cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 533 Documents
KONSEP PENDIDIK DALAM PERSPEKTIF AL-QUR'AN: 1. Konsep Pendidik Dalam Islam Imel Putri Dewita; Ahmad Ahmad
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2759

Abstract

Salah satu unsur terpenting dalam proses kependidikan adalah pendidik, dipundak pendidik terletak tanggung jawab yang besar untuk mengantarkan anak didiknya kearah tujuan yang dicita-citakan, berhasil tidaknya lembaga pendidikan dalam membina anak didiknya tidak luput dari keberadaan pendidik yang memiliki kualifikasi pendidik yang baik disamping sikap dan karakternya. Sebagai sarana vital untuk membangun peradaban umat manusia maka Al-Qur’an banyak memuat tentang pendidik yang mampu mengarahkan anak didiknya pada ranah kehidupan yang lebih baik. Pendidik sebagai ujung tombak yang bisa merobah manusia baik dari aspek budaya, sosial, dan agama. Berkaitan dengan masalah diatas, penulis akan melakukan penelitian ini dengan berbagai sudut pandang yang diambil dari sumber utama dalam agama Islam yakni Al-Qur’an. Dalam Al-Qur’an banyak sekali membahas tentang pendidik. Metode penelitian ini menggunakan library research atau sering disebut dengan studi kepustakaan. Sedangkan jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dimana peneliti hanya menjelaskan, menggambarkan dan menganalisis tentang hal-hal yang ada disekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai teori tentang konsep Pendidik atau pendidik dalam perspektif al- Qur'an. Kata Kunci : Pendidik, Perspektif Al-Qur'an
IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM JAMALUDDIN AL-AFGANI DI INDONESIA: Biografi Jamaluddin Al-Afghani, pendidikan Jamaluddin Al-Afgani, karya-karya Jamaluddin Al-Afgani, konsep pendidikan Jamaluddin Al-Afgani, implementasi konsep pendidikan Islam pada masa sekarang Pendidikan Jamaluddin Al-Afgani Karya-karya Jamaluddin Al-Afgani Konsep Pendidikan Jamaluddin Al-Afgani Implementasi Konsep Pendidikan Islam Pada Masa Sekarang Siti Jumrotun; Ellya Roza
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2777

Abstract

Umat Islam mengalami masa kemunduran yang ditandai dengan perpecahan, kemiskinan dan hidup dalam penajajahan, kemunduran dari segi pendidikan dan ilmu pengetahuan setelah mengalami masa kejayaan dan pertumbuhan selama lebih dari 6 abad. Beberapa tokoh Muslim menyadari kemuduran tersebut akan menjadi ancaman bagi umat Muslim. Jamaluddin al-Afghani merupakan salah satu tokoh Muslim yang dan berusaha keluar dari masa sulit tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan, yaitu mengumpulkan data dengan cara mencari berbagai literasi hingga jurnal yang relevan dengan topic yang dibahas. Penelitian ini mengkaji implementasi konsep pendidikan yang diusung oleh Jamaluddin al-Afghani pada masa sekarang. Jamaluddin al-Afghani berusaha memberikan jiwa baru pada pendidikan dengan jalan krtik-membangun serta memadukan antara system pendidikan tradisional dengan system modern. Adapun konsep tersebut diterapkan pada masa sekarang yang banyak dijumpai di berbagai lembaga pendidikan.
METODE PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM IBNU SINA DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR Claudio Gita Morinda; Ellya Roza
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2779

