pelatihan atau Diklat merupakan bagian integral dari pengembangan sumberdaya manusia. Badan Diklat Kementerian Pertahanan (Badiklat Kemhan) memiliki posisi yang sangat strategis dalam usaha mengembangkan kompetensi sumber daya manusia aparatur. Dengan posisinya yang strategis ini, Badiklat Kemhan dituntut melakukan reformasi penyelenggaraan diklat yang berbasis kompetensi. Secara umum penelitian ini bertujuan mendeskripsikan, memahami, dan memaknai tentang implementasi kebijakan reformasi sumber daya kediklatan di Badiklat Kemhan. Metode atau Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Metode penelitian kuantitatif, yaitu metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Hal ini antara lain diindikasikan dengan: Terdapat pengaruh langsung dan signifikan antara Kurikulum diklat (X1) terhadap Sumber Daya Manusia (Y) Badan Pendidikan Kementerian Pertahanan Dalam Membantu Pertahanan Negara yang dibuktikan dengan thitung = 6.500 > ttabel = 2.008Kata Kunci: Kurikulum diklat, rekruitmen widyaiswara dan sarpras e-learning, sumber daya manusia AbstractThis research is motivated by the low training curriculum, widyaiswara recruitment and e-learning sarpras on human resources, making it difficult to achieve efficiency and effectiveness in government administration. Education and training or training is an integral part of human resource development. The Training Agency of the Ministry of Defense (Badiklat Kemhan) has a very strategic position in an effort to develop the competence of human resources of the apparatus. With this strategic position, Badiklat Kemhan is required to reform the implementation of competency-based training. In general, this study aims to describe, understand, and interpret the implementation of the education and training resource reform policy in Badiklat Kemhan. The method or type of research used in this study is quantitative research. Quantitative research method is one type of research whose specifications are systematic, planned and clearly structured from the beginning to the creation of the research design. Quantitative research methods, namely research methods based on the philosophy of positivism, are used to examine certain populations or samples, data collection using research instruments, data analysis is quantitative / statistical, with the aim of testing predetermined hypotheses. This is indicated, among others, by: There is a direct and significant influence between the Training Curriculum (X1) on Human Resources (Y) of the Education Agency of the Ministry of Defense in Assisting State Defense as evidenced by thitung = 6,500 > ttabel = 2,008Keywords: Training curriculum, widyaiswara recruitment and sarpras e-learning, human resources
Memupuk Nasionalisme Dalam Industri Pertahanan Manan Manan; Gathut Imam Gunadi; George Royke Deksino
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.012 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3025

Abstract

AbstrakDalam mewujudkan komitmen dalam membangun kapabilitas dalam bidang pertahanan, Indonesia melakukan berbagai upaya dalam menetapkan sasaran pokok jangka panjang untuk membangun kemandirian industri pertahanan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerbitkan UU no. 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan. Tidak hanya itu saja, Pemerintah juga sudah membentuk Komite Kebijakan Industri pertahanan atau sering disebut dengan KKIP yang bertugas mewujudkan kemandirian Industri pertahanan yang menghubungkan kedua belah pihak yang mmbutuhkan yaitu Alpalhankam dan bagian pengembangan industri strategis dalam negeri. Nasionalisme dalam bidang Industri pertahanan mempunyai kemampuan memproduksi Alpalhankam yang tidak bergantung pada negara lain merupakan target pemerintah Indonesia dalam bidang industri pertahanan yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa tantangan dalam pemenuhan kebutuhan militer dengan melihat kapasitas industri pertahanan yang ada di Indonesia. Salah satu strategi lainnya adalah dengan membangun dan menanamkan nilai nasionalisme dalam industri pertahanan sehingga upaya tersebut dapat membangun industri pertahanan nasional yang tidak hanya mengembangkan Alpalhankam melalui pengadaan namun juga melalui pemberdayaan industri pertahanan dengan cara penanaman rasa nasionalisme dan bela negara.Kata Kunci: Nasionalisme, Industri Pertahanan, Alpalhankam AbstractIndonesia is currently trying to realize its commitment to building defense capabilities by setting long-term main goals to build the independence of the defense industry. In addition to issuing Law no. 16 of 2012 concerning the Defense Industry, the government also established the Defense Industry Policy Committee (KKIP) which is tasked with realizing the independence of the defense industry by bridging the needs of Alpalhankam and the development of domestic strategic industries. The military embargo imposed by the United States from 1995 to 2005 has made the Indonesian government aware of the importance of the nationalism of strategic industries for the defense system. The nationalism of the defense industry or the ability to produce its defense and security equipment without relying on other countries is one of the targets of the Indonesian government in the defense sector. Nevertheless, there are still some challenges in meeting military needs with the capacity of the defense industry. One strategy in responding to these challenges is to build and instill the values of nationalism in the defense industry so that efforts to empower the national defense industry will not only develop defense equipment through procurement but also through empowering the defense industry by inculcating the values of nationalism in the people involved. in the whole process of activities in the defense industry to state revenue.Keywords: Nationalism, Defense industry, Alpalhankam.
Peran Doktrin Pertahanan Negara Dalam Menghadapi Ancaman Krisis Energi Dan Perubahan Iklim Di Indonesia Muhammad Dicky Alghaffar; Susilo Adi Purwantoro; Yanif Dwi Kuntjoro
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.233 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3030

