cover
Contact Name
Kaharuddin
Contact Email
kaharazzam@gmail.com
Phone
+6285338614311
Journal Mail Official
jurnalkreatifpai2020@gmail.com
Editorial Address
Institut Agama Islam (IAI) Muhammadiyah Bima Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 02167794     EISSN : 27456447     DOI : -
Kreatif : Jurnal Studi Pemikiran Pendidikan Agama Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Studi Pemikiran pendidikan Agama Islam. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Januari dan Juli.
Articles 130 Documents
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASSA DINASTI FATIMIYAH DI MESIR (909-1171 M) Muhammad Muhammad
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.361

Abstract

Dinasti Fatimiyah termasuk Dinasti Syi’ah yang didirikan oleh Ubaidillah Al-Mahdi. Dinasti ini berkuasa dari tahun 909 M sampai dengan tahun 1171 M., atas dasar legitimasi klaim keturunan Nabi lewat Fahtimah dan Ali bin Abi Thalib dari Ismail anak Jafar Sidik. Dinasti ini didirikan sebagai tandingan bagi penguasa dunia muslim saat itu yang terpusat di Bagdad, yaitu Bani Abbasiyah. Wilayah kekuasaan Dinasti Fatimiyah meliputi Afrika Utara, Mesir, dan Suriah. Berdirinya Dinasti Fatimiyah dilatarbelakangi oleh melemahnya Dinasti Abbasiyah. Pada masa Dinasti Fatimiyah, lembaga pendidikan yang digunakan sebagai basis pengembangan pendidikan terdiri dari; Masjid, Istana, Perpusakaan dan Dar al-‘Ilm atau biasa disebut Jamiah Ilmiyah Akademi (lembaga riset). Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Fatimiyah meliputi beberapa bidang ilmu seperti; Bahasa dan Sastra, Ilmu Kedokteran, Syair dan Filsafat. Berkenaan dengan hal tersebut, universitas Al-azhar merupakan lembaga pendidikan tinggi, sekaligus menjadi bukti sejarah peradaban Dinasti Fatimiyah dalam pengembangan pendidikan, dan sampai sekarang menjadi kiblat pendidikan yang bernuansa Islam.
POTRET IDEOLOGI PENDIDIKAN DALAM PENANAMAN NILAI KEISLAMANDI SDIT IMAM SYAFI’IY KOTA BIMA Agus Gunawan; Abdussahid Abdussahid; Husnatul Mahmudah
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.362

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SDIT Imam Syafi’iy Kota Bima dengan tujuan untuk mengetahui nilai-nilai keislaman yang ditanamkan pada siswa dan ideologi pendidika apa yang diterapkan di SDIT Imam Syafi’iy Kota Bima. Ideologi pendidikan yang diterapkan dapat mempengaruhi proses pendidikan yang berlangsung sehingga dapat pula memengaruhi output/hasil pendidikan tersebut. Penelitian ini berangkat dari realita disekolah umum dan sekolah Islam dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada siswa, mengunakan cara, teknik, atau ideologi yang berbeda. Hal ini berpengaruh pada pola atau pilihan ideologi pendidikan yang dipakai di sekolah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menguraikan persoalan secara naratif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis kualitatif, adapun pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan mengadakan trigulasi. Hasil penelitian meliputi: (1). Nilai-nilai keislaman yang ditanamkan di SDIT Imam Syafi’iy Kota Bima yaitu: a. niali aqidah, b. nilai ibadah/syariah, c. nilai akhlak. (2). Ideologi pendidikan yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman di SDIT Imam Syafi’iy Kota Bima. SDIT Imam Syafi’iy dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada peserta didik menggunakan ideologi pendidikan konservatisme.
URGENSI PENDIDIKAN AGAMA BERWAWASAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN PARADIGMA INKLUSIF PADA SEKOLAH UMUM DI KOTA BIMA Irwan Irwan
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.364

Abstract

Pendidikan agama berwawasan multikultural sangat tepat digunakan untuk mengembangkan berbagai budaya yang baik, misalnya pluralisme, inklusifisme dan dialog yang kontinyu antar umat beragama, lebih-lebih antar umat seagama. Sehingga diharapkan seluruh masyarakat kota Bima lebih khusus para pelajar memiliki wawasan, pemahaman dan sikap bersedia menerima perbedaan, yang pada akhirnya mereka bisa menghargai antara yang satu dengan lainya.Pendidikan agama berwawasan multikultural dapat menjadi salah satu model pembelajaran yang dikaitkan dengan keragaman yang ada, baik suku, budaya, agama, bahasa, dan lain sebagainya. Hal ini dapat dijumpai di sekolah-sekolah umum yang ada di Kota Bima, yang di dalam satu kelas terdiri dari berbagai siswa yang sangat beragam (suku, ras dan agama). Oleh sebab itu, pendidikan agama berwawasan multikultural sangat menarik untuk diteliti dalam rangka membangun paradigma inklusif menuju masyarakat harmoni pada sekolah umum di kota bima. Dengan adanya pendidikan agama Islam berwawasan multikultural ini diharapkan akan menjadi solusi terhadap berbagai konflik antar kelompok, golongan, mazhab, dan antar agama yang terjadi selama ini. Oleh karena itu, Pendidikan Agama berwawasan multikultural sangat penting diterapkan guna meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah dan kampung khususnya di Kota Bima.
KONSEP DASAR PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Umar Umar; Hendra Hendra
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 1 (2020): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i1.365

