cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
setiawan1000@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
nurgiansah@upy.ac.id
Editorial Address
Jl. IKIP PGRI I Sonosewu No.117, Sonosewu, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55182
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 19780184     EISSN : 27232328     DOI : https://doi.org/10.31316/jk.v7i1.5299
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kewarganegaraan is published 2 times in 1 year in June and December. The scope of the article includes: 1. Pancasila Education 2. Citizenship Education 3. Social Sciences 4. Politic 5. Law
Articles 1,679 Documents
Efektivitas Pembelajaran Daring Untuk Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani pada Masa Pandemi Covid-19 di SMP Giki 2 Surabaya Achmal Yudha Hardiansyah; Mulyono Mulyono; Gatot Margisal Utomo; Made Ayu Anggreni; Ismawandi BP
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.232 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3748

Abstract

AbstrakPembelajaran daring merupakan sarana pembelajaran utama di masa Pandemi Covid-19. yang menggunakan fasilitas aplikasi online, seperti whatsapp group, google classroom, zoom, youtube, google meet, dan media aplikasi lainnya saat belajar online. Subjek penelitian adalah perwakilan dari 20 mahasiswa di SMP GIKI 2 Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran daring di kalangan siswa SMP GIKI 2 Surabaya pada masa Pandemi Covid-19.Penelitian ini merupakan kajian deskriptif kualitatif menggunakan metode kuesioner online melalui google form. Penelitian ini memberikan gambaran tentang kurangnya pemahaman materi dan jumlah tugas yang diberikan kepada siswa, sehingga menghasilkan proses pembelajaran yang tidak efektif. Hasil lain menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran Pendidikan Jasmani ketika dilaksanakan secara daring siswa masih belum terbiasa. Alasannya siswa masih mengalami kesulitan karena sebelum Covid Pendidikan Jasmani pembelajaran dilakukan dengan praktik lapangan khususnya di bidang fisik. Diharapkan dengan adanya pandemi yang masih berlangsung ini, mahasiswa akan terbiasa dengan pembelajaran daring yang diberikan oleh guru Pendidikan Jasmani di SMP GIKI 2 SURABAYA.Kata Kunci: Efektivitas, Pembelajaran Daring, Covid-19. AbstractOnline learning is the main means of learning during the Covid-19 Pandemic. who use online application facilities, such as whatsapp group, google classroom, zoom, youtube, google meet, and other application media when learning online. The research subjects were representatives of 20 students at SMP GIKI 2 Surabaya. This study aims to analyze the effectiveness of online learning among students of SMP GIKI 2 Surabaya during the Covid-19 Pandemic.This research is a qualitative descriptive study using an online questionnaire method via google form. This study provides an overview of the less than optimal understanding of the material and the number of assignments given to students, resulting in an ineffective learning process. Other results indicate that the effectiveness of Physical Education learning when implemented online students are still not used to it. The reason students still have difficulties because before the Covid Physical Education learning was carried out with field practice, especially in the physical field. It is hoped that with this ongoing pandemic, students will be familiar with online learning provided by the Physical Education teacher at SMP GIKI 2 SURABAYA.Keywords: Effectiveness, Online learning, Covid-19.
Kegiatan Fun Cooking untuk meningkatkan Motorik Halus Pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun Di TK Kartika IX-13 di Desa Purwaharja Kecamatan Purwaharja Kota Banjar Dewi Kania; Heri Yusuf Muslihin; Risbon Sianturi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.783 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3751

