cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT INJEKSI PADA PASIEN GAGAL GINJAL YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD M.YUNUS BENGKULU PERIODE 2018 Tri Damayanti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.70

Abstract

Pengelolaan obat sangat penting dilakukan oleh pemerintah terutama pengelolaan obat di rumah sakit pemerintah, karena ketidakefisiensi pengelolaan akan memberikan dampak negatif terhadap rumah sakit, baik secara medis maupun ekonomis. Pengelolaan tidak hanya mencakup aspek logistik saja tetapi juga mencakup aspek informasi obat, supervise dan pengendalian obat yang rasional. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemakaian obat  hemapo injeksi, dan rinoper injeksi pada pasien gagal ginjal di RSUD M.Yunus Bengkulu. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi dan pemikiran bagi pengambilan kebijakan bidang farmasi. Penelitian dilaksanakan di RSUD M.Yunus Bengkulu, pertimbangannya karena merupakan rumah sakit terbesar di Propinsi Bengkulu. Populasinya  pasien yang berobat Juli-Desember 2018. Sampelnya 110 orang. Pengambilan sampel dengan kriteria insklusi dan eksklusi. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa penggunaan obat injeksi pada pasien gagal ginjal  rata-rata perbulan yaitu obat hemapo injeksi dan rinoper injeksi masing-masing (1811) dan (249) ampul. Jumlah dan persentase tingkat pemakaian dua jenis obat cuci darah adalah obat hemapo injeksi  87,91%  ampul, dan obat rinoper injeksi 12,09%  ampul.
UJI EFEKTIVITAS AIR PERASAN JERUK NIPIS (Citrus limon) dan JERUK LEMON (Citrus aurantifolia) TERHADAP MORTALITAS KUTU KEPALA (Pediculus humanus capitis) Inayah Hayati; Heni Novitasari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.104

Abstract

Pediculosis  capitis  adalah  infeksi  kulit atau rambut kepala dimana yang disebabkan oleh infestasi Pediculus humanus var. capitis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas air perasan  jeruk Citrus limon dan Citrus aurantifolia terhadap mortalitas kutu kepala (Pediculus humanus capitis). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dan mortalitas diamati berdasarkan waktu kematian. Pengujian dilakukan 3 kali pengulangan dengan  2 jenis jeruk yaitu jeruk Citrus limon  dan  Citrus aurantifolia dengan      4 variasi konsentrasi yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Dilakukan pula pengujian kontrol dengan aquades serta uji pembanding menggunakan pedikulosida kimia dengan kandungan permethrin 1%. Berdasarkan hasil penelitian, waktu yang paling cepat dibutuhkan untuk membunuh kutu kepala dengan pada air perasan jeruk lemon (Citrus limon) dengan rata-rata selama 2 menit sedangkan pada air perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) rata-rata 2 menit 15 detik pada konsentrasi 100%.Kata kunci : Pediculus humanus capitis, Citrus, Mortalitas
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS ANALGETIK EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) DAN EKSTRAK BATANG BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus ) Devi Novia
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.215

Abstract

Daun pepaya (Carica papaya L) dan batang brotowali (Tinospora crispa (L.)Miers) dikenal luas dimasyarakat sebagai tanaman obat berkhasiat. Khasiat keduanya sebagai pengobatan seperti malaria, diabetes, nyeri, sakit pinggang, obat luka, gangguan pencernaan, gatal-gatal dan lain sebagainya. Berbagai penelitian pun juga menunjukan akan khasiat batang brotowali (Tinospora crispa (L.)Miers) dan ekstrak daun pepaya (Carica papaya L) mempunyai efek analgesik. Penelitian ini menggunakan metode siegmund yaitu asam asetat 1% sebagai perangsang nyeri. Kontrol positif dengan antalgin 1,3 mg/20 gram BB mencit, kontrol negatif dengan aquadest 0,3 ml/20 gram BB mencit, perlakuan uji 1 ekstrak daun Pepaya (Carica papaya L) 12 mg/20 gram BB mencit, perlakuan uji 2 ekstrak batang Brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers) 0,6/20 gram BB mencit. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak daun pepaya (Carica papaya L.) lebih berkhasiat analgetik dari pada ekstrak batang brotowali (Tinospora crispa (L.) Miers ) yang dapat dilihat dari kemampuan mengurangi jumlah geliat mencit pada tabel AUC 441>331, persen proteksi (Carica papaya L.) 40% ,(Tinospora crispa (L.) Miers ) 20 % dan persen efektivitas (Carica papaya ) 60% >, (Tinospora crispa (L.) Miers ) 30 % serta pada uji statistik one way anova taraf kepercayaan 99% (p<0,01) terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan.
REVIEW,GAMBARAN EFEK SAMPING METFORMINPADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Densi Selpia Sopianti
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i2.169