Abstract

Proses pengelolaan kelas penting untuk diketahui oleh siapapun terutama seorang guru yang mengabdikan dirinya kedalam dunia pendidikan. Kegiatan manajemen atau pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum dan perkembangan siswa. Secara umum pengelolaan kelas adalah penyedian fasilitas bagi bermacam macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dalam intelektual dalam kelas. Fasilitas yang demikian itu memungkinkan siwa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa dalam proses pembelajara dilingkup satuan pendidikan
KONSEP METODE HALAQAH DALAM PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI Ilham Ilham; Sukrin HT
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i2.464

Abstract

Metode pembelajaran Halaqah termasuk instrumen pembelajaran yang cukup ideal dapat dijadikan sebagai acuan pembelajaran PAI. Secara teknis, metode Halaqah akan menjadi instrumen pengendali interaksi kegiatan pembelajaran seorang peserta didik dengan para guru/Kiyai. Metode pembelajaran Halaqah ini lebih menitiberatkan kepada kemampuan perseorangan dalam menganalisa dan memecahkan suatu masalah dengan argumen logika pada kitab-kitab tertentu. Seorang guru/Kiyai hanya tampil dalam memimpin jalannya kegiatan proses pembelajaran biasanya menggunakan kitab/buku untuk dipahami oleh peserta didik, menguraikan nama judul sekaligus penulis kitabnya, menjelaskan pentingnya isi kitab yang akan dipelajari. Dengan demikian, muatan konsep metode pembelajaran Halaqah umumnya menekanan para peserta didik untuk meningkatan cara berfikir kritis dan menkonstruksi pengetahuan dalam dirinya yang secara terbimbing para guru/kiyai bertindak sebagai fasilitator dalam setiap interaksi pembelajaran dilingkup satuan pendidikan.
MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK MAPELIS MUBA DENGAN PENDEKATAN CONTEXSTUAL TEACHING AND LEARNING Ahmadi Ahmadi; Ismail Ismail
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i2.467

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan model Contextual Teaching and Learning (CTL) suatu konsep teruji yang menggabungkan banyak penelitian yang mutakhir, memuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki peserta didik dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Salah satunya pada kelompok mata pelajaranAl-Islam, Kemuhammadiyahan, Bahasa Arab (ISMUBA) dimana peserta didik dituntut untuk memahami betapa pentingnya mempelajari tentangISMUBA sehingga tidak tergerus dengan kemajuan perkembangan teknologi yang semakin modern, dengan tetap menjaga budaya lama yang shalih. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif,penelitian yang menggunakan data deskriptif-naratif, berupa narasi tertulis ataupun lisan dari informan dan perilaku yang diobservasi.Peneliti menganalisis dan menggambarkan penelitian secara objektif dan mendetail untuk mendapatkan hasil yang akurat. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Pengaruh model contextual teaching learning (CTL) dalam kelompok mapelISMUBA dapat Meningkatkan Profesionalisme Gurudi MA Muhammadiyah 01 Tegalombodan untuk Mengetahui implementasi Pembelajaran Model Contextual Teaching Learning (CTL). Hasil model pembelajaran Contextual Teaching Learning dalam pembelajaran ISMUBA di MA Muhammadiyah 01 Tegalombobisa disimpulkan sesui dengan konsep pembelajaran contextual teaching learning yaitu pembelajaran yang menekankan kepada siswa untuk terlibat secara penuh menghubungkan dengan kehidupan secara nyata dari materi yang dipelajari dengan prinsip utama belajar dan melakukan (learning by doing).
PLAGIARISME DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA: PROSES, BENTUK, DAN FAKTOR PENYEBAB Ruslan Ruslan; Hendra Hendra; Nurfitriati Nurfitriati
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i2.509

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengungkap proses, bentuk dan factor penyebab plagiarism dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Bima. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan tiga tehnik pengumpulan data, yaitu tehnik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti tiga alur dari Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa plagiarisme yang dilakukan oleh mahasiswa pada beberapa perguruan tinggi di Bima, dengan cara: Pertama, menitipkan judul tugas pada agen yang terpercaya dalam membuat sebuah karya ilmiah, dengan batasan waktu maksimal satu minggu, maka karya ilmiah yang dipesan dapat diambil oleh mahasiswa (gosh writer). Kedua, bentuk plagiarisme yang dominan dilakukan oleh mahasiswa adalah plagiat serentak yaitu melakukan gunting tempel karya ilmiah milik orang lain seutuhnya dan dijadikan seolah karya ilmiah milik sendiri atau juga disebut dengan complete plagiarism. Selain bentuk tersebut, beberapa mahasiswa mengambil teks dari suatu sumber, kemudian dilakukan parafrase namun tidak disebut sumbernya, seakan teks tesebut asli miliknya atau disebut juga dengan paraphrasing plagiat. Ketiga, faktor penyebab plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah mahasiswa beberapa perguruan tinggi di Bima adalah karena pemahaman yang kurang baik tentang kategori plagiat, tidak memahami tata cara penulisan termasuk pengutipan yang benar sesuai dengan pedoman penulisan karya ilmiah masing-masing perguruan tinggi, rasa malas, dan perasaan yang menganggap tugas berupa karya ilmiah yang diberikan ialah sebuah beban.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM QUIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN NEGERI 2 KOTA BIMA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Aris Munandar
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i2.511

