cover
Contact Name
Kaharuddin
Contact Email
kaharazzam@gmail.com
Phone
+6285338614311
Journal Mail Official
jurnalkreatifpai2020@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 02167794     EISSN : 27456447     DOI : -
Kreatif : Jurnal Studi Pemikiran Pendidikan Agama Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Studi Pemikiran pendidikan Agama Islam. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 130 Documents
PENTINGNYA PROGRAM KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILLS) UNTUK PARA SANTRI DI PONDOK PESANTREN Alquriyah, Yusroh; Ahmadi, Ahmadi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 1 (2021): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i1.692

Abstract

Pendidikan didefinisikan sebagai kegiatan manusia yang bertujuan untukmemelihara kelangsungan hidup sebagai individu dan sebagai anggotamasyarakat berupa pewarisan pengetahuan, nilai, budaya, dan keterampilan darigenerasi ke generasi dalam rangka mempertahankan jati diri bangsa(peradaban). Agar peserta didik dapat menjalankan fungsinya sebagai manusiapembelajar sejati, diperlukan dukungan dari berbagai pihak seperti: lingkungan,masyarakat, pemerintah dan yang terpenting keluarga terutama orang tua.Pesantren merupakan salah satu rahim yang menginspirasi para pejuang yangbertanggung jawab penuh atas diri sendiri, tugas dan lingkungannya serta yangbertanggung jawab atas kelahiran dan membesarkan Indonesia baik secaravertikal maupun horizontal. Medan perang saat ini adalah berbagai permasalahanyang dihadapi masyarakat baik internal maupun eksternal. Pesantren merupakanmodal dan modul kehidupan sebagai solusi dari berbagai permasalahan yangdihadapi santri sebagai life skill. Semua warga negara harus menguasaikecakapan hidup untuk menghadapi tantangan perubahan hidup yang melibatkanberbagai kompetensi intens untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengankeunikannya, pesantren memiliki sejuta kesempatan untuk menempa santridengan berbagai keterampilan yang diwajibkan secara hukum denganmempelajari pembentukan karakter, berpikir kritis, bersosialisasi, dan jugamenginternalisasi keterampilan melalui metode pembiasaan.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN PERPEKTIF AL-GHAZALI Suriadi, Suriadi
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 20 No 1 (2022): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v20i1.728

Abstract

Artikel ini membahas tentang pemikiran pendidikan perpektif al-ghazali. Pendidikan merupakan komponen penting dalam kehidupan. Hal ini menjadi pembahasan para ulama tak terkecuali Imam al-Ghazali. Untuk itu, penelitian ini membahas pendidikan Islam dalam perspektif al-Ghazali. Hasil penelitian ini adalah bahwa pendidikan menurut Al Ghazali menekankan pada pendidikan agama dan akhlak. Menurutnya pengertian dan tujuan pendidikan Islam yaitu pendidikan yang berupaya dan bertujuan dalam proses pembentukan insan paripurna. Adapun dalam membuat sebuah kurikulum, Al Ghazali memiliki dua kecenderungan, yaitu kecenderungan terhadap agama dan kecenderungan pragmatis. Adapun aspek-aspek materi pendidikan Islam menurut pemikiran Al Ghazali adalah meliputi: pendidikan keimanan, akhlak, akal, sosial dan jasmani. Menurutnya guru yang baik itu selain cerdas dan sempurna akalnya, juga harus memiliki sifat-sifat yang terpuji. Adapun sifat yang harus dimiliki oleh seorang murid yaitu rendah hati, mensucikan diri dari segala keburukan taat dan istiqamah. Sementara yang menjadi evaluasi pendidikan adalah semua bentuk aktifitas yang terkait dengan tugas tanggung jawabnya masing-masing dalam proses pendidikan.
PERAN ORANG TUA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI PADA REMAJA DI DESA PIONG KECAMATAN SANGGAR KABUPATEN BIMA Suhartini, Suhartini
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 1 (2021): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i1.775

