cover
Contact Name
Betna Dewi
Contact Email
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Phone
+6281385092734
Journal Mail Official
jurnalilmiahpharmacy@gmail.com
Editorial Address
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI KESEHATAN AL-FATAH BENGKULU Alamat : Jl.Indra Giri Gang 3 Serangkai Padang Harapan Bengkulu Telp : 0736-27508 Email : jurnalilmiahpharmacy@gmail.com Website : http://jurnal.stikesalfatah.ac.id/index.php/jiphar
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Pharmacy
ISSN : 24068071     EISSN : 26158566     DOI : https://doi.org/10.52161/jiphar
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Pharmacy menerima tulisan ilmiah berupa jurnal hasil penelitian di bidang ilmu Farmasi
Articles 356 Documents
Formulasi dan Uji Aktivivitas Antibakteri Deodoran Spray Ethanol-Propilenglikol Mengandung Minyak Atsiri Kulit Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa Cortex) Terhadap Staphylococcus epidermidis Camelia Dwi Putri Masrijal; Jarulis Jarulis; Sarah Sarah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.420

Abstract

Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) merupakan komoditi khas Provinsi Bengkulu yang sekarang banyak dimanfaatkan untuk berbagai pengobatan, makanan dan kosmetika. Minyak atsiri dari limbah Kulit Jeruk Kalamanansi memiliki kandungan senyawa kimia diantaranya yaitu phenyl ethyl alcohol, geraniol, eugenol, dan beberapa senyawa lainnya yang berpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Aktivitas antibakteri minyak atsiri kulit Jeruk Kalamansi dapat berpotensi sebagai antibakteri alami pada berbagai macam sediaan kosmetika salah satunya adalah deodorant spray. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formula deodorant spray mengandung minyak atsiri kulit Jeruk Kalamansi yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri penyebab bau badan yaitu Staphylococcus epidermidis. Dalam penelitian ini dilakukan formulasi deodorant spray dengan 3 formula F1, F2, F3 mengandung minyak atsiri 15%, 20% dan 25% serta F0 basis yang tidak mengandung minyak atsiri dan dibandingkan dengan F4 yaitu deodorant spray merek X yang beredar di pasaran. Pada setiap formula dilakukan uji aktivitas aktibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis pada cawan petri menggunakan metode difusi cakram. Daerah diameter hambat pada masing-masing formula dihitung dan dibandingkan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji aktivitas antibakteri memperlihatkan bahwa F1 memiliki aktivitas antibakteri paling kuat.
STABILITAS BETASIANIN DARI SARI KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP SUHU, pH DAN KONDISI PENYIMPANAN Hadi Kuncoro
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.421

Abstract

Betasianin merupakan pigmen yang masuk dalam golongan betalain. Stabilitas dari betasianin dapat dipengaruhi oleh suhu, pH dan kondisi penyimpanan. Kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki senyawa betasianin yang sudah banyak diteliti dan memberikan manfaat. Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian stabilitas betasianin dari sari kulit buah naga merah  terhadap suhu, pH dan kondisi penyimpanan. Metode yang digunakan ialah dengan mengukur absorbansi dari betasianin menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan setiap perlakuan suhu, pH dan kondisi penyimpanan yang berbeda serta waktu penyimpanan kulit yang berbeda. Hasil yang didapatkan diantaranya ialah kadar betasianin dari sari kulit buah naga merah  pada suhu dingin, suhu sejuk serta suhu ruang mengalami peningkatan dan mengalami penurunan pada suhu pemanasan. Kadar betasianin pada pH dengan rentang 1-5 mengalami peningkatan dan mengalami penurunan pada pH 6-8. Kadar betasianin pada kondisi penyimpanan wadah tertutup atau terbuka dengan periode selama 14 hari mengalami penurunan kadar dan pada wadah tertutup, penurunan kadar betasianin lebih rendah dibandingkan dengan wadah terbuka. Kadar betasianin pada kulit buah naga segar lebih tinggi dibandingkan dengan kulit buah naga yang disimpan dalam kulkas selama dua minggu. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kadar betasianin dari sari kulit buah naga merah stabil pada suhu ruang dengan pH 5 dan dengan kondisi penyimpanan wadah tertutup serta dengan kulit buah naga segar.
UJI ASAM URAT TERHADAP TEH DUAN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) PADA MENCIT JANTAN PUTIH (Mus musculus) Gina Lestari
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.424