Abstract

AbstrakIndonesia saat ini sedang menghadapi krisis yang dapat mengancam keamanan manusia. Salah satu bentuk ancaman non militernya adalah krisis energi. Krisis energi yang dimaksud adalah krisis energi fosil. Tidak hanya mengalami krisis energi, masalah lain yang timbul ialah dampak dari penggunaan energi fosil yaitu perubahan iklim yang tentunya akan mengganggu keamanan manusia. Oleh karena itu, diperlukan doktrin yang kuat guna melindungi dan mengolah sumber daya alam yang berlimpah dengan baik dan benar. Terlebih lagi pada sektor energi, adanya ancaman krisis energi. Perlu adanya tindakan lebih lanjut untuk berkelanjutan energi yakni dengan transisi ke energi baru terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah dan pangkalan yang berada di 3T.Kata Kunci: Doktrin, Krisis Energi, Perubahan Iklim AbstractIndonesia is currently facing a crisis that could threaten human security. One form of non-military threat is the energy crisis. The energy crisis in question is the fossil energy crisis. Not only experiencing an energy crisis, another problem that arises is the impact of the use of fossil energy, namely climate change which will certainly interfere with human security. Therefore, a strong doctrine is needed to properly and correctly protect and cultivate abundant natural resources. Moreover, in the energy sector, there is a threat of an energy crisis. Further action is needed to be sustainable, namely by transitioning to new renewable energy to meet energy needs in areas and bases located in 3T.Keywords: Doctrine, Energy Crisis, Climate Change
Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring Untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan Belajar PKn Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 20 Ambon Yolanda C. Kiriwenno; Aisa Abas; Jumiati Tuharea
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.867 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3031

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotivasi Siswa dalam Kegiatan Belajar Pkn Pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 20 Ambon. Selanjutnya yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Upaya Peran Guru Fasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotifasi Siswa dalam kegiatan Belajar PKN Pada Siswa Kelas VII di SMP. N 20 AMBON? Dan 2) Bagaimana Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Guru Fasilitasi pembelajaran Daring untuk Motivasi Siswa dalam kegiatan Belajar PKN pada Siswa Kelas VII di SMP. N 20 AMBON? Hasil penelitian yang ditemukan adalah Upaya Peran Guru memfasilitasi Pembelajaran Daring Untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan belajar Siswa Kelas VII Pada SMP Negeri 20 Ambon bahwa peran guru dalam memfasilitasi siswa agar termotivasi dalam pembelajaran daring itu sangat penting yaitu bagi dalam pembelajaran dapat berlangsung dengan timbulnya rasa nyaman dikelas dan bagi guru hal itu penting dalam mengembangkan peran guru sebagai motivator. Proses memfasilitasi siswa agar termotivasi dalam pembelajaran daring terjadi di SMP Negeri 20 Ambon dengan siswa merasakan fasilitas dengan mendapatkan akses internet, buku teks dan bahan ajar yang diberikan guru dan fasilitas yang disiapkan oleh guru yaitu suatu kesatuan yang sudah dirancangkan dalam RPP. Faktor Pendukung dan Penghambat Peran Guru memfasilitasi Pembelajaran Daring untuk Memotivasi Siswa Dalam Kegiatan Belajar PKn Siswa Kelas VII Pada SMP Negeri 20 Ambon bahwa faktor tersebut yaitu fasilitas pembelajaran daring seperti akses internet dan kepemilikan HP androit, Selain itu, faktor penghambat guru memfasilitasi pembelajaran daring untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran daring yaitu faktor seperti : Jaringan tidak baik, siswa tidak memiliki HP, tidak serius siswa saat pembelajaran daring berlangsungKata Kunci: Peran, Guru, Fasilitas, Pembelajaran Daring AbstractThis study aims to describe the role of online learning facilitation teachers to motivate students in Civics Learning Activities for Class VII Students at SMP Negeri 20 Ambon. Furthermore, the formulation of the problem in this research is 1) How the Efforts of the Role of Online Learning Facilitation Teachers to Motivate Students in PKN Learning Activities for Class VII Students in Junior High Schools. N 20 AMBON? And 2) What are the Supporting and Inhibiting Factors for the Role of Teachers in Facilitating Online Learning to Motivate Students in PKN Learning Activities for Class VII Students in Junior High Schools. N 20 AMBON?. The results of the research found were the role of the teacher in facilitating online learning to motivate students in class VII student learning activities at SMP Negeri 20 Ambon that the teacher's role in facilitating students to be motivated in online learning was very important, namely for learning to take place with the emergence of a sense of comfort in class. and for teachers it is important in developing the teacher's role as a motivator. The process of facilitating students to be motivated in online learning takes place at SMP Negeri 20 Ambon where students feel the facilities by getting internet access, textbooks and teaching materials provided by the teacher and the facilities provided by the teacher, which is a unit that has been designed in the lesson plans. Supporting and Inhibiting Factors The Role of Teachers Facilitating Online Learning to Motivate Students in Civics Learning Activities for Class VII Students At SMP Negeri 20 Ambon that these factors are online learning facilities such as internet access and ownership of Android cellphones. students in online learning are factors such as: The network is not good, students do not have cellphones, students are not serious when online learning takes placeKeywords: Roles, Teachers, Facilities, Online Learning
Pengaruh Pengunaan Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Forehand Dan Backhand Tenis Meja Melalui Modifikasi Pantulan Dinding Di SMK Kesehatan Kader Bangsa I Bagus Endrawan; Aang Oktavianus
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.621 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3032