Abstract

AbstrakPerkembangan fisik motorik adalah perkembangan jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf dan otot yang terkoordinasi. Gerak motorik kasar bersifat gerakan utuh,sedangkan perkembangan motorik halus adalah bermain dengan air, bermain dengan pasir, menggambar, melukis dan mengumpulkan benda-benda kecil bagian dari fisik. Perkembangan motorik salah satunya motorik halus dapat distimulus melalui kegiatan fun cooking. Ditulisnya artikel ini bertujuan untuk dan mendeskripsikan tentang peningkatan motorik halus anak pada usia 5-6 tahun melalui kegiatan fun cooking di TK Kartika Kecamatan Purwaharja Kota Banjar. Dalam penelitian ini, dilakukan dengan pendekatan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). . Penelitian Tindakan bersifat siklus yang terus menerus yaitu : (1) perencanaan, (2) mengambil tindakan, (3) evaluasi atas tindakan dan seterusnya sampai dapat ditemukan tindakan yang efektif dan efesien. Terbukti setelah proses kegiatan fun cooking anak menjadi antusias dalam belajar, tercipta suasana baru dalam meningkatkan motorik halus selain dari mewarnai dan menggambar. Dengan kegiatan ini guru jadi mengeksplor kegaiatan yang dapat menambah antusias anak termasuk pada kegiatan fun cooking ini.Kata Kunci: Motorik Halus, Fun Cooking, Anak Usia Dini AbstractMotor development is physical development through coordinated activities of nerve centers, nerves and muscles. Gross motor movement is a complete movement, while fine motor development is playing with water, playing with sand, drawing, painting and collecting small objects as part of the physical. Motor development, one of which is fine motor, can be stimulated through fun cooking activities. The purpose of writing this article is to describe and improve the fine motor skills of children aged 5-6 years through fun cooking activities at Kartika Kindergarten, Purwaharja District, Banjar City. In this study, it was carried out with a CAR approach (Classroom Action Research). Action research is a continuous cycle, namely: (1) planning, (2) taking action, (3) evaluating actions and so on until effective and efficient actions can be found. It is proven that after the fun process of cooking, children become enthusiastic in learning, creating a new atmosphere in improving smoothness apart from drawing and drawing. With this activity, the teacher explores activities that can increase children's enthusiasm, including this fun cooking activityKeywords: Chidren’s Motor Improvement, Fun Cooking, Early Childhood
Pengembangan Media Denah Profesi untuk Memfasilitasi Kemampuan Mengenal Ragam Profesi Anak Usia 5-6 Tahun pada Sub Tema Profesi Neng Nurul Khotimah; Edi Hendri Mulyana; Heri Yusuf Muslihin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.068 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3752

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran untuk memfasilitasi kemampuan kognitif dalam mengenal ragam profesi anak usia 5-6 tahun pada sub tema profesi. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix metode dengan mengacu pada model pengembangan Educatinal Desain Reseach (EDR) karya McKenney & Reeves. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, studi dokumentasi, observasi, dan angket. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan model interaktif dengan langkah-langkah analisi data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media denah profesi mempengaruhi terhadap perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun dalam mengenal ragam profesi pada sub tema profesi.Kata Kunci: Anak Usia Dini, Pengembangan Media, Perkembangan Kognitif AbstractThis study aims to develop learning media to facilitate cognitive abilities in recognizing the various professions of children aged 5-6 years in the sub-theme of the profession. This research uses a mixed method approach with reference to the Educatinal Design Reseach (EDR) development model by McKenney & Reeves. The data collection techniques used in this study were interviews, documentation studies, observations, and questionnaires. The data that has been collected is then analyzed using an interactive model with data analysis steps, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results showed that the professional plan media influenced the cognitive development of children aged 5-6 years in getting to know various professions in the professional sub-theme.Keywords: Early Childhood, Media Development, Cognitive Development
Perancangan Perangkat Lunak Penghitungan Besar Kuat Arus, Hambatan dan Tegangan Elemen Dalam Rangkaian Listrik Tertutup I Wayan Yudi Martha Wiguna
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.838 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3753