Abstract

Dunia pendidikan di Indonesia terus mengalami perubahan dan renovasi kurikulum dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Namun, fokus pada hasil temuan, eksperimen, dan teknologi canggih telah mengabaikan pentingnya memikirkan tujuan akhir dari proses pendidikan. Kini, pemikir pendidikan mulai menyadari pentingnya mengembalikan pendidikan kepada nilai-nilai agama dan moralitas. Pendidikan Islam bertujuan menciptakan manusia yang bermakna dalam kehidupan dunia dan persiapan untuk kehidupan akhirat. Namun, tantangan dalam pendidikan Islam termasuk adanya dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum serta krisis metodologi keilmuan. Krisis ini mengakibatkan pendidikan Islam belum maksimal dalam menciptakan peradaban maju seperti masa kejayaan Islam pada abad silam. Berbagai persoalan dalam pendidikan Islam saat ini, seperti lemahnya visi, penekanan pada kesalehan individual, dan pola pikir normatif-deduktif, harus diatasi untuk mencapai perkembangan dan kemajuan. Melalui tinjauan filosofis dan epistemologis, pendidikan Islam dapat direformasi sesuai dengan tuntunan wahyu. Pemikiran Ibnu Sina tentang pendidikan Islam, meskipun dikenal sebagai seorang filosof dan dokter, tetap relevan dan dapat memberikan kontribusi solutif terhadap berbagai permasalahan pendidikan Islam saat ini. Artikel ini mengkaji pemikiran Ibnu Sina mengenai tujuan, kurikulum, metode pembelajaran, dan peran guru dalam pendidikan Islam. Seorang muslim sejati diharapkan menerjemahkan dan melaksanakan pendidikan Islam berdasarkan landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI DAMPAK NEGATIF PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA SISWA SMP NEGERI 12 KONAWE SELATAN Moh safrudin; Lala Nur Falah; Abdul Munir
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bentuk-bentuk media sosial yang digunakan pada siswa; 2) Dampak negatif penggunaan media sosial pada siswa, 3) Upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi dampak negatif penggunaan media sosial pada siswa SMP Negeri 12 Konawe Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk-bentuk media sosial yang digunakan oleh siswa SMP Negeri 12 Konawe Selatan yaitu: WhatsApp, TikTok, Instagram, Facebook, YouTube, dan Game Online. Dampak negatif penggunaan media sosial pada siswa yaitu: siswa menirukan sesuatu yang dilihat di media sosial, siswa menjadi malas untuk belajar, mengerjakan tugas, dan beribadah, kemudian siswa bertindak tidak sopan baik dalam berpakaian maupun berbicara. Upaya yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam untuk mengatasi dampak negatif penggunaan media sosial yaitu: menginformasikan dampak negatif dan positif penggunaan media sosial, memberikan nasihat dan teguran kepada siswa, larangan membawa handphone ke sekolah dan pemberian sanksi, serta adanya kerja sama dengan sesama guru di SMP Negeri 12 Konawe Selatan.
APLIKASI TIK-TOK DALAM PEMEROLEHAN BAHASA ANAK DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIK, ORANG TUA, DAN SEKOLAH Maulana Sobirin; Dalman Dalman; Idawati Idawati; Faisal Kamal
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.2794

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh Tik-Tok terhadap pemerolehan Bahasa anak usia 3-5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif Tik-Tok dalam pemerolehan Bahasa anak usia 3-5 tahun, yaitu (1) Anak-anak lebih cepat memperoleh bahasa baru, (2) Anak lebih cepat mengingat bahasa yang baru didapat dan (3) Dapat meningkatkan kreativitas anak dalam menyusun kata. Selain itu, terdapat pengaruh negative dari Penggunaan Tik-Tok terhadap pemerolehan Bahasa anak 3-5 tahun, yaitu (1) Banyak konten yang kurang sesuai dengan umur anak jika kurang diawasi oleh orang tua, (2). Terdapat kata-kata yang tidak pantas diucapkan (sarkas, sara, rasis, dll), (3). Berkurangnya waktu anak untuk beraktivitas dengan teman-teman mereka, (4) Gangguan pada waktu tidur anak, dan (5) Dapat menghabiskan waktu yang seharusnya digunakan untuk aktivitas lain yang lebih bermanfaat atau produktif. Implikasi dari penelitian ini, yaitu orang tua dapat memahami konten yang tepat sesuai dengan usia anak, dan melakukan pengawasan dalam penggunaan media Tik-Tok, agar kemajuan teknologi dapat mendukung perkembangan bahasa anak.
EMPATI DAN KOLABORASI: PILAR UTAMA DALAM MEMPERSIAPKAN GENERASI MUDA UNTUK MASA DEPAN Abdul Munir
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.2850

