cover
Contact Name
Kaharuddin
Contact Email
kaharazzam@gmail.com
Phone
+6285338614311
Journal Mail Official
jurnalkreatifpai2020@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 02167794     EISSN : 27456447     DOI : -
Kreatif : Jurnal Studi Pemikiran Pendidikan Agama Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Studi Pemikiran pendidikan Agama Islam. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 130 Documents
PENDIDIKAN TINGGI ISLAM DAN TRANSFORMASI INTELEKTUAL Ardi Ardi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 13 No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v13i2.86

Abstract

Sains dan teknologi modern merupakan produk sejarah dan kebudayaan khas Barat. Dalam penerapannya, sains dan teknologi modern menjadi kebutuhan masyarakat dunia. Tidak terkecuali masyarakat muslim, yang pada akhirnya bergantung pada masyarakat/kebudayaan Barat. Berdasarkan fenomena tersebut, para cendekiawan Muslim mencoba menggagas Islamisasi sains, karena sains dan teknologi yang ada hari ini telah terkontaminasi oleh peradaban Barat yang sekuler. Oleh sebab itu, Islamisasi sains dalam hal ini dimaksudkan untuk menghubungkan sains dengan agama, yang berarti mengaitkan hukum alam (sunatullah) dengan al-Qur’an yang pada hakikatnya merupakan ayat-ayat Tuhan. Pendidikan Tinggi Islam menjadi wadah yang tepat untuk sosialisasi dan transformasi intelektual, sehingga mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam kedalam sains modern, sebagai upaya mengintegrasikan sains dengan agama.
KONSEP PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM MODERN Ihlas Ihlas
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 13 No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v13i2.87

Abstract

Artikel ini bertujuan mengetahui konsep pengembangan pendidikan Islam. Selanjutnya tulisan ini diharapkan bermanfaat bagi pengelola lembaga pendidikan Islam dalam mengembangkan nilai-nilai Islam dalam dunia pendidikan yang berhaluan modren. Artikel ini menggunakan metode kajian kepustakaan (library recearch). Simpulan pada artikel ini pertama, penyelenggaran pendidikan Islam harus kembali menjadikan Islam sebagai panji dan acuan cita ideal pendidikan Islam. Kedua, pendidikan Islam harus berorietasi pada kualitas bukan populis. Ketiga, pendidikan Islam perlu merumuskan pilot project, agar arah dan target pendidikan Islam dapat tercapai, Keempat, perlunya dunia pendidikan Islam untuk melakukan upaya reformasi dari segala komponen baik sumber daya manusia (SDM), sistem manajemen maupun kurikulumnya dalam bingkai integralistik. Dan kelima, perlunya intergrasi kelimuan antara pendidikan umum dan pendidikan Islam, agar orientasi ukhrawi dan duniawi sama-sama dapat tercapai.
MENJADI PENDIDIK YANG BERMUTU Irwan Irwan
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 13 No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v13i2.88

Abstract

Pendidik atau biasa disebut dengan guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam dunia pendidikan yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam peningkatan kualitas atau mutunya, karena bagaimana dapat menghasilkan peserta didik yang bermutu jika pendidiknya tidak bermutu. Hal tersebut juga dikarenakan pendidik (guru) adalah orang pertama yang selalu mendapatkan sorotan dari masyarakat. Ketika terjadi terjadi berbagai hal tentang peserta didik, baik peserta didik tersebut berkelakuan baik terlebih lagi berkelakuan buruk, maka gurunya lah yang pertama kali menjadi sorotan, lebih-lebih guru Agama. Meskipun upaya meningkatkan kualitas guru baik ditingkat institusi (lembaga pendidikan) maupun secara umum selalu dilakukan mulai dari pelaksanaan pendidikan dan pelatihan guru, pemberian tunjangan yang langsung dianggarkan dari APBN, kenaikan gaji guru terutama PNS, sampai pada program sertifikasi guru, kenyataannya ini belum bisa memberikan bukti nyata perubahan dalam pendidikan di Indonesia. Pendidikan dan pelatihan guru menguap bagai air, tunjangan dan kenaikan gaji bagai karpet terbang yang membawa mereka keawan, dan sertifikasi merupakan pesawat ulang alik yang membawa mereka ke luar angkasa yang bebas bergerak tanpa perlu berpijak. Perbaikan fasilitas yang diberikan pemerintah tidak mengubah keadaan pendidikan di Indonesia. Hanya sedikit tenaga pendidik yang memang menjadikan perbaikan fasilitas tersebut sebagai alat untuk mengadakan perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, tetapi persentasinya sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah pendidik dan siswa sekolah yang ada di Indonesia.
GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN TRANSFORMASI NILAI KEISLAMAN DALAM PERUBAHAN SOSIAL Sukrin Sukrin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 13 No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v13i2.89