Abstract

AbstrakProduk juga akan menggambarkan desain rangkaian listrik dan menghitung hambatan total dan aliran keluar serta tegangan dan aliran pada setiap komponen resistor dalam rangkaian, sehingga perhitungan manual yang membosankan tidak diperlukan. Produk ini juga membantu pembelajaran dengan mengatur aliran, hambatan dan tegangan komponen dalam rangkaian listrik tertutup, karena produk dapat memberi tahu cara terbaik untuk menghitung hambatan pengganti, aliran dan tegangan sedikit demi sedikit. Jenis informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) informasi subjektif, yaitu informasi yang tidak dalam kerangka angka. 2) Informasi kuantitatif, khususnya informasi berupa angka-angka yang dapat ditentukan. Sumber informasi dalam penelitian ini dapat berupa: 1) informasi hipotetis yang kemampuannya sebagai alasan hipotetis untuk premis penyusunan tugas akhir dan materi ujian. 2) Merencanakan dan mengakui pemrograman berdasarkan hipotesis yang mencakup pemeriksaan rangkaian, pengujian dan penyelidikan. Metode pengumpulan informasi adalah strategi dokumentasi dengan mengumpulkan informasi menggunakan arsip, catatan, gambar, dll. Strategi pemeriksaan informasi yang digunakan dalam eksplorasi ini adalah hipotesis dan teknik melihat. Ujung-ujungnya adalah: 1) Produk dapat menghitung ukuran tegangan dan arus untuk setiap komponen resistor (lawan), 2) Hasil perhitungan berfluktuasi sesuai dengan jenis model rangkaian, 3) Perkiraan dengan pemrograman dan hasil hipotetis adalah sesuatu yang serupa, 4) Semakin menonjol hambatannya, maka pada saat itu semakin kecil arus yang mengalir, 5) Semakin menonjol tegangan, semakin menonjol arus yang mengalir dan 6) Pada rangkaian seri arus yang mengalir pada setiap hambatan adalah sesuatu yang serupa, sementara dalam rangkaian yang sama tegangan di setiap penghalang adalah sesuatu yang sangat mirip.Kata Kunci: Perangkat Lunak, Tegangan Elemen, Rangkaian Listrik AbstractThe product will also describe the electrical circuit design and calculate the total resistance and outflow as well as the voltage and current across each resistor component in the circuit, eliminating the need for tedious manual calculationsThe types of information used in this study are 1) subjective information, namely information that is not in a numerical framework. 2) Quantitative information, especially information in the form of numbers that can be determined. Sources of information in this study can be in the form of: 1) hypothetical information whose ability is a hypothetical reason for the premise of preparing the final project and exam material. 2) Planning and admitting programming based on hypotheses which includes circuit checking, testing and investigation. Information gathering method is a documentation strategy by collecting information using archives, notes, pictures, etc. Information checking strategies used in this exploration are hypotheses and viewing techniques. The ends are: 1) The product can calculate the size of the voltage and current for each resistor component (opposite), 2) The calculation results fluctuate according to the type of circuit model, 3) The approximation by programming and the hypothetical results are something similar, 4) The more prominent resistance, then at that time the less current flows, 5) The more pronounced the voltage, the more prominent the current flowing and 6) In a series circuit the current flowing in each resistance is something similar, while in the same circuit the voltage across each barrier is something very similar.Keyword: Software, Element Voltage, Electrical Circuit
Pengembangan Ekonomi Kreatif Sanggar Tenun Kembar Sari Desa Batuagung Kabupaten Jembrana Provinsi Bali I Gede Deddy Rahmat
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.853 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3756