Abstract

Di tengah perkembangan globalisasi dan digitalisasi yang pesat, generasi muda dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks dan dinamis. Empati dan kolaborasi muncul sebagai keterampilan kunci yang diperlukan untuk sukses di masa depan. Empati, kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain, serta kolaborasi, kemampuan untuk bekerja sama menuju tujuan bersama, menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan produktif. Artikel ini mengkaji pentingnya empati dan kolaborasi dalam konteks pendidikan dan dunia kerja, serta bagaimana keterampilan ini dapat dikembangkan melalui intervensi pendidikan. Melalui tinjauan literatur dan studi kasus, artikel ini menunjukkan bahwa pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional (SEL) efektif dalam meningkatkan empati dan keterampilan kolaboratif siswa. Program-program seperti "Roots of Empathy" dan pendekatan pendidikan holistik di Finlandia memberikan contoh konkret bagaimana empati dan kolaborasi dapat diajarkan dan ditingkatkan. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya budaya kerja yang mendukung kolaborasi dalam mencapai tujuan organisasi. Dengan memprioritaskan pengembangan empati dan kolaborasi, kita dapat mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi masa depan dengan lebih baik, menciptakan individu yang siap beradaptasi dan berinovasi dalam lingkungan yang terus berubah.
KONSEP PEMELIHARAAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA MUSLIM MELALUI PENDIDIKAN KEIMANAN (TELAAH PEMIKIRAN PROF. DR. ZAKIAH DARADJAT) Nila Puala Sari; Eka Danik Prahastiwi
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.2921

Abstract

Kesehatan mental menjadi sebuah urgensi dalam tiap individu khususnya remaja muslim, tak jarang beberapa perbuatan remaja dianggap sebagai sebuah kenakalan. Padahal mereka hanya belum mampu berpikir dan bertindak layaknya orang dewasa. Menurut Zakiah Daradjat penyebab timbulnya kenakalan remaja berawal dari terganggunya kejiwaan para remaja yang umumnya masih rentan terbawa arus. Perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang pesat, mengakibatkan perubahan tuntutan sosial yang mempengaruhi kesehatan mental remaja. Maka, remaja perlu dibimbing dan diarahkan agar tidak terjerumus dalam hal yang menysatkan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran pemikiran Prof. Dr. Zakiah Daradjat tentang kesehatan mental untuk mewujudkan remaja yang lebih baik melalui pendidikan keimananan. Artikel ini adalah jenis penelitian kepustakaan, yaitu dengan mengumpulkan informasi dan data dari berbagai macam sumber ilmiah yang berkaitan dengan fokus masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan simpulan bahwa: kesehatan mental dapat terwujud apabila terdapat keserasian yang sungguh-sungguh antara fungsi kejiwaan dan terciptanya penyesuaian diri antara manusia dengan dirinya sendiri dan lingkungannya. Remaja pasti mengalami berbagai problematika yang berujung pada terganggunya kondisi kesehatan mental, hal tersebut dapat diatasi penerapan pendidikan islami yang berlandaskan keimanan kepada remaja muslim dengan cara penanaman akidah, penguatan tata cara ibadah, serta pembentukan karakter religus dan bermoral.
METODE DAKWAH MUHAMMADIYAH RAHMATAN LIL’ALAMIN (Studi Pada Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bima) Siti Tazkirah; Ihlas Ihlas; Khairuddin Khairuddin; Bismark Bismark
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 1 (2024): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i1.2982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Metode Dakwah Muhammadiyah Rahmatan Lil’Alamin oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Kabupaten Bima. Konsep Rahmatan Lil’Alamin diterapkan sebagai landasan dakwah dengan fokus pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan toleransi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta peneliti menggunakan uji keabsaan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota Majelis Tabligh Kabupaten Bima memiliki pemahaman yang mendalam terhadap konsep Rahmatan Lil’Alamin dan berhasil mengimplementasikannya dalam kegiatan dakwah sehari-hari. Pelaksanaan metode ini memberikan dampak positif pada pemberdayaan masyarakat, perubahan citra Islam, dan terbentuknya harmoni sosial di wilayah tersebut. Meskipun demikian, penelitian juga mengidentifikasi tantangan, seperti kontekstualitas budaya dan teknologi. Implikasi penelitian ini adalah memperkuat model dakwah Rahmatan Lil’Alamin sebagai pendekatan inklusif dan berdaya guna dalam menyebarkan ajaran Islam di tengah masyarakat yang beragam.
CORDOBA MENJADI SAKSI MASA KEJAYAAN PERADABAN ISLAM Abdul Ghoni; Ellya Roza
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.3101