Abstract

Kegagalan pendidikan nasional itu disebabkan oleh penerapan konsep pendidikan yang sedikit banyak telah mengabaikan pendidikan watak dan kemampuan bernalar atau dengan kata lain telah mengabaikan transformasi nilai moral. Pendidikan seharusnya diarahkan untuk membangun watak bangsa dan “moral feeling.” Agenda pendidikan masa depan harus mulai mengutamakan pendidikan yang mampu menciptakan manusia bermoral, dengan tetap memaksimalkan peningkatan kompetensi guru. Peran guru PAI dalam upaya menanamkan nilai keislaman diharapkan mampu memberikan modal sosial pada peserta didik agar dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan sosial yang terjadi.
PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Syarifuddin Idris
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 13 No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v13i2.90

Abstract

Artikel yang menggunakan pendekatan kajian kepustakaan (library research) ini membahas tentang study peran tokoh, organisasi, dan lembaga pendidikan dalam pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Kajian ini bermula ketika melihat ketertinggalan ummat Islam dalam merespon perkembangan zaman yang kian maju. Kondisi ini memerlukan upaya untuk menata kembali struktur-struktur sosial, politik, lembaga pendidikan dan kelimuan yang mapan dan jumud, termasuk struktur pendidikan Islam, adalah diperlukan bentuk pembaruan dalam ranah pemikiran kelembagaan Islam. Pembaruan dalam sistem pendidikan Islam adalah upaya mengadakan perubahan dari sistem tradisional mono leader dengan sistem belajar halaqah ke sistem belajar klasikal yang dikelola oleh jamaah atau organisasi secara kolektif dan berdasarkan musyawarah. Permbaruan pendidikan Islam Indonesia mulai bangkit dan dipelopori oleh para tokoh modernis Islam serta organisasi-organisasi yang berdasarkan sosial keagamaan yang banyak melakukan aktifitas kependidikan Islam. Seperti Muhammadiyah, NU, Al-Isryad dan sejumlah organisasi Islam lainnya. Sekolah-sekolah yang berhaluan pembaruan tersebut mulai didirikan diberbagai kawasan kepulauan Indonesia baik dalam bentuk pondok pesantren maupun madrasah. Tokoh-tokoh yang berperan dalam mendirikan organisasi dan melakukan pembaruan pendidikan Islam tersebut antara lain; KH Ahmad Dahlan, KH Hamka, KH Hasyim Asy’ari dan sederet ulama terkemuka yang ada di Nusantara lainnya.
PENDEKATAN HISTORIS DALAM PENGKAJIAN PENDIDIKAN ISLAM Syarifuddin Syarifuddin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 13 No 2 (2015): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v13i2.91

Abstract

Sejarah tidak bisa lepas dari serangkaian peristiwa yang telah dibatasi oleh ruang dan waktu dimana peristiwa itu terbentuk dan terjadi. Banyak kalangan mengatakan bahwa sejarah adalah sesuatu yang statis yang tidak mungkin “didaur” ulang berdasarkan konteks zamannya. Seiring dengan perkembangan pengetahuan manusia dengan potensi rasa ingin tahu yang besar telah mempengaruhi perspektif orang tentang sejarah yang tadinya menilai bahwa sejarah hanya peristiwa statis,kaku bahkan tidak memiliki kontribusi apapun untuk kemajuan kajian ilmu pengetahuan, namun pandangan tersebut dengan sendirinya hilang diterpa oleh rahim pergulatan kajian Islam, dimana sejarah selalu dinamis, seiring “alur denyut nadi” perkembangan peradaban manusia. Tulisan ini menggunakan metode heuristik dengan menggunakan analisis kritis yang bersumber pada buku-buku primer. Dengan metode heuristik sebagai alat analisis untuk membedah kekhasan masa lalu itu dapat diinterpretasikan karena dipandang memberikan pengaruh unik pada masa kini dan masa mendatang. Dalam konteks inilah upaya untuk mempertautkan relevansi pendidikan Islam sebagai bidang kehidupan yang mengalami tantangan. Tantangan tersebut dikaji dalam berbagai sudut pandang, termasuk di dalamnya mengkaji pendidikan Islam dalam perspektif historis. Pada titik inilah dinamisasi pendidikan Islam bisa bermakna untuk mengembangan ilmu pengetahuan.
EKSISTENSI KUTTAB DAN MASJID SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN PADA MASA PERTUMBUHAN ISLAM Fathurrahman Fathurrahman
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 15 No 1 (2017): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v15i1.92