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran orang tua dalam pembentukan karakter Islami pada yang masih menganggap bahwa pendidikan itu hanya di lingkungan formal (sekolah), sehingga pembentukan karakter Islami pada remaja kurang diperhatikan dan menyebabkan remaja memiliki karakter yang kurang baik. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana peran orang tua dalam membentuk karakter Islami pada remaja di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, dan apa saja faktor penghambat dalam pembentukan karakter Islami pada remaja di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dalam membentuk karakter Islami pada remaja di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima, dan untuk mengetahui faktor penghambat dalam pembentukan karakter Islami pada remaja di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Jenis penelitian kualitatif, bersifat kualitatif deskriptif dan data yang di peroleh dari teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi dilapangan. Hasil menunjukan bahwa peran orang tua dalam pembentukan karakter Islami pada remaja di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima dalam pembentukan karakter Islami orang tua melakukan dengan beberapa metode yaitu metode keteladanan, metode pembiasaan (Ta’wid), dan metode nasehat (Mauizah). Sedangkan beberapa faktor penghambat dalam pembentukan karakter Islami pada remaja di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima yaitu dasar- dasar agama yang kurang, kurangnya pengawasan dari orang tua, pergaulan dengan teman yang tidak sebaya, dampak negatif dari penggunaan IPTEK.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) TERHADAP PERILAKU SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 BOLO Nuryanti, Nuryanti
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.783

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) terhadap perilaku siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Bolo. Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya siswa masih belum memiliki sikap rendah hati terlihat dari sikap sombong, tidak saling memaafkan satu sama lain, membelikan barang-barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan, dan suka mentraktir teman dari pada memenuhi kebutuhanya, tidak suka menabung, menggunakan barang-barang mewah seperti membawa motor dan membawa hp disekolah oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini yaitu apakah ada pengaruh model pembelajaran contextual teaching and learning (CTL) terhadap perilaku siswa dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Bolo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitattif dengan menggunakan teknik angket dengan populasi 26 orang. Hasil Penggunaan Model Pembelajaran Contextual Teaching And Learning (CTL) memiliki pengaruh terhadap Perilaku Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMP Negeri 1 Bolo namun tidak signifikan karena pengaruh yang ada hanya 32,6% dan 67,4% peningkatan perilaku siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA MANUSIA, MASYARAKAT, DAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF ISLAM Supriadin, Supriadin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.784

Abstract

Manusia itu sebagai makhluk pada dasarnya selalu ingin bergaul dan berkumpul dengan sesama manusia lainnya, jadi makhluk yang suka bermasyarakat. Sifat suka bergaul satu sama lain, maka manusia disebut makhluk sosial. Dengan demikian kesempurnaan yang dimiliki oleh manusia tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada peran serta pihak lain, pihak lain yang dimaksud bisa manusia maupun ciptaan Tuhan lainnya misalnya lingkungan, tumbuhan, hewan. dan lain sebagainya. Dalam menjalani kehidupan didunia yang serba sementara ini, tentu kita selalu bersentuhan atau saling membutuhkan satu samalainnya. Hal ini sudah menjadi sunahtullah dari sang pencipta jagat raya. Maka dari itu, pada tulisan berikut ini akan membicarakan tentang hubungan antara manusia, masyarakat dan budaya yang ditinjau dari perspektif Islam. Tentu dalam tulisan ini tidaklah dibahas secara mendetail hubungan antara ketiga hal di atas dalam pandangan Islam, namun hanya dibahas secara umum saja.
KIPRAH PONDOK PESANTREN AL-MUHAJIRIN DALAM MELAHIRKAN SANTRI SEBAGAI SUMBER AUTORITATIF DAN PERSUASIF DI ERA GLOBALISASI Jihada, Ilfiana Iffah; Anton, Anton; Musa, Muhajir
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.788

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam dalam membentuk manusia berpengetahuan agama dan berakhlak karimah, karena itu merupakan bagian dari peran penting pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pondok pesantren Al-Muhajirin. Kegiatan dan metode pembelajaran di pondok pesantren Al-Muhajirin Atambua sangat berpengaruh pada santri. Para santri memiliki tantangan dalam menghadapi era globalisasi di Indonesia. Santri harus bisa survive (bertahan) pada era globalisasi dan menjadi pelopor untuk penggunaan informasi dan teknologi untuk kemanfaatan kehidupan belajar mengajar di dunia pendidikan. Penelitian ini merumuskan bagaimana peran pondok pesantren Al-Muhajirin dalam melahirkan santri sebagai sumber autoritatif dan persuasif. Subjek dari penelitian ini adalah pengajar maupun pengasuh serta santri-santri di pondok pesantren Al-Muhajirin. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah para santri memiliki dua peran dalam menerapkan nilai-nilai keagamaan di kehidupan masyarakat pada era globalisasi, yakni sumber autoritatif dan sumber persuasif. Peran pesantren Al-Muhajirin dalam penelitian ini telah melahirkan para santri sebagai sumber persuasif dan juga santri sebagai sumber autoritatif.
METODOLOGI TAFSIR DALAM AL-QUR’AN Kaharuddin, Kaharuddin; Jauhari, Muh.
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.790