Abstract

Daun binahong (Anredera cardifolia (Ten) Steenis) atau dikenal juga dengan daun madeira vine memiliki khasiat sebagai antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, dan antinyeri yang penting untuk kesehatan tubuh. Khasiat ini didukung oleh berbagai kandungan senyawa alami di dalamnya, meliputi flavonoid, saponin, dan tannin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas teh daun binahong terhadap penurunan kadar asam urat dalam darah mencit putih jantan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I diberikan Na CMC kontrol normal, kelompok II jus hati ayam kontrol negatif, kelompok III allopurinol kontrol positif, dosis 1 teh daun binahong 2 gram, dosis 2 daun binahong 4 gram dan dosis 3 teh daun binahong 6 gram. Hewan uji dibuat hiperurisemia dengan diinduksi jus hati ayam segar secara per oral sebanyak 3 kali sehari selama 7 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seduhan teh daun binahong dapat menurunkan kadar asam urat darah mencit secara signifikan. Persentase penurunan asam urat pada kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif, dosis 1, dosis 2 dan dosis 3 adalah 77%,74%,105%,76%,82% dan 103%. Secara statistika, seduhan teh daun binahong dosis 3 dapat menurunkan kadar asam urat secara signifikan dibandingkan dengan kontrol normal (p<0,05). Penurunan asam urat pada mencit dengan seduhan teh daun binahong menunjukkan adanya perbedaan bermakna. Jadi, seduhan teh daun binahong yang paling baik menurunkan asam urat adalah dosis 3 dibandingkan dengan dosis 1 dan dosis 2.
PERBEDAAN KADAR KALIUM DALAM KENTANG MERAH DAN KENTANG KUNING (Solanum tuberosum L.) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Mochamad Farhan Bastian; Marselina M Marselina
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.427

Abstract

Kalium merupakan salah satu kation yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh. Kalium banyak ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayur. Kentang merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Terdapat beberapa jenis kentang berdasarkan warna yaitu kentang merah, kentang kuning dan kentang putih. Kentang yang umum dikonsumsi oleh masyarakat adalah kentang kuning dan kentang merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kadar kalium yang terkandung dalam kentang kuning dan kentang merah.Metode penelitian yang dilakukan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah kentang kuning dan kentang merah. Analisis kualitatif menggunakan larutan asam pikrat dan analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri serapan atom pada panjang gelombang 766,5 nm. Analisa data pada penelitian ini menggunakan metode One-Way Anova.Hasil penelitian diperoleh kadar kalium pada kentang kuning sebesar 97,8161 ± 0,0656 mg/100g dan kadar kalium kentang merah sebesar 95,6601 ± 0,0342 mg/100g. Hasil uji statistik beda rata-rata kandungan kalium menggunakan uji distribusi t didapatkan hasil 1893,8529Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar kalium pada kentang kuning dan kentang merah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kandungan kentang kuning lebih tinggi dibandingkan kentang merah.
SKRINING FITOKIMIA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETIL ASETAT TANAMAN BANDOTAN (Ageratum Conyzoides L.) YANG DIAMBIL DARI PESISIR PANTAI PANJANG KOTA BENGKULU riana Versita
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.428