Abstract

Terapi Diabetes Melitus Tipe II menggunakan golongan binguanid yaitu Metformin yang mempunyai mekanisme kerja dapat menurunkan kadar glukosa darah tanpa menyebabkan hipoglikemia. Metformin sangat banyak digunakan sebagai terapi Diabetes Melitus Tipe II karena merupakan terapi lini pertama, tetapi mempunyai Efek Samping Obat (ESO) yaitu gangguan gastrointestinal seperti diare, mual, muntah, dan perut kembung.Penelitian ini bertujuan untuk mereview gambaran efek samping metformin pada pasien Diabetes Melitus Tipe II.Metode penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR).meliputi identifikasi, evaluasi dan menginterprestasi bahasan setiap jurnal dengan menjawab pertanyaan penelitian terkait Efek Samping Obat (ESO) metformin berdasarkan 3 faktor (usia, dosis obat dan cara penggunaan metformin.Hasil penelitian menunjukan bahwa efek samping yang terjadi dari penggunaaan Metformin sebagai antidiabetes pada penelitian ini adalah kembung (48,7%), mual (34,6%), muntah (6,5%), pusing (1,3%), tremor (3,9%), hipoglikemi (3,9%). Pada rentang usia 41-50 tahun (80,7%) dengan efek samping terbanyak adalah kembung (47,4%). Dosis obat 2x500mg (60,3%) dengan efek samping kembung (35,9%). Pada penggunaan obat setelah makan (77,1%) dengan efek samping kembung (38,5%) dan mual (28,2%).
FORMULASI LOTION EKSTRAK BUAH KIWI (Actinidia deliciosa) METODE MASERASI Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v5i1.286

Abstract

Buah kiwi (Actinidia deliciosa) memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi yang dapat membantu mencegah kerusakan kalogen sehingga mencegah keriput pada kulit. Kiwi juga membuat struktur kulit menjadi kuat serta membantu menstimulasi peremajaan kulit. Oleh karena itu diperlukan sediaan farmasi yang dapat memudahkan dalam pemakaian buah kiwi. Salah satunya adalah dengan membuat dalam bentuk lotion. Penelitian ekstrak buah kiwi sebagai bahan aktif diperoleh dengan metode maserasi dan divariasikan menjadi tiga formula yaitu 5%, 10%, 15%. Pembuatan lotion dengan melebur asam stearat, asam asam oleat, paraffin, nipasol dan cetyl alcohol, kemudian gerus lalu tambahkan nipagin yang telah dilarutkan dengan air panas kemudian tambahkan Triethanolamine, etanol, ekstrak kiwi dan pewangi. Setelah pembuatan lotion selesai dilakukan uji evaluasi yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya tuang, uji pH dan uji panelis. Hasil evaluasi dari ketiga formula dengan ekstrak buah kiwi pada konsentrasi yang berbeda yaitu 5%, 10%, dan 15% dapat dibuat sediaan dalam bentuk lotion.
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SENYAWA SAPONIN DARI EKSTRAK ETANOL BUNGA BIDURI (Calotropis Gigantea L) DENGAN METODE GRAVIMETRI Yuska Noviyanty
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v8i1.318

Abstract

Tanaman biduri (Calotropis Gigantea L) merupakan tanaman liar yang sangat sulit untuk dibasmi karena perkembangbiakannya yang sangat cepat. Sebagian kecil masyarakat memanfaatkan tanaman biduri sebagai tanaman obat.  Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, bunga biduri mengandung metabolit sekunder berupa saponin, alkaloid, flavonoid, dan kuinon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yaitu saponin dan kadar saponin dari ekstrak bunga biduri (Calotropis gigantea L).Proses ekstraksi dengan cara maserasi dan remaserasi dilakukan untuk mendapatkan ekstrak bunga biduri (Calotropis gigantea L). Kemudian dilakukan uji kualitatif saponin dengan air panas dan HCl2N dan uji kuantitatif dengan metode Gravimetri.Hasil penelitian yang telah dilakukan ekstrak bunga biduri (Calotropis gigantea L) positif mengandung saponin. Ini dilihat dari timbulnya busa dan tidak hilangnya busa pada saat penambahan HCl2N. Kadar rata-rata saponin ekstrak bunga biduri (Calotropis gigantea L) adalah 2,6 %.
POTENSI EKSTRAK POLISAKARIDA GANGGANG MERAH (Gracilaria verucosa) KAJIAN IN VIVO PADA MENCIT HIPERKOLESTEROL Fathnur Sani K
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i1.13