Abstract

AbstrakSanggar Tenun Kembar Sari yang terletak di Desa Batuagung, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali adalah salah satu sanggar perajin kain tenun tradisional khas Kabupaten Jembrana. Pemilik Sanggar, Gusti Ayu Putu Windi Astari merupakan generasi kedua yang meneruskan usaha kain tenun tradisional khas Jembrana dan memberikan sentuhan milenial ke usahanya serta memberi nama Kembar Sari. Keunikan kain tenun khas Jembrana yang sering juga disebut “Tenun Endek” karena mempunyai beragam motif, seperti motif patra, encak saji yang dianggap sakral, motif alam, motif endek mekepung dan motif jalak Bali yang baru digaungkan desain motifnya oleh Bupati Jembrana supaya mencerminkan ciri khas Kabupaten Jembrana. Selain dari motifnya, penggunaan warna dalam mewarnai kain tenun masih menggunakan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan, ini yang menjadikan kain tenun khas Jembrana mempunyai kualitas warna yang lebih kuat dari pewarna buatan. Teknik pengerjaan kain tenun juga masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan alat tenun tradisional khas Kabupaten Jembrana yang bernama CagCag. Dari hasil pengamatan, sebagai pelaku Ekonomi Kreatif, Sanggar Tenun Kembar Sari dan perajin tenun khas Jembrana menghadapi masalah pada pengelolaan Marketing Mix 4P (Product, Price, Place & Promotion), kurangnya pengetahuan dan kemampuan manajerial, kurangnya pengetahuan tentang manajemen pemasaran yang profesional (digital marketing), belum menerapkan IPTEK (website & wifi). Akibatnya, Sanggar Tenun Kembar Sari belum maksimal dalam perkembangan bisnisnya sehingga omzet penjualannya relatif masih kecil. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui permasalahan dari hambatan-hambatan dengan analisa Marketing Mix 4P (Product, Price, Place & Promotion), memetakan potensi bisnis dengan analisis SWOT, dan memberikan strategi manajemen yang tepat dalam mengembangkan bisnis ekonomi kreatif kain tenun khas Jembrana terutama di Era Revolusi Industri 4.0. Mengimplementasikan IPTEK khususnya website dan digital marketing ke mitra sehingga dari segi penjualan bisa semakin meningkat dengan menerapkan teknologi digital. Jenis penelitian yang digunakan adalah riset deskriptif dengan metode studi kasus yang berpusat pada pemecahan masalah yang ada dengan mengumpulkan data, menyusun, menjelaskan kemudian dianalisis, dan memberikan kesimpulan serta implementasi dalam pengembangan Ekonomi Kreatif Sanggar Tenun Kembar Sari, Desa Batuagung, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.Kata Kunci: Hambatan, Marketing Mix 4P, Analisis SWOT, Digital Marketing, Kreatifitas, Inovasi AbstractSanggar Tenun Kembar Sari located in Batuagung Village, Jembrana Regency, Bali Province is one of the traditional woven fabric craftsmen studios typical of Jembrana Regency. The owner of sanggar, Gusti Ayu Putu Windi Astari is the second generation who continues the traditional woven fabric business typical of Jembrana and gives a millennial touch to his business and gives the name Kembar Sari. The uniqueness of Jembrana's typical woven fabric which is often also called "Tenun Endek" because it has a variety of motifs, such as patra motifs, encak saji which are considered sacred, natural motifs, endek besieged motifs and Bali starling motifs which have just been echoed by the Jembrana Regent to reflect the characteristics of Jembrana Regency. Apart from the motif, the use of color in dyeing woven fabrics still uses natural dyes from plants, this is what makes Jembrana's typical woven fabric have stronger color qualities than artificial dyes. The technique of working on woven fabrics also still uses Non-Machine Looms (ATBM) and traditional looms typical of Jembrana Regency called CagCag. From the results of observations, as creative economy actors, The Twin Sari Weaving Studio and typical Jembrana weaving craftsmen face problems in the management of marketing mix 4P (Product, Price, Place & Promotion), lack of knowledge and managerial abilities, lack of knowledge about professional marketing management (digital marketing), have not implemented science and technology (website & wifi). As a result, Sanggar Tenun Kembar Sari has not been optimal in its business development so that its sales turnover is still relatively small. The purpose of this study is to find out the problems of obstacles with Marketing Mix 4P (Product, Price, Place & Promotion) analysis, map business potential with SWOT analysis, and providing the right management strategy in developing the creative economy business of Jembrana's typical woven fabrics, especially in the Era of the Industrial Revolution 4.0. Implementing science and technology, especially websites and digital marketing to partners so that in terms of sales, it can be further increased by applying digital technology. The type of research used is descriptive research with a case study method centered on solving existing problems by collecting data, compiling, explaining then analyzing, and providing conclusions and implementation in the development of the Creative Economy of sanggar Tenun Kembar Sari, Batuagung Village, Jembrana Regency, Bali Province.Keywords: Barriers, Marketing Mix 4P, SWOT Analysis, Digital Marketing, Creativity, Innovation 
Upaya Meminimalisisr Terjadinya Kehilangan Bagasi oleh Staf Ground Handling PT. Gapura Angkasa pada Maskapai Citilink di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Silvister Evi; Sri Sutarwati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.91 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3762