Abstract

Al-Qur’an merupakan kalam Allah SWT yang mu’jiz diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, dengan perantara malaikat jibril yang tertulis dalam mushaf yang dinukilkan kepada kita secara mutawatir, membacanya merupakan ibadah yang dimulai surat Al fatihah dan diakhiri surat An nas sebagai kitab petunjuk sumber hukum bagi kehidupan mengetahui halal haram sumber hikmah, sumber kebenaran dan keadilan sumber etika dan akhlaq yang sudah diterapkan untuk meluruskan perjalanan manusia untuk keselamatan dunia akhirat yang dimana terdiri dari 30 juz 114 surat. 6.236 ayat menurut ulama’ kufah atau 6.666 ayat menurut mayoritas ulama’ dan mencakup 9 hukum Islam (halal, haram, muhkam, mutashyabih, basyir, nadhir, qishoh, idhoh, masal) sebagaimana tercantum dalam surat Al A’raf ayat 52.
TAFSIR TEMATIK: PENDIDIKAN AKHLAK DALAM AL-QUR’AN Ibrahim, Ibrahim
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.791

Abstract

Dewasa ini banyak manusia yang cerdas dan intelektual namun memiliki akhlak yang tidak terpuji, sehingga menyebabkan mereka menyalahgunakan kecerdasan yang dimiliki. Indikator ini telah menjadi potret unbalancing (ketidak seimbangan) antara pengembangan intelektual dengan pengembangan akhlak. Akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Allah sebagai khalik. Sikap atau perbuatan tersebut memiliki ciri-ciri perbuatan akhlaki sebagaimana telah disebut di atas, maka menanamkan akhlak pada jiwa anak dengan memberi petunjuk yang benar dan nasihat yang berguna sehingga ajaran yang mereka terima, meresap ke dalam jiwanya. Apabila sudah menyatu, maka ia akan membentuk kepribadian dalam dirinya yang senantiasa melaksanakan amal perbuatan yang utama, kebaikan, kegemaran bekerja untuk kepentingan tanah air, negara, dan bangsa.
PEMANFAATAN MULTIMEDIA ONLINE (Percikan Pemikiran Untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran PAI yang Humanis dan Berkarakter) Firdaus, Taman
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.793

Abstract

Trend perkembangan sosial kemasyarakatan yang begitu cepat dewasa ini, menuntut proses adaptasi yang cepat pula dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, demikianpun dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Pada situasi seperti ini, pembelajaran PAI harus dapat mengadaptasi bagaimana trend positif ini dapat dikelola menjadi salah satu sumber penting untuk pembelajaran dan tranfer of velue. Sebab, era digital, cyber room dan apapun istilah lainnya saat ini adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Mengelola trend positif tersebut pada praksis pembelajaran PAI menjadi sesuatu yang bermakna bagi peserta didik, baik sebagai media tranfer of knowledge maupun sebagai sarana tranfer of velue merupakan tugas dan sekaligus peran guru PAI itu sendiri sebagai pengelola dan pelaksana proses pembelajaran. Misalnya dengan mengembangkan multimedia online seperti yang menjadi tema dalam tulisan ini. Sehingga trend positif “melek IT” tersebut akan membawa dampak yang signifikan pagi perkembangan IPTEK dan proses penanaman dan pembudayaan nilai-nilai kehidupan pada diri peserta didik, yang dalam tulisan ini menggunakan istilah “Humanis dan Berkarakter”.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UNTUK RESOLUSI KONFLIK DAN PERDAMAIAN Mahmudah, Husnatul
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 19 No 2 (2021): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v19i2.794

Abstract

Berbagai konflik yang terjadi membutuhkan beberapa upaya solutif untuk meminimalisir konflik dan menciptakan serta menjaga perdamaian (peace building dan peace keeping). Salah satu upaya tersebut dapat dilakukan lewat pendidikan. Pendidikan dipercaya sebagai sebuah pendekatan untuk mentransformasi nilai-nilai yang berkontribusi membangun perdamaian. Pendidikan Agama Islam (PAI) dapat mengambil peran untuk membantu menciptakan kondisi damai, disamping meningkatkan moralitas dan spiritualitas anak didik. Meskipun dalam realitasnya terlihat PAI menumpulkan nalar kritis anak didik, karena pembelajaran dilakukan dalam perspektif “kacamata kuda.” Paradigma pembelajaran PAI dapat dikembangkan dalam untuk orientasi dialog dan perspektif pendidikan multikultural.

Page 5 of 13 | Total Record : 130