Abstract

Senyawa ekstrak Polisakarida ganggang merah (Gracilaria verucosa) merupakan salah satu zat yang dapat digunakan untuk pengobatan antikolesterol.  Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antikolesterol pada mencit putih jantan. Dengan menggunakan metode ekstrak dan uji penurunan kadar kolesterol dengan ekstrak polisakarida ganggang merah  (Gracilaria verucosa).Mencit dibagi menjadi 4 kelompok percobaan yang terdiri dari 2 kelompok perlakuan (Dosis 1 dan Dosis 2) dan dua kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Dosis 1 yang digunakan 1,25 mg/20grBB mencit dan dosis 2 2,5 mg/20grBB mencit, sedangkan kelompok kontrol positif diberikan dosis simvastatin dan kontrol negatif hanya aquades. Data yang diperoleh diolah dengan uji ANOVA dua Arah. Hasil uji anova  memperlihatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol negatif, kontrol positif dosis 1 dan dosis 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dosis 2 merupakan dosis terbaik.
Uji Antioksidan Ekstrak Daun Kembang Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) Merah Dengan Metode DPPH Tri Yanuarto
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.93

Abstract

Antioksidan dewasa ini sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat berbagai produk makanan, minuman, bahkan kosmetik menyebutkan bahwa dalam  produk  tersebut mengandung antioksidan. Antioksidan diketahui memiliki pengaruh positif bagi kesehatan manusia terutama kemampuannya dalam menetralisir dampak negatif dari radikal bebas. Salah satu Antioksidan alami yaitu Daun kembang pukul empat (Mirabilis jalapa (L.)) dalam daun Mirabilis jalapa (L.) terdapat senyawa flavonoid, saponin dan tannin. Aktivitas antioksidan (IC50 ) pada penelitian ini dengan metode DPPH secara Spektrofotometri dengan baku pembanding Vitamin C. Hasil penelitian uji kuantitatif menunjukan bahwa ekstrak daun kembang pukul empat (Mirabilis jalapa (L.)) merah  mengandung antioksidan (IC50 ) dengan  kadar 0,4351 mg.
FORMULASI LULUR DARI SERBUK DAUN KEMBANG SEPATU (Hibiscus rosa-sinensis L) Betna Dewi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 6, No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v6i2.61

Abstract

ABSTRAK Kulit adalah organ  tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia. Kulit merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Sediaan kosmetik yang digunakan untuk membersihkan dan menjaga kesehatan kulit adalah lulur. Lulur tradisional merupakan ekstrak bahan alami dari tanaman yang dibuat dalam bentuk scrub yang digunakan untuk kecantikan dioleskan dan digosok perlahan-lahan keseluruh tubuh untuk membersihkan badan dari kotoran-kotoran serta mengangkat sel-sel kulit mati pada tubuh sehingga menghaluskan, memutihkan, mencerahkan, dan menyehatkan kulit.Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) memiliki kandungan antioksidan berupa flavonoid. Bunga kembang sepatu mengandung Alphahydroxy Acids (AHA) dan asam amino yang berfungsi untuk mengangkat sel kulit mati.Lulur krim dari serbuk daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) yang dibuat dalam tiga variasi formula yaitu 10%, 15%, 20%. Evaluasi yang dilakukan terhadap formulasi lulur krim yaitu uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji tipe emulsi, dan uji hedonik.  Evaluasi dilakukan selama 3 mingguHasil yang didapatkan, dapat diketahui bahwa serbuk daun kembang sepatu dapat doformulasikan dalam sediaan lulur dengan basis krim. Variasi serbuk daun kembang sepatu menunjukkan pengaruh terhadap sifat fisik sediaan lulur.                                                                                  Kata kunci : Lulur krim, Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L)
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BIDURI (Calotropis gigantea L) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI VIS elly mulyani
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v7i1.129

Abstract

Tanaman Biduri (Calotropis Gigantea L ) banyak digunakan oleh masyarakat terutama pada bagian daun yang dapat digunakan sebagai pengobatan. Kandungan kimia pada daun Biduri (Calotropis Gigantea L ) diantaranya: flavonoid, polifenol, tannin, dan kalsium oksalat serta saponin (Asriani,2016). Senyawa- senyawa metabolit sekunder banyak yang memiliki khasiat salah satunya flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dari flavonoid dan kadar Flavonoid total dari ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L).Proses ekstraksi dengan cara maserasi dan remaserasi dilakukan untuk mendapatkan ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L). Kemudian dilakukan identifikasi senyawa flavonoid dengan penambahan serbuk Mg dan HCl dimana positif flavonoid jika berwarna kuning-orange dan penetapan kadar dengan metode spektrofotometri visible dengan reaksi AlCl3.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) positif mengandung flavonoid dilihat dari warna yang dihasilkan yakni orange. Serta didapat kadar rata-rata Flavonoid total ekstrak daun Biduri (Calotropis gigantea L) adalah 9,94%.