Abstract

AbstrakMaskapai Citilink merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia. Penanganan ground handling Maskapai Garuda Indonesia dan Citilink ditangani oleh PT Gapura Angkasa, termasuk penanganan bagasi. Bagasi tercatat yang sudah diserahkan oleh penumpang kepada perusahaan angkutan untuk diangkut harus dikelola dengan baik dan hati-hati agar tidak mengecewakan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penaganan bagasi dan upaya meminimalisir kehilangan bagasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi, untuk menguji keabsahan data penulis menggunakan metode triangulasi teknik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori Miles dan Huberman dengan melalui tahapan reduksi data, pengujian data dan pengambilan kesimpulan serta verikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penanganan bagasi diawali dengan pemeriksaan bagasi oleh security check menggunakan mesin X-ray dan metal detector, selanjutnya penumpang melakukan penimbangan bagasi. Bagasi yang tersimpan di makeup area diangkut dan dimasukkan ke dalam pesawat. Sampai di stasiun tujuan bagasi akan diturunkan dari pesawat dan dibawa ke tempat penumpang mengambil bagasi dan diletakkan pada conveyor belt untuk mempermudahkan penumpang dalam mengambil bagasi. Setelah penumpang mendapatkan bagasi, penumpang memberikan nomor bagasi dan petugas akan mencocokkan dengan nomor bagasi tersebut. Upaya yang dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kehilangan bagasi, yaitu petugas harus bekerja sesuai dengan SOP, memiliki kompetensi, dapat bekerjasama dalam tim, pengawasan dari security pada proses check-in, pengawasan petugas load master yang memastikan semua bagasi yang naik dan turun dari pesawat serta memberikan sanksi atau teguran apabila petugas tidak bekerja dengan baik, meningkatkan kemampuan petugas serta melakukan evaluasi kerja.Kata Kunci: Upaya meminimalisir, Kehilangan bagasi, Maskapai Citilink AbstractCitilink airline is a subsidiary of Garuda Indonesia. The handling of ground handling for Garuda Indonesia and Citilink airlines is handled by PT Gapura Angkasa, including baggage handling. Checked baggage that has been handed over by passengers to the transportation company for transportation must be managed properly and carefully so as not to disappoint passengers. This study aims to determine the baggage handling process and efforts to minimize loss. This study uses a qualitative method using the method of observation, interviews and documentation, testing the validity of the data using triangulation techniques. Data analysis uses the theory of Miles and Huberman by going through data reduction, data testing and drawing conclusions as well as data verification. The results showed that the baggage handling process began with baggage inspection by security checks using an X-ray machine and metal detector, then passengers weighed their baggage. Baggage stored in the make-up area is transported and loaded onto the aircraft. Arriving at the destination station, the baggage will be unloaded from the plane and taken to the passengers' baggage areas and placed on a conveyor belt to make it easier for passengers to pick up their luggage. After the passenger gets the baggage, the passenger feels there is no baggage and the officer will be checked with the baggage number. Efforts are made to minimize the occurrence of baggage loss, namely officers must work according to SOPs, have competence, can supervise in teams, supervision of the security process at check-in, supervisory officers ensure all baggage that gets on and off the plane and provides sanctions or when officers do not work well, improve the ability of officers and conduct job evaluations.Keywords: Efforts to minimize, Loss of baggage, Citilink Airlines
Studi Literatur: Bagaimana Orang Tua Mendeteksi Dini Perkembangan Kognitif Anak Usia 3- 4 Tahun ? Octaviani, Laily Rahma; Mulyana, Edi Hendri; Sumardi, Sumardi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.642 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3763

