cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 226 Documents
INTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER, REVOLUSI MENTAL DAN NILAI-NILAI BUDAYA BIMA Edy Suparjan; Nurnaningsih Nurnaningsih
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 4 No 2 (2020): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v4i2.519

Abstract

Pendidikan karakter merupakan orientasi akhir dari penyelenggaran penddikan baik pada jenjang pendidikan formal, non-formal,dan in-formal. Pengembangan pendidikan karakter juga menjadi matarantai yang tidak terpisahkan teramsuk dalam rumusan pengembangan kurijkulum nasional. Disisi lain, pengembangan pendidikan karakter juga merupakan hasil rumusan integrasi dari berbagai aspek kehidupan social masyarakat mulai dari adat-istiadat, pandangan kebudayaan dan proyeksi capaian pendidikan nasional sehingga menjadi satu kesatuan integratif dalam menyelenggaran pendidikan karakter di lingkup satuan pendidikan. Dalam hal inilah, integrasi pendidikan karakter, revolusi mental dan nilai-nilai budaya Bima penting untuk dipahami agara dapat dijadikan acuan penyelenggaraan pendidikan berbasis budaya Bima bagi seluruh stakeholder dilingkup satuan pendidikan di daerah Bima. Dengan demikian, penguatan intergasi pendidikan karakter dan nilai budaya Bima yang selaras dengan capaian pendidikan nasional diharapkan akan berdampak positif terhadap pembentukan karakter, sikap, dan tingkah laku paripurna seorang anak/siswa dilingkup satuan pendidikan dan dilingkup kehidupan sosialnya.
PEMIKIRAN FILSAFAT AL-FARABI DAN IBNU SINA Andri Ardiansyah
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 4 No 2 (2020): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v4i2.520

Abstract

Eksistensi dua filosof ternama dunia yakni Al-Farabi dan Ibnu Sina termasuk yang membawa tonggak-tonggak filsafat Islam yang kemudian diikuti oleh para filosof setelahnya. Dari karya-karya merekalah sehingga membuat dunia tercerahkan baik dalam bidang kedokteran maupun dalam bidang keilmuan yang lain seperti filsafat emanasi dan jiwa yang telah penulis sebutkan dalam pembahasan tersebut. Al-Farabi dan Ibnu Sina menjadi ujung tombak bagi generasi Islam setelahnya, dari merekalah generasi Islam belajar banyak hal tentang filsafat Islam. Sekalipun masih banyak yang diperdebatkan oleh para ulama dan generasi Islam tentang isi pikiran-pikiran kedua filosof tersebut. Tetapi pada dasarnya mereka telah memberikan kontribusi yang terbaik lewat keilmuan-keilmuannya pada Islam khususnya dan dunia luar pada umumnya. Misalnya konsen pemikiran filsafat emanasi Al-Farabi dan Ibnu Sina yang memilki kesamaan terkait dengan konsepsi emanasi dari akal ke 1 sampai akal ke 10 yang menekankan bahwa hanya Tuhan saja yang ada dengan sendiri-Nya tanpa sebab dari luar diri-Nya, dan karena itu ia sebut Waajib al-Wujuud li zaatih, (yang mesti ada karena diri-Nya sendiri). Dari-Nya memancar segenap alam ciptaan-Nya, baik yang bersifat rohani (imateri) maupun yang bersifat jasmani (materi).
PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM KORUPSI PENGADAAN BARANG DAN JASA OLEH PEMERINTAH Taufik Taufik
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 4 No 2 (2020): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v4i2.521