Abstract

AbstrakPermasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran tenis meja adalah kondisi meja untuk permainan tenis meja sudah tidak layak. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik materi pukulan forehand dan backhand di SMK Kader Bangsa Palembang. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest Design. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Farmasi SMK Kader Bangsa Palembang yang berjumlah 30 Orang yang terdiri dari 26 perempuan dan 4 laki-laki. Hasil penelitian dan analisis data, dapat disimpulkan bahwa hipotesis Ha dapat diterima atau thitung > ttabel (22,37 > 1,721). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat pengaruh penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik materi pukulan pantulan dinding forehand dan backhand di SMK Kader Bangsa Palembang.Kata Kunci: Video Pembelajaran, Tenis meja AbstractThe problem found in learning table tennis is that the condition of the table for the game of table tennis is not feasible. The aim of this research is to find out the significant effect of using learning videos on student learning outcomes for forehand and backhand strokes at SMK Kader Bangsa Palembang. This type of research is quasi-experimental with the research design used is One Group Pretest-Posttest Design. The subjects in this study were students of class XI Pharmacy SMK Kader Bangsa Palembang, totaling 30 people consisting of 26 women and 4 men. The results of research and data analysis, it can be concluded that the hypothesis Ha can be accepted or tcount > ttable (22.37 > 1.721). This, it can be concluded that there is an effect of using learning videos on student learning outcomes for forehand and backhand wall bouncing materials at SMK Kader Bangsa Palembang.Keywords: Learning Video, Table Tennis
Analisis Penanganan Penumpang Kebutuhan Khusus (Ibu Hamil, Lansia, Dan Unaccompained Minor) Pada Maskapai Citilink Bandara Internasional Adi Soemarmo Ardhi Setya Budi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.103 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3036

Abstract

AbstrakDalam penanganan penumpang biasanya setiap airline akan mengalihkan wewenangnya kepada jasa ground handling, karena pihak airline senidiri hanya bertindak sebagai operasionalnya. Salah satunya adalah penanganan terhadap penumpang yang membutuhkan perhatian khusus atau special passanger seperti (Ibu Hamil, Lansia, dan Unaccompained Minor), dimana penanganan penumpang yang termasuk dalam kategori ini di butuhkan ketelitian antara lain dalam pengurusan dokumen, sarana yang di butuhkan serta prosedur penanganan manual yang ditetapkan berdasarkan standar operasional. Penelitian dengan judul “ Analisis Penanganan Penumpang Kebutuhan Khusus (Ibu Hamil, Lansia, dan Unaccompained Minor) Pada Maskapai Citilink di Bandara Internasional Adi Soermarmo “, dengan metode kualitatif. Sumber data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan dokumen pada Maskapai Citilink di Bandara Adi Soemarmo. Analisis data menggunakan kualitatif deskriptif untuk mengetahui bagaimana cara penanganan penumpang apakah sudah sesuai atau belum dan faktor apa saja yang mempengaruhi pada penumpang berkebutuhan khusus (Ibu Hamil, Lansia, dan Unaccompained Minor) di Bandara Internasional Adi Soemarmo.Kata Kunci : Penanganan Penumpang Kebutuhan Khusus, Faktor Pengaruh, Maskapai Citilink, Bandara Internasional Adi Soemarmo AbstractIn handling passengers, usually each airline will transfer its authority to ground handling services, because the airline only acts as its operation. One of them is the handling of passengers who require special attention or special passangers such as (Pregnant Women, Elderly, and Unaccompained Minor), where the handling of passengers who fall into this category requires accuracy, including in handling documents, facilities needed and manual handling procedures set based on operational standards. The research with the title "Analysis of Handling of Special Needs Passengers (Pregnant Women, Elderly, and Unaccompained Minors) on Citilink Airlines at Adi Soermarmo International Airport", with qualitative methods. The source of the data obtained through observations, interviews, documentation, and documents at Citilink Airline at Adi Soemarmo Airport. Data analysis uses descriptive qualitative to find out how to handle passengers whether it is appropriate or not and what factors affect passengers with special needs (Pregnant Women, Elderly, and Unaccompained Minors) at Adi Soemarmo International Airport.Keywords : Handling of Special Needs Passengers, Influence Factors, Citilink Airlines, Adi Soemarmo International Airport
Analisis Penanganan Unit Lost And Found Dalam Kasus Damage Baggage Pada Saat Tiba Di Arrival Station Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya Periode Agustus-Oktober 2021 Wickhal Arga Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.464 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3037