Abstract

Tanaman Bandotan merupakan tanaman yang sering jumpai di perkarangan rumah, persawahan, perkebunan, pesisir pantai yang tumbuh liar oleh masyarakat sekitar sering dimanfaatkan sebagai obat herbal, untuk luka baik luka bakar ataupun luka sayat, karena kandungan dari senyawa metabolit sekunder yang dimiliki. Tujuan dilakukanya riset ini untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder apa saja yang ada pada tumbuhan bandotan (Ageratum conyzoides L).”Metode yang digunakan adalah metode maserasi dengan pelarut etil asetat dan dilanjutkan dengan  menggunakan alat rotary evaporator untuk memperoleh hasil ekstraksi yang maksimal dan sampel di peroleh dari pesisir pantai panjang kota Bengkulu.”Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman bandotan yang di ekstraksi menggunakan etil asetat  mengadung senyawa alkaloid, triterpenoid, dan tanin. Kesimpulan pada penelitian ini adalah kandungan yang terdapat pada tumbuhan bandotan yang di ekstraksi menggunakan pelarut etil asetat  yaitu alkaloid, triterpenoid, dan tanin
FORMULASI SIRUP SARI UMBI BIT (Beta vulgaris L.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL Tri Yanuarto
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.429

Abstract

Bit (Beta vulgaris L.) merupakan salah satu umbi-umbian yang sangat bermanfaat memberikan warna alami dalam pembuatan produk pangan. Umbi bit banyak memiliki manfaat untuk kesehatan karena menggandung antosianin dan antioksidan. Antosianin telah banyak digunakan sebagai pewarna khusus pada minuman, maka dari itu peneliti membuat sirup dari sari umbi bit (Beta vulgaris L.). Dan Antioksidan merupakan zat penghambat reaksi oksidasi oleh radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan asam lemak tak jenuh (Beta vulgaris L.).Sari umbi bit (Beta vulgaris L.) dibuat dengan metode pemanasan pada suhu 540 C selama 50 menit. Sirup umbi bit mempunyai variasi kosentrasi sari umbi bit dengan F1 (20%), F2 (25%) dan F3 (30%). Evaluasi yang dilakukan sediaan sirup sari umbi bit adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas dan uji hedonik.Hasil penelitian uji organoleptis sirup umbi bit mempunyai rasa manis, kental dan berwarna merah. Hasil uji homogenitas semua sediaan tidak homogen, hasil uji viskosits sirup umbi bit terjadi penurunan tiap minggu dengan kisaran antara 31,33-52 cPs. Uji pH menurun seiring dengan penambahan kosentrasi sari umbi bit. Dan uji hedonik panelis lebih menyukai F1 dari pada F0, F2, dan F3.
PENETAPAN KADAR FLAVONOID EKSTRAK ETANOL DAUN SURUHAN (Peperomida Pellucida (L.) Kunth) METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Syauqul Jannah
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v9i2.432

Abstract

Daun Suruhan (Peperomia pellucida (L).Kunth) memiliki komposisi senyawa fitokimia utama meliputi, flavonoid, alkoloid, fenolik yang dapat berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri, antivirus, antiinflamasi, antialergi, dan antikanker. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan menetapkan? kadar senyawa flavonoid yang terdapat pada Daun Suruhan (Peperomia pellucida (L).Kunth).Ekstraksi Daun Suruhan (Peperomia pellucida (L).Kunth) dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan identifikasi flavonoid dengan reaksi penambahan serbuk logam Mg dan HCI pekat kemudian dilakukan penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis menggunakan Kuersetin sebagai bahan baku pembanding yang hasilnya dinyatakan dalam ug/ml (Kesetaraan Kuersetin).Hasil ekstraksi yang diperoleh sebanyak 35,5 g ekstrak kental. Hasil identifikasi yang didapatkan bahwa ekstrak Daun Suruhan (Peperomia pellucida (L).Kunth) positif mengandung senyawa flavonoid, dilihat dari perubahan warna dari hijau kehitaman menjadi orange. Hasil penetapan kadar flavonoid dengan metode spektrofotometri UV-Vis yang telah dilakukan didapatkan kadar flavonoid dengan nilai rata-rata sebesar 4,68 % 
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL DAUN TIMBA TASIK (Clerodendrum serratum ) MENGGUNAKAN METODE DPPH Novia, Devi
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.464