Abstract

AbstrakPerkembangan kognitif merupakan salah satu perkembangan dari enam aspek perkembangan yang perlu diberi stimulus dan treatment yang sesuai dengan tahapannya. Banyak orang tua yang tidak mengetahui bagaimana orang tua tahu bahwa anaknya sudah berkembang sesuai dengan tahapannya atau tidak, karena ditakutkan dengan abainya rasa ingin tahu orang tua terkait perkembangan kognitif anak usia 3-4 tahun menjadi masalah yang lebih serius salah satunya keterlambatan perkembangan kognitif pada anak. Untuk mengetahui bagaimana tahapan perkembangan kognitif anak usia 3-4 tahun, dengan mendeteksi dini perkembangan anak. Mendeteksi dini perkembangan anak usia 3-4 tahun dengan mengacu pada Permendikbud No 137 Tahun 2014 Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, metode studi literatur merupakan semua data yang dikumpulkan berasal dari jurnal, buku ataupun sumber lainnya. Dalam penelitian ini, peneliti mencari kajian-kajian yang relevan dengan penelitian yang dilakukan, mengkaji penelitian yang sudah ada. Dan kesimpulan dari penelitian ini dalam mendeteksi dini perkembangan kognitif anak usia 3-4 dapat mengacu pada STPPA.Kata Kunci: Orang Tua, Deteksi Dini Perkembangan Kognitif Anak Usia 3-4 Tahun, Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) AbstractCognitive development is one of the developments of the six aspects of development that need to be given a stimulus and treatment in accordance with the stages. Many parents do not know how parents know that their children have developed according to their stages or not, because they are afraid that the ignorance of parents' curiosity regarding the cognitive development of children aged 3-4 years will become a more serious problem, one of which is delays in cognitive development in children. . To find out how the stages of cognitive development of children aged 3-4 years, by detecting early child development. Early detection of the development of children aged 3-4 years by referring to Permendikbud No 137 of 2014 Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak. This research uses the literature study method, the literature study method is all data collected from journals, books or other sources. In this study, researchers look for studies that are relevant to the research being conducted, reviewing existing research. And the conclusion of this study in detecting early cognitive development of children aged 3-4 can refer to STPPA.Keywords: Parents, Early Detection of Cognitive Development of 3-4 Years Old Children, Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA)
Efektivitas Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dalam Menertibkan Pedagang Kaki Lima di Cikampek Kabupaten Karawang Rismayanti, Aditya; Ramdani, Rachmat; Hakim, Lukmanul
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.132 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3764