Abstract

Al-islamu sohihun likulli zaman wal makan adalah ungkapan yang menunjukkan bahwa Islam memiliki kemampuan adaptasi terhadap berbagai tempat dan situasi yang ada. Kuttab sebagai salah salah lembaga pendidikan pra Islam merupakan salah satu bentuk adaptasi dan modifikasi umat Islam terhadap warisan lama. Di tangan umat Islamlah kemudian kuttab mengalami perkembangan signifikan sebagai lembaga pendidikan yang terhormat dan bermartabat. Universalitas islam juga di tunjukkan melalui pengajar kuttab yang non muslim, tanpa mencampuri kesakralan pengajaran agama yang merupakan bagian penting dari pribumisasi islam dalam lembaga kuttab. Di samping mengadopsi lembaga pra Islam, keberadaan masjid sebagai bentuk asli dari lembaga pendidikan Islam awal merupakan cikal bakal dari munculnya lembaga-lembaga pendidikan Islam lainnya. Sebagai lembaga pendidikan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Namun juga menjalani fungsi social, politik, ekonomi dan budaya. Dalam perkembangan sejarah pendidikan Islam, modernisasi system pendidikan kuttab dan masjid inilah yang memunculkan munculnya lembaga-lembaga baru dalam pendidikan Islam.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA PEMIKIRAN TASAWUF Wahyu Mulyadi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.358

Abstract

Reformulasi metodologis untuk perkembangan tasawuf sangat berguna bagi masyarakat dari rentetan perkembanganya dari masa ke masa. Alternatifnya adalah tasawuf sosial sebagai ilmu yang pada dasarnya memiliki kerangka untuk amalan atau keshalihan pribadi namun dengan akhir yang tidak terbatas menjadi keshalihan sosial untuk membangun surga bagi diri sendiri dan umat manusia di dunia ini. Pada sisi lainnya, hakikat spiritual yang terkandung dalam pengamalan tasawuf Islam menekankan core values sufisme dalam diri seorang manusia seperti sikap muruah, waro’i, zuhud, qanaah, ikhlas, taqarub ilallah, moral. Secara esensial, tasawuf terletak pada pengejewantahan dari ajaran tentang ihsan, atau salah satu dari tiga serangkaia ajaran Islam, yaitu Islam sendiri, Iman, dan Ihasan. Esotorisme sufi adalah perwujudan dari sabda Nabi SAW bahwa ihsan adalah keadaan dimana ketika seorang manusia menyembah Allah SWT seolah-olah melihatnya. Sehingga pembelajaran atau paham kaum tasawuf, tidak lain adalah bagaimana menyembah Allah SWT.
TINJAUAN SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM MASA ORDE LAMA Muh. Aidil Sudarmono
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.359

Abstract

Setelah Indonesia merdeka terutama pada zaman orde lama, pendidikan Islam sudah mulai berkembang. Hal tersebut, dibuktikan bahwa pemerintah khususnya pada masa orde lama (ORLA) sangat memperhatian pendidikan khususnya dalam pendidikan Islam. Dengan berbagai usaha yang dilakukan pemerintah sehingga pendidikan Islam mulai berkembang yang dibarengi dengan perumusan kebijakan-kebijakan strategis seperti bentuk pengelolaan pendidikan agama yang diberikan di sekolah-sekolah umum tersebut maka pada bulan Desember 1946 dikeluarkan surat keputusan bersama (SKB) antara menteri pendidikan dan menteri agama yang mengatur pelaksanaan pendidikan agama pada sekolah-sekolah umum (negeri dan swasta) yang berada di bawah kementerian pendidikan. Disatu pihak kementerian agama juga mengelola semua jenis pendidikan agama baik di sekolah-sekolah agama maupun di sekolah-sekolah umum. Sementara itu, dilain pihak departemen pendidikan pengajaran dan kebudayaan mengelola pendidikan pada umumnya dan mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan system pendidikan nasional.
OPTIMALISASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KECERDASAN EMOSIONAL Nasaruddin Nasaruddin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.360

Abstract

Pendidikan Islam termasuk gagasan ideal pendidikan yang dapat memfasilitasi dan mendorong perekembangan seorang anak didik secara optimal baik dari unsur lahiriyah dan batiniyah. Optimalisasi pendidikan Islam dalam proses pembelajaran juga dinilai mammpu menumbukan aspek kecerdasan emosional seorang manusia/anak didik. Kecerdasan emosional dalam Islam disebut kognitif Qalbiyah karena hati merupakan pusat pendidikan akhlak. Berkenaan dengan hal tersebut, konsep kecerdasan emosional menurut pendidikan Islam sebagaimana dikemukan para pakar pendidikan Islam cenderung dipahamai sebagai perwuju sikap-sikap terpuji dari kalbu dan akal yakni sikap bersahabat, kasih sayang, empati, takut berbuat salah, keimanan, dorongan moral, bekerjasama, beradaptasi, berkomunikasi dan penuh perhatian serta kepedulian terhadap sesama mahluk ciptaan Tuhan. Secara metodologis strategi pendidikan Islam dalam menumbuhkan kecerdasan emosional menekankan domaian pentingnya peranan komponen pendidikan yang mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat sebagai basis utama pembentukan kecerdasan emosional anak didik dalam proses pendidikan.

Page 2 of 13 | Total Record : 130