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil observasi, rendahnya prestasi belajar (kognitif) siswa kelas VI SDN 2 Kota Bima pada mata pelajaran PAI. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan upaya meningkatkan prestasi belajar (kognitif) siswa melalui penerapan Kooperatif Tipe Team Quiz. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN 2 Kota Bima sebanyak 40 orang, terdiri dari 27 siswa perempuan dan 13 siswa laki-laki. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) dengan proses tindakan kelas dilaksanakan sebanyak empat siklus namun di dalam tulisan ini penulis hanya menjelaskan 1 siklus saja. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yang berkesinambungan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Data aktivitas guru dan siswa dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan prestasi belajar (kognitif) siswa dikumpulkan melalui hasil tes (soal pilihan ganda dan essay) pada setiap akhir siklus. Adapun hasil temuannya Terjadi peningkatan kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran di kelas VI SDN 2 Kota Bima pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam melalui penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe Team Quiz Peningkatan aktivitas guru dalam menerapkan metode TQ ini terlihat pada presentase, yakni pada siklus I baru mencapai 61,11%, dan Penerapan Pembelajaran Kooperatif tipe Team quiz dalam melihat aktifitas siswa kelas VI SDN 2 Kota Bima dalam menjalankan diskusi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat terlihat pada presentase ketuntasan yaitu pada siklus I mencapai 61,11%.
KREATIVITAS GURU SD/MI DALAM MENDESAIN PEMBELAJARAN PAI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENANAMAN SIKAP TOLERANSI SISWA DI MIN 1 SILA Syahru Ramadhan
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i2.512

Abstract

Artikel ini akan menjelaskan tentang persoalan yang tengah dihadapi oleh bangsa ini adalah minimnya rasa untuk saling menghargai dan sikap terbuka dalam menerima setiap perbedaan baik dalam konteks hubungan sosial, hak asai manusia dan kehidupan beragama. Sehingga guru perlu mendesain sebuah kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada penanaman sikap toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan secara umum tentang kreativitas guru SD/MI dalam mendesain pembelajaran PAI dan implikasinya terhadap pengembangan sikap toleransi siswa di MIN 1 Sila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun sumber informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, Wakasek Kurikulum dan guru mata pelajaran PAI. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Adapun hasil penelitiannya adalah Dalam pembelajaran PAI, penanaman sikap toleransi adalah salah satu aspek yang sangat ditekankan. Ajaran islam yang dipelajari pada mata pelajaran pendidikan agama islam tidak hanya dipahami secara tekstual normatif, dalam artian doktrin-doktrin yang diajarakan dalam Al-Qur’an harus mampu dipahami secara terbuka dan tidak diskriminatif. Proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pada mata pelajaran PAI harus berorientasi pada pengembangan keterampilan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Sehingga sikap toleransi bukanlah sesuatu yang hadir secara spontanitas, tetapi merupakan desain guru PAI dalam pembelajaran.
POLA PEMBINAAN AKHLAK DAN PENGEMBANGAN LIFE SKILLS DI SMK MUHAMMADIYAH I WATES R. Ibnu Ambarudin
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 18 No 2 (2020): Juli
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v18i2.515

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) pola pembinaan akhlak dan kecakapan hidup siswa, (2) peran kepala sekolah dan guru dalam membina akhlak dan kecakapan hidup siswa, (3) hasil pembinaan akhlak dan kecakapan hidup yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan kualitas akhlak siswa,dan (4) pengaruh lingkungan eksternal terhadap kualitas akhlak siswa di SMK Muhammadiyah I Wates. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik, dengan subjek penelitian kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru/wali kelas, dan siswa. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan cara menjelaskan temuan data yang mengarah pada pemecahan masalah dan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Pola pembinaan akhlak dan kecakapan hidup yang dilakukan oleh sekolah melalui pembinaan secara terpadu yaitu keterpaduan sistem intrakurikuler dan ekstrakurikuler, kurikulum mengacu pada kurikulum nasional dan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta. (2) Peran guru dalam pembinaan akhlak dan pengembangan kecakapan hidup dengan pendekatan keteladanan, inkulkasi nilai, fasilitasi nilai, pengembangan keterampilan personal dan sosial. (3) Hasil pembinaan telah meningkatkan sikap dan perilaku siswa lebih baik dari sebelumnya. (4) Lingkungan eksternal seperti keluarga, masyarakat di sekitar tempat tinggal, teman bergaul,dan media masa, dapat mempengaruhi siswa yang dapat bersifat positif atau negatif tergantung dari siswa masing-masing.

Page 3 of 13 | Total Record : 130