Abstract

AbstrakPerihal otonomi dareah dan penyelengaraan pemerintahan daerah diatur di dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagai pegganti Undang-Undang No. 22 Tahun 1999. Polisi Pamong Praja (Satpol-PP). Satuan ini merupakan perangkat pemerintah daerah yang bertugas untuk membantu kepala daerah dalam pelaksanaan jalannya pemerintahan dan sebagai garda atau barisan terdepan dalam bidang ketentraman dan ketertiban umum. Salah satu bentuk sektor ekonomi perkotaan yang informal ialah berdagang, namun tidak semua orang memiliki modal yang cukup untuk mulai berdagang dengan skala sedang maupun besar. Mereka yang memiliki modal terbatas lebih memilih untuk berdagang menggunakan gerobak atau sebuah lapak kecil karena tak memiliki dana untuk menyewa kios maupun toko karena keterbatasan modal. Dan pedagang yang minim modal ini biasanya akan berjualan di sepanjang trotoar yang di peruntukan untuk pejalan kaki (Trotoar), pedagang ini disebut dengan Pedagang Kaki Lima. Di Cikampek khususnya di Kawasan Pasar Cikampek, dibawah Fly Over dan di sepanjang Jl. Ir. Haji Juanda masih saja menempati tempat yang tidak peruntukkannya atau tidak sesuai dengan Perda Kabupaten Karawang No. 6 Tahun 2011. rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimana Produktivitas Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima di Cikampek? (2) Bagaimana Kualitas Layanan Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima di Cikampek? (3) Bagaimana Responsivitas Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima Cikampek? (4) Bagaimana Responsibilitas Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima di Cikampek? (5) Bagaimana Akuntabilitas Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima di Cikampek? Ttujuan penelitian (1) Untuk mengetahui Produktivitas Satuan Polisi Pamong Praja (2) Untuk mengetahui Kualitas Layanan Satuan Polisi Pamong Praja (3) Untuk mengetahui Responsivitas Satuan Polisi Pamong Praja (4) Untuk mengetahui Responsibilitas Satuan Polisi Pamong Praja (5) Untuk mengetahui Akuntabilitas Satuan Polisi Pamong Praja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Peneliti dalam mengoleksi data melakukan kontak langsung dan berhubungan secara kontinyu, yang menjadi informan adalah mereka yang ditentukan sesuai dengan informasi yang kredibel tentang Efektifitas Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima di Cikampek Kabupaten Karawang. Kesimpulan hasil Produktivitas, Kualitas Layanan, Responsivitas, Responbilitas, Akuntabilitas.Kata Kunci: Efektivitas, Satuan Polisi Pamong Praja, Pedagang Kaki Lima AbstractRegarding regional autonomy and the implementation of regional government, it is regulated in Law no. 32 of 2004 concerning Regional Government as a replacement for Law no. 22 of 1999. Civil Service Police (Satpol-PP). This unit is a regional government apparatus whose task is to assist regional heads in the implementation of government operations and as a guard or front line in the field of peace and public order. One form of the informal urban economic sector is trading, but not everyone has sufficient capital to start trading on a medium or large scale. Those with limited capital prefer to trade using a cart or a small stall because they do not have the funds to rent a kiosk or shop due to limited capital. And traders who have minimal capital will usually sell along the sidewalks that are designated for pedestrians (Sidewalks), these traders are called Street Vendors. In Cikampek, especially in the Cikampek Market Area, under the Fly Over and along Jl. Ir. Haji Juanda is still occupying a place that is not designated or not in accordance with the Regional Regulation of Karawang Regency No. 6 of 2011. The formulation of the problem, namely: (1) How is the Productivity of the Civil Service Police Unit in controlling street vendors in Cikampek? (2) How is the Service Quality of the Civil Service Police Unit in controlling street vendors in Cikampek? (3) How is the Responsiveness of the Civil Service Police Unit in controlling Cikampek Street Vendors? (4) What is the Responsibilities of the Civil Service Police Unit in controlling street vendors in Cikampek? (5) How is the Accountability of the Civil Service Police Unit in controlling street vendors in Cikampek? The research objectives (1) To determine the Productivity of the Civil Service Police Unit (2) To determine the Quality of Service of the Civil Service Police Unit (3) To determine the Responsiveness of the Civil Service Police Unit (4) To determine the Responsibilities of the Civil Service Police Unit (5) To determine the Accountability of the Unit Civil service police. The method used in this research is qualitative method. Researchers in collecting data make direct contact and relate continuously, the informants are those who are determined according to credible information about the Effectiveness of the Performance of the Civil Service Police Unit in controlling Street Vendors in Cikampek, Karawang Regency. Conclusion of Productivity, Quality of Service, Responsivity, Responsibility, Accountability.Keywords: Effectiveness, Civil Service Police Units, Street Vendors
Analisis Kinerja Petugas Aviation Security dalam Pemeriksaan Barang Berbahaya di Security Check Piont 1 Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima Istiqamah, Nurul; Sutarwati, Sri
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.402 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3771