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang berpotensi sebagai bahan obat. Salah satu kekayaan itu adalah daun Timba Tasik (clerodendrum serratum) mengandung serat, vitamin, mineral,  alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, steroid dan saponin yang mempunyai aktivitas antioksidan yang dapat menghambat radikal bebas didalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan (IC50) daun timba tasik dengan metode DPPH.Daun Timba Tasik diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Kemudian dilakukan uji skrining fitokimia secara kualitatif. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan konsentrasi ekstrak etanol 100ppm, 200ppm 300ppm, 400 ppm dan 500 ppm. Pengukuran aktivitas antioksidan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm.Ekstrak daun Timba Tasik mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol, tanin, steroid, saponin dan pada uji kualitatif menunjukan bahwa ekstrak daun Timba Tasik (clerodendrum serratum) mengandung antioksidan (IC50) sebanyak 124,800 ppm.
PEMBUATAN MASKER EKSTRAK ETANOL PEEL OFF KEFIR SUSU KAMBING ETAWA DARI EKSTRAK DAUN WIDURI (Calotropis gigentea ) Dewi, Betna
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.477

Abstract

Masker peel off adalah  kosmetik yang dipergunakan pada tingkat terakhir dalam perawatan kulit wajah. Salah satunya masker peel off kefir yang dipercaya baik untuk kesehatan kulit, karena di dalam kefir terdapat kandungan asam laktat yang berperan untuk merawat kulit, seperti sebagai anti bakteri, membantu regenerasi sel kulit mati, dan mencerahkan kulit, salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri yaitu Daun Widuri (Calotropis gigentea).Proses pembuatan ekstrak daun widuri menggunakan metode maserasi, ekstrak dilakukan dengan cara penguapan pelarut etanol 96%, dalam pembuatan masker peel off kefir susu kambing etawa mengunakan variasi konsentrasi ekstrak daun widuri 2%, 4%, 6%. Evaluasi Keempat formula (F0, F1, F2, F3) meliputi uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji sediaan mengering, dan uji hedonikHasil penelitian menunjukkan bahwa masker peel off kefir susu kambing etawa dengan ekstrak daun widuri dapat dibuat sebagai sediaan masker peel off dan perbedaan konsentrasi dapat mempengaruhi sifat fisik sediaan masker peel off. Sediaan yang paling baik adalah F2 dengan konsentrasi 4%. 
ISOLASI DAN KARAKTERISASI AGAROSA DARI TEPUNG AGAR DENGAN MENGGUNAKAN PELARUT PROPILEN GLIKOL DAN ISOPROPIL ALKOHOL Rahmawati, Suci
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v10i1.434

Abstract

Agarosa merupakan biopolimer kandungan utama dari rumput laut (Gracilaria gigas) yang sering dimanfaatkan dibidang bioteknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi agarosa dari tepung agar dengan pelarut propilen glikol. Isolasi agarosa dilakukan dengan melarutkan tepung agar menggunakan pelarut propilen glikol pada suhu 105 oC dengan pengadukan untuk memperoleh 2% b/v larutan agar. Larutan agar didiamkan semalam pada suhu 10 oC dan pelarut isopropil alkohol ditambahkan untuk memperoleh Agaroas 1 (A1) dan pemurnian dilakukan dengan mengisolasi A1 dengan metode yang sama untuk memperoleh A2. Karakterisasi agarosa melalui penentuan nilai rendemen, kekuatan gel dan angka sulfat. Hasil penelitian menunjukkan  nilai rendemen A1 dan A2 adalah 81,49% dan 79,74%. . Hasil karakterisasi diperoleh kekuatan gel dan angka sulfat agarosa A1 dan A2 diperoleh masing-masingnya adalah 1431 g/cm2; 0,57% dan 1438 g/cm2; 0,40%. Simpulan, hasil isolasi Agarosa dari tepung agar yaitu A1 memiliki nilai rendemen yang lebih besar dibandingkan A2, akan tetapi hasil karakterisasi A2 memiliki nilai yang lebih baik dari A1.