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis beberapa hal antara lai; (1) Karakteristik Perbuatan Melawan Hukum Dalam Korupsi Pengadaan Barang dan Jasa oleh Pemerintah. (2) Bentuk Kesalahan Dalam Pengadaan Barang dan Jasa Oleh Pemerintah, Penelitian ini menggunakan penelitian hukum normatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statuta approach),Pendekatan konseptual (conceptual approach), pendekatan kasus (caseapproach). Hasil penelitian menunjukan bahwasanya; (1) Karakteristik perbuatan melawan hukum dalam korupsi pengadaan barang dan jasa adalah merupakan pelanggaran/perbuatan melawan hukum atas undang-undang secara formiil dan materiil, berdasarkan penjelasan Pasal 2 UU Nomor.31 Tahun 1999 Jo. UU Nomor. 20 Tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, bahwa tindak pidana korupsi bukan saja perbuatan melawan hukum dari segi formiil namun juga merupakan melawan hukum materiil, namun penjelasan Pasal 2 tersebut, sudah dibatalkan oleh MK. (2) Bentuk kesalahan dalam Pengadaan barang dan Jasa Pemerintah,terletak pada 3 (tiga) aspek yakni: 1. Aspek Hukum Administrasi, 2. Aspek Hukum Perdata dan Aspek Hukum Pidana.
ANALISIS PENERAPAN PASAL 18 UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1945 TERHADAP PELAKSANAAN PEMERNTAHAN DAERAH Aman Ma’arij
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 4 No 2 (2020): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v4i2.522

Abstract

Pelaksanaan sistem otonomi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah sejauh ini yang menonjol hanya sebatas tentang pemilihan kepala daerah secara langsung setiap daerah-daerah dalam rangka mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat, sesuai dengan tuntutan reformasi dan amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah diatur tentang pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah, mulai dari pasal 65 sampai dengan pasal 118, kepala daerah dan wakil kepala daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil yang diajukan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Sistem otonomi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah sudah seuai dengan pasal 18, dengan pemberian wewenang penuh kepala daerah-daerah otonom maka kemajuan disetiap daerah akan tercapai tanpa ada intervensi dari pemerintah pusat dengan perimbangan keuangan yang diatur oleh pemerintahan pusat secara proporsional.
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI ARSIP DIGITAL PADA PROGRAM STUDI EKONOMI SYARI’AH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM IAI MUHAMMADIYAH BIMA Randitha Missouri; Zumhur Alamin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 4 No 2 (2020): Oktober
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v4i2.523

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mempermudah dan mempercepat pencarian atau penemuan kembali arsip yang diperlukan oleh jurusan Ekonomi Syari’ah, (2) merapikan pengorganisasian arsip, dan (3) meninggalkan pengarsipan manual yang tidak efektif dan efisien karena memerlukan ruang dan penyimpanan yang besar, membutuhkan pegawai yang banyak, dan resiko kerusakan arsip akibat bencana. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian Research and Development. Penelitian dilakukan pada 01 Juli sampai dengan 09 September 2019. Penelitian dilakukan di Program studi Ekonomi Syariah IAI Muhammadiyah Bima. Tekhnik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah, implementasi sistem arsip digital membantu dalam mengarsipkan semua dokumen, mengurangi biaya dalam pengadaan kertas, menghemat waktu dan tenaga operator, dan membuat tatanan dokumen yang ada lebih rapi dan tidak membutuhkan tempat banyak untuk penyimpanan.
FILSAFAT MODERN DAN PERKEMBANGANNYA (Renaissance: Rasionalisme dan Emperisme) Musakkir Musakkir
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 5 No 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peradaban manusia merupakan hasil dari adanya implikasi kajian filsafat sebagai bagian dari jalan menemukan pengetahuan dan kebijaksanaan dalam diri seorang manusia. Perkembangan filsafat modern masa ranaissance dianggap menjadi momentum tumbuhnya peradaban manusia modern berpangkal pada kajian filsafat rasionalisme dan filsafat emperisme dalam menemukan konklusi kebenaran pengetahuan dan membebaskan pengetahuan dari “karangkeng teologis” abad pertengahan yang dianggap “masa kelam pengetahuan” yang cenderung menghambat manusia dalam menemukan pengetahuan melalui jalan filsafat. Dalam hal ini, repsosisi pengetahuan dalam filasafat aliran rasionalisme menekankan tentang usaha manusia untuk memberi kemandirian kepada akal sebagaimana yang telah dirintis oleh para pemikir renaisans. Sekaligus menjadil era dimulainya pemikiran-pemikiran kefilsafatan dalam artian yang sebenarnya. Bahkan diyakini bahwa dengan kemampuan akal segala macam persoalan dapat dijelaskan, semua permasalahan dapat dipahami dan dipecahkan termasuk seluruh masalah kemanusiaan. Sedangkan filsafat aliran empirisme merupakan doktrin filsafat yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan. Bahkan doktrin filsafat aliran empirisme merupakan lawan doktrin rasionalisme dalam kerangka kefilsafatan manusia.
DIFFERENCES TRANSFER AND SHARE OF RISK PADA PROGRAM ASURANSI SYARIAH DAN ASURANSI KONFENSIONAL TERHADAP PENERAPAN KINERJA MANAJEMEN ASSURANCE Jairin Jairin
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 5 No 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i1.627