Abstract

AbstrakKinerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai seorang sekelompok pegawai yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Kinerja dari petugas Aviation Security (Avsec) sangat mempengaruhi kelancaran dan kemanan suatu penerbangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari petugas Avsec dan faktor apa saja penyebab lolosnya bahan/barang berbahaya pada Security Check Point 1 di Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja petugas Avsec pada Security Check Point 1 sudah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) dan faktor penyebab lolosnya barang berbahaya sebagian besar berasal dari faktor alat yang kurang maksimal dalam menampilkan barang penumpang ketika melewati mesin X-Ray sehingga menghambat proses pemeriksaan, faktor lainnya berasal dari penumpang yang tidak jujur mengenai barang bawaanya.Kata Kunci: Aviation Security, Kinerja, Barang Bebahaya AbstractPerformance is the result of work achieved by an employee in carrying out his duties in accordance with the responsibilities given to him. The performance of Avsec officers greatly affects the smoothness and safety of a flight. This study aims to determine the performance of Avsec officers and what factors cause the escape of hazardous materials/goods at Security Check Point 1 at Sultan Muhammad Salahuddin Bima Airport. This research is a qualitative type of research. Sources of data used are primary and secondary data. Data collection techniques by conducting observations, interviews and documentation. The data analysis technique used descriptive qualitative analysis. To test the validity of the data used triangulation technique. Based on the results of the study, it showed that the performance of the Avsec officer at Security Check Point 1 was in accordance with the SOP (Standard Operational Procedure) and the factors causing the escape of dangerous goods mostly came from the equipment factor that was less than optimal in displaying passenger goods when passing through the X-Ray machine, thus hampering the inspection process, another factor comes from passengers who are not honest about their luggage.Keywords: Aviation Security, Performance, Dangerous Goods
Analisis Kinerja Operator Ground Support Equipment (GSE) dalam Menjaga Keamanan dan Keselamatan Penerbangan di Bandar Udara Internasional Lombok Nusa Tenggara Barat Jumriati, Jumriati; Dewantari, Aditya
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.399 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3772

Abstract

Abstrak Kurang optimalnya para operator GSE terkait proses pelayanan yang diberikan seperti sering terjadi keterlambatan baik pada saat penanganan bongkar muat bagasi maupun peralatan yang rusak. Ada pula salah peletakan barang yang disebabkan oleh para operator GSE yang kurang teliti. Oleh karena itu peneliti bertujuan untuk meniliti 1) kinerja operator GSE dalam menjaga kemanan dan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Internasional NTB 2) Cara mengatasi faktor penghambat kinerja operator GSE dalam menjaga kemanan dan keselamatan penerbangan di Bandar Udara Internasional NTB. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tehnik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Tehnik keabasahan data yang gunakan oleh peneliti yaitu triangulasi dan tehnik analisis data yang peneliti gunakan yaitu pengupulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Ground Support Equipment (GSE) dapat dilihat dari kualitas, kuantitas dan ketepan waktu, hal ini menunjukan bahwa kinierja GSE di bandar udara internasional lombok dalam menjaga keamanan dan keselamatan di bandara lombok sudah berjalan dengan lancar dan benar susai dengan Standar Operational Prosedur (SOP) dan Sistem Manajment Keselamatan (Safety Management Seselamatan) 2) Operator Ground Support Equipment (GSE) melalukan daily check sheet di pagi hari agar memastikan peralatan yang akan digunakan tidak memiliki kendala dan siap digunakan. Melakukan pengecekan atau prepare pada alat terlebih dahulu agar tidak ada kendala atau hambatan disaat melakukan pengoprasian alat di apron.Kata Kunci: Kinerja operator GSE, Keamanan dan keselamatan Bandar Udara Internasiona Lombok               Abstract The GSE operators are less than optimal regarding the service process provided, such as frequent delays in handling baggage loading and unloading or damaged equipment. There is also a misplacement of goods caused by the GSE operators who are not careful. Therefore, the researcher aims to examine 1) the performance of GSE operators in maintaining flight safety and security at NTB International Airport 2) How to overcome the factors that hinder the performance of GSE operators in maintaining flight security and safety at NTB International Airport. This study uses qualitative methods with data collection techniques of observation, interviews and documentation. The data validity technique used by the researcher is triangulation and the data analysis technique that the researcher uses is data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that 1) Ground Support Equipment (GSE) can be seen from the quality, quantity and punctuality, this shows that the performance of GSE at the Lombok international airport in maintaining security and safety at the Lombok airport has been running smoothly and correctly after Standard Operational Procedure (SOP) and Safety Management System 2) Ground Support Equipment (GSE) operators perform daily check sheets in the morning to ensure that the equipment to be used has no problems and is ready for use. Check or prepare the tools beforehand so that there are no obstacles or obstacles when operating the tools on the apron. Keywords: GSE operator performance, Security and safety of Lombok International Airport

Page 84 of 168 | Total Record : 1679