Abstract

AbstrakIndustri penyedia layanan jasa Ground Handling berupaya menaikan mutu, terutama sarana dan pelayanan guna memenuhi kebutuhan penumpang. Berbagai macam metode dilakukan guna memperoleh keyakinan dan kepuasan penuh dari penumpang yang mempunyai keperluan akan jasa layanan transportasi udara. Penyimpangan layanan bagasi penumpang biasanya terjadi pada saat penumpang tiba di bandar udara tujuan atau pada saat Post Flight Services. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dari penanganan dari Damage Baggage pada Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya dan faktor penyebab terjadinya kasus Damage Baggage pada Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya. Penelitian ini menggunakan jenis peneltian kualitatif yang pengambilan datanya bersumber dari data penumpang yang mengalami kerusakan bagasi pada saat tiba di Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya. Sumber kedua berasal dari penggalian sumber data melalui wawancara secara semi terstruktur kepada narasumber Supervisor unit Lost and Found dan Assistant Operational unit Lost and Found. Selain itu, data dalam penelitian ini dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi berupa pengambilan gambar yang bertujuan sebagai penguat data penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, maka diketahui bahwa prosedur penanganan dari Damage Baggage yang dilakukan oleh unit Lost And Found adalah memeriksa seta mendata kerusakan dari bagasi penumpang ke dalam PIR (Property Irregularity Report) rangkap 3 (putih, merah, dan hijau) yang kemudian ditanda-tangani oleh penumpang serta staf dari unit Lost And Found. Jika ditemukan atau terdapat kasus yang menyatakan penumpang berhak mengajukan kompensasi atas kerusakan bagasi yang didapatkan. Faktor terjadinya kerusakan bagasi disebabkan oleh perlakuan petugas yang kurang hati-hati dalam proses pengangkutan dari Make Up Area menuju Compartment Area, selain itu juga diketahui bahwa berat, isi, serta label dari bagasi penumpang tidak sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh maskapai penerbangan.Kata Kunci : Proses Penanganan, Damage Baggage, Lost and Found, Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya AbstractThe Ground Handling service provider industry seeks to improve quality, especially facilities and services to meet passenger needs. Various methods are used to obtain full confidence and satisfaction from passengers who have a need for air transportation services. Passenger baggage service deviations usually occur when passengers arrive at the destination airport or at Post Flight Services. This study aims to determine the process of handling Damage Baggage at Tjilik Riwut Airport, Palangkaraya and the factors causing the Damage Baggage case at Tjilik Riwut Airport, Palangkaraya. This study uses a type of qualitative research whose data collection is sourced from data on passengers who experience baggage damage upon arrival at Tjilik Riwut Airport, Palangkaraya. The second source came from extracting data sources through semi-structured interviews with the supervisor of the Lost and Found unit and the Assistant Operational of the Lost and Found unit. In addition, the data in this study is equipped with observations and documentation in the form of taking pictures which aim to strengthen the research data. Based on the results of the research, it is known that the procedure for handling Damage Baggage carried out by the Lost And Found unit is to check and record the damage from passenger baggage into PIR (Property Irregularity Report) in 3 copies (white, red, and green) which is then signed by passengers and staff from the Lost And Found unit. If it is found or there is a case where the passenger has the right to apply for compensation for damage to the baggage obtained. The factor of baggage damage was caused by the careless treatment of officers in the transportation process from the Make Up Area to the Compartment Area, besides that it was also known that the weight, contents, and labels of passenger baggage did not comply with the regulations set by the airline.Keywords : Handling Process, Damage Baggage, Lost and Found, Palangkaraya Tjilik Riwut Airport

Page 58 of 168 | Total Record : 1679