Abstract

Sejarah Islam menunjukkan bahwa Islam masuk ke Spanyol (Cordoba) pada tahun 93 H (711 M) melalui jalur Afrika Utara di bawah pimpinan Tariq bin Ziyad yang memimpin angkatan perang Islam untuk membuka Andalusia. Sejak masuknya Islam ke Spanyol (Cordoba) sampai berakhirnya kerajaan islam yang dipimpin oleh berbagai khalifah, ternyata membentuk beberapa peradaban. Peradaban tersebut dibentuk berdasarkan asimilasi antara bangsa Spanyol dengan warga barbar dengan kultur Islam dan bahasa arab serta ditopang dengan kondisi perekonomian yang sangat makmur. Dalam waktu lebih dari tujuh abad, Islam banyak memperoleh prestasi dan bahkan kemajuannya membawa bangsa eropa kepada kemajuan dunia. Sejarah kejayaan peradaban Islam di Cordoba perlu dikaji. Oleh karena itu, kajian ini mendalami bukti masa kejayaan peradaban Islam di Cordoba. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yakni studi yang digunakan dalam mengumpulkan informasi dan data melalui kepustakaan. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan sumber-sumber kepustakaan untuk memperoleh data dan kemudian dilakukan pengolahan bahan penelitian hingga diperoleh hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Cordoba di bawah kepemimpinan Islam mencapai puncak kejayaannya dan menjadi pusat peradaban, ilmu pengetahuan, dan intelektual. Pada masa kejayaan Islam, Cordoba menjadi kota yang sangat maju, lebih maju dari Mesir dan Baghdad. Dari segi ilmu pengetahuan dan intelektual, Cordoba mempunyai universitas yang ternama yaitu universitas Cordoba. Dari segi arsitektur, Cordoba memiliki salah satu masjid terbesar di dunia pada saat itu yaitu masjid jami Cordoba. Cordoba juga memiliki jembatan terpanjang di eropa pada masa itu, yang dibangun untuk memudahkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Istana Madinat Al-Zahra juga menjadi bukti majunya Cordoba dibidang arsitektur dan seni.
SOLIDARITAS KEMANUSIAAN MUHAMMADIYAH UNTUK PALESTINA DENGAN MENJALIN HARAPAN Di TENGAH KONFLIK Siti Fatihah; Muh. Nur Rochim Maksum
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 8 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v8i2.3170

Abstract

Selama beberapa tahun terakhir, Palestina menghadapi tantangan berat seperti kematian warga akibat serangan dari Israel, krisis kemanusiaan, dan pembatasan ekonomi yang melumpuhkan negara tersebut. Dalam mengatasi tantangan ini, Palestina membutuhkan dukungan dan solidaritas global baik dari komunitas maupun internasional. Muhammadiyah, sebuah organisasi dari Indonesia, telah tergerak untuk membantu Palestina. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kontribusi Muhammadiyah dalam membantu Palestina dengan mengirimkan berbagai bantuan yang dibutuhkan serta upaya langsung mereka dalam gerakan solidaritas untuk Palestina. Bantuan yang diberikan melalui BAZNAS, Muhammadiyah, dan KISPA telah meringankan penderitaan warga Palestina dengan menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, tempat penampungan, dan paket pengobatan. Solidaritas Muhammadiyah tidak hanya terbatas pada bantuan langsung, tetapi juga melalui kampanye digital dan media sosial yang menggalang dukungan global serta meningkatkan kesadaran internasional tentang kondisi di Palestina. Secara keseluruhan, inisiatif ini mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan, solidaritas antarumat manusia, dan komitmen untuk memperjuangkan keadilan serta perdamaian di Palestina, mengingatkan kita akan pentingnya saling membantu dalam menghadapi tantangan kemanusiaan yang kompleks.