Abstract

Manusia setiap waktu dihadapkan dengan sederet bahaya yang mengancam jiwa, harta, kehormatan, agama, dan tanah airnya. Manusia juga dihadapkan dengan beragam resiko kecelakaan, mulai dari kecelakaantransportasi udara, kapal hingga angkutan darat dengan beragam jenisnya,ditambah kecelakaan kerja, kebakaran, perampokan, pencurian, sakit hingga kematian. Belum lagi ditambah dengan ancaman mental, seperti kegelisahan mental, ancaman globalisasi ekonomi, dan lain sebagainya. Asuransi syari'ah merupakan usaha untuk saling melindungi dan tolong menolongdiantara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru' yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko/bahaya tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah.Pada hakikatnya, secara teoritis semangat yang terkandung dala sebuah lembaga asuransi tidak bisa dilepaskan dari semangat sosial dansaling tolong-menolong antara sesama manusia. Tujuan asuransi dari ialah menggeser resiko (kemungkinan menderita kerugian) kepada orang lain atau kepada suatu badan dan pekerjaannya menanggung kerugian orang lain karena kehilangan atau kerusakan dengan mendapatkan premi. Yang dimaksud kehilangan dalam asuransi ialah apabila barang yang dimaksudkan dengan kerusakan, yaitu kalau keadaan barang tanggungan keadaannya (mutu dan kualitasnya) turun.
ETIKA BISNIS DALAM PRESPEKTIF EKONOMI ISLAM Badrul Muis
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 5 No 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i1.628

Abstract

Islam tidak memandang aktivitas bisnis hanya dalam tataran kehidupan dunia sebab semua aktivitas dapat bernilai ibadah jika dilandasi dengan aturan- aturan yang telah disyariatkan Allah SWT. Dalam dimensi inilah konsep keseimbangan kehidupan manusia mestinya terjadi yakni menempatkan aktivitas keduniaan dan keakhiratan dalam satu kesatuan yang tidak terpisahkan, termasuk dalam kegiatan bisnis pun harus dilandasi dengan pendangan etis/etika yang menjadi dasar transaksional antara pelaku bisnis dan customer guna mewujukan nilai ibadah dalam kehidupan dunia dan akhirat. Dalam pengertian ini, etika bisnis dapat diposisikan sebagai aturan- aturan mengenai perilaku seseorang atau kelompok masyarakat yang dianggap sebagai perilaku baik yang menekan standar norma dan moral dalam urusan bisnis agar tidak melakukan tiindakan menyimpang, melanggar, dan merugikan orang lain dalam berbisnis.. Secara aplikatif, etika bisnis dalam kerangkan teologis Islam pada perinsnya menekankan beberapa hal dinataranya; (1) Menghindari transaksi bisnis yang diharamkan agama Islam. Seorang muslim harus komitmen dalam berinteraksi dengan hal-hal yang dihalalkan oleh Allah SWT, (2) Menghindari cara memperoleh dan menggunakan harta secara tidak halal, (3) Persaingan yang tidak fair sangat dicela oleh Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah: 188. (4) Pemalsuan dan penipuan, Islam sangat melarang memalsu dan menipu karena dapat menyebabkan kerugian, kezaliman, serta dapat menimbulkan permusuhan dan percekcokan. Sehingga adanya implementasi nila etika dalam bisnis juga dapat menjauhkan diri dari kerugian dan ketidaknyamanan antara pelaku bisnis dan masyarakat. Lebih dari itu, bisnis yang berdasarkan etika akan menjadikan sistem perekonomian akan berjalan secara seimbang dunia dan akhirat dalam kehidupan sosial masyarakat.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM KHR. ABDULLAH BIN NUH Ismail Syakban; Muchlis Muchlis
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 5 No 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i1.629

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemikiran pendidikan KH.Raden Abdullah Bin Nuh yang merupakan salah satu ulama Jawa Barat dan termasuk tokoh pembaharu pendidikan Islam yang berhasil mengembangkan lembaga pendidikan non-pemerintah (swasta), dan mengembangkan lembaga pendidikan formal dan non-formal.Gagasan dan pemikiran pendidikan KHR. Abdullah Bin Nuh secara implisit dapat ditelusuri dari berbagai karya tulis seta akrivitasnya. Dari berbagai judul buku yang ditulisnya tersebut secara eksplisit tidak ada yang berjudul pendidikan dalam arti ilmu pendidikan, yang dijumpai dalam buku tersebut adalah nilai-nilai luhur yang harus ditanamkan kedalam jiwa masyarakat.Dengan demikian, Abdullah Bin Nuh dapat dikatakan sebagai praktisi pendidikan, yaitu orang yang mengabdikan seluruh jiwa dan raganya untuk mendidik masyarakat. Pemikiran pendidikan KHR. Abdullah bin Nuh lebih mengutamakan akhlak (tasawuf). Hal ini terwujud dari berbagai pengalaman dan pendalaman berbagai disiplin ilmu.karya Al- Ghazali banyak memberikan ide dalam menerbitkan gagasan-gagasan konsep pendidikan KHR.Abdullah Bin Nuh. Ini terbukti dengan nama-nama lembaga pendidikan diantaranya: Pesantren Al-Ghazali, Majlis Ta‟lim Al-Ihya yang keduanya berada di kota Bogor. Beliau juga menterjemahkan beberapa kitab karangan Al-Ghazali seperti: Minhajul „abidin, sebagian dari kitab Ihya „ulumuddin, serta materi yang menjadi bahan kajian mengkhususkan merujuk kitab Al-Ghazali.
PROSPEK SARJANA PENDIDIKAN ISLAM LULUSAN PERGURUAN NGGI MUHAMMADIYAH DALAM MENGHADAPI ERA INDUSTRI 4.0 Ilham Ilham
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol 5 No 1 (2021): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v5i1.630

Abstract

Tulisan ini membahas tentang prospek sarjana pendidikan Islam pada perguruan tinggi Muhammadiyah. Sarjana Islam dipahami sebagai ahlulilmi bertujuan membangkitkan motivasi pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam Hal ini sangat penting untuk dikaji, sebab melihat kondisi umat Islam saat ini kekurangan ghirah untuk melakukan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya berkaitan dengan ilmu-ilmu keduniaan sehingga mengabaikan urusan dunia dan berimbas pada sempitnya lapangan pekerjaan yang dialami. Ini terlihat secara riil dimana lembaga pendidikan Islam lebih didominasi oleh pengkajian ilmu-ilmu keagamaan yang sifatnya normatif. Umat Islam lebih banyak menekankan pada pegembangan ilmu keagamaan dari pada ilmu-ilmukeduniaan. Kondisi ini satu sisi, memberikan manfaat yang baik untuk Islam, sebab akan melahirkan banyak para ahli agama yang mumpuni dalam ilmu keagamaan. Namun pada sisi lain, umat Islam kekurangan ahli ilmu keduniaan yang mana itu juga sangat dibutuhkan oleh umat Islam dalam menjalani kehidupannya.

Page 7 of 23 